Between Hate, Love And Revenge – Part 1

BETWEEN HATE, LOVE AND REVENGE {Chapter 1}

Author                :  Lyka_BYVFEGS

Main Cast           :  Choi Minho SHINee

Park Hana (OC)

Lee Jinki SHINee

Shin Eunhyo (OC)

Support Cast      :  Kim Jonghyun SHINee

Kim Kibum / Key SHINee

Lee Taemin SHINee

Kang Hyemi (OC)

Park Hani (OC)

Jung Nara (OC)

Lenght                :  Chaptered

Genre                 :  Romance, Friendship, Family

Rating                :  PG-13 (?)

Summary            :  ‘Aku tidak akan membencimu jika aku tahu kebencianku akan berakhir dengan rasa cintaku padamu. Karena mencintaimu membuatku terluka dan menderita.’

Annyeong chingudeul *bow…..Lyka imnida 20 y.o. Ini FF pertama dengan cast SHINee yang aku buat dan langsung aku kirim kesini. Jadi maaf ya kalau FFnya jelek, terutama penggunaan bahasa yang kurang tepat. Dulu waktu masih sekolah aku nggak terlalu suka pelajaran Bahasa Indonesia, jadinya kayak gini dech. Nilai UAN aja paling jelek Bahasa Indonesia. *sebenarnya aku ini orang mana sich, orang Indonesia kok nggak bisa Bahasa Indonesia?wkwkwkwk #abaikan curhatan nggak penting ini.

Jangan lupa koment ya? Koment dari kalian bisa membuatku memperbaiki FF ini,biar di chapter selanjutnya lebih bagus lagi.

Kalau gitu langsung aja kita simak cerita dibawah ini dengan cermat dan seksama *lebay*.

Happy reading…

*********

Hana POV

Hah….!!!!

Sudah kesekian kali aku menghela nafas dalam waktu setengah jam. Sesekali aku melirik jam yang melingkar di tangan kiriku. Berulang kali kutengokkan kepalaku untuk melihat apakah bus yang aku tunggu sudah tiba atau belum. Tapi sampai jam segini belum datang juga.

Aishh!!! Ini pasti karena tadi aku harus membangunkan Hani terlebih dahulu, aku jadi kelimpungan seperti ini. Sampai-sampai harus ketinggalan bis segala. Awas kau Park Hani!!! Kalau sampai hari ini aku terlambat wawancara kerja, akan aku bunuh kau. Aku tidak peduli kalau dia adalah dongsaengku satu-satunya. Dia selalu saja menyusahkan hidupku. Kapan sich dia jadi dongsaeng yang baik untukku?

Weeezzzzz……..*anggap aja suara bus lewat ya readers???*

Ku dongakkan kepalaku yang sedari tadi menunduk saat ku dengar suara kendaraan lewat. MWO?! Itu kan bus yang akan aku naiki.

“Hei, tunggu!!! Pak sopir, tunggu aku!!!” teriakku seperti orang gila kepada bus yang sudah berlalu.”Aishh!!! kenapa busnya tidak mau berhenti sich. Apa pak sopir nya itu tidak tau kalau aku sudah menunggu lama dan hampir terlambat untuk interview.” gerutuku kesal.

“Hana-ah!”

“Hyemi-ah!” sapaku pada sahabat yang aku kenal ketika kami duduk di bangku SMP. “Anyeong, Key oppa.” sapaku pada namja yang duduk di belakang kemudi sambil membungkuk sedikit supaya aku bisa melihat wajahnya.

“Anyeong, Hana-ah.”

“Wae geurae? Kenapa kau berteriak seperti orang gila?” tanya Hyemi penasaran.

“Aku sedang menunggu bus, tapi karena melamun aku tidak tahu kalau bus itu sudah lewat. Padahal aku terburu-buru, sebentar lagi interviewnya akan segera dimulai.” jawabku sedikit kesal.

“Mwo? Interview? Jadi kau benar-benar melamar di Choi’s Group?” tanyanya tak percaya.

“Ne. Dan hari ini aku ada panggilan untuk interview. Sudah 1 tahun ini aku membantu omma mengurus toko bunga. Aku ingin cari pekerjaan yang lebih baik. Rugilah aku kuliah tinggi-tinggi kalau pada akhirnya cuma jaga toko.”

“Jadi kau akan bekerja di perusahaan yang sama denganku?” sekarang giliran Key oppa yang bertanya.

“Ne, beberapa hari yang lalu Hyemi memberitahuku kalau disana ada lowongan. Ya sudah aku coba saja siapa tahu aku diterima. Lagipula disana kan ada kau jadi aku pasti tidak akan kesulitan beradaptasi di perusahaan besar itu.”

“Ah, ne. Kau benar.”

“Kalau begitu kau berangkat dengan kami saja. Aku yakin busmu itu akan lama datangnya. Bagaimana Key oppa? Tidak apa-apa kan jika Hana ikut dengan kita?”

“Ne. Tidak usah sungkan, kita kan sudah berteman lama. Lagipula aku juga akan berangkat ke kantor.”

“Bukankah oppa harus mengantar Hyemi ke butik? Arahnya kan berlawanan dengan kantor.”

“Ani, aku ikut Key oppa ke kantor. Aku ingin mengawasinya hari ini, ku dengar karyawan yeoja di sana cantik-cantik, jadi aku harus memastikan kalau Key oppa tidak macam-macam selagi tidak bersamaku.”

Pletak!!!

“Aww… kenapa oppa memukulku?” protes Hyemi kepada Key oppa. Dielus-elusnya kepalanya yang kena pukul tadi sambil mengerucutkan bibirnya. Ekspresinya sangat lucu menurutku.

“Kau pikir aku lelaki hidung belang?” tanya Key oppa tanpa menjawab pertanyaan Hyemi.

“Huh, aku kan tidak pernah mengatakan kalau Key oppa itu hidung belang. Aku kan hanya ingin bersama oppa saja seharian ini. Sudah berhari-hari kita tidak bertemu. Apa oppa tidak merindukanku? Aku kan berkata seperti itu hanya bercanda.” jawabnya dengan raut muka sedih.

Key oppa yang melihatnya hanya tersenyum. “Ne, mianhe sudah memukulmu. Aku juga merindukanmu, Hyemi-ah.” jawab Key oppa masih dengan senyum khasnya.

“Jeongmal?”

“Ne, untuk apa aku berbohong padamu?”

“Gomawo oppa.” kata Hyemi yang langsung memeluk Key oppa yang ada di sebelahnya.

“Ehem…ehem… kalian tidak lupa aku ada di sini kan?” aku yang merasa tidak dianggap pun angkat bicara.

“Hehe…mianhe Hana-ah. Kalau begitu masuklah, kita berangkat sekarang.” kata Hyemi setelah melepaskan pelukannya dari Key oppa.

“Ne.” jawabku yang langsung memasuki mobil tersebut.

Hana POV end

~~~~~~~~~~ between hate, love and revenge~~~~~~~~~~

 

Author POV

Di sebuah ruangan yang didominasi oleh warna putih dan coklat muda tampak 4 namja tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Di sofa yang hanya dapat digunakan untuk 1 orang duduklah seorang namja yang tengah sibuk menikmati ayam goreng yang tadi dibelinya di kantin kantor sambil sesekali meneguk air minum yang terletak di dekatnya.

Di kursi panjang masih dekat namja tadi duduklah 2 orang namja yang meskipun bersebelahan tapi tidak terlihat mereka mengobrol. Namja yang berwajah paling jelek diantara lainnya *ditabok blingers*  tengah sibuk dengan HP yang ada ditangannya, sedangkan namja yang satunya tengah sibuk membolak-balik majalah fashion yang baru terbit hari ini.

Di meja kerja yang ada di ruangan tersebut duduklah seorang namja bermata besar dan mempunyai wajah paling tampan diantara yang lain *biasnya sendiri dipuji-puji* tengah berkutat dengan laptop di depannya. Entah apa yang dilakukannya dengan laptop itu.

“Hyung, perutmu itu besarnya seberapa sich? Kenapa makanan sebanyak itu bisa hyung habiskan dalam sekali makan?” tanya Jonghyun, namja yang sibuk memainkan HP tadi. Pertanyaan tersebut sukses memecahkan keheningan yang selama 30 menit berlangsung di antara mereka.

“Aku kan juga manusia jadi besarnya perutku sama dengan perutmu itu.” jawab Jinki setelah dengan susah payah menelan ayam goreng yang sudah dimasukkan ke dalam mulutnya.

“Tapi perutku ini tidak akan kuat untuk memakan semua itu. Lihatlah! Berapa potong ayam yang sudah hyung makan? Itu semua cukup untuk makan kita berempat selama 1 hari penuh. Ckckck… hyung tidak malu dengan umur yang sudah tua tapi masih bertingkah seperti anak kecil ketika berhadapan dengan ayam?” tanya Jonghyun dengan nada mengejek.

“Mwo? Apa kau bilang? Aku sudah tua? Hey, otak yadong umurku itu baru 25 tahun dan kau bilang sudah tua? Lagipula lebih baik aku yang jatuh cinta dengan ayam daripada kamu yang punya otak yadong. Setiap hari menonton film yadong tidak bermutu itu.” Jinki pun tidak mau kalah dari ejekan dari Jonghyun.

“Biarin, weekkkk.” ledek Jonghyun sambil mejulurkan lidahnya dan segera beranjak dari duduknya ketika dilihat Jinki tengah bersiap-siap untuk mengejarnya.

“Hey, jangan lari kau Kim Jonghyun!” teriakan dari Jinki membahana di seluruh ruangan yang cukup besar itu. Mereka seperti anak kecil yang berlarian-larian kesana kemari memutari setiap sudut di ruangan itu.

“Mereka itu kan paling tua di antara kami, tapi kenapa mereka lebih kekanak-kanakan dibandingkan anak TK?” gumam Key yang masih setia membaca majalah yang ada dihadapannya tanpa menghiraukan kedua hyungnya itu. Dia sudah terlalu terbiasa dengan kejadian seperti ini.

“Hyungdeul, bisakah kalian diam? Kalian semua benar-benar membuatku tambah pusing.” ucap Minho yang masih setia duduk di kursinya tapi matanya yang besar itu seperti mau keluar saat memelototi Jinki dan Jonghyun yang masih sibuk berkejar-kejaran, saling berteriak dan saling meledek.

“HYUNG!!!” teriak Minho dengan kencang ketika dilihatnya dua hyungnya tersebut tidak juga menghentikan aktivitas mereka.

“Wae?” tanya Jonghyun dengan wajah tanpa dosa.

“Duduklah hyung ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian.” Minho pun melangkah dan mengambil posisi duduk di hadapan Key, sedangkan Jinki dan Jonghyun mengikutinya dari belakang dan ikut duduk bersama mereka berdua.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Key dengan wajah serius setelah meletakkan majalah yang tadi dibacanya di atas meja.

“Aku stress, hyung?” jawab Minho sambil menyandarkan punggungnya ke belakang.

“Wae?” kali ini Jinki yang buka suara.

Tapi Minho tidak segera menjawab pertanyaan hyungnya itu, kini dia telah duduk tegak kembali. “Aku iri dengan kalian.” jawabnya sambil menatap ketiga hyungnya. Yang ditatap justru mengerutkan alis mereka dan saling memandang.

“Hei, Minho babo! Sebenarnya kau itu kenapa? Tadi bilang kalau kau stress lalu sekarang kau iri dengan kami. Maksudmu itu apa sebenarnya? Kau membuat kami bingung.” cercah Key dengan sedikit kesal. Bagaimana tidak kesal? Dongsaengnya yang satu itu menjawab dengan tidak jelas semua pertanyaan yang diajukan.

“Hehe… mian hyung.” Minho hanya cengengesan *bahasa apa ini?*. “Sebenarnya aku stress karena pekerjaanku yang menumpuk tapi tidak ada yang membantuku. Aku sudah meminta sekretaris kepada appa tapi beliau bilang mencari sekretaris yang berkompeten itu tidak mudah. Dan aku iri dengan kalian semua karena diantara kita hanya aku seorang yang tidak mempunyai sekretaris.” setelah menjelaskan panjang lebar Minho hanya bisa menghela nafas.

“Siapa bilang kau tidak punya sekretaris? Mulai besok kau tidak perlu mengerjakan itu semua sendiri, karena kau akan mendapatkan sekretaris” ujar Jonghyun yang sukses membuat Minho melebarkan matanya yang sudah besar itu.

“Jeongmal?” tanya Minho tidak percaya.

“Ne, kau pikir aku berbohong?”

“Aniyo… aku hanya terlalu senang karena aku punya teman untuk mengobrol.” jawab Minho dengan rasa bersalah karena telah meragukan Jonghyun.

“Sejak kapan kau suka mengobrol dengan orang? Setahu kami kau adalah orang yang paling jarang bicara.” Tanya Key dengan sejuta tanda tanya di atas kepalanya.

“Sejak tadi.” jawab Minho cuek.

“Aish, kau ini!”

“Lalu siapa sekretarisku itu hyung? Darimana hyung tau kalau dia akan jadi sekretarisku?” tanya Minho kepada Jonghyun tanpa memperdulikan protes dari Key. Sedangkan Jinki tidak memperdulikan obrolan mereka karena dia sudah jatuh ke dalam pesona ayam goreng yang masih tersisa di meja depannya.

“Minho-ah, apa kau lupa jabatanku disini? Dengan posisiku itu aku bisa mengetahui siapa saja yang akan dan telah bekerja disini. Eemmm… kalau tidak salah namanya Hana. Yeoja itu sangat cantik. Bagaimana kalau kita tukar sekretaris saja Minho? Ottokhae?” tawar Jonghyun kepada Minho.

“Mwo? Hana? Maksudmu Park Hana?” tanya Key.

“Ne, kau kenal dengannya?” tanya Jonghyun penasaran.

“Tentu saja, dia itu sahabat Hyemi. Beberapa hari yang lalu aku mengatakan kalau kita butuh seorang sekretaris dan ternyata Hyemi memberikan informasi itu kepada Hana. Dan tadi pagi kami berangkat bersama kesini.”

“Jeongmal? Kalau begitu kau harus memperkenalkannya kepada kami. Siapa tahu dia bisa kujadikan yeojachingu.” pinta Jonghyun dengan senyuman lebar.

“Mwo?! Andwe!! Dia itu milikku, hyung.”

“Sejak kapan dia jadi milikmu? Kenal saja belum. Ingat ya Minho-ah dia itu hanya sekretarismu tidak lebih. Jadi aku masih punya kesempatan untuk mendekatinya.” jawab Jonghyun cuek.

“Tapi…”

“Minnie!!! Awas kau ya kalau sampai tertangkap?! Akan ku cincang kau hidup-hidup.”

Belum sempat Minho mengeluarkan protesnya terdengar suara teriakan seorang yeoja dari luar serta derap langkah kaki yang membuat keadaan sekitar menjadi berisik.

BRAKK…

Pintu dibuka oleh seorang namja cantik yang sedang berlari, dibelakangnya seorang yeoja mengejarnya dengan nafas terengah-engah. Sepertinya mereka berdua sudah sejak tadi bermain kejar-kejaran.

“Hyungdeul, tolong aku dari siksaan yeoja ganas ini!” teriak namja cantik tadi kepada keempat hyungnya.

“Mwo? Apa kau bilang? Yeoja ganas? Cih, lebih baik aku yeoja ganas daripada kau namja lemah gemulai. Dasar Minnie!” ejek yeoja yang mengejarnya tadi.

“Kenapa kau selalu menyebutku Minnie? Aku benci nama itu. Namaku TAEMIN, LEE TAEMIN. Bukan Minnie.” Protes Taemin penuh penekanan saat menyebut namanya berharap yeoja itu mengerti ketidaksukaannya atas panggilan tersebut.

“Siapa suruh kau tumbuh jadi namja cantik dan imut seperti tokoh Minnie di Mickey Mouse.” jawab yeoja itu dengan cuek.

“Mwo?! Jadi kau menyamakan aku dengan tikus? Awas kau Jung Nara!” teriak Taemin kesal.

“LEE TAEMIN!!! JUNG NARA!!! HENTIKAN!!!” teriakan Key menghentikan langkah Tae Min yang ingin mengejar Na Ra.

“Ne, hyung.”

“Ne, oppa.” jawab mereka bersamaan.

“Bagus! Sekarang duduk di sini!” kata Key sambil menunjuk kursi yang kosong disebelahnya.

“Ne.” lagi-lagi mereka menjawab bersamaan. Merekapun berjalan ke arah yang ditunjuk Key sambil menundukkan kepala. Tidak ada yang berani melawan kehendak Key. Menurutlah padanya jika kalian ingin selamat.

“Taemin-ah, kau itu sudah besar. Sebentar lagi akan lulus kuliah. Bersikaplah lebih dewasa jangan bersikap seolah-olah kau itu masih anak TK. Jangan pernah pula kau meniru kelakuan hyungmu itu.” kata Key menunjuk Jinki.

“Mwo?” Jinki hanya bisa melongo ketika tangan Key menunjuk ke arahnya. Dari tadi dia memang tidak memperhatikan keributan di sekitarnya, yang dia perhatikan hanyalah potongan ayam goreng terakhirnya yang kini berada dalam genggamannya.

“HYUNG!!!” bentak Key pada Jinki. Tapi yang dibentak justru dengan cueknya melanjutkan acara makan-makannya yang tertunda selama beberapa detik.

“Ne, hyung.” Jawab Taemin dengan lesu.

“Dan kau Nara-ah. kenapa selalu mencari masalah dengan Taemin? Tidak bisakah kalian akur walau sebentar saja?” Key ‘eomma’ memulai ceramahnya yang pasti akan sangat panjang lebar itu.

“Tapi oppa…bukan aku yang mencari masalah. Taemin duluan yang selalu membuatku kesal.” bela Nara.

“Kenapa kau jadi menyalahkanku?” protes Taemin.

“Sudah hentikan! Kalian semua semakin membuatku pusing.” Minho pun menengahi perdebatan sengit di antara Key, Taemin dan Nara. Dia pun menyandarkan tubuhnya di kursi sambil sesekali memijat-mijat kepalanya yang terasa pusing. Key yang melihatnya memutuskan untuk bungkam.

“Nara-ah, bukankah hari ini kau ada janji dengan eomma? Tadi pagi dirumah kau bilang akan menemani eomma pergi belanja.” kata Minho memecah keheningan.

“Omo! Aku lupa oppa. Ini semua gara-gara si Minnie jelek itu. Kalau tadi dia tidak menggangguku di kampus aku pasti akan langsung pulang dan tidak berlari kemari.” kata Nara dengan wajah kesal sambil menunjuk-nunjuk Taemin yang ada didepannya.

“Kenapa jadi aku yang selalu disalahkan? Hwwuuaaa… apa salah dan dosaku sampai aku harus mengenal yeoja ganas seperti dia?” kata Taemin dengan kesal.

“Jangan pernah sebut aku yeoja ganas. Di kampus banyak yang mengantri untuk jadi yeojachinguku.” bela Nara pada dirinya sendiri.

Taemin hanya mendengus kemudian memalingkan wajahnya tanpa berniat membalas ucapan Nara. Sudah terlalu capek dia bertengkar dengan gadis itu.

“Sudah bertengkarnya?” tanya Jonghyun yang akhirnya ikut mengeluarkan suaranya yang merdu itu. “Jangan bertengkar terus, kalau nanti kalian saling jatuh cinta bagaimana? Benci dan cinta itu beda tipis lho?”

“ANDWE!!!” teriak Taemin dan Nara bersamaan.

“Dengar yang oppadeul, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menjadi yeojachingu dari Minnie jelek itu.”

“Aku juga.” Taemin pun ikut-ikutan menyuarakan penolakannya.

“Sudah hentikan! Nara-ah, lebih baik kau segera pulang. Bukankah Choi ahjumma sudah menunggumu? Dan kau Taemin-ah ikut hyung pulang. Hyung, akan mengantarkanmu. Hyung tau hari ini kau tidak membawa mobil sendiri.” kata Jin Ki menengahi pertengkaran mereka. Jin Ki memang terlihat paling kekanakan di antara mereka, tapi dialah yang selalu bisa mencari solusi terbaik dari setiap masalah yang mereka semua hadapi. Dia hanya akan dewasa jika diperlukan saja, selebihnya kalian bisa tebak sendiri.

Jinki pun menuju pintu dan keluar dari ruangan itu diikuti oleh Taemin.

“Minho oppa, Jonghyun oppa, Key oppa, aku pulang dulu. Annyeong….” pamit Nara pada ketiga oppanya.

“Ne.” jawab Jonghyun.

“Hati-hati di jalan.” pesan Min Ho.

“Ingat! Jangan bertengkar terus dengan Taemin.” Key masih kekeh dengan nasihatnya.

“Ne, oppa.” jawab Nara sambil menganggukkan kepala. Setelah itu dia pun menghilang di balik pintu.

“Aku keluar dulu, banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan. Annyeong.” pamit Jonghyun.

“Aku juga.” Key pun ikut-ikutan mengundurkan diri.

“Ne, hyung.” jawab Minho, setelah itu dia pun kembali dengan pekerjaannya yang sempat tertunda karena istirahat makan siang tadi.

~~~~~~~~~~ between hate, love and revenge~~~~~~~~~~

Di bandara Incheon tampaklah yeoja cantik dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya. Gaun terusan selutut berwarna putih, high heels 7cm yang dipakainya, rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai menutupi punggungnya, serta beberapa accessories yang digunakannya menambah cantik penampilannya hari itu. Di sebelahnya berdiri pria paruh baya yang tengah sibuk berbicara dengan seseorang melalui HP yang dipegang oleh tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya digunakan untuk menyeret koper seperti yang dilakukan yeoja cantik tadi.

“Apa semuanya sudah siap?…. Ne… Pastikan barang itu dikirim sesuai permintaanku… Akan aku selesaikan masalah ini secepatnya… Satu lagi Tn. Park suruh orang untuk menjemputku dibandara sekarang… Tidak, untuk sementara itu dulu…. Ne.” pria paruh baya yang ternyata bernama Tn. Shin itu pun mengakhiri percakapannya di telepon dengan asistennya.

“Appa, benarkah kita akan tinggal di Seoul lagi?” tanya yeoja cantik itu kepada Tn. Shin.

“Ne, Eunhyo-ah. Mulai sekarang kita akan tinggal disini. Sudah saatnya kita kembali ke tempat dimana kita seharusnya berada.” jawab Tn. Shin.

“Ne, appa.”

“Kajja, kita keluar! Appa sudah memerintahkan Tn. Park untuk menyuruh seseorang menjemput kita. Lebih baik kita tunggu di luar saja.” ajak Tn. Shin kepada putri semata wayangnya itu. Eunhyo pun hanya mengangguk mengiyakan ajakan appanya.

Author POV End

~~~~~~~~~~ between hate, love and revenge~~~~~~~~~~

Hani POV

Cklek….

Ku dengar pintu depan dibuka oleh seseorang, setelah itu terdengar derap langkah kaki menuju tempatku berada saat ini. ‘pasti itu eonni’ pikirku.

“Aku pulang.” kata eonnie yang sekarang sudah berdiri tak jauh dariku. ‘benarkan apa yang ku pikirkan’.

“Eonni dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang?” tanyaku mengintrogasinya. Tidak biasanya dia pulang malam seperti ini, pasti akan mengabariku kalau ada apa-apa. Yah… meskipun terkadang aku tidak bisa membantunya.

“Hehe… mianhe, saeng. Eonni  tadi langsung ke toko setelah interview.” jawabnya.

“Untuk apa eonni ke toko? Bukankah eomma sudah punya karyawan baru setelah eonni memutuskan untuk mencari pekerjaan dan tidak membantu eomma lagi?” tanyaku sedikit bingung.

“Eonni kesana bukan untuk membantu omma.” jawab eonni.

“Lalu?” tanyaku tidak sabar.

“Eonni hanya memberitahukan kepada eomma bahwa eonni diterima bekerja. Dan mulai besok eonni sudah bisa masuk kerja. Tadi setelah dari toko eonni juga pergi ke tempat kerja appa untuk mengabarkan hal yang sama tentunya. Setelah itu eonni pergi ke butik milik Hyemi untuk merayakan keberhasilan eonni bekerja disana. Karena menurutnya bisa masuk kesana adalah keberuntungan. Kau tau sendiri kan seperti apa perusahaan itu?” jawab eonni panjang lebar.

“Ne, aku tau itu. Setelah lulus nanti aku juga ingin kerja disana.”

“Kau ini! belajar yang rajin. Sebentar lagi kau itu lulus. Eonni doakan kau bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.”

“Ne, eonni. Gomawo.” Kataku sambil beranjak dari duduk dan memeluk eonni.

“Ne, sekarang lepaskan pelukanmu ini. Eonni mau masuk kamar dan mandi setelah itu temani eonni makan malam. Arasseo?”

“Emm…” jawabku sambil menganggukkan kepala. Ku lihat eonni menaiki tangga menuju ke lantai 2 di mana kamarnya berada, sementara aku melanjutkan acara menonton boyband kesukaanku SHINee, yang saat ini sedang menjadi bintang tamu di sebuah reality show.

Hani POV End

~~~~~~~~~~ between hate, love and revenge~~~~~~~~~~

Jonghyun POV

Ku tutup berkas terakhir yang telah selesai ku tandatangani. Ku regangkan otot-otot leherku yang terasa pegal. Setelah lebih rileks, ku lihat jam yang melingkar di tangan kananku. ‘Omo~ sudah pukul 7 malam, pantas saja badanku sakit semua. Ini kan sudah lebih dari jam pulang kantor. Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?’ gumamku seorang diri.

Ku putuskan untuk menghampiri Minho. ‘Pasti dia juga belum pulang.’ pikirku. Segera saja ku bereskan beberapa berkas yang berserakan disekitarku. Setelah itu aku menuju pintu dan melesat menuju lift yang akan membawaku ke lantai 5 dimana ruangan Minho berada.

Cklek…

Ku buka pintu didepanku dengan perlahan setelah aku sampai di ruangan Minho. Ku lihat dia tengah membereskan beberapa dokumen. “Minho-ah.” panggilku padanya.

“Ne, hyung.” jawab Minho.

“Kau belum pulang? Kajja! Kita pulang bersama.” ajakku padanya.

“Ne, hyung.” jawabnya seraya menganggukkan kepala setelah itu dia pun mengambil jas yang di taruhnya dikursi. “Mana Jinki hyung dan Key hyung?” tanyanya setelah mengetahui ketiadaan mereka dibelakangku.

“Oh, mereka tadi pulang duluan. Key bilang dia akan membeli bahan makanan yang sudah habis. Sedangkan Jin Ki hyung ikut dengan Key, katanya ada sesuatu yang harus dibelinya.” Jawabku.

Minho hanya ber-oh ria seraya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasanku. “Kajja! Kita pulang sekarang, hyung.” ajaknya.

“Ne.”

Jonghyun POV End

~~~~~~~~~~ between hate, love and revenge~~~~~~~~~~

Jinki POV

Ku hentikan mobilku di depan sebuah toko yang menjual berbagai macam barang untuk hadiah. Hari ini aku sengaja membawa mobil sendiri karena aku berencana untuk membeli sesuatu. Setelah tadi aku berbelanja dan mengantar Key kembali ke rumah aku memutuskan untuk pergi kesini.

“Selamat datang.” salah satu pelayan toko menyambutku ketika aku memasuki toko tersebut. Aku membalasnya dengan tersenyum.

Akhirnya aku memutuskan untuk berkeliling mencari-cari apa yang harus aku beli. Setelah hampir 1jam aku berputar-putar di setiap sudut toko, aku memutuskan untuk membeli jam tangan. Aku baru ingat kalau dia itu paling tidak bisa on time, mungkin ini akan berguna untuknya. Semoga saja.

Segera saja aku ke kasir untuk membayar jam tangan ini. Tak lupa pula aku menyuruh pelayan itu untuk membungkusnya juga, karena aku tidak akan punya waktu untuk melakukannya. Meskipun ulang tahun Taemin masih 1 minggu lagi, tapi aku berjaga-jaga membeli sekarang takut nantinya aku tidak sempat.

Setelah mengucapkan terimakasih, akupun keluar dari toko. Tapi ternyata di luar sedang hujan. Akhirnya aku memutuskan untuk berteduh di depan toko ini. Tiba-tiba datang seorang yeoja cantik. Pakaiannya sedikit basah. ‘mungkin dia sempat kehujanan tadi’ pikirku. Entah kenapa aku tidak bisa mengalihkan perhatianku dari yeoja ini.

Ketika ku perhatikan lebih lanjut ternyata dia membawa sebuah koper dan tas yang disampirkan di pundaknya.

“Bagaimana aku bisa menemukan apartementku jika dalam keadaan hujan seperti ini?” gumam yeoja itu tapi masih bisa terdengar oleh telingaku karena jarak kami yang tidak terlalu jauh.

“Sudah lama aku meninggalkan Seoul dan aku agak lupa daerah sini. Lagipula aku tidak pernah tau kira-kira dimana tempat ini berada.” tambahnya sambil melihat secarik kertas yang dipegangnya.

“Annyeong.” sapaku memberanikan diri.

“Eh? Annyeong.” terlihat keterkejutan di wajah cantiknya.

“Apa anda sedang mengalami kesulitan?” tanyaku.

“Ah, ne. Apakah kau tau dimana alamat ini?” tanyanya seraya menyodorkan kertas yang dipegangnya tadi kepadaku.

“Ne, aku tau. Ini tidak jauh dari rumahku.” jawabku setelah memastikan bahwa alamat itu memang dekat dengan rumahku.

“Jinjja?”

“Ne, aku bisa mengantarkanmu kesana jika kau mau.” tawarku padanya. “Tenang saja aku tidak akan menculikmu atau melakukan sesuatu yang macam-macam kepadamu.” tambahku ketika ku lihat ada sedikit keraguan diwajahnya.

“Apa tidak merepotkan Tuan?” tanyanya sedikit malu.

“Tentu saja tidak. Jangan panggil aku Tuan. Lee Jinki imnida.” kataku mengulurkan tangan padanya.

“Shin Eunhyo imnida.” jawabnya menyambut uluran tanganku.

“Kalau begitu aku antar kau sekarang. Kajja!” ajakku menarik tangannya.

“Tapi hujannya kan belum reda?”

“Tenang saja. Mobilku ada diseberang.”

Akupun melepas jas yang kukenakan dan memayungkannya di atas kepalaku dan juga kepalanya. Kami berjalan beriringan menuju mobilku.

Jinki POV End

~~~~~~~~~~ between hate, love and revenge~~~~~~~~~~

Author POV

Hari ini Hana telah siap memulai aktivitas barunya sebagai seorang sekretaris, tapi dia belum tau siapa majikannya nanti. Saat ini dia berada di lift menuju lantai 5 tempat dimana dia akan menemui majikannya.

“Apa kau gugup?” tanya Key yang menemani Hana menemui majikannya.

“Sedikit.”

“Tenanglah! Dia orang yang baik, meskipun pendiam. Dia juga masih muda, seumuran denganmu mungkin.” kata Key menenangkan.

“Ne.”

Ting…

Pintu lift pun terbuka, mereka berdua segera menuju keruangan yang menjadi tujuan mereka.

Tok… tok…

“Masuk!” terdengar suara seseorang dari dalam setelah Key mengetuk pintu.

Cklek…

Key membuka pintu, kemudian masuk ke ruangan itu diikuti Hana yang berjalan di belakangnya.

“Annyeong semuanya.” sapa Key ketika disadarinya tidak hanya Minho yang ada di ruangan itu tapi juga Jinki dan Jonghyun. “Pagi-pagi seperti ini Jinki hyung dan Jonghyun hyung sudah ada disini. Ada apa?”

“Tentu saja untuk melihat seperti apa sekretaris barunya Minho.” jawab Jong Hyun.

“Ne, aku juga ingin berkenalan dengannya.” tambah Jin Ki. Hana yang mendengarnya hanya bisa menunduk malu, dia sama sekali tidak menyangka akan banyak namja yang penasaran dengannya. Sedangkan Minho berjalan menghampiri Key.

“Minho-ah, kenalkan ini sekretaris barumu.” kata Key setelah dia melangkah kesamping supaya Minho bisa melihat Hana yang berdiri tepat di belakangnya. “Hana-ah, perkenalkan dirimu.” perintah Key saat dilihatnya Hana masih tetap menunduk.

Hana pun mendongakkan kepalanya.

“KAU!!!” teriak Hana dan Minho bersamaan.

To be continued…..

*********

Hwuaaaaaaa!!!!

Pasti jelek banget ini FF. Aduh… aku nggak bakat menulis sih.

Huh! *menghembuskan nafas berat.

Mianhe, kalau jelek.

Pasti nggak ada yang nunggu kelanjutannya dech.

Hiks…hiks…hiks…

Siapa juga yang mau nunggu FF gaje kayak gini.

Tapi meskipun begitu, jangan lupa RCL, yaw????

Gomawo yang udah baca…

Sampai ketemu lagi dichapter selanjutnya…

Dadah………*meluk readers satu persatu

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Between Hate, Love And Revenge – Part 1”

  1. bgus…bhsax gmpang d mengerti,cuma…kykx ad sdkt kesalahan pas Nara blg,”bnyk yg mengantri jd yeojachinguQ”.yg namax Jung Nara itu cewek kan…jd hrusx blg namjachingu bkan yeojachingu.
    tp over all,this is nice ff…
    d tnggu next part…

  2. huwaaa ini kereeen .. !! aku suka alurnyaaa… huwaaa envy ngeliat key !!
    hana ahahah sabar ya …
    mereka itu sebenernya kenapa sihhh ??
    jinki dan jjong kaya anak kecil, ngak lama dteng si taemin .. ckckck
    minho.. lagi ini ada apaan ?? penasraaan .. ayo di tunggu lanjutannya .. good ff thor .. gomawo .. ^^

  3. castnya lumayan bnyk ya…
    masih awal jd hubungannya blum terlalu jelas siapa siapanya…
    jadi.. next part ditunggu…
    ffnya bagus… bahasa n penulisannya jg pas

  4. Annyeong eonni salam kenal ^^/
    mahda imnida~ 😀

    Aku suka sama crtnya eonni, terus di ff ini kyknya tkohnya bnyk bnget ya? Ah iya eonni aku pngen tanya dsini Minho oppa sama Jung Nara itu sodaraan kah? tp kok marganya beda?._.
    Ahh iya dan aku jg pngen blng eonni mngkin ada sdkit typo “Jangan pernah sebut aku yeoja ganas. Di kampus banyak yang mengantri untuk jadi yeojachinguku.” disini yg ngomong Nara kan? Mngkin hrsnya dganti “bnyk yg mngantri jd namjachinguku” atau mngkin “bnyak yg mngantri utk mnjadikanku yeojachingu”. Tp gpp deh mslh typo yg pntingnya alurnya msh bs dmngerti. Mianh ya eonni kl protesnya bnyak bngt u.u *bow*

    A-yo eonni lanjutannya cpetan, pnsaran sama apa yg trjadi sm Minho dan Nara slnjutnya~ 😀

  5. Itu Hana dan Minho udd pernah bertemu ya?? Kayaknya saling kenal.

    Wah,, sudut pandangny banyak ya,, trs juga terkesan berdiri sendiri. Penasaran sama kelanjutannya,, ditunggu otte!!

  6. Hubungan antar masing-masing tokoh belum begitu dijelaskan. Mungkin part selanjutnya sudah ada gambaran tentang keterkaitan antar tokoh. Sependapat juga dengan Vikeykyulove.

    Nice story. Lanjut!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s