Love And Sacrifice [2.2]

Title : Love and Sacrifice

Author : qL^^  (wp : mystorymyfictionworld)

Main Cast : Choi Minho, Choi Minri (OC), Lee Seojung (OC)

Suport Cast : Lee Donghae, Kim Jonghyun

Other Cast : Choi Family, Lee Family

Genre : Drama, Romance, Angst, Family

Type/Length : Two shot

Rating: T

Summary : “Berkorban untuk orang yang kaucintai? Sungguh konyol!”

“Kau tidak akan mengerti apa alasannya.”

“Kalau begitu, jelaskan supaya aku mengerti!”

“Cinta akan membuatmu melakukan apa pun untuknya.”

Recommended Backsound : Romeo and Julliete – SHINee

Love and Sacrifice

Part 2

Aku berdiri bersedekap di pinggir lapangan basket di halaman belakang rumah kami, menonton Minho oppa mendribble dan menshoot bola masuk ke dalam ring tanpa gagal. Aku sudah tahu apa yang terjadi pada Seojung dan mendadak merasa kesal dengan Minho oppa.

“Jadi tadi siang kau menjenguknya?” tanya Minho oppa, yang terus mendribble dan menshoot bola ke dalam ring.

Ne,” jawabku singkat. “Dan aku juga sudah tahu apa yang terjadinya padanya.”

Kalimat terakhir yang kuucapkan sukses membuat bola yang dishoot itu meleset dari ring basket.

“Siapa yang memberitahumu?” Minho oppa menghentikan permainan basketnya dan menghampiriku di pinggir lapangan.

“Dia sendiri yang bercerita tanpa diminta,” ucapku sambil mengikuti Minho oppa yang duduk dan meminum jusnya.

“Jadi?” tanya Minho oppa lagi.

Mwo? Oppa masih tanya ‘jadi’?” pekikku tak percaya.

“Memangnya ada yang salah?” tanya Minho oppa santai.

“Ya Tuhan, oppa!” pekikku histeris. “Gadis itu tidak suci lagi, bahkan dia sendiri yang bilang padaku kalau dia merasa tidak pantas untuk oppa.”

“Dan kau setuju, begitu?”

“Astaga! Tentu saja,” ujarku tak terima.

“Tapi sayangnya aku tidak sependapat,” jawab Minho oppa sambil berdiri dan masuk ke dalam rumah. “Pikirkan kalau kau ada di posisinya, Choi Minri. Apa kau akan dengan senang hati menerima namja yang mendekatimu?” ucapan Minho oppa menohokku. Benar, aku tahu pasti aku pun akan merasa tidak pantas.

Oppa, aku juga bersimpati atas keadaannya, tapi tidak dengan cara seperti ini! Lalu? Oppa mau coba-coba jadi pahlawan begitu? Muncul di hadapannya, bersedia menikahinya dan menutupi aibnya?” cecarku.

“Kenapa tidak?” Minho oppa menjawab dengan ringan. “Tidak ada salahnya berkorban untuk orang yang kaucintai.”

“Berkorban untuk orang yang kaucintai? Sungguh konyol!” cibirku. “Aku seperti menonton film roman.”

Minho oppa tersenyum tipis, “kau tidak akan mengerti apa alasannya.”

“Kalau begitu, jelaskan supaya aku mengerti!” teriakku.

“Cinta. Cinta akan membuatmu melakukan apa pun untuknya. Dan kau belum pernah jatuh cinta, jadi kau tidak akan tahu,” jawab Minho oppa sambil meninggalkanku yang tertegun dengan ucapannya.

* * *

Pernikahan Minho oppa sudah di depan mata. Gaun pengantin, ballroom, kue pernikahan, undangan dan persiapan lainnya sudah dilaksanakan. Sulit bagiku untuk percaya, eomma dan appa menerima begitu saja keinginan Minho oppa menikahi Lee Seojung. Minho oppa bahkan tidak melakukan apa pun untuk memaksa mereka.

Flashback.

Meja itu sunyi senyap. Dua keluarga saling bungkam sambil mengunyah makanan masing-masing. Aku mendengus berulang kali dan ini saatnya dessert dihidangkan. Waffle yang disiram saus coklat itu sama sekali tidak menarik perhatianku hari ini. Aku hanya menyendoknya tanpa berniat menyuapkannya ke mulut dan tepat saat itu Minho oppa bicara.

“Aku ingin menikahi Lee Seojung,” ucapnya tegas sambil mengenggam tangan Lee Seojung.

Aku melotot, tapi eomma dan appa hanya menatapnya pasrah.

“Kau sudah dewasa, lakukanlah,” hanya itu yang keluar dari mulut appa.

Aku menganga, menatap eomma dan appa bergantian. Sementara keluarga Lee seperti panik.

“Tapi, putri kami…” ucapan Ny. Lee terputus. “Dia…”

“Kami tahu,” potong eomma. “Jangan menyebut-menyebut hal itu di depan Seojung. Kasihan dia,” tambah eomma.

For God Sake! This is impossible, rutukku dalam hati. Kulihat keluarga Lee langsung mengeluarkan desahan penuh kelegaan. Donghae-ssi mengerlingku, seolah ingin membagi kebahagiaan. Tapi, demi apa pun, aku tidak bahagia sama sekali.

Flashback end.

Dan inilah dia. Hari bahagia itu datang juga. Pernikahan itu dilaksanakan dengan meriah dan aku menolak mentah-mentah ditawari sebagai penggiring pengantin. Tiba-tiba seseorang duduk di sampingku.

“Kau seperti gadis jahat yang tidak senang dengan kebahagiaan oppa-nya,” goda orang itu. Aku menoleh. Kim Jonghyun, sahabat Minho oppa.

Aku mendengus. “Aku tidak mungkin bahagia punya kakak ipar seperti dia,” jawabku ketus. Oke, aku mengerti keadaannya, semua gadis yang bernasib sepertinya pasti akan merasa begitu. Tapi aku juga menginginkan gadis yang lebih baik untuk oppa-ku kan?

Jonghyun oppa tertawa. “Aigoo~ anak ini, sejak kapan kau jadi galak begini, huh? Lihat dia, dia cantik kok dan oppa-mu bahagia bersamanya,” ujar Jonghyun oppa sambil menatap Minho oppa dan Seojung yang sedang berdansa.

“Usianya bahkan sama denganku,” bantahku lagi.

Dan lagi-lagi namja itu tertawa. “Jadi sebenarnya masalahmu dengannya apa? Karena dia cantik? Atau karena kau sebaya dengannya? Atau karena aibnya?” tanya Jonghyun oppa.

“Semuanya,” jawabku lalu berdiri dan berjalan keluar ballroom. Aku tidak terlalu suka pesta, tidak suka memakai gaun dan wedges, dan tidak suka melihat Minho oppa bahagia bersama Seojung.

“Kau seperti pengidap brother complex,” komentar Jonghyun oppa.

Ya! Jeongmal!! Jangan mengikutiku!” aku meneriaki Jonghyun oppa. Tapi dia hanya tersenyum tipis.

“Hey, rileks, Minri-ya,” dia mendekatiku dengan tangan terulur. Tapi aku malah melotot. Dia menyambar pergelangan tanganku dan menyeretku kembali ke ballroom.

“Buka matamu lebar-lebar! Lihat siapa yang tidak tersenyum di ruangan ini, huh?” tanyanya sambil menunjuk orang-orang di ballroom. Mau tidak mau, mataku menyusuri orang-orang di sana dengan teliti.

Aku terhenyak. Tidak ada. Tidak ada yang tidak tersenyum. Semuanya sedang dalam masa bahagia. Tidak, ada satu orang, dan itu… aku.

Kutatap bayanganku di dinding kaca ballroom. Wajahku kusam walaupun dipoles make-up fresh. Tidak ada aura bahagia sama sekali, berbanding terbalik dengan senyum sumringah Jonghyun oppa yang berdiri di belakangku. Ada apa denganku?

Aku berbalik ingin bertanya pada Jonghyun oppa, namun ucapannya membuatku membeku. “Saranghae,” ucapnya.

Mwo?” aku mengerjap.

Saranghae Minri-ya,” ulangnya. Aku menelan ludah. Bingung harus menjawab apa.

“Kau harus belajar tentang cinta, dengan begitu kau bisa mengerti apa yang dipikirkan Minho. Sama seperti yang kulakukan sekarang. Mana ada yang tahan menghadapi sikap super galakmu belakangan ini, kecuali aku,” ujar Jonghyun oppa. “Semua orang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya, berusaha yang terbaik untuk orang dicintainya.”

Aku terdiam. Semua ucapan Jonghyun oppa seakan mengoyak-ngoyak keyakinan yang selama ini aku coba pertahankan. Well, keegoisanku membuatku seolah menutup mata dari kenyataan terpenting, Minho oppa bahagia walau bagaimanapun keadaan gadis itu.

Pelan-pelan senyum di wajahku mengembang, menghapus aura buruk di sekelilingku. Menandingi senyum sumringah Jonghyun oppa. Aku menguatkan diri, mengutuki diri bahwa aku salah.

Jonghyun oppa yang kelihatannya menyadari perubahan moodku, menggenggam tanganku. “Felling better, huh?” tanyanya.

Aku mengangguk dan tersenyum. Lalu menariknya lebih mendekati ballroom, menyapa Minho oppa dan Seojung.

“Kau belum jawab pernyataanku,” ujar Jonghyun oppa tiba-tiba membuatku tersentak dan menghentikan langkahku. Hah? Gawat! Aku lupa.

“Pernyataan apa?” tanya Minho oppa yang tiba-tiba ada di belakangku, diikuti Seojung.

Aku dan Jonghyun oppa hanya berpandangan dan nyengir tertawa.

——-

Epilog*

“Terima kasih,” ujar Seojung sambil memelukku.

“Untuk?” tanyaku melepas pelukannya.

“Membiarkanku bersama Minho oppa,” ujar Seojung tersenyum. Aku menatapnya keheranan. “Aku tahu kau tidak menyukaiku awalnya dan aku memang tidak pernah berani berharap akan sebahagia ini setelah kejadian terkutuk itu.”

Aku tersenyum. “You deserve it, sist,” ucapku. “Berjanjilah akan selalu membahagiakan Minho oppa, itu sudah lebih dari cukup.”

“Seojung-ah! Ayo, cepat, pesawatnya akan segera berangkat,” teriak Minho oppa di depan gate boarding.

Kami saling bertukar senyum, lalu Seojung melangkah menuju Minho oppa yang menyambutnya dengan tangan terulur. Senyum mereka merekah bahagia.

I’ve done it well, right?” tanyaku pada Jonghyun oppa yang berdiri di sampingku.

“Kau tahu jawabannya, Choi Minri,” jawab Jonghyun oppa sambil mengenggam tanganku. Kami melambai pada pasangan itu dan berbalik keluar bandara.

END-

A.N : Halooo!! Akhirnya part2nya dipublish jugaa. Mungkin ada yang ngerasa alurnya kecepetan ya? Abisnya awalnya emang mau dibikin oneshoot, tapi kepanjangan, akhirnya dipotong jadi twoshot deh, hehe. Dan entah kenapa Jonghyun oppa malah nongol di bagian akhirnya, haha.

Again, thanks buat admin yang udh publish dan readers yang udh mau baca. Semoga FF ini tidak mengecewakan kalian semua yaa. #bow

As usual, give me oxygen with your comments and likes J

Regards, qL^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Love And Sacrifice [2.2]”

  1. Daebaaakkkk!! Iya aku ngerasa kecepetan xD tp gpp, moralnya udah terasa dan terserap bagai air diserap sponge (?)
    wuidih gatau mau bilang apa, ini daebaaak T.T *terharu

  2. ah ya brother complex

    eh tp itu apa alasannya.. enteng bgt ortunya nerima seojung..

    akhirnya.. jjong telah membuka hati choi minri… kkkkk

    good job ^^d

    1. yep! karena itu Minri jadi nyebelin, haha
      yaah, anggaplah karena ortunya Minho kan pnya anak perempuan juga, pasti mereka ngerti lah perasaan ortunya seojung dan seojungnya sndiri.
      jjong is hero *plok-plok
      thanks udh baca dan komen *hug

  3. yah ! end deh ……. lagi lagi lagi.
    itu Jong sama minrinya udh jadian ?
    lanjut dong,kekeke ceritanya tentang jong sama minri…
    Nice FF … good job thor! 🙂

    1. pasti paling sebel sama tulisan end yaaa *sok tau *plaak
      eumm, gmna yaa? sejujurnya aku juga gak tau itu mreka udh jadian apa belom *plaak
      haha, nnti aku coba nulis yaa tapi gak janji *bakar-qL
      gomawoo *hug

  4. uwaah kereeen…
    akhirnya happy ending jg..
    kalo aja ada 1000 org kayak minho didunia ini,pasti semua org bakal bahagia..
    aku terharu bacanya..

    1. iyaa, seojungnya udh kasian, gak tega kalau dibkin happy ending. takut terjadi kekerasan antara reader dan minri, keke~ *bcnda
      pasti, yakinlah masih ada orang kayak minho di dunia ini. stuju?
      gomawoo *kasih-tissue *hug

  5. Maaf aku baru comment di part ini, waah aku baca dari awal dan ini rameeee banget. Aku kira seojung kena luka bakar atau lainnya, ternyataa…
    Daebak thor, tersentuh juga ngeliat minho oppa kaya gitu hehe 😀

    1. seojung yang cantik tapi emg nasibnya kurang beruntung.
      yey, minho berhasil bikin banyak reader tersentuh dan terharuu *joget
      gomawo udh komen *hug

  6. Wah, Minho dan Seojung menikah akhirnya! Konfliknya nggak terlalu besar sih. Orang tua Minho cukup mengerti keadaan. Padahal untuk merelakan anaknya menikahi yeoja yang punya aib seperti itu butuh pertimbangan yang nggak gampang.
    Nice story.

    1. hemm, betul betul. aku gak mau angkat konflik yang panjang dan berlarut-larut, selain karena nanti ujung2nya akan jadi chapter bukan twoshoot lagi, akunya juga ikutan pusing mikirin nasib FFnya, keke
      gomawo *hug

  7. Alurnya agak kecepetan, thor. Tapi aku tetep suka 😀
    Minri sombong ah, jadi kesel sendiri aku -,-
    Untung Jjong nongol. Bagus, nasehati tuh anak, jangan suka seenaknya sendiri #ditendang Minri

    FF ini tetap keren.
    Aku terharuu…

    1. haha, mian yaa. abisnya aku gak bs bikin oneshot, udh kupangkas2 alurnya eh ttp aja jadi twoshot, berhubung melebihi kapasitas format halaman.
      minri plg banyak diprotes nih, keke
      baguslah aku nyelipin jjong *kedip

      gomawo mahita :*hug *kasih-tissue

  8. huwaaa ngak nyangka jjong yg bakal membuka hatinya .. ngak kebayang bagaimana baiknya jjong …
    suka… suka bgt sma alurnya …
    minri sifatnya keras .. ahahah
    good ff thor .. ^^ gomaow .. ^^

    1. jjong memang baiik *peluuk jjong *dibakar-bilingers
      kan seru kalau antagonisnya adiknya minho, makanya aku bikin begitu *iseng
      thanks yaaa udh baca dari awal smpe akhir *hug

  9. hahahaha awalnya si choi minri agak nyebelin juga~
    tapi untung Jjong dateng
    bikin hati jadi tenang (?)
    Kerennn~
    hehehe

  10. mungkin ada yg nyadar kalau aku jarang terlihat di sni, hehe.
    mian yaa. sibuk banget sama kuliah, ini aku nyempatin diri buat balas komen kalian. semoga lain kali bs lebih aktif di SF3SI
    gomawo semuaa 🙂

  11. Yaaa Tuhaaan……………..
    Minho oppa baik bnget ini. Minri agak nyeblin awalnya^^v, tp kl dipikir2 misalnya Choi Minri itu aku, aku jg bkalan kyk dia. Tapi balik lg Minho oppa itu udah cinta bnget sm Seojung.

    Untung ada Jjong oppa yg naikin mood si Minri lg. Nice ff author eonni~ 😀
    Krya slnjutnya ditungguuuu~ xD

  12. Apakah ada namja di dunia ini yg seperti Minho d ff ini???
    Aigoo… Minho-yaaa……. 😉

  13. iya, kependekkan, nih…
    kok gak ada scene lempar bucket bunga…? a
    aku kn mau ikut nangkep di belakang….
    gak sabar, mau nyusul Minho-Seojung, mau nikah ma Jinkiku….
    (dikarungin Donghae… ditendang ke andromeda…)
    tp gpp, ceritanya bagus, endingnya hepi…
    n emg bener, tau2 si Jong nongooolll aja gk tau drmn…
    tp krn dia si minrin sadar dg sikap egoisnya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s