You Save Me from My Silent World – Part 15

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana (Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Ham Eun Jung

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Life, Sad

Rating : PG-15

Minho POV

Should I give up?

Mungkin pikiranku selama ini salah. Cinta berbeda dengan pertandingan. Arti kemenangan dalam cinta ialah dapat melihat orang yang kita cintai bahagia. Ya, inilah kesimpulan akhirku.. Kurasa yang terbaik saat ini adalah melepaskan obsesiku untuk mendapatkan cintanya.

Ya, mungkin dengan menjadi sahabat yang selalu ada di sisinya, aku akan lebih membuatnya bahagia. Selama ini aku terlalu sibuk dengan perasaanku sampai aku lupa bahwa aku tidak mengetahui banyak tentang Hana.

Hana-ya, aku menyerah sekarang.

Aku memandangi punggung Hana yang duduk dua baris di depanku. Kuperhatikan ia sedang sibuk dengan catatannya.

Entah apa yang mendorongku untuk menghampirinya, aku hanya ingin melihat raut wajahnya, dengan begitu aku bisa menduga-duga apa yang tengah dirasakannya kini.

“Hana-ya, jatahmu sudah selesai?” aku berbasa-basi, tentu saja aku yakin dia sudah menyelesaikan jatahnya untuk tugas proyek database kami. Aku hanya ingin mencari bahan obrolan agar aku  memperhatikan wajahnya. Dan yang aku tangkap saat ini adalah ia sangat kelelahan, ada beberapa kerutan di keningnya yang terlukis, mungkin ada sesuatu yang sedang dipikirkannya.

“Ne, sudah aku copy di flashdisk. Mianhae, aku tidak pinjam laptop Taemin sekarang.” balasnya seraya merogoh wadah pensilnya dan sesaat kemudian menyerahkan flashdisk padaku.

“Aku bawa laptop. Kalau begitu pulang kuliah nanti kita gabungkan dengan yang punyaku dan Eunhyuk.”

“Ne. Ngg, Minho-ya, pulang kerja kelompok nanti aku ingin bertanya bebepara hal padamu, kau ada waktu, kan?”

“Baiklah. Oh ya, apa hubunganmu dengan Jonghyun hyung?”Aku teringat kejadian di Lotte World kala itu, sepertinya dia punya hubungan dekat dengan Jonghyun Hyung, dan lagi muncul sebuah nama yang baru kudengar, Kiyun.

“Mmm, itu nanti saja kita bicarakan.”

+++++

Author POV

“Andwae! Lepaskan aku, Pabo!”

“Tidak akan, aku tidak akan membiarkanmu berbuat bodoh dengan mengakhiri dirimu. Dan lagi, kau yang pabo!”

“Key! Apa hak-mu mengatur hidupku?”

“Lalu apa hak-mu menentang takdir Tuhan? Bunuh diri sama saja mendahului takdir. Lagipula, siapapun orang yang ingin bunuh diri di hadapanku, takkan kubiarkan. Kau harusnya bersyukur karena Tuhan masih memberimu kesempatan hidup. Kau tahu tidak, di luar sana banyak penderita penyakit parah yang tetap ingin hidup. Bagi mereka,  membuka mata setelah mereka tidur adalah sebuah anugerah tak terkira. Kau?”

“Buat apa aku hidup? Tidak ada yang menginginkanku hidup. Lebih baik aku mati, aku tidak kuat menanggung penghinaan terus. Kau tahu tidak, orang-orang di rumah sakit ini saja jijik melihatku kini, mereka bergidik melihat wajah monsterku. Kemana pun aku pergi aku hanya dicemooh, aku hanya akan hidup menganggung hinaan. Kau tidak tahu apa yang kurasakan, kau tidak pernah tahu panasnya terbakar dan perihnya ketika api melumat kulitmu, rasanya seperti ingin mati saat itu.” Teriak Eun jung sambil terus memberontak, melepaskan diri dari key yang mengunci tubuh yeoja itu dengan tubuhnya. Matanya melotot kesetanan sambil terus mengeluarkan air mata meskipun sangat terasa perih di wajahnya.

“Aku tahu, aku mengerti perasaanmu.”Key terus mendekap Eun Jung dari belakang, tidak membiarkan yeoja itu terlepas, yang akan memungkinkannya untuk mengambil pisau yang tadi terlempar ke arah yang tidak jauh dari situ.

“Ani. Kau hanya berpura-pura mengerti.”Eun Jung terisak, tubuhnya melunak, tidak berusaha lagi melepaskan diri dari Key.

“Aku mengerti.”Key mulai terisak juga. Suaranya mulai bergetar kini, ada perasaan semacam tersayat-sayat menghadapi situasi seperti ini.

“Key, aku lelah…”

“Kau kuat, pasti kuat. Ada Jonghyun hyung dan aku yang akan membantumu.”

“Membantu apa? Membantu menyingkirkan orang-orang yang menghinaku? Cih, tidak mungkin, Key!”

“Aniyo, kami tidak akan melakukan cara sia-sia seperti itu!” Sebuah suara bergabung, dan pemilik suara itu adalah Jonghyun.

+++++

Author POV

Langit semakin gelap, tapi jalanan di sekitar kampus justru jalanan makin ramai. Orang mulai berkeliaran untuk mendiamkan cacing-cacing perut yang sudah mulai melangsungkan kudeta. Ada juga yang hanya sekedar menikmati malam dengan orang tersayang, walaupun ini bukan malam minggu.

Sebuat motor biru menembus keramaian dengan lincahnya. Si pengendaranya sedang bahagia karena ia tengah membawa yeoja yang dikasihinya. Sementara yeoja itu justru sedang mengerutkan alisnya karena percakapannya beberapa saat yang lalu dengan namja yang memboncengnya kini. Ia masih mencoba mencerna fakta demi fakta untuk dirangkaikan menjadi sebuah jawaban atas pertannyaan besarnya.

Flashback

“Kau yakin dulu Jonghyun oppa  menghabiskan masa kecilnya di luar?” Hana masih tidak percaya dengan jawaban Minho.

“Seingatku Key hyung pernah cerita seperti itu.”Minho mulai ragu dengan jawabannya.

“Lalu apa Key hyung pernah bercerita mengenai hyung-nya yang bernama Kiyun?” Hana terus mengintrogasi Minho.

“Dia hanya pernah menceritakan tentang Jonghyun hyung. Aku tidak pernah sedikit pun mendengar nama Kiyun, makanya aku heran saat nama itu muncul saat kita di Lotte World. Memangnya apa hubunganmu dengan Kiyun? Kenapa kau menanyakan hal-hal ini padaku?”

“Ini aneh Minho. Begini, Kiyun itu teman masa kecilku, saat SMP tepatnya, dan Kiyun adalah nama kecil Jonghyun Oppa. Apa kau yakin dia baru setahun tinggal di korea?’ Hana bertambah pusing dengan teka-teki ini.

“Molla, aku ragu. Yang kutahu Jonghyun hyung kuliah di luar negeri. Tunggu, maksudmu Jonghyun hyung itu bukan Kiyun yang asli?”

“Ne, feeling-ku mengatakan demikian. Minho-ya, maukah kau memancing Key oppa untuk menceritakan masa lalunya, terutama yang menyangkut tentang Jonghyun oppa?”

“Baiklah, akan kucoba. Aku juga penasaran dengan masalah ini. Sekarang lebih baik kita makan, sejak siang kita belum makan lagi kan?”

“Ne, aku juga lapar”

Flashback end

Motor itu berhenti di sebuah restoran ala Indonesia yang letaknya tidak jauh dari kampus. Parkirannya cukup penuh, membuat Minho harus berpikir sejenak mencari tempat yang stretegis untuk menaruh motornya–yang sekiranya tidak menyulitkannya untuk mengeluarkan motornya nanti. Sementara Minho mencari, Hana yang sudah turun duluan, kini melihat-lihat tampilan eksterior restoran itu. Dindingnya yang tersusun atas paduan kayu dan batu membuat kesan tropisnya muncul, belum lagi motif batik yang membalut frame jendela juga daun pintu–yang memunculkan nuansa khas Indonesia.

“Kau suka masakan Indonesia?” Hana mengamati papan nama restoran tersebut, bertanya pada Minho yang kini sudah berdiri di sampingnya.

“Memangnya kau tidak suka?”

“Aniyo, aku hanya belum pernah tahu rasanya seperti apa.” Hana menggeleng seraya merenggangkan otot lehernya yang masih terasa kaku.

“Masakannya sangat unik kurasa, mungkin kau juga sependapat nanti, Kajja!” Minho berjalan duluan memasuki restoran tersebut.

Keduanya megambil tempat yang sepi lalu terjadi keheningan setelah keduanya duduk berhadapan. Kebisuan itu usai saat pelayan datang menanyakan pesanan keduanya. Hana setuju memesan masakan yang sama dengan Minho karena namja tersebut sepertinya sangat mengagumi cita rasanya, terlihat dari responnya saat pertama menerima buku menu, ia langsung memesan soto ayam sekaligus merekomendasikannya pada Hana.

“Minho-ya, darimana asal Key hyung?” Hana masih penasaran .

“Molla, tapi sepengetahuanku hyung pernah sekolah di Daegu waktu SMP dan SMA, tapi saat kelas berapa SMA-aku lupa-dia pindah ke luar negeri.” Pandangan Minho menerawang, ia berusaha mengingat kembali hal-hal yang pernah Key ucapkan.

“Daegu? Aku juga dari Daegudan menghabiskan masa kecilku di Daegu sampai akhirnya kuliah di Seoul ini. Aisshh, aku pusing sekali setiap memikirkan ini.”

“Tidak usah terlalu dipikirkan, aku akan membantu mencari tahu tentang Kim bersaudara itu. Mmm, Hana ya…” Minho menghentikan perkataannya, ada nada keraguan pada suaranya.

“Ne?”

“Aku menyerah sekarang.” Raut wajah Minho mendadak serius..

“Maksudmu?”

“Aku menyerah dengan perasaanku padamu. Tidak peduli lagi apa alasanmu tidak  membuka hatimu untukku, aku akan berusaha membersihkan perasaanku. Mari kita mulai lagi dari awal, aku ingin berteman denganmu.”

Hana tertawa kecil saat mendengarnya. “Ya! Kau ini lucu sekali, memangnya selama ini kita bukan teman?”

Minho tampak kikuk sekarang, berkali-kali ia menjilati bibirnya dan sesekali ia melarikan pandangannya dari Hana.

“Aigoo, selama ini kau tidak menganggap kita berteman…” Hana kembali meledek Minho, ia kegirangan melihat sang Charismatic Flaming tersebut tampak seperti orang bodoh seperti sekarang ini, bahkan tawa Hana makin keras.

“Ya! Berhenti meledekku!”Minho mulai gerah ditertawai Hana.

“Ne, ne, aku diam. Ah, kalau begitu aku mau ke toilet dulu ya. Di sebelah mana toilet yeojanya?” ucap hana masih dengan tawa yang belum berhenti sepenuhnya.

“Belok kanan di dekat kolam ikan sana, lalu lurus saja.” Tunjuk minho ke arah kolam ikan yang dimaksud.

Hana POV

Aku mengikuti arah yang ditunjukkan Minho, sejujurnya aku bukan ingin buang air kecil ataupun buang air besar. Hanya saja hatiku sedikit mencelos mendengar perkataan Minho. Aku tidak tahu apa alasannya, tapi sewaktu Minho mengatakan ia menyerah, tubuhku serasa jatuh walau hanya didorong pelan.

Di hadapanku terbentang cermin toilet yang lebar, aku terpaku di depannya, menelisik sosokku yang terpantul di sana. Aku menangkap sedikit kesedihan pada raut wajahku dan sedikit air mata di ujung mataku. Omo, kenapa ini? Apa yang membuatku sedih? Apa karena Minho barusan, atau karena memikirkan Kiyun?

Ada sebesit rasa kecewa saat Minho bicara tentang perasaannya. Tapi di sisi lain aku tertawa mendengar lanjutan perkataannya. Ah, memang perasaanku kacau sekali.

Setelah berhasil menahan emosiku, aku keluar dari toilet dan berjalan menuju tempat duduk kami. Dari kejauhan aku  melihat Minho tengah berbicara dengan seorang pelayan yang mengantar makanan. Sepertinya pelayan tersebut menanyakan apakah ada lagi yang perlu dibantu.

Degg,

Aku kenal suara ini. Seketika air mataku membuncah, rasa sesak dan marah memenuhi seluruh rongga dadaku, aku benar-benar kalah dengan emosiku saat ini.

“Ya! Orang berengsek-maksudku- Yoochun oppa!” Kataku setengah berteriak.

Minho POV

Aku menyadari Hana tengah berjalan mendekatiku saat aku sedang berbicara dengan pelayan yang mengantarkan pesanan. Semakin ia mendekat-semakin cepat detak jantungku, aishhh…padahal baru saja aku mengatakan bahwa aku menyerah. Tapi, kuperhatikan air matanya mendadak tumpah saat jaraknya terpaut tiga langkah dari mejaku. Hana-ya? Apa ucapanku barusan melukaimu? Waeyo?

“Ya! Orang berengsek-maksudku- Yoochun oppa!”

Yoochun oppa? Siapa lagi namja ini? Apa dia yang membuat Hana menangis?

Plakk,

Sesaat kemudian sebuah tamparan Hana mendarah mulus di pipi namja yang ada di hadapanku. Tanpa sadar mulutku menganga, aku sangat terkejut melihat Hana melakukannya meskipun ia pernah melakukannya padaku dengan keras, tapi itu kan karena aku melakukan hal yang memalukan. Kalau namja ini?

Plakkkk

Sebuah tamparan balasan yang lebih keras didapatkan Hana. Ia meringis memegangi pipinya yang kuyakin-pasti sakit rasanya.

“Itu untuk dongsaeng kurang ajar yang berani menamparku!” Hardik namja itu.

“Ne, aku memang kurang ajar padamu, tapi ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan sikap kurang ajarmu pada Appa dan Umma.”

“Tutup mulutmu!” titah namja itu dengan berang.

“Cih, Oppa, sampai kapan kau mau jadi anak durhaka? Tidakkah kematian Appa membuatmu sadar? Oppa, kau tahu tidak, pasca kematian Appa adalah masa-masa yang sangat sulit untukku dan umma. Hidup dengan dihantui hutang, kabur kemana-mana sampai akhirnya beberapa bulan lalu rumah kita disita, dan  kau tahu sekarang Umma ada dimana?” Hana mulai sesenggukan sementara oppa-nya memasang wajah tidak peduli.

“Hana-ya, kendalikan emosimu. Hyung, kau sungguh tidak punya hati!” sungutku seraya menarik Hana ke arah kasir dan keluar dari restoran, tidak baik membiarkannya tetap di dalam.

Hana masih mengangis walaupun kami sudah berada di luar. Sungguh aku tidak mau melihat ia menangis. Rasanya aku ingin menghentikan tangisnya.

“Minho-ya, mianhae, kau pasti benci melihat yeoja cengeng sepertiku.” Katanya masih sambil menangis.

“Aniyo, kali ini kuizinkan kau mengangis di hadapanku. Menangislah kalau itu membuatmu lega…” Aku memberanikan diri menarik tubuhnya ke dalam pelukanku, dan ia tidak menolak.

Aku baru tahu kalau kehidupan Hana cukup sulit. Selama ini aku tidak tahu apa-apa dan malah sempat menilainya buruk. Hubungannya dengan namja yang kuduga adalah kakak kandungnya tadi juga sepertinya sangat buruk. Entah apa yang sebenarnya terjadi di kehidupan mereka.

+++++

Sou kimi no soba ni iru

MY LIFE tomo ni aruiteku

Itsudemo itsumademo

(Be right by your side like this

MY LIFE we will walk together

All the time, forever)

Kokoro ni kimeteita omoi wo

Ima koso mayowazu ni tsutaeru yo

Futari de kasaneteta GOOD TIME OF LOVE

Mirai ni tsuzuiteku sono tame ni

(The thoughts I have decided in my heart

I will convey to you right now without hesitation

Heaped upon the both of us (the) GOOD TIME OF LOVE

For the sake of continuing in the future)

Shiroi tsubasa wa kaze wo oyoide

Sono mune ni okuru yo SONG FOR YOU

(White wings swimming in the wind

Sending it to your chest (a) SONG FOR YOU)

Mou kimi wo hanasanai

Nee boku no soba ni ite

Mukaeru kisetsu wo kazoeyou

Sou kimi no soba ni iru

MY LIFE tomo ni aruiteku

Itsudemo itsumademo

(I’ll never let you go

Hey, stay by my side

Let’s count each passing season

Right by your side like this

MY LIFE we will walk together

All the time, forever)

**DBSK-Song for You**

Taemin POV

Kupercepat langkahku memasuki sebuah rumah sakit, aku tidak mau kehilangan jejak orang yang sudah sejak sore kumata-matai di tempat kerjanya. Dugaanku tepat, ia pasti akan memberikanku petunjuk tentang keberadaan Eun Jung, ya, aku sedang menguntit Jonghyun hyung.

Ia memasuki sebuah ruangan dan aku terpaksa berhenti, aku tidak bisa melihat ke dalam, tapi aku  mendengar percakapan mereka.

“Eun jung-ah, bagaimana keputusanmu? Apa kau mau melakukan solusi yang kami tawarkan?” Ini pasti suara Jonghyun hyung.

“Molla, tapi aku merasa sudah tidak ada gunanya aku hidup. Lagipula rasanya sama saja menyakitkan karena harus hidup dengan kepalsuan.”

“Aku benci kau, terlalu pesimis. Setiap orang masih punya kesempatan untuk hidup lebih baik. Tapi untuk alasanmu selanjutnya…itu aku tidak berani bilang.”

“Oppa, bagaimana kalau ada yang menyadarinya?”

“Tidak akan. Kau akan hidup sebagai Eun Jung yang baru, lupakan masa surammu dan hiduplah dengan dirimu yang akan datang.”

“Aku masih tidak yakin, biarkan aku berpikir dulu.”

Aku penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Aku sama sekali tidak mengerti. Akhirnya aku nekad membuka pintu dan masuk ke dalam.

“Nuna…” Air mataku mendadak turun saat tahu apa yang sebenarnya dialami Eun jung nuna.

Ia rileks memalingkan wajahnya dariku saat menyadari kedatanganku. Rasanya tubuhku seperti dihantam batu besar, aku berharap ini mimpi, tapi sayangnya ini nyata.

“Nuna~.” Sapaku senormal mungkin sambil berjalan mendekatinya.

“Kau pasti menghinaku kini, kau pasti jijik melihatku, iya kan?” ada getaran pada suaranya tapi nada bicaranya tetap ketus.

“Aniyo, aku tidak berpikir seperti itu. Kau  melihat mataku kalau kau tidak percaya.”

Ia hanya mematung dan tidak berani membalikkan wajahnya kearahku, akhirnya aku lah yang menggerakkan tubuhku agar  melihat wajahnya. Aku  melihatnya dengan jelas, wajahnya memang cukup mengenaskan kini.

“Kau puas sekarang? Ayo hina aku!”ada air mata menggenang di matanya, membuatku ingin membuncahkan luapan perasaanku melalui air mata juga.

“Bagaimana mungkin aku menghinamu nuna, kau adalah penyelamatku.”

“Cih, karena itu? Karena aku penyelamatmu. Kalau bukan?”

“Bukan begitu maksudku nuna…”kali ini aku tidak tahan lagi, air mata mulai terasa membasahi pipiku.

“Cih, dasar bocah, aku benci melihat namja menangis, apalagi karena kau kasihan padaku.”

“Nuna, jangan berpikir seperti itu. Mungkin benar aku masih bocah, tapi untuk penilaianmu yang terakhir, aku tidak suka.”

Bukan, aku bukan kasihan padamu. Aku juga tidak mengerti perasaan macam apa ini, aku cuma tahu hatiku terasa sakit melihatmu seperti ini. Izinkan aku menjadi teman setiamu nuna, aku ingin menjadi orang yang berarti untukmu…

+++++

Author POV

Minho menghentikan motornya di sebuah mini market. Ia menyuruh Hana menunggu selagi ia masuk ke dalam. Hana hanya diam, tidak membalas tapi juga tidak membantah. Tak lama Minho keluar dengan membawa empat buah roti kemasan. Ia mengeluarkan dua bungkus untuknya, sementara dua bungkusnya lagi ia serahkan pada Hana. Yeoja itu hanya terpaku menerima roti dari Minho. Yang jarang  mempedulikan orang apalagi sampai menunjukkannya secara terang-terangan. Baginya ini adalah sesuatu yang terasa aneh.

“Makanlah, kita belum makan dari tadi.”ucap Minho kaku. Ia memang bukan tipikal orang

“Gomawoyo.”Jawab Hana singkat. Ia membukanya, tapi baru dua gigit masuk mulutnya, ia menutup bungkusannya rapat-rapat.

Minho mengangkap sikap Hana tersebut, ia sempat mendengus kesal.

Beberapa detik kemudian Minho membuka sebungkus miliknya, lalu membaginya menjadi dua.

“Buka mulutmu.”perintahnya dengan dingin.

Hana tetap terdiam, ia memandang mata Minho sesaat. Tatkala menyadari bahwa mata mereka saling beradu, keduanya langsung membuang pandang. Perlahan Hana membuka mulutnya, dan Minho menyuapi potongan roti ke mulut Hana. Saat itu itu air mata Hana kembali menetes, ia tidak sanggup lagi menahan harunya.

“Gomawo, jeongmal gomawo.”ucap Hana lirih.

“Cheonmaneyo.” Kali ini giliran mata Minho yang mengejar arah pandang bola mata Hana.

+++++

Hana POV

Aku benar-benar tidak menyangka sikap Minho hari ini. Kenapa aku baru menyadari bahwa dia itu baik, di saat ia sudah mengatakan bahwa ia tidak akan melanjutkan perasaannya lagi? Minho ada di saat yang tepat, bertemu Yoochun oppa membuat perasaanku kacau balau. Semua kenangan buruk kembali terbuka dalam otakku, mengacaukan pikiran positif yang sedang berusaha kubangun.

Aku duduk dulu di teras depan rumah sebelum masuk ke dalam rumah sejak aku datang barusan, aku ingin menghirup udara segar dulu rasanya, sangat melegakan ketika gas oksigen perlahan merangkak masuk menuju paru-paruku. Aku terus mengdongakkan kepala ke langit, memejamkan mataku dengan rileks. Aktivitasku ini terus berlangsung sampai terdengar suara mobil yang mengusik pendengaranku.

Bukankah itu mobil Key oppa? Untuk apa malam-malam kesini?

Tidak lama muncul sosok Taemin keluar dari mobil tersebut, ia terlihat menyeret langkahnya.

“Tae-ah, kau kenapa?”

“Nuna~”ia berhambur memelukku lalu terisak. Aku membiarkan si bayi raksasa ini menangis di pundakku.

Dan beberapa saat kemudian sang pemilik mobil keluar. Matanya juga sembab, aku dapat menangkapnya dengan jelas karena malam ini langit cukup terang. Sebenarnya apa yang terjadi sampai dua namja menangis seperti ini?

Key Oppa hanya menyapaku dengan anggukan kepalanya, dan aku hanya membalasnya dengan senyuman karena posisiku tengah terjepit si Baby Taemin.

“Eun jung nuna…hiks…” isak taemin.

“Wegure?’

“Seluruh tubuhnya mengalami luka bakar…hiks…aku tidak sanggup menceritakan detailnya…”

“Ya sudah, besok saja kau ceritakan, sekarang kau mandi saja dulu dengan air hangat, aku yakin kau belum mandi seharian.” Aku tidak ingin mendesak Taemin untuk menceritakannya lebih lengkap, kurasa ia sangat sedih saat ini.

Sebenarnya ada maksud lain menyuruh Taemin mandi, aku ingin berbincang dengan Key oppa, rasanya kangen mendengar gaya bicara cerewetnya.

“Annyeong…”Sapaku setelah Taemin tidak ada.

“Annyeong…”Balasnya dengan lesu. Lesu? Tidak biasanya aura Key oppa sesuram ini, biasanya dia ramah dan murah senyum, tapi kali ini ia hanya membalas singkat dengan nada tidak bernafsu.

“Oppa, kau habis menangis ya? Matamu sembab.” Aku berusaha memancing ocehannya.

“Matamu juga sembab kan?” balasnya setelah agak lama.

“Ah…ne, aku memang habis nangis.” Aku menjawab jujur.

“Menangis?” tanyanya tanpa emosi.

“Ne, aku baru saja bertemu orang yang sangat kubenci.”

“Nugu ya?” tanyanya dengan datar lagi.

Aku benar-benar tidak suka dengan ekspresi datarnya, kalau seperti ini ia mirip Minho, lebih menyebalkan malah. Aku rasa Key oppa adalah orang yang sangat ekspresi,f bukan orang dengan wajah datar seperti yang berdiri di hadapanku kini.

“Tanyakan pada Jonghyun oppa, dia pasti tahu siapa orangnya.”

“dia Yoochun oppa?” kali ini ada sedikit ekspresi penasaran di wajahnya.

“Ne. Kau tahu tentang oppaku?”

“Beberapa hari yang lalu Jonghyun hyung pernah bercerita tentang keluargamu.”

“Jinja? Ia cerita apa saja?”

“Panjang ceritanya, aku sedang tidak bernafsu bicara sekarang.”

“Ne, aku tahu keadaanmu sedang tidak baik, terlihat jelas dari sikapmu. Oppa, duduklah dulu di dalam, kita minum teh bertiga. Tidak baik mengemudikan mobil dalam keadaan kacau seperti itu.”

“Baiklah.”

+++++

Hana POV

Aku kembali ke ruang tamu dengan membawa tiga gelas teh hangat. Ada sedikit perasaan kecewa setibanya di ruangan ini, Key oppa tampak tertidur pulas, padahal aku sangat ingin berbincang dengannya. Tapi akhirnya rasa kecewa itu berhasil dikalahkan oleh perasaan tidak tega melihat wajahnya yang tampak kelelahan.

“Nuna, aku sudah selesai mandi.” Taemin menyusulku ke ruang tamu rupanya.

“Ssttt…”Aku menaruh telunjuk di mulutku sebagai isyarat agar ia tidak berisik.

“Mian, aku tidak tahu hyung tidur. Lalu bagaimana?” Taemin berbisik kini.

“Aku tidak tega membangunkannya. Izinkan dia menginap di sini ya?”

“Ne, kurasa hyung memang sedang kacau. Nuna, ada yang ingin kubicarakan, tapi tidak di sini.”

+++++

Author POV

Hana ya…Tuhan saja Maha Pemaaf, kenapa kau tidak pernah mau memaafkan Oppamu? Apa pun yang terjadi, seburuk apa pun dia, dia adalah saudaramu. Kalian pernah melalui beberapa waktu indah bersama. Kenanglah saja hal indah darinya, jangan kau ungkit hal-hal buruk tentangnya.

Hana ya…takdir tuhan siapa yang tahu,  bisa jadi Umma dipanggil lebih dulu, berarti oppamu adalah satu-satunya keluargamu yang tersisa. Kalian seharusnya akur dan saling menjaga, bukan saling membenci seperti sekarang ini.

Umma tahu, memang ada hal-hal yang menyakitkan yang menyangkut oppamu. Tapi bagi umma, dia tetap Yoochun, darah daging umma. Tidak akan pernah umma membencinya walaupun dia berulang kali membuat kita menangis…

 Zsstrrhsshhhh

Suara itu lenyap bersamaan dengan bangunnya Hana. Kening yeoja itu berkeringat tatkala ia membuka matanya. Ia masih memikirkan mimpinya barusan, termenung di samping ranjang Taemin.

“Ah, hanya mimpi.” Gumamnya seraya menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

Sesaat kemudian ia berpikir mengapa ia  tertidur dalam posisi duduk di samping ranjang Taemin dengan kepala yang mendarat di kasur Taemin.

“Ah, aku tertidur saat mendengar cerita Taemin sepertinya. Mianhae Taemin…aku sangat lelah.”Bisik Hana sambil membetulkan letak selimut Taemin.

Ia pun keluar dari kamar Taemin, menutup pintunya pelan-pelan agar Taemin tidak terbangun.

“Hiks…hyung, hentikan! Kumohon hentikan…jebal…” terdengar suara isakan dari lantai bawah.

Hana POV

“Hiks…hyung, hentikan! Kumohon hentikan…jebal…” aku terkejut mendengan suara orang terisak dari lantai bawah.

Omo, aku baru ingat ada Key oppa! Aku setengah berlari menuruni anak tangga. Sesampainya di ruang tamu, aku mendapatinya sedang menangis dengan mata terpejam, sepertinya ia mengigau.

“Hyung…kita sudahi saja kebohongan ini, membohongi Hana sangat menyakitkan rasanya. Kita akui bersama kalau kau bukan Kiyun…” Ia terus berbicara dalam tidurnya.

Sebenarnya aku sudah menyangka kalau Jonghyun oppa bukan Kiyun. Tapi entah mengapa hatiku terasa sakit kali ini. Mungkin ini karena aku mengetahuinya dari mimpi Key oppa, bukan dari mulut Jonghyun oppa sendiri.

Kenapa kalian harus berbohong? Kemana Kiyun yang asli? Kenapa kalian menyembunyikan keberadaannya?

TBC…

+++++

Mian lanjutannya lama…#reader: emang ada yg nungguin? :p #author: pura-puranya ada aja deh, hehe…

Sejujurnya aku sangat-sangat tidak percaya diri dengan ff debutku ini, rasanya banyak banget kekacauan dan kacangan, tapi tanggung aku lanjutin aja deh ampe tamat.

yaudah deh ga usah banyak omong lagi, gomawo buat yg udh mau baca,. Don’t be silent reader, OK?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 15

  1. Ahh,, aku Bingung mau koment mulai darimana dulu. Tunggu bentar ya!! #mikir,,,

    Baiklah,, yang pertama aq mau koment ttg Hana-Minho,, Apa mungkin Hana punya perasaan sama Minho?? Kesannya skrg Hana jadi Plin-plan,, perasaan dia rumit, antara Jinki-Kiyun-Minho dan Key. Dan lagi knpa tuh Hana bisa benci sama oppa-nya,,, Hidup dia benar2 dilematis,,

    Ihh,, apa yg direncanakan Key-Jjong utuk bantuin Eunjung,, tuh Kim bersaudara penuh rahasia dehh,, Baby Taemin kayaknya jatuh cinta deh tuh,, cie,, cie…

    Masih tetep spt koment part kemarin… Aku nunggu Jinki balik dr Paris buat bersaing sama trio JjongMinKey,,haha

    Ps. Tumben add beberapa typo diatas gx kayak biasa. #pisss

    1. Jinki balik di part berapa ya? aku inget2 dulu, klo ga salah di part depan udh balik deh.
      TT minho-hana, emm…sedikit bingung sih aku juga. tp beberapa temen orang pernah cerita ama aku, mereka mendadak sedih klo ada orang yang tadinya suka, trus tiba2 ga suka lagi. Biarpun ga mutlak klo temenku itu ujungnya suka juga ama orang yang mendadak ga suka ama dia (?), ngerti kan maksudku?

      Ah iya bener, typonya buanyakkk banget, aku ga edit dulu. Nih udah aku benerin

  2. pasti key tertekan banget ya sama kebohongan itu sampai2 ke bawa ke alam bawah sadarnya…..
    kalau aku boleh nebak rencana yg bakal dilakukan oleh kim bersaudara itu buat eunjung pasti operasi plastik deh…

  3. ini ff debut? wah.. bagus loh eon.. aq nungguin ff ini kok.. jd next part jgn lama2 ya.. ^^
    ohya, jinkinya cpat balik donk.. aq ga rela kalo hana jd suka sm minho. soalnya kasian onew.. haha xD
    eunjung mau operasi plastik kn? lalu kiyun itu udah meninggal dlm sbuah kebakaran ya? taemin suka eunjung?
    wah, bnyk prtanyaan yg blm trjwb.. xD

  4. Aku makin yakin… key ad.kiyun yg sdh oplas gr2 luka bkr…
    Wah jd ga sbar ma next part…
    Aku kangen jinki….lama bget ga muncul2…
    Tuh taem sdh cool d rmh skt, eh pulangnya mlh ky baby lg…ckckck

  5. hiks akhirnya muncul juga lanjutannya… aku sampe harus ngubek2 cerita sebelumnya. ttp keren. sbnrnya ada sedikit salah ketik atau kurang kata diatas sana. tapi tertutupi dengan kerennya cerita. hehehe

    next partnya ditunggu ya… (^^)

  6. Eon~*lambay”*saya dtg lagi!!*eon:lu sapa?*
    si baby taem suka ma eunjung yaa??kayaknya sih iyaa..hmm..klo iyaa eunjungnya mau gg??hahaa
    taem crita apaan sih ke hana??dongeng??#plak
    jinki~kembalilah~kasian tu banyak yg nyariin *ngelirik komen” yg laen sama hana,taemin* wkwk..
    Kenapa perasaannya hana -rasanya-gimana-gitu- pas minho blg klo dy dah gg suka ma hana??jangan jangaan😮
    eh eon..ad typo..sebuah jadi sebuat..haha..tp gpp koq..hoho
    aq tgu kelanjutannya😉

  7. eonni, aku makin galau baca part ini T_T *bener2lagidown*
    kangen ma jinki >.<
    cinta itu memang rumit dan menyesakkan… *lirikminho*
    kasian key tertekan banget dengan kebohongan si "kiyun"
    pasti jonghyun nyaranin eunjung operasi plastik. bener gak? *soktoy*
    ditunggu lanjutannya^^

  8. tuhkan beneeer jjong itu bukan kiyuunn … kiyun itu key !!!
    huwaa hana mulai melihat minho .. bagaimana dengan jinki ?
    taemin menyukai eunjung kah ???
    huwaa bener2 kasian melihat 4 org itu, tae,key,hana,minho ..
    ckckck yoochun kau jahat !! kaget pas baca yoochun juga nampar hana .. astaga !!!
    ayo lanjutannya … good ff thor .. gomawoo . ^^

  9. Yang benar nih Minho mutusin nyerah? Giliran begitu, Hana malah merasa sedih, seolah menyesali keputusan Minho. Ini perasaan sementara karena tiba-tiba Minho hanya ingin menganggap Hana teman atau sebenarnya Hana mulai atau malah sudah suka lagi sama Minho? Hmm, rumit.

    Taemin suka sama Eunjung? Tapi, apa Eunjung juga menaruh perhatian ke Taemin? Sejak awal dia kan tidak suka laki-laki lemah. Atau jangan-jangan Eunjung sukanya malah sama Key. Mereka kan sama-sama punya pengalaman buruk dengan api.

    Jinki oh Jinki. Kapan kembali?

    Nice story. Lanjut!

  10. mian eonnie….aku baru bisa baca sekarang.
    tapi biar bagaimana pun aku akan selalu berusaha tetap membaca fict ini.
    bibib unnie,always by the best.

  11. wah,oppa nya si hana trnyta yoochun,perasaan yoochun kq mesti jd nappeun oppa yaw…
    d ff the devil jg kan…
    kykx hana bkln tau smw gr2 key ngigau nih…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s