A Ghost Inside Me – Part 3

 

Title :           A Ghost Inside Me  Part 3

Author :             Park Ara

Main Cast :       Choi Minho, Hwang Su Ji, Key, Jung Cheon Sa

Support Cast :  Lee Jinki, Hwang Dong Joon (Su Ji-Appa), Geum Jin Ah (Su Ji-   

                            Eomma), dan     masih terus bertambah…

Length :             Sequel

Genre :              Fantasy, Friendship, Romance

Rating :              PG 15

“Lihat kan, aku telah menyelamatkanmu Su Ji-ya,” kata Minho dengan senang. Su Ji memilih untuk diam. Kesadarannya belum pulih seratus persen sehingga ia masih sangat sulit untuk menggunakan otaknya. “Jadi, apa kau mau meminjamkan tubuhmu?”

Su Ji menggenggam cup berisi kopi hangat dengan sedikit lebih erat. Ia masih berusaha keras untuk menggunakan pikiran warasnya agar ia bisa menyelesaikan semua ini. Astaga, semua ini begitu sulit dan membingungkan.

“Jadi?” tanya Minho sambil melipat tangannya di depan dada. Sejak ia mengajak Su Ji ke taman kota yang sudah sepi, ia terus menunggu jawaban positif dari yeoja itu.

Su Ji pun menatap Minho dengan ragu. Apa yang harus dikatakannya? Apakah ia harus menyanggupinya? Menyerahkan tubuhnya untuk namja ini?

“Aku tidak akan macam-macam.”

“Apa selama 60 hari, setiap hari 24 jam, kau akan menggunakan tubuhku? Lalu kemana nyawaku?” tanya Su Ji akhirnya.

“Nyawamu tidak akan kemana-mana. Aku hanya akan memegang kendali utamanya. Ya… dengan kata lain kau seperti kerasukan, ” jawab Minho pasti.

Su Ji terdiam sejenak. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. “Chankaman! Jadi… kau…” Su Ji melihat ke arah tubuhnya sendiri. Ia tidak pernah tahu bagaimana kehidupan Minho yang sebenarnya. Tapi bagaimana kalau…

“Anio!” seru Minho cepat, begitu tahu apa yang dipikirkan Su Ji. “Aku akan keluar dari tubuhmu ketika kau mandi atau ketika kau melakukan hal-hal lain yang mengharuskanmu tidak berpakaian. Aku bukan namja sepertimu, ara? Lagipula… siapa yang mau melihat tubuh kurus seperti itu?”

Su Ji hampir menyiramkan kopinya ke wajah Minho tapi diurungkannya. “Jadi kau bisa keluar dari tubuhku dan aku masih bisa sesekali mengatur hidupku?”

“Tentu. Kau setuju?” tanya Minho. Mereka mulai menemukan titik terang.

Su Ji tidak langsung menjawabnya. Tiba-tiba ia menyunggingkan sebuah senyum licik. “Minho-ya, kau adalah murid yang pintar kan?”

“Wae?”

“Bisakah kau ada di tubuhku ketika aku menghadapi ulangan dan ujian akhir nanti?” tanya Su Ji dengan mata berbinar-binar. Kenapa ia tak kepikiran hal semacam ini sebelumnya?

Minho tertawa kecil. Dasar licik! Kenapa yeoja ini malah terkesan memanfaatkannya? Aissh… tapi mau bagaimana lagi kalau ia memaksa? Toh ia tidak bisa menggunakan tubuh Su Ji kalau dia tidak mengizinkannya. “Keurae. Itu mudah saja.”

“ASSA! Jadi aku tidak perlu belajar. Hehe…”Su Ji tertawa riang. Lalu ia menatap Minho. “Mulai kapan kau akan masuk ke dalam tubuhku?”

KRIIIIIIIIIIIIIIIINGGGG….

Suara jam weker di meja kecil samping tempat tidur Su Ji telah mengejutkannya. Su Ji menggeliat sambil menggerutu tidak jelas, suatu kebiasaan aneh yang sudah ia lakukan selama 16 tahun terakhir. Su Ji pun membuka kelopak matanya yang berat. Sinar matahari yang teduh menyusup malu-malu lewat tirai jendelanya. Su Ji pun terduduk sambil mengucek matanya.

Sekarang yang ia lakukan adalah mengembalikan semua memorinya. Ya, setiap bangun tidur ia selalu kehilangan memori-memori yang baru saja terjadi kemarin. Hingga ia harus mengingat semua itu lagi untuk melanjutkan hidupnya.

Tiba-tiba matanya langsung terbuka lebar begitu mengingat sesuatu. Ia meraba-raba tubuhnya dan kepalanya. Lalu ia memperhatikan keadaan sekitarnya. Belum juga menemukan jawaban pasti, ia pun meloncat dan melihat bayangan dirinya di cermin.

“Aku belum masuk ke dalam tubuhmu, Su Ji,” ujar Minho yang tiba-tiba saja sudah ada di belakang Su Ji.

Su Ji langsung membalikkan tubuhnya. Kibasan rambutnya nyaris mengenai wajah Minho hingga namja itu menghindar sedikit. “Aissh, kau mengejutkan saja!” gerutunya kesal.

“Sudah, mandi sana. Aku tidak sabar ingin masuk ke dalam tubuhmu,” suruh Minho dengan gaya coolnya seperti biasa.

Su Ji mencibir. “Arasseo. Ya, jangan mengintip! Dengan keadaanmu yang seperti ini kau bisa saja kan menembus kamar mandiku dan melihatku mandi? Aigo! Aku tidak bisa mempercayai namja sepertimu!”

“Cih,” Minho terkekeh kecil. “Sudah kubilang, aku tidak tertarik dengan tubuh kurus seperti itu. Ppali, aku tidak mau masuk ke dalam tubuhmu kalau kau terlambat ke sekolah!”

Selang 15 menit kemudian, Su Ji sudah berada di depan cerminnya sekarang. Ia menyisir rambut panjangnya dan menyemprotkan parfum ke area lehernya yang panjang. Setelah itu, ia memakai dasi sekolahnya dan merapikan tuxedo seragamnya. Ia memang bukan termasuk murid yang pintar, tapi soal penampilan ia juga tidak mau terlihat acak-acakan seperti anak brandalan.

Sementara Minho yang duduk di atas lemari Su Ji hanya memperhatikan yeoja itu dalam diam. Ia berpikir, boleh juga style ala Su Ji. Setidaknya, ia nanti tidak akan menanggung malu karena kali ini ia akan masuk ke dalam tubuh seorang murid terbodoh di sekolah.

Su Ji membalikkan badannya. Ia kesal melihat Minho yang seenaknya saja sudah duduk di atas lemari pakaiannya. “Ya, aku sudah siap,” ujarnya mantap.

Minho pun melompat ke bawah. “Kau tidak akan mengatakan sesuatu?”

“Mm… ah, aku lupa. Begini, namaku adalah Hwang Su Ji. Aku adalah murid kelas 12 IPS 6. Jangan sampai salah masuk kelas, arasseo? Aku memiliki Appa dan Eomma. Tapi tenang saja, mereka sedang ke luar negeri sekarang. Hal yang biasa kulakukan di dalam kelas adalah tidur. Oh ya, sebaiknya kau menghindari Lee sonsaengnim karena ia sangat tidak suka padaku. Dan jangan coba-coba menantangnya karena hukumannya sangat mengerikan. Ara?”

Minho hanya manggut-manggut malas. “Aku sudah tahu tanpa kau beritahu, Su Ji-ya…”

“YA! Kenapa tidak bilang dari tadi?”

“Kau terus bicara sih…” bela Minho santai. Ia menatap tubuh Su Ji. “Su Ji-ya, bisakah kau pejamkan matamu?”

“U-untuk apa? Apa yang akan kau lakukan?” tanya Su Ji tidak yakin.

“Untuk memasukkan rohku ke dalam tubuhmu. Ppaliwa,” suruh Minho. Kali ini Su Ji melakukannya. Ia sudah memasrahkan semuanya. Minho pun memejamkan matanya sejenak. Setelah membulatkan niatnya, ia pun berjalan cepat ke arah Su Ji. Lain dari biasanya, kali ini tangannya bisa memegang pundak Su Ji. Minho tersenyum, yeoja itu masih terdiam sambil memejamkan matanya. Tanpa pikir panjang lagi, Minho pun menempelkan bibirnya ke bibir Su Ji dan saat itu juga rohnya berhasil menyatu dengan tubuh Su Ji.

Choi Minho POV

Aku membuka kedua kelopak mata ini. Setelah itu, aku pun melihat keadaan kamar yang tidak begitu berantakan, namun tidak serapi kamarku. Ruangan yang serba putih. Lalu aku melihat kedua telapak tanganku. Dan seragam yang kupakai… rok pendek? Rambut panjang tergerai, kulit putih dan kaki yang langsing. Aigo, aigo… sepertinya kau harus menguatkan dirimu Choi Minho!

Beberapa saat kemudian aku memutuskan untuk berbalik. Dimana ada sebuah cermin di belakangku. Kini yang ku lihat adalah wajah seorang yeoja, bukan lagi wajah namja tampan yang aku banggakan. Mata itu sudah berubah lebih kecil, tidak sebesar punyaku dulu. dan bibir ini… bibir yang tipis, tidak setebal punyaku. Aku memegang wajah ini, wajah Su Ji. Aku sedikit terkejut menghadapi semua ini. Aku, Choi Minho yang tampan, kini sudah berubah menjadi seorang yeoja?

“Hwang Su Ji?” aku menutup mulutku. Oh Gosh, bahkan suaraku pun berubah menjadi suara yeoja. Aigo… kenapa begitu menyesakkan?

Aku mencoba untuk tersenyum dan mendesah kecil. Bahkan aku tidak bisa melakukan senyuman cool yang dulu sangat mudah kulakukan. Aku meminjam tubuh Su Ji, semua bagian dari tubuhnya. Dan parahnya, aku tidak bisa menemukan satupun kesamaan dengan tubuhku dulu. Aisshh! Menyebalkan!

Dasar Su Ji yang bodoh! Bagaimana bisa ia menyetting jam wekernya agar ia bisa bangun pukul setengah tujuh? Bukankah itu sama saja dengan terlambat datang ke sekolah? Alhasil, aku harus berlarian dari halte bus dengan badan sekurus ini. Huft, coba kalau badan Su Ji sedikit lebih berisi, mungkin aku bisa mempercepat lariku.

Akhirnya aku berhasil sampai di sekolah 5 menit setelah bel berbunyi. Dan untung juga hari itu security sekolah memperbolehkanku masuk. Ya, walaupun aku sedikit curiga karena Security itu terlihat sedikit takut ketika melihat wajah Su Ji. Apa dulu Su Ji pernah mengancam Security ini ya? Ah, sudahlah aku tidak mau tahu!

“Cheosunghamnida, aku terlambat,” ujarku sambil membungkukkan badan beberapa kali. Selama aku menjadi pelajar, aku tak pernah sekalipun terlambat. Dan karena Su Ji, sekarang aku merasakannya.

Aku pun kembali menegakkan badan dan melihat semua orang yang sedang memandangku aneh. Aku mengerutkan kening. Kenapa reaksi mereka seperti itu? Bukankah wajahku normal-normal saja? Sebagai Hwang Su Ji?

“Kau siapa?” tanya Goo sonsaengnim sambil menatapku datar.

“Ne?” tanyaku tidak mengerti. Sesaat kemudian mataku tertuju pada sebuah kursi kosong di depanku. Bukankah ini kursiku? Tapi… chankaman, kalau ini kursiku berarti Su Ji tidak akan berada di kelas ini kan? Dan intinya…

“Hwang…”

“Cheosunghamnida, aku salah kelas. Cheosunghamnida, cheosunghamnida,” kataku berkali-kali sambil membungkukkan badan kemudian langsung berlari meninggalkan kelas itu. Aissh… dasar bodoh!

Aku memperhatikan semua orang di kelas Su Ji. Aneh sekali, walaupun aku tadi datang terlambat namun sonsaengnim tidak menanyaiku. Dan, tidak ada satupun orang yang mengajak Su Ji berbicara. Apa Su Ji memang terasingkan di kelasnya? Kasihan sekali hidupnya.

Aku pun kembali memfokuskan pada apa-apa saja yang diterangkan sonsaengnim di depan kelas. Hm, Ekonomi ya. Bagiku semua pelajaran di kelas Su Ji sangat mudah untuk kumengerti. Bukannya sombong, tapi aku memang merasa seperti itu. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Kenapa mejaku masih kosong? Aigo… lalu aku mengeluarkan buku-buku dari dalam tas Su Ji. Astaga… yeoja ini tidak membawa buku cetak satupun? Ia hanya membawa empat buku tulis, sebuah bolpoint ,ponsel dan dompet? Aissh…

Akhirnya ku keluarkan buku tulis berwarna hijau yang tertera kata ‘Ekonomi’ di sampulnya. Baiklah, kita lihat apa saja pelajarannya selama ini…

Ttada! Apa? Apa-apaan ini? Kenapa tidak ada satu tulisan pun di buku Su Ji? Jadi selama ini apa yang ia kerjakan di kelasnya? Benar-benar, pantas saja ia selalu mendapat ranking terakhir di sekolah. Aigo… menyusahkan sekali!

“Hwang Su Ji!” tegur sonsaengnim yang tidak kukenal itu.

“Ne?” jawabku kaget.

“Apa kau akan mulai tidur lagi di pelajaranku?”

“Ah, anio…” ujarku sambil tersenyum.

“Sekarang kau kerjakan soal di depan!” perintahnya sambil menunjuk papan tulis dengan tongkat kecil di tangannya.

“Ne,” sanggupku lalu berdiri dan berjalan ke depan. Ah, aku sudah sering melakukan hal kecil ini. Bahkan aku selalu maju tanpa disuruh.

Aku membaca sebuah soal yang tertulis di papan tulis. Ah, materi ini. Walupun di kelasku tidak ada materi semacam ini, namun aku pernah mempelajarinya sebentar untuk membantu hyungku dulu. Untunglah aku masih mengingatnya. Aku tersenyum kecil, kemudian langsung menuliskan jawabannya lengkap dengan penjelasan. Apa sekarang semua orang sedang menatapku takjub? Aku, Choi Minho yang kini hidup di dalam tubuh Hwang Su Ji si yeoja paling bodoh di sekolah.

“H.. Hwang Su Ji?” ucap sonsaengnim takjub begitu aku menyelesaikan soal itu. Aku tersenyum dan membungkukkan badan. Setelah mengembalikan boardmarkernya, akupun kembali ke tempat dudukku. Benar dugaanku, semua orang menatapku dengan tatapan kagum dan tidak percaya. Mungkin yang ada di pikiran mereka sekarang adalah… apakah Su Ji sedang kerasukan hantu jenius? Ya, mereka benar. Walaupun aku masih tidak rela kalau diriku di sebut dengan hantu.

Jam istirahat sedang berlangsung dan aku masih bingung harus melangkahkan kakiku kemana. Aku tidak ingin membuat orang-orang bingung dan curiga walau kemungkinannya sangat kecil. Jadi aku tidak akan pergi ke Perpustakaan, tempat yang biasa ku kunjungi pada jam istirahat. Lalu, aku harus pergi kemana?

“Hwang Su Ji!” teriak seseorang.

Aku yang telah terbiasa dengan nama Hwang Su Ji pun membalikkan badanku. Aku melihat dua orang yeoja yang tidak ku kenal sedang berjalan ke arahku.

“Ya, apa yang terjadi padamu huh? Apa kau telah meminum sesuatu atau dengan cara kotor apa sehingga kau bisa menarik perhatian para sonsaengnim?” tanyanya bertubi-tubi.

Aku mengerutkan keningku. Aku benar-benar tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Apa karena kejadian di kelas tadi? Mungkin semua orang baru pertama kalinya melihat seorang Hwang Su Ji menjelma menjadi seorang murid yang sangat pintar. “Aku tidak mengerti?”

“YA!”

“Kyaaaa!!! Kenapa namja itu tampan sekali?”

Aku dan kedua yeoja itu pun menoleh ke arah sumber suara yang begitu riuh. Ketika aku membalikkan badan, aku melihat gerombolan yeoja yang sedang mengikuti seorang namja(?). Aku mengerutkan kening. Sepertinya aku mengenal namja itu dari posturnya karena wajahnya tertutupi para yeoja kecentilan itu.

Lalu kulangkahkan kakiku mendekat padanya. Namun baru beberapa langkah aku sudah bisa melihat wajah namja itu dengan jelas. Namja berambut hitam kecoklatan, bertubuh kurus dan berkulit putih. Ia juga memakai tindikan dengan bentuk kunci di telinganya. Aku menyunggingkan senyum kecil. Pantas saja aku merasa mengenal dia.

Tiba-tiba namja itu sudah berada di depanku. Ia menatapku setengah terkejut namun seperti ada sebuah perasaan dalam tatapannya itu. “K…” panggilku tapi kutahan. Aissh, aku hampir lupa kalau sekarang aku ada di dalam tubuh Su Ji. Dalam keadaan seperti ini, tentu aku tidak boleh mengenalnya karena ia akan curiga.

“Ha… Hai,” ucap namja yang kukenal bernama Key itu dengan gugup. Terlihat jelas dari suaranya yang sedikit bergetar.

Kalau aku ada di dalam tubuhku sendiri, mungkin aku sudah tertawa terbahak-bahak karena sikap Key. Key, seorang namja tampan yang selalu dielu-elukan para yeoja kemanapun ia melangkah. Dengan pesona ketampanannya itu, tentu ia tidak mempunyai masalah soal berbicara denga yeoja manapun. Tapi kali ini, ia melihat Key mati kutu di depan Hwang Su Ji. Haha… sungguh menggelikan sekali!

Key masih menatapku sambil tersenyum. Sekarang ia malah menggaruk tengkuknya. Ah, aku ingin mengerjainya. Aku pun berjalan meninggalkannya begitu saja. Tanpa membalas sapaannya itu tentunya. Aku ingin membuat kesan misterius pada diri Su Ji sehingga Key akan semakin berusaha mengejarnya. Keurae Key-ya, kita lihat apa saja yang akan kau lakukan untuk memikat Hwang Su Ji!

Aku melarikan diri ke toilet. Ah, aku harus memasuki toilet wanita juga. Aku terkekeh geli, bagaimana kalau yeoja-yeoja itu tahu jika roh di dalam tubuh Su Ji adalah seorang namja? Mungkin aku sudah di pukuli lalu di bawa ke ruang kepala sekolah.

Aku berpura-pura merapikan rambutku di depan kaca wastafel. Sial, kenapa yeoja-yeoja itu tidak segera keluar sih? Aku membuat hentakan-hentakan kecil dengan kakiku. Aku ingin keluar dari tubuh Su Ji saat ini juga. Karena aku harus memberi tahu sesuatu padanya.

“Kkaja,” ucap seorang yeoja dan kedua temannya pun mengikutinya keluar dari toilet. Aku menghembuskan nafas lega. Setelah memastikan tidak ada orang lagi, aku langsung mengunci pintu luar toilet dan berdiri di depan wastafel lagi. Setelah itu, aku mendorong tubuh Su Ji dan rohku berhasil keluar dengan mudahnya.

Choi Minho POV END

Su Ji merasakan ada yang mendorong tubuhnya begitu kuat hingga ia sempoyongan nyaris jatuh. Perlahan ia membuka matanya dan terkejut. Kini yang dilihatnya adalah bayangan wajahnya sendiri di depan cermin wastafel. Su Ji mengernyit sambil memegang wajahnya. Lalu ia mencari-cari Choi Minho.

“Mian, aku keluar dari tubuhmu tiba-tiba,” kata Minho yang sekarang sedang berdiri di depan bilik kamar mandi nomor satu.

Su Ji menatapnya kesal. “Kenapa kau keluar di saat yang tidak tepat sih? Masih di sekolah pula. Kau tidak takut kalau ada yang memergoki kita?”

“Percayalah padaku. Tidak akan terjadi apa-apa,” kata Minho dengan entengnya. “Oh ya, aku harus memberi tahu suatu hal padamu.”

“Mwoya?”

“Sekolahmu kedatangan seorang murid baru.”

“Lalu?”

“Jangan menyela omonganku,” suruh Minho sedikit galak dan melanjutkan kata-katanya lagi. “Namanya Key. Dia tampan dan banyak yeoja yang menyukainya. Tapi, ia hanya menyukai satu orang yeoja di sekolah ini.”

“Apa hubungannya denganku?”

“Aissh… kau?!” marah Minho yang hampir memukul Su Ji. Namun ia langsung menyadari kalau tangannya bahkan tidak bisa menyentuh sejengkal pun badan Su Ji di saat seperti ini. “Kenapa kau tidak bertanya ‘siapa yeoja itu?’ kau benar-benar menyebalkan!” cerocos Minho lalu memalingkan mukanya.

Su Ji menjadi bingung sendiri. Siapa yang berkata siapa juga yang kesal sendiri? Kenapa juga ia harus menanyakan hal itu?

Minho kembali menatap Su Ji dengan ekspresi jengkelnya. Yeoja di depannya ini benar-benar membuat kepalanya panas. “Keurae, aku akan menjawab sendiri… Yeoja yang disukai Key adalah kau, Hwang Su Ji.”

“Mwo? Aku? YA! Bagaimana mungkin dia bisa menyukaiku? Aku bahkan tidak tahu wajahnya seperti apa. Ya, apa tadi kau menggodanya?” selidik Su Ji yakin.

“Ania!” Minho langsung menepisnya. “Mana mungkin aku menyukai namja? Dia teman lamaku,” aku Minho.

“Teman lama? Jadi kau bersekongkol dengannya untuk memata-mataiku?”

“Untuk apa memata-mataimu? Dia hanya menyukaimu sejak lama. Aku juga tidak tahu alasannya, yang jelas dia menyukaimu sejak menemukan fotomu di antara koleksi foto-fotoku di sekolah. Kau tanyakan sendiri padanya,” jelas Minho panjang lebar.

Su Ji mendecakkan lidanya.

“Bisakah kau belajar menyukainya juga?”

“Mwo?!” seru Su Ji sambil membesarkan kedua matanya. “Ya, apa sekarang kau sudah merasa berhak mengatur hidupku? Menentukan siapa namja yang bisa kusukai dan tidak? Siapa kau? Kau bukan orang tuaku, bukan…”

“Aku mohon…” pinta Minho dengan wajah memelas.

Su Ji termenung. Tidak biasanya Minho seperti ini. Apa namja yang bernama Key itu begitu penting untuknya? Atau apakah Minho sedang melakukan balas budi?

“Aku hanya ingin membahagiakannya, karena dia sahabatku dari kecil,” timpal Minho dengan wajah sedih.

Su Ji menghela nafas beratnya. “Kau tidak memberiku kesempatan untuk melihatnya dulu?”

Wajah Minho langsung berbinar-binar senang. “Sinchayo? Jadi kau mau mengenalnya?” tanya Minho bertubi-tubi.

“Aku hanya melihat dulu, ara?” Su Ji menegaskan kalimatnya.

“Tapi kau pasti akan menyukainya. Aku yakin,” kata Minho meyakinkan.

Su Ji tertawa kecil. Ia menjadi penasaran dengan namja itu. Siapa dia sebenarnya? Kenapa bisa menyukainya diam-diam, sedangkan ia sendiri tidak pernah tahu wajahnya seperti apa. Aigo… bagaimana mungkin bisa ada namja sepertinya? Aneh!

“Aku akan menunjukkannya padamu,” ujar Minho yang mengikuti Su Ji di sisinya.

Su Ji hanya melihatnya sekilas, tanpa jawaban. Ia tidak mau di sangka gila  oleh teman-temannya karena ia bicara sendiri.

Su Ji melihat gerombolan yeoja di depan kelas 12 IPA 2. Ada apa disana? Apa sedang ada bocoran soal ujian? Aissh, entahlah. Ia tidak terlalu tertarik dengan hal-hal seperti itu.

“Ya, kenapa kau melewatinya. Disana ada Key,” beritahu Minho menghentikan langkah Su Ji. Yeoja itu pun berbalik dan menatap Minho dengan tatapan apa-aku-harus-melihatnya. Minho menganggukkan kepalanya.

Su Ji melengos. Akhirnya ia melangkahkan kakinya ke gerombolan itu. Ia hanya melakukan hal-hal yang sewajarnya. Tidak sampai berteriak seperti yang lainnya. Ia sampai ingin menyumbat telinganya sendiri. Apa konser SUJU telah dipindahkan ke sekolahnya?

“Kau terlihat cuek sekali…” kata Minho dan Su Ji hanya mengangkat bahunya. Tiba-tiba tubuh Su Ji terdorong oleh yeoja-yeoja di depannya. Ia hampir jatuh jika tidak bisa menjaga keseimbangannya. “Ya, Key sedang mendekat. Kau siap-siap ara?” aba-aba Minho dan lagi-lagi Su Ji memperlihatkan wajah acuh tak acuhnya.

Tanpa menunggu lama, seorang namja yang sedang berjalan pun menghentikan langkahnya di depan Su Ji. Namja itu terlihat terkejut ketika melihatnya. Su Ji masih terdiam tenang. Jadi dia yang bernama Key? Well, tidak terlalu buruk memang. Tampan. Tapi ia tidak mudah tertarik dengan seorang namja.

“Hwang Su Ji…” panggil Key sambil menatapnya lembut.

“Eh? Kau tahu namaku?” balas Su Ji tak percaya. Apakah namja ini semacam stalker? Mengerikan sekali…

“Keurom…” jawab Key sambil tersenyum kecil. Su Ji melihat namja di depannya ini sedikit gugup.

“Siapa namamu?” tanya Su Ji. Ia juga harus bersikap normal dengan pura-pura tidak tahu. Tidak lucukan kalau tiba-tiba ia mengatakan ia sudah tahu namanya dan tahu kalau namja ini menyukainya.

“Key imnida,” jawab Key sambil membungkuk sedikit.

Su Ji tersenyum tipis. Lumayan sopan, tapi ia belum bisa memberikan penilaian apa-apa.

“Mau makan denganku di kantin?” tawar Key sambil mengulurkan tangannya pada Su Ji. Semua yeoja di sekitar mereka langsung berteriak histeris.

Su Ji melihat uluran tangan itu sambil tertawa kecil. Ia melirik Minho sebentar, memastikan kalau Minho melihat tingkah sahabatnya ini. Dan reaksi Minho malah menyuruhnya untuk menyanggupi tawaran Key. Su Ji mengalihkan pandangannya kepada Key. Ia menatap kedua matanya dengan berani. “Mian Key, tapi… aku bukan tipe yeoja seperti itu,” jawab Su Ji angkuh lalu berjalan pergi meninggalkan Key yang masih mengulurkan tangannya. Su Ji tidak mempedulikan semua yeoja yang mencibirnya. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan hatinya. Su Ji telah menanamkan satu hal pada dirinya. Bahwa siapapun Key, ia tak akan peduli. Karena namja itu memang tidak menarik perhatiannya sedikitpun.

To be Continued…

J  Yee… akhirnya Key muncul juga di part ini! Welcome Key oppa! *hugs!*

J Hwang Su Ji ternyata begitu membenci Key. Kenapa? Dan apakah Key akan berhasil mendekati Su Ji? Lalu apakah sebenarnya Minho memang sudah mematai-matai Su Ji selama ini? Untuk apa?

J  Nantikan next chapternya, karena Jonghyun oppa akan hadir juga!!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

23 thoughts on “A Ghost Inside Me – Part 3”

  1. Makin mnarik…lanjut…
    Karakter su ji boleh jg…biar key ada perjuangan buat ngadepin su ji…
    Sbnrnya apa yg mau d lakukan minho yg ngbuat dia mau mjalani khdpn yg cm sbntr pke tubuh su ji lg???apa ada hub.nya ma key??
    Penasaran nih….
    Btw,next part ada jjong…d tunggu jg yg laennya..

  2. Apaan sih si su ji itu -3- knapa coba ngga suka sama key oppa?? *klo lngsung suka ceritanya ngga seru babo!ㅋㅋㅋ*

    Next Chapta Please.. 🙂

  3. Sementara Minho yang duduk di atas
    lemari — sklian aj nempel.d dinding *emng cicak

    hahaha key… hahaha
    lucu itu…. hahaha
    key yg cool… jd gugup klo d dpn suji… hahaha minho minho

    *aq komen gaje ya~.~*

    lnjutkn
    ayo key.. taklukkan hati hwang suji

  4. Ngakak banget pas minho liat si suji di cermin! Wkwkwkwkwk XDD kocak beneran!

    Aigo aigo aigoo~ key keluar!! Hore bias2ku lengkap! XDD #plak #plak

    itu yg kocak pas pelajaran ekonomi! Sebodoh itukah suji sampe pas jd pinter rasanya takjub? XD

    hadehhh si key malu2 ae nih XD coba klo tau si minho sm si suji ada ‘kerjasama’ …. ngehehe.

    Next part sellau ditunggu 🙂 daebaaaak~

  5. Kenapa thor?! Kenapa su ji benci key? Kenapa minho pengen banget su ji suka key? Aaa aku bisa gila mikirnya *lebay* ayo thor lanjutlanjutlanjuut! 😀

  6. kyaaaaaaaaaa ,,,, key muncul … horeeeeee !!!!!!!! *teriak ala cheerleader*
    waaachhh ,, su ji niey seenak’nya ajja nyuekin key kayak gitu ..
    tapi gag papa ,,,, jd seru ….
    semakin bikin gregetan ajja niech ff ,,,,

  7. Suka karakter Su Ji. Benar-benar bisa buat Key penasaran. Sepertinya Key butuh usaha keras menarik perhatian Su Ji.

    Minho sayang banget sama sahabatnya. Apa selama ini Minho memang memata-matai Su Ji karena ingin membantu Key?

    Nice story. Lanjut!

  8. Hiyaaaaahh apaan ituuhh????
    Masa Minhonya ga cemburu cobaa?? #plakkk *lupakan*
    Ih, sumpah yey, Su Ji cuek secuek bebek banget sumpah. Yaolo, yg suka ama elu cowo ganteng tauk!!! Masa disia-sia in sih?? #pletakk #jeduakk #brukkk
    Hiyah kakaka…. Jadi Minho tuh masuk ke tubuh Su Ji cukup dengan sebuah ciuman gitu??? Bagusss!!!! *apaaaa pula*
    Buahaha….. Part ini bawaannya bikin ketawa…. Abis mereka lucu sih… XDDD
    Jincha??? Jjong??? Yey!!! #plakkk
    Ditunggu ditunggu…. XDDD

  9. wah itu minho masuk ke tubuh su jinya harus pake ciuman bibir dulu ya? andwe tidak rela,, part selanjutnya kutunggu ya:)

  10. Kkk~ part ini bwaannya pngen ketawa, sebodoh itukah Su Ji shngga pas dia naik kepapan org2 pd speechless semua? o.O

    Aaaah tp aku suka sm karakter SuJi yg cuek bebek ini, yaaah jd nnti Key hrs brjuang dngn sngguh2 spya bs dapetin SuJi, aaah tp entah knpa feelingku mngatakan kl SuJi bakalan suka sm Minho ya? #soktau-_-”

    Yaampuuun cara Minho msuk ke bdn SuJi unik bnget ya, harus pake nyiuuuum~ #otakyadooong-_-”

    Nice ff author, part slnjutnya ditungguuuu~ 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s