Rose, Parfume and Kiss – Part 4

Rose, Parfume and Kiss

Author             : @kikyinayah

Main Casts      : SHINee’s Kim Jonghyun, Lee Yoonmi (You)

Support Casts  : Other SHINee members, other support casts

Length             : 4/5

Genre              : School Romance

Rating              : PG-15

“Jonghyun-aaaaaah!!!!!! Neomu bogoshipheo….” Teriak Key sambil memeluk Jonghyun sehingga membuat Jonghyun mengeluarkan wajah sinisnya kepada Key.

“Ya! Hyung.. aku hanya tidak masuk 1 hari saja kau sampai jadi begini. Bagaimana kalau aku pindah sekolah? Aku rasa kau bisa gila. Baboya!”

“Hyung, kau jangan begitu. Key hyung kan istrimu. Jelas saja dia sangat merindukanmu walaupun hanya 1 hari,” perkataan Minho itu pun kemudian dilengkapi oleh sentakan suara tertawa Onew, dan Taemin.

“Ah! Hyung, aku lupa bilang kepadamu. Kemarin sepertinya Yoonmi noona mencarimu. Ada apa ya? Apa kalian bertengkar lagi?” tanya Taemin.

“Tidak, tidak! Dia hanya ingin… hmmm. Ah sudahlah!”

“Ya Kim Jonghyun! Kau mau menyembunyikan sesuatu dariku hahh? Apa kau sudah ingin menceraikanku?”

“Ya, Key-sshi!! Jangan konyol. Sejak kapan kita menikah?”

“Jadi kau tidak mau mengakuiku sebagai pasanganmu?”

“Hey, aku masih normal. Mungkin aku yang paling normal di antara kalian. Hormon ku terhadap wanita jauh lebih baik daripada kalian. Onew hyung, aku rasa hormonnya hanya peka terhadap ayam. Minho, mungkin dia lebih suka ikut game show penantang adrenalin daripada wanita. Sedangkan kau, Key. Aku rasa hormon mu hanya untukku saja. Dan taemin,mungkin dia masih bisa aku ajari kalau soal wanita. Huahaha,” tak elak perkataan Jonghyun tersebut menimbulkan protes dari Minho, Taemin dan Key (mungkin Onew sendiri yang tidak marah^^ ) dan timbulah keributan kecil di hall sekolah itu.

Selagi mereka bertengkar, Taemin merasakan sesuatu yang rasanya sangat familiar. Tapi dia masih ragu tentang hal itu. Sesuatu yang aneh itu, ada pada diri Jonghyun. Dan sampai sekarang, Taemin tidak bisa menemukan hal ganjil apa yang ada pada diri Jonghyun.

“Hyung, kau seperti….. hmm… ah, aku tidak yakin,” kata Taemin. Sontak semua yang masih dalam kekacauan kecil itu berhenti dan fokus kepada Taemin yang terlihat kebingungan.

“Ada apa Taemin-ah?” tanya Key.

“Ah, tidak apa hyung. Aku hanya merasa ada yang aku kenal dari diri Jonghyunnie hyung. Tapi aku tidak tau itu apa,”

“Aku?? Kenapa?” tanya Jonghyun juga heran.

“Mungkin hanya wangi parfumnya yang berbeda,” kata Key.

“Kenapa kau sangat jeli sekali terhadap diriku? Aku saja juga tidak tau apa yang aneh,” kata Jonghyun.

“Itu dia!! Wangi parfum Jonghyun hyung. Hmmm… pantas saja aku kenal,”

“Ya, ya.. ada apa sih sebenarnya?” Minho yang dari tadi out of topic tiba-tiba merasa ingin tau.

“Hyung, wangi parfum Jonghyun hyung seperti wangi parfum…. Hmmm… ah, siapa ya? Hmmm…. AH!! Aku tau!” tiba-tiba Taemin mengeluarkan senyum jahatnya kepada Jonghyun yang menimbulkan rasa ingin tau member yang lain.

“Yoonmi noona kan?” lanjut Taemin menggoda.

Perkataan Taemin membuat Jonghyun mati gaya. Tiba-tiba sikapnya yang overactive itu berubah menjadi pendiam, seperti ingin menyembunyikan sesuatu.

“Yoonmi-sshi?” tanya Onew.

“Ne, hyung. Aku hafal sekali wangi parfum Yoonmi noona. Hahaha, bagaimana bisa wangi Yoonmi noona pindah ke tubuh Jonghyun hyung? Apa mereka…. Pacaran?”

“Yaaa!! Aku tidak.. maksudku.. belum, mungkin.” Jonghyun menundukkan wajahnya yang memerah tiba-tiba, sambil menggali tanah dengan kaki kirinya walaupun yang dia injak sebenarnya adalah lantai keramik, mungkin canggung.

“Jonghyun-ah, ceritakanlah sebenarnya ada apa?” Onew mengambil sikap bijak yang menunjukkan kalau dia memang yang paling tua di antara mereka berlima.

“Sebenarnya aku….,”

. . . . .

“Dreamland?? Ah, taemin-nie… aku malas,”

“Noona…. aku mohon,” pinta Taemin dengan wajah aegyo-nya itu.

“Bagaimana kalau cokelat? Aku belikan kau cokelat fruit hazelnut kesukaanmu itu satu kotak besar,” lanjutnya.

“Ah, arasseo! Benar ya kotak yang besar?”

“Aku janji noona-ku yang cantik,”

“Aish~ kau memang paling jago dalam hal merayuku. Oke, nanti aku bilang appa-ku dulu. Memangnya kapan kita mau pergi ke sana?”

“Besok?”

“Hahh!! Kau gila! Kenapa baru bilang padaku sekarang?”

“Mianhae noona. Aku janji! Satu kotak besar cokelat kesukaanmu! Jebalyo~ Sekarang kan sudah liburan sekolah. Buat apa noona sendirian di rumah? Ayolah…”mohon Taemin lagi.

“Aku mau nonton dvd drama action yang kemarin aku beli,”

“Nontonnya nanti saja.. jebalyo~ uri Yoonmi noona,”

“Baiklah, baiklah.. besok jam berapa?”

“Oke!! Besok aku jemput noona jam 11 pagi. Kita naik bus saja ya.. hehe,”

“Aish! Sial sekali aku, liburan harus bangun pagi. Ahh… baiklah tuan muda Taemin… besok kau ke sini jam 11. Naik bus dari rumahku saja ya,”

“Kyaaaa~ noona baik sekali…..” teriak Taemin kegirangan melihat Yoonmi setuju dengan ajakannya. Sebenarnya bukan hanya dia yang mengajak Yoonmi. Tapi ada hal lain di balik rencana Taemin mengajak Yoonmi ke dreamland itu.

. . . . .

HARI BERIKUTNYA

“Yoonmi-ah, Taemin sudah menunggu mu di bawah,”

“Ne, appa.. aku akan turun,” jawab Yoonmi.

Beberapa saat kemudian, Yoonmi turun dari lantai dua tempat kamarnya berada menuju ruang tamu tempat Taemin sudah menunggunya.

“Eishh~ kenapa pakaiannya cuek sekali?” kata Taemin dalam hati. Melihat pakaian yang dipakai Yoonmi hanya celana jeans yang dipadukan dengan kaos super nyaman ala Yoonmi dan sepatu kets-nya, Taemin berinisiatif untuk mengabarkan hyung-hyungnya yang lain.

 

To : Onew hyung; Key hyung; Minho hyung

Sepertinya ada perubahan strategi sedikit. Pakaian Yoonmi noona terlalu sederhana. Bagaimana ini? Aku takut Jonghyun hyung menjitakku ):

SEND~

Selang beberapa saat, langsung ada balasan di HP Taemin.

RECEIVED~

From : Key hyung

Saat kau menunggu bus di halte, kau pura-pura saja pergi membelikannya minuman. Nanti selanjutnya aku, Minho dan Onew hyung yang akan mengurusnya. Lalu aku akan menjemputmu. Yang lain sudah aku konfirmasi. Laksanakan tugasmu dengan baik, Taemin-nie..

“Baiklah! Aku sudah siap! Kaja~ Taemin-ah,”

“Ah, ayo noona. Ahjusshi aku pinjam Yoonmi noona dulu sebentar. Nanti aku kembalikan dalam kondisi sama seperti aku meminjamnya sekarang,”

“YA! Memangnya aku apa dipinjam-pinjam?”

“Jangan bersikap begitu kepada Taemin, Yoonmi-ah. Hmm.. apa Jonghyun ikut, Taemin-gun? Aku tiba-tiba ingin mengobrol dengannya, haha..”

“Jonghyun hyung? Ahjusshi kenal darimana?”

“Aaaah, sudahlah! Jangan membahas anak dino itu lagi! Lebih baik kita berangkat sekarang, sebelum aku berubah pikiran, Taemin-ah,”

“Arasseo, noona. Kami berangkat ahjusshi,”

“Baiklah, hati-hati ya kalian berdua. Jangan pulang terlalu larut. Hati-hati di jalan,”

“Ne, appa,”

Kemudian mereka berdua berangkat menuju halte bus terdekat dari rumah Yoonmi. Melihat jadwal kedatangan bus, sepertinya masih ada 10 menit lagi sebelum bus datang. Pada saat inilah Taemin melaksanakan misi yang sudah diberikan oleh Key.

“Noona, kau mau kopi? Di sana sepertinya ada mesin penjual kopi. Biar aku belikan,”

“Ah, baik sekali kau.. aku mau mocca cream coffee saja. Aku mau yang hangat. Tolong yaa,”

Kemudian sesuai rencana, Taemin berpura-pura membelikan Yoonmi segelas kopi hangat. Namun saat Yoonmi sedang menunggu bus sendirian di halte, datanglah mobil sedan hitam entah milik siapa berhenti di depan Yoonmi dan ada dua orang tak dikenal keluar dari mobil itu.

“Nona Yoonmi?” kata salah seorang laki-laki yang memakai jas ala pengawal pribadi tersebut kepada Yoonmi.

“Aku? Ne, aku Yoonmi. Ahjusshi siapa?”

“Maaf nona, ini perintah,”

Tiba-tiba saja, kedua laki-laki itu mendekap mulut Yoonmi dengan sapu tangan yang sudah diberikan obat bius. Yoonmi sudah berusaha meronta, namun ternyata obat bius itu bekerja lebih cepat sehingga kesadaran Yoonmi juga hilang lebih cepat.

. . . . .

Sinar lampu di ruangan itu menyilaukan mata Yoonmi yang baru saja terbuka. Walaupun ruangan itu tidak begitu terang, cahanya seakan langsung masuk ke dalam bola mata Yoonmi.

“Akuuu…. Di.. manaa??” tanya Yoonmi heran kepada dirinya sendiri sambil perlahan mengumpulkan nyawanya.

“Ah, nona sudah bangun? Silahkan ikut aku,” kata seorang wanita yang memakai seragam kemeja putih dan rok tanggung berwarna hitam dan scraf motif bunga senada dengan corak kemejanya yang melingkar di leher pelayan itu.

“Maaf, ini di mana? Kau siapa?”

“Kita sudah sampai, nona. Silahkan,” tanpa menjawab pertanyaan Yoonmi, wanita itu mempersilahkan Yoonmi ke arah ruangan besar berisi pakaian-pakaian wanita dengan design yang sangat bagus.

“Woah!! Indah sekali baju-bajunya,” kata Yoonmi.

“Silahkan berkeliling melihat-lihat. Pilih yang sesuai dengan selera Anda, nona. Tuan Key sebentar lagi akan datang,”

“Key?? Kim Kibum-sshi??” Yoonmi heran sebenarnya apa yang terjadi. Beberapa saat yang lalu dia ingin berangkat ke dreamland bersama Taemin dan menunggu di halte, tiba-tiba dia ada di sebuah tempat yang sepertinya adalah butik pakaian berkelas, dan kini Key akan datang? Yoonmi semakin heran jika terus memikirkan hal yang daritadi terjadi. Namun tanpa sadar, Yoonmi tengah berkeliling melihat semua pakaian yang ada di butik itu. Mungkin naluri kewanitaannya muncul. Dengan kagum dia melihat pakaian-pakaian di tempat itu. Benar-benar berkarakter, unik tetapi tidak aneh, dan elegan.

“Yoonmi-ah!!” panggil seseorang dari arah belakang Yoonmi.Kemudian Yoonmi menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Key.

“Sudah melihat-lihat? Bagaimana?”

“Ya! Apa maksudnya ini semua? Aku bingung. Tadi kan aku sedang di halte bus, ingin pergi ke dreamland dengan…… Andwae! Taemin-ah!”

“Jangan khawatir, Taemin sudah menjalankan tugasnya dengan baik,”

“Tugas katamu? Tugas apa?”

“Nanti kau juga akan tau,” jelas Key.

“Ah, sudahlah, lebih baik aku saja yang memilihkan baju untukmu. Ngomong-ngomong, ini adalah butik ibuku. Mungkin nanti akan menjadi milikku. Huahaha..” Key memang berasal dari keluarga yang paling kaya di antara yang lain.

“Apanya yang lucu? Kenapa tertawa?” balas Yoonmi dengan wajah datar.

“Aish~ Jonghyun-ah, kenapa kau memilih gadis yang rasa humornya sangat jelek, sih” kata Key pelan.

“Apa?” sepertinya Yoonmi tidak sadar dirinya sedang Key bicarakan.

“Ah, tidak. Bagaimana dengan ini? Lucu tapi nyaman. Sepertinya cocok jika kau pakai ini. Cobalah sana!” key mengambil salah satu summer dress dari butik itu kemudian menjentikkan jarinya sebagai kode agar salah satu pelayan di sana datang membantu Yoonmi mengenakan pakaian itu. Selagi Yoonmi pergi bersama pelayan itu ke fitting room, Key melanjutkan pemilihan beberapa dress simple untuk dipakai Yoonmi. Seperti layaknya designer papan atas, mata Key jeli sekali melihat fashion mana yang cocok di tubuh Yoonmi, karena misinya kali ini adalah membuat Yoonmi terlihat lebih menarik dan cantik namun tidak berlebihan.

SRREEEEKKKKK, suara tiraifitting room di tempat itu terbuka. Key melihat sekilas, namun wajahnya kurang puas. Seperti ada yang kurang.

“Ganti dengan pakaian kedua. Yang ini kurang cocok,”

“Ya! Kibum-sshi!! Beraninya kau menyuruh ku, lihat saja nant……,” belum sempat Yoonmi menyelesaikan kalimatnya, Key sudah mendorongnya ke dalam fitting room dan menutup tirainya.

“Nanti justru kau yang akan berterima kasih kepadaku, Yoonmi-ah.” Teriak Key dari luar fitting room tersebut. Yoonmi hanya bisa mendengus kesal. Masih belum mengerti apa maksud key berkata seperti itu.

Baju kedua dan ketiga menuai hasil yang sama. Sepertinya agak sulit menemukan baju yang cocok untuk gadis ini. Key sempat merasa sedikit frustasi. Namun, pada saat percobaan baju yang keempat,

“Bagaimana?” kata Yoonmi dengan wajah datar dan sedikit kesal.

“Woah! Daebak!! Kau ternyata cantik, Yoonmi-ah..” kata Key memuji.

“Baiklah! Sudah ditetapkan. Kau akan pergi dengan pakaian ini!! Perfect~ kaja! Mobilku sudah menunggu.”

Mereka berdua kemudian keluar dari butik tersebut menuju mobil yang sudah terparkir di depannya. Key membuka pintu depan di samping supir, sedangkan Yoonmi membuka pintu tengah mobil itu.

“Annyeong noona~” pada saat Yoonmi membuka pintu tengah mobil Key, di dalam ternyata sudah ada Taemin yang melambaikan tangan kepadanya. Sedangkan di kursi paling belakang duduklah dua laki-laki lainnya yang tidak lain tidak bukan adalah Onew dan Minho.

“Taemin??? Haaaaarrggh, kau membuat aku gila hari ini. Sebenarnya apa sih yang kalian inginkan?”

“Noona, masuklah dulu ke dalam mobil, nanti aku jelaskan di tengah perjalanan. Bukankah kita mau ke dreamland?”

“Ya! Taemin-ah! Masih berani bicara tentang dreamland kepada ku hahh??” jengkel Yoonmi sambil mengepalkan tangan kanannya seakan memberikan isyarat ingin memukul magnae di mobil itu sekarang.

“Ya ya! Sudahlah Yoonmi, masuk saja dulu ke dalam mobil. Ayo kita berangkat!!” untungnya Yoonmi mau mengikuti kata-kata Onew dan masuk ke dalam mobil. Mereka pun kemudian berangkat ke tempat tujuan mereka dari awal, yaitu dreamland.

Perjalanan mereka tempuh sekitar satu jam. Setelah sampai di dreamland, mereka langsung membeli tiket masuk. Sejenak Yoonmi melupakan kekesalannya hari ini karena merasa telah dibodohi oleh para anak laki-laki itu, setelah melihat suasana di dreamland itu. Yoonmi melihat ke sekitar, banyak orang yang mendatangi tempat itu, tetapi tidak terlalu sesak. Tempat itu dirancang sangat nyaman. Yoonmi dapat mendengar teriakan orang-orang yang sedang naik rollercoaster, mendengar tawa anak-anak kecil yang melihat badut, melihat para orangtua sedang makan dan beristirahat di café yang tersedia di setiap corner dreamland, dan banyak hal. Yoonmi menyukai suasananya. Sangat menyenangkan!

“Bagaimana kalau kita coba rumah hantu pertama!” saran Onew.

“Andwae! Rumah hantu! Aku paling benci dengan tempat itu. Aku bukan anak yang takut kepada apapun, kecuali hal-hal yang berbau mistis. Rasanya hanya.. aneh,” (sama kayak author, haha) batin Yoonmi dalam hati.

“Hmmm.. Aku tidak ikut ya. Boleh tidak?” tanya Yoonmi ragu.

“TIDAK! Tidak ada alasan apapun!” jawab Key tegas.

“Ayo kita antri!! Paliwa… aku sudah tidak sabar,” kata Onew.

Mereka pun masuk ke dalam arena rumah hantu. Salah satu arena andalan dreamland memang rumah hantunya yang terkenal seram. Walaupun hanya hantu bohongan, namun efek dari suara, suasana dan grafisnya sangat baik.

Setelah melewati satu kereta, mereka akhirnya naik kereta selanjutnya di dalam arena rumah hantu itu. Dan sialnya, keempat laki-laki yang menemani Yoonmi pun sudah memilih pasangan mereka masing-masing, tanpa mempedulikan ada seorang gadis di samping mereka. Onew duduk dengan Taemin, sedangkan Minho duduk dengan Key.

“YA! Kalian lelaki yang tidak bertanggungjawab!! Teganya membiarkan aku duduk sendirian,” keluh Yoonmi.

“Nanti mungkin ada pengunjung lain yang mau duduk di samping mu. Tenang saja..” kata Key enteng.

“Tapi kan….”

“Baiklah para pengunjung, kencangkan seatbelt kalian. Sebentar lagi kita akan meluncur.. siapkan nyali kalian untuk segera bertemu dengan para hantu terbaik di kota ini. Hanya di dreamland…” sapa penjaga arena rumah hantu itu melalui pengeras suara, disambut dengan teriakan riuh para pengunjung. Tak lama pun lampu di sekitar ruangan tersebut redup, menambah suasana menjadi seram.

“Ah, tidak! Belum ada yang duduk di sebelahku! Bagaimana ini??” Yoonmi panik melihat suasana sekitar yang sudah agak gelap.

Tiba-tiba ada seseorang yang duduk menempati kursi kosong di samping Yoonmi. Karena gelap, Yoonmi tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang duduk di sampingnya itu. Lagipula Yoonmi tidak terlalu mempedulikannya, yang penting kursi di sampingnya tidak kosong.

Suasana semakin mencekam ketika kereta semakin lama semakin masuk ke dalam rumah tersebut. Suara yang menyeramkan, serta keadaan yang gelap semakin membuat Yoonmi takut. Sesekali Yoonmi mendengar suara teriakan pengunjung lain yang juga ketakutan. Dan dia hanya bisa menutup matanya dengan kedua tangannya dan meringkuk ketakutan di kursi kereta yang ia duduki. Tiba-tiba, ada sesuatu yang menyentuh lengan kanan Yoonmi, bukan orang yang duduk di samping Yoonmi, namun hal lain. Sontak hal itu membuat Yoonmi berteriak ketakutan.

“KYAAAAAAA~ jangan ganggu aku!!!! Appaaaa!!!! Aku tidak mau ada di tempat ini…..” setengah menangis, Yoonmi berteriak histeris. Karena merasa sangat ketakutan, Yoonmi tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya itu dan akhirnya yang hanya bisa ia lakukan adalah menangis.

“Appaaaaa~….. aku ingin pulang sajaaa…”

Yoonmi pun hanya bisa terisak pelan dan menutup matanya. Tiba-tiba ada hal yang membuat tubuhnya mendekat ke orang yang duduk di sampingnya. Orang itu meraih bahu Yoonmi dengan tangan kanannya dan merangkul Yoonmi kemudian mendekapkan kepala Yoonmi ke dadanya.

“Aku paling tidak tega melihat wanita menangis ketakutan,” kata anak laki-laki itu.

Yoonmi yang tadinya risih tiba-tiba dirangkul oleh orang yang tak dikenal,kemudian hanya bisa diam dan mengenali suara anak laki-laki itu. Suara yang sangat familiar dengannya ketika ia bertengkar dengan orang itu. Dan rasanya, dia juga pernah merasakan rangkulan tubuh laki-laki ini.

“Jangan kira aku kasihan kepadamu. Aku hanya tak tega melihat wanita menangis di sampingku seperti yang sedang kau lakukan, Yoonmi-ah..”

Yoonmi tambah terdiam. Namun perlahan dia mulai bisa membuka mulutnya dan berbicara.

“Aku pinjam bahumu. Lain kali tidak lagi! Aku hanya benci rumah hantu dan sejenisnya, Jonghyun-ah..” Yoonmi hanya bisa terdiam membenamkan wajahnya ke badan Jonghyun, karena ia benar-benar takut. Namun, pada saat yang sama secara samar, Yoonmi dapat mendengar detak jantung Jonghyun yang sepertinya semakin lama semakin berdetak kencang.

“Ah, aku sesak!!” Tiba-tiba Jonghyun mendorong wajah Yoonmi menjauh dari badannya.

“Ya!! Kau ini kasar sekali!!! Dasar dinosaurus langka dan aneh. Sebentar ingin menolong, sebentar lagi menyebalkan! Huhh!!” cibir Yoonmi kesal.

Bukan begitu sebenarnya maksud Jonghyun. Dia hanya tidak ingin Yoonmi mendengar detak jantungnya lebih cepat yang rasanya seperti mau meledak pada saat merangkul Yoonmi.

“YA! Gadis cengeng!! Mana ada orang yang masuk rumah hantu sambil menangis terus-terusan?! Masih untung ada aku! Jika tidak, mungkin kau akan mati duduk sambil menangis ketakutan di kereta ini!”

“YAAA!! Jonghy…..”

“Sampai di sini petualangan Anda di rumah hantu dreamland. Dan jika Anda kurang puas, kapan saja Anda bisa mencobanya lagi! Kamsahamnida..” instruksi dari penjaga rumah hantu itu menghentikan pertengkaran mereka berdua. Dan setelah Yoonmi sadar, di kursi lain kereta yang mereka berdua tumpangi, Onew, Key, Minho dan Taemin ternyata tidak ada di kereta itu. Ternyata, setelah lampu diredupkan, mereka melepas seatbelt mereka dengan cepat untuk segera kabur menjalankan misi selanjutnya. Sedangkan Jonghyun datang dan duduk di samping Yoonmi yang sedang kebingungan dalam gelap.

. . . . .

“AISHH!!! Kemana sih mereka semua?? Kenapa aku ditinggal?” keluh Yoonmi sambil melirik ke sana kemari berusaha menangkap keberadaan yang lainnya, tapi hasilnya nihil.

“Hey Yoonmi-ah, masih ada aku di sini,”

“Kau? Mimpi apa aku pergi ke dreamland bersama dinosaurus langka?! Huhh…” Yoonmi hanya bisa mencibir karena kesal.

“YA! Seharusnya kau berterimakasih kepadaku. Bukannya menyebutku dinosaurus seperti itu,”

“Biarkan saja…. weeee…” Yoonmi mengeluarkan lidahnya melakukan mehrong~ dan kemudian berjalan lebih cepat sehingga membuat Jonghyun tertinggal lumayan jauh di belakangnya. Tapi sebenarnya, Yoonmi merasa hari ini Jonghyun terlihat berbada. Sepertinya lebih menyenangkan. Dilihat dari pakaiannya, Jonghyun memang terlihat lebih fresh dan berbeda dari pada sewaktu dia di sekolah. Padahal yang dia pakai hanyalah suatu hal yang simple. Kaos dengan motif print yang unik, celana jeans hitam, dan sepatu semi-boats dengan tali menyilang sampai ke mata kaki dan sedikit tatanan rambut khas anak remaja yang sedikit berantakan tapikeren.

[Picture 4]

“Aish.. gadis itu benar-benar!” dengan rasa agak sebal,  Jonghyun mengeluh. Namun matanya terus menatap ke arah gadis itu yang sudah berjalan dengan jarak beberapa meter di depannya. Jonghyun kemudian terdiam. Hmmm, sepertinya hari ini Yoonmi terlihat…. Cantik? Tentu saja, Key yang sudah bekerja keras melakukan make-over kecil-kecilan pada diri Yoonmi dan hasilnya memang cukup bagus. Sederhana namun tetap eye-catching, cocok untuk Yoonmi yang berkepribadian agak keras namun sebenarnya memiliki hati yang penyayang. Dengan summer dress yang simple berwarna biru, Yoonmi terus berjalan.

[Picture 5]

Tiba-tiba Yoonmi menghentikan langkahnya. Gadis itu terdiam. Jonghyun yang mengikutinya dari belakang juga ikut heran dengan tingkah gadis itu, dan menghentikan langkahnya tepat di belakang badan Yoonmi.

“Yoonmi-ah, ada apa? Kenapa tiba-tiba berhenti?”

Mendengar Jonghyun bertanya, Yoonmi membalikkan tubuhnya ke arah Jonghyun. Ekspresi wajahnya berubah 180 derajat secara tiba-tiba. Wajahnya berubah menjadi sangat kekanak-kanakan dan matanya berubah menjadi puppy-eyes seperti ingin merayu Jonghyun melakukan sesuatu.

“Jonghyun-ah~ itu apa? Aku ingin naik itu,” tanpa sadar, Yoonmi bertingkah sangat lucu sambil menunjuk ke arena permainan yang ia maksud. Mungkin terhitung jari berapa kali dia dapat melakukan aegyo seumur hidupnya. Tapi Jonghyun bersumpah, walaupun dia belum pernah melihat Yoonmi melakukan aegyo, ini adalah ekspresi Yoonmi yang sangat membuat jantung Jonghyun mau copot rasanya.

“Ehhm.. itu….” Jonghyun batuk kecil, membersihkan tenggorokannya untuk membetulkan posisi suaranya yang tidak bisa menutupi rasa gemasnya kepada Yoonmi.

“Aku juga tidak tau. Mau coba? Aku juga penasaran,” lanjut Jonghyun sok tenang padahal jantungnya terasa semakin mau copot.

“Eung~ kaja..”

“Ya Tuhan, ini apa?? Ahh.. aku bisa gila jika melihat wajahnya se-aegyo ini.. badanku rasanya lemas. Bagaimana ini?? Ah… aku kenapaa????” kata Jonghyun dalam hati sambil tetap mengikuti Yoonmi dari belakang menuju arena yang tadi ditunjuk Yoonmi tersebut.

“Selamat datang…” sapa penjaga arena bermain itu.

“Ne,” jawab Yoonmi hangat.

“Maaf, ini arena permainan apa?” tanya Jonghyun.

“Ini adalah Spin of The Dragon. Satu gerbong arena ini diisi oleh 2 orang.Tepat sekali Anda memilih arena ini bersama pasangan Anda,” jelas penjaga itu.

“Tidaa…hhmmpph.. Jonghy….hhmmpp..” Jonghyun dengan cepat segera menutup mulut Yoonmi dengan tangannya.

“Ahaha, terima kasih. Boleh kita langsung masuk?”kemudian dia menjawab pernyataan penjaga arena itu dengan tertawa yang terdengar agak dipaksakan karena melihat tatapan mata kau-segera-akan-mati dari Yoonmi.

“Ah, baik. Silahkan..” kata penjaga itu yang sedikit heran melihat kelakuan mereka berdua.

“KYAAAAAAAAAA~ Yoonmi-ah!!! Kenapa kita memilih naik arena ini???? Eommaaaaa!!!! Hwaaaaa….”

“Hahahaha, Jonghyun-ah.. lihat wajahmu! Kenapa jadi pucat? Kau takut?? Hhahaha..”

“TidaaAAAAAAARRGGHHHH!!!! Eommaaaaa!!!”

“Huahahahaha….” Yoonmi hanya bisa tertawa melihat wajah Jonghyun yang ketakutan saat naik arena permainan itu.

Tiga menit arena permainan ituterus berputar. Jonghyun yang tadinya terlihat seperti pahlawan kesiangan di rumah hantu, kini terlihat seperti tokoh kartun dengan wajah ungu, entah itu apa. Wajah ungu yang dimaksud itu karena sekarang Jonghyun merasa kepalanya pusing dan dia merasa mual. Setelah arena permainan itu berhenti, mereka berdua segera mencari tempat duduk.

Ada yang aneh pada saat mereka turun dari permainan itu. Ekspresi wajah mereka berdua sangat berbeda. Yoonmi terlihat sangat senang dengan senyum yang sangat lebar terlukis di wajahnya, sedangkan Jonghyun terlihat pucat dan kusut dengan tingkat kesadaran yang kurang baik tentunya.

“Gwaenchana, Jonghyun-ah?” tanya Yoonmi tiba-tiba khawatir melihat Jonghyun benar-benar pusing.

“Ahh… aku tidak apa-apa. Ayo kita lanjut main permainan yang lain,” Jonghyun berusaha berdiri dan berjalan, namun langkahnya sempoyongan.

“Ya! Jangan membohongiku!! Kau duduk dulu di sini. Tunggu sampai pusing mu hilang baru kita lanjut main. Diam di sini! Jangan ke mana-mana!! Awas jika kau pergi seperti yang lain! Aku ingin membeli minuman segar untukmu. Siapa tau pusingmu bisa sedikit sembuh. Diam! Awas ya, jika kau kabur!!” kemudian Yoonmi pergi meninggalkan Jonghyun ke salah satu toko minuman kecil di pojok sana. Jonghyun yang melihat kelakuan Yoonmi yang sedikit menghawatirkannya itu tersenyum ringan sambil memandangi tubuh belakang Yoonmi yang menjauh perlahan.

“Dia…. seperti eomma,” dengan wajah senyum, Jonghyun berkata kepada dirinya sendiri. Jonghyun memang dibesarkan hanya oleh eomma-nya. Dia tumbuh di lingkungan yang hangat. Eomma yang sangat lembut dan sangat menyayanginya, serta noona yang cerewet dan sedikit galak namun sangat mencintai adik satu-satunya itu.Semua sifat dari kedua wanita yang Jonghyun sangat sayangi itu ada pada diri Yoonmi.

(to be continued..)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Rose, Parfume and Kiss – Part 4”

  1. firstkah?

    aahh Key kamu maen nyulik aja, nih juga Jonghyun tadinya datang seperti pahlawan kesiangan naik Spin of The Dragon langsung mabuk hahaha, kebayang deh gimana wajah si Jonghyun.

    uaa besok endnya aku tunggu next partnya~

  2. Ahhh,,, Key,, Gwenchana… Klo Jjng sudah tidak mau denganmu.. Kan masih ada aku,,haha

    Hormon Key hanya bereaksi denganku—-> si Jjong minta digeplak nih…

    Taemin paling ahlinya klo ngerayu noona-noona… Dasar Minnie….

    Penasaran selanjutnya…..

  3. Ahahaha.. Pas bgian hormon2 tu aku ga tahan buat ga ktawa.. Haha.. Apalagi bagian onew dan key.. Kkk~
    uah.. Ku jadi pengen liat muka jjong kalo lg ungu.. Wkwkwk~
    can’t wait for the last part.. Heu..

  4. AAAAAA KNP TBC!!!!?!?!
    Omoooo……. Kok asik sih kencan sm jonghyunT^T
    tp aku seneng, akhirnya ini ff muncul lg:””)
    Aku tebak, slanjutnya kisseu? Kkkkkk
    Ditunggu next partnya thor! Suka bgt loh sm ff ini;D

  5. kirain ada kejutan pas di dreamland… eh apa part selanjutnya ya??
    ya udh.. ditunggu next partnya…
    btw ftonya kok g diupload?

  6. full of fun and laughter! dasar si onew, key, taemin, minho main nyulik aja tuh! waahaha seru-seru! ditunggu kelanjutannya thor! 😉

  7. Kkyaa..jjong dah mulai ditumbuhi benih” padi(?),mksdq benih” cinta XD,,nnt jjong nembak yoonmi gg??smoga iyaa…hahahaaa
    oh yaa,nnt dah last part.a yaa??
    Nnt dijelasin semuamuanya yah thor..kyk knp jjong gg mau mengakui appanya,dll..hohoho..
    Aq tgu 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s