Sakura In Seoul – Part 5

Title                : Sakura In Seoul

Author            : Ani

Main Cast     :   ° Shin ji-eun

                          ° Kim kibum (Key)

Support Cast :  ° SHINee (all member)

                          ° Shin jisun

                          °  Super Junior (member)

                          ° DBSK/TVXQ (all member)

                          ° Jang shoul in

                          ° Park shin hye

                          ° Goo hyemi

Length            : Sequel

Genre              : Romance, Friendship, Family, Comedy, and   Other

Rating             : G/PG-13

A/N                 :

Aku membuat cerita ini karena terinspirasi oleh impianku untuk pergi ke Jepang kkekekeke~ negeri bunga sakura hidup (oh ya?). Semoga tercapai. ^_______^ seperti terselesainya cerita ini. Happy reading readers, I love you ^o^

¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡

 

 

Key merasakan sekujur tubuhnya panas dingin melihat Ji-eun yang sedang berjalan kearahnya. Omo bagamana ini? ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya setelah ini, yang pasti ia harus kabur dari tempat ini.

“Aku ketoilet sebentar.”

Pamit Key segera beranjak dan berjalan tergesa-gesa.

Ji-eun yang melihat kepergian Key segera berjalan cepat menghampirinya.

“Mana uangnya?”

Ji-eun menyodorkan telapak tangannya kehadapan Key. Seperti sedang meminta.

JGERR!!

Bagai tersambar petir Key terdiam mematung ditempat. Ia tidak berani melirik kebelakang karena ia yakin teman-temannya pasti sedang memperhatikannya sekarang, dan lagi tempatnya berdiri tidak jauh dari meja teman-temannya bermukim.

“Apa kau mengenalnya Key?”

Key bisa mendengar derap langkah Junsu yang menghampirinya dari belakang lalu menepuk pundaknya. Ia langsung menegang, dan tepat saat itu juga sebuah cahaya terang melintas diotaknya. Key langsung menyunggingkan senyum liciknya kearah Ji-eun lalu menyeringai. Ji-eun tampak bingung saat seorang namja menghampiri mereka. Kenapa orang itu memanggilnya key? Apakah kim kibum itu sendiri adalah key?

Ji-eun tampak masih sibuk berpikir, sedangkan key tengah menyusun rencana diotak cerdasnya. Akhirnya iapun membuka suara.

“Ahaha, yeoja ini sekarang aku ingat!”

Ji-eun menaikkan sebelah alisnya menunggu perkataan key, walaupun ia tidak mengerti dengan perkataan kibum barusan. Tentu saja kibum harus ingat padanya, bodoh sekali namja itu kalau lupa. Merekakan tetanggaan, dan lagi namja itu masih memiliki utang banyak padanya. Changmin, Yoochun dan Shin hye segera menghampiri kerumunan tersebut, ji-eun sedikit tidak nyaman dilihat seperti itu oleh orang-orang yang sepertinya adalah teman kibum itu.

“Wah~ akhirnya aku bisa melihatnya dari dekat.”

Seru Yoochun senang seperti baru melihat sesuatu yang langka didunia. Tak ada yang menanggapi seruaannya itu, karena semua yang berada disitu sedang memperhatikan Key untuk meminta penjelasan. Kecuali ji-eun, ia menatap yoochun sinis. Karena merasa terhina.

“Minggu lalu aku menabrak seorang yeoja, aku langsung membawanya ke RS. Dia tidak terluka parah hanya tangannya yang lecet”

Key melirik ji-eun sekilas lalu melanjutkan.

“Dia terus mengikutiku, entah mengapa, padahal aku sudah memberinya uang tebusan. Dan sampai sekarang dia masih menguntitku kemana-mana. Yeoja itu adalah dia!”

Jelas Key sambil tersenyum licik kearah Ji-eun. Wajah Ji-eun langsung memanas karena marah ia tidak suka dituduh seperti itu.

“Ya! Kau bohong!”

Ji-eun memaki Key membela diri. Key lalu menarik lengan kanan Ji-eun yang masih diperban.

“Hey, lalu ini apa?”

Unjuk Key.

“Ini kena rice cooker, kau itu bodoh ya?! Jelas-jelas kau lihat sendiri!”

Tak mau kalah Key kembali menghujat Ji-eun.

“Kalian tak boleh percaya kata-katanya. Ia pembohong besar, oh~ aku baru tahu sekarang Ternyat selama ini ia mengejarku demi uang. Kalian tahukan gadis zaman sekarang seperti apa.”

Shin hye tersenyum disamping Key.

“Ya! Nona, kau tak usah mengelak lagi. Tak ada yang percaya padamu”

Ujar Changmin sambil melihat Ji-eun dari atas sampai bawah.

“Gadis sepertimu, ckckck~ melihatmu mataku jadi sakit”

“Kemana ibunya? Masa anak perempuannya dibiarkan menjadi liar seperti ini”

Tambah Junsu.

“Hahaha, mungkin saja ibunya juga seperti dirinya. Hahaha~”

Olok Yoochun tertawa senang..

“Aku peringatkan ya nona, Key sudah punya pacar. Dan dia tidak mungkin melirik pada yeoja sepertimu. Dari penampilan saja kau sudah kalah banyak ditambah lagi sifat jelekmu, aigoo~”

Ujar Junsu menilai, membuat kelompok tersebut tertawa mencemooh. Key hanya tertawa garing disana, ia merasa sedik berdosa telah membalikkan fakta. Hati kecil Key langsung memarahinya Key betapa jahatnya dirimu? Lihat semuanya mengolok-olok yeoja itu gara-gara kau! Pantaskah aku tertawa sekarang? aku pasti akan mendapatkan karmanya nanti.

Mata ji-eun mulai panas, ia menatap Key marah. Sangat marah.

“Kau menyebalkan!”

Teriak Ji-eun di depan mereka tepatnya kearah Key, ia lalu memukul kepala Key dengan tas selempangnya dengan penuh amarah. Lalu berlari meninggalkan tempat terkutuk itu.

BUKK!!

“AW!! YA!!”

Ringis Key sambil mengelus kepalanya yang lagi-lagi dipukul oleh yeoja itu.

“Aisshh, bisa kutebak kalau itu adalah bata!”

Rutuk Key. Shin hye lalu menggapit lengan Key

“Haha, sepertinya yeoja itu sudah menyerah.”

***

Ji-eun berjalan lesu di jalan kecil yang menuju gedung apartmentnya itu. Ia menarik napas panjang lalu berjongkok dipinggir jalanan gelap nan sepi itu.

“Eomma~ bogoshipoyo~”

Setelah berkata seperti itu Ji-eun lalu menenggelamkan wajahnya dilengannya, ia menangis disana padahal ia sudah berjanji untuk tidak menangis lagi setelah sekian lama dan sekarang, ia malah melanggar janjinya pada diri sendiri. Sudah barapa lama ia tak mengucapkan kata-kata itu, entahlah yang pasti hari ini ia merasa begitu sedih dan lelah maka ia biarkan janjinya sendiri dilanggar. Hari ini ia ingin memuaskan dirinya untuk menangis, hari ini saja.

“Gadis sepertimu, ckckck~ melihatmu mataku jadi sakit”

 

“Kemana ibunya? Masa anak perempuannya dibiarkan menjadi liar seperti ini”

 

“Hahaha, mungkin saja ibunya juga seperti dirinya. Hahaha~”

Tangisannya semakin menjadi-jadi saat perkataan orang-orang menyebalkan itu mengiang kembali dikepalanya.

“Aku benci kalian semua!”

Berkat kejadian tadi bayangan memori lama Ji-eun terngiang kembali dikepalanya.

Flash Back

 

Semilir angin musim semi menghembuskan rambut sebahu milik seorang gadis kecil yang tengah duduk disebuah ayunan taman bermain. Seperti biasanya setiap sepulang sekolah gadis kecil itu selalu duduk dan menangis diayunan tua itu. Sudah 1 tahun ia melakukan kegiatannya itu setiap pulang sekolah.

“Eomma~ bogoshipoyo~ jangan pergi eomma~ hiks..hikss.”

Segerombolan anak-anak yang seumuran dengan gadis itu tampak menghampirinya.

“Hei lihat! Anak ini menangis lagi, hahaha~”

“Ji-eun cengeng~ Ji-eun cengeng~ Ji-eun cengeng~”

Anak-anak itu mulai mengolok-olok gadis kecil itu dengan riang.

“Ibunya mati! Dia tak punya ibu! Ahahaha~”

Bagi anak-anak di Jeju ibu adalah seseorang yang sangat penting, pada zaman itu anak-anak Jeju tidak akan sempurna bila tidak mempunyai orang tua yang utuh dan sering kali anak yang tak memiliki orang tua akan diolok–olok seperti gadis kecil itu sekarang. Gadis yang bernama lengkap Shin ji-eun merasa tidak senang, bahkan sangat. Ia sudah bosan di hina oleh teman-temannya dan sekarang kesabarannya sudah habis. Sambil menangis gadis kecil yang genap berumur 5 tahun itupun tak segan-segan langsung mengambil sebuah batu dari tanah dan melemparkannya kearah anak-anak yang mengganggunya itu. Tepat sasaran, batu yang ia lempar mengenai kepala salah satu anak disana dan darah mulai bercucuran. Anak yang dilempari batu itupun menangis ditempat sedangkan teman-temannya yang lain lari terbirit-birit karena takut dilempari juga.

Semenjak insiden itu semua orang menjauhinya termasuk para orang tua yang tak mau membiarkan anak mereka berteman dengan seorang bocah kriminal seperti Shin ji-eun. Semenjak itu pula Ji-eun berjanji pada dirinya tak akan menangis dan dia harus menjadi kuat. Dan jadilah Ji-eun yang sekarang. Andaikan ayahnya tidak terlarut dalam kesedihan karena kematian ibunya pastilah Ji-eun bisa lebih terurus, tapi apa? Karena terlalu sedih perusahaan ayahnya bahkan bangkrut dan anak-anaknyapun tak diurusi. Kakaknya juga selalu sibuk dengan masalah pribadi dan sekolahnya, dia tidak pernah tahu tentang adiknya itu. Begitu pula dengan sang nenek di Jeju, beliau sering sakit-sakitan sehingga waktunya lebih banyak untuk istirahat dan minum obat.

Flash Back end

***

Sepulang dari cafè itu, Key dipaksa oleh Junsu untuk mengantarkan sepupunya pulang. Alhasil ia harus merogoh sakunya untuk biaya taksi tadi. Dan jangan Tanya lagi berapa sisa uangnya hari ini. Hubungannya dan Shin hye telah resmi malam ini juga, dan Key tidak senang mengetahuinya. Berkencan berarti biaya keluar, belum lagi yeojachingunya kali ini kelewat feminim. Bagi key feminim itu membosankan dan pemborosan uang dan waktu, walaupun Park shin hye yeoja yang cantik tapi typenya sepertinya bukan pada yeoja itu.

Key lalu mendengus malas.

“Sepertinya mulai detik ini aku harus jadi pria sok baik lagi, cih~”

Key menendang udara kosong didepannya, ia kesal bila harus jadi orang baik di hadapan yeoja. Tapi mau bagaimana lagi sifat satunya ini sulit dihilangkan semenjak ia menjadi playboy.

Key berjalan gontai menuju rumah barunya, tanpa sengaja ia melihat seseorang yang sedang berjongkok dijalanan. Iapun memicingkan matanya.

“Sepertinya tidak asing”

Gumam Key. Tanpa aba-aba kakinya langsung melangkah begitu saja kearah gadis itu. Ji-eun mendengar langkah seseorang yang mendekat kearahnya, dan benar saja. Dibalik kepalanya yang tertunduk ia bisa melihat sepasang sepatu, tepatnya sepasang kaki yang tengah berdiri dihadapannya.

Key sedikit ragu untuk membuka suara, disatu sisi ia ingin meminta maaf tapi disisi lainnya ia ingin berjalan melewati Ji-eun begitu saja. Tapi ia malah mengambil jalan tengah sekarang, yaitu diam. Sepertinya pilihan pertamanya tak akan ia gubris mengingat yeoja aneh itu telah memukul kepalanya dengan seenaknya tadi.

Ji-eun tak tahu siapa yang berdiri disana yang pasti, itu tak mungkin kakaknya. Ia memilih tetap diam sampai kaki tersebut pergi.

Setelah lama berdiam Key berjalan dengan santai meninggalkan tempat itu. untuk apa aku berdiri disana? Mau meminta maaf? Heh, Itu tidak akan terjadi! Baik sekali diriku mau meminta maaf, jangan harap kau yeoja aneh! Aku masih dendam pada pukulanmu hari ini. Rutuk key kesal dalam hati.

***

Disebuah bar mewah Seoul tampak sekelompok remaja lelaki yang sedang asik menikmati minuman dengan beberapa gadis penghibur disekeliling meja yang sedang mereka tongkrongi itu.

“Junsu-ya~ apa kau tidak khawatir dengan Shin hyemu?”

Yoochun mengepulkan asap rokok yang ia hirup lalu memandang sahabatnya.

“Haha, tenang saja. Namja bodoh sepertinya mana mungkin bisa menyakiti sepupuku itu.”

Ujar Junsu setelah menegak segelas alcohol.

“Kau yakin sekali. Diakan sudah menjadi bad namja berkat kita. Iyakan?”

Tambah Changmin sambil tersenyum bangga. Lagi-lagi Junsu tertawa.

“Haha, benarkah? Kau tenang saja Yoochun. Shin hye hanya mencintai harta namja kaya. Jadi, mungkin saja setelah Key nanti giliranmu”

Canda Junsu. Mata Yoochun langsung membelalak tak percaya mendengar pernyataan Junsu barusan.

“Ckckck~ yeoja zaman sekarang.”

Decak changmin menanggapi.

Tiba-tiba seorang namja yang tampak mabuk menghampiri meja mereka sambil berteriak-teriak. Membuat gadis-gadis disana kabur.

“JUNSU-YA~!!”

“Yunho!”

Pekik Junsu. Changmin dan Yoochun tampak menegang disana karena kedatangan mantan sahabatnya itu.

“Junsu-ya~ mianhae, mianhae…aku sangat menyesal! Tolong maafkan aku”

Sekarang namja yang bernama Yunho itu menangis sambil berlutut menarik-narik kaki Junsu. Betapa kasihannya tangisan namja tersebut. Changmin dan yoochun hanya mematung ditempat memandang miris mantan sahabatnya itu. sedangkan Junsu sedang berusaha keras melapas cengkraman Yunho, lalu meninju pipi namja itu. Anehnya namja itu malah tertawa.

“Hahaha! Bagus Junsu-ya~ ayo pukul aku lagi! Aku pantas mendapatkannya hahaha!”

Junsu yang kesal ditertawai langsung menarik kerah baju Yunho.

“Ya! Apa kau gila Yunho-ya?! Untuk apa kau menemuiku lagi? Bukankah kau sudah bahagia bersama yeojamu itu? huh?”

Mendengar perkataan Junsu, membuat air mata Yunho kembali berlinang.

“Hahaha, yeoja itu maksudmu? Mantan pacarmu itu? heh, dia berselingkuh dibelakangku.”

“Dan sekarang kau menyesal setelah apa yang kau lakukan padaku dulu? Meninggalkan teman demi seorang perempuan murahan sepertinya?”

“Mianhae Junsu-ya~”

Seru Yunho memelas.

“Entahlah apa kau bisa dimaafkan atau tidak, yang pasti itu sangat sulit,”

“Kenapa? Apa kalian telah mempunyai teman baru lantas melupakanku?”

BUKK~

Lagi-lagi Junsu meninju pipi Yunho hingga bibirnya berdarah. Changmin dan Yoochun hanya bisa diam ditempat sambil memandang sedih, mereka tak mau ikut campur. Sepertinya diam adalah pilihan terbaik bagi mereka. Biarlah Junsu yang menyelesaikan masalahnya.

“SIAPA YANG MELUPAKAN SAHABATNYA? SEHARUSNYA KAU SADAR YUNHO! ROBOT KAMI BAHKAN LEBIH BAIK DARIMU! DIA SETIA PADA KAMI! TIDAK SEPERTI DIRIMU YANG BAJINGAN!”

Setelah berteriak seperti itu, Junsu melangkah pergi bersama Changmin dan Yoochun meninggalkan Yunho yang menangis pilu sendirian di dalam bar.

~~~~~~~~~~~~~>>>>

Keesokan pagi…

 

“TIDAK…hosh..hosh..”

Key terbangun dengan spontan dari tidurnya. Seluruh tubuhnya dipenuhi keringat dan iapun mengingat kembali mimpi buruknya itu.

“Kenapa aku takut padanya?”

Tanya Key pada dirinya sendiri. Dalam mimpinya Key melihat Ji-eun menangis dan menuntut dendam padanya, seperti hantu yang gantayangan.

“Aishh.. bodoh! Mau dia menangis atau apapun itu bukan urusanku!”

Key berbicara gusar seorang diri mengomentari mimpi buruknya.

“Yeoja gila!!”

Omel Key sebelum melesat kedalam toilet.

***

Morning at SHINee School

Bel masuk sekolah sudah berdenting 30 menit yang lalu dan kegiatan belajar mengajarpun telah berlangsung sejak tadi, tetapi tidak dengan kelas 2-3. Entah mengapa pagi ini guru yang merupakan wali kelasnya belum muncul, padahal belum pernah walikelasnya itu terlambat.

Diantara kelas lain tentulah kelas tersebut yang paling ramai karena tidak ada guru yang masuk. Terlihat sangat jelas, yang perempuan tengah asik bergosip bahkan ada yang sedang berdandan ala artis, yang sedang tidurpun ada, Choi minho misalnya. Baru hari pertama ia masuk sudah langsung tidur dengan kepala diatas meja. Kebiasaan buruknya itu kambuh lagi ‘yaitu hobi tidur’ , dimeja lain Soul in tampak sedang asik bercerita pada Ji-eun, tapi yang diceritakan malah sibuk membaca komik dan tak mendengarkan ocehan tetangganya itu, hal tersebut sering terjadi.

Tak seperti murid yang lain, yang terlihat belajar hanya Hyemi seorang. Yoona teman sebangkunya sedang mendengarkan lagu di i-pod. Ya, gadis itu memang rajin dan perfect. Tak heran, banyak yang mengagumi sekaligus menyukainya. Benar-benar gadis sempurna, sudah cantik, kaya, pintar pula. Siapa yang tak mau dengan Goo hyemi? Sampai-sampai dia dinobatkan sebagai princess disekolahan ini. Jauh berbeda dengan Shin ji-eun. Gadis itu malah mendapat gelar yeoja aneh disekolah, walaupun ia tidak seterkenal Hyemi. Ji-eun bukanlah gadis tomboy apalagi feminim, hanya saja dia aneh. Gadis seumurannya seharusnya sudah memiliki pacar atau setidaknya mempunyai seseorang yang disukai. Tapi dia lebih parah dari ‘cewek tomboy’ , cewek tomboy masih mengenal cinta dan pacaran tapi dia tidak, atau mungkin belum. Baginya sendirian itu menyenangkan dan bebas. Ia juga tidak suka bersosialisasi, sehingga dia sering diabaikan, gadis itu tidak peduli pada apapun yang menyangkut orang lain kecuali dirinya.

Tanpa Hyemi sadari seorang namja tampak sedang memperhatikannya sambil tersenyum simpul, siapa lagi kalau bukan Kim jonghyun si murid baru. Disebelahnya, Onew tampak sedang sibuk mengerjakan tugas yang lupa ia kerjakan lagi, yah~ lagi, namja ini sebenarnya rajin dan tidak terlalu bodoh dalam pelajaran. Hanya saja, dia selalu lupa mengerjakan PRnya. Lagi-lagi Onew tidak konsen gara-gara Jonghyun yang selalu berisik disampingnya. Ia kesal pada Jonghyun yang suka tebar pesona, suara berisik Jonghyun membuatnya risih, Onewpun hendak pindah ketempat minho sahabatnya tapi tiba-tiba Heechul seonsaengnim masuk dan membuatnya mengurungkan niat. Sedangkan sang ketua kelas Kyuhyun malah asik bermain game di pspnya. Ia tak menyadari seseorang yang tengah menghampirinya.

“CHO KYUHYUN!!!”

Ini kesekian kalinya Heechul memanggil nama lengkap anak muridnya itu. tapi yang diteriaki malah mengacuhkannya.

“Aishh.. kau berisik sekali!”

Seru Kyuhyun mulai kesal terus diganggu. Mendengar reaksi tak sopan itu darah Heechul langsung menaik.

“MWO?!!”

Pekiknya.

‘GAME OVER!!’

Saat itu juga layar psp Kyuhyun bertuliskan ‘game over’ menandakan ia kalah bermain. Padahal sebentar lagi ia memenangkan babak terakhir dari permainannya. Kyuhyunpun merasa marah lalu memandang sinis kerah gurunya.

“YA!! Lihat! Aku jadi kalah gara-gara kau!”

Seketika kelas langsung sunyi mendengar Kyuhyun berbicara seperti itu. Semua murid tampak terkejut dengan ketua kelasnya itu. Berani sekali dia membentak sang killer teacher yang selama sejarah belum pernah ada murid yang berani membantahnya. Tapi, anak itu malah mencetak sejarah baru.

“MWO?!! YA BOCAH INI BENAR-BENAR!! TIDAK SOPAN!! Hari ini juga kau ku PECAT dari gelar ketua kelasmu!”
bentak Heechul marah sambil mengomel-omel tak jelas. Jiwa iblisnya sudah keluar.

“MWO?? Tidak bisa!!”

Tentang Kyuhyun keras.

Acara drama yang tak pernah terjadi itupun berlangsung lama. Seorang namja yang tampak sedang berdiri diluar kelaspun terlihat kebosanan menunggu. Ya, namja itu key ia disuruh menunggu diluar kelas, tapi sampai 20 menit berlalu ia masih belum dipanggil-panggil juga. Dari pada bosan dan merasa asing akhirnya ia mengintip kedalam kelas melalui pintu yang sedikit terbuka.

Key melihat guru yang menyuruhnya menunggu diluar tadi tengah bertengkar di dalam kelas bersama muridnya sambil mengacungkan kepalan ditangan kearah murid tersebut seperti sedang mengajak berantem.

Baru pertama kali key melihat guru yang mengajak perang muridnya. Ckckck benar-benar guru yang aneh.==

Dalam kelas yang mulai ricuh itu tanpa sengaja mata Hyemi menangkap sesosok namja yang tengah berdiri diluar pintu sambil memperhatikan gurunya yang sedang bertengkar itu. Tak sengaja mata mereka bertemu, seketika semburat pipi merah Hyemi muncul. Ia lalu memalingkan wajahnya dan segera memanggil gurunya.

“Seonsaengnim! Ada orang diluar,”

Heechul yang hendak menjewer telinga Kyuhyun untuk kesekian kalinya, seketika tidak jadi setelah mendengar seruan Hyemi barusan. Ia baru ingat bahwa ia melupakan murid barunya itu diluar. Setelah memarahi Kyuhyun untuk terakhir kalinya guru itupun keluar dan segera memanggil Key masuk sambil tersenyum yang menurut Key senyuman tersebut terlihat aneh. Beberapa anak dikelas tampak cekikikan melihat perubahan wajah gurunya itu, yang tadinya marah bisa langsung tersenyum. Menurut mereka gurunya itu malu dan sedang jaga imej di depan murid baru.

“Jeoneun Kim kibum imnida,  panggil aku Key. Mohon bantuannya.”

Key membungkuk lalu tersenyum.

“Kim kibum ini pindahan dari SM High school, sekolah terfavorit di korea.”

Heechul menjelaskan.

Semua orang tampak berdecak kagum mendengarnya sambil berbisik-bisik. Murid perempuan tampak antusias dengan si murid baru, kecuali satu orang.

GLEKK~

Ji-eun langsung melongo terkejut saat melihat murid baru itu. omo? Apakah benar dia tetangganya si Kim kibum itu? wajah mereka mirip. kenapa dia ada disini, disekolahannya? Tak bisa dipercaya. Apakah namja itu masih belum puas mengganggu kehidupannya sehingga harus bersekolah disini pula.

Tak hanya Ji-eun yang terkejut, Jonghyun yang berada dimeja lainpun reaksinya tak jauh beda dengannya. Terkejut, ya. Sepupunya Kibum. Sepupunya yang sudah lama tak ia jumpa ternyata sekarang ada di depannya. Jonghyun senang bisa melihat Kibum yang sudah besar, ia tak pernah bertemu dengan sepupunya selama bertahun-tahun, belum lagi bibinya yang mengusir Kibum dari rumah membuatnya tak dapat berjumpa. Tapi sekarang mereka satu sekolahan, satu kelas malah.

Bahkan seorang Goo hyemi yang selalu jual mahal itupun terpesona oleh sang murid baru. Gadis itu berharap mereka bisa akrab nanti.

Akhirnya Key disuruh duduk juga oleh walikelas barunya. Beliau menunjuknya duduk dengan seorang namja yang bernama Choi minho yang duduk dibelakang.

Key sudah tahu bahwa ia akan satu sekolah dengan gadis itu, karena melihat seragam yang diberikan sama. Tapi ia tak menduga akan satu kelas dengannya. Mimpi buruk.

Key berusaha tidak memandang kearah Ji-eun, ia tahu sedari tadi dirinya sedang diperhatikan oleh gadis aneh itu. Walaupun satu kelas, Key bersumpah pada dirinya tidak akan berbicara ataupun menyapa Ji-eun disekolah ini, ia akan pura-pura dan bersikap seolah-olah tidak mengenal gadis aneh itu meskipun gadis itu telah menyapanya.

Dikelas ini Key merasa asing bahkan orang yang bernama Minho itu terlihat pendiam disebelahnya. Ia tidak mau pengalaman buruknya itu terulang kembali. Jadinya Key membuka suara ditengah pelajaran Heechul seonsaengnim yang sedang membacakan sesuatu di depan.

“Hei, namamu Minho kan?”

Namja tersebut melirik Key sekilas dengan wajah datar lalu mengangguk ‘ya’.

“panggil aku key,”

Dan diapun mengangguk lagi lalu memperhatikan penjelasan Heechul seonsaengnim. Cih~ orang ini membosankan sekali!

Key memandang keluar jendela, ia kengen pada sekolahan lamanya dan juga teman-temannya.

_________

Saat istirahatpun sama, Key duduk diam tak melakukan apa-apa. Kelas tampak lebih kosong sekarang, mungkin semuanya sedang makan siang di kantin. Dan namja disebelahnya malah tiduran dimeja. Membosankan, batinnya.

Key bangkit berdiri dan hendak berjalan menuju pintu tapi tiba-tiba ada dua orang namja menghampirinya. Salah satu dari namja itu langsung memeluknya erat sambil tersenyum bahagia. Sontak Key langsung melepaskan pelukan namja itu dengan paksa lalu menatapnya sinis.

“Kibum-ah~ aisshh..kenapa kau melihatku seperti itu? apa kau sudah lupa padaku?”

“Kau siapa?”

“Aisshh.. ternya semakin besar kau semakin bodoh. Aku Jjong sepupumu. Kau tidak ingat?”
mendengar penjelasan Jonghyun, Key langsung beseru ‘o’ dan tersenyum hangat. Ia tak menduga akan bertemu dengan sepupunya disini.

“Kenapa kau pindah?”
Tanya key membuka pembicaraan. Disamping itu Onew tampak kebosanan membangunkan Minho yang tak bangun-bangun dan akhirnya dia menyerah karena lelah dan memilih duduk saja disebelah Minho sambil tersenyum gaje pada Key, Keypun membalas senyuman onew dengan enggan.

“Ah..aku..”
Jonghyun tampak kebingungan. Ia lalu membisikan sesuatu ditelinga Key.

“kau jangan bilang siapa-siapa ya, bahwa aku tinggal kelas,”

Bisik Jonghyun sambil melirik kanan-kiri. Mata Key langsung melebar terkejut, ia baru ingat bahwa sepupunya itu setahun lebih tua darinya dan iapun paham. Onew yang berada disana terlihat sedang memperhatikan gerak gerik Jonghyun yang mencurigakan, tapi namja itu tak sadar sedang diperhatikan.

“Hahaha, kau tenang saja sobat!”

Key merangkul pundak Jjong. Tapi Jonghyun tak menggubris perkataan Key, karena matanya kini sedang berkelana memperhatikan seorang Goo hyemi yang sedang asik belajar dimejanya seorang diri.

“Yeppeo~”

Gumam Jonghyun seorang diri. Key menatap malas sepupunya, karena sedari tadi Jonghyun diam dan bengong lalu tersenyum sendiri.

“Kau sedang apa Jjong?”

Key menepuk pundak Jonghyun lalu mengikuti arah pandang Jonghyun, namja itu tersentak kaget mendapat tepukan itu.

“aisshh..kau ini mengganggu saja!”

Omel Jjong

“Dia cantik ya?”

Puji key. Jonghyun terlihat cemberut dan melirik sinis Key.

“Apa?”

“kau jangan menyukainya! Dia milikku!”

“ahahaha, baiklah-baiklah! Lagi pula aku sudah punya pacar.”

Ujar Key bernada tak tertarik.

Sebenarnya Hyemi sadar sedang diperhatikan dan dibicarakan tadi, tapi betapa sakit hatinya ia mendengar bahwa Key sudah punya seseorang. Saat itu juga Hyemi langsung terlihat tak bersemangat.

“Hei, kau sedang lihat apa? Kenapa lesu begitu?”

Sapa Yoona lalu duduk disebelah Hyemi. Hyemi hanya menggeleng, tapi Yoona tak percaya itu. Iapun terus menteror Hyemi sampai akhirnya berhasil membuat Hyemi menjawab.

“Aku suka pada murid baru itu, tapi dia sudah punya yeojachingu,”

Aku Hyemi jujur.

“Yang mana? Jjong atau Key?”

“Key,”

“Ne? benarkah?”

“Ne, aku mendengarnya sendiri barusan.”
Yoona merasa tak tega melihat sahabatnya jadi tak bersemangat seperti biasa. Iapun menghibur sahabatnya.

“Kau tenang saja. Dia pasti akan menyukaimu Goo hyemi. Kau itu sempurna dan cantik. Aku akan membantumu untuk mendekatinya.”

Mendengar perkataan Yoona Hyemi seolah mendapatkan sebuah harapan baru, dan merekapun tersenyum bersama.

Dari luar kelas terdengar suara berisik.

“Ya! Jangan menarikku! Lepaskan!”

Ji-eun berlari sambil memarahi Soul in yang menariknya berlari. Soul in tak menghiraukannya, ia sedang kualahan sekarang demi menghindari namja yang bernama Taemin itu. mereka memasuki kelas mereka dan membanting pintu keras membuat semua orang terkejut.

BLAMM!!

“Aish!! Lepaskan”

Ji-eun menyentakkan tangan Soul in dengan kasar.

“Mianhae Ji-eun-ah~”

Ujar Soul in sedih.

Suara berisik mereka tadi membangunkan Minho, lalu namja itupun bangun.

“Wah~ raja tidur ini akhirnya bangun!”
seru Onew bersemangat lalu mengacungkan jempol kearah Ji-eun dan Soul in bermaksud memberi penghargaan karena telah membangunkan Minho si raja tidur. Tapi kedua gadis itu tak melihatnya. Mereka sedang asik berdebat, tepatnya Ji-eunlah yang memarahi Soul in. Sedangkan beberapa murid lainnya tampak terkejut dengan kegaduhan kedua yeoja itu. Key langsung buang muka melihat Ji-eun, tidak tertarik dengan apa yang gadis itu lakukan sekarang.

“Jangan mengikuti terus! Lihat gara-gara kau dia juga jadi sering mengejar-ngejarku!”

Omel Ji-eun.

“Soul in noona~ apa kau ada di dalam?”
tampak seorang namja berseru dari luar kelas lalu membuka pintu.

“Oh~ noona~ aku mencarimu kemana-mana, kenapa kau malah kabur? Ah~ tapi tidak apa, aku sudah menemukanmu^^”

Soul in tampak pucat dan kehilangan kata-kata untuk menjawab hobaenya itu. Ji-eun lalu menghampiri Taemin yang hendak memeluk Soul in.

“Ya! Kau bocah maniak! Jangan pernah mengganggu kami lagi! Tepatnya aku! Dan jangan menampakkan dirimu lagi! Aku muak melihatmu! Kalau tidak…”

Ji-eun sengaja menggantung kata-katanya sambil memeletekkan buku-buku tangannya membuat Taemin itu bergidik ngeri.

“Ah, hehe..Ji-eun noona, kau galak sekali. Aku..aku..”

Mata Taemin mulai berkaca-kaca seperti ingin menangis.

“Taemin-ah~ kau sedang apa disini?”

Tanya Jonghyun menghampiri tempat perkara tersebut bersama gerombolannya dibelakang –Onew, Minho, dan Key-

“Hyung-ah~”

Taemin langsung menangis sambil memeluk Jonghyun. Spontan semua orang yang berada dikelas itu langsung membelalakkan matanya, termasuk Hyemi. Jonghyun yang menyadari Hyemi tengah melihatnya segera melepaskan pelukan Taemin agar gadis itu tidak salah paham.

“Dia sepupuku, dan dia sepupuku. Kami bersaudara,”

Jelas Jonghyun menyeret Key dan Taemin dikiri-kanannya. Key langsung memukul pelan jidatnya malu sambil menggeleng-geleng pasrah. Aduh orang ini selalu memalukanku saja. Serunya dalam hati. Key merasa ia mirip seperti 3 serangkaian orang bodoh bersaudara disebuah acara komedi disalah satu stasiun televise. Tindakan Taemin tadi membuatnya malu, seharusnya ia tidak berada disini tadi.

Onew tertawa lucu yang disebelah Minho seperti sedang menonton acara lawakan. Sedangkan Minho hanya tersenyum biasa.

Ji-eun tak menyangka ketiga orang itu bisa jadi saudara. Tak mau peduli iapun berjalan menuju mejanya dengan dikawal Soul in.

“Ji-eun-ah~ maafkan aku. Oh iya aku melupakan sesuatu!”

Seru Soul in lalu mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya.

“Ayo kita makan puding ini sama-sama. Ibuku itu koki yang hebat kau tahukan? Dia baik sekali dan sering memasakan makanan kesukaanku. Ini untuk mu! Kau pasti menyukainya. Aku saja ketagihan. Ayo makan!”

Soul in menyodorkan segelas puding kearah Ji-eun.

“Tidak mau! Kau saja sendiri!”

Tolak Ji-eun ketus lalu mengambil sebuah komik dari dalam tas lalu membukanya.

“Huhh, Ji-eun.. kau selalu saja begitu. Hmm, ya sudah pokoknya lain kali kau tak boleh menolak makananku lagi.”

Ujar Soul in manja sambil tersenyum manis lalu menikmati pudingnya.

Ji-eun merasa lelah berhadapan dengan tetangganya ini, selalu saja memuatnya kesal. Ya, jujur Ji-eun membenci Soul in. Baginya Soul in itu gadis manja yang suka pamer. Gadis itu selalu memamerkan benda apapun pada orang lain dan selalu membicarakan hal-hal baik mengenai keluarganya yang membuat Ji-eun sering kesal. Ia tahu keluarga Soul in harmonis, lantas yeoja itu harus mempamerkannya begitu? Membuatku muak saja. apa ia pikir aku bahagia mendengar semua cerita bahagiaannya begitu? Dasar yeoja manja menyebalkan!

Ting~ Tong~

Bel masuk berbunyi dan beberapa anak tampak memasuki kelas dengan bergerombol lalu duduk di tempat mereka masing-masing.

“Jeje-ya~”

Seru seseorang yang ternyata adalah Sungmin, siswa banci dikelas Ji-eun. seruanya tadi mebuyarkan lamuan ji-eun, tak hanya Ji-eun yang terkejut mendengar seruan banci itu, yang lain juga tampak menghentikan aktivitas mereka sesaat untuk memperhatikan tingkah laku Sungmin lalu berbisik-bisik.

Sungmin lalu menghampiri Jaejong dan memelukanya sesampai ia dimeja mereka. Mereka duduk bersama.

“Aku berhasil ikut casting! Jeje-ya~ ah, betapa bahagianya diriku,”

Ujar Sungmin senang dalam pelukan Jaejong. Jaejong hanya tersenyum lembut lalu menyemangati sahabatnya.

“chukkae~ aku percaya kau bisa!”

Tak sangka, gossip yang beredar beberapa hari yang lalu mengenai pasangan gay antara Jaejong dan Sungmin ternyata benar. Semua orang tengah membicarakan mereka sekarang. Murid laki-laki dikelas tampak langsung menjaga jarak dan bersikap was-was terhadap couple tersebut seakan takut ternodai oleh mereka, termasuk Shin ji-eun. Yang bersikap biasa hanya minho saja.

        ☺TBC☺

 

 

 

 

Huah~ akhirnya part ini selesai juga \^O^/. Ada apa hubungan apakah jj dan minppa? Gak tega sebenarnya bikin mereka gay L, tapi apa boleh buat ini hanya sekedar ff, mianhaeyo~ kalau ada bias kalian yang kubuat perannya jadi aneh-aneh. Tapi murniloh ini untuk menghibur semata (sama aja!). mian, kalo ffnya jelek dan part ini ceritanya ancur dan latarnya disekolah aja. Mian~ (masih amatir) >.<

 

Tahukah kalian kalau ff yang kubuat ini tadinya udah nyampe part 9. Tapi dengan mudahnya datanya menghilang begitu saja. sangat mengenaskan bukan? dan yang tersisa hanya part 1-4    TT_TT  itupun aku copet dari e-mail yang sempat aku post kesalah satu blog orang.

benar-benar mengenaskan! Demi para readers aku berjuang mengetik ulang. Untung aku ingat! Hehe J Ya, Entah kekuatan dari mana, sepertinya Karena like n komen kalian^^ yang begitu tulus…#lebay

Jangan lupa like n komen dan yg paling penting keritik dan sara. Jangan ragu tuk memberi keritikan, aku malah senang soalnya ada yang mengingatkanku. Ok sampai sini aja dulu curcolnya.

See you next part~

Thx yo ^^b. *bow

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

38 thoughts on “Sakura In Seoul – Part 5”

    1. Mwo? Jinjjayo? O,o…benarkah segila itu ffny..
      Myluckey XD~ *hug u. gomawoyo udh baca n komen,
      sebenarny jjong kubuat tdk naik kls biar dia bisa s’kls dgn key n dkk.. :D… Kalo dia jd senior rasany gak serek gmna gtu, haha 🙂

  1. Kok aku bs jd kasian ma key ya???…pdhl key nyebelin bgt ma ji eun…
    Tnyata slma ini genk ny key ga tulus temenan ma key…moga aja d next part key bs mnemukan teman yg tulus…
    #tunjuk” onjonghotaem….bikin mereka jd sahabatan ya thor…

    sepupu” key emg malu”in…aku jg malu klo jd key…hehe… Asli ngakak d bag.itu..

    Yg pasti…truzzzz lanjut yaaaaa….

    1. Hyora kim mian ada kesalahan teknis dlm membls komentar Hehe, :D…*babo! Kasihan sma key? Bener nih? Haha. Kok pd kasihan ya, -,- ckckck *berarti author lupa masukin genre sad, hmm… #abaikan >,>

  2. Aku baru komen di part ini,,,Mian,,,
    Soalnya baru sempet,,,

    Aku suka banget sama scene yang disekolah,,,semua muridnya punya kepribadian unik,,,
    Dari Minho si cold boy, Onew yang suka mesem2, Taemin yang maniak Soul in, Jaejong,,what??? Gay??? Sungmin, Banci???wkwkwkwkwk,,Belom lagi ditambah 2 murid baru yang kepribadiannya abnormal#JongKey,,,Chulie si guru somplak,,,hahahaha

    Pokoknya cmplete lah,,,,Rame,,,aku sukaaaaa,,,,

    Next part ditunggu,,,,

    1. Wah~ berarti slama ini kamu sider >,>…(sama dong!)^^
      *gubrak,
      gomawoyo udh suka ff aneh ku ini 😉 *terharu…
      Daebak!! buat keyobbo udh sempetin diri buat baca n komen ffku ini xD….
      Smoga ff ini cepat terselesaikan, n endingny tdk ancur..haha 😀

        1. MWOYA?!! *bakar author* *digentayangin*
          Kekekeke~ MVP? Ah baru sedetik yang lalu *eh*
          Aniya, aku lupa kapan.. Mungkin setahun dua tahunan lah *MVP Newbie dah songong-_-*

  3. Hwahahaha, tdnya mw nahan diri buat komen, mw lgsg komen di part 6 gt, eh, baca scene yg Sungmin oppa dibilang banci lgsg ngakak guling2…

    Aigooo… Author menistakan Sungmin oppa, ati2 lho entar di massa sm ELF..

    Typo bertebaran di mana2,
    gpp deh, kesempurnaan hanya milik Tuhan, iya kan Thor?

    Aku suka alur ceritanya, terkonsep and ga kecepetan.

    Bye-bye*dadah2 gaje*

    see u next part!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s