Take Me With You – Part 13

Title : Take Me With You – Part 13

Author : Delfta

Main Cast : Key, Arina

Other Cast : Onew, Jonghyun, Minho, Taemin, Alia, Risha, SHINee Manager (Choi Jin, Gyungshik)

Genre : Romance, Life, Sad

Rating : PG – 13

Length : Sequel

Sesuai janjinya tadi malam, hari ini Arina mengantar SHINee ke Incheon Airport

“Jadi? berangkat sekarang?” tanya Arina sambil melihat jam tangannya

“Kajja! Mau ikut ke jepang?” tanya Jonghyun

“Sireo. Aku kan besok masih kuliah, ditambah lagi tugas yang menumpuk karena 2 minggu lagi mulai ujian akhir semester”

“Ah sayang sekali, kau tidak bisa menonton pangeranmu. hehehe” Jonghyun mulai menggoda Arina lagi.

“Apa sih? Siapa? Siapa pangeran itu? jangan mulai gossip yaaaa..” Arina mulai salah tingkah

“Dia” jawab Jonghyun sambil menunjuk Key. Wajah Key langsung memerah, diapun langsung menunduk malu dan pergi dari mereka.

“Aku kan sudah bilang jangan mulai gossip. Nanti aku gosipin oppa pacaran sama ajumma tetangga sebelah mau? Nanti aku bilangin ke ajumma itu kalo oppa cinta banget ke dia”

“Hajimaaa!! kalau mau gosipin orang mikir-mikir dulu, jangan pilih yang ajumma dong! ” protes Jonghyun sambil bergidik ngeri saat membayangkan ajumma tetangga sebelah yang suka senyam-senyum genit padanya.

“Masa sih?” sekarang giliran Arina yang menggoda Jonghyun. Arina tersenyum penuh kemenangan.

“Sial!” Jonghyun jadi kesal sendiri karena boomerangnya malah balik ke dirinya sendiri.

“Hahaha! Yasudah sana naik pesawat.”

“Annyeong!!! “ seru mereka berlima pada Arina. Arina membalasnya dengan lambaian tangan.

Dan mereka berlima melangkah pergi. Tapi kemudian Key menoleh ke belakang lalu menghampiri Arina. Arina menatapnya heran.

“Ada yang ketinggalan?”

Key terlihat mengobrak-abrik isi tasnya dan mengeluarkan amplop coklat besar. Dan memberikan amplop itu pada Arina.

“Itu fotomu kemarin, hampir saja aku lupa memberikannya. Yasudah.. aku pergi ya”

Dan Key pergi.

##

Arina tidak bisa mengalihkan pikirannya sejak tadi pagi dia membuka amplop cokelat itu dari Key. Selama dikelas diapun hanya melamun, hingga sekarangpun begitu. Jadwal yang disusunnya untuk pulang kuliah hari ini pun berantakan.

Kemarin-kemarin dia merencanakan belajar setelah pulang kuliah karena hari ini tidak ada jadwal kerja. Dia duduk di meja belajar dengan textbook yang terbuka tapi pikirannya tidak kesana. Dia membuka kembali amplop cokelat itu, dikeluarkannya foto berukuran 10R. Tampak dirinya yang tersenyum dengan background kembang api dibelakangnya. Lalu dibaliknya foto tersebut yang menampilkan halaman putih dengan tulisan tangan Key terukir diatasnya. Tulisan itulah yang mampu menghipnotis Arina hingga sekarang. Disana tertulis ‘Beautiful’.

Arina mencoba menyadarkan diri dengan memasukkan kembali foto itu ke amplop dan mengetok-ngetok kepalanya. FOKUS! Ujian bentar lagi!!! Mungkin aja itu ‘beautiful’ pemandangannya atau konsep pengambilan gambarnya, bukan aku! Ayo fokus!! Jangan berlebihan!Aku bahkan tidak cantik, jangan kePDan!!!!

Arina terus mencoba memasukkan materi-materi pelajaran ke otaknya. Tapi selalu saja ujung-ujungnya pikirannya kembali ke tulisan itu. Walaupun dia sudah meyakinkan dirinya kalau beautiful yang dimaksudkan itu bukan dirinya, tapi hati kecilnya itu bilang kalau itu dirinya. Arrrgghhh!!!!! SHIT!

“Risha! aku mau nanya” Arina tiba-tiba mendatangi Risha yang sedang makan cemilan bareng Alia

“Sabar dong ngga usah heboh gitu. Kalo nanya ya nanya aja.”

“Emang aku cantik ya?” tanya Arina tanpa basa-basi. Risha dan Alia langsung tertawa terbahak-bahak.

“PD banget sih kamu, Rin. hahaha” komentar Risha

“Serius!!” protes Arina

“Gini ya.. semua yeoja itu cantik tapi tergantung siapa yang lihatnya. Jadi kecantikan itu relative sih. Ada orang bilang yeoja itu cantik, tapi ada juga yang bilang dia biasa aja, malah dia yang bilang jelek. Jadi tergantung siapa yang lihat.” jelas Risha.

“Jadi kalo misalnya ada yeoja yang menurut orang dia itu biasa aja, tapi ada satu namja bilang dia cantik. Berarti….” ucapan Arina terputus karena berpikir.

“Berarti dia bapaknya” celetuk Alia

“Kalo itu bukan bapaknya gimana?”

“Berarti saudaranya” celetuk Risha

“Kalau bukan saudaranya?” tanya Arina lagi

“Kamu kenapa sih, Rin? dari kemaren tanya yang aneh-aneh melulu. Jangan-jangan memang ada apa-apanya” Risha mulai curiga

“Engga ah, iseng nanya doang. Ngga usah dipikir.” ucap Arina lalu langsung melarikan diri ke meja belajarnya. Tapi Risha segera menghampiri ke meja belajar Arina.

“Ini amplop apa?” tanya Risha sambil mengambil amplop coklat.

“Jangaaaan!” protes Arina

“Liat bentar ya, kamu sih dari kemaren mencurigakan selalu” Risha langsung kabur sambil membawa amplop itu. Arina mengejarnya. Tapi Risha sudah keburu membuka amplop dan mengeluarkan isinya. Alia ikut melihat foto itu. Dan Arina pun pasrah, dia langsung duduk di lantai dengan menundukkan kepala karena malu.

“Foto doang kok.” komentar Alia

“Ini foto kemaren kan? Waktu di Everland itu lhoo. Tapi kok kita berdua ngga tahu kamu foto sendirian, padahal kita selalu bareng gara-gara kita canggung sama SHINee” komentar Risha

“OH!! Ini, Lihat ini!! Ini di kereta gantung ya? waktu kamu sama Key oppa naik berdua. Jadi yang ngejepretin ini Key oppa yaa?” tanya Alia

“Oh iya bener!” Risha baru sadar

“Yang kayak begini nih harus dipasang pake figura. Sini aku cari tempat yang cocok dulu” Alia mengambil foto itu dan mengangkat-angkat foto itu untuk mencari dinding yang pas untuk tempat memajang.

“Tunggu!!” tiba-tiba Risha melihat sesuatu dibalik foto itu. Dan dia mengambil foto itu lalu membaliknya.

“WOW!” Alia dan Risha terkkejut melihat tulisan itu. Arina hanya bisa pasrah. Sekarang hal yang disembunyikannya terbongkar.

“Jadi kamu nanya itu karena ini?” goda Risha

“Yaaaaa… sekarang ketahuan semuanya!!!” seru Arina lalu masuk ke kamarnya. Alia dan Risha mengikutinya masuk ke kamar.

“Cerita dong. Kamu ngga pernah cerita masalah ini nih.” protes Alia. Risha mengiyakan.

Akhirnya Arina menceritakan semua ulah Key yang membuat hatinya berdebar itu hingga sampai foto tadi. Alia dan Risha begitu semangat menyimaknya.

“Aku yakin Key oppa suka sama kamu!” seru Risha setelah diceritakan segalanya

“Huss! Jangan sembarangan! Ngga mungkin itu!” Arina jadi malu

“Tapi tingkahnya itu lhoo.. So sweet” komentar Risha

“Gila! Kalo aku jadi kamu, dan kalo itu Minho oppa. Aku udah ngga kuat. Pingsan sambil mimisan!!” Alia mulai menggila

“Ditambah lagi itu si Taemin nyatain perasaan. Mantap banget dah! Kalo misalnya kamu nerima Taemin, trus nerima Key juga. huaaaaah…” Risha ikutan gila

“Dasar otaknya mendua aja. Aku ngga akan gitu lah. Kasian mereka.” protes Arina

“Coba kalo kamu shawol, Rin. Beneran kamu udah klepek-klepek(?) gara-gara mereka. Ngeliat gambar mereka aja kita udah klepek.”

“Aku shawol kok”

“Tapi kamu kan newbie, Rin. Kurang menjiwai juga. Kamu kenal mereka pertama juga bukan sebagai artis, sebagai orang biasa. Kita ini dari SMA, shawol sejati. Perjuangan ngumpulin duit demi beli CD ori, dan barang-barang tentang mereka, tiap hari ngedownload sesuatu dari mereka. Tiap hari nonton mereka walau cuma dari laptop. Tiap hari ngumpulin duit buat jaga-jaga kalo mereka tiba-tiba gelar konser, jadi kita bisa nonton. SHINee hidup mati kita!” ucap Risha berapi-api sambil merangkul Alia

“Iya deh.. aku bukan shawol sejati kayak kalian.” respon Arina dengan pasrah

“Sebenarnya aku juga udah mendeteksi sesuatu sejak Key oppa dateng ke dorm kita yang dulu. Keliatan banget perhatiannya sama kamu. Kamu inget kan waktu dia nyuapin kimbab itu? Ada sesuatu yang beda, Rin.” ungkap Alia

“STOP! Kalian jangan bikin aku kegeeran” ucap Arina sambil mengangkat kedua tangannya

“Tapi emang ada yang beda, Rin.” Risha mengiyakan. Dan rasa itu kembali menyelimuti dirinya, walaupun dia terus meyakinkan diri kalau dirinya hanya kegeeran.

##

Hari minggu yang cerah, Arina menunggu di Incheon airport dengan senyum mengembang. Hari ini dia akan menjemput dan kembali kerja. Sebenarnya Arina malu juga kalau ketemu Key nanti. Itu karena foto itu. Dia ingin menanyakan langsung mengapa Key menulis kata beautifull dibelakangnya, tapi ada rasa enggan juga karena takut dibilang kegeeran.

“Oppa, aku pulang dulu ya.. mau mengambil buku di rumah.” ucap Arina pada Choi Jin manager sambil memakai sepatu setelah sampai di dorm.

“Ne. Nanti sore kami mau ke Dongguk University untuk pembukaan sebuah acara. Pulangnya jangan kelamaan ya” kata manager

“Hyung, aku ikut Arina ya.. aku ada perlu.” Tiba-tiba Key ikut

“Asal tau waktu aja ya…”

“OK hyung”

Dan mereka keluar bersama.

“Kau mau kemana?” tanya Arina memecahkan keheningan diantara mereka

“Aku.. mau ikut denganmu” jawab Key dengan malu-malu. Sebenarnya dia merasa masih rindu pada Arina makanya ingin selalu didekat  Arina. Padahal cuma tidak bertemu beberapa hari saja rasa rindunya sudah seperti itu.

“Hah? Untuk apa?”

“Hanya ingin keluar dari dorm. Aku merasa bosan disana. Boleh kan aku ikut?”

Arina mengangguk. Sebenarnya dia ingin menghindari kejadian-kejadian seperti ini karena bisa membuatnya semakin salah tingkah. Tapi mau bagaimana lagi…

Setelah sampai dirumah, ternyata rumah sedang kosong. Arina ingat kalau Alia dan Risha tadi pagi bilang akan ke perpustakaan.

“Ah.. baru pertama kali aku datang ke rumah ini.” ucap Key sambil melihat-lihat seisi rumah.

“Mian, disini berantakan. Akhir-akhir ini kami lagi kebanjiran tugas karena sebentar lagi ujian. Jadi kami tidak sempat membereskan ini semua.” seru Arina sambil masuk ke kamarnya untuk mengambil buku yang dicarinya.

“Gwaenchana. Ini kamarmu ya… nyaman juga yaa..” Key tiba-tiba masuk ke kamar Arina dan duduk ditempat tidur.

“Jangan!!!!” Arina langsung siaga mengamankan diary-nya yang tergeletak begitu Key duduk di tempat tidurnya. Dia langsung melindungi diary-nya itu lalu menjauh dari Key.

“Haha. Tenang saja, aku tidak akan menjelajahi diarymu lagi seperti dulu.” Key tertawa renyah lalu dia turun dan menidurkan dirinya di karpet dekat tempat tidur Arina.

“Aku jadi ingat dulu. Pertama kali kita bertemu. Konyol sekali. hahaaha” Memori Key kembali ke beberapa bulan yang lalu. Hingga Arina akhirnya ikut cekikikan karena mengingat itu.

“Sudahlah. Konyol sekali. Jangan diingat-ingat, aku jadi malu sendiri.” wajah Arina memerah

“Saat di minimarket itu, wajahmu terlihat ketakutan sekali menatapku. Hahaha.”

“Dulu aku takut melihatmu. Matamu itu, aku jadi merasa bersalah sekali waktu itu. Lalu Onew oppa membantuku membereskan itu” sekarang Arina malah senyam-senyum sendiri mengenang itu

“Disanalah kau mulai menyukainya kan?” Key jadi agak sewot

“Ne! hahahaha”

“Lalu, sekarang apakah perasaan itu masih ada?” tanya Key. Dia merasa perlu mengetahui hal itu.

Arina tertegun, dia tidak menjawab. Hanya menatap Key dalam-dalam. Hanya kamu, Key. Tidak ada yang lain lagi. Batinnya. Dia ingin sekali bicara itu tapi selalu saja tidak ada keberanian.

Key memejamkan matanya dan mencoba beristirahat, pikirannya terganggu karena melihat Arina jadi senyam-senyum sendiri setelah menyebut Onew. Ditambah lagi Arina yang lagi-lagi tidak menjawab karena pertanyaan itu. Kesiapannya untuk menyatakan perasaan pada Arina tiba-tiba menurun, karena takut Arina masih punya perasaan pada Onew. Dia takut ditolak, seperti Taemin.

“Key..” Arina mencoba memanggil Key yang sedang tertutup matanya. Arina menghampirinya dan duduk disampingnya.

Dia ingin mengatakan kata-kata itu.

“Arina, aku lelah. Biarkan aku tidur sebentar.” ucap Key dingin. Arina tidak berkata apa-apa. Dia mengerti kesibukkan Key hingga seperti ini. Dia hanya menatapnya dalam diam.

Selama menatap Key yang sedang tidur itu. Arina benar-benar terpesona dengan wajah Key. Baru kali ini dia menyadari kalau Key begitu tampan. Kulitnya yang putih mulus,  bibirnya yang tipis dan berwarna pink itu, betuk wajahnya yang tirus. Arina merasa tidak kuat melihatnya terus, pantas saja Key banyak yang suka. Pikirnya. Bisa-bisanya aku kegeeran sama dia, bagaikan punuk merindukan bulan. Jelas aja ini ngga mungkin banget!!! rutuk Arina dalam hati.

Arina mencoba menyentuh wajah Key dengan telapak tangan kanannya, dia membelai wajah Key. Dirinya seperti disetrum ribuan watt saat menyentuh itu. Tapi setrumannya seperti membuat Arina terhipnotis untuk melakukan itu berulang-ulang. Tiba-tiba dia berniat untuk menghentikan itu karena dia merasa tidak pantas. Dia segera menyadarkan dirinya.

Tapi kemudian Key membuka matanya dan meraih tangan Arina kembali lalu meletakkan diwajahnya. Arina hanya diam seperti patung. Arina terperanjat kaget begitu Key bangun tadi. Dia takut tiba-tiba disemprot amarah Key karena dia sembarangan pegang-pegang wajah Key. Tapi ternyata kenyataannya tidak seperti itu.

“Jangan berhenti. Aku sudah nyaman dengan belaianmu tadi. Tidurlah disebelahku.” pinta Key. Jantung Arina sudah tidak tahan ingin keluar dari rongga dada. Apa yang harus dia lakukan sekarang?!! Wajahnyapun sudah memerah seperti kepiting rebus karena permintaan Key tadi. Key tersenyum melihat wajah Arina yang memerah itu.

“Ayolah.. aku ingin merasa nyaman seperti tadi” pinta Key lagi. Entah ada dorongan apa, mendengar permintaan Key yang kedua kalinya itu, Arina jadi menurutinya. Dia tidur disebelah Key. Matanya tidak terlepas dari wajah Key. Tangannya membelai kembali wajah Key.

“Aku bisa tidur nyenyak kalau begini terus” bisik Key dengan lembut lalu diapun memejamkan matanya kembali.

Lama kelamaan mereka jadi tertidur dengan wajah berhadapan. Saat ini Arina benar-benar merasa bahagia. Dia tidur dengan kebahagiaan menyelimutinya.

##

Ponsel Key berbunyi. Membangunkan kedua orang yang sedang tertidur dengan rasa bahagia itu. Arina langsung bangun dan melihat jam ditangannya. Key langsung bangun dan mengangkat ponselnya.

“Key, eodi? Kami semua mau berangkat. Ini tinggal naik ke Van lalu pergi” cerocos manager di ujung telepon.

“Hyung, mian!! Aku lupa!” Key berbohong, padahal dia keterusan tidur.

“Bisa-bisanya lupa. Ayo cepat. Kau langsung saja ke Dongguk University yaa.. Oh ya, Arina dimana? apa dia juga bersamamu?”

“Ne. Dia disini. Baiklah kami akan langsung ke Dongguk University.”

Lalu telepon ditutup. Key terdiam.

“Ya!! Aku tau kita terlambat, ayo pergi jangan diam saja! Perform jam berapa?” tanya Arina panik

“Jam 5, tapi kami rehearsal jam setengah 5.”

“Mwo?!! sekarang jam 4 lebih 5!!! ppali..ppalii!!!”

Arina langsung menarik Key untuk pergi. Setelah itu, Arina mengajak Key untuk menuju tetangga sebelahnya untuk meminjam motor.

“Key, kita akan pakai ini supaya cepat. Ini kau yang menyetir.” Arina memberikan kunci motor pada Key sambil mengambil alih tas milik Key.

“Mwo??! aku tidak bisa mengendarai motor”

“Aigoooo.. masa namja tidak bisa naik motor???”

“Memangnya kenapa? Aku kan memang tidak pernah belajar mengendarai motor karena aku tidak punya motor.” Key membela diri

“Ah.. yasudah.. aku yang akan mengendarainya. Pegang tasmu. Pakai helm-mu” perintah Arina lalu dia memakai helm-nya dan menyuruh Key naik dibelakangnya.

“Siap?” tanya Arina

“OK!”

Dan Arina mulai tancap gas, dia mulai mengebut untuk mengejar waktu. Dan Key mulai mengomel karena Arina yang mulai ugal-ugalan, lampu merahpun diterobosnya. Untung mereka selamat.

“Arina~ aku masih ingin hidup!! huaaaa” protes Key

“Ara”

“Berapa kecepatanmu sekarang? Aku harap kurangi sekarang”

“90 km/jam” jawab Arina singkat.

“MWO?!!! turunkan aku sekarang!!!” Key semakin mempererat  pegangannya pada pinggang Arina.

“Tanggung!”

“Arina, dibelakang ada polisi!!! ngejar kita!” Key tambah panik

“4876! 4876! Harap hentikan kendaraan anda sekarang” perintah mobil polisi dibelakang melalui megaphone.

“Sial!! Arina kita ditangkap polisi!!!!!” keluh Key. Tapi Arina tidak peduli, dia melambatkan laju motornya dan berbelok memotong jalan melewati jalan-jalan kecil lalu berkelit dengan cepat, sehingga terhindar dari mobil polisi tadi.

Dan akhirnya sampailah mereka di Dongguk University. Key turun dari motor dengan gemetaran. Lalu dia langsung mengomel pada Arina. Arina hanya cekikikan mendengarnya.

“Bisa-bisanya ketawa! Aku hampir mati, hampir ditangkap polisi pula!!” protes Key

“Sudahlah Key. Yang lalu-lalu biarkan berlalu. Yang jelas kan sekarang tepat waktu datangnya. Masih ada waktu 10 menit pula”

Merekapun menuju SHINee room. Disana member lainnya beserta manager terlihat lega begitu melihat Key dan Arina datang.

“Darimana saja kalian ini? Pasti keasikan pacaran” tanya Jonghyun

“Pacaran. Pacaran. Aku hampir mati karena diaaaa..” jawab Key sambil menunjuk Arina yang sedang senyum.

“Mati?”

“Dia memboncengku naik motor, ngebut gila-gilaan. Hampir ditangkap polisi pula.”

“Yang penting kan sekarang tidak terlambat” Arina membela diri

Dan mereka akhirnya melakukan rehearsal. Sedangkan Key masih ngos-ngosan gara-gara tadi. Arina tertawa melihatnya.

Setelah rehearsal mereka berkumpul lagi di SHINee room. Key langsung dirias karena tadi tidak sempat dirias.

“Bagaimana? sudah oke kan?” tanya Key pada Arina setelah dirinya sudah dirias

“Biasa saja” jawab Arina sambil menjulurkan lidah.

“Ah.. padahal Arina ingin bilang oke. Tapi dia malu. Yaaa.. kan?” goda Jonghyun

“Oh.. jadi oppa setuju nih, kalo nanti pulangnya aku bilang ke ajumma itu?” ancam Arina

“Mulai…”

“Makanya oppa jangan mulai duluan!” Arina menjulurkan lidahnya pada Jonghyun

“Seleramu hyung… Ajumma-ajumma pun diembat” ejek Minho

“Dia kan kehabisan stok, jadi ajumma-ajumma juga jadi” kali ini Onew

“Terserah kalian lah” Jonghyun mulai stress karena gosipnya. Yang lainnya malah menertawakannya.

“Kibum-ssi?!!” tiba-tiba ada seorang yeoja datang menghampiri Key. Key yang melihatnya langsung pucat. Apakah ini nyata? tanya Key dalam hati saat melihat yeoja cantik dihadapannya itu. Sedangkan yang lainnya hanya melihat mereka dengan pandangan bertanya-tanya, siapa yeoja itu?

“Oh.. benarkah kau ini Kibum? Aigo.. neomu-neomu bogosipeosseo!!! sudah lama kita tidak bertemu” ucap yeoja itu dengan mata berkaca-kaca, seperti terharu karena menemukan sesuatu. Dia langsung memeluk Key dengan akrab. Sedangkan Key balas memeluknya. Ada rasa rindu yang lepas saat dia memeluk yeoja itu.

“Jwisonghamnida? Siapakah anda?” tanya Choi Jin manager, dia langsung siaga untuk mengantisipasi takutnya yeoja itu adalah fans yang masuk ke SHINee room secara tidak diketahui.

“Annyeong haseyo! Kim Seonmi imnida! Aku teman SMP Kibum.” sapa Seonmi riang

“Annyeong Haseyo!” sapa yang lainnya. Seperti biasa, Jonghyun langsung terpesona dengan kecantikan Seonmi, dia selalu saja tidak bisa tahan jika melihat yeoja yang cantik sebentarpun.

“Benarkah itu, Key?” tanya Choi Jin manager

“Ah.. ne.. dia teman SMPku. Dia juga..” Key jadi sedikit salah tingkah. Dia benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan Kim Seonmi lagi setelah perpisahan SMP. Tidak tahu apa yang jelas dirasakannya selama ini. Antara senang dan rasa kesal. Dia begitu merindukan Seonmi, mengingat dulu dia sangat mencintainya, tapi dia juga merasa sakit karena Seonmi pernah mencampakannya. Dia malah bertekad tidak mau lagi bertemu dengan Seonmi saat baru berpisah dulu.

Tapi sekarang rasanya berbeda, seakan-akan rasa itu telah terobati.

“Dia mantan yeojachingu-ku, waktu SMP dulu..” lanjut Key. Semua terkesiap. Mereka baru tau kalau Key pernah berpacaran. Sementara itu Arina merasa ada sesuatu yang membuat dirinya tak nyaman saat Seonmi berpeukan dengan Key, dan saat Key memberitahu semua kalau Seonmi adalah mantan pacarnya. Tapi sudahlah, itu hanya mantan pacar. Pikir Arina.

“Woooww! benarkah itu Key?” komentar Jonghyun. Key mengangguk.

“Yasudah silakan duduk sini.” Choi Jin manager mempersilakan sofa disampingnya yang kosong. Dan Seonmi duduk disampingnya.

“Seonmi, kenapa kau ada disini?” tanya Key

“Aku kan panitia acara ini” ucap Seonmi sambil menunjukkan kartu panitia dari sakunya.

“Oh.. kau kuliah disini?” tanya Onew. Seonmi mengangguk.

“Ne. Aku mahasiswa disini”

“Kibum, aku senang cita-citamu telah terwujud. Setelah SMP, orangtuaku membawaku ke Kanada. Dan aku sekolah disana. Aku sempat kuliah disana, tapi kemudian aku pindah kesini. Karena ada sesuatu yang aku ingin lakukan disini” jelasnya. Key hanya diam sambil menyimak pembicaraan Seonmi.

“Kibum, kau banyak berubah sekarang. Kau tampan. Salah, daridulu kau memang sudah tampan” pujinya sambil tersenyum indah. Dulu senyuman inilah yang membuat Key suka padanya. Tapi sekarang, dia tidak tahu. Sekarang dia hanya merasa rindu dengan senyuman itu.

“Gamsahamnida” ucap Key sambil tersenyum malu.

“Perkenalkan aku Kim Jonghyun.” ucap Jonghyun memotong pembicaraan Seonmi dan Key.

“Oh iyaa.. aku jadi lupa kalian. Haha. Mian.”

“Gwaenchana.”

“Oh iyaa.. ini Taemin, Minho, Onew, Gyungsik lalu Choi Jin manager kami, dan Arina asisten kami” Key mulai memperkenalkan semuanya.

“Seonmi!” tiba-tiba seorang panitia masuk dan memanggil Seonmi

“Wae?” tanya Seonmi

“Ppali. Ketua panitia memanggil kita.”

“Oh.. tunggu sebentar, kau duluan saja. Aku menyusul”

“Kibum, boleh aku minta no ponselmu?” tanya Seonmi dengan terburu-buru. Key mengangguk dan mereka mulai bertukar nomor ponsel.

“Gamsahamnida semuanya… Mian, aku harus pergi sekarang” ucap Seonmi lalu pergi.

##

Arina berlari-lari menuju dorm SHINee sepulang kuliah. Tadi dia janji datang jam 2.30 PM. Tapi sekarang jam 3.00 PM malah baru berangkat. Gara-gara tadi dia keasikan membaca di perpustakaan. Diapun mampir dulu ke restoran ayam cepat saji, dia pikir jika dia menyogok Onew dengan ayam ini maka dia bisa bebas dari omelan. Setelah membeli beberapa kotak ayam goreng, dia berlari kembali.

Dengan nafas yang terengah-engah dia memencet kode dipintu lalu pintu terbuka. Dan diapun langsung masuk.

“Onew oppa. Mian, aku telat. Tadi aku lupa malah keasikan di perpustakaan.” ucap Arina masih dengan terengah-engah sambil memberikan beberapa kotak berisi ayam goreng itu.

“Oh.. gwaenchana. hehehe. Anak yang baik harus rajin belajar di perpustakaan kan? Lagipula sebentar lagi ujian” komentar Onew dengan ramah. Arina tersenyum, sogokannya sukses.

“Baiklah sekarang saatnya kerja.” Arina langsung mengambil peralatan bersih-bersihnya. Dia ingin cepat-cepat kerja supaya bisa cepat-cepat pulang dan belajar lagi. Kali ini dia harus keras belajar karena ujian kali ini pasti akan sulit. Dia membersihkan dengan vacuum cleaner lalu mengepel  lantai. Dilanjut lagi dengan mencuci piring.

“Mau dibantu?” tanya Taemin dengan senyumannya. Arina senang karena sekarang Taemin sudah kembali seperti biasanya

“Boleh. dan sebagai gantinya, aku akan membuatkanmu spaghetti. Bagaimana?”

“Mauuuu!!” ucap Taemin semangat dan dia segera menggantikan Arina mencuci piring.

Dengan semangat Arina membuatkan spaghetti untuk Taemin yang telah kembali seperti biasa. Beberapa waktu kemudian, spaghetti buatannya sudah tersaji di meja makan.

“Yummy!!!” Taemin langsung menyantap spaghettinya

“Bagaimana?” tanya Arina. Taemin langsung mengacungkan kedua jempolnya.

“Lebih enak dari buatan Key hyung!!”

“Baguslah kalau begitu. Aku lebih unggul dari dia. hahahaha”

“Ada apa ini? tadi ada yang bilang enak” Onew tiba-tiba datang bersama Minho

“Mauuu!!!” seru Minho begitu melihat apa yang dimakan Taemin

“Andwaeee.. ini milikku. Aku kan sudah membantunya mencuci piring.” protes Taemin

“Ya! Jangan pelitlah…” sekarang Onew yang protes

“Hyung, tadi kan kau sudah makan ayam!!!!!” semprot Taemin.

“Yasudah, nanti aku buatkan lagi.”

“Assa!!” seru Minho dan Onew

“Dasar kalian, seenaknya saja. Lihat ni aku sudah bekerja keras demi ini.” komentar Taemin. Dan Arina mulai memasak lagi.

“Annyeong haseyo!” sapa seseorang

Semua langsung tertuju pada mereka yang baru memasuki rumah dan sekarang memasuki wilayah dapur. Key dan disampingnya.. Seonmi? Seonmi tampak bergandengan dengan Key. Pemandangan itu membuat Arina merasa tidak nyaman kembali. Ada apa ini? bukankah mereka baru bertemu kembali beberapa hari yang lalu, tapi mengapa sudah sedekat ini?

Arina kembali menyibukkan dirinya dengan masakannya. Dia tidak mau terlihat tidak nyaman. Dia akan menyembunyikan wajahnya.

“Key, ternyata tadi kau bilang mau pergi keluar sebentar itu mau kencan dengan Seonmi?” goda Onew

“Apa sih hyung? Kita tadi cuma ketemu dijalan, trus aku tawarin dia main kesini.” jelas Key

“Trus tadi malem menghilang kemana? pasti tadi malem kencan” tuduh Onew. Muka Key mendadak memerah. Tadi malam memang dia pergi menemui Seonmi diapartementnya. Karena Seonmi tiba-tiba meneleponnya mendadak ingin bertemu. Tapi mereka hanya mengobrol.

“Ah.. jangan sembarangan tuduh” sangkal Key. Tapi walaupun Key menyangkal itu semua, Arina tetap merasa tidak nyaman. Hatinya masih terasa sedikit sakit melihat mereka bergandengan tadi.

Mereka terus saja mengobrol berlima. Kadang terdengar tawa di obrolan mereka. Arina hanya bisa mendengar mereka. Dia jadi merasa asing disana.

“2 spaghetti sudah siap!” seru Arina sambil menghidangkan spaghetti itu dihadapan Onew dan Minho memecah obrolan mereka yang sedang berlangsung.

“Wow! cepat yaa…”komentar Minho

“Kok bikinnya cuma dua sih” komentar Key

“Kenapa? mau juga?” tanya Arina ketus. Sebenarnya dia tidak mau mengeluarkan suara seketus ini.

“Ani.. lagipula aku tadi sudah makan. hehe” jawab Key. Iya bener udah makan, pasti udah makan sama Seonmi. Batin Arina.

“Yasudah, karena pekerjaan pokok sudah kukerjakan semua. Aku mau belajar dulu di atap. Kalau perlu apa-apa panggil aku ya” Lalu Arina pergi meninggalkan mereka dan menuju atap apartment mewah ini. Dia membuka bukunya dan mencoba berkonsentrasi. Tapi dia tidak bisa berkonsentrasi. Ini gara-gara tadi.

Ponsel Arina berdering. Key? Oh..please. sekarang aku sedang tidak ingin mendengarmu Key. kenapa harus kamu yang telepon? keluh Arina dalam hati. Dan akhirnya dia mengangkatnya. Mau tidak mau dia melakukan itu.

“Arina?”

“Hmm?”

“Bantu aku mencari barang dari gudang”

Arina beranjak dari tempatnya, dia kembali ke dorm. dia berharap supaya nanti disana sudah tidak ada Seonmi lagi. Beberapa menit kemudian Arina sudah berada dihadapan Key. Dan ternyata harapan Arina tidak terkabul, disana masih ada Seonmi.

“Ayo Arina! Kita ke gudang” ajak Key dengan semangat

“Mau cari apa?” tanya Arina

“Cari buku alumni waktu aku SMP”

Dan mereka bertiga mulai ke gudang. Sebenarnya Arina malas sekali melakukan itu, tapi dia ingin mencoba professional. Dia tidak mau menyangkutkan masalah pribadinya dengan pekerjaan.

Mereka mulai mencari sesampainya di gudang. Tapi Key malah menyuruh Seonmi untuk diam saja diluar dan menunggu sampai bukunya ditemukan. Alasannya karena tidak mau Seonmi lelah. Dia hanya menyuruh Arina membantu dirinya. Jelas saja Arina kesal. Dia benar-benar ingin kabur dari sini dan meluapkan kekesalannya. Tapi dia segera mengingatkan dirinya akan pekerjaannya.

Arina mencari-cari ke setiap sudut. Berharap buku itu segera ditemukan agar dia bisa secepatnya pergi dari sini. Hingga wajahnya kotor dan bersin-bersin karena debu pun dia tidak peduli. Dia mencoba meraih tumpukan kardus yang ada di paling atas tumpukan kardus lainnya. Tapi dia tidak berhasil meraihnya. Dan akhirnya dia menemukan ide. Dia meraih kursi dibelakangnya dan menaikinya untuk meraih kardus paling atas itu.

Dia berhasil naik ke kursi yang agak reyot itu. Lalu sekarang dia mulai menggapai kardus itu. Hap! pinggiran kardus itu bisa digapainya. Tapi saat dia mencoba untuk menarik kardus itu perlahan, kursi yang diraihnya ambruk hingga diapun terjatuh. Dan kardus yang ditariknya itu ikut jatuh, buku-buku didalamnya ikut jatuh juga menimpa badannya, tulang panggul dan tangannya terasa sakit. Tapi ada yang menambah sakitnya itu, dia menyadari kalau Key tidak punya perasaan apa-apa padanya. Dia bahkan membiarkan Arina seperti ini, dan menyuruh Seonmi menunggu diluar karena takut kelelahan. Key, ini sakit. Ucapnya dalam hati.

Key segera menghampiri Arina yang terjatuh itu dengan panik. Dia menyingkirkan semua buku yang menimpa badan Arina. Arina tergeletak dibawah dengan lemah. Dia ingin segera bangkit, tapi jangankan bangkit, menggerakan tangan kanannya pun sulit. Dia ingin menangis karena sakit, tapi dia menahannya. Dia harus kuat.

“Arina, gwaenchana?” tanya Key cemas. Arina hanya diam. Key mencoba membangkitkan Arina.

“Ada apa ini? Eomo. Arina!!” Taemin kaget begitu melihat Arina tergeletak lemah. Sebenarnya tadi dia sudah mencemaskan Arina saat masuk ke gudang, tapi dia hanya bisa menunggu diluar gudang dan mengobrol bersama Seonmi karena takut mengganggu merusak moment berdua antara Arina dan Key. Tapi saat ada bunyi sesuatu yang tidak beres, dia langsung memaksakan masuk.

Arina mencoba duduk dengan tegak, walaupun tulang panggulnya sakit sekali. Dia mencoba tersenyum, dia malu juga karena kecerobohannya tadi.

“Gwaenchana.. Cuma sakit sedikit.” ucapnya sambil mencoba berdiri dengan bantuan tangan kirinya. terasa sakit sekali saat dibagian tulang panggulnya itu, tapi dia mencoba menahannya dengan menggigit bibir bawahnya.

“Arina, mianhae.. aku akan mencarinya sendiri. Kau istirahat saja.” Key jadi merasa bersalah

“Mian Key, karena kecerobohanku aku jadi tidak bisa membantu”

“Gwaenchana”

Arina berjalan terseok-seok sehingga hampir terjatuh. Taemin langsung memapahnya supaya tidak terjatuh. Bukan dia ,Key. Sebenarnya bukan dia yang aku harapkan menolongku seperti ini. Aku ingin kamu.. Tapi apakah itu sulit? apakah itu benar hanya mimpi? batin Arina. Dia merasa tidak kuat merasakan ini semua. Dia jadi merasa jauh dengan Key.

Taemin mendudukkan Arina di sofa ruang tengah. Kebetulan Onew, Minho, dan Jonghyun sedang keluar rumah jadi keadaan ruang tengah saat itu sedang tenang.

“Arina, aku ambil obat dulu ya” ucap Taemin sambil beranjak. Namun tangan kiri Arina mencegahnya. Hingga Taemin duduk kembali dihadapannya. Matanya menatap Arina dengan heran. Tiba-tiba Arina memeluk Taemin dan mulai menangis. Dia ingin meluapkan sakit yang dia rasakan pada siapapun yang ada didekatnya.  Taemin balas memeluknya merasakan atmosfir yang sedang melandanya dari pelukan Arina, seakan tahu dengan apa yang dirasakan Arina.

“Aku akan menjadi obat bagimu. Jadi tenang saja ya….” ucap Taemin perlahan.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “Take Me With You – Part 13”

  1. Si key gimana sih~ klo suka bilang aj suka! Sekarang malah dateng orang ketiga.. Kasian arina.. Klo aku jd dia pasti dah sakit hati banget#plak! Ngarep banget buat jadi arina -,-
    Next chap’a cepet ya.. 🙂

  2. “Emang aku cantik ya?” tanya Arina
    tanpa basa-basi. —- ngakak… bwahahaha

    yg pas naek motor itu jg lucu..

    wah org ketiga nih.. seonmi kyknya brhrp balik lagi tuh sm key… ada maunya nih seonmi…

    aishhh key nyebelin jg…
    jgn2 taemin bkl berusaha ngerebut hati arina lg nih…

    arina sm key aja…
    seonmi buang ke laut aj klo mau ngerebut key..
    taemin sm aq aj /plaakkk

    lanjutkan

    1. itu Arina ketularan author yang suka narsis. kyahaha *PLAKK

      jangan dong.. ane kan juga mau ama bang tetem. hihiihihi *colakcolek bang tetem

      makasih ya udah baca dan comment 🙂

  3. aku udh senyum2 sendiri *ngerasa jadi arina* eh malah jadi banting meja (?) gara2 ada orang ketiga.

    ish sumpah tuh arina kasiannn.. Mwoya?? tidur berduakah itu??
    ahh cemburu abis!!!

    Lanjut dehh

    1. kyahaha.. sabar yaa.. 🙂

      iya, tidur berdua! kekekekeke XDD tapi ga yadong yaaa ._.v

      ok, tunggu next part yaa… makasih udah baca 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s