Faces In Disguise [3.3]

Faces In Disguise [3.3]

Author : Raquel Leoni a.k.a. Kim Yeonni

Title :Faces In Disguise

Main Cast : Choi Minho, Lee Taemin as Choi Taemin

Support Cast : Choi Siwon, Someone from Siwon’s Family, Kim Yeonni (author eksis)

Genre : Life, Family, Bro-com (Brother Complex)

Length :Tetralogy (Trilogy – and one side story)

Rated : PG-15, R

A/N : Sorry for the typos, and the ambiguity. I’m not a perfect person and I try my best. Ok, let’s roll out the ball! Happy read!

Now I’m the owner of this story. I’ll change the story. I lead the play.

Astaga, gedung ini luas sekali.Koridor-koridor gedung ini panjang dan hanya dihiasi pintu-pintu dan beberapa bangku.Beda dengan Taemin yang berlari lincah di koridor -seperti sudah hapal peta gedung ini-, aku mengikutinya dengan kaget-kaget.Taemin selalu saja tiba-tiba berlari dan berhenti.

Yeonni bilang dia akan masuk lewat pintu depan. Mengecoh para satpam dengan membuat sedikit keributan disana. Entah keributan apa, yang pasti ini membuat penjagaan cukup lengang beberapa saat. Dan in kami manfaatkan untuk mencari celah memasuki ruangan si brengsek.

“Katanya dia sudah pindah ke ruangan Presdir hyung. Kita kesana saja.” saran Taemin. Aku mengikutinya.

“Aneh, tidak biasanya penjaga di depan kantor ini tidak ada.” Taemin berbisik. Kami sudah sampai di dekat ruangan presdir.Kami sampai jika melewati koridor panjang ini.

“Bukankah Yeonni sedang mengecoh mereka?” tanyaku bodoh.

“Tapi tak mungkin sampai meninggalkan kantor presdirnya tanpa penjagaan seperti ini, hyung. Aku pernah mencoba menembus penjagaan mereka di lantai ini tapi yang ada aku tertangkap dan dipukuli.” jawab Taemin, dia berpikir sebentar sebelum akhirnya ia mengambil langkah cepat menuju pintu di ujung lorong. Aku mengikutinya cepat agar tak terlihat. Saat kami sampai persis di depan pintu. Taemin memberi isyarat padaku bahwa dia akan membuka pintunya. Aku menelan ludahku, cemas, tapi akhirnya aku mengangguk.

Ceklek~

Lho? Tidak terkunci? Padahal pintu-pintu yang lain dipasang password untuk membukanya. Taemin mendorong pintu perlahan, pelan, pelan..Sampai akhirnya dia terlonjak melihat seseorang duduk di kursi besar dibelakang meja yang cukup lebar. Tak beda dengan Taemin, jangtungku berdebar keras, bulu kudukku merinding.

Tiba-tiba dua orang berjas hitam dan kekar menghalangi jalan kami keluar, lalu mendorong kami masuk  dangan keras. Aku meringis begitu pula Taemin. Aku mendongak melihat orang yang menaruh kakinya tepat di depan mukaku. Orang yang tadi duduk di kursi besar.

Wajah yang tak asing bagi kami berdua. Masih sama dengan yang dulu. Wajah tampannya yang dipenuhi akal licik.Seringai sinis menempel di wajahnya melihat kami berdua.Sama seperti tiap dia selesai memukuli eomma.

“Wah, wah. Akhirnya kalian sampai juga, Choi Minho, Choi Taemin? Masih ingat padaku?”

Aku berdiri dan membantu Taemin berdiri.Kami berdua menatap matanya garang.Mata orang yang telah membunuh eomma tersayang kami.Mata orang yang sempat kami panggil ‘Appa’.Gigi taemin bergemeletuk, sepertinya amarahnya naik sampai ubun-ubun. Tak lain, aku daritadi menggeram padanya. Taemin tak dapat menahan emosinya lagi, dia melayangkan tangannya menuju pipi Siwon.Gagal, dua pria dibelakang kami tadi menghalangi aksi Taemin dengan menahan tubuhnya.

“Lepaskan aku, lepaskan! LEPASKAN!” Taemin menggeliat dalam tahanan dua pria tersebut.Melihat adikku ditahan seperti itu, aku memasukkan tanganku ke dalam jaketku.Tergoda untuk mengambil barang yang tadi Yeonni berikan padaku, mengarahkan pada mereka berdua lalu menekan-melepaskan pelatuknya.Tapi tindakanku terhenti oleh suara Siwon.

“Choi Minho, apa kabar ibumu? Apa dia baik-baik saja?” dia tersenyum padaku. Aku menggeram. Apa maksudnya dia bertanya tentang eomma? Dia tahu kalau eomma sudah meninggal, dia pembunuhnya!

“Ah, aku lupa, dia sudah mati ya? Hahaha, maaf ya aku benar-benar lupa.”

Bugh-

Tinjuku tepat mengenai di pipinya.Dia terjatuh di kakiku.Ujung bibirnya mengeluarkan banyak darah, sedangkan tempat tanganku mendarat di pipinya mulai membiru.Aku yang sekarang tersenyum sinis padanya.Dia mendelik padaku dan berdiri dibantu kedua pria yang menahan Taemin.Taemin sudah berdiri di sebelahku, ujung bibirnya terangkat.

“Sepertinya kalian harus diberikan kenyataan yang cukup pahit lagi.” Siwon menggeram pada kami, “Bawa mereka!” perintahnya pada dua bodyguard itu.

Tangan kami ditahan di belakang tubuh kami.Kami didorong kasar entah menuju kemana.Taemin meringis tiap kali dia mencoba melepaskan tangannya, dan saat itu juga dia selalu mendapatkan pukulan di belakang kepalanya.Aku menatap mereka sinis dengan memberi mereka tatapan sekali-lagi-kau-pukul-adikku-mati-kau.Kami turun entah ke lantai terbawah.Lebih bawah dari basement.Seperti gudang kulihat.Tercium bau tidak enak dari gudang ini. Entah bau apa, yang pasti aku langsung menahan nafasku.

Kulihat satu buah pintu bertengger di ujung lorong.Pintu yang dikunci dengan banyak gembok dan rantai, terbuat dari besi atau baja, entahlah aku tak begitu memerhatikan yang kutahu warnanya perak besi. Ada apa di dalam sana sampai mereka menguncinya begitu rupa? Apa kami akan dikurung di dalam situ? Andwae! Aku meronta-ronta dari tangan penjaga yang menahanku, tapi tenagaku tak begitu kuat untuk melepaskan diri darinya. Kami makin dekat dengan pintu itu sampai akhirnya Siwon menyentuh sesuatu di dekat pintu tersebut dan voila! gembok dan rantai yang mengunci pintu tersebut terbuka sepenuhnya.

“Silakan masuk Choi Minho, Choi Taemin. Mungkin kalian ingat dengan orang ini?” tanya Siwon sambil menunjuk seseorang ditengah ruangan. Ruangan gelap dengan sinar matahari yang sangat sedikit menembus teralis yang berada 2 meter di atas kami. Ruangan yang mengerikan.Tangan kami dilepaskan oleh para penjaga tersebut dengan sekali dorongan, membuat kami terjatuh dan sedikit pusing karena benturan keras.Dan kusadari ternyata lantainya juga terbuat dari besi.Apa seluruh ruangan ini terbuat dari besi?

Aku melihat jelas seseorang terduduk lemas di tengah ruangan.Seketika itu juga aku berbalik dan segera berdiri.

Siapa dia?

Kalau orang yang kupukul tadi Choi Siwon lalu dia siapa?

Taemin yang menyadari hal itu juga segera berdiri dan bergantian memandangi orang yang berada di tengah ruangan dengan orang yang berdiri di dekat pintu bersama dua bodyguardnya. Kenapa? Karena kami menyadari hal yang sama. Wajah mereka berdua sama. Sama persis.

“Hahaha.. Reaksi kalian sungguh gampang ditebak! Kenapa? Kaget?” Orang yang kukira Siwon itu tertawa terbahak-bahak seperti orang kesetanan.Menertawai kami yang seperti orang bodoh.Aku mengepalkan kedua tanganku.

“Siapa kau sebenarnya? Dan siapa orang ini?!” aku bertanya keras padanya. Kulihat orang yang berada di tengah ruangan itu mendongak untuk melihat keributan yang aku ciptakan.Dan seketika itu juga dia terlonjak dengan kehadiran kami semua.Bahunya bergetar hebat.Aku membelakanginya, untuk menghadap orang yang kukira Siwon.

“Siapa aku? Sebegitu terkenalnya aku, kau tidak tahu siapa aku? Ah, kau pasti salah kenal ya? Kau kira aku Choi Siwon?Ayahmu yang sedang duduk di belakangmu itu?” si brengsek yang daritadi terus berbicara sinis itu menunjuk ke belakangku.Aku merasakan sesuatu mengocok perutku. Aku berbalik.

Dia Choi Siwon?

Appa?

Minho, ayo kita jogging!

Taemin, mau main PS dengan appa?

Minho-ya, bisa-bisa mulutmu melar karena tersenyum terus.

Hyorin, saranghae.

Minho..

Taemin..

Hyorin..

 

Semua memori tentangnya, kalimat-kalimat yang keluar dari mulutnya, senyum tulus yang terkembang di pipinya, tangan besar yang gemas mengacak rambutku dan mencubiti pipi Taemin. Appa?

 

Siapa dari Si Kembar Choi -anak dari presdir- yang akan dipilih..

…keluarganya hancur, istrinya ditemukan tewas dengan naas dan dua anaknya pergi entah kemana. Choi Siwon, si adik kembar..

… sepertinya yang akan menggantikan presdir sementara adalah sang kakak kembar, Choi Ji-..

Ah, berita itu! Jadi lelaki tak berdaya di depanku ini benar-benar ayahku? Appa? Jadi siapa yang membunuh eomma?Siapa yang sebenarnya selalu menganiyaya eomma?Aku diam di tempat, mengoreksi semua hal yang berputar dikepalaku.Dia benar-benar appa?Aku melihat Taemin. Reaksinya tak jauh beda denganku. Mukanya terlihat kaget sekali, ya, karena dia tak lihat berita saat itu.Aku berpaling melihat kakak kembar appa.

“Kau Choi Ji-“ aku menghentikan mulutku, entah aku tak ingat apa lanjutan namanya.

“Hahaha. Ya, betul aku Choi Jiwon. Kakak kembar ayahmu.” Dia menyela kalimatku.Seyum puas tersungging di wajahnya membuatku muak. Sepertinya aku sudah bisa menyusun semua puzzle yang terserak. Siapa yang membunuh eomma..

“Ayahmu, adik kesayanganku,” dia bercerita tanpa diminta, “aku ingin segalanya terbaik untuknya. Pendidikan, teman, dan juga pasangan hidup.Tapi dengan bodohnya, Siwon lebih memilih wanita itu daripada wanita yang sudah dijodohkan appa.appa marah besar tentu saja. Dia menenentang hubungan Siwon. Dan akhirnya Siwon kabur bersama wanita itu,” Wajahnya terlihat sendu menceritakan kisah appa. Walau aku takkan tersentuh sama sekali mendengar ceritanya.

“Aku tak tahan. Apalagi setelah mendengar kelahiranmu dan adikmu.Appa mulai menyuruh pesuruh-pesuruhnya untuk mengganggu keluarga Siwon.Siwon selalu melindungi keluarganya –kalian- bahkan sampai menarik diri dari keluarga kami.Aku sempat bicara empat mata dengannya memohon untuk kembali ke keluarga kami.Tapi nihil, dia tak mau.

Akhirnya hilang kesabaranku.Aku sadar, kalau seandainya wanita itu tak ada, Siwon takkan pergi dari rumah.Aku menyuruh orang untuk menculik Siwon dan mengurungnya disini sampai sekarang.Dan aku yang menggantikan posisinya di rumah.Memberikan balasan yang setimpal karena perbuatannya.Dan setelah 3 tahun tibalah waktuku untuk mengakhiri semuanya. Membunuh wanita itu.” Jiwon tersenyum sinis saat menyebut kata membunuh.Darahku naik ke kepala, amarahku sudah sampai ke ubun-ubun.Dia membunuh eomma dan menyekap appa?Taemin yang mendengar ini semua diam tak bergeming.Aku memasukkan tanganku ke jaket yang kupakai.

“Ahahaha. Puas sekali aku kalian datang kemari. Benar-benar sebuah hiburan.” Jiwon tertawa puas melihat kami bertiga. “Nah, kalian diam saja disini ya. Mati perlahan cocok untuk kalian berdua. Kecuali appa kalian, dia harus cepat-cepat dikeluarkan, sudah terlalu lama disini.” Aku terlonjak, kami akan dia kurung disini?!

Oppa, ini- siapa tahu berguna di dalam sana. Aku tahu mereka takkan semudah itu dikalahkan.

Kenapa kau punya benda seperti ini, Yeonni?

Kurasa aku akan memakainya sekarang. Ini kesempatanku. Atau kami akan berakhir.

Rahasia. Pergunakan baik-baik oppa.Pakailah jika benar-benar keadaan genting. Oh ya, isinya enam.

“Kunci mereka disini.” Jiwon berbalik menuju pintu diikuti dua bodyguardnya.Aku mengeluarkan benda itu.Mengarahkannya pada kepala Jiwon yang menjauh.Taemin bergidik melihat benda yang sudah kukeluarkan. Aku tersenyum. Waktu terasa lebih lambat sekarang.

Aku takkan memakainya, Yeonni.Ini terlalu berbahaya.

Aku menarik kata-kataku aku akan memakainya sekarang.

Yah, setidaknya buat jaga-jaga oppa.Taruh saja pistolnya di saku jaketmu yang paling dalam.

DOR!

Darah segar terciprat dari kepala dengan tubuh yang terlempar tak berdaya karena cepat dan kerasnya peluru menembus tengkoraknya. Aku menyeringai.

DOR!

Punggung yang tergeletak di lantai besi itu bergerak sedikit saat sebuah peluru lagi bersarang di perutnya.Cairan merah tak berhenti mengalir.Aku mulai menikmati hal ini.

DOR! DOR! DOR! DOR!

Yak habis sudah peluruku dan semua menancap sempurna di tubuh orang yang membunuh eomma. Ini setimpal dan adil kan? Aku tersenyum puas.Kedua bodyguard tersebut sepertinya tahu peluruku sudah habis, mereka berlari kearahku.

DOR! DOR!

Sama seperti majikan mereka, mereka sukses terlempar kebelakang dengan darah mengucur dari perut dan kepala mereka. Hah? Peluruku kan sudah habis? Aku menoleh. Taemin membawa pistol di tangan kanannya.Siapa bilang dia boleh membawa senjata?Aiish… pasti dari Yeonni.Taemin tersenyum kepadaku.

“Sudah lama aku ingin mencobanya hyung. Hehe..” sahutnya polos. Aku balas tersenyum sekenanya dan berjalan menuju tempat appa yang gemetaran di tempatnya duduk. Taemin mengikutiku.

“Appa? Maafkan kami baru menolong appa sekarang. Maafkan kami..”Aku memeluk appa erat-erat airmata mulai menggenang di pelupuk mataku.Aku benar-benar merasa bersalah menyangka appa adalah pembunuh.

“Appa, maafkan kami berprasangka buruk padamu..” kurasakan airmata Taemin sudah menetes di tanganku. Dia ikut memeluk kami berdua.Sekarang, tubuh orang yang kami peluk mulai tenang, tak bergetar lagi.

“Appa yang harusnya minta maaf, Minho, Taemin. Appa menelantarkan kalian.Kalian dianiyaya oleh kakakku yang berpura-pura menjadi appa. Maafkan appa tak bisa melindungi kalian.. Maafkan appa…” Akhirnya appa bersuara.Suara yang sangat kurindukan.Suara yang jauh berbeda dengan kakak kembarnya. Suara yang tulus memanggil nama kami berdua. Airmataku tak dapat kutahan lagi, sehingga mulai mengalir di pipiku.Taemin menangis kencang, semakin mempererat pelukannya dan tak henti-hentinya meminta maaf.

Setelah beberapa menit kami larut dalam kesedihan ini, appa bertanya sesuatu hal yang tak kusangka sama sekali.

“Apa benar Hyo- maksudku eomma kalian sudah meninggal?”

*****

Yeonni dan ayahnya yang membantu kami memanggilkan pengacara untuk sidang-sidang.Kami dituntut karena telah membunuh Presdir Choi’s Inc.dan kedua bodyguardnya. Aku tak ambil pusing, aku merasa benar.Karena aku yakin sekali penganiyayaan dan pembunuhan eomma, penyekapan appa, percobaan membunuh kami dengan cara disekap, tak sebanding dengan tindakanku membunuhnya.Setelah beberapa kali sidang, akhirnya hakim memutuskan bahwa kami tak bersalah.

Kami berada di depan makam eomma sekarang. Appa ingin berkunjung untuk meminta maaf katanya. Appa menangis di depan makan eomma. Terus-menerus meminta maaf atas semua yang terjadi selama dia disekap.

“Hyorin… mianhae, jeongmal mianhae. Aku tak menjadi suami yang baik, tak menjadi kepala keluarga yang baik.Maafkan aku, aku benar-benar menyesal. Dan menerima kenyataan bahwa kau telah pergi meninggalkanku, meninggalkan kami, itu sangat menyakitkan.” Appa mengelus nisan eomma, airmatanya tak berhenti mengalir. Aku  dan Taemin hanya berdiri dibelakang appa sedari tadi.Beberapa menit appa hanya diam sambil menangis sampai akhirnya aku menepuk pundak appa pelan.

“Kau pasti sudah melihat, perjuangan Minho dan Taemin. Mereka bekerja sambil sekolah, betapa mandirinya mereka.Minho sudah menjadi laki-laki yang gagah, dan Taemin yang dulu mungil sudah besar. Hyorin, aku akan mencoba sekali lagi. Mencoba menjadi appa yang baik untuk Minho dan Taemin. Kau lihat ya dari sana.” Appa tersenyum dan mengusap air matanya.Lalu appa menaruh bunga mawar putih di makam eomma dan berdiri.

“Ayo pulang Minho, Taemin.” Appa tersenyum pada kami.Senyum yang kurasa sangat tulus yang pernah diberikan appa pada kami.Appa mengacak-ngacak gemas rambut kami berdua.

“Ahahaha, ne, Appa.”

Aku harap plot ceritaku selanjutnya akan terus bahagia bersama Taemin dan appa.

 

Meski penuh kesedihan dan dendam karena ditinggal orang yang kusayangi, aku senang bisa menjadi tokoh utama di ceritaku.Bila dilanjutkan, ceritaku takkan ada habisnya. Tapi boleh kita berhenti sebentar dan berharap jalan cerita kita akan bahagia hingga akhir, serta mencoba mengoreksi kesalahan di cerita sebelumnya. Happy writing!

N.B: Karena Yeonni sudah banyak membantuku, aku akan memberinya hadiah!

*****

Tomorrow is a never ending story, but we can stop for some time and enjoying the story that we played. –Kim Yeonni-

FIN

 

Haaah, akhirnya selesai! Makasih ya yang udah mau baca dan nungguin sampai sini. Komen dan kritik yang membangun ditunggu dari readers yang baik hati J Oh iya, nanti bakal ada satu side story lagi yang masih berhubungan dengan fanfic-ku yang satu ini yaitu, Side Story : Kim Yeonni’s Side. Sumpah ini author emang pengen eksis abis, ditunggu dan dibaca yaa~ Kamsahamnida ❤

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

39 thoughts on “Faces In Disguise [3.3]”

  1. bnr2 terbawa cerita.. sampe lupa sama keluarga choi yg punya ank kmbr.. hahaha

    huhuhu mengharukan.. aplgi pas d mkm itu…

    “Sudah lama aku ingin mencobanya hyung. Hehe..” sahutnya polos. ~____~a

    ditunggu side storynya

  2. Part 3 yang aku tunggu-tunggu~

    Endingnya keren, johasseo~ Akhirnya balas dendan 2min terbalaskan! Hohohoo~

    Hadiah buat Yeonni pasti si Taemin deh… Aku tebak di side story ceritanya tentang Yeonni sama Taemin #soktau

  3. Tuhhh kaaannnnn!!! Beneran Kembaran appa Minho yg nyamar kan… Dor! Dor! Dor!! Minho mantapppp!!!!

    Finally.. Mereka bertiga Bisa hidup rukun lagi biarpun tanpa Sang omma…. Huwahhh… Terharu… Perjuangan Minho dan Taemin….

    Good Job Author!! 😛

    1. hehehe. oh bener ya? /digampar
      Minho emang mantap! apalagi kalo sambil pake dress loreng-loreng (?)
      Hehehe, makasih kemon eh komennya ya~
      ayo tunggu side story-nya /tebaralbumsherlock

  4. Aku udah nungguin kelanjutannya…akhirnya keluar juga,,,,

    Owh jadi Siwon appa kembar ya? Aku sampe lupa,,,

    Ending yang bahagia, biarpun eomma mereka udah meninggal, tapi seenggaknya aku lega karna ternyata peran Siwon gak antagonis disni,,tadinya aku mau protes sama authornya,,,kekekekek~

    Minho mau kasih hadiah apa ke Yeonni? Jangan2 Taemin ya hadiahnya,,,

    Keep writing!!!!

  5. ENDINGNYA KEREN BANGET INI SIH!! *caps jebol*
    hikssss salah kira, dikirain choi jinri bahahaha XD #ngaco
    wahh, siwon-ah, nasibmu malang bener sih ToT
    ya amstrong (?) aku bener2 speechless! Endingnya bagus banget hueeee ;_; *kasih tomcat sbg hadiah #dikejar

    1. WAH KALAU GITU MAKASIH YAAH~ /capsjeboljuga
      kekeke, malah tadinya mau author kasih nama Kyuhyun /plak biar ada WonKyu momentnya /ditabok
      Hehehe, makasih banget ya komennya. jadi senyam-senyum sendiri nih gara-gara komenmu /digigittomcat
      ayo ditunggu side story-nya yaa~

  6. Aha! Aku senang bagian dor! Dor! Dor!#sarap
    kereen.. Apalagi pas bagian taem nembak.. Hmmm..
    Wuah.. Ada side story neh..
    Ditunggu.. Ditunggu..

  7. setelah sekian lama menunggu, akhirnya part ke 3 muncul juga hehehe

    menegangkan! dan seperti yang aku perkirakan tidak mungkin Choi Siwon menjadi pria jahat kayak gitu T.T

    paling suka bagian menembak dan taemin bilang “Sudah lama aku ingin mencobanya hyung. Hehe..” dasar taemin si anak polos xDD

  8. uaa… gara – gara terlalu sebel sama appanya Minho jadi lupa kalau appanya Minho punya saudara kembar. mianhe ahjushi *bow*

    paling ngenes tuh adegan dor! dor! dor! dan Taemin dengan gampangnya bilang
    “Sudah lama aku ingin mencobanya hyung. Hehe..”

    pokoknya DAEBAK! oh iya aku bacanya ngebut makanya baru ngomen, dan juga aku tunggu side storynyaa… 🙂

  9. Waahhhh ff nya udh selesai
    Seneng baca’a walaupun agak serem krn ada tembak-tembakan
    Kebayang TKP penuh darah

  10. Ulah kembarannya Siwon beneran sadis merangkap kejam. Eomma Minho dan Taemin jadi korban selama Siwon tidak mengetahui penderitaan hebat yang terjadi pada keluarganya.

    Apa nih yang direncanakan Minho buat hadiah Yeonni? Minho tahu Yeonni ada rasa ke Taemin. Hmm…

    Nice story. Lanjut ke side story.

  11. Bisa tidak bersalah semudah itu?
    Cerita’a penuh ‘dor dor dor’… Brother complex? Gak kebayang siwon pny saudara kembar… Ff’a bgs.. Gak sabar nunggu side story’a 🙂

  12. waaacchhh ,,, dugaanku benar ….
    tapi2 bener2 gag bisa dipercaya ,, bahkan taemin pun berani maen (??) pistol …..
    ckckckckckckckck ,, tapi gag papa dhe ,, demi keselamatan mereka ..
    endingnya kurang ,,, coba ajja si yeonni itu muncul … hehehehe

  13. Daebak chingu… Aku suka..
    DOR! DOR! DOR!
    hehehe masih kebawa nih sama ceritanya…

    Sipp sipp itu yg yeonni side story ditunggu..
    Hadiah apa yang mau dikasih Minho? wkwkwk *mulai deh aksiku menebak-nebak

  14. wah.. ffnya bnar2 deh.. ga nyangka kalo yg nyiksa n bunuh eomma mrka itu sodara kembarnya siwon. emg sih kalo dpkir agak aneh ada org yg dikurung brtahun2. lalu nyesek bnget eommanya meninggal gara2 si jahat jiwon. tp bgus kok thor. aq suka tokoh2nya xD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s