Rose, Parfume and Kiss – Part 5

Rose, Parfume and Kiss

Author             : @kikyinayah

Main Casts      : SHINee’s Kim Jonghyun, Lee Yoonmi (You)

Support Casts  : Other SHINee members, other support casts

Length             : 5/5

Genre              : School Romance

Rating              : PG-15

Tak terasa waktu seharian berjalan begitu cepat. Tanpa sadar, Jonghyun dan Yoonmi menghabiskan waktunya berdua, mencoba seluruh arena permainan di dreamland, bertengkar bersama, bahkan tertawa berdua. Yoonmi merasa Jonghyun ternyata orang yang baik juga. Selama ini dia hanya tau sifat Jonghyun yang suka bertengkar dengannya di sekolah, suka cari perhatiaan dengan appa-nya, dan selalu sok tau tentang segala hal. Tapi hari Yoonmi tau sifat Jonghyun yang lain. Mulai dari melihat wajah Jonghyun yang pucat karena naik arena permainan yang membuat kepalanya pusing, melihat sikap perhatian Jonghyun pada saat di rumah hantu, dan lainnya.

Begitu juga dengan Jonghyun. Hari ini dia melihat sifat Yoonmi yang lain dari biasanya. Melihat Yoonmi ketakutan sampai menangis di rumah hantu, melihat wajah aegyo-nya yang bisa membuat Jonghyun sesak nafas dan membuat jantungnya terasa berdetak lebih kencang, dan juga mendapatkan perhatian kecil dari Yoonmi pada saat kepala Jonghyun pusing dan merasakan mual. Hari ini mereka lebih dekat satu sama lainnya. Jonghyun begitu menikmati hari ini. Satu hal yang tak luput dari hari yang berbeda ini adalah kerja keras teman-teman yang dengan senang hati membuatkannya strategi ini yaitu Onew, Key, Minho dan Taemin yang sukses membuat rencana ini terlaksana.

Matahari sudah mulai tenggelam dengan perlahan. Suasana di dreamland semakin gelap namun tambah menyenangkan. Melihat lampu-lampu berwarna-warni di sepanjang jalan dan di semua arena permainan yang ada di sana membuat suasana malam menjadi semakin meriah.

Tiba-tiba ponsel Jonghyun bergetar di saku celananya, menandakan ada SMS yang masuk.

 

RECEIVED~

From : Minho

Hyung, semua sudah siap! Cepat datang ke sini!! Aku ingin melihat ekspresi wajah Yoonmi. Pasti cantik! Keke~

 

 

 

 

To : Minho

Ya! Dia milikku!! Dia memang sangat cantik hari ini (: YAA!! Jaga matamu!!! Aku baru sadar kau ternyata memperhatikannya. Haha. Oke, aku akan segera membawanya ke sana. Tunggulah..

SEND~

Jonghyun segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana setelah mengirimkan pesan konfirmasi rencana selanjutnya kepada Minho.

“Yoonmi, kau tidak lapar? Aku mau makan,” tanya Jonghyun.

“Ah iya! Dari tadi kita hanya membeli snack. Sudah mulai malam, lebih baik kita makan malam dulu baru pulang,” sejenak Yoonmi terdiam, namun kembali melanjutkan kata-katanya lagi.

“Ya, maksudku bukan makan malam, hmmm… hanya makan biasa,” jelas Yoonmi memberikan penjelasan. Rasanya jika mengucapkan kata makan malam, hal ini terlalu canggung.

“Ne, nona Yoonmi-sshi. Aku mengerti..” jawab Jonghyun.

“Yoonmi-ah, ini bukan makan malam biasa. Kau akan lihat nanti!” kata Jonghyun dalam hati sambil tersenyum penuh arti. Kemudian mereka berjalan menuju suatu tempat sesuai arahan dari Jonghyun.

. . . . .

(Backsound music : Yurisangja – Can I Love You.. ini recommended song yang harus didenger pas kalian para reader baca part ff di bawah ini. Keep attention sama arti liriknya kalo bisa ya, hehe..)

“Kita makan di sini saja. Aku traktir. Anggap ini permintaan maafku selalu berperilaku kasar terhadapmu,”

“Eiiyy, Kim Jonghyun-sshi sudah berubah rupanya,”

“Aniya.. aku tetap Jonghyun yang dulu. Eomma ku menyuruhku minta maaf kepadamu jika aku sering bertengkar denganmu. Oiya, eomma titip salam untuk mu. Dia ingin mengobrol lagi denganmu katanya,”

“Ah, ajhumma.. ne, nanti aku akan mengunjunginya lagi. Sampaikan terimakasih ku padanya. Dia baik sekali,”

“Keurae! Sekarang ayo kita masuk!!”

“Kaja~ aku juga sudah lapar!”

Mereka pun masuk ke restoran itu. Namun selang beberapa detik mereka melangkah masuk ke dalam ruangan itu, tiba-tiba semua lampu yang ada di sana mati.

“Ya, ya, Jonghyun-ah! Kau tau aku paling benci hal ini hahh??”

“Jangan takut.. ikut aku!” Yoonmi merasakan lengannya dipegang oleh Jonghyun dan diarahkan menuju ke sebuah tempat di dalam restoran itu.

“Ya Yoonmi-ah, perasaan apa ini? Kenapa kau jadi gugup begini??” batin Yoonmi dalam hati. Tanpa bisa berpikir apa-apa, Yoonmi hanya bisa mengikuti arahan dari Jonghyun yang telah menggenggam tangannya menuju ke sebuah tempat yang Yoonmi tidak tau.

“Jja~ diamlah kau di sini,” Jonghyun melepaskan tangan Yoonmi.

“Ya! Jonghyun-ah! Jika berani meninggalkan aku sendirian di sini, awas kau!” ancam Yoonmi, masih ketakutan dengan gelap.

“Babo! Aku tidak akan meninggalkan mu sendirian di sini. Aku masih berdiri di depanmu sekarang,”

“Mungkin saja kau meninggalkanku di sin…..” belum selesai Yoonmi menyelesaikan kata-katanya, beberapa lampu di tempat itu tiba-tiba kembali menyala. Namun dengan intensitas terang yang berbeda. Kali ini agak redup.

Yoonmi hanya bisa melihat Jonghyun berdiri di depannya. Tidak ada oranglain di tempat itu. Hanya ada pelayan-pelayan restoran berdiri di beberapa sudut tempat, sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Yoonmi melihat Jonghyun berdiri dengan membawa sebuah kotak ditangannya, berwarna biru terang yang dihiasi pita biru tua di atasnya, sesuai dengan warna kesukaan Yoonmi. Dia hanya bisa terdiam terpaku melihat Jonghyun yang berdiri di depannya itu dengan senyum manis di bibirnya dan sesuatu di dalam kotak biru tersebut.

Jonghyun pun melangkah lebih dekat ke arah Yoonmi secara perlahan, semakin dekat dan semakin dekat. Tiap detik berjalan, Jonghyun melangkah semakin dekat ke wajah Yoonmi. Melihat Jonghyun yang semakin dekat ke arahnya itu, Yoonmi kebingungan dan semakin gugup. Tak tau apa yang harus dia lakukan, Yoonmi dengan gerak refleknya hanya bisa menutup matanya dan sedikit menjauhkan badannya dari Jonghyun, tanpa bisa menggerakkan kakinya selangkah pun mundur ke belakang.

Jonghyun pun tersenyum melihat kelakuan Yoonmi yang lucu. Ia tidak dapat menghentikan langkahnya semakin dekat menuju Yoonmi, sampai Yoonmi dapat merasakan hembusan nafas Jonghyun di sekitar mulutnya. Yoonmi kemudian semakin memejamkan matanya dengan keras, jantungnya semakin cepat berdetak, dan tubuhnya semakin tidak bisa bergerak. Namun, tiba-tiba hembusan nafas Jonghyun bergerak pindah ke sekitar telinga Yoonmi.

Jonghyun mulai membuka mulutnya ke arah telinga Yoonmi. “Saranghae~ Yoonmi-ah,” dia hanya mengucapkan satu kata itu ke telinga Yoonmi. Kemudian, Jonghyun meraih tangan Yoonmi dan memberikan kotak biru itu ke tangannya.

“Aaaaang~ jinjja gyeopta!” Jonghyun pun mencubit gemas pipi Yoonmi. Ia pun membuka matanya kembali dan melihat Jonghyun tersenyum puas melihat wajahnya yang gugup.

“Ya!! Kau ingin mengerjaiku hahh??” tanya Yoonmi dengan wajah yang sudah memerah menahan rasa gugupnya.

“Noona.. kau memang sangat lucu tadi. Aku juga gemas melihatnya,”

“Taemin?”

“Yoonmi-ah, aku rela melepaskan suami ku untuk mu,”

“Key Oppa?”

“Sepertinya Jonghyun hyung sukses!”

“Minho?”

“Ayooo cepat makaaann. Ayam-ayamnya sudah menungguku!!”

“Onew oppa??? Kalian semua ada di sini???”

“Perfect!” kata Jonghyun sambil tersenyum puas.

“Ya! Jonghyun-ah!! Kau berhasil membuat ku malu di depan semua orang!!! Pokoknya aku tambah membencimu!!!”

“Aniyaaa~ noona cantik sekali waktu terlihat gugup,”

“Taemin-ah!! Kau juga!!! Aishhh!! Awas ya!” dengus Yoonmi kesal.

“Sudah, sudah… ayo kita makan!!! Ibuku sudah memasakkan banyak ayam dan daging untuk kalian,” kata Onew. Setelah bantuan dari butik ibunya Key, kini ibunya Onew juga turut berpartisipasi dalam rencana kali ini. Mereka pun makan malam bersama dengan tawa dan canda yang hangat dan suasana yang sangat menyenangkan.

. . . . .

“Aaaahh…. Lelahnyaaa,” Yoonmi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit di kamarnya itu. Sejenak dia mengingat kejadian yang terjadi hari ini di dreamland. Intinya, dia kembali mengingat saat Jonghyun membisikkan satu kata di telinganya dan memberikannya sebuah kotak biru. Ia hanya bisa mengatakan kepada dirinya sendiri, kenapa Jonghyun begitu aneh? Apa dia sudah gila? Apa dia ingin mengerjaiku lagi? Apa ini tandanya dia ingin berperang denganku? Kata-kata itu terus berputar di otaknya.

Yoonmi kemudian mengacak-ngacak rambutnya karena bingung. Namun dia terhenti setelah melihat kotak biru yang tadi Jonghyun berikan kepadanya di atas meja belajarnya. Yoonmi pun beranjak bangun dari tempat tidurnya itu, lalu mengambil kotak tersebut. Kemudian ia kembali duduk di atas tempat tidur single-nya itu. Dia menarik ikatan pita biru yang mengikat kotak tersebut, dan segera membukanya.

“Cokelat?” tanya Yoonmi heran kepada dirinya sendiri.

Ia melihat ada sebuah kertas berwarna pastel di atas tatanan cokelat yang ada di dalam kotak tersebut. Ia pun langsung membuka lipatan kertas tersebut dan melihat ada banyak tulisan di atasnya.

Annyeong, Yoonmi-ah? Aish, canggung sekali menyapa mu lewat tulisan ini.

Kau pasti bingung kenapa aku memberikan mu kotak ini, kan? Warna biru kesukaanmu.. dan cokelat fruit hazelnut sesuai dengan yang kau inginkan, bukan? Sempurna! Makanlah sampai perutmu kenyang. Ah, lupakan.. bukan itu maksud ku menulis surat ini kepadamu.

Mungkin kau merasa aku aneh hari ini. Aku tidak peduli apa yang akan kau katakan tentang ku. Hanya satu hal yang aku pedulikan, yaitu kau.. Yoonmi-ah. Aneh bukan? Aku juga tidak tau kenapa. Aku sangat nyaman saat kita bertengkar, aku sangat menikmati saat kau marah-marah padaku atau saat aku memarahimu, dan aku sangat suka pada saat kita berinteraksi dengan cara kita sendiri. Mungkin terlihat sedikit kekanak-kanakan menulis tentang hal semacam ini kepadamu. Tapi aku tidak punya cara lain. Setiap aku bertemu dengan mu, kenapa kita hanya bisa bertengkar? Aish.. aku sangat sial tidak bisa mengontrol emosi ku setiap melihatmu.

Kau mendengar jelas, bukan, apa yang akan aku bisikkan nanti ke telingamu. Ingat itu baik-baik! Jika tidak.. mati kau!!

“Aish!! Kau yang akan mati berani mengatakan hal itu kepada ku!” kata Yoonmi. Memang terlihat sangat galak, tapi jantungnya berkata lain. Alat vital itu terus berdetak dengan kencang pada saat dia membaca setiap kata yang ada di dalam kertas itu. Kemudian Yoonmi meneruskan membacanya lagi.

Apa jangan-jangan kau tidak akan mendengar kata-kata ku nanti ya? Aish! Aku jadi sedikit kawatir. Baiklah, akan aku pertegas lagi!

Saranghae…. Lee Yoonmi….

Mengerti kan maksudku sekarang? Pasti kau bingung kenapa aku bisa mengatakan hal ini kepadamu padahal setiap hari kita hanya bertengkar. Aku menyukaimu pertama kali pada saat…..

 

FLASHBACK

“Yoonmi-ah….. sudahlah… adikmu akan tenang di sana,”

“Appa…. Sekarang kita hanya hidup berdua saja, hahh?? Apa Yoomin tidak akan bersama kita lagi?” Yoonmi berkata sambil terus mengeluarkan air matanya.

“Jika kau terus menangis, dia juga akan sedih melihatmu seperti ini. Yoonmi-ah, Tuhan sudah menjaganya di sana,”

“Appaaa…..” dengan suara yang serak dan sedih kemudian Yoonmi memeluk appa-nya itu sambil terus mengalirkan airmatanya. Hatinya begitu sakit saat menerima kenyataan bahwa adik satu-satunya itu sudah lebih dulu meninggalkannya bersama appa-nya. Kematian Lee Yoomin, adik Yoonmi itu memang sangat mendadak. Adiknya mengalami kecelakaan mobil bersama appa-nya pada saat mereka ingin pergi mengunjungi kakek mereka seperti hal yang rutin yang biasa mereka lakukan setiap bulan. Kebetulan Yoonmi tidak bisa ikut karena masih ada ujian penting di sekolahnya.

Sementara itu di luar rumah duka, Taemin bersama beberapa anak lain dari sekolah mereka datang mengunjungi rumah Yoonmi untuk ikut berempati atas kejadian yang dialami Yoonmi. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah tersebut dan menemui Yoonmi.

“Noona, gwaenchana? Jangan menangis terus. Yoomin pasti tidak suka melihat noona terus-terusan sedih,”

“Ne, Taemin-ah. Gomawo,” Yoonmi berusaha menahan tangisnya.

Setiap orang yang melihat Yoonmi pasti tidak tega, karena dia sangat menyayangi adiknya itu. Taemin pun juga sangat sedih karena Yoomin merupakan temannya jika ia sedang main di rumah mereka.

Yoonmi dan appa-nya yang masih dalam keadaan duka juga harus menyapa dan menerima simpati dari kerabat yang lain serta tamu-tamu yang datang. Dengan raut wajah yang sangat sedih, mereka menerima ucapan bela sungkawa dari para tamu yang hadir di rumah mereka.

Jasad Yoomin kemarin sudah dimakamkan di makam keluarga mereka di desa asal tuan Lee, appa Yoonmi. Beberapa saat berlalu, kini hampir semua tamu sudah pulang meninggalkan rumah duka. Hanya ada beberapa orang terdekat saja yang masih berada di sana, termasuk Taemin dan keempat temannya. Mungkin Yoonmi tidak terlalu memperhatikannya, karena pikirannya hanya fokus kepada adik tercintanya itu yang sudah meninggalkannya.

Jonghyun menatap Yoonmi dari kejauhan dengan wajah yang ikut sedih. Dia melihat, Yoonmi sedang menggenggam setangkai bunga mawar kesukaannya sebagai sedikit penghibur untuk dirinya.

“Yoomin-ah~ baik-baiklah di sana. Jangan suka membuat keributan lagi ya.. Tuhan tidak akan memarahimu seperti aku memarahimu di sini. Noona akan selalu menjagamu di hati noona. Kauu… kau…. Bahagia kan, Yoomin-ah,” dengan terbata-bata Yoonmi berbicara di depan foto adiknya itu.

Jonghyun yang sedang melihatnya pun tak luput dari kesedihan. Ia juga tidak bisa membayangkan jika noona-nya bernasib yang sama seperti adik gadis itu. Jonghyun terus menatap Yoonmi dari belakang. Dia merasa hatinya tergetar untuk menenangkan gadis itu walaupun sebenarnya Jonghyun tidak terlalu mengenalnya. Entah apa yang mendorong Jonghyun memiliki rasa ingin melindungi gadis itu. Walaupun Yoonmi satu sekolah dengannya dan ia baru mengetahui gadis itu sekarang, namun perasaan ingin melindungi gadis itu begitu dalam. Sampai Jonghyun tidak bisa begitu saja melupakan perasaan ini.

END OF FLASHBACK

Awalnya aku juga tidak menyadari gadis yang sedang menangis pada saat itu adalah kau Yoonmi-ah. Aku baru mengingatnya pada saat kau menumpahkan teh mawarmu saat di sekolah. Tapi entah kenapa, kita malah selalu bertengkar. Kau sudah tau sekarang kalau aku memiliki perasaan yang berbeda kepadamu. Perasaan ingin selalu melindungi mu sejak kau kehilangan adikmu itu, perasaan ingin jauh lebih mengenalmu, dan perasaan di mana kau akan selalu nyaman dengan ku.

Yoonmi membuka matanya lebar-lebar dan merasa tidak percaya. Dia menutup kertas yang telah ia baca itu dan kembali melipatnya dengan rapi seperti sebelumnya. Tapi pada saat ia kembali melipat kertas itu, tak terasa air matanya menetes ke pipinya. Dia ingat pada saat hatinya begitu sakit ditinggalkan adik yang paling dia sayangi itu. Begitu berat melepas kepergian adiknya, namun di samping itu, ternyata ada orang yang sangat ingin melindunginya dari kesedihan yang terus mendalam.

“Ya, Jonghyun-ah! Kau benar-benar akan mati,” dengan senyum, Yoonmi mengatakan hal itu kepada dirinya sendiri. Entah kenapa hatinya begitu tenang. Dia menghapus air matanya dengan tangannya. Kemudian dia mengambil salah satu cokelat yang ada di dalam kotak tersebut.

“Hmm.. manis. Seperti kau…. Kim Jonghyun,”

. . . . .

Jonghyun berjalan menuju rumahnya dengan menenteng beberapa kantong plastik yang berisikan sayuran dan makanan pesanan ibunya. Hari ini dengan tiba-tiba, ibunya menyuruh Jonghyun untuk pergi ke beberapa toko dan membeli beberapa makanan sesuai dengan daftar yang sudah ibunya tulis sebelumnya di rumah.

Bisa dibilang, Jonghyun merasa aneh melihat eomma-nya hari ini. Sejak pagi, ibunya itu seperti sedang sibuk mempersiapkan sesuatu dengan repot. Lebih anehnya lagi, ia menyuruh Jonghyun untuk belanja bahan makanan di toko yang cukup jauh dari rumah mereka. Padahal jika ada waktu senggang, eomma-nya Jonghyun paling suka bepergian dan berjalanan-jalan kemudian berbelanja banyak makanan untuk Jonghyun. Hari ini kenapa malah Jonghyun yang ia suruh untuk membeli ini semua? Jonghyun yang tadinya bingung, kini tidak peduli. Mungkin ini adalah salah satu kesempatanya untuk membalas jasa eomma yang telah membesarkannya sendirian tanpa pendamping hidup. Rasanya Jonghyun ingin sekali mencarikan ibunya pasangan, tapi wanita itu selalu menolaknya dan lebih memikirkan urusan anak-anaknya daripada perasaannya sendiri.

Sampailah Jonghyun di halte bus dekat rumahnya. Sekarang yang harus ia lakukan hanyalah berjalan dengan jarak tempuh sekitar kurang dari setengah kilometer untuk mencapai rumahnya. Tidak masalah jika ia tidak membawa beban apa-apa. Tapi sekarang, dia sedang membawa empat kantong plastik besar yang penuh dengan pesanan eomma-nya. Jonghyun terus berjalan, sampai akhirnya ia berhasil pulang ke rumah dengan otot lengan yang agak lemas karena membawa beban yang lumayan berat.

“Eommaaa, aku pulang….” Kata Jonghyun sambil membuka pintu gerbang rumahnya.

“Kenapa sepi sekali? Apa sedang mati lampu? Kenapa gelap?” tanya Jonghyun kepada dirinya sendiri.

“Eommaaa… kau di mann……”

SURPRISEEEEE!!!! Kata semua orang tiba-tiba muncul dari sebuah ruangan di dalam rumahnya yang masih sangat gelap. Sambil semuanya meniupkan terompet, eomma-nya membawa sebuah cheesecake yang di atasnya sudah dinyalakaan lilin-lilin kecil menyebar di seluruh permukaan kue yang jumlahnya sesuai dengan usia Jonghyun sekarang.

“Saengil chukkahamnidaaaa, saengil chukkahamnidaaa…. Saranghaneun uri Jonghyun…. Saengil chukkahamnida……” teriak semua orang di ruangan itu sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Sedangkan Jonghyun hanya membelalakkan matanya dan kaget karena mendapatkan kejutan dari orang-orang terdekatnya. Eomma-nya, noona-nya, Key, Minho, Taemin, bahkan Yoonmi datang untuk memberikan kejutan.

[Picture 6]

(Ingat ekspresi ini? Waktu Jonghyun bereaksi saat kejutan pesta ulang tahunnya dulu di acara hello baby. Kangennyaaaa… hehe. Selanjutnya, beberapa adegan di ff ini akan diambil dari adegan di hello baby episode 12 dengan sedikit improvisasi dari author, hehe. Check them out!)

“Ini cepaaaat, tiup lilinnya” kata eomma-nya yang sedang memegang kue ulangtahun di tangannya. Jonghyun pun berlari menghampiri eomma-nya dan segera meniup lilin-lilin tersebut.

“Aaahh~ Daebak! Semuanyaaa…. Eommaaa, noonaaa…. Terimakasih ya,” kata Jonghyun yang kehabisan kata-kata karena sangat senang mendapat kejutan dari semuanya itu.

“Hyung, tidak mengucapkan terima kasih kepada gadis ini?” kata Taemin menggoda sambil menunjuk ke arah Yoonmi. Sontak semua orang yang ada di sana terus menggoda mereka. Sedangkan Yoonmi, hanya menundukkan wajahnya yang memerah karena malu.

“Aaah~ Yoonmi-ah? Ssstt, itu nanti urusannya hanya aku dan dia saja yang akan tau. Hehe. Benarkan, Yoonmi?” kata Jonghyun santai membalas godaan mereka diiringi teriakan semua orang yang gaduh karena mendengar Jonghyun yang berani menggoda Yoonmi secara terang-terangan di depan banyak orang. Sedangkan Yoonmi tambah membenamkan wajahnya yang tambah merah karena kesal dan malu.

“Aish! Jonghyun-ah!! Jangan begitu, lihat! Yoonmi mukanya jadi malu begitu!”

“Jinjjayo, noona?? Eiiyyy, aegyo-nyaaa..” kata Jonghyun menambahkan.

Suasana di rumah itu sangat menyenangkan. Eomma-nya Jonghyun juga sudah menyiapkan banyak sekali makanan, buah, snack dan minuman untuk mereka. Sebelum Jonghyun datang, mereka juga telah mendekorasi ruangan tersebut dengan balon-balon dan pita-pita serta tulisan ucapan selamat ulang tahun untuk Jonghyun yang ditulis di atas karton berwarna-warni dan ditempel di sekeliling tembok di ruangan itu. Sungguh meriah. Diiringi canda dan tawa, mereka bersenda gurau dan berbincang hangat seperti layaknya keluarga besar.

Selagi mereka bercengkrama bersama, tiba-tiba bel di rumah itu berbunyi. Sejenak mereka semua terdiam, heran siapa yang datang. Munculah seseorang yang amat sangat mereka kenali sebelumnya dengan membawa sekotak kado untuk Jonghyun.

“Onew hyuuung!” kata Jonghyun.

“Annyeonghaseyo…” kata Onew memberi salam kepada semua orang yang ada di situ.

“Ya, hyung! Kenapa kau telat di acara hari ulang tahunku hahh?” tanya Jonghyun berpura-pura marah.

“Maaf, Jjong. Ada urusan yang harus aku selesaikan dulu tadi. Sebagai permintaan maafku, ini…. Aku sudah siapkan kado untuk mu,”

“Wuaaa… gomawoyo hyung…” Jonghyun kemudian menerima kotak itu dan segera membukanya.

Betapa kagetnya Jonghyun saat mengetahui isi kado yang diberikan Onew tersebut. Terutama Taemin, dia tertawa geli saat melihat barang pemberian hyung tertua itu kepada Jonghyun ternyata adalah beberapa celana dalam dengan motif warna-warni dan gambar yang lucu.

“Hwaaaaa…… Onew hyung sangat peka terhadap ku. Dia sangat tau apa yang aku butuhkan. Apa kau tau ukuranku? Aku hanya takut ini tidak muat,”

Mendengar kata-kata Jonghyun, semua orang yang ada di sana tertawa geli, termasuk Yoonmi yang tadinya merasa sedikit canggung, kini merasa sangat hangat karena keramahan semua orang yang ada di sana.

. . . . .

“Jonghyun-ah, ikut aku….” Yoonmi kemudian menarik lengan Jonghyun dengan tangannya dan membawa Jonghyun ke halaman belakang rumah tersebut.

“Ya!! Kau kasar sekali sebagai wanita!”

“Sudah diam!! Ikut saja aku!”

Jonghyun pun langsung diam dan mengikuti perintah Yoonmi. Kemudian dia tersenyum melihat tingkah Yoonmi itu. Dia berkata dalam hati, aku akan ikut ke mana saja kau akan pergi, Yoonmi. Bahkan melakukan apa saja. hehe.. Jonghyun tertawa nakal saat menyadari apa yang ia katakan barusan.

“Ya!! Kenapa tertawa usil seperti itu?” tanya Yoonmi tiba-tiba menangkap apa yang Jonghyun lakukan.

“Ehhmmm.. aniya.. bukan apa-apa,” jawab Jonghyun mengeles.

“Hmm… sebenarnya aku mengajakmu ke sini ingin mengatakan sesuatu kepada mu,”

“Apa? Biar aku tebak! Hmmm… kau kagum dengan ku karena kotak yang ku berikan pada saat di dreamland kan? Dan kau…. Ingin menerimaku kan??” goda Jonghyun sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Yoonmi.

“ANIYAA!!! Hmmm… maksudku…. Hmmm… iya.”

Jonghyun terdiam sejenak saat mendengar kata-kata Yoonmi. Dia menatap wajah Yoonmi dengan tatapan tak percaya. Yoonmi kembali menundukkan kepalanya karena wajahnya kembali memerah karena malu setelah mengatakan hal tersebut. Sambil menundukkan wajahnya, Yoonmi kembali meneruskan kata-katanya.

“Nado saranghae, Kim Jonghyun..”

Pikiran Jonghyun semakin kosong. Sepertinya semua syaraf dan organ di dalam tubuhnya berhenti sejenak. Setelah beberapa detik, dia mulai sadar dan tersenyum ringan. Gyeopta, pikirnya kepada Yoonmi.

Kemudian dia menggerakkan tangannya ke arah dagu Yoonmi dan mengangkat wajahnya. Jonghyun menatap matanya dalam, begitu juga dengan Yoonmi, menatap mata Jonghyun dalam. Jonghyun mulai mendekatkan wajahnya lagi ke arah Yoonmi. Tangannya yang lain merangkul pinggul Yoonmi, mengarahkannya supaya lebih dekat lagi dengan dirinya. Yoonmi semakin gugup. Kedua jantung mereka berdetak sangat kencang sampai rasanya mereka dapat mendengar detak jantungnya masing-masing.

Karena sangat gugup dan tak sanggup melihat situasi yang canggung ini, Yoonmi menutup matanya perlahan, mencoba mengontrol emosinya yang sudah cukup menggila. Ia dapat merasakan hembusan nafas Jonghyun seperti waktu itu, namun sepertinya sekarang lebih dekat.

“Ya! Jika kalian ingin bermesraan, lebih baik cari tempat lain! Hati ku sangat sedih melihat suami ku ingin mencium gadis lain!”

“Ya Key!! Katanya kau sudah merelakannya untuk Yoonmi?” Kata Onew.

“Hyung, diam! Aku ingin belajar bagaimana caranya untuk mencium wanita,”

“Ya Taemin-ah!! Kau masih kecil!!! Tutup matamu!!” perintah Minho.

“AISHH!! Kalian mengganggu ku saja! jika kalian tidak di sini kan dari tadi aku mungkin sudaaaahhhh……..”

PLLAAKK!! Yoonmi menggetok kepala Jonghyun dengan tangannya.

“Aniyaaa…. Kalian jangan salah paham. Tadi aku dan Jonghyun hanyaa…”

“Aigooo Yoonmi-ah. Lanjutkan saja.. haha” kata Minho diiringi dengan anggukkan member yang lain.

“Kaja Yoonmi.. ayo kita lanjutkan. Sudah dapat izin dari yang lain,”

“YA!!! Kim Jonghyun… Kauuu…….”

—END—

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “Rose, Parfume and Kiss – Part 5”

  1. adegan kejutan ultahnya bkin kangen hello baby… u.u

    dasar key… hahahaha
    taemin pengen ngerasain nyium cewe? sini sama noona… hahahaha

    aaaahhhh akhirnya…. kkkkkkkk
    chukhahaeyo

  2. Hahahaha.. Udah jadian tpi tetep bertengkar.. Haha.. Pasangan koplak.. Yg satu galak yg satu usil..
    Taemin lugunyaaaaa… Kkk~

  3. so sweet..

    ak mau ditembak dikasih coklat haha
    waktu suprise partynya buat kange hello baby, mana si Onew ngasih CD lagi hahaha

    tu juga si Taemin polos banget ‘aku ingin belajar cara mencim wanita’

    dan juga thor ni kan uda END tapi pictute 6nya mana?

  4. Huahahahahaha… Endingnya bkin ngakak.. Taemin appaan sihh… Mentang2 yg ngerasa mulai dewasa… Pengen belajar nyium wanita??? Jgn ngedahuluin hyungnya lahhh,,,,wkwkwkw

    Si Key juga… Kn udd add diriku,, kn msh iri ngeliat Jjong-Yoonmi? Huh,,,,#pout bibir…

    Tapi aku masih bingung nih,,, sama judulnya,,, rose, parfum and Kiss… Nah itu dibagian mananya sih??? Kn kiss-ny gx jadi,, muehehehe XDDD

    Nice FF ya!!!

  5. Recomended deh dgrin backsound nya smbil bc part yg mo menyatakan cinta..
    Kebawa bgttt…
    Daebaakkk….
    Keep writing chingu….

  6. yoonmi dan jonghyun pasangan yang lucu xD meski suka marah-marah tapi mereka tetep cinta~~

    dasar ya, Key ini sukanya mengganggu suasana aja xDD
    anyway, good job buat author, bikin aku ngakak sekaligus tersentuh bacanya 😀

  7. Pasangan unik..
    Jonghyun usil bgt sih, taemin mo belajar nyium cewe ya?? Ayo belajar brg ma aku.. *duaghh// d tendang taemints*

    next part..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s