Take Me With You – Part 12

Title : Take Me With You – Part 12

Author : Delfta

Main Cast : Key, Arina, Taemin

Other Cast : Onew, Jonghyun, Minho, Alia, Risha

Genre : Romance, Sad (little), Life

Rating : PG – 13                   

Length : Sequel

Saat malam, Key duduk termenung ditaman sambil menatap langit-langit yang sepi. Tidak ada bintang sedikitpun, membuat perasaan didalam dirinya semakin keruh karena tidak ada hiburan. Sejak kemarin-kemarin pikiran itu terus mengusiknya. Saat Taemin secara terang-terangan bilang kalau dia suka Arina. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Apakah dia harus menyerah?

Jika dia berkonsultasi dengan Jonghyun, dia merasa percuma. Toh nanti Taemin dan Arina akan tetap dekat. Jadi selama ini dia hanya diam, seolah-olah tidak terjadi apapun. Terbersit kata menyerah dihatinya. Mengapa dia tega menyaingi Taemin? Itulah bebannya. Tapi disisi lain dia merasa ingin mempertahankan perasaannya itu.

Tiba-tiba Taemin lewat didepannya, Taemin terlihat senyam-senyum sendiri. Dia terus berjalan, tidak mengetahui bahwa Key ada disekitarnya.

“Taemin!” panggil Key

“Hyung?” Taemin tersadar lalu menoleh pada Key. Key menghampirinya.

“Darimana?”

“Aku.. mengantar Arina pulang” jawabnya dengan wajah yang tiba-tiba serius. Key tidak kalah serius. Dia terasa panas begitu mendengar nama Arina.

“Hyung… aku tau..” ucap Taemin perlahan. Walaupun ucapan itu diucapkan perlahan, tapi ucapan itu mampu membuat kaki Key tiba-tiba lemas.

“Tau? tau apa?” Key jadi gelagapan

“Kau juga suka Arina kan?”

Key benar-benar lemas sekarang.

“Kau..kau tau darimana?”

“Aku tau saat kau mengajak Arina keluar malam itu. Saat kau mengajaknya ke Everland. Saat kau mengantar kerumahnya…” ucap Taemin perlahan sambil menunduk hingga rambutnya tertimpa cahaya lampu.” Dan saat dia menciummu. Aku tau kau menyukainya!” emosi Taemin tiba-tiba memuncak. Membuat Key kaget seketika. Tidak menyangka hal yang ditakutkannya selama ini akan terjadi.

“ Taemin, mianhae…” ucap Key lirih sambil berusaha menyentuh Taemin. Dia sudah tidak mampu berkata-kata apa lagi setelah diserang seperti itu. Dia hanya mampu meminta maaf.

Tapi Taemin menjauhkan tangan Key dari dirinya…

“Hyung, kau tau kan aku sudah menyukai Arina sejak pertama kali bertemu? Tapi kenapa kau tega seperti itu? hyung, aku tidak akan melepaskan Arina! Aku menyukainya!” bentak Taemin lalu pergi memasuki dorm tanpa peduli dengan Key yang sedang menahan air matanya.

Benar! Ini salahku. Salahku karena aku menyukai Arina. Salahku karena dengan bodohnya jatuh cinta padanya padahal sudah tau kalau Taemin juga suka. Salahku karena menyakiti Taemin. Itu salahku semua!!. Air mata Key mulai jatuh perlahan. Baru kali ini dia merasa kalau sikapnya bisa seburuk ini.

Aku harus berhenti! Aku harus berhenti sekarang juga!

##

“Key, kau melupakan kami ya? Kami lapaaaarr!! Cepat dong masak, jangan tidur terus. Tidak biasanya kau seperti ini” perintah Onew sambil membangunkan Key

“Ah..hyung ini. Aku malas ah.. kan ada Arina, suruh saja dia masak. Biasanya juga begitu kan..” jawab Key lalu mencoba tidur lagi. Sejak pembicaraannya dengan Taemin lusa kemarin, dia jadi sering dikamar untuk tidur. Dia ingin menghancurkan perasaannya itu dengan tidur dan menyibukkan dirinya sendiri dengan main game computer di kamar.

“Ayolah…sudah lama kau tidak masak” Onew terus memohon

“Aissshh.. Baiklah aku bangun” keluh Key lalu bangkit dan berjalan menuju dapur dengan penampilan yang masih acak-acakan. Gara-gara masalah itu, dia tidak peduli dengan penampilan. Rambutnya dibiarkannya acak-acakan. Dia malas untuk merapikannya.

Dia tiba didapur dan langsung menyiapkan segala perlengkapan dan bahan untuk memasak. Tiba-tiba Arina menghampirinya dengan senyum.

“Key, sudah lama aku tidak melihatmu. hahaha” seru Arina

Key tidak menggubrisnya, dia tetap mencoba fokus pada aktivitasnya. Saat ini dia mencoba mengurangi kontak dengan Arina untuk membunuh perasaannya.

“Key, rambutmu berantakan sekali. Biasanya kau paling peduli pada penampilan. Sini aku bantu rapikan” komentar Arina lalu dia mengeluarkan sisirnya dari tas kecil yang dibawanya. Diapun mencoba menyisir rambut Key.

“Jangan sentuh aku! aku sudah muak dengan dirimu!” bentak Key sambil mendorong Arina jauh-jauh dari dirinya. Arina terdorong hingga pinggangnya membentur meja. Arina meringis kesakitan. Diapun kaget karena tingkah kasar Key yang tiba-tiba itu. Akhir-akhir ini Key memang bersikap dingin pada Arina, tapi baru kali ini Key melukai fisik Arina.

“Hyung!! apa yang kau lakukan pada Arina?!” bentak Taemin yang tiba-tiba datang langsung merangkul Arina. tap Key sama sekali tidak menggubris, dia terus saja melanjutkan aktivitasnya.

“HYUNG!! kau tidak dengar?!!!” Taemin tambah emosi, dia menarik Key supaya menghadapinya.

“Sudahlah Taemin. Aku sudah tidak apa-apa. Tidak masalah” Arina mencoba menenangkan Taemin

“Tapi..” Taemin masih ingin berhadapan dengan Key

“Jebal.. “ Arina terus memohon

“Aisshh..” keluh Taemin lalu menggandeng Arina pergi supaya mengikutinya.

Key berusaha memusatkan konsentrasi pada aktivitasnya. Tapi sulit sekali. Air matanya jatuh perlahan. Sakit. Itulah satu kata yang ada dihatinya saat ini. sakit sekali ketika dia berusaha membunuh perasaan itu. Sakit sekali ketika dia berusaha menyakiti Arina. Sakit sekali ketika dia melihat Arina yang meringis kesakitan karena ulahnya. Sakit sekali saat melihat raut wajah sedih Arina saat merasakan sikapnya yang mendadak kasar padanya.

Sett! pisau yang Key pegang ditangan kanannya melukai jari telunjuk kirinya secara tidak sengaja. Ini karena konsentrasinya terpecah. Telunjuknya mulai mengeluarkan darah segar. Sakit. Tapi bukan itu yang membuat tangisnya semakin menjadi sekarang.

“Aigo!! eomonaa! Key, gwaenchana?” Jonghyun tiba-tiba datang dan mulai cemas melihat darah di jari Key yang terus mengalir. Key tidak menjawab, dia hanya menangis tanpa suara.

“Key, bertahanlah. aku segera kembali” Jonghyun langsung pergi lagi dan mencari kotak P3K.

“Key!” panggil Onew yang tiba-tiba datang karena pemberitahuan Jonghyun tadi. dia jadi merasa bersalah karena tadi dia yang menyuruhnya memasak.

“Jonghyun, ppaliwa!!!!” seru Onew

“Key, aku datang!” seru Jonghyun sambil membawa kotak P3K

Dengan hati-hati, Onew mulai membalut luka Key. Dan beberapa menit kemudian, Luka itu terbalut sempurna. Tapi air mata Key masih terjatuh.

“Key? masih sakit ya? mian, aku tidak bisa mengobati dengan benar. Kalau ada Arina, mungkin dia bisa mengobati ini. Tapi ia baru saja pergi.” tanya Onew.

Arina lagi.. Arina lagi.. Key jadi semakin ingin menangis.

“Hyung, biar aku saja yang tangani. Tenang saja.. lebih baik hyung lanjutkan telepon dari Gyungshik hyung tadi” usul Jonghyun

“Tapi.. apakah tidak apa-apa?” Onew masih cemas

“Gwaenchana..gwaenchana.”

“Wae? aku yakin kau menangis bukan karena jarimu itu” tanya Jonghyun.

“Hyung, aku sudah menyerah. aku tidak akan lagi memiliki perasaan padanya.” jawab Key lirih

“Wae?”

Air mata Key kembali berjatuhan. Lalu dia menceritakan segalanya sejak pembicaraannya dengan Taemin lusa kemarin hingga sekarang.

“Kenapa kau tidak bilang padaku kalau sudah sejauh itu?” Jonghyun merasa prihatin

“Percuma hyung. Sudahlah. Aku akan membiarkannya bersama Taemin.”

“Kau yakin?”

Key tidak menjawab.

“Aku tau kau masih mencintainya. Kau akan semakin sakit jika seperti ini terus. Dan rasa itu tidak akan hilang. dan jika cinta itu tulus, rasa cinta itu tidak akan hilang apapun kejadiannya” ucap Jonghyun sambil menunduk. dia jadi ingat masalalunya yang pedih.

“Hyung, apalagi yang bisa kuperbuat? aku juga tidak mau berperang dingin terus dengan Taemin”

“Jangan coba membunuh rasa itu lagi. Biarkan seperti air mengalir. ”

Key mencoba meresapi kata-kata Jonghyun. Dia menunduk dan terus bertanya pada dirinya. apakah bisa dia melakukan itu?

“Ya! hari kamis besok kau bilang kan kita mau ke Everland sama Arina dan teman-temannya ya?” tanya Jonghyun, dia tiba-tiba semangat

“Hyung, seperinya aku harus membatalkan janji itu.”

“Mwo?!  Hajima!! kau tidak bisa membatalkan janji senaknya seperti itu. Kasihan mereka. Pasti mereka kecewa sekali. Kau mau membuat shawol kecewa?”

“Tapi hyung, keadaanku saat ini~” kalimat Key tergantung

“Kau baik-bak saja, Key. Aku tau kau kuat. Kau akan kuat seperti aku”

Kalimat Jonghyun itu membuat Key tersenyum sedikit. Membuat semangatnya sedikit naik. Walaupun hanya sedikit, tapi itu penting.

##

Taemin membawa Arina berjalan-jalan untuk menghiburnya. Dan Sekarang Arina tertawa kembali setelah tadi sempat

menangis karena Key yang mendadak kasar padanya.

“Heh.. kau sudah tertawa lagi rupanya! hahaha” seru Taemin sambil menusuk pipi Arina

“Memangnya kenapa heh? tidak boleh? hahahaha. Tapi terima kasih ya..”

“Cheonmaneyo. Aku lelah, duduk dulu yuk” ajak Taemin. Dan mereka duduk disalah satu kursi panjang.

“Arina..” panggil Taemin dengan ragu

“Hmm?”

“Saranghamnida” ucap Taemin sambil menunduk karena malu

“Ara..  kau kan mengucapkannya setiap hari. hahahaha” respon Arina sambil tertawa

“Aku serius” kali ini Taemin menatap Arina sungguh-sungguh hingga Arinapun akhirnya menghetikan tawanya karena kaget. Tidak menyangka ini benar-benar terjadi, Arina kira dia selama ini hanya bercanda. Suasana mendadak

menegangkan, padahal lingkungannya sedang ramai sekali.

“Hmmm.. Aku ingin kau menjadi yeojachingu-ku. Kau mau?” tanya Taemin dengan hati-hati.

Arina tertegun. Tiba-tiba teringatlah semua perbuatan baik yang pernah Taemin lakukan. Dari pertama mereka bertemu hingga sekarang. Taemin memang paling baik dan perhatian padanya sejak dulu. Ingin rasanya dia bilang ‘Ne’ untuk Taemin. Supaya bisa membalas semua kebaikannya, dan membuatnya senang. Tapi ada sesuatu yang membuat Arina tidak ingin mengatakan itu. Karena ada seseorang yang dicintainya, bukan cinta yang dilakukan hanya untuk membalas budi. Seseorang yang pernah menyakitinya tapi dia masih tetap mencintainya. Seseorang yang baru dia sadari kalau selama ini dia menunggu seseorang itu walau mungkin tidak mungkin.

“Taemin, mianhae..” ucap Arina lirih. Taemin lalu menatapnya dengan rasa sakit dihati.

“Aku tidak bisa. Ada orang yang kucintai. Mungkin ini bodoh..tapi aku menunggunya walaupun itu kemungkinannya kecil. Aku akan selalu menunggunya” lanjut Arina. Air matanya menetes perlahan, tidak tahan menahan gejolak konflik batin dihati. Dia tidak mau menyakiti Taemin, tapi dia juga tidak mau memaksakan perasaannya pada Taemin.

“Orang itu.. Key hyung?”

“Hmm?” Arina menatap Taemin dengan heran. Kenapa Taemin tahu tentang itu? pikirnya.

“Babo. Padahal aku sudah menduganya. Tapi aku terus memaksakan ini.” keluh Taemin pada dirinya sendiri.

“Taemin, mianhae…”

“Ah.. gwaenchana. Tapi kau tidak akan menolakku sebagai teman kan?” tanya Taemin yang mencoba untuk ceria.

“Tentu! Kau teman terbaikku!”

“Pulang yuk..” ajak Taemin

Lalu mereka pulang naik bus bersama. Tap di bus, Taemin tidak seceria tadi. Dia jadi banyak diam sambil menyandarkan kepalanya dijendela dan menatap jalanan kota dengan tatapan kosong. Melihat itu, Arina jadi semakin merasa tidak enak.

Mungkin keceriaannya tadi itu hanya bohong. Dibalik itu semua sebenarnya dia sedih. Apakah aku benar-benar sejahat itu? Tega sekali aku membuat orang yang selama ini baik padaku jadi seperti ini. Aku jahat.. Tapi, bagaimana lagi? aku mencintai Key. Batin Arina

##

TIIIIINN!! suara klakson sebuah mobil sport putih mengagetkan semua yang sedang berkumpul didepan dorm SHINee. Mereka adalah Onew, Taemin, Key, Minho, Arina, Alia, dan Risha.

“Ya!! biasa aja dong. Aku hampir jantungan!” protes Onew  pada supir mobil itu yang ternyata Jonghyun. Jonghyun turun mobil dengan bangga lalu menunjukkan sebuah kartu dihadapan yang lainnya.

“Lihat ni! aku sudah punya SIM!! hahahaahahahaha” Jonghyun mulai pamer

“Ah.. biasa saja. Hyung kan sudah 4 kali tidak lulus. Mungkin saja tim penilai merasa kasihan padamu, lalu akhirnya diluluskan” ejek Minho. Yang lainnya tertawa, karena kenyataan itu.

“Ya! tidak bisakah kau menutup mulutmu! disini ada shawol, dan kau malah membongkar aib itu!!” protes Jonghyun

“Haha.. kami tidak apa-apa oppa. Kami akan tutup mulut.” ucap Alia sambil cekikikan

“Ah.. baguslah kalo begitu. Baiklah, ayo kita berangkat. Kalian berempat naik Van. Para yeoja akan naik mobilku. Oke? hehehe” perintah Jonghyun sambil cengar-cengir (author : bang, berarti ane ikut abang yak?*sambil kedipin mata*. Jjong : astagfirulohh!! *gali kubur*)

“Kelihatan sekali modusnya.” bongkar Onew

“Oh tidak seperti itu Marisol!! udah sana kalian naik Van!” perintah Jonghyun

Dan keempat member SHINee lainnya mulai naik Van sedangkan Arina, Risha, dan Alia naik mobil Jonghyun.

“Risha, kamu didepan sama Jonghyun oppa. OK?” usul Arina dengan senyum mencurigakan

“Apa?!! Ngga mau! aku dibelakang aja. Malu sumpah, nanti bisa-bisa aku salting. Sekarang aja aku udah hampir pingsan deket sama dia.” Risha mulai cemas

“Kesempatan Risha!!” goda Arina

“Satu mobil aja udah kesempatan, Rin. Udah ah.. aku ngga berani” Risha buru-buru menuju pintu belakang mobil Jonghyun.

“Kalian bicara apa sih? jangan pakai bahasa Indonesia dong…” protes Jonghyun

“Ah… Anni..oppa. hehehe” ucap Risha dengan kegugupan tingkat tinggi. Wajah Risha sudah sangat memerah seperti tomat.

“Haha.. kau lucu. Yasudah, ayo cepat masuk.”

Dan semua masuk ke mobil. Tapi hanya Jonghyun yang duduk didepan. Diapun menoleh kearah belakang.

“Kalian kenapa dibelakang semua? temani aku didepan.”

“Hah… Arina  saja didepan yaa…” usul Risha sambil gelagapan

“Aku? Aku sedang tidak mau didepan.”

“Yasudah.. Alia..” usul Risha lagi

“Ya! kalian ini kenapa? seperti anak kecil saja. Yasudah aku tunjuk ya, yang aku tunjuk harus bersedia duduk didepan.

Tidak ada protes.”

“Kau!” Jonghyun menunjuk Risha yang sedang salah tingkah. Dia jadi tambah salah tingkah lagi.

“Ayo didepan…” seru yang lainnya

“Ah.. baiklah..” Risha pasrah

Di perjalanan benar-benar canggung keadaannya. Hanya Arina dan Jonghyun yang mengobrol. Risha dan Alia hanya diam. padahal niat Arina ingin mendekatkan Risha pada idolanya.

##

Mereka naik berbagai wahana sejak datang tadi. Tidak lupa juga menonton berbagai pertunjukkan dan ke toko souvenir untuk saling bertukar kenang-kenangan. dan akhirnya tibalah waktu malam. Mereka merasa lelah karena daritadi terlalu excited lari kesana kemari.

“Sekarang bagaimana kalau kita naik kereta gantung sambil menikmati festival kembang api?” usul Jonghyun

“Hyung tidak lelah?” tanya Key

“Anni! ayo..ayo!” ajak Jonghyun dengan semangat

“Kau saja sana. Kami mau disini.” respon Onew

“Aku tidak mau tau, pokoknya kalian harus ikut juga!”  perintah Jonghyun. Lalu dia menarik tangan Key dan Arina pergi menuju wahana kereta gantung. Sesaat Taemin menatap kepergian mereka, ingin rasanya dia menyusul mereka. Tapi diurungkan kembali keinginan itu.

“YA!! kenapa kau tarik tanganku hyung? aku tidak mau naik!” protes Key

“Oppa, lepaskan. Aku lelah.” kali ini Arina yang protes

Tapi tangan Jonghyun terlalu kuat sehingga mampu menyeret mereka hingga menuju kereta gantung. Jadi hanya mereka bertiga yang pergi. Terbesit kekhawatiran dihati Arina karena dia akan satu kereta gantung dengan Key, hubungannya dengan Key masih canggung.

“Oppa, tidak seru jika hanya kita bertiga. lebih baik kita turun lagi” usul Arina saat mereka sudah masuk kedalam kereta yang mesinnya belum dijalankan itu. Dia masih khawatir. Sedangkan Key pasrah, dia hanya akan berdiam diri didepan Arina nanti, kalau tidak dia hanya akan mengobrol dengan Jonghyun.

“Siapa bilang bertiga? Kalian berdua. Aku akan turun. Annyeong! sampai ketemu dibawah nanti.” ucap Jonghyun sambil tersenyum jahil lalu menutup pintu kereta itu dan mesin mulai berjalan.

“OPPA!!!!” teriak Arina sambil menggedor-gedor pintu kaca itu. Jonghyun hanya menjulurkan lidah melihat itu. Key dan Arina merasa tertipu. Mereka benar-benar ingin memakan Jonghyun hidup-hidup.

Arina kembali duduk dengan tenang. Dia melirik Key yang sedang menatap kearah luar kaca. Lalu dia ikut menatap pemandangan Everland lewat jendela disebelahnya. Hatinya tetap cemas walaupun dari luar dia terlihat tenang. Apa yang harus dilakukannya sekarang??

Sama dengan Arina, Key juga sebenarnya cemas. Bagaimana kalau nanti Taemin marah lagi? Bagaimana kalau nanti

hubungannya dengan Taemin malah bertambah renggang karena tau dirinya dan Arina sedang berduaan? Ditambah lagi dengan perasaan bersalah pada Arina karena kemarin.

“Hi!” sapa Arina dengan melambaikan tangannya didepan Key  yang sedang menatap pemandangan Everland. Akhirnya dia mencoba memberanikan diri untuk menyapa Key.

Key tidak menjawab. Hanya menatapnya dalam tanpa senyum seperti Arina tadi.

“Ehmm.. aku.. aku minta maaf karena kemarin aku mengganggumu. Aku menyesal. Aku mohon kau tidak marah lagi padaku.” ucap Arina perlahan sambil menunduk. Melihat itu, Key merasa sedih. Dia merasa bukan Arina yang salah. Tapi dirinya sendiri. Dia tega menyakiti orang yang dicintainya.

“Sebenarnya kau tidak salah, akulah yang bermasalah. Aku juga mau minta maaf karena kemarin aku kasar padamu.”

“Gwaenchana” ucap Arina sambil tersenyum riang. Dia senang karena Key mau bicara padanya dan tidak sekasar kemarin.

“Kau benar-benar memaafkanku?” tanya Key dengan penuh pengharapan. Arina mengangguk.

Tiba-tiba mereka jadi senyam-senyum sendiri sambil melihat pemandangan Everland. Mereka bahagia karena sudah saling memaafkan. Tapi tiba-tiba teringat sesuatu yang mengganggu pikiran Key. Diapun kembali menatap Arina yang sedang senyam-senyum.

“Arina..” panggil Key

“Hmmm?”

“Boleh aku tanya sesuatu? tapi hal ini hal pribadi”

“Mau tanya apa?”

“Hhhmmm… sebenarnya sejauh apa hubunganmu dengan Taemin sekarang?” tanya Key dengan ragu. Dia sudah mencoba mempersiapkan diri kalau Arina menjawab hubungannya adalah berpacaran. Arina diam sesaat dan menghela nafasnya mendengar pertanyaan itu.

“Mian, kalau kau tidak mau jawab, aku tidak memaksamu.” Key jadi merasa tidak enak melihat ekspresi Arina

“Seperti yang kau lihat. Kami teman” jawab Arina

“Jeongmaliyo? Tapi.. bukankah kalian begitu dekat? Aku kira kalian memang sudah pacaran.” terbersit sedikit rasa senang dihatinya.

“Mungkin jika keadaannya tidak seperti ini aku akan menerimanya karena dia begitu baik dan perhatian padaku. Tapi keadaannya lain..”

“Maksudmu?” Key tidak mengerti maksud Arina tadi

“Jadi kemarin dia menyatakan perasaannya. Dan dia memintaku menjadi pacarnya.” ungkap Arina. Key tertegun mendengar itu.

“Lalu? kau menolaknya?”

Arina mengangguk.

“Karena aku sudah jatuh cinta pada seseorang. Aku akan mempertahankan perasaan ini, walaupun mungkin dia tidak akan peduli pada perasaanku”

Key merasa takjub. Darisana dia bisa memperoleh pelajaran. Dia juga akan seperti Arina, dia akan mempertahankan perasaan ini walaupun mungkin Arina tidak peduli. Tapi sekarang pertanyaannya, pada siapa Arina jatuh cinta? Tapi kalau dilihat dari kalimatnya, itu seperti Onew. Karena Onew seperti tidak peduli pada perasaan Arina, pikir Key.

“Siapa orang itu? Onew hyung?” tanya Key. Arina menatap Key dalam-dalam seperti mengirimkan suatu pesan pada Key. Tapi sesaat kemudian Arina menatap kembali ke pemandangan luar sambil tersenyum.

“Rahasia!! hweeeee” Arina menjulurkan lidah pada Key lalu tertawa melihat Key yang sangat penasaran.

“Aisshh.. menyebalkan sekali orang ini!” Key melipat lengannya didada lalu menatap Arina dengan kesal.

Arina tertawa cekikikan melihat wajah Key yang kesal. Key langsung ngedumel sendiri mengungkapkan kekesalannya itu.

“Festival kembang api dimulai!!” seru Arina sambil menunjuk lewat kaca disebelahnya. Key langsung mengalihkan perhatiannya pada kaca disebelah Arina.

“Wow..”

“Arina, kau mau dipotret dengan kembang api itu sebagai backgroundnya?” tanya Key

“Mauuuu. Tolong potret aku yaaa..”

Lalu Key menyiapkan ponselnya dan mengklik menu kamera.

“Hana dul set..” Key memberi aba-aba. Arina tersenyum lalu Key mulai mengambil gambar itu.

“Bagus tidak?” tanya Arina sambil mengambil ponsel Key untuk melihat gambarnya. Dan Arina tersenyum.

“Bagaimana? bagus kan hasil jepretanku? Momentnya pas sekali saat kembang apinya sedang meledak(?)  …” Key mulai senyam-senyum sendiri membanggakan dirinya sendiri lalu menonton festival kembang api kembali.

“Ne.. ne.. kau memang hebat. Nanti cetak foto ini ya kalau bisa..” komentar Arina sambil mengclose gambar dirinya saat sedang dipotret dengan background kembang api itu. Lalu kembalilah ke gallery, disana terlihat banyak foto-foto selca Key. Arina mulai iseng melihat-lihat isi gallery di ponsel Key itu. Melihat foto-foto itu membuat Arina jadi senyam-senyum sendiri. Sebenarnya Arina ingin mengambil foto itu tapi takut nanti perasaannya malah diketahui oleh Key padahal dia belum siap.

Tiba-tiba jantungnya berdetak lebih keras saat dia menemukan foto-foto dirinya di ponsel Key. Senyumannya menghilang tergantikan oleh muka merah karena malu. Disana ada beberapa foto snapshot dirinya. Saat dia sedang memasak bersama Key, saat sedang tertawa lepas, dan saat dia sedang tertidur di meja makan dorm SHINee karena kelelahan. Kenapa Key mengambil dan menyimpan foto-foto ini? bahkan aku saja tidak tau kapan dia mengambil foto ini. Tanyanya dalam hati. Setelah melihat foto-fotonya itu, dia langsung keluar dari gallery dan mengembalikan ponsel itu. Dia jadi diam sambil terus bertanya-tanya dalam hati, jantungnya masih berdebar.

“Arina.. ayo turun. Kita sudah sampai. Sekarang saatnya kita siksa Jonghyun hyung!!” seru Key berapi-api hingga lamunan Arina buyar.

“Eh..oh..iya. Ayo turun.”

Dan mereka akhirnya turun lalu langsung berlari kearah yang lainnya. Key paling semangat, dia langsung menghampiri Jonghyun. Sementara Arina tidak terlalu bersemangat karena pikirannya masih terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan tadi.

“OK, puas kan? sekarang pulang yuk” ajak Onew. Dan yang lainnya menyetujui. Jonghyun mengantar Arina, Risha dan Alia langsung ke rumah kontrakan mereka. Sedangkan member lainnya langsung ke dorm mereka.

Arina tidak bisa tidur karena masih kepikiran dengan kejadian tadi. Diapun mengambil buku diarynya dan menulis sesuatu.

Hari ini kami ke Everland. Menyenangkan sekali.

Dan.. Key sudah memaafkanku, dia juga  menyesal karena perbuatannya kemarin. Wajahnya ceria kembali

setelah kita saling meminta maaf. Betapa kuatnya efek kata maaf itu. hahaha..

Tapi.. aku kaget saat melihat foto-fotoku di ponselnya. Kenapa dia mengambil gambarku secara diam-diam? Apa dia juga punya perasaan sama denganku???

 STOP! jangan berpikir yang tidak-tidak! Jangan kegeeran!!!!!!

Arina menutup buku diarynya dan kembali merenung. Ditatapnya Risha yang juga sedang tidak bisa tidur. Risha sedang asyik menonton apapun video SHINee di laptopnya. Dia sedang mengenang saat dirinya bersama SHINee tadi. Tentu saja yang terpenting adalah mengenang saat dirinya bersama Jonghyun, walaupun momentnya tidak banyak.

“Risha” panggil Arina

“Apa?” Risha tidak menoleh pada Arina karena sibuk menonton

“Menurut kamu artinya apa kalo namja nyimpen foto-foto yeoja tapi foto-foto itu snapshot?” tanya Arina

“Banyak kemungkinan sih, tapi yang menonjol adalah mungkin dia mau nyantet itu yeoja. Kan kalo mau nyantet harus ada foto korban dulu dong” jawab Risha asal.

“Kampreet! berarti ane disantet orang dong.”

“Hahaha. Nasib, Rin.” Risha malah cekakakan sambil masih menonton video di laptopnya.

“Serius dong, Ris” protes Arina.

“Atau engga, mungkin namja itu punya perasaan ke yeoja itu tapi dia ngga berani ngomong. Jadi dia ngambil foto diem-diem supaya ngga ketahuan.” kali ini jawaban Risha membuat Arina berdebar lagi.

“Emangnya kamu nyeritain siapa sih?” tanyanya lalu menatap Arina. Arina tidak menjawab, dia jadi sedikit salah tingkah.

“Siapa namja itu?” goda Risha

“Hah apaan tiba-tiba ingin tau aja” protes Arina lalu langsung loncat ke tempat tidurnya.

“ Siapa? Siapa?” Risha terus mencoba

“Ngga ada! Udah ah tidur aja sana.” perintah Arina

“Key oppa?” tanyanya. Arina terlonjak kaget. Kenapa Risha bisa langsung tau seperti itu? pikirnya.

“Tuh kan mukanya langsung gitu. Pasti iya. Pasti kalian sedang ada apa-apa.” tuduh Risha

“Apa sih Risha? tau darimana yang gitu-gitu?”

“Dari Jonghyun oppa” jawabnya enteng

“Emang dia ngomong apa?” Arina penasaran

“Tadi waktu kalian naik kereta gantung. Jonghyun oppa balik lagi sendiri sambil ketawa-ketawa sendiri. Trus waktu Onew oppa nanya kenapa dia balik lagi trus dia jawab ‘Ngga mau ganggu yang sedang ngedate’. Trus jadinya kita tau semua. Udah ya.. aku ngga ikutan” jelasnya lalu langsung pergi, tidak ingin melihat Arina mengamuk.

“APA?? Jonghyun oppa bilang itu ke semua? Parah! Parah!! Kan semuanya jadi salah persepsi. Dasar penebar gossip!!!” Arina jadi tau mengapa tadi saat dia turun bersama Key, yang lainnya malah senyam-senyum mencurigakan kecuali

Taemin yang tampak diam. Ternyata itu. Sekarang bagaimana dengan Taemin? Dia pasti sakit karena mendengar itu? Arina cemas.

Ponsel Arina berdering. Arina langsung menatap nama di screen ponselnya. Jantungnya berdebar kembali melihat nama itu. DEG! DEG! DEG! Arina mengangkat telepon itu.

“Yeoboseyo” jawab Arina dengan suara lemah karena grogi

“Arina, sudah tidur ya? Mian.. aku akan tutup lagi teleponnya” respon Key

“Wait!” Arina merasa tidak mau kehilangan suara Key dari teleponnya

“Yes?”

“Aku.. aku belum tidur. Tadi kau mau bicara apa?”

“Tidak penting sebenarnya. Haha.”

“Katakan saja”

“Aku tidak bisa tidur. Ini gara-gara Jonghyun hyung, gara-gara dia menyebar gossip ke member lain, hingga sekarang mereka selalu menggodaku” keluh Key. Padahal dia sedikit senang.

“Parah Jonghyun oppa.” Arina sedikit kesal karena dia masih memikirkan Taemin

“Tapi..” Key ingin mengatakan sesuatu tapi dia malu mengatakan itu, wajahnya jadi merah seperti Arina saat ini.

“Tapi apa?”

“Bagaimana perasaanmu jika gossip itu menjadi nyata?” tanya Key hati-hati. Key jadi semakin ingin menunjukkan

perasaannya pada Arina.

DEG! Arina benar-benar speechless. Darahnya berdesir cepat, ditambah jantungnya yang sedari tadi sudah berdebar.

“Arina…” panggil Key dengan lembut

“Hah? Mian.. tadi kau bicara apa Key? aku ngantuk” Arina berbohong padahal dia tadi tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Itu akan menjadi hal yang indah.

“Oh.. lupakan saja. hehe.. yasudah kau tidur saja. Besok kami ke Jepang, berangkat dari dorm jam 7 pagi. Kalau besok tidak sibuk, kau bisa bantu kami membawa barang hingga di airport”

“Besok aku kuliah jam 10. Baiklah Aku bisa membantu kalian dulu. Aku akan datang jam 6 pagi”

“OK.. aku akan menunggumu. Jangan kesiangan” lalu Key menutup teleponnya. Arina meletakkan ponsel disampingnya dengan wajah yang masih tak percaya dengan pertanyaan Key tadi.

TBC

Makasih buat yang udah sabar menunggu ff yang lamanya kebangetan ini… jangan lupa kritik saran yaaa… gamsahamnida *tebar bunga*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “Take Me With You – Part 12”

  1. yeyeyey… taemin g jd sm arina… hahaha tp jarang2 ya taemin bersaing sm hyungnya… kkkkk mskipun sbntr n gal ekstrim… hihihi

    marisol… bwahahaha onew dpggl marisol oleh jjong.. lol

    seru seru
    ayo atuh key… cpt2 nyatain perasaanmu…
    author jg ayo cptn lnjutnnya… kkkkkk

    1. hahaha.. makanya itu ingin bikin yang jarang.. persaingan tetem dan emaknya!! XDD

      mending marisol, tadinya mau dipanggil amira *sinetron -_-*

      iya ih.. key, cepet nyatain perasaanmu pada SAYAHHH!! HAHAHA *digampar*

      ok tinggal ditunggu aja next partnya, makasih udah mau baca 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s