Touch Your Heart – Part 6

Title                : Touch Your Heart Part 6

Author             : tiara_jinki

Main Cast        : Lee Taemin, Choi Yoona

Other cast         : Onew (Lee Jinki), Key(Kim Kibum), Kim Hyo Min,Choi Minho,and others.

Genre              : Romance

Rating             : PG-15

Length             : Sequel

Summary         : “aku tidak ingin berharap apa-apa. Lagipula besok atau satu minggu lagi aku harus pergi”.

Kedua bola mata Yoona membulat saat mendapati bibir Taemin mendarat dengan mulus di bibirnya. Yoona terdiam, seharusnya ia mendorong tubuh Taemin namun hatinya berkata lain. Ia membiarkan bibir Taemin menempel di bibirnya.

Sementara Taemin masih belum menyadari apa yang sedang di perbuatnya. Setelah satu menit berlalu, Taemin membuka kedua matanya dan melepaskan bibirnya. Dengan sekejap ia membalikkan tubuhnya. Apa yang baru ia perbuat?. Jantung Taemin berdetak dengan cepat, gugup mulai menyelimutinya. Tangan Taemin menyentuh bibirnya, dirinya baru saja mencium Yoona?. Setan apa yang sedang merasukinya sampai-sampai ia berani mencium Yoona di tempat umum seperti ini.

Yoona berdiri mematung di tempatnya, mukanya memerah. Seperti inikah first kiss nya?. Yoona tidak menyangka kalau first kiss nya dengan Taemin. Mulutnya tertutup rapat, rasanya sulit berbicara saat ini.

“selamat tinggal Choi Yoona”ucap Taemin dan melanjutkan langkahnya dengan perasaan yang kacau saat ini. Ia tidak bisa berfikir jernih saat ini.

Yoona masih terdiam. Jari-jari nya yang lentik menyentuh bibirnya. Apakah ini mimpi? Kenapa aku tidak berteriak?, batin Yoona.

***

Cklek

Yoona memutar kenop pintu rumahnya, ia masih syok dengan apa yang baru terjadi dengannya. Minho yang sedang duduk di sofa mengistirahatkan tubuhnya yang baru membantu Umma nya, melihat kedatangan Yoona. “ya, Yoona-ya”.

“ya, Yoona-ya, mana dvd-nya? Kau beli tidak?”tanya Minho.

Yoona yang masih larut dalam lamunannya tidak mendengar suara Minho. Ia hanya terus melangkah ke kamarnya. Minho yang merasa ada yang aneh dengan yeodongsaeng-nya itu bangkit dari duduknya dan melangkah mengejar Yoona.

“ya! Yoona-ya! Kau dengar tidak sih aku memanggilmu?”ujar Minho saat ia mendapatkan tangan Yoona.

Yoona menoleh ke arah Minho. Ia tersadar dari lamunannya. “eh? Oppa memanggilku tadi? Waeyo?”balas Yoona.

Minho mendecakkan lidahnya. “ck, kau ini. Ada apa denganmu? Mana dvd-nya? Bukankah aku meminta kau untuk membeli film Sherlock homes?”.

Yoona berfikir sejenak, ia baru sadar kalau tadi Minho memintanya untuk membeli film itu. Ia menyengir. “hehe, mianhae oppa. Aku lupa. Hehe”jawab Yoona.

Minho menghela nafasnya. “ya! Aish…babo! Padahal kau lebih muda dariku tapi kau mudah lupa. Ckck”ujar Minho.

“ya! Bukankah aku sudah menolaknya! Kau beli saja sendiri!”kini giliran Yoona yang kesal. Ia melanjutkan langkahnya.

Blam

Suara bantingan pintu terdengar, Minho menjadi bingung. “kenapa jadi dia yang marah?”gumamnya.

Sementara itu di dalam kamar, Yoona menghempaskan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya. Ia merentangkan kedua tangannya dan menarik udara dalam-dalam lalu menghembuskannya. “apa yang baru terjadi?”gumamnya dan menyentuh bibirnya.

Pikiran Yoona kembali melayang di saat bibir Taemin menyentuh bibirnya dengan lembut. Di saat waktu serasa berhenti.

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya. “argh! Kyaa! Lee Taemin!”ujarnya sedikit berteriak.

***

Taemin terduduk lemas di taman yang sering di kunjungi Yoona di taman yang belakangan ini sering ia kunjungi hanya untuk melihat Yoona. Yang baru ia perbuat benar-benar suatu hal yang konyol!.

“ehem!”Onew datang dan duduk di samping Taemin tapi Taemin masih belum menyadarinya.

Onew melihat ke arah Taemin dan berteriak. “ya! Lee Taemin!”.

Taemin mengelus-elus telinga kanannya dan menoleh ke sampingnya. Onew sedang menatapnya. “eh? Hyung, sejak kapan kau ada di sini?”tanya Taemin.

Onew menggeleng-gelengkan kepalanya. “tak ku duga, ciuman itu bisa berefek seperti ini padamu”ujar Onew dan mengalihkan pandangannya.

Taemin terkaget. “Mworago?!”pekik Taemin.

“kau melihatnya hyung?”.

Onew menoleh ke arah Taemin dan tersenyum. “ternyata kau sudah dewasa Taemin! Bahkan kau sudah melewatiku, aku saja tidak pernah melakukan hal itu”ujar Onew.

“aish, hyung. itu terjadi begitu saja”ucap Taemin dan menghela nafasnya.

“kau suka dengan yeoja itu?”tanya Onew.

“sepertinya. Yeah, begitulah”jawab Taemin.

“ya, bagaimana sih kau ini? Jawab yang benar jangan plin-plan seperti itu. Kau benar-benar mencintainya?”tanya Onew lagi.

“hem…”. Taemin menatap lurus ke depan. “ne, hyung. tapi, ku rasa suatu hal yang tidak mungkin jika yeoja itu menyukaiku”jawab Taemin.

“kau tahu darimana? Menyatakannya saja belum”ujar Onew.

“tapi, aku tidak ingin berharap apa-apa. Lagipula, satu minggu atau besok aku harus pergi”. Taemin menundukkan kepalanya.

Onew menelan ludahnya, hal yang seperti ini sudah di tebak Onew. Yoona dan Taemin, mereka saling menyukai dengan melihat sikap keduanya saja Onew dapat menebaknya. Tangan Onew menyentuh pundak Taemin. “Choi Yoona, yeoja itu ku rasa dia juga menyukaimu”ucap Onew dengan ukiran senyum yang memaksakan.

Taemin menoleh ke arah Onew, sedikit terkejut Onew mengetahui nama yeoja yang sedang mereka bicarakan. “kau kenal dia hyung?”ujar Taemin.

“ne, aku sering bertemu dengannya di sini. Dulu, sebelum aku pergi ini adalah tempat favoritku di taman ini. Ouh iya, kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu saja tadi?”.

“hyung, walaupun aku mengatakannya. tetap saja, aku akan pergi untuk waktu yang lama”.

Onew masih menatap Taemin. “setidaknya, saat kau pergi nanti tidak ada hal yang mengganggu pikiranmu. Lagipula, kau pasti akan kembali ke sini kan?”.

Taemin menatap Onew sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan. “entahlah, aku tidak yakin aku akan kembali lagi atau tidak. Tapi, hyung. bagaimana kalau dia tidak menyukaiku? Bagaimana kalau dia hanya menganggapku seperti angin lalu? Bagaimana kalau dia akan mengatakan ‘mianhae, Taemin. Aku tidak menyukaimu. Aku sudah mempunyai orang lain.’? terlalu banyak hal yang ku takuti”.

“kau ini kan namja. Kenapa kau harus takut dengan hal seperti itu? Kalau kau mencintai seseorang berarti kau harus siap menerima semua resiko dari mencintai orang tersebut walau pada akhirnya semuanya tidak akan berujung manis. Kalau kau sudah menyatakan perasaanmu, aku yakin kau akan merasa lega”ucap Onew. ‘tidak sepertiku yang hanya bisa menatap wajahnya tanpa menghampirinya dan mengatakan apapun. Hanya diam melihat semuanya’.

“hyung, tapi…”belum sempat Taemin melanjutkan perkataannya, Onew telah menyelanya terlebih dahulu.

“berhentilah berbicara tapi dan tapi. Kenapa kau begitu pesimis? Berusahalah menjadi orang yang optimis”.

“kalau begitu, bisakah kau membantuku hyung?”tanya Taemin dan menatap Onew.

***

Yoona terus melirik ke arah tempat duduk Taemin yang kosong. Sejak ia menginjakkan kakinya di kelasnya, pikirannya terus memikirkan Taemin. ‘kemana Taemin?’ , ‘ apa sesuatu yang buruk terjadi padanya?’, ‘apakah dia baik-baik saja’, Yoona sudah merasakan ada yang aneh dari Taemin kemarin dan juga ia tidak menyangka Taemin akan menciumnya tempo hari.

Yoona masih bingung apa arti ciuman itu bagi Taemin. Apa dia hanya bermain-main dengan Yoona ?. “ya… Choi Yoona! Kenapa kau melamun terus?”suara Hyo Min membuyarkan lamunan Yoona.

Yoona menoleh ke arah Hyo Min. “annio, ouh iya, apa kau tahu kenapa Taemin tidak masuk hari ini?”.

“mollayo, wae? Kenapa kau menanyakan namja itu?”.

Yoona terdiam sejenak. “anni, hanya heran saja dia tidak masuk. dia kan nyaris tidak pernah tidak masuk sekolah”.

Hyo Min menatap Yoona, ia merasakan ada yang aneh dengan Yoona. Ada sesuatu yang Yoona tidak katakan padanya. “hem, jinja? Kenapa kau…ah…jangan-jangan…”. Hyo Min menggantungkan perkataan. Ia penasaran dengan reaksi Yoona.

“ya! Kau pikir memang apa huh?! Aku tidak mungkin menyukainya!”ujar Yoona.

“Bingo! Kena kau Yoona-ya, padahal aku tidak mengatakan kalau kau menyukai Taemin. Ternyata kau menyukai namja yang suka menjahilimu itu”ucap Hyo Min dan membuat Yoona salah tingkah.

“aa…anni. Aku…ya! Terserahmu!”ujar Yoona dan bangkit dari duduknya.

“ya, Yoona-ya. Kau mau ke mana?”tanya Hyo Min.

“menyegarkan otakku!”jawab Yoona dan berjalan keluar dari kelas.

“ckck, orang yang sedang jatuh cinta memang selalu aneh. Apa benar Yoona menyukai Taemin? Lalu, kenapa Taemin tidak masuk hari ini? Padahal kemarin dia baik-baik saja”.

***

Yoona menghela nafasnya dan mendongakkan kepalanya. Menatap langit yang di hiasi awan. “apa benar aku menyukainya? Perasaan aneh ini, apa benar…argh! Benar-benar membuatku gila!”ujar Yoona.

“Choi Yoona!”.

Yoona menoleh ke samping saat mendengar suara Taemin, namun tidak ada siapa-siapa. “ini benar-benar aneh! bahkan aku mendengar suaranya, padahal dia sedang tidak berada di sini. Hah..”ujar Yoona.

“tapi… ada apa dengan Taemin? Kemarin, dia benar-benar aneh dan hari ini dia tidak masuk sekolah. Apa dia sakit?”gumam Yoona.

“yeah…mungkin aku tidak bisa mengelaknya lagi. Aku benar-benar memikirkannya dan itu berarti…aku menyukainya?”.

***

Onew duduk termenung di sebuah restaurant ayam yang dulu biasa ia kunjungi. Ayam yang di pesannya belum di sentuh olehnya sedikit pun.

“hyung, maukah kau membantuku? Bisakah kau menanyakan padanya apakah dia menyukaiku atau tidak?”.

Permintaan Taemin terus terngiang di telinganya, jari-jarinya memijat-mijat keningnya.

“ya!”suara seorang namja yang sudah tidak asing lagi di telinga Onew terdengar olehnya. Membuyarkan lamunannya.

Tangan Onew bergerak mengelus-elus dadanya. “huh…kau membuat orang jantungan saja, Key”ujar Onew.

Key mendecakkan lidahnya. “ckck, kau ini. Ada apa denganmu hari ini? Apa karena Taemin yang pergi makannya kau jadi seperti ini? Padahal baru sehari kau sudah seperti ini. Aku takut kau akan menjadi gila”.

Sebuah jitakan mendarat dengan mulus di kening Key. “ya! Kau ini”.

“aw, ya! Appo! Aish, lalu kenapa? Bahkan ayam yang kau gemari itu belum tersentuh olehmu. Hem…ah…apa karena yeoja itu?”.

“a..anniyo”.

“sudahlah, jangan menyembunyikan itu lagi dariku. Kau menyukainya kan?”.

Onew terdiam. “entahlah”.

Key menatap Onew, terlihat pandangan sendu Onew. “sepertinya, yeoja itu sudah mempunyai namjachingu. Apa benar?”.

Onew menggelengkan kepalanya.

“lalu?”.

“yeoja itu, Taemin juga menyukainya dan yeoja itu pun kelihatan juga menyukai Taemin”.

“jinja?”.

Onew menghela nafasnya. “sudahlah, jangan di bahas lagi. Ouh iya, Key kau traktir aku lagi yah?”. Onew tersenyum ke arah Key.

“ya! Pakai uangmu sendiri!”.

***

“ya, Yoona-ya. Berhentilah memikirkan Taemin. Aish, jangan melamun saat sedang berjalan”ujar Hyo Min.

Yoona menoleh ke arah Hyo Min. “anni, aku tidak melamun. Lagipula, siapa yang memikirkan namja itu”.

“geotjimal, sudah jangan menyembunyikannya lagi. Ouh iya, ku dengar dari Park songsaengnim, Taemin seminggu ini tidak akan masuk karena ada urusan keluarga”.

“jinja?”.

“lihat, kau langsung seperti itu. Sekarang jangan melamunkannya lagi”.

“hehe, baiklah. Ehm, kita mau ke mana? Setahuku, ini bukan jalan ke restaurant pasta yang biasa kita kunjungi”.

“ah, sampai”ucap Hyo Min dan menghentikan langkahnya di depan sebuah restaurant ayam yang tak pernah Yoona kunjungi.

“ayam? Sejak kapan kau gemar makan ayam?”tanya Yoona bingung.

“makanan di sini lebih enak di bandingkan restaurant yang biasa kita kunjungi. Kajja”jawab Hyo Min dan membuka pintu yang terbuat dari kaca itu.

“aku akan memesan makanan. Kau cari tempat duduk saja”ujar Hyo Min.

Sesuai perkataan Hyo Min, Yoona melangkah dan mengambil tempat duduk di dekat jendela. Tangannya menarik kursi dan duduk. Ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut restaurant ini, tidak buruk.

Drrt…drrt…

Dengan malas Yoona mengambil ponsel miliknya. Ada satu pesan singkat dari nomor yang tidak ia kenal.

From : 07788XXXX

Choi Yoona!

Yoona mengerutkan dahinya, bingung siapa yang mengiriminya pesan itu. Ponselnya kembali bergetar kembali. Ada satu pesan singkat lagi.

From : 07788XXXX

Ah, rasanya di tempat ini sangat tidak mengenakkan. Apa kau sudah bertemu Onew hyung?

Onew hyung? dia mengenal Onew. Orang ini memanggil Onew, hyung? berarti dia namja. Tapi, siapa?.

Last Christmas I gave you my heart

But the very next day you gave it away

Kini ponselnya berdering, Yoona menatap nomor telfon yang ada di layarnya. Nomor yang sama yang mengiriminya pesan singkat itu. Karena penasaran ia mengangkatnya.

“Choi Yoona”. Suara seorang namja, suara itu. Lee Taemin.

“ya! Kau tahu darimana nomorku?”tanya Yoona.

“ah, sepertinya salah jika aku menelfonmu. Baiklah, akan ku tutup”ujar Taemin.

“ya..ya! aish, kau ini. Cukup membuatku bingung seperti ini!. Kemarin, sifatmu sangat aneh dan lagi…kau. Argh, kenapa hari ini kau menghilang huh?!”.

“ah…wae? Apa kau merindukanku?”

Yoona terdiam, apa benar dia merindukan Taemin? Padahal ia tidak pernah seperti ini sebelumnya. “ya, Choi Yoona”. Suara Taemin membuyarkan lamunannya.

“sudah jawab pertanyaanku dulu”ujar Yoona.

“shireo. Ya sudah. Sepertinya, kau benar-benar penasaran. Seandainya aku ada di hadapanmu, pasti aku tertawa melihat wajah penasaranmu itu. Annyeong!”.

Pip, pembicaraan itu terputus. Padahal Yoona belum mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya. “namja itu benar-benar menyebalkan!”gumam Yoona.

“Yoona-ya, wae geurae?”. Hyo Min bingung melihat wajah Yoona yang kesal.

Yoona menoleh ke arah Hyo Min yang sudah berada di hadapannya. “annio. Ouh iya, kau memesan ini? Kau juga memesan minuman bersoda. Wah…sungguh tidak seperti Hyo Min yang ku kenal”ujar Yoona saat melihat makanan yang di pesan Hyo Min.

“wae? Aku hanya ingin memakan makanan ini. Apanya yang aneh?”.

Yoona menyeruput hot chocolate miliknya dan kembali menatap Hyo Min. “kau kan sangat anti dengan makanan seperti ini. Apalagi minuman bersoda”.

“annyeong, Yoona-ya, bisakah aku berbicara sebentar denganmu?”suara seorang namja membuat Yoona dan Hyo Min menghentikan percakapan mereka.

“Key oppa?”. Yoona terkaget saat melihat sosok namja yang ada di sampingnya.

“hanya beberapa menit. Kajja”ujar Key dan menarik tangan Yoona menjauh dari Hyo Min.

“ya…oppa. Waeyo?”tanya Yoona.

“Yoona-ya, temanku ingin berbicara denganmu. Masalah temanmu, aku akan menemaninya”jawab Key dan mendorong tubuh Yoona ke arah tempat duduk yang sempat ia tunjuk beberapa detik yang lalu.

“ya! Onew oppa?”. Yoona terkaget saat melihat siapa yang sedak duduk di tempat itu.

“ah, annyeong. Yoona-ya”sapa Onew dan memasang senyumnya.

Yoona duduk di hadapan Onew. “oppa, katanya ada yang ingin kau bicarakan”.

Onew berfikir sejenak. “ehm…bagaimana kalau kita pergi keluar. Ehm, temanmu ada Key yang menemani”.

“ne, kajja”. Yoona bangkit dari duduknya dan mulai melangkah, di ikuti oleh Onew.

“key!” panggil Onew.

Key menoleh ke arah Onew dan tersenyum. Ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O.

Key berbalik menatap Hyo Min yang sedang mengatur debaran jantungnya. “jadi, namamu Hyo Min. Kim Kibum imnida. Kau bisa memanggilku Key. Bangapseumnida”ucap Key dan memasang senyum terindahnya. Membuat Hyo Min semakin gugup.

***

Salju kembali turun, sisi jalan pun di hiasi oleh warna putih. Angin berhembus dengan lembut, menyentuh siapa saja yang di lewatinya dan membiarkan orang yang ia lewati merasakan dingin dari angin tersebut. Yoona mengeratkan mantel yang ia pakai, berusaha mengurangi rasa dingin yang terasa oleh indra perabanya.

“oppa, kau mau berbicara tentang apa? Ouh iya, apakah kau mengenal Taemin? Lee Taemin?”tanya Yoona.

“hem, ne, dia sepupuku. Hari ini, dia tidak masuk. ada sedikit urusan dan sayangnya aku tidak bisa mengatakannya padamu. Mianhae”jawab Onew.

“gwenchana, lagipula aku tidak mau tahu apa urusannya. Bukan urusanku”.

“jinja?”.

Yoona menganggukkan kepalanya. “aku bukan tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Ya! Oppa, jadi apa yang ingin kau bicarakan?”tanya Yoona lagi.

Onew terkekeh. “hehe, jamkamman. Ada bangku di sana. Kajja, aku akan mengatakannya saat kita sudah duduk”.

Onew mempercepat langkahnya dan duduk di bangku yang ada di dekatnya. Ia mendesah lega. Yoona mengikuti Onew dan duduk di sampingnya.

“musim salju memang selalu indah, kau menyukai musim salju kan? Butiran putih yang menghiasi setiap sudut jalan, hembusan angin yang terasa dingin. aku menyukainya”ucap Onew dengan mata yang terpejam.

Yoona mengulurkan tangannya untuk menampung salju yang terjatuh. Matanya melihat butiran-butiran putih yang ada di tangannya. Salju yang membuatnya tenang. “Jinki”gumam Yoona.

“Lee Jinki imnida, bangapseumnida”.

“hei, salju sudah turun rupanya. Indah sekali yah”.

“mau membantuku membuat boneka salju?”.

“Selamat tinggal…Choi Yoona”.

Tanpa di sadari, air mata Yoona terjatuh dari pelupuk matanya. “Yoona-ya, gwenchana?”tanya Onew saat melihat tetasan bening yang membasahi pipi Yoona.

Dengan sigap, Yoona menyeka air matanya dan tersenyum. “gwenchanayo”.

“apa kau menyukai Taemin?”. Kata yang sedari tadi ia berusaha untuk mengatakannya, akhirnya keluar juga dari mulutnya.

Yoona terlonjak kaget. “mwo?!”.

Onew tersenyum, senyum yang memaksakan. “jika di lihat dari sikapmu. Sepertinya kau menyukai Taemin. Walaupun kau terus mengelaknya. Walaupun mulutmu terus mengatakan kau tidak menyukainya. Tapi, ku rasa hatimu mengatakan hal yang berbeda”.

Yoona terdiam.

Onew menarik udara dalam-dalam dan menghembuskannya. Menahan rasa sesak yang sedang menyerangnya. “tidak usah di jawab. Aku sudah mendapatkan jawabannya”ucap Onew.

“akan lebih menyakitkan jika aku mendengar jawabanmu”batin Onew.

“Taemin, kau benar-benar namja yang beruntung”.

“hah…baiklah, kajja Yoona. Kita kembali ke restaurant sepertinya temanmu sudah menunggu lama”. Ujar Onew dan bangkit dari duduknya tidak lupa memasang senyumnya yang memaksakan.

Yoona menoleh dan ikut bangkit. “ne”.

“bahkan. Saat aku menatap wajahnya, aku kembali mengingat yeoja itu. Dia yang sudah lama pergi…”.

*Restaurant*

Hyo Min terus mengalihkan pandangannya, berharap rasa gugupnya akan berkurang. Namja yang saat ini berada di hadapannya sungguh membuatnya sangat gugup dan berdebar-debar.

“ternyata, kau yeoja yang menarik. Ternyata kita mempunyai sedikit kesamaan. Aku juga menyukai warna pink. Jangan anggap aneh, masih ada namja lain di luar sana yang menyukai warna pink sama sepertiku”.

“anni, aku tidak mengganggapmu aneh. lagipula, semua orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda. Bagiku namja yang menyukai warna pink itu normal”balas Hyo Min dan sedikit melirik ke arah Key yang sedari tadi terus menatap Hyo Min.

“ouh iya. Aku belum pernah melihatmu di restaurant ini sebelumnya. Apa kau baru pertama kali mengunjungi restaurant ini?”tanya Key.

“ne, kemarin saat aku berjalan melewati daerah sekitar sini. Aku melihat restaurant ini, karena ku rasa restaurant ini sangat menarik makannya hari ini aku pergi ke sini”jawab Hyo Min dan mengingat saat kemarin ia berjalan melewati restaurant ini.

*flashback*

Bugh

Tubuh Hyo Min terjatuh saat ada seseorang yang menabraknya. “mianahae, gwenchana?”. Suara seorang namja terdengar telinga Hyo Min.

Uluran tangan namja itu terlihat kedua mata Hyo Min. Hyo Min membalas uluran tangan itu dan bangkit. “gomawo”ucap Hyo Min dan melihat ke arah namja yang ada di hadapannya.

“ah, annio. Kau tidak perlu berterima kasih. Sekali lagi, mianhae”ucap namja itu dan membungkukkan badannya.

“ne”balas Hyo Min singkat.

Lalu namja yang menabraknya itu berlalu masuk ke dalam restaurant yang tepat berada di hadapannya. Mata Hyo Min mengikuti ke mana namja itu berjalan. Namja itu menemui temannya dan duduk di tempat yang dekat dengan jendela. Teman namja itu berambut pirang. Namja berambut pirang itu tersenyum dan sempat melihat ke arah Hyo Min. senyum namja berambut pirang itu…

*Flashback end*

“Hyo Min-ah, apa kau sudah menunggu lama?”. Suara Yoona membuyarkan lamunan Hyo Min.

Hyo Min menoleh ke arah Yoona yang sudah ada di sampingnya. “annio”.

“Key oppa, gomawo”ucap Yoona pada Key.

“cheonmanayo, lagipula temanmu sangat menarik. Apa kau sudah ingin pulang Yoona?”.

“ne, kajja Hyo Min”. Yoona menarik tangan Hyo Min.

“annyeong, Key oppa, Onew oppa!”ucap Yoona dan pergi di ikuti oleh Hyo Min yang masih terdiam dan gugup.

***

Taemin menyandarkan punggungnya  ke dinding koridor yang dingin. Matanya memupuk air mata yang sudah siap untuk menetes. Kepala Taemin tertunduk, walaupun ia cukup membenci orang yang sedang terbaring lemah di dalam ruangan itu, tapi bagaimanapun juga. Orang itu pernah membuatnya tertawa dan tersenyum.

“Taemin-ah”suara seorang namja terdengar telinganya.

Sentuhan di bahunya terasa olehnya. Taemin menoleh ke sampingnya dan mendapati seorang namja berambut cokelat sepanjang leher dan beberapa centimeter lebih tinggi darinya sedang menatapnya. “pulanglah, aku akan menjaganya malam ini”ucap namja itu.

“Taesun hyung, aku akan melakukannya”ucap Taemin.

Namja yang di panggil Taesun oleh Taemin, mengerutkan dahinya. “mwo?”.

“masih banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya. Apakah selama ini aku salah paham dengannya? Alasan kenapa dia melakukan hal itu. Aku…ingin mengetahuinya. Karena itu, aku akan mendonorkan ginjalku”.

——————————————TBC—————————————————

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

11 thoughts on “Touch Your Heart – Part 6”

  1. Taemin terduduk lemas di taman yang sering di kunjungi Yoona di taman yang belakangan ini sering ia kunjungi hanya untuk melihat Yoona. —- kalimatnya berlebihan… mgkn lbh baik klo diberi tanda titik ato koma.

    ‘Taemin terduduk lemas di sebuah bangku taman. Taman yang belakangan ini selalu dikunjunginya hanya untuk sekedar melihat Yoona yang sering berada di sana.’

    eiyyy key naksir hyomin..
    trus ini jinki sm yoona masih g nydr apa ya pada sling knl pas masa lalu.. aigoo…

    lnjutnnya dtggu..
    buat siapa itu taemin donorin ginjalnya?

  2. nyesek woiii jadi yoona sama taemin .

    pake acara donor ginjal lagi, makin nyesek –‘
    mohon cepatlah update part 7 .

  3. Jadi sebenarnya apa yg terjadi pada Taemin?? Siapa yg mau didonorin ginjalnya???

    Tuhh kannn… Bener si Onew punya hubungan kekerabatan sama Taemin….

    Gimana sama Yoona selanjutnya???

  4. oh jangan…….
    aigoo taemin….jangan donorkan ginjalmu.

    ehm sdikit kritik,anu….di part ni beberapa susunan kalimatmu agak….membingungkan.
    jangan sakit ati tiara,bukan brmaksud ngebashing..cuma mau mengingatkan aja.

    komenku yang ini oksigen buatmu ga?kalo ngga biar aku panggil abang ayam buat ngasih oksigen*warning:yadong kumat*

    tetap lanjutkan tiara
    FIGHTING!

  5. aku bingung nihh…sebenernya , masalah yg dialami taemin itu apa? taemin! jangan donorkan ginjalmu! untuk siapa? lebih baik mendonorkan cintamu untukku!
    HAHA! XD…
    cepetan ya thor part 7 nya, dah ga sabar nih..

Leave a Reply to Kania Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s