Sorry I Can’t Hear You, Sweety !!

Kim KeyBum
Kau as Lee___.
Onew

  • Genre : Sad, Full romance,typo.
  • Rating : General
  • Length : OneShoot

______________________________________________________________________

^_^ Semua plot cerita merupakan hasil imajinasi otakku ^_^

:::All POV from Key:::

Aku sedang duduk disebuah bangku taman yang mengarah pada sosok danau berair biru jernih.Sedikit tersenyum kecut saat melihat pantulan tubuhku dari air tenang danau itu. Lagi-lagi kau terlambat sayang, lagi dan lagi kau membuatku menunggu seperti ini.
Tapi tak apa, apapun yang kau lakukan terhadapku aku tidak bisa marah padamu karena mata ini selalu menatapmu, dan telinga ini selalu mendengarkanmu bicara. Demi Tuhan, Aku seorang Key sekarang telah menjadi lelaki gombal!! Dari siapa aku mendapatkan pelajaran ini? Bakat alamikah?tidak…aku rasa tidak. Aku memang begini semenjak aku…

“Jeongmal mianhe Key” ku tolehkan kepalaku menatap seseorang yang tiba-tiba menghampiriku, dia kini terlihat takut menatapku itu yang kuterjemahkan dari bahasa tubuhnya  -dia menundukkan kepalanya dan dari jarak yang lumayan dekat aku dapat melihat orang ini menggigit bibir bagian bawahnya.Ck..dia masih melakukan kebiasaan itu.

“duduklah, ___” ku tepuk bagian kosong bangku yang tidak terduduki oleh tubuhku –menyuruhnya agar duduk disampingku-, tapi dia masih tak bergerak dari tempatnya. Ku tepuk lagi bangku ini, sambil memasang senyum yang ku harap dapat meyakinkannya bahwa aku sama sekali tidak akan marah padanya.

“Mianhe Key” akhirnya dia duduk dengan wajah yang masih tertekuk, dan kata pertama yang aku dengar dari mulutnya adalah kata-kata itu. Entah mungkin karena aku sudah bosan atau terlalu bosan aku sama sekali tak menggubrisnya.

“Mianhe Key” gadis ini memang selalu begini, tidak berubah, tidak pernah bosan mengucapkan kata maaf sampai sesorang menerima permintaan maafnya.
Tapi aku masih enggan mendengarkannya, ku sibukkan diriku menatap aurora-aurora jingga dilangit, matahari sebentar lagi akan terbenam dari singgasananya dan inipun waktu untukku mengantarkan gadis ini.Seorang gadis baik, tidak boleh pulang terlalu larut.Itu sangat berbahaya dan tidak sopan.Aku tidak ingin menjadikan gadis yang baik ini terlihat buruk dimata orang tuanya.

“ayo kita pulang, ____” aku bangkit dari dudukku, membenahi blazer seragam sekolahku lalu memasukkan kedua telapak tanganku kedalam saku celanaku.
angin berhembus terasa dingin..dari baunya aku dapat merasakan aura musim dingin yang sebentar lagi akan datang. Ku harap dimusim dingin nanti akan ada hari yang lebih baik dari ini.

“Tapiiii… Key…” gadis di sampingku ikut bangkit berdiri, tapi tangannya memegangi pundakku cepat seolah menghentikan langkahku. Akupun menoleh menatapnya dengan senyuman milikku.

“Iya,____?” tanyaku dan itu membuat wajahnya kembali tertekuk.

“Maaf” kata itu lagi ya? Apakah tak ada kata lain yang bisa kau berikan padaku setelah Kau  berhasil membuatku menunggumu hampir 3jam .Akh..Key sudahlah, kau harus mencoba mengerti. Aku kembali memberikannya senyum yang semula sempat memudar, lalu ku usap rambutnya lembut.

“Tak apa,____” kakiku melangkah satu demi langkah.Angin kembali berhembus dan aroma musim dingin kembali membaur dalam penciumanku.

“Key…dia kembali berulah, dan bahkan kau tahu?dia membuatku terlambat menemuimu..dia bilang aku masih perlu mencatat hasil rapat organisasi 2minggu lalu. Astaga!! Apa menurutmu itu masuk akal? Hasil rapat 2minggu lalu? Bahkan 2minggu lalu aku tidak ikut rapat, dan bagaimana mungkin aku dapat mencatat hasil rapatnya. Aku pikir dia sengaja melakukannya padaku..dia benar-benar keterlaluan, mentang-mentang dia ketua organisasi lalu semena-mena dengan seorang sekretaris dua sepertiku!! Padahal dia bisa sajakan menyuruh sekretaris satu, kenapa mesti sekretaris dua..dia mengeksploitasiku!!” aku tersenyum dalam langkahku yang mendahulinya.Kebiasaanmu yang tak pernah berubah sedikitpun___.Setelah mendengar seseorang menerima maafmu kau akan mengoceh tiada henti –kembali kesikap kekanak-kanakanmu-.Tapi aku lebih suka kau yang begini daripada yang tadi.Aku suka mendengarkan setiap ocehanmu yang panjang dan terkadang menurutku sama sekali tidak nyambung.

“Mungkin dia harus aku beri pelajaran, bagaimana kalau aku menaruh permen karet yang sudah dikunyah di sepatunya?menurutmu apa itu sudah kejam?” masih dalam langkahku yang mendahuluinya aku tak menggubrisnya, hanya membiarkannya bercerita tentang hidupnya.Meski ini cerita sederhana meski kau hanya bercerita tentang hidupmu dan orang yang itu-itu saja.Aku tak pernah bosan, selalu tertarik mendengarkanmu, selalu menjadi yang di depan untuk menjadi pendengar setiamu.Walaupun aku hanya mendengarkannya dan seolah tak menggubris ceritamu.Tapi tanpa kau ketahui, disetiap malam sebelum aku tidur, aku selalu mengulang ceritamu dalam nuron otakku, berharap aku bisa memimpikan semua ceritamu.Dengan tokoh ‘aku’ dan ‘kamu’ dalam alurnya.

“Atau besok aku kempesin aja ban motornya?biar dia engga bisa pulang? Tapi apa tidak terlalu jahat, akh..tidakkan Key, dia bahkan sudah sering menghancurkan janji kita seperti ini.Membuatku capek..berarti aku harus mencari sesuatu yang jauh lebih kejam dari membuat ban motornya kempes” lagi-dan-lagi aku hanya bisa mengulum senyum karena tingkahnya.Bayangkan saja,dari tadi aku rasa aku hanya diam dan dia? Demi Tuhan..sudah berapa kata yang dia ucapkan dengan bibir kecilnya itu.

“huhuu…dingin..” tanpa di pelopori sesuatu yang jelas, ku tolehkan cepat kepalaku mengarahkannya.Disana ku lihat ia sibuk meniup niupkan udara dari mulutnya ke kepalan dua telapak tangannya. Tingkah yang sangat lucu. Aku tersenyum saat dia menyadari langkahku terhenti dan kini malah telah menatapnya.Dengan kepala yang dia miringkan dia memandangku, sementara aku melepaskan kancing-kancing Blazerku.

“pakai ini, jangan sampai sakit karena kedinginan” dia mengerjap seolah berpikir namun tangannya meraih blazerku tanpa ragu.

“terimaksih Key” aku hanya tersenyum kembali melangkah mendahuluinya.Langkahnya terlalu kecil, dan kudengar terkadang dia berlari kecil untuk memperdekat jarak antara tubuhku dan tubuhnya. Diantara aurora-aurora yang masih membias dilangit, aku melihat bayangannya. Hitam, indah dan mungil..tubuhnya yang sedang menggiring langkahku. Rambut kriting gelombang dengan warna hitam kecoklatan itu terkadang tertiup angin.Membuat bayangannya semakin cantik.Tidak..tidak Key, bukan bayangannya tapi orangnya, ya orangnya …orangnya yang cantik.Dan aku beruntung, karena dia adalah kekasihku.Meskipun aku tak pernah menyentuhnya sedikitpun, bukan karena aku pengecut hanya saja aku tak ingin mengotori bibir suci atau pipi putih itu.Aku percaya, suatu saat disaat dia telah menjadi milikku yang sebenarnya aku akan melakukannya bahkan aku akan melakukan yang lebih.

“Ahahah…aku tau sekarang, aku akan menggantung sepatunya saja di atas pohon.. aku pikir akal ini cukup gila” aku terkekeh ditempatku, ‘menggantung sepatu di pohon? ‘Mataku beralih menatap pohon disekitar, tinggi – besar – dan menjulang, apa kekasihku bisa memanjat pohon-pohon semacam itu? Tubuhnya mungil, terlalu mungil malah.

“Kau pendek.. jangan cari mati” ucapku dan ku akhiri dengan kekehan bernada rendah.Ku dengar dengusannya dan hentakan kaki yang menyertainya.Oups..dia marah!! Key.

“Lalu, apa yang bisa aku lakukan untuk membalas semua yang sudah Onew si gigi kelinci itu lakukan padaku” berbalik, menatapnya, lagi-lagi hendak terkekeh karena melihat tubuhn kecilnya yang mengenakan blazer seragam sekolahku yang nampak terlalu besar baginya.Sudah seperti blazer berjalan,dengusku dalam hati.

“masuklah!!” matanya memicing, menatapku heran.

“masuklah!!” ucapku lagi, dan kali ini ku biarkan dia mengalihkan pandangan ke sekitar. Kini..mata bulat berukuran kecil itu membesar,seolah terkejut.

“sudah sampai!!”serunya padaku.Aku mengangguk sambil memberikan senyum.

“masuklah” ucapku lagi, dan dia mengangguk.
* * *

Aku kembali berjalan pulang, benar-benar pulang ke rumahku sendiri seusai mengantar pacarku ke rumahnya. Pacarku? Pacarku seorang gadis manis bertubuh mungil yang ceria dan selalu aktif.Dia selalu aktif mengikuti kegiatan di sekolahan baik itu keorganisasian sisiwa atau Club semacam perkumpulan hobby , berbeda denganku yang lebih suka menyendiri , tidak terlalu suka diperhatikan oleh orang banyak, tidak terkenal dan bahkan bisa dibilang aku hanya murid dari golongan siswa pasif, . Kembali menatap kuning jingga di langit, auroranya masih belum hilang, aku rasa aku masih mempunyai sedikit waktu hanya untuk sekedar membeli softdrink dan meminumnya di perempatan dekat halte seberang.Kerongkonganku terasa benar-benar kering.

‘Tap..tap..tap’ sebuah langkah membuatku menaruh rasa penasaran, langkah yang tak asing di sertai suara kecil nan lembut.

“Key” apakah itu, ____?

“Ini… hosh..hosh..hosshh…. maaf aku lupa mengembalikannya tadi, ini aku kembalikan..” kembali tersenyum..firasat ini, dugaan ini, logika ini tidak pernah salah saat membahas tentangmu, tidak pernah meleset meski hanya sebesar 5 derajat. Selalu tepat untuk membagi rata perasaan ini.-menyayangimu-

“terimakasih, sekarang kau kembali -masuklah, di luar dingin!!” senyum dari bibir kecil itu selalu bisa membuatku ikut hanyut untuk membalas senyumnya.Senyum yang tak pernah aku bosan saat aku melihatnya.

“ya, kau juga harus hati-hati” mengangguk padanya patuh dan kembali berjalan.Kembali ke satu tujuan Pulang.

* * *

———–ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing————

Pandanganku kabur, semua benda nampak menjadi dua.
Goyah, ku rasa tubuhku mulai berayun. Apa yang salah padaku saat ini? Aku merasa kini aku dapat merasakan bahwa bumi benar-benar berputar, dan putarannya sangat cepat.

———–ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing————

Dengingan panjang telingaku, membuatku tak bisa mendengarkan apa-apa lagi.
Sementara tubuhku semakin lemas dan berayun.
Pandanganpun semakin …..

Gelap….

‘BRUKKKK’

* * *

“kita lihat hasil lab nya besok, berdoa saja kepada Tuhan, semoga anak anda baik-baik saja”

“terimakasih, pak dokter” itu suara eomma yang ku dengar nampak sarak seperti…. Menangis?.Ada apa sebenarnya?dan kenapa eomma menyebut nama ‘pak dokter’, apakah dia si pemilik suara berat yang ku dengar pertama kali tadi?.

“ne..saya , permisi dahulu, apabila pasien sudah sadar anda bisa menghubungi saya”

“sekali lagi, terimakasih pak dokter”

‘CKLEKK’

Apa yang sebenarnya terjadi sekarang?dan kenapa aku tidak bisa membuka kedua mataku? Terlalu berat…sementara disini….gelap.

“Key!!eomma, harap kau baik-baik saja, cepatlah sadar, eomma menghawatirkanmu!!” Eomma , Key disini. Key baik-baik saja, hanya saja Key tidak bisa membuka mata sekarang. Terlalu berat. Eomma, sebenarnya Key kenapa? Apa yang terjadi pada Key?.

“Tuhan…lindungilah anakku, berikanlah dia keselamatan” batin ini semakin menjerit memintaku untuk segera membuak kelopak mata. Tapi ini sungguh sangat berat, sangat berat, Sementara aku tak ingin gelap ini terus menyelimuti penglihatanku.

Key, kau harus bisa membuka matamu!!.
Agar kau dapat mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi!!.

———–ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing————

Akh… dengungan ini lagi!!.
lagi? Berati aku pernah mengalaminya sebelumnya. Tapi kapan!!? Kapan aku mengalaminya?.
akkhhh….Softdrink, perempatan jalan, halte,putar..

Ada apa dengan softdrink,perempatan jalan, halte dan putar?
Softdrink, perempatan jalan, halte,putar….
GELAP…

———–ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing————

* * *

Ku buka mataku perlahan, tubuhku terasa sangat lelah dan lemas.

Putih, berbau obat-obatan khas yang membuat perutku terasa mual. Rumah sakit, dimana lagi kalau bukan di tempat ini? Aku yakin kemarin mungkin aku pinsan di dekat trotoar perempatan jalan sesaat aku meminum softdrink.

Hah, … ajaib sekali, saat aku bangun aku sudah berada di tempat ini.

Kini pandanganku beralih ke luar Jendela yang tertutup tirai tipis berwarna putih, dengan tubuh lemah ini kupaksakan untuk berdiri dan berjalan mendekatinya.
Ku sibak perlahan tirai tipis ini dengan tangan kiriku yang entah sejak kapan tertempel jarum infuse disana.

‘sudah pagi…cahaya remang matahari menghempas dalam tubuhku, hangat….nyaman , aku suka ini’

Mungkin sebentar lagi aku akan merindukan kehangatan ini, karena sebentar lagi hanya akan ada butir-butir salju yang akan menyambut pagi.Aroma musim dingin, masih tercium dalam indra penciumanku meskipun di sela remang hangat matahari.

“Annyeong!!” ___?itu suara ___? Apakah aku tak salah dengar?kenapa….

“Key..kau sakit apa?” dengan guratan senyum yang sudah melebar,aku memalingkan wajahku menghadapnya.Benar, dia ada.. tepat -disana di dekat sofa dia berdiri dengan mengenakan pakaian seragam sekolah. Dia ikut tersenyum saat melihatku tersenyum.

“Kau pucat sekali” kenapa itu yang dia katakan -_____-, harusnya dia mendekatiku lalu memelukku dan mengucapkan ‘good well son’ bukan mengatai wajahku pucat.

“terimakasih” ucapku enggan menatpnya lagi.Aku tak suka carmu sayang, harusnya kau bersikap manis disaat aku sakit.

“tapi..Key masih tampan kok~” aku kembali berseri, ikut merasakan hangat mentari menerpaku, ada sebelah tangan yang bertumpu di pundakku sekarang.Tangan mungil –kulitnya putih- Tangan kekasihku, Lee____.

“___, kau tidak sekolah?” tanyaku tanpa menoleh ke arahnya.

“Tidak bisa Sekolah, saat kauu…………..”

“Apa ,____? Bisa kau ulangi untukku?”

“Aku bilang aku tidak bisa sekolah, saat kauu…….” Apa? Aku sama sekali tak mendengarnya.

“_____, tolong besarkan volume suaramu, entah kenapa telingaku tak bisa mendengar suara bernada pelan mungkin karena cairan infuse ini” ucapku asal, muka ___berkerut tapi kemudian tersenyum..

“ttcckkkaiiiiuuu…appaaa…kkauuu saaakkk, yakkatbajkkkkiiiss?”  apa? Apa yang ___ ucapakan padaku, aku tak paham… tak mendengar, tak mengerti!!.

“Kiiiieeyy…” aku tak bisa mndengar, telingaku terasa tersumbat, -aku kenapa-?.

———–ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing————

Dengungan ini kembali datang,- datang- menghampiriku-, -menyiksaku- dengan –kehadirannya- dalam -waktuku-.

* * *

Seminggu berlalu, aku memang sudah keluar dari tempat itu.
Rumah sakit yang memiliki bau khas yang mampu membuat perutku mual. Aku keluar dari sana, dengan kondisi yang masih sakit.

Key, mengalami gangguan pendengaran..
Semakin lama, kemampuan indra pendengarannya akan semakin melemah, bahkan  tidak menutup kemungkinan jika indra pendengarannya akan mengalami kecacatan secara total.

Obat untuk penyakit ini belum ditemukan, kami hanya mampu memberikan obat untuk memperlambat proses pelemahan kemampuan indra pendengar itu.

Dan untuk sementara waktu, Key harus menjalani trapi dengar selama seminggu sekali.
Ini bertujaun untuk  memberikan rangsangan pada telinganya.
Kami harap kami bisa melakukan yang terbaik untuk Key..kami akan berusaha semampu kami.

 

Itu yang lelaki tua berjas putih di rumah sakit ,ucapkan pada Eommaku.
sedih, perih..merasa menjadi tak berguna.Aku akan cacat, tidak bisa mendengar, tuli tepatnya. Tapi apa yang bisa aku perbuat?.Mungkin hanya diam-di tempat- tidak melakukan apa-apa, membiarkan hidupku hancur bersama semakin lemahnya indra pendengaranku.

“Key..kita ke Kantin,yukk!!” Tapi di di detik ini –tepat saat detik ini-aku masih bisa bersyukur, karena telingaku masih dapat menangkap suara kecil nan lembut ini.Terdiam, memberikan senyum tipis.

“AYO!!” dia menarik tanganku kasar, menyuruhnya untuk menggiringnya.Di balik tangannya yang menggenggam tanganku, aku tersenyum…sebentar lagi mungkin aku akan melepaskanmu,____.

Sampai saat ini aku merahasiakannya, karena aku malu.
lelaki tuli??Demi Tuhan, aku tak suka gelar itu, dan sebentar lagi aku akan menyandang predikat itu.Apakah aku sanggup?.

“Key…kau tahu, tadi Onew menyuruhku mengerjakan journal organisasi, tapi aku kabur ke kelasmu begitu sja, lalu ke kantin deh..ahahahhah, baru kali ini aku bolos dengan sengaja dari rapat, dan rasanya menyenangkan sekali” aku terkekh, gadis ini memang ahli membuatku terkekeh –tertawa- dan bahkan –mengulum senyum-, dia pandai tentang hal ini dan aku suka itu.Tapi sebentar lagi aku tidak akn bisa mendengar..Akh sudahlah Key!!.

“Kau tak boleh begini terus, ini memalukan.. bolos lalu kau bangga?” dia mendengus ke arahku, aku hanya mengangkat bahuku kemudian memesan minuman.

“dua capoccino!!”ucapku pada ahjussi penjaga kedai, tidak menunggu lama. Dua capoccino pesananku sudah siap, akupun membawanya ke tempat pacarku dan aku masih menemui tatapannya yang penuh dengusan beserta bibir yang maju beberapa senti. Kali ini aku tak dapat menyembunyikannya, aku tertawa renyah –ekspressinya sangat lucu-.

“Pendek, minum capoccinonya dulu..setelah itu baru boleh marah” dia kembali mendengus, lalu memainkan bibirnya yang maju.Hey Key!! Kau membuatnya sangat marah!!.

* * *

“Kau bolos,lagi?” tanyaku sambil mengusap lembut poni kekasihku, sstt dia punya nama, namanya Lee____.

“Iya, aku bolos rapat lagi!! Tapi bukankah dengan begini kita bisa berduaan?” dia mendongakkan kepalanya menatapku, kami kini sedang berbaring di atas reremputan hijau di sekitar danau di taman belakang sekolah.

“aku tau, tapi aku tak suka caramu!!”ucapku dan dia kini memeluk pinggangku, kenapa dia bersikap manja seperti ini.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?aku minta maaf..” aku tersenyum, masih mengelus poni rambutnya.

“Tidak..bukan maaf, tapi ku harap lain kali kau jangan membolos!! Aku tak suka jika kau membolos!!”

“Baik-baik, aku janji tidak akan membolos” rangkulannya di pinggangku semakin meng’erat..Demi Tuhan, apa yang membuat gadisku berkelakuan seperti ini?apakah ada yang mengganggunya?Akh..Key tak usah ambil pusing, bukankah kau suka ini!! Nikmatilah, selama waktumu masih ada.

* * *

Muasim dingin telah tiba, hawanya sejuk membawa kekosongan dalam naluriku.Kini aku sedang duduk disebuah bangku taman yang mengarah pada sosok danau berair biru jernih.Sedikit tersenyum kecut saat melihat pantulan tubuhku dari air tenang danau itu. Lagi-lagi Aku menghabiskan soreku disini, lagi dan lagi aku mencoba mengenang satu persatu kepingan kenangan beberapa bulan lalu.
Dahulu, tepatnya beberapa bulan yang lalu setiap aku duduk disini itu bebrati aku sedang menunggu seorang gadis, yang berstatus sebagai kekasihku..tapi kini, aku hanya duduk disini sebagai seorang yang pikirannya kosong.

Lee___, gadis itu kini bukanlah lagi kekasihku, aku Key bukan lagi golongan siswa pasif.Bukan karena aku telah mendapatkan gadis yang lebih baik dari ___, atau karena aku tiba-tiba mendadak menjadi orang cerdas.Aku masih Key yang payah, tidak suka diperhatikan orang banyak.Bahkan aku kehilangan___,dan aku berhenti sekolah.
Aku benar-benar menjadi orang tuli sekarang, aku tak bisa mendengarkan suara-suara yang ada di dunia ini lagi. Dan ini membuatku merasa kalau separuh dari ragaku telah menginjak pada kematian.

“……………………….” Merasakan seorang duduk di bagian kosong bangkukku, aku menoleh.dan ternyata orang ini adalah…

“____”

“………………………………” entah apa yang dia ucapkan.Bibirnya bergerak, aku mencoba mengamatinya –berharap bisa mendengar melalui caraku melihat gerak bibirnya- tapi aku rasa aku percuma, aku bahakan tak dapat menerjemahkan satu katapun dari gerak bibirnya.

Aku menunduk, merasa menyerah…aku memang sudah tuli, tidak bisa mendengar.Aku cacat. Aku Key, seorang lelaki tak berguna!!.

‘tes’

Basah-hangat-,-air-, apa ini? Airmata? Airmata ___, kah?

Aku mendongakkan kepalaku, benar Tuhan…___,sedang menangis . Apa aku yang membuatnya menangis?oh Key!! Kau membuatnya menangis!!.
dengan ujung jari jempolku aku mengusap airmatanya.

“Jangan menangis sweety!!” ucapku parau, dia menggeleng.

“…………………………………..” Aku benar-benar bisa gila, aku tak bisa mendengar apa yang di ucapkan gadis ini. Tapi semakin bibirnya bergerak cepat, airmata itu bertumpah ruah.Tuhan, tidak bisakah kau memberikanku mukzizat meski hanya beberapa saat untuk mendengarkannya. Entah itu kisah sederhana dalam hidupnya atau cacian kebenciannya padaku.

‘pluk’

Hangat,-erat-,manis,-cinta-

Dia memelukku!! Gadis yang ku cintai telah memelukku.bahunya naik turun dalam pelukanku.

“Ku mohon jangan menangis!!jangan pernah menangis” dia mengangguk padaku.kemudain melepaskan pelukkannya –beralih pada buku catatan kecil-.Tanpa dikomando dia menulis secejeret kalimat dengan cepat.

Jangan pernah berpikir, mudah untukku melupakanmu. Kau bahkan masih menjadi kekasihku, kau belum pernah memutuskanku secara resmi.Dan bukankah berati aku masih resmi menjadi kekasihmu!!.

Aku memang selalu butuh Key yang selalu mendengarkanku,tapi aku lebih butuh Key yang selalu setia berada di sampingku.

Aku tak mau kehilanganmu, apapun yang terjadi !! seharusnya kau tak menutupi semua ini dariku, hampir saja aku salah paham tentangmu yang tiba-tiba menghilang.
Aku bahkan mengataimu penjilat, Karena kau yang menyuruhku jangan membolos padahal kaupun membolos!! Aku membencimu, sangat membencimu terlebih karena kau berhasil membuatku menyayangimu.
Key, you are my lovely
.

Aku tersenyum membaca kertas itu, aku merangkulnya.Gadis ini luar biasa, dia menerimaku apa adanya!! Ini membuatku semakin menyukainya.

‘ssssrrrttt’

Sesutau terpasang di telingaku, bentuknya seperti earphone-tapi aku tahu ini bukan earphone-, ini alat Bantu dengar.

“…………………………………………….?”aku tersenyum menatap ke seseorang yang memasangkan alat ini ketelingaku, aku mengelus poninya seperti kebiasaanku dahulu.

“Sorry..i can’t hear you sweety!!”

Salju turun satu persatu, meski telinga ini tak dapat mendengarkan suaranya.
Cerita sederhana tentang hidupnya..Tapi hati ini tetap menjadi yang di depan untuk menemaninya.
Meski aku terlihat mengacuhkannya, meski aku terlihat tak menggubrisnya.
Tapi Aku ingin dunia tahu aku sangat peduli padanya.

“Sorry, I can’t hear you sweety!!” ucapku lagi, dan ku temui senyum manisnya untukku.
Taerimakasih Tuhan, untuk musim dingin yang indah bersama Lee ____.

*FIN*

Note : hahahha..gaje full verion:D

Mianhe..^^
FF dibikin ngebut selama satu jam, kata-katanya juga kachau bahalau..kekkk..:D

Jadi inilah hasilnya, *.*
Bagaimanapun hasilnya, tetap tinggalkan komentar kamu , dan Jangan Bashing saya!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “Sorry I Can’t Hear You, Sweety !!”

  1. aaaaaaaaaaaaaa
    so sweet bgt T.T

    jd org yg mereka omongin di awal itu onew.. hahaha aq gak ngeh sm castnya.. kkkkk

    n td smpt brpikir si cewenya mutusin n ninggalin key… fiuuuhhh trnyata bukn… mereka bersatu lg.. huhuhuhu

    bnr2 jleb.. tp romantis bgt..aaaaaa kunci.. noona padamu… *cipok2 key*

  2. Aku sungguh tersentuh. FF ini begitu mengharukan……. T^T
    Gak kebayang betapa menderitanya Key yang harus mengalami keadaan seperti itu……. Huhuhu…. *peluk Key*

    Aku suka ff ini! Sangat sangat suka! 🙂
    Meskipun ada kata-kata yang masih membuat aku bingung, tapi secara keseluruhan ff ini udah bagus! 😀

    Good job! Ditunggu karya selanjutnya! ^.~

  3. Mataku berkaca-kaca.. Keren bgt!!!!
    Setauq aq pernah bc ff ini di website yg laen..aq ngomen gg yah??._.v
    nyesek bgt di bagian yg key dh mulai gg bs denger..
    Untuk ff ngebut(?),mnrtq ini dah bgus bgt kq!!haha
    nice ff!!d(^.^)b

  4. Hwaaa ~~~hiks hiks #ngelap airmata pake baju Key
    so sweet bangeeettt ~~~
    aku juga bakalan setia ama kamu KEY..
    sampai aku benar benar ngedapetin kamu#ngelantur banget
    nice ff, buat sedih nih …
    Malkey suka 😀

  5. Baguuuss bangeeeet author, feelnya dapet ini huhu serasa pngen nangis deh T^T
    kasian jg key-oppa tp aku salut bngt sama cweknya, bisa nerima key-oppa apa adanya u.u

    krya selanjutnya ditungguuu~ 😀

  6. huwaa nyesek .. bener2 nyesek !!
    tpi aku suka jalan ceritanya ..
    kasian key, tapi ini cukup happy ending, meskipun key tuli, cwenya itu masih bisa nerima dia apa adanya .. ^^
    sukaaa … good ff thor .. gomawo .. ^^

  7. aku sukaa ^0^
    apalagi yang deskripsi Key waktu dia lagi dengerin celotehan ceweknya.
    what a best boyfriend he is XD
    pengen banget lah punya cowok yang pengertian kayak begitu .. hihi

    Good Job, Author !! 😀

  8. eonnie!!!
    DAEBAK!!!
    ff yang sukses bikin aku nangis!! 😀
    keren,eon…^^
    aku ngefans sama eonnie author.. XD
    keep write,eon~~^^

    tapi.. typo itu apa?? 😮
    #mukapoloslayaknyabayibaruturundarisurga..
    #PLAK!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s