I Love Your Namjachingu

Title: I Love Your Namjachingu

Author: Alskey

Main Cast: Choi Minho, Lee Minchan, Park Minyoung

Support Cast: Eomma, Ririn, Sunghyo, Taemin

Length: Oneshot

Genre: Romance

Rating: General

Disclaimer: FF ini punyaku^^ Castnya punya masing-masing, karena ini TRUE STORY! Dan hati-hati ya bacanya, soalnya ini banyak flashbacknya, trus takutnya jadi lupa ini lagi bagian flashback atau bukan.

Backsound: SHINee – Hana, SHINee – Quasimodo, Justin Bieber – That Should Be Me

Summary: Aku menyukainya, karena namja yang kusukai sebelumnya telah pergi. Kim Kibum, Ketua OSIS periode lalu, kini sudah kuliah. Sudah tak bisa, tidak kuat untuk tidak melihatnya. Senyumnya, suaranya, tak ada lagi pidato-pidato yang bisa kudengar dari seorang yang sangat kusukai itu. Kini orang yang kusukai adalah Choi Minho, pacar temanku sendiri.

-I Love Your Namjachingu-

Sekarang tanggal 11 Desember 2011. Tanggal yang spesial? Untuk beberapa orang, seperti temanku Minho dan Minyoung pasti sangat spesial, karena hari ini adalah Anniversary sebulan mereka. Untukku… sebulan juga…

Flashback

“Kyaaa! Hari ini 2PM Asia Tour di Indonesia! Minchan, jangan bersedih ya, kalau gabisa nonton 2PM, masih ada aku.”

“eh? Ne”

Minho, namja satu ini juga kpopper, sama seperti diriku. Dia menyukai 2PM, tapi tidak sebesar rasa sukaku kepada 2PM. Namja ini adalah Shawol, dan flames. Dia merasa mirip dengan biasnya di SHINee. Sebenarnya tidak mirip sama sekali, tapi apa mau dikata. Dia tetap keukeuh.

“Minchan, kalau gabisa nonton Junsu nanti malam, ada Taecyeon disini.”

“eh? LOL dah!”

Minho juga merasa mirip dengan Taecyeon sejak dia menonton Dream High bersamaku. Waktu itu temanku Park Ririn membawa DVD drama tersebut. Dan semua mata classmatesku menonton drama tersebut.

“Minchan, sudah. Kan ada YouTube. Kamu bisa kan nonton fancamnya?”

“Iya, Minho. Itu sudah merupakan kewajibanku.”

“Kamu ini. Dwaesseo, aku ke kantin dulu ya!”

“Ne”

Minho meninggalkanku dan pergi ke arah Minyoung. Sepertinya Minho mengajak Minyoung ke kantin. Hm, kalau begitu aku makan bekal buatan eomma dulu deh!

-o-o-o-

“Lee Minchan! Nanti mau ke rumahku tidak?”, Sunghyo tiba-tiba menepuk bahuku dari belakang.

“Michyeosseo! Sakit tau!”

“Mianhae, Minchan. Jadi, mau tidak?”

“Hmm, kurasa tidak. Hari ini aku mau belanja bersama eommaku.”

Too bad, padahal teman sekelas akan menonton DVD dirumahku.”

Next time ya. Mianhae”

“Geokjonghajima. Aku duluan ya, Minchan!”

-o-o-o-

Sepi sekali rumah ini. Eomma sedang facebook-an dengan laptopnya di ruang keluarga. Minrin, adikku, sedang main dengan teman-temannya. Minhwan, adikku yang satu lagi, masih sekolah.

Eomma yang sedang facebook-an tiba-tiba menoleh kepadaku.

“Tumben pulang cepat. Kabur ya?”

“Eh? Aniyo. Kan hari ini ulangannya sudah selesai.”

“Jinjja? Eomma lupa. Ahaha”

Eomma, eomma. Terlalu sibuk dengan facebook sih.

“Hmm, eomma, nanti kita berangkat jam berapa ya?”

Eommaku tidak menjawab. Ah, eomma pasti sedang seru-serunya. Kutepuk pundaknya perlahan dan…

“OMOMOMOMO! Hei, jangan ngagetin eommamu dong!”

“Mianhae, eomma. Ehehe.”

“Wae? Tadi kamu ngomong sama eomma ya?”

“Ne. nanti kita berangkat jam berapa?”

“Oh, Minrin ada les sore ini. Kita tunggu dia selesai les dulu, ok?”

MWO? Menunggu Minrin dulu?

“Arasseo.”

Kesal. Aku naik ke kamarku diatas dan bershower. Salah. Maksudku menunggu Minrin sambil internetan. Kulihat sudah banyak orang yang membahas 2PM Asia Tour di Twitter. Banyak sekali yang nonton ternyata. Haaah makin kesal!

Karena merasa bosan, kuputuskan untuk chat dengan Sunghyo. Di rumahnya sedang apa ya?

Minchan: Sunghyo!!!

Sunghyo: Minchan!!! Wae?

Minchan: rumahmu ramai ya?

Sunghyo: Tentu saja, banyak sekali alien-alien disini.

Minchan: Nde? LOL! Ada siapa aja disana?

Sunghyo: Banyak! Tak bisa kusebutkan satu-satu.

Minchan: kalau aku main kesana, masih boleh ga?

Sunghyo: Pabo! Ya boleh lah! Ayo sini ditunggu!

Minchan: Jinjja? Tunggu aku ya!

Aku langsung keluar kamar dan melesat menuruni tangga untuk izin ke eomma.

“Ke rumah Sunghyo lagi? Kemarin bukannya sudah?”

“Kemarin kan untuk belajar buat ulangan. Sekarang mau refreshing.”

“Dwaesseo, tapi jangan sampai malam. Nanti kan kita mau belanja.”

“Arasseo, eomma.”

Dan aku langsung melesat ke rumah Sunghyo dengan motorku.

-o-o-o-

Tuk Tuk Tuk

“Temannya Sunghyo ya? Silahkan masuk”, Eomma Sunghyo membukakan pintu untukku. Karena sudah dipersilahkan masuk, aku masuk dan naik ke kamarnya. Seperti rumah sendiri saja ahaha.

“Minchan!!!”

“Sunghyo!”

Aku bingung. Duduk dimana ya? Kamar Sunghyo sudah sangat penuh dengan ‘alien-alien’ yang tadi Sunghyo katakan. Kalau begitu aku duduk disamping Doojoon saja. Kulihat Minho duduk bersebelahan dengan Minyoung.

DEG

Sepertinya benar, rumor-rumor belakangan ini…

Untungnya kamar Sunghyo sedang gelap, jadi airmata ini tidak ada yang melihat selain diriku.

Flashback end

Ternyata benar, pada hari itu mereka resmi menjadi couple. Couple yang paling dibanggakan oleh kelasku. Dari awal pertamakali kami sekelas, rumor tentang mereka sudah merebak. Hanya saja, pada awal tahun ajaran itu, Minho masih bersama dengan Suzy.

Setelah bertanya-tanya dengan beberapa temanku di kelas, ternyata mereka jadian di kantin. Sudah jelas, pasti mereka jadian setelah Minho selesai ngobrol denganku.

Rela? Awalnya tidak.

Flashback

Hari ini ada rapat murid seangkatan. Semua teman sekelasku sudah berkumpul di Hall sekolah. Kulihat semua orang menyoraki pasangan baru kelas kami. Ya, Minho dan Minyoung. Mereka baru jadian kemarin.

“Cie Minyoung, sama Minho ya sekarang?”

“Tuhkan bener, pasti Minyoung sama Minho. Udah kelihatan dari dulu.”

Dan dengan malu-malu, yang sangat terlihat dari mukanya, Minyoung menjawab

“Apaan sih?”

Ahaha, temanku yang satu ini. Yah, aku tahu dia dari awal kita berteman. Kami pernah membuat video dengan iPodku, yang isinya sangat random. Aku masih ingat sekali video itu, ketika Minyoung membawa facepaint ke sekolah, dan kami menuliskan nama orang yang kami suka di wajah kami. Aku, tentu saja waktu itu menulis nama Kibum. Dan Minyoung menulis nama Minho. Waktu itu aku tidak merasakan apa-apa, karena aku masih menyukai Kibum.

“Minchan? Kamu kenapa?”

Tiba-tiba Minyoung duduk disebelahku, bersama Minho dibelakangnya. Ternyata aku menangis. Tidak berasa. Kulap tangisanku dengan ujung baju.

“Gwenchana, Minyoung.”

“Jeongmal?”

“Jeongmal! Udah, udah, jangan diliatin terus ah. Jadi malu.”

“Geurae. Duluan ya Minchan!”

“Bye!”

“Minchan, dah!”, Minho juga ikut pamitan.

“Dah!” balasku dengan nada yang…well, cukup dipaksakan. Semoga dia mengerti mengapa aku menangis saat ini.

Flashback end

Sekarang sudah lebih baik. Walaupun kadang, banyak drama korea yang terjadi di kelas. Seperti Minyoung membuat bekal untuk Minho dan makan bersama, duduk bersebelahan kapanpun dimanapun, ke kantin bersama…

Iri? Yah, sangat. Tapi Minyoung tetaplah temanku. Aku harus tetap mendukung hubungan mereka kan?

Walaupun rasanya sakit, kini aku mulai mencoba untuk tidak memulai penggalauan setiap harinya. Dulu, sebelum mereka berdua menjadi couple, aku dan Minho suka bertukar pikiran tentang lagu-lagu galau yang dibawakan oleh SHINee. Waktu itu Minho baru saja putus dengan Suzy, yang notabenenya adalah temanku juga. Dan pada saat itu aku belum memiliki perasaan apa-apa terhadap Minho, karena aku sangat sangat mendukung hubungan Minho dan Suzy, dan aku sangat sangat ingin mereka balikan.

Hm bosan. Kuambil iPodku dan menshufflenya. Terdengar suara Onew bersenandung. Yah, SHINee – Quasimodo.

Flashback

“Minchan, tau lagu ini ga?”, Minho menyelipkan earphonenya ke telingaku.

“Hmm. Ini SHINee – One kan?”

“Bukan, ini Hana.”

“Iyeeeu. Sama aja kali.”

“Tapi di iTunes tulisan hangulnya Hana tau!”

“Tapi artinya kan ‘One’, gimana sih?”

“Sudah, sudah, sudah.”

Kami berdua mendengarkan SHINee – Hana sampai habis. Tiba-tiba Minho berkata kepadaku.

“Artinya dalam yah. Coba kalau Suzy denger ini.”

“Hmm”, gumamku, karena tidak tahu harus jawab apa, actually.

“Oiya, Minho. Pernah denger Quasimodo?”, Aku kembali membuka pembicaraan.

“Pernah sih, tapi sekali doang. Wae?”

“Di endingnya, ada lyric appado, ulryeodo, saranghae. Tau artinya apa?”

“Apa tuh?”

even if it hurts, even if I cry, I love you. Uuu coba kalau Kibum nyanyi itu. Fly!”

“OOO keren! Ada di iPodmu, Minchan?”

“Ada. Mau denger?”

Minho mengangguk-anggukan kepalanya.

Flashback end

Sekarang dua lagu itu seakan harus kuhindari. Dua lagu yang mengingatkan kami pada masa-masa itu, walaupun kini aku sudah berusaha untuk melupakan perasaan ini. Masa ketika kami masih dekat, tanpa ada hambatan, tanpa ada yang cemburu. Karena sekarang…

Flashback

“Apa-apaan nih, tempat pensilmu kok yang kayak gini sih?” Taemin bertanya kepada Minho.

“Wae? Ada masalah?” Minho menjawab

“Ya! Pertama, modelnya girly. Kedua, Angry Birds!”

“Salah?”

Kulihat perdebatan mereka dari ujung mata, ternyata Minho membeli tempat pensil baru. Angry Birds… aku ingat sesuatu. Oh jebal, semoga Minyoung tidak marah.

Beberapa saat kemudian, aku, dan para yeoja berkumpul untuk mengerjakan tugas Kimia. Lumayan susah, makanya kami mau mengerjakannya bersama. Di ujung meja sana, kulihat Minyoung duduk bersebelahan dengan Ririn, Hara, dan Chaeri. Mereka seperti membicarakan sesuatu. Aku dan Sunghyopun mendekati mereka berdua.

“Ngomongin apaansih?” Sunghyo membuka pembicaraan.

“Mau tau aja sih? Ehehe” Minyoung menjawab. Aku tidak mau ambil pusing, olehkarena itu kulanjutkan tugasku.

Tiba-tiba suasana menghening. Kulihat mereka makin bisik-bisik, seakan aku tidak boleh mendengar. Padahal daritadi aku memang tidak mendengar pembicaraan mereka karena aku memakai earphone.

“Minchan!” Tiba-tiba Minyoung memanggilku.

“Wae?”

“Tahu tempat pensil Minho yang baru tidak? Lucu yah gambarnya, Angry Birds biru. Kayak earphonemu.”

DEG

Sepertinya aku tahu apa yang mereka bicarakan dari tadi.

-o-o-o-

“Minchan! Ngecover The Boys yuk!” Taemin berlari sambil berteriak kearahku.

“Berdua aja nih?”

“Ya nggak dong, sama Minho juga!”

DEG

Kulihat dari ujung mataku, Minho sedang duduk berdua dengan Minyoung. Mereka terlihat sangat asik mendengarkan lagu dengan earphone berdua.

“Serius sama Minho? Minhonya aja lagi asik sama Minyoung”, Tanyaku.

“geokjonghajima, itu sih gampang! Nama boyband kita nanti The Perfection, ok?”

boyband? Aku kan…yeoja.”

“Tapi kan rambutmu pendek, kayak Sunny!”

“Ta-

“Minho! Sini!” Taemin menyelaku. Kulihat Minho melihat kearah kami, lalu sepertinya ia pamit dengan Minyoung. Minho berjalan kearah kami.

“Wae?”

“Kita bikin boyband yuk! The Perfection!” Taemin dengan excited menjelaskan rencananya.

“The Perfection? Itu lagunya SJ-M kan?” Minho bertanya.

“Bagus kan? Oh tae wan mi” Taemin bernyanyi sambil menggerakan badannya mengikuti choreo.

“LOL! Ini serius?” Tanyaku.

“Kapan sih Taemin ga serius?”

Kulihat dari ujung mata, Minyoung memperhatikanku. Aih, ini semakin sulit.

-o-o-o-

GIRLS BRING THE BOYS OUT!

Suara keras dari iPad Taemin menggema di kelas. Aku, Taemin dan Minho, seperti biasa, refleks menarikan choreo yang tak asing lagi. Semua mata tertuju pada kami bertiga, tak terkecuali Minyoung.

Seketika aku berhenti melanjutkan dance itu. Minyoung seperti tidak suka melihatku mengcover bersama dengan Taemin dan Minho.

“Sunny, kok berhenti?” Taemin bertanya.

“Eh? Sunny?”

“Iya, kamu disini sebagai Sunny, kalau aku Yoona!”

“Enak aja, aku Yoona!” Minho menyela dengan sengit.

“Yoona kan tinggi, kayak aku!”

“Tinggi?” Minho bertanya.

Aku dan Minho memperhatikan tinggi badan Taemin dengan seksama. Taemin lebih pendek dari Minho yang sejengkal lebih tinggi dariku. Bahkan Taemin lebih pendek dari tinggi badanku.

Kami bertiga pun tertawa. Kulihat lagi dari ujung mata, bukan hanya Minyoung, Hara dan Chaeri juga menatapku.

Flashback End

Appo? Appoyo. Neomu appa. Sakit rasanya dicurigai oleh teman sendiri, padahal aku benar-benar berusaha melupakan rasa ini. Kini aku kembali menyukai Kibum, walaupun tidak bisa bertemu seperti dulu. Dan Minyoung pun tahu, aku masih menyukai Kibum. Namun, salahkah kalau aku mengobrol dengan Minho? Kini kami benar-benar teman biasa, benar-benar tidak ada apa-apa diantara kami berdua.

Kurasakan airmataku keluar dan menyusuri pipi. Sesakit inikah rasanya?

Aku ingin merasakan kelegaan sejenak, sejenak saja. Dengan Skype, kuhubungi seseorang.

“Sooyoung?”

“Minchan? Wae? Suaramu kok begini? Kamu abis nangis? Wae?”

“Sooyoung”

“Wae? Cerita saja!”

Kuceritakan segalanya, sedetail-detailnya, dari awal sampai akhir, tanpa ada yang terlewat sedikitpun kepada Sooyoung. Kulihat Sooyoung mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.

“Sooyoung, haruskah aku bilang ke Minho tentang ini? Supaya dia bisa, well, setidaknya sampai ini mereda, dia menjauhiku?”

“Tidak, Minchan. Tidak boleh begitu. Kalau kamu mengatakan hal tersebut, sama saja seperti kamu benar-benar menyukai Minho sekarang. Kamu kan sudah kembali move-on ke Kibum, ya kan?”

“Ne, Sooyoung. Lalu, eottohkaji?”

“Tidak banyak yang bisa kamu lakukan. Saat ini, Minho sudah milik Minyoung. Namun kamu tetap teman Minho, juga teman Minyoung. Tidak ada yang bisa kamu lakukan selain menjadi teman yang baik untuk mereka berdua. Dukung hubungan mereka sepenuhnya, dan jangan biarkan mereka memiliki masalah lagi karena adanya dirimu diantara mereka.”

“Ne”

“Sekarang kamu cuci muka, dan kembali kpopping lagi, ok? Jangan terlalu berlarut-larut dalam masalah ini. Kamu gaboleh sedih. Bukan Minchan namanya kalau ga nari-nari ga jelas di kelas. Arasseo?”

“Ne, Ahjumma, ahaha. Gomawo”

“MWO? Sialan kamu ya, ahaha. Cheonmaneyo”

-o-o-o-

Yah, benar apa yang dikatakan Sooyoung. Aku tidak boleh berlarut-larut memikirkan 5W1H dari masalah ini, yang penting bagaimana kita menjadi teman yang baik untuk kedua temanku. Mereka kan saling menyukai, oleh karena itu aku harus mendukung hubungan mereka sepenuhnya. Kalau mereka senang, aku juga harus senang kan? Minchan janji, gaakan nangis lagi karena menyesali kalian, karena kalian pasangan yang paling Korea sepanjang hidup Minchan!

His tweet on November 12, 2011, after I cried for him: “Buat seseorang yang disana, maaf gue emang bajingan. Tapi tolong, jangan membuat hujan di tempat itu, karena hujan itu akan lebih berharga buat orang lain J”

THE END

p.s.: abis bikin ff ini, aku nangis kejer lagi. Lumayan lega lah setelah ngungkapin semuanya lewat ff. semoga ‘Minho’ itu lebih mengerti deh~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

41 thoughts on “I Love Your Namjachingu”

  1. Awalnya ngakak sendiri baca “MinHo” mengakui dirinya mirip idolanya di SHINee. -.-”
    tp akhir2nya aku jd simpati. Ini real storynya author? Sumpah ini nyesek 😦
    apalagi tweet-an di endingnya! Ada sesuatu yg bkin nyesek. Semangatlah chingu, lupakan, dan songsong yg ada di depanmu. Masih byk cowok lain yg memang untukmu 🙂 fighting!

    1. aku juga merasa agak gila, me’Minho’kan Minho._. iya real dooong, dengan sedikit sentuhan korea ahaha~ tenang, aku sudah mulai ‘terbiasa dicurigai’ kok._. fighting juga kamunya~~~

  2. awalnya lucu, ngebayangin itu minho mirip dirinya sendiri d tambah mirip taecyeon..

    Ceritanya oke, human bgt.. Haha
    Fighting thor! Bkin byk ff lg dan lupain hal yg hrus d lupakan 🙂

  3. Well ini nyesek ya thor.. Udah jangan terlalu di pikirin, masih banyak namja2 yang lain, move-on ya thor hehe jangan bersedih lagi thoor semangaat 😀

  4. Ceritanya bikin terharu thor, udah lah thor jangan dipikirin terus ‘minho’-nya itu,
    malah bikin nangis lagi,keep smile and move on ya thor 😀

    Ditunggu karya selanjutnya 🙂

  5. Oh mai .. nyesek!! huwaaaa TT^TT
    ceritanya sama kayak aku ..
    tweet yang terakhir tuh something sekaliii, bener” JLEB banget yang bikin endingnya perfect !
    yang aku suka tuh, soalnya penuturan ff nya ngalir , enak banget bacanya 🙂
    btw, ini ff nya udah pernah diposting belum sih? kok kayak pernah baca yah?
    semangat ya.. ‘Minho’ yang laen pasti ntar juga bermunculan kok .. hehe
    aku manggil author apa nih? aku pengen kenalan ^^

    1. sama kayak kamu? kamu pernah ngerasain? :O
      karena tweet itu, aku makin berpikir loh. tapi gausah curhat disini._.
      uuu gomawo yaa! iya pernah dipost, tapi di wp pribadiku~
      panggil aku Als aja~~~

  6. yah ternyata udah selesai… kyaknya cerita ini dari dalam hati gtuh yah author…
    bagus ini ceritanya nyesek cuman blom ngena sampai ke hati banget sampai bikin nangis 🙂
    terus semangat author banyak FF lagi yah ^^

  7. Ini based on true story? Yaaampun aku jd simpatik sama authornya. A-yo author move on ajalahh masih bnyak kok ‘Minho’ lainnya diluar sana yg psti lbh baik buat author dibanding ‘Minho yg itu. Aaah lama2 pusing jg komen kbnyakan ‘Minho’ gini xD

    Komennya sgini aja, salam kenal author~ 😀

  8. aq ngakak bgt pas bagian taemin ngajak ngecover the boys…. lol… blg drinya mirip yoona pula… lol…

    bnr2 dalem bgt ya T.T

  9. omo~ ceritanya nyesek, sumpah ㅠㅠ

    pasti sakit ya ngeliat mereka bareng, apalagi satu kelas. dan yg namanya move on itu beraaaat banget *curcol

    daebak, thor! keep writing and (try to) forget ‘minho’ ^^

  10. Sumpah,,, awalnya aku bingung sama jalan cerita Nih FF,,, tapi pas sampe ditengah aku ngerti,,, dan ternyataaaaaa,,,,, Tarraaaa,, ini Real story si author,, hadeuhhhh,,,,, di bagian Quasimodo,, appado,, oeryado, sarangheee,,,, Nyseknya dapet dehhh, T.T

    Ngakak sendiri dibagian Minho kpopers trs jd flamers,, Minho ngebias Minho,,hahay

    dan bagian angry bird itu,,, taemin lol..hehehe

  11. Aku juga pernah kayak author gini:”( ngerti banget perasaannya… *curhat*
    Fighting thor!!
    Ff nya jd kerasa feelnya…

  12. Whueee menyedihkaan~ TT.TT
    Feel-nya dapet, aku ikut merasakan – –
    Tapi aku suka bagian akhirnya, karena akhirnya Minchan bisa bangkit dan nggak terus larut dalam kesedihannya l w l

    Ini kisah nyata Author?
    Jangan sedih ya Thor, hwaiting! Author termasuk orang yang hebat karena rela berkorban buat teman (eaa)

    FF nya, aku suka. TOP deh 😀
    Keep writing! b^o^d

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s