You Save Me from My Silent World – Part 16

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana (Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Ham Eun Jung

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Life, Sad

Rating : PG-13

Nakitai toki wa nakeba ii kara

Nee muri wa shinaide

Namida karetara egao ga hiraku

Hora, mou waraatteru

(It’s okay if you cry when you want to,

It’s not unreasonable.

When a tear dries, a smile lights up your face.

Look, you are already laughing.)

Tomadou no wa mirai ga aru kara

Mabushisa ni makenai yuuki ga hoshii

(The future is confusing

But I won’t lose to its brilliance, I want to have courage)

Everyday and night with you

Chiisana kimi no te wo nigirishimeru kara

Everyday Everynight Everywhere

Tsunagaru kanshoku wo zutto tashikame yo

Ima monogatari wa begin

(Every day and night with you,

I hold your small hand tightly

Every day every night everywhere,

Let’s always make sure our feelings are connected

Now, let the story begin.)

Hitomi sorashite saketeru tsumori

Demo boku wa suki da yo

Hanarete ite mo wakachi au mono

Sou omoi ga areba

(You avert your eyes… do you plan to avoid me?

But I like you

Even when we are separated, we can share something

Yes… if we have these feelings)

**DBSK-Begin**

Taemin POV

Pagi-pagi sekali aku bangun, baru kali ini aku barun lebih pagi dibandingkan Hana nuna, aku bangun sekitar pukul empat pagi. Kurenggangkan seluruh otot-ototku sebelum beranjak dari kasurku. Sempat aku berdiam diri sesaat untuk memikirkan apa yang akan kulakukan hari ini. Dan semangatku bangkit saat aku teringat alasanku bangun pagi. Kutapaki anak tangga satu persatu dengan penuh semangat.

Tadinya aku mau langsung ke kamar mandi, tapi aku teringat sesuatu yang membuatku merubah arah langkahku, aku segera menuju ruang tamu. Rasanya aku sangat tidak menyangka dengan apa yang kulihat, kudapati Key hyung sedang menitikkan air mata. Kurasa dia sedang bermasalah karena semalam waktu ia muncul di kamar Eun jung nuna, matanya pun sudah sembab.

“Hyung, gwenchana?” tanyaku seraya menghampirinya.

“Ne, gwenchana.” Jawabnya pelan. Aku yakin apa yang diucapkannya itu palsu.

“Tae-ah, aku pulang ya, sampaikan maafku pada Hana karena tidak pamitan padanya.”

“Ne. hanya itu saja pesanmu?”

Ia hanya mengangguk dan kemudian beranjak ke arah pintu, aku mengantarnya sampai gerbang dan beberapa menit ia dan mobilnya sudah menghilang dari padanganku.

+++++

Hana POV

Pagi yang buruk, aku merasa hatiku tidak tentram sekali, tidak tahu apa penyebab pastinya. Kulangkahkan kakiku memasuki gerbang kampus. Kakiku terhenti di depan parkiran mobil, berharap aku bertemu Key oppa di tempat ini. Tadi pagi ia pulang sebelum aku bangun, rasanya sulit sekali punya kesempatan untuk berbincang lama dengannya. Semakin sulit bicara dengannya, semakin aku penasaran dengannya, terutama dengan perubahan sikapnya akhir-akhir ini.

Harapanku terkabul sepertinya, kulihat ia keluar dari mobilnya. Wajahnya masih tampak kusut, dan aku baru menyadari rambutnya sudah mulai gondrong dan tampak tidak terawat, agak aneh untuk seorang Key yang katanya sangat rapih. Key oppa yang kulihat pagi ini mengenakan kacamata, kalau boleh kutebak, mungkin ia menyembunyikan mata layunya dibalik kacamatanya itu.

“Annyeong Key oppa…”sapaku ragu. Kutangkap matanya yang seperti menghindari tatapanku.

“Ah…kau. Aku sedang buru-buru, mian…” kilahnya cepat.

“Oppa, aku tahu kebohongan kalian sejak awal.” Aku tidak tahan lagi, kuputuskan untuk memancingnya, atau bahkan ucapanku barusan terbilang cukup frontal.

“He? kebohongan apa?” ia tampak tidak mengerti maksudku. Sandiwarakah ini?

“Jonghyun oppa bukan Kiyun, aku tahu itu. Oppa, pertanyaanku sejak awal adalah-kenapa kalian harus membohongiku?”

Ia hanya mematung, tidak menjawab pertanyaanku ataupun mengeluarkan ekspresi tertentu, wajahnya tetap datar, aku jadi tidak bisa meraba-raba tentang apa yang ada di otaknya sekarang. Aishh…apa ia sengaja berekspresi datar seperti itu agar tidak terbaca olehku.

“Ya! Kalau seperti ini kau lebih parah dari wajah tanpa ekspresinya Minho.”Aku kesal melihatnya membisu seperti ini.

“Cih, kau menangis pun aku tidak akan bilang. Sudahlah, aku bosan dengan kisah mencari orang di masa lalu semacam ini. Lupakan Kiyunmu itu, dia saja tidak pernah berusaha mencarimu.”ia tersenyum sinis sambil melirikku dengan satu mata yang agak menyipit.

Kalimatnya barusan benar-benar menusuk hatiku, kini giliran aku yang mematung. Apa betul Kiyun sama sekali tidak pernah mencariku? Apa aku bukan orang yang berarti untuk Kiyun? Padahal Kiyun pernah bilang, sampai kapan pun kami akan bersahabat, aku adalah bagian berharga dalam hidupnya, dan ia akan berusaha untuk menjadi malaikatku. Ah, berarti itu semua omong kosong, tidak beda dengan rayuan gombal. Satu kali lagi aku dikhianati. Mengapa sulit mencari orang yang dapat kupercayai?

“Oppa, kau tidak bohong kan?” Aku berharap apa yang baru dikatakannya itu bukan rekayasanya agar aku melupakan Kiyun.

“Tentu saja. Sejak kalian berpisah, dia tidak pernah mencarimu, kau saja yang terlalu terobsesi mencari keberadaannya.” Lagi-lagi Key oppa tersenyum sinis, menakutkan sekali senyumnya, dan rasanya hatiku bertambah sakit melihatnya.

“Ne, sepertinya aku terlalu berharap. Aku lupa bahwa sifat dan hati manusia dapat berubah seratus delapan puluh derajat, dan lagi-apa yang diucapkan belum tentu sama dengan apa yang ada di hatinya.”balasku pasrah.

+++++

Minho POV

Dari jauh kulihat Hana sedang termenung di salah satu sudut kantin fakultas. Ia tampak tidak bersemangat mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan. Aku sedikit ragu untuk menghampirinya, seharusnya aku memang berusaha menjadi sahabatnya, tapi semakin aku ada di dekatnya, semakin sulit membersihkan perasaan cintaku padanya. Jadi kurasa aku lebih baik menjauh lebih dulu sampai perasaanku netral lagi.

“Pabo-ya! Kau sedang apa berdiri seperti itu?” sebuah jitakan mendarat di kepalaku bersamaan dengan munculnya suara cerewet tadi.

“Yaish! Kecilkan suaramu, Pabo!” balasku setengah berbisik.

“Ne, ne, kau pasti malu, jelas saja seorang Charismatic Flaming tidak mau diteriaki pabo. Ya! jangan lupa kau hutang mentraktir makan aku gara-gara kalah taruhan waktu di Lotte World itu.”

“Aku tidak lupa, kau saja yang tidak muncul-muncul di depanku.”

“Ah, itu karena aku sibuk mengamati Key. Kau sadar tidak Key jadi aneh sekali akhir-akhir ini? Si Umma cerewet itu mendadak jadi pendiam, mukanya seperti murung dan memikul banyak masalah. Apa dia cerita sesuatu padamu?” tutur si Yeoja setengah namja ini dengan alis kanan dan kiri yang saling bertaut.

“Ani, Dia tidak cerita apa pun padaku. Aku juga merasa aneh, kemana ya setan cerewetnya itu? Dan yang lebih aneh, penampilannya tidak terurus, ini bukan Key hyung. Untuk sementara aku berpikir ia hanya terlalu kelelahan karena setiap kali pulang, ia sering berkeringat dan langsung masuk ke kamarnya.”

“Tanpa mandi terlebih dulu?”Tanyanya cepat. Benar juga, Key hyung biasanya paling anti istirahat sebelum mandi, apalagi kalau badannya habis berkeringat.

“Hais, kenapa kau tidak pernah cerita padaku!”

“Aku baru ingat saat kau menanyakan Key, hehe…”

“Kyaaa! Dasar kau memang pabo. Otakmu Cuma dipakai kalau di lapangan saja sih.”

“Hais, kau yang pabo. Kau sadar tidak kalau Key-mu itu menyukai seorang yeoja?”

“MWO? Kau serius?”Kini wajahnya tampak panik.

“Tentu saja serius, memang apan aku pernah bercanda?”

“Kau tahu siapa yeoja yang dia suka?”

“Molla, kan kau sendiri yang bilang otakku hanya bereaksi cepat saat di lapangan, jadi mana mungkin aku tahu.” Aku berbohong. Rasanya tidak tega mengatakan kalau Key menyukai Hana, sahabatku ini sangat mencintai Key sejak dua tahun yang lalu.

“Hais, sia-sia memang bertanya pada sahabatku yang masa bodoh ini.” Wajahnya kesal.

Aku tidak membalasnya karena aku menyadari Hana sudah tidak ada di tempat semula. Kemana ia pergi? Aku meneliti seluruh sudut kantin untuk mencarinya. Lalu pandanganku tertarik pada sekumpulan orang yang sedang mengerubung ramai.

“Krys, sepertinya ada sesuatu di kantin, ayo kesana.”

Author POV

Mereka hanya melingkar dan  memandangi, tapi tidak ada yang bertindak sampai akhirnya seorang namja menerobos kerumunan tersebut dan mengangkat tubuh seorang yeoja yang tengah pingsan–yang sedari dari hanya dipandangi.

Di belakang namja itu ada seorang yeoja yang mengikutinya, mencari tempat yang layak dan sepi untuk meletakkan tubuh yang tidak sadarkan diri tadi.

Belum sempat yeoja itu diturunkan, ia sudah sadarkan diri. Ia menangis begitu menyadari penyebab pingsannya.

“Minho ya…ummaku meninggal…hiks.” Yeoja itu spontan mendaratkan wajahnya di dada Minho.

Namja yang dimaksud, Minho, membalasnya dengan mendekap erat yeoja yang dalam hatinya masih menjadi nommor satu itu.

+++++

Hana POV

Jiwaku terasa berpisah dengan ragaku. Kau tahu tidak betapa sedihnya ketika kau kehilangan anggota keluargamu, apalagi orang tuamu? Dia, Ummaku, orang yang menjadi alasanku untuk bertahan hidup. Karena umma, aku bertekad untuk mendapat kehidupan yang lebih baik agar dapat membahagiakannya. Tapi ia justru pergi sebelum aku dapat melakukannya.

Perjalanan Seoul-Daegu ini terasa melelahkan sekali bagiku, apalagi aku berulang kali mengalirkan air mata. Beruntung Minho menemaniku, aku tidak akan sanggup berpergian  sendirian dalam kondisi seperti ini. Aku terharu karena ia rela bolos kuliah karena menemaniku, padahal aku pasti akan di Daegu selama beberapa hari, dan dapat kau bayangkan berapa banyak materi kuliah yang ia lewatkan.

Mataku benar-benar terasa berat karena kebanyakan menangis. Setiap kali aku mulai terisak, Minho selalu menarik kepalaku untuk bersandar ke bahunya, dan dapat kurasakan ia mengusap-usap lembut kepalaku. Aku tahu saat ini ia berusaha memberiku ketenangan, inilah caranya menenangkan aku, bukan dengan kata-kata. Dan perlahan isak tangisku mereda setiap kali ia melakukannya. Gomawo Minho-ya…kau membuatku sedikit kuat.

Andai Jinki ada, saat ini aku mungkin dia yang menemani perjalanan melelahkan ini, Jinki pula yang akan menenangkanku dengan caranya. Aku dapat merasakan perbedaan cara Jinki dan Minho. Jinki, ah…caranya memiliki kemiripan dengan cara Kiyun…bedanya, omo, kenapa aku baru sadar…benarkah pikiranku kali ini?

Argghhh…lupakan Kiyun! Dia saja tidak pernah mencariku, aku bukan siapa-siapa baginya. Di saat seperti ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkannya, hanya membuatku bertambah kacau saja.

“Hana-ya, kau belum makan.” Ucapan Minho membuyarkan lamunanku. Tapi, ini pertanyaan atau pernyataan?

“Ne. tidak ingin.” Balasku singkat.

“Minumlah ini, minimal ini bisa memberimu energi.” Minho menyodorkan sebotol air hexagonal yang ia keluarkan dari tas ranselnya.

Aku meraih pemberian Minho, tapi belum kubuka segel yang merekat pada botol tersebut. Aku benar-benar tidak bernapsu sedikit pun untuk makan ataupun minum saat ini.

++++++

Taemin POV

“Nuna, kau tidak boleh merasa rendah seperti itu. Bukankah setiap orang punya kesempatan hidup yang sama, tidak peduli apakah orang itu bagus secara fisik atau tidak. Lagipula kau masih punya jalan, kurasa kau harus menerima solusi yang ditawarkan Jonghyun hyung.”

Dia membisu, tapi bola matanya bergerak menatapku sesaat. Sungguh, aku sakit melihat ia merasa terpuruk seperti ini. Mungkin ini juga yang dirasakan Jinki hyung ketika Hana nuna sedang mengalami masalah.

“Tae-ah, kau-tidak tahu dampak dari solusi itu. Di luar sana akan bermunculan juga orang-orang yang menghinaku karena -aku -hidup -dengan- wajah palsu.”ucapnya terbata.

“Jangan terlalu pedulikan apa kata orang, bukankah selama ini juga kau tidak terlalu memikirkan apa yang orang katakan tentangmu? Nuna, aku memang tidak pernah mengalami semua kekerasan hidup yang kau alami. Yang aku tahu, tidak peduli apapun kesulitan dan luka yang kita alami, kita harus segera mencari obatnya. Kau tidak bisa hanya berpasrah pada takdir, harus ada usaha kuat agar kau dapat kembali dari dasar jurang, itu yang selalu Jinki hyung ajarkan padaku. Hyung-ku itu selalu berani menghadapi masalah, bahkan yang aku kagumi darinnya, ia tetap berusaha tersenyum walaupun ia sedang terluka, walaupun aku tahu ia menyimpan banyak rahasia di balik senyumnya itu.”

Aku bingung harus berkata apa lagi, aku tidak pandai dalam berkata-kata bijak. Tapi aku ingin sekali melakukan sesuatu yang dapat membangkitkan semangat hidupnya. Aku ingin Eun jung Nuna yang kuat dan berani, yang pernah menyelamatkanku waktu itu.

Nuna…izinkan aku menjadi temanmu, kalau semua orang menghinamu nanti, aku tidak akan melakukannya, aku akan menjadi tongkatmu jika kau sedang tidal mampu berdiri tegak…buka kunci hatimu yang sangat keras itu. Kau perlu tahu masih ada orang yang menyayangimu…

Ponselku berdering sebelum Eun jung nuna menanggapi ucapanku.

Minho hyung calling?

“Yobeseo, minho hyung, wegure?”

“Tae-ah, saat ini aku dan Hana sedang dalam perjalanan ke Daegu, jadi mungkin beberapa hari ini nunamu ini tidak dapat menjalankan tugasnya untuk menjagamu.”

“Ke Daegu? Memangnya ada apa?”

Trrk…tut tut tut

Sambungannya terputus, sepertinya Minho hyung sengaja memutusnya. Apa yang terjadi? Buat apa mereka ke Daegu? Eh, bukankah Daegu itu kampung halaman Hana nuna? Andwae…apakah sesuatu yang buruk terjadi?

Aku tidak berani melanjutkan dugaanku, semoga salah. Sesaat kemudian ada sebuah pesan masuk ke ponselku.

› From : Minho Hyung

Umma-nya Hana meninggal hari ini. Tae-ah, sampaikan maafku pada hyung-mu karena saat ini aku bersama yeojachingu-nya. Aku tidak mungkin membiarkannya ke Daegu sendirian dalam situasi seperti ini.

“Eun jung nuna, aku pulang dulu, aku harus ke Daegu, umma-nya Hana Nuna meninggal” Aku buru-buru meninggalkan ruangan itu walaupun Eun jung nuna belum membalasnya.

Aku berpapasan dengan Jonghyun hyung saat akan keluar ruangan. Aku teringat sesuatu, Jonghyun hyung kan teman masa kecil Hana nuna, aku harus memberitahunya juga.

“Hyung, Hana nuna baru saja kehilangan umma-nya.” Ucapku panik. Sebenarnya yang aku pikirkan saat ini, aku harus meninggalkan Eun jung nuna sekarang, aku khawatir saat aku pergi nanti, ada hal bodoh yang ia lakukan. Dan lagi, apa aku sebaiknya menunggu Jinki hyung pulang, baru ke Daegu. Beberapa malam lalu ia mengirimiku email yang mengatakan ia akan pulang dua hari lagi, tapi ia minta agar aku tidak memberi tahu Hana nuna karena ia ingin membuat kejutan.

“Mwo? Serius?”

“Ne, aku mau ke Daegu, ah, tidak, mungkin aku menunggu Jinki hyung pulang dulu, ia memang sudah berencana pulang dalam waktu dekat ini.”

++++++

Hana POV

Umma…kenapa kau harus pergi lebih dulu? Umma, kau-lah milikku yang paling berharga, kau adalah alasanku untuk tetap berdiri. Rasanya tubuhku hancur berkeping-keping tatkala melihat tubuh kakumu menghilang di balik tanah. Rasanya saat ini aku ingin ikut terbaring di sampingmu, aku ingin pergi bersamamu, tidak ingin berpisah denganmu. Sekarang aku sudah tidak punya keluarga lagi, bukan, lebih tepatnya tidak ada orang yang kuanggap sebagai keluarga lagi. Umma, apakah aku memang ditakdirkan untuk hidup tanpa keluarga? Lalu setelah kepergianmu, apakah aku masih punya alasan untuk tetap mengarungi kehidupanku yang sangat melelahkan ini? Umma, berikan aku jawabannnya…hiks…Aku tidak tahu apa aku masih  dapat berdiri tegak setelah aku meninggalkan area pemakaman ini, rasanya tulang-tulangku mencair dan tidak dapat lagi menyangga tubuhku lagi.

Minho POV

Aku ikut meneteskan air mata ketika melihatnya menangis. Ini pertama kalinya aku menangis semenjak aku bukan anak SMP lagi. Rasanya menyakitkan melihat orang yang masih sangat kucintai ini menangis di hadapan pusara yang masih baru ini. Aku dapat merasakan kepedihannya walaupun aku belum pernah merasakan sedihnya di tinggal salah satu anggota keluargaku karena kematian. Apalagi kalau kutebak, anggota keluarganya hanya tinggal oppa-nya kini, tapi hubungannya dengan oppa-nya sangat buruk. Bahkan aku tidak melihat batang hidung oppa-nya sejak kemarin tiba di Daegu, ia benar-benar orang yan tidak punya hati atau memang tidak tahu berita kematian umma-nya ini?

Rasanya ingin sekali meraihnya ke dalam pelukanku, aku tidak tega melihatnya terisak seperti itu. Baru saja aku ingin mendekatinya, ponselku bergetar. Sebaiknya aku menjauh dari Hana dulu.

“Ya! Choi Minho, pastikan kau tidak meninggalkan Hana walau hanya sebentar, atau kau akan menyesal seumur hidup!” si penelepon langsung menyambar ketika aku belum berbicara sedikit pun.

“Hyung, apa maksudmu?”

“Aku akan kesana sekarang, pastikan keadaan Hana utuh saat aku sampai.”

Ia memutus sambungannya. Aku sedikit bingung, apa mungkin Hana akan melakukan hal bodoh karena kejadian ini? Mungkin saja. Tapi, perkataannya yang terakhir?

+++++

Author POV

“Hyung, makan dulu. Sejak datang ke Korea kau belum makan. Kau kelihatan lemah sekali. Kalau kau saja lemah seperti ini, bagaimana kau menguatkan Hana nuna nanti?”

“Tae-ah, aku sedih sekali saat ini, aku juga sangat khawatir pada Hana.” Orang yang diajak bicara tampak gusar sambil sesekali melihat GPS di ponsell untuk memastikan posisinya dan adiknya berada.

“Ne, aku mengerti. Tapi hyung, kau nanti harus bisa menguatkan hati yeojachingu-mu, makanya kau harus terlihat kuat dan fit di hadapannya. Lagipula ada Minho hyung di sana, dan mungkin sebentar lagi Jonghyun hyung datang.”

“Jonghyun? Nugu ya?”

“Hana nuna tidak pernah cerita?”

“Ne, hana hanya pernah cerita tentang sahabat kecilnya itu, tapi dia bilang belum menemukan kepastian identitasnya dan ia hanya punya dugaan sementara.”

“Hyung, kau tahu apa yang kutakutkan? Kau memangnya tidak takut Hana nuna akan meninggalkanmu jika dia sudah bertemu Kiyun yang asli”

Jinki berpikir sesaat, ia sedikit ragu dengan jawabannya, dan akhirnya ia memantapkan diri untuk menjawab

“Aku takut, itu pasti. Siapa pun pasti sakit ketika ia ditinggalkan orang yang dicintainya. Tapi, cinta itu tidak seharusnya disertai dengan perasaan ingin memilikinya. Yang terpenting aku masih bisa melindunginya, atau-ada orang lain yang lebih dapat melindunginya. Kau akan mengerti ketika suatu saat kau jatuh cinta.”

“Aku sudah merasakannya Hyung!” sergah Taemin dengan agak galak.

“Serius? Hais, kau hanya tidak ingin dibilang anak kecil karena belum pernah jatuh cinta, kan?”

“Aku tidak bohong. Lain kali aku akan menceritakannya padamu.”

+++++++

Minho POV

Aku terus berjaga-jaga mengamati Hana, aku sebenarnya takut ia sampai melakukan hal bodoh setelah musibah ini menimpanya.

Saat ini kami masih berada di rumah keluarga Lee, tempat umma-nya Hana bekerja, sekaligus masih kerabat Jinki, namjachingunya Hana. Jelas saja kami diizinkan tinggal disini untuk sementara, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Hana akan menjadi bagian keluarga ini. Arghhh, aku kesal ketika mengingat hal seperti ini, rasanya tidak ada sedikit harapan agar suatu saat ia akan menjadi bagian Keluarga Choi.

Ia tengah melamun di tepian kolam renang, memandangi air kolam yang berwarna kehijauan. Masih terlihat jelas kekosongan pada sorot matanya.

“Minho, kau pulang saja ke Seoul, jangan sampai kuliahmu terbengkalai, apalagi kita akan ujian minggu depan.” Ucapnya dengan tatapan yang tetap lurus  ke arah air di kolam renang.

“Tidak apa-apa, aku akan menemanimu, bukankah sebagai sahabat yang baik aku harus ada walau di dalam kesulitan terbesarmu?”

Ia reflex menatapku ketika kata ‘sahabat’ terucap dari mulutku. Aku sendiri cukup tidak percaya dengan apa yang kuucapkan tadi. Betulkah hanya sahabat? Hana-ya, aku hanya ingin masuk sampai batas kau mengizinkanku masuk dalam kehidupanmu. Hana-ya…bolehkah aku berharap lebih? Aisshhh, aku telah melanggar janjiku sendiri kalau aku tidak segera membersihkan merasaanku padanya.

“Hanya sahabat?” tanyannya ragu.

Aku tercengang dengan ucapannya. Hah, pertanyaan macam apa ini? Aku tidak dapat menjawabnya, bukan karena aku tidak tahu jawabannya, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri agar aku tidak berharap lebih.

“Kau mengizinkan lebih?”balasku.

“Kau mau lebih?” ia tersenyum geli. Meskipun ini perangkap tikus bagiku, tapi setidaknya ia tersenyum barusan, itu membuatku sedikit bernafas lega.

“Aku akan memegang janjiku.” Jawabku diplomatis. AKu tidak ingin bilang tidak, juga tidak ingin mengiyakan. Aku harap ia bisa menangkap maksud di balik jawabanku barusan.

Ia terdiam, kembali memandang lurus ke air. Tapi kurasa kali ini lebih tepat dibilang kalau ia menghindari tatapanku.

“Kau tidak lapar? Kau belum makan dari kemarin, aku belikan sesuatu ya?” aku khawatir melihat wajahnya yang pucat.

“Kau tidak takut aku melakukan hal bodoh saat kau tidak ada?”

“Aku percaya padamu, kau sudah dewasa. Kau tidak akan mengkhianati kepercayaanku, kan?”

Ia tidak langsung menjawab, hanya menggerakkan bola matanya sebentar.

“Lakukan apa yang kau percayai.” Jawabnya setelah agak lama.

Aku lega mendengar jawabannya, kuanggap ia mengiyakan pertanyaanku sebelumnya. Aku meninggalkannya dengan tenang sekarang. Kuulaskan sebuah senyuman untuknya, namun dia tidak membalasnya sama sekali.

Hana POV

“Aku percaya padamu, kau sudah dewasa. Kau tidak akan mengkhianati kepercayaanku, kan?” tanyanya sambil menatapku dalam. Aku takut membalas pertanyaannya maupun tatapannya. Karena kenyataannya aku berpikir sebaliknya.

“Lakukan apa yang kau percayai.”akhirnya aku menjawab dengan pernyataan yang ambigu. Aku hanya mengatakan agar ia melakukan apa yang ia percayai, tapi tidak bilang kalau bahwa ia dapat mempercayaiku. Minho-ya, aku terlalu pengecut untuk menjaga kepercayaanmu, mianhae…aku sudah lelah sekali…

++++++

Kiyun POV

Flashback

“Kiyun –ah…kau tahu tidak, kau dan umma adalah dua orang yang paling berharga untukku saat ini maupun seterusnya. Kau telah membuatku menghentikan hal bodoh yang akan kulakukan, kau adalah teman pertamaku yang bersedia menjadi satu kaki untukku. Tahukah kau? Kakiku digantikan oleh dua orang, satu adalah kau, dan yang satunya lagi adalah ummaku. Kalau kalian berdua sudah tidak ada lagi di dunia ini, maka aku akan memilih untuk tidak berdiri lagi.”

Aku tercenung mengingat perkataan yang ia ucapkan kemarin. Rasa bersalah memenuhi sanubariku, karena kenyataannya ia akan kehilangan satu kakinya beberapa jam lagi, walau tidak selamanya. Aku akan ikut keluargaku pindah ke luar negeri, dan aku tidak memberitahunya. Aku tidak sanggup melihat tangisan perpisahan, aku tidak mau melihat kesedihannya, aku tidak tega melihatnya kecewa atau bersedih karena kepergianku.

“Kiyun-ah, kau yakin tidak mau memberinya salam perpisahan?” hyung-ku datang dan membuyarkan lamunanku.

“Ne, tidak akan. Aku benci perpisahan. Lagipula aku janjiku dulu adalah–akan kembali lagi ke Korea untuk menemuinya.”

Flashback end

Aku melanggar janjiku, karena kenyataannya Kiyun tidak akan pernah bisa muncul di hadapannya lagi. Hana-ya, Mianhae… yeongwonhi saranghae…lagipula, kau sudah punya malaikat lain yang bisa melindungimu, itu cukup membuatku lega.

+++++++

Jinki POV

Dari kejauhan aku melihat sosok Minho, ia sedang membeli burger di pinggiran jalan yang tidak jauh dari rumah kerabatku. Tapi kemana Hana? Ia tidak bersama Minho. Perasaanku memburuk, kecemasan menyelimuti pikiranku. Aku meminta supirku untuk berhenti, aku segera keluar dan menghampirinya.

“Annyeong haseyo, aku Lee Jin Ki, kau Minho kan?” sapaku cepat.

“Ne, aku pernah tahu kau sebelumnya, untunglah kau datang, mungkin Hana membutuhkan kehadiranmu.”

“Bukan itu yang ingin kubilang. Dimana Hana? Kenapa ia tidak bersamamu?”

“Oh, aku sedang membelikannya makanan karena dia belum makan sejak kemarin. Dia tidak ikut, sekarang ada di rumah kerabatmu…”

“Minho-ya, perasaanku buruk tentangnya, lebih baik kita segera menemuinya.” Sergahku cepat.

Minho masuk ke mobilku, aku meminta supirku untuk mempercepat laju mobil. Begitu sampai di depan rumah kerabatku, aku segera berlari masuk. Langkahku terhenti karena Bibiku muncul.

“Jinki-ya…kau datang juga akhirnya. Bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik. Maaf aku tidak sopan, tapi ini gawat. Bibi melihat Hana?” aku sangat panik, tidak lagi mampu bercakap panjang lebar dengan bibiku.

“Oh, dia bilang ingin menghirup udara segar tadi.”

Minho telah melesat kencang sebelum aku melakukannya. Larinya sangat cepat sekali. Kami berdua berteriak memanggil-manggil nama Hana. Kuacuhkan pertanyaan Taemin yang tidak mengerti dengan apa yang kami berdua lakukan. Ia pun ikut berlari bersama kami tanpa di perintah.

Setelah yakin Hana tidak berada di sekitar rumah ini, kami bertiga lari keluar, menanyai orang-orang sekitar, berharap ada salah satu dari mereka yang melihat Hana. Tapi hasilnya kosong.

“Hyung, Ottokhae? Kemana lagi kita harus mencarinya?” Minho terlihat yang paling panic di antara kami. “kalau tahu begini aku tidak akan meninggalkannya tadi…” ia terlihat sangat merasa bersalah.

“Minho-ya…”Aku mulai tidak bisa menguasai emosiku, mataku mulai panas dan tidak lama kemudian aku bisa merasakan air mataku mengalir.

Melihatku menangis, Taemin mulai terisak juga. “Nunaaa~ jangan bodoh.” Lirihnya.

“Stasiun terdekat.” Ucap sebuah suara dari sebuah mobil yang jendelanya masih tertutup. Aku tidak tahu suara siapa barusan, bahkan aku tidak tahu sejak kapan mobil itu ada di sebelah kami.

Minho dan Taemin terlihat sangat tercengang tidak lama kemudian, terutama Minho, matanya sedikit terbelak dan ia langsung menggedor-gedor kaca mobil tersebut.

“Hyung, kau…?”

Mobil itu langsung melesat kencang tanpa mempedulikan Minho.

Stasiun kereta terdekat? Apa yang dilakukan Hana disana? Kenapa orang itu menebak stasiun-lah yang akan didatangi Hana…Aishh…terlalu banyak hal tentang Hana yang tidak kuketahui. Dan lagi, siapa orang itu?

“Minho ya, nuguseyo?”

“Kiyun, ah, maksudku…omo…”ia sepertinya terlalu shock untuk menjawab pertanyaanku, volume suaranya perlahan mengecil.

Kiyun? Malaikat kecilnya? Arghh…kenapa Minho tahu lebih banyak dariku? Aku bodoh sekali selama ini, tidak mencari tahu tentang yeojachinguku sendiri…

TBC….

 Ya…tinggal last part. Banyak yang bertanya-tanya kan tentang keberadaan Kiyun dan alasan kenapa Kiyun tidak mungkin menemui Hana?

Tunggu last part-nya ya…gomawo udh baca and komen selama ini. Don’t be silent reader, OK?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 16

  1. Ahhhh,, sungguh ingin ku tendang sampe ke angkaasa nan jauh itu tiga huruf,, Te Be Ce,….. Menggannggu sajjaaaaa……. Tapi kenapa pas Jinki balik udd mau langsung end,,, hadeuh poor Jinki!!!

    Dan Kiyun itu masih hidup kah?? Itu Key bukan?? Kiyun itu operasi plastik, trs jadi Key,, asumsi ngawur,,,heehehe

    Hana mau bunuh diri di Stasiun Kreta?? Haish,, padahal Jinki udd balik tuhhh,,,,,,

    Berharap bakalan Happy Ending deh nih,,,,, ayo ditunggu last part-nya!!!!!!!!!!!!!

  2. jadi kiyun itu sebenarnya masih hidup atau tidak???
    apa mungkin yg dimaksud minho kiyun itu jonghyun????
    semoga last partnya happy ending deh…

  3. Hmm, hai thor Q reader baru disini Tirta Imnida. Mianhe thor Q udah baca dari part 1nya tapi baru coment d’part ini. Ini FF yg paling Q tunggu” lanjutannya.

    Pokoknya FF author Daebakkkkkk.

    Yahhhh, kok TBC sih thor ?
    Penasaran nih dengan kelanjutannya.
    Semangat thor Q tunggu kelanjutan Ff kamu yg daebakkk ini.

  4. hananya mw bunuh diri lg??makanya key blg stasiun trdekat??
    aigooo,mwnya sie minho yg nylamatin tp kshan jinki..
    dilema dilema dilema mw dukung hana-minho or hana-jinki
    d tunggu last partnya🙂

  5. Aku bisa gilaaa Щ(ºДºщ)” gila karena penasaraaan~ *lebay*
    Ayo thor lanjuuut ditunggu secepatnyaaaaaaa yaaaaa! Udah ga sabar, aku kira Kiyun udah ga ada ._. Cepetcepet ya thor hehe ._.

  6. kyaaa daebak! Keren banget thor!.
    ahh ak nunggu banget loh FF ini.
    last part nya jng lama2 ya thor.

    gak tau kenapa, tpi ak lebih pengen Hana jadian nya sama Minho.
    buat sma minho aja ya thor, ya ya ya??? *puppy eyes* hahaha

  7. huah,,!!! DAEBAK!!!!
    bener2 kbwa nih ma crtana,,,
    lanjutannya jangan lama2 ya thor,,,
    klo bisa ending na heppy tapi dramatis,,,
    hehehehe🙂

  8. Makin ga sbr ma next part nya….
    Makin…makin…makin yakin key is kiyun…
    Betul ga???

    Ada typo dikit…it’s okeyy..
    Agak krg sreg jg si minho manggil key dgn sbutan hyung..
    ga biasa jd susah ngebayanginnya…

    Tgl 1 part lg??onew nya aja br pulang..ms sdh end..???ga rela klo g sm onew…#maksa…hehe

  9. kiyun siapa??? key kah??? ga mungkin jjong.
    bagaimana ini saya penasaran..hahaha
    udh minho kamu sama aku aja ya,,biar hana sama jinki.. *ngedip-ngedip mata
    lanjut chingu jgn lama-lama.😀

  10. aarggh..
    hana jgn bunuh diri,.msih ada jinki malaikt mu dimsa dpn,.
    kan sayang lo dtggalin,bwt aq aja #plak abaikan

  11. Aq tauu XD*digigit bibib eon(?),lupakan..anggap ajj aq blm tau*maksa
    huwaa…kiyun tu sapa???key??ato kiyunnya dah meninggal??klo jjong dh gg mgkn..soal.a pas key ngigo kt.a hentikan ajj kebohongan inii..berarti jjong bo’ong kan??
    Oh yaa,taem??jatuh cinta??sma sapa??eunjung kah??ato aq??#digampar taemints
    hmm..ada beberapa typo😮 kyk ‘aku janjiku dulu adalah’ mksd.a apa eon??._.
    Aq tgu last part.a😉 Hwaiting!

  12. Wah…komenku g masuk…
    Komen lg ah…

    Makin yakin key is kiyun…bener ga???

    Ada typo sih dikiiiit…tp gpp…crt nya daebak ini.
    Agk krg bs ngbayangin minho manggil key dgn sbutan hyung..coz real nya minho g manggil hyung ntuk key..
    #namanya jg ff,ya tserah yg buat donk…hehe

    Makin ga sabar ma lanjutannya…tp next part nya udh end…
    Ga rela,,,,jinki nya aja bru pulang…blm ada moment2 mrka b2..
    Sbnrnya gimana ma perasaan hana???ky ada rs ma jinki, tp jg ma key,jg ma minho…
    #ma jinki ajaaaaa….
    #maksa…

    Ditunggu next part nya……ga sabar5x

  13. hua~~~ nyesek banget jadi hana😦
    yeyyy, jinki kembali~~
    aduh, aku jadi bingung deh dengan kiyun, jonghyun dan key???
    cie, yang udh jatuh cinta. suit suit suit *liriktaemin*
    ayolah, next part cepat publish. wkwkwk :p

  14. Bukankah Kiyun satu-satunya orang yang dapat menduga stasiun kereta sebagai tempat yang didatangi Hana? Hana mau bunuh diri? Jadi Kiyun sebenarnya belum meninggal nih. Terus yang jadi korban kebakaran itu siapa? Ah, banyak pertanyaan. Ayo, Author, di part terakhir tuntaskan rasa penasaran reader. Nggak sabar.
    Nice story. Lanjut!

  15. Aah..
    Last part jangan lama2 ya.. Huwaa.. Aku penasaran stengah mati..
    Author daebak! Bsa bikin karya yg sangat susah ditebak.. Saluut..

  16. lagian kalo aku balesin satu2, aku watir keceplosan nyerempet2 ke part endingnya. jadi tungguin aja yah, hehe…aku bingun mau bales apa soalnya…bukannya ga mau bales kok

  17. Salah satu FF yang buat penasaran setengah mati ! Dan siapa Kiyun ? Key ? Jonghyun atau Kiyun yang lain (?) ?

    Aaahh lanjut !! Admin cepet postingnya ! xD
    Daebak xD

  18. Nice ff. .
    Mian bru komen. .coz aq bcnya lwat hp. . .
    Thor pov nya onew opPa dikit bnget ya. . .lbih bnyak minho. . .
    #tampang kusut€#
    Athornya pinter bnget sich bwat penarasan. . .
    Pokok athor DAEBAK DeCH. . .
    Hehe stU lgi thor. .
    Pliz jinky opPA ma hana. . .ya ya ya. .
    #sambil keDap kedip kyk taemin. . Hehe

  19. Aaaa, nggak sabar nunggu kelanjutannya! Kiyun itu siapa sih?? kalo ketemu aku cubit nih! *loh?
    thor, lanjutannya cepat yak! Aku telat bacanya nih. hehe, Jinki akhirnya kembali? aah, nae nampyeon!

  20. susah ketebak…..tapi ku masih tetap percaya dengan asumsiku kalau key itu adalah kiyun.

    last part,jangan kalamaan bibib eonn…

  21. astaga naga… aku baru buka n baru baca. mianhae.

    omona itu hana mau apa? mau bunuh diri? tapi aku jadi penasaran sama jinki… dia tuh disini jadi misterius mode on ya.

    haduh2… ditunggu next partnya…

  22. Ahhh last part! Gila aku baca ini ngebut banget dr td pagi… Huaaa author aku udah geregetan sendiriaaaan gak kuat…
    Daebak!!

  23. I don’t even know how I ended up right here, however I believed this post used to be great. I do not realize who you might be however definitely you are going to a well-known blogger if you are not already. Cheers!

  24. yg d dlm mobil key kan…???
    brarti kiyun emg key…kykx iy deh,tp knp hana g bs ngenalin key…???
    makin menegangkan,aplg jinki udh blik.jd penasaran cp yg akhrx sm hana

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s