Friendship Be A Love – Part 4 (End)

FRIENDSHIP  BE  A  LOVE  PART  IV

Author                                                :  Bella Gucci d’Lockets  / Kim KeyLa

 Main cast                                            : Kim Ki Bum a.k.a. Key

Abelz  Stewart a.k.a. Lee Ji Heun

Support cast                                      : Kim Ryeowook

Genre                                                  : Friendship, Romance

Length                                                : Sequel

Rating                                                 : PG-16

Key POV

 

                            Selama seminggu, aku menginap di rumah Ji Heun. Ji Heun sudah kembali ceria seperti sediakala. Aku sangat senang melihatnya. Dia ini termasuk orang yang sangat tegar juga. Aku kagum melihatnya. Dia selalu berusaha agar orang lain tak mengetahui apa yang terjadi padanya waktu tempo hari. Dia selalu terlihat semangat sepanjang hari. Jadi sangat mudah baginya untuk melupakan peristiwa itu.

Aku masih belum mau pulang ke rumah. Aku masih sangat membenci laki-laki itu. Aku tak mau melihat wajahnya lagi. Walaupun ia adalah hyung-ku.

Handphoneku berdering. Umma meneleponku.

“Ya umma?”

“Kau dimana? Appa dan umma sudah sampai di bandara. Umma sangat merindukanmu. Jemputlah kami, nak”

“Apa? Umma dan appa di bandara? Kapan berangkatnya?”

“Loh, appamu kan sudah mengatakannya pada hyung-mu. Apa hyung belum memberitahumu?”

“Oh .. Tidak ada. Kenapa tak hyung saja yang menjemput, kalau appa lebih mementingkannya? Mian umma”

***

Aku sedang memasak di dapur Ji Heun, memasak makanan kesukaan umma. Aku sangat rindu padanya. Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Ku panggil Ji Heun agar ia membuka pintu itu. Namun sepertinya ia tak mendengarkanku. Akhirnya aku yang turun tangan. Penghuni rumah ini sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing di luar rumah. Yang berada di rumah, hanya aku dan Ji Heun. Karena kami sedang diliburkan oleh sekolah. Pekerjaan yang sedang ku lakukan, ku hentikan sementara. Agar tamu keluarga ini tak menunggu lama.

Pintu pun ku buka.

“Ki Bum ..”. Ternyata yang datang adalah Kim Ryeowook. Seseorang yang sangat aku benci.

“Masih berani juga kau menampakkan dirimu?”

“Aku ingin minta maaf padamu, dan pada sahabatmu”

“Tak perlu. Sebaiknya kau pulang saja” pintu pun ku tutup. Tapi ia menahan pintu. Karena ia lebih kuat dariku, pintu pun terbuka lagi.

“Mau apa lagi kau?”

“Kau boleh membenciku sampai kapanpun. Karena aku memang pantas dibenci. Tapi ku mohon kau pulanglah. Umma sangat merindukanmu. Ia sampai sakit karena rindu padamu. Pulanglah”

“Sakit? Sakit apa?” tanyaku panik.

“Badannya panas dari kemarin. Dan sampai sekarang panasnya belum turun juga. Itu karena ia tak mau minum obat. Ia hanya mau minum obat, jika sudah berjumpa denganmu”

“Bisa kau tunggu aku sebentar? Aku ingin membawa makanan kesukaan umma”

“Baiklah. Aku akan menunggu di luar saja”

Aku kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan kesukaan umma untuk aku bawa pulang ke rumah. Selesai itu, aku memasuki kamarnya untuk minta ijin pada Ji Heun, pulang ke rumahku sebentar.

“Ji Heun-ya .. Aku ingin keluar sebentar”

“Kau mau kemana?”

“Umma-ku jatuh sakit. Dan aku ingin pulang ke rumah sebentar untuk menjenguknya”

“Aku ikut. Sebentar, tunggu aku”

“Baiklah”

***

“Umma, mianhae atas kata-kataku tempo hari”

“Gwaenchana, anakku”

“Ini aku bawakan makanan kesukaan umma. Umma makan ya? Aku suapi”

“Kamsahamnida. Aku senang kau kembali. Ku mohon jangan kau pergi lagi”. Aku melihat ke arah Ji Heun. Ia mengisyaratkan agar aku mengiyakan saja perkataan umma. Aku menurutinya saja.

“Iya, umma. Umma lekaslah sembuh”

“Sebenarnya apa yang membuatmu ingin pergi dari rumah ini?”

“Tak ada apa-apa. Umma tak usah memikirkan itu. Yang penting aku kan sudah berada di sini lagi”

“Iya-iya, nak. Ji Heun-ya, apa anakku menyusahkanmu saat dia berada di rumahmu?”

“Ah.. Tidak kok. Ia malah sangat membantu. Ia menawarkan diri untuk menjadi chef di rumah kami. Hehe ..”. Ji Heun mencairkan suasana dengan candanya itu. Umma-ku ikut tertawa.

“Umma istirahatlah dulu. Aku akan mengantar Ji Heun pulang dulu ya? Kasihan ibunya nanti kalau sampai mencari-carinya”

“Hati-hati nak”

“Semoga cepat sembuh, bu” kata Ji Heun.

“Gomawo”

***

Aku sudah memaafkan Ryeowook hyung atas perlakuannya. Hubungan kami jauh lebih baik dari sebelumnya. Terlihat lebih harmonis. Seperti kakak-adik lainnya.

Tok .. Tok .. Tok .. Ada yang mengetuk pintu kamarku.

“Siapa?” tanyaku.

“Hyung”

“Masuk saja”

“Baiklah”

“Ki Bum, aku ingin berbicara padamu”

“Katakanlah”

“Aku senang kau kembali ke rumah ini”

“Aku juga. Kau banyak berubah, hyung”

“Kamsahamnida. Ehm .. Besok aku akan berangkat ke Paris”

“Bukankah kuliahmu sudah selesai waktu itu?”

“Aku ingin melanjutkan kuliahku. Dan setelah mendapat gelar master, aku akan menikah dengan Krystal di sana”

“Menikah dengan Krystal? Bukankah kau sudah putus dengannya?”

“Memang. Tapi tempo hari, aku menyadari kalau sebenarnya sahabatmu itu hanya ku jadikan pelampiasanku. Krystal tak pernah memperdulikanku lagi karena kuliah-kuliahnya yang sangat padat itu. Aku sadar kalau yang aku cintai itu hanyalah Krystal. Dan saat itu juga, aku menjelaskan padanya apa yang terjadi sebenarnya. Krystal memaafkanku. Aku menyatakan kembali perasaanku, dan aku mengatakan padanya bahwa aku ingin mempersuntingnya. Dan aku beruntung, ia masih mencintaiku dan mengiyakan keinginanku. Begitu ceritanya, adikku”

“Selamat ya, hyung. Aku turut bahagia”

“Gomawo. Kapan kau menyusulku?”

“Aku ini masih SMA, hyung. Tak mungkin aku menikah secepat ini”

“Bukan itu. Maksudku, kapan kau akan menyatakan perasaanmu itu pada sahabatmu?”

“Darimana hyung tau?”

“Dari sikapmu, saat aku dekat padanya dulu. Jadi kapan kau akan menyatakan perasaanmu?”

“Aku tak tau hyung”

“Ku ingatkan padamu, jangan lama-lama. Nanti dia keburu diambil orang. Haha ..”

“Iya hyung. Secepatnya akan aku katakan”

“Ya sudah. Kau tidur ya? Aku mau kembali ke kamarku. Kamsahamnida”

Aku tak bisa tidur. Aku teringat akan kata-kata hyung. Benar juga yang dikatakannya. Kalau aku tak mau kehilangannya lagi, aku harus segera menyatakan perasaanku ini padanya. Aku harus mempersiapkan ini.

***

“Ji Heun, cepatlah kau menyatat. Sejam lagi hyung akan berangkat. Kalau kita terlambat sedetik saja, aku tak akan sempat bertemu dengannya”

“Iya-iya Key. Ini aku sudah selesai kok. Bawel banget sih” ujarnya mengejekku.

“Biar saja” aku pun mengacak-ngacakkan rambutnya seperti biasa.

“Key-ah, lihat ini. Rambutku jadi berantakan lagi karenamu”

“Haha .. Sudahlah, ayo berangkat”

Aku mengendarai mobilku dengan sangat cepat. Aku tak ingin terlambat menemui hyung sebelum ia pergi. Tiga puluh menit berlalu. Akhirnya, aku dan Ji Heun sampai di bandara.

“Dimana hyungmu?”

“Sebentar. Aku telepon dulu dia”

“Eits .. Itu hyungmu kan?”

“Oh iya.. Ayo”

“Hei .. Ki Bum. Hei Ji …..”

“Jangan panggil dia dengan nama itu, hyung” potongku.

“Haha .. Baiklah. Hai Abelz”

“Hai juga, oppa. Kapan berangkat?”

“Sebentar lagi juga dipanggil”

“Ki Bum, aku ingin berbicara sebentar” katanya merangkulku, tapi menjauhi Ji Heun.

“Ada apa? Kenapa harus berbicara di belakangnya?”

“Kapan kau menyatakan perasaanmu? Semalam ia curhat padaku”

“Curhat apa hyung?”

“Katanya ia ingin kau mengatakan ‘Apa kau mau menjadi pacarku, Ji Heun?’. Hahaha ..”

“Dia berkata begitu? Pasti ini hanya akal-akalanmu saja kan?”

“Tidak. Aku serius”

“Lalu kenapa tadi kau tertawa?”

“Aku hanya geli. Haha ..”

“Kau yakin, dia menyukaiku juga?”

“Iya. Aku yakin. Ku harap tidak sampai tiga hari, kau sudah menyatakan perasaanmu itu”

“Ah .. Kenapa batas waktunya tiga hari, hyung? Aku masih belum siap”

“Kau mau dia diambil orang? Kau mau kehilangannya lagi?”

“Tentu tidak hyung”

“Makanya, kau harus cepat-cepat mengatakan itu. Kau ini kan pernah jadi playboy. Kenapa di depan dia, kau ini sangat lemah?”

“Aku tak lemah hyung. Baiklah, setelah kau berangkat ini, aku akan mengatakan padanya”

“Gitu baru adikku”. Ia menepuk pundakku. Dan kami pun kembali ke tempat semula, berada dekat dengan tempat berdirinya Ji Heun.

“Kalian ngomongin apaan sih?”

“Urusan laki-laki. Haha ..”

“Huh ..”

“Jangan cemberut gitu kau. Nanti Ki Bum belikan es krim kesukaanmu, seperti biasa. Haha ..”

“Ha? Darimana kau tau?”

“Ada deh. Haha .. Sudah ya. Sepertinya sebentar lagi aku akan berangkat. Aku mau ke dalam dulu”

“Jaga dirimu baik-baik, hyung”

“Kau juga. Ingat pesanku tadi”

“Iya, hyung”

“Hati-hati ya oppa”

“Ok”

Hyung pun meninggalkan kami. Ada rasa sedih menyelimutiku. Aku sangat merasa kehilangannya saat ini. Beginilah rasanya, saat orang yang sebenarnya kita sayang, pergi tiba-tiba. Aku merasakannya kembali untuk yang kedua kalinya, setelah dulu aku kehilangan Ji Heun. Aku jadi teringat akan kata-kata hyung. Aku tak mau kehilangannya lagi. Jadi sebaiknya aku katakan saja terus padanya.

“Ji Heun”

“Ya?”

“Tunggu sebentar. Ada yang ingin aku katakan padamu”

“Kau ingin mengatakan apa? Apa tak bisa berbicara sambil jalan?”

“Tidak bisa, Ji Heun. Lihat aku”. Dia melihatku. Jantungku semakin berdebar kencang.

“Apa?”

“Aku.. aku menyukaimu, aku menyayangimu lebih dari seorang sahabat. Aku ingin kau menjadi pacarku. Apa kau mau?”

“Jangan becanda, Key-ah. Ini tak lucu. Ayo pulang”

“Lihat mataku. Apa mataku mengatakan aku sedang berbohong?”

“Ti.. tidak”

“Lalu apa jawabanmu?”

“I..iya”

“Iya apa Ji Heun-ah?”

“Iya, aku mau menjadi pacarmu”

“Yes.. Yuhu ..”

“Hei.. Apaan sih kau ini? Orang-orang melihat ke arah kita, Key. Aku malu”

“Mian. Aku ini terlalu senang”

“Iya-iya”

“Gomawo, yeojachingu-ku. Saranghae”. Ia pun tersenyum padaku.

“Ji Heun-ah, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu. Love like oxygen-SHINee English version”

“Baiklah, aku akan mendengarkan kau bernyanyi”

“You’re like oxygen, when i drink you in. I can’t breathe you out, inside this intense agony. Can’t you see i’m dying away like this. Cold, to the point of freezing, you’re transparent. Though i breath you in, and keep breathing you in. Until i’ve turned white from the shock, as if i’d ran, i’m dry of thirst for your love. When i’m about to grab you, the surfer’s attack that smites this softness”

=THE END=

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

6 thoughts on “Friendship Be A Love – Part 4 (End)”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s