This Is My Love Story – Part 1

This Is My Love Story

 

Author             :  KeroroKey aka Navia

Cast                 :  -Kim Ki Bum (Key)

-Park Yeong Eun

Main Cast        :  -Han So Chan

-Kim’s family

Rating             :  General

Genre              :  Familly

Length             :  Sequel (1 of 4)

A.N                 : FF ini terinspirasi dari film ‘A Millionaire First Love’

==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++=

~Author POV~

Pagi itu, semua anak sedang bermain di sebuah panti asuhan. Mereka terlihat bahagia meskipun tanpa orang tua mereka. Di antara mereka ada yang bermain kejar-kejaran, masak-masakan, ayunan, ahh~.. banyak dah.. author sampek males jelasin*plakk.. di gampaar reader..* Tiba-tiba salah satu ibu asuh di panti asuhan itu memanggil semua anak-anak untuk berkumpul .

“Anak-anak! Segeralah berkumpul, ada orang yang ingin mengadopsi kalian!” Kata Han So Chan ibu asuh termuda di panti asuhan ini.

“Ya! Tak adakah bahasa yang lebih bagus dari ‘orang’?!” Protes teman dari ibu asuh muda tersebut.

“Yang ingin mengadopsi mereka-kan orang, ahh.. sudahlah, aku tak ingin berdebat, aku tak mau di pecat dari sini. Anak-anak, kajja.. kita pergi ke aula!!”

“Nee Eomma.. bwahahahaha..” Jawab anak-anak serempak.

“YA!!”

“Mwo?! Eomma.. eumphh..” Kata teman ibu asuh itu, So Chan langsung membekap mulut temannya itu. ‘Eomma’ adalah panggilan yang tak di sukai olehnya, ia menganggap bahwa ia masih belum pantas di panggil ‘Eomma’ karena usianya masih muda.

“Diam kau atau akan ku usir dari sini! Umurku masih 21 tahun, aku masih belum pantas untuk di panggil ‘eomma’!” So Chan meninggalkan temannya dan langsung pergi ke aula.

Semua anak-anak berkumpul ke aula sesuai dengan perintah ibu asuhnya tadi. Di aula kecil tempat mereka berkumpul, terlihat tiga ibu asuh, kepala panti dan sepasang suami-istri beserta orang dengan pakaian jas rapi yang merupakan pengacara mereka.

“Perkenalkian anak-anak, ini keluarga Kim, merekalah yang akan mengadopsi kalian. Anak-anak, beri salam pada keluarga Kim!” perintah salah satu ibu asuh.

“Anyeonghaseyo….” Sapa mereka serempak.

“Nee, anyeonghaseyo.” Balas keluarga Kim ramah.

“Tuan dan nyonya Kim silahkan anda pilih anak yang ingin anda adopsi.” Kata ibu kepala panti asuhan.

“Nee.. permisi.” Merekapun mulai memilih dengan di dampingi ibu asuh termuda yang tadi.

“Ki Bum-ah.. Ki Bum-ah..” pangggil seorang gadis kecil kepada namja di sampingnya.

“Nee..”

“Ki Bum-ah, jika kau di adopsi apa kau akan melupakan kami?”

“Mwo?! Ya  apakau lupa dengan perkataan So Chan Nuna?! Dia bilang kita tak boleh melupakan keluarga kita di panti asuhan, iya kan?!”

“Nee.. kau benar.”

“Yeong Eun-ah, kau juga tidak boleh melupakan kami semua jika nanti kau yang di adopsi.”

“Dasar kau pelupa, apa kau lupa dengan perkataan So Chan Unnie?! Kita tak boleh melupakan keluarga kita di panti asuhan, iya kan?!”

“Itu kata-kataku tadi jelek!! “ Kata Ki Bum sedikit geram.

“hehehe~… Ya.. kau harus berjanji Kim Ki Bum! Jika kau mengingkari ini, kau harus menikahiku!” Kata Yeong Eun sambil menyodorkan jari kelingkingnya.

“Aku takkan pernah melupakan janjiku, jadi aku tak akan pernah menikahi yeoja jelek sepertimu!” Ki Bum langsung melingkarkan jari nkelingkingnya ke jari kelingking Yeong Eun.

“YA!!”

“Park Yeong Eun! Jangan berisik atau kau akan Unnie hukum!” Kata So Chan yang entah sejak kapan ada di tengah-tengah Ki Bum dan Yeong Eun.

“Ne eom. Eh.. unnie..”

“Yeoja manis, siapa namamu?” Tanya nyonya Kim pada Yeong Eun.

“Joneun Park Yeong Eun, imnida..”  Kata Yeong Eun sambil membungkukkan badannya. “Ahjuma, aku tidak jelekkan?!”

“Mwo?! Aniyo, kau tidak jelek, kau manis sekali.”

“Tadi Ki Bum bilang aku jelek!” Kata Yeong Eun sambil menunjuk Ki Bum.

“Jadi tadi kalian bertengkar?! Ck..ck..ck..”

“aa… aniyo So Chan eomma..” Kata Ki Bum dan Yeong Eun bersamaan karena mereka takut di hukum.

“iisshh…”  Gerutu So Chan sebal karena di panggil ‘eomma’ lagi.

“Kalau kau siapa namja lucu?”

“Kim Ki Bum imnida..” Jawab Ki Bum juga sambil membungkukkan badannya.

“Kau tampan sekali.” Kata tuan Kim memuji Ki Bum.

“Gamsahamnida ahjussie..” Tuan dan Nyonya Kim beralih dari tempat Ki Bum berdiri.

Sedikit penjelasan dari author. Ki bum dan Yeong Eun itu sahabatan. Yeong Eun yang selalu mengejar-ngejar Ki Bum karena tertarik dengan sikap cuek yang di milik Ki Bum. Namun Ki Bum tak terlalu suka di dekati Yeong Eun karena Ki Bum menganggap Yeong Eun aneh. Jika bersama mereka akan terlihat seperti anjing dan kucing, tapi jika salah satu dari mereka tak ada. Entah Yeong Eun atau Ki Bum pasti akan selalu khawatir.

Oke.. kembali ke cerita. Sekitar 10 menit kemudian, mereka kembali ke depan dan sedikit berbicara dengan pengacara juga kepala panti asuhan.

“Ki Bum-ah, majulah nak..” Kata ibu kepala panti asuhan. Ki Bumpun menurut

“Ki Bum-ah.. apa kau mau di adopsi Keluarga Kim?”

“Ne eomma!” Ki Bum menjawabnya dengan semangat. Senyum bahagia terlukis di bibir kecil Ki Bum.

“Kalau begitu, Ki Bum sekarang siap-siap yha.. biar eomma bantu kamu.” Kata nyonya Kim pada Ki Bum.

“Ne!” Ki Bum menarik nyonya Kim ke kamarnya. Sementara tuan Kim dan pengacaranya pergi ke kantor untuk mengurusi surat-surat adopsinya.

“Ki Bum-ah.. chukkae…” ucapan selamat datang untuk Ki Bum dari teman-temannya.

“Ne.. gomawo chingu..”

“Kim Ki Bum, jangan lupakan janjimu yha..”  Kata Yeong Eun pada Ki Bum.

“Ne..ne.. kau cerewet sekali.”

“Kau yang tadi bicara dengan Ki Bum’kan..?!” Kata nyonya Kim.

“Ne.. ahjuma, ahjuma jangan nakal sama Ki Bum yha.. Ki Bum memang manja dan pelupa, oh yha.. ahjuma sama Ki Bum sering main ke sini yha..” Cerocos Yeong Eun polos.

“Ya.. Yeong Eun-ah.. apa yang kau katakan?!”

“Itu beneran kok!”

“Ne.. ahjuma akan sering menjenguk kalian.” Kata nyonya Kim di iringi tawa kecilnya menanggapi perdebatan anatar Ki Bum dan Yeong Eun.

“Ahjuma.. nanti di mana Ki Bum hyung akan tinggal?” kata namja berparas cantik.

“Nanti Ki Bum akan tinggal sama ahjuma di Seoul.”

“Apa itu jauh dari sini ahjuma?” tanyanya lagi.

“euhmm.. lumayan jauh.”

“yahhh.. kita tidak bisa mengunjungi Ki Bum Hyung…” katanya dengan nada kecewa.

“Taeminnie, jangan khawatir, aku akan sering mengunjungi kalian seperti Donghae Hyung, ah.. bahkan lebih sering dari pada Donghae Hyung.. aku akan mengunjungi kalian satu hari tiga kali.” Kata Ki Bum sambil menepuk bahu namja yang bernama Taemin.

“Ya! mana bisa seperti itu. Harusnya Ki Bum jenguknya nggak setiap hari, terus pas Ki Bum datang semua nangis gara-gara kangen sama Ki Bum, biar kayak yang di drama tivi!” Kata Yeong Eun.

“Apa kalian sudah selesai berkemas?” Tanya Tuan Kim yang baru masuk tempat itu.

“Ne.. apa kita pergi sekarang? Ki Bum masih ngobrol dengan teman-temannya.” Jawab Nyonya Kim.

“Eomma. Appa.. kita pergi sekarang saja.” Ucap Ki Bum tak sabar.

“hahaha.. Ki Bum-ah.. kau seperti anak kecil, kau tidak sabaran sekali.” Cibir salah satu Hyung Ki Bum yang berusia 5 tahun di atasnya.

“Ya.. Hyung.. kau apa-apaan!”

“Kalau begitu sekarang mari kita bawa barangmu kedepan Ki Bum-ah..” Tuan Kim mengangkat koper kecil milik Ki Bum.

“Ne Appa..”

Keluarga Kim (yang sekarang di tambah dengan Ki Bum) dan teman-teman Ki Bum saat di panti asuhan pergi menuju halaman depan. Di halaman depan teman-teman Ki Bum berbaris rapi untuk mengucapkan salam perpisahan.

“Chingudeul.. aku pergi dulu yha.. aku janji akan sering-sering main ke panti.”

“Ne… jangan lupakan kami..”

“Ne.. kalian juga jangan melupakanku.”

“Ki Bum-ah.. Nuna ingin memelukmu, kau anak tertampan yang ku miliki, tapi kau harus pergi sekarang.. hahh~.. Nuna rasa Nuna akan merindukanmu.” Kata So Chan pada Ki Bum.

“Ne Nuna.” So Chan lalu memeluk Ki Bum saat ia sudah mendapatken persetujuahn darinya.

“Nuna.. lepaskan aku, aku ingin pulang ke rumah baruku..” kata-kata Ki Bum sontak membuat semua tertawa.

“haha.. Ne.. sering-sering main yha..”

“Ne Nuna..”

“Kami pamit pergi dulu..:” Kata Tuan Kim pada Kepala panti asuhan.

“Ne.. jaga Ki Bum baik-baik..”

“Ne..”

Keluarga Kim masuk ke dalam mobil. Saat di dalam mobil Ki Bum membuka kaca untuk sekedar melambai tangan pada teman-temannya.

“Anyeong semua…!!!!” mobilpun mulai di jalankan. Semua teman panti asuhannya membalas lambaian tangan Ki Bum dan berlarian berusaha  mengejar mobilnya sambil terus melambai dan berteriak (jadi inget pas masa kecil….). Saat mereka rasa mobil Ki Bum sudah tak dapat di kejar, merekapun kembali ke panti asuhan dengan nafas yang terengah-engah.

Beberapa hari kemudian Ki Bum kembali ke panti asuhan dengan orang tua barunya. Ki bum selalu mengunjungi panti asuhan satu bulan sekali, maklum orang tua Ki Bum hari-harinya selalu di sibukkan oleh pekerjaan. Hinggga pada suatu hari, saat Ki Bum mengunjungi panti asuhan itu lagi, Ki Bum tak dapat menemukan Yeong Eun.

Akhirnya Ki Bum memutuskan untuk menanyakan keberadaan Yeong Eun. “So Chan Nuna, di mana Yeong Eun? Dari tadi aku tidak melihatnya.”

“Oh.. mianhae, nuna lupa bilang sama Ki Bum, Yeong Eun sudah di adopsi, sekarang ia punya orang tua baru kaya Ki Bum. Oh yha. Dia menitipkan sesuatu untukmu. Kajja ikut Nuna!”

“Ne..”

Saat sampai di kantor, So Chan langsung mengambil sebuah kotak kecil berwarna pink, lalu ia berikan kotak itu pada Ki Bum.

“Itu dari Yeong Eun.”

Ki Bum membuka kotak itu, ia menemukan sebuah surat dan sebuah gantungan kunci dengan bandul berbentuk kunci kecil. Ki Bum membaca surat itu.

               Anyeonghaseyo Ki Bum…

        

         Ki Bum-ah, saat kau membaca surat ini, aku yakin kalau aku sudah tidak ada di panti asuhan. Kau tahu, aku sudah punya orang tua baru yippiieee… Sebelum pergi, aku memberikanmu gantungan kunci itu agar kau tak melupakanku. Kau masih ingatkan janji kita?! Jika kau malupakanku kau harus menikahiku!

        

         Ki Bum-ah, kau jangan sampai menghilangkan kunci ini, soalnya itu kunci buat gelangku. Eh.. apa kau tak merasa bahwa ini seperti cerita di dongeng-dongeng?!

 

         Ki Bum-ah, mianhae.. aku nggak bisa mengunjungimu, soalnya aku harus pindah ke Amerika buat urusan kerjanya appa, aku juga harus menetap di sana. Kau jangan sampai menangis karena merindukanku. Lihat saja gantungan kunci yang aku berikan jika kau rindu padaku….

“Huh.. PD sekali dia!”  Cibir Ki Bum saat membaca sebaris kata dari surat yang di berikan Yeong Eun yang mempunyai artian sangat PD bagi Ki Bum.

         Ki Bum-ah.. aku yakin, suatu hari kita pasti akan bertemu. Aku akan menantikan saat-saat itu.

Salam rinduku padamu.. ^ ^

 

Park Yeong Eun

 

N.B : Ini foto gembok yang mengaitkan gelangku, kau harus membukanya Kim Ki Bum!

 

“Nuna, sejak kapan Yeong Eun pergi?”

“Mungkin satu minggu yang lalu, eh.. eumhh.. Ne.. satu minggu yang lalu. Wae? Bogoshipo?!” Goda So Chan

“Aniyo~!, aku hanya bertanya saja.” Entah kenapa wajah Ki Bum tiba-tiba sedikit memerah.

“Omona.. Kim Ki Bum dongsaengku yang paling tampan ternyata sudah mulai dewasa. Ya, apa kau menyukai Yeong Eun? Hei, kau masih kecil kau masih kelas 1 SMP Ki Bum-ah. Aigo~.. lihat wajahmu yang merona itu. Lucu sekali!”

“Mwo?! Ya! Eomma apa yang kau katakan?!”

“Ya! Siapa yang menyuruhmu memanggilku ‘eomma’?!”

“Nuna, kau bekerja di sini sebagai ibu asuh, jadi wajar jika semua memanggilmu ‘eomma’..”

“Ya, aku belum setua itu.. isshh.. kau mulai bandel Kim Ki Bum.. Ya.. sekarang pel lantai panti asuhan sekarang!”

“Merong..!!!! kaburrrrrr…..!!! BAWAHAHAHAHA….!!!!”

“YA!!!!”

To Be Continued…

 

==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++=

N.B        :  terlalu pendek yha?! Maklum.. ini bisa di bilang prolog. Ceritanya belom masuk ke inti.masih nyeritain pas masa kecilnya tokoh utuma. Curcol.. judulnya ini menurutku nggak nyambung-nyambung banget ama ceritanya. Gara-gara bingung ngasih nama buat judul, akhirnya aku makek aja kata-kata Rain di lagu Love Story ‘This Is My Love Story’. Yang baca jangan lupa ngasih kripik eh.. kritik ama saran yha. Reader baik harus ngasih comment.. hehehe… Author pamit dulu.. Anyeong~~~….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “This Is My Love Story – Part 1”

  1. Waaaaaah.kayany bakal seru nih¡ak tunggu lanjutannya.hihihihihi

    ‘ketawa ala kunti’

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s