Take Me With You – Part 14

Title : Take Me With You – Part 14

Author : Delfta

Main Cast : Key, Arina

Other Cast : Onew, Jonghyun, Minho, Taemin, Alia, Risha, SHINee Manager (Choi Jin, Gyungshik)

Genre : Romance, Sad, Life

Rating : PG – 13

Length : Sequel

Semenjak insiden di gudang itu, kedua manager SHINee mengizinkan Arina untuk istirahat dirumah. Dia juga diperbolehkan tidak kerja selama UAS. Arina senang, dia akan memanfaatkan waktu liburnya untuk mengobati dirinya karena masalah kemarin. Dan sesuai harapannya, dia sudah tidak sakit lagi karena masalah kemarin. Hanya sedikit rasa sakit itu, tapi sedikit rasa sakit itu tertutupi karena kenyataannya dia merindukan SHINee. Tentunya Key, orang yang dia cintai. Mungkin tidak bertemu memang solusi yang baik untuk mengobati.

Ponsel Arina berdering begitu dia sampai dirumahnya. Taemin. Dia langsung mengangkat telepon dari Taemin.

“Arina!! bogosipeosseo!!” seru Taemin dari ujung telepon sana

“Nado, Taeminnie!” Arina tidak mau kalah

“Bagaimana tadi ujian terakhirnya?”

“Beres.”

“Kau mau kesini kapan? Semua disini merindukanmu. Key hyung, juga menanyaimu.”

Jantung Arina kembali berdebar, sudah lama dia tidak merasakan ini. Tanpa disadari dia jadi senyam-senyum sendiri, tidak menyangka Key juga merindukannya. Key, aku juga merindukanmu!! serunya dalam hati.

“Benarkah? haha. Serindu itukah mereka padaku?” Arina mencoba meredam rasa senang didalam dirinya yang membuncah hebat.

“Ne! Ayo kesini, kami butuh bantuanmu”

“OK. Aku kesana jam 2 yaa..”

“OK.. kami akan menunggumu”

Saat menutup telepon, Arina tiba-tiba loncat kegirangan. Dia sudah tidak peduli lagi dengan Seonmi lagi. Baginya itu hanya mantan pacar Key, dan hanya masalalu Key. Dia hanya bertekad kalau dia harus ceria hari ini, tidak ada lagi rasa sakit itu.

“Ciyeee.. telepon dari siapa? kok loncat-loncat gitu?” goda Risha

“Dari Taemin kok” Arina kembali tenang

“Ciyee.. jadi sekarang mendua?”

“Mendua gimana sih?”

“Itu dapet telepon dari Taemin langsung loncat-loncat gitu”

“Tadi Taemin bilang, Key sempet nanyain aku”

“Ciyeeeee…”

“Udah ah. Kamu kebanyakan ciya-ciye-ciya-ciye mending inget-inget dan tulis apa aja barang yang kamu ingin titip kalo aku ke Indonesia nanti”

“Emang kamu pulang kapan, Rin?”

“Nikahan kakakku Sabtu minggu depan. Jadi kira-kira aku pulang  rabu depan. Untung aja udah libur dari sekarang.”

“Aku sih.. ingin nitip nasi padang aja, Rin” ucap Risha sambil cekikikan.

“Keburu basi dong kalo nyampe sini. Cari yang lain dong..”

“Apa yaa? Ah selain makanan sih aku ngga tau nitip apaan”

“Tuh kan.. makanan aja diotaknya”

“Yaudah ah aku mau siap-siap dulu ke dorm SHINee. Kerja lagi!!!”

Arina berniat membuat kejutan pada mereka, dia berangkat sejam lebih awal. Sebelum sampai ke dorm, dia menyempatkan dirinya untuk membeli seloyang pizza. Ini benar-benar kejutan menyenangkan. Mereka pasti akan suka dengan pizza ini, pikir Arina.

Sebelum menekan kode pintu dorm, dia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk menyiapkan diri sebelum bertemu dengan Key. Dia benar-benar merindukannya, sudah seminggu lebih mereka tidak bertemu.

Perlahan dia menekan beberapa tombol, dan pintu terbuka. Dia meghirup udara dari dalam ruangan, dia benar-benar merindukan atmosfir ini. Dia mencoba mengendap-endap memasuki ruangan bagaikan maling. Mencopot sepatunya dengan perlahan, lalu masuklah dia ke living room.

Dia menatap Key yang sedang berdiri membelakanginya agak jauh, dia tersenyum. Tapi beberapa detik kemudian sebelum dia melangkahkan kaki menuju Key.  Tiba-tiba lutut Arina mendadak lemas. Senyumnya cerianya perlahan hilang digantikan dengan senyum yang terbalik. Nafasnya memburu. Dan matanya terasa panas. Oh no! God, please save me.

Pintanya dalam hati. Air matanya meluncur melewati pipinya perlahan. Dia menutup mulutnya sambil menangis perlahan. Dia merasa tidak percaya hal ini terjadi. Tekadnya untuk ceria tiba-tiba saja raib. Dan rasa sakit yang sedikit itu tiba-tiba menggunung. Benar-benar sakit. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri. Ini juga salahnya karena terlalu berharap yang berlebihan.

Karena sudah tidak kuat melihat itu, dia berbalik dan mencoba untuk meninggalkan ruangan itu perlahan. Hingga sampai di pintu depan terlihat Minho, Jonghyun, Taemin, dan Onew. Mereka tersenyum melihat Arina yang datang. Arina ingin membalas senyum itu dan bertingkah seolah tidak terjadi apapun, namun sulit. Air mata itu sudah terlanjur banyak menetes. Dia memberikan sekotak pizza yang dibawanya pada Onew lalu dia mencoba berlari sekencang-kencangnya untuk meninggalkan tempat itu.

“Arina!!” panggil mereka. Tapi Arina tidak menggubrisnya.

Pemandangan itu terus terlintas dalam pikirannya, sehingga membuatnya semakin ingin berlari sambil menangis. Ini benar-benar menyakitkan. Saat dia sampai di living room tadi, dia melihat Key yang sedang sibuk dengan ponselnya. Dia ingin mengagetkannya. Tapi sebelum dia melangkahkan kaki untuk menghampirinya perlahan, dia melihat seseorang mendatangi Key lalu memeluk Key sambil tersenyum. Dan orang itu adalah Seonmi. Key terlihat menyambut pelukan Seonmi. Lalu Seonmi mulai mendekatkan wajahnya pada Key, disana tampak sejurus kemudian mereka akan berciuman. Dan disaat itulah Arina berbalik dengan luka yang dalam. Satu kalimat yang terlintas di benaknya ‘Mereka udah jadian, untuk apa aku terus mengharap seperti ini, mengharap sesuatu yang tidak realistis’

Diatas ayunan disebuah taman bermain, dia menangis sejadi-jadinya. Baru kali ini tangisannya bersuara. Dia sudah tidak peduli ada orang-orang yang melihatnya menangis. Hatinya sakit sekali. Dia sudah seperti ini dua kali. Pertama karena Onew dan kedua karena Key. Tapi saat karena Onew itu, rasanya tidak sesakit ini. Mungkin karena saat itu perasaannya pada Onew hanya sebatas kagum, bukan cinta seperti pada Key. Dia baru menyadari saat itu ternyata cintanya adalah pada Key bukan Onew.

Dan betapa bodohnya dia karena selama ini dia menyangka Key juga memiliki perasaan yang sama sepertinya. Bodoh sekali. Seperti punuk merindukan bulan. Tentu saja Key tidak menyukainya, dia pendek, wajahnya juga tidak cantik, juga terkesan cuek dalam penampilan. Tidak seperti yang Key bilang tentang tipe idealnya di publik yang harus tinggi dan modis. Bandingkan dengan Seonmi. Kalah jauh, dia cantik, selalu modis, dan tinggi, tingginya hampir menyamai Key padahal saat dia tidak memakai sepatu high heels, kira-kira Key lebih tinggi 5 cm darinya. Sedangkan Arina, bahkan perbedaan tingginya dengan Key bisa mencapai 20 cm lebih.

“Arina..” panggil seseorang. Taemin mengenal seseorang itu. Taemin.

“Pergilah. Wajahku semakin jelek saat menangis. Aku tidak mau kalian melihat” perintah Arina sambil menutup wajahnya.

“Aku tidak peduli” Taemin malah berlutut dihadapan Arina

“Taemin, jebal..”

“Arina.. aku akan ikut sedih jika kau terus seperti ini.” ucapnya

“Aku harus bagaimana lagi?!! Aku hanya bisa seperti ini sekarang. Aku hanya bisa menangis”

Taemin tiba-tiba memeluk Arina. dan mengelus punggungnya. Dengan sabar dia menerima kesedihan Arina. Dia jadi teringat saat seminggu lalu Key menyuruh Arina membantu mencari buku kenangan saat SMP, sementara Key malah menyuruh Seonmi diluar karena tidak mau mantan pacarnya itu lelah mencari. Dan Key malah membiarkan Arina mencarikan itu, bahkan sampai Arina terlukapun Key seperti tidak peduli. Rasa benci Taemin pada Key semakin menjadi-jadi. Padahal tadinya dia sudah mencoba untuk tidak lagi ada kebencian pada Key. Dia tidak menyangka Key melakukan itu pada Arina. Taemin tahu jelas kalau Key mencintai Arina. Tapi bisa-bisanya, beraninya dia menyakiti hati yeoja yang dicintainya. Taemin sangat membenci namja seperti itu. Namja yang tidak peka dan tidak bisa melihat perasaan seseorang dengan baik.

Arina masih terus menangis dipelukan Taemin. Dia bersyukur disaat seperti ini masih ada yang mau mendengar tangisnya. Tiba-tiba ponsel Arina berdering. Semula Arina malas mengangkatnya karena dia sedang tidak mau diganggu saat meluapkan perasaannya itu. Tapi saat deringan kedua, Arina segera melepaskan pelukannya dan mengangkat teleponnya.

“Arina, ini Mas Ardi” sapa seseorang disana. Arina merasa tambah tenang saat mendengar suara kakaknya di Indonesia.

“Mas Ardi? ada apa?” tanya Arina

“Kabar buruk. Ibu mendadak sakit. Sekarang di rawat di rumah sakit, ibu tanya-tanya kamu kapan pulang. Kalo bisa sih kamu cepet pulang, biar ibu cepet sembuh”

“Apa? Jadi ibu di rumah sakit? Sakit apa?” Arina cemas

“Penyakit hepatitisnya kambuh lagi, kayaknya gara-gara kecapean ngurus pernikahan aku. Kamu pulangnya kapan? Aku inginnya ibu cepet sembuh sebelum hari H”

“Aku udah libur kok. Rencananya mau minggu depan pulang. Tapi sekarang juga ngga pa pa, aku mau pesen tiket pesawat buat besok pagi aja.”

“OK. Hati-hati ya pulangnya..”

Dan telepon ditutup. Air mata Arina mengalir kembali. Dia menutup wajahnya sambil menangis. Mengapa disaat hatinya sedang merasa sakit begini, malah ada kabar buruk?. Mungkin memang sekaranglah waktunya untuk pulang, daripada disini terus. Disini hanya akan membuatnya sakit. Dia benar-benar rindu keluarganya. Dia ingin mendapat semangat baru lagi dari keluarganya.

“Arina, kenapa?” tanya Taemin. Dia penasaran siapa yang menelepon, dan apa yang terjadi soalnya tadi Arina menjawab telepon menggunakan bahasa yang tidak dimengerti Taemin. Dan begitu menutup telepon, Arina menangis langsung menangis lagi. Padahal tadi tangisannya sudah lumayan reda.

“Taemin, aku akan pulang ke Indonesia. Gomawo..  selama ini kau sudah baik padaku, dan juga selalu menghiburku. Kau benar-benar teman terbaikku. Aku pergi dulu ya…” ucap Arina lalu dia memeluk Taemin dengan erat.

“Annyeong!!” dan Arina melangkah pergi. Taemin bengong menatapnya pergi, hingga punggung Arina sudah tak terlihat pun dia masih menatap jalanan yang tadi Arina lewati. Didalam hatinya berkecambuk berbagai rasa kesal dan pedih. Entah mengapa dia merasa takut kalau Arina tidak kembali lagi ke Korea. Dia tidak mau Arina pergi. Pasti ini berawal dari masalah tadi saat di dorm, pikirnya. Rasa benci itu mulai menumpuk. Air matanya mulai menetes. Dia terus menangis dan

merenung hingga akhirnya menjelang malam dia sadar kalau dia harus pulang.

##

Arina sampai rumah dengan wajah sembab, matanya bengkak. Sejak sampai rumah dia langsung menelepon ke biro jasa pemesanan tiket, dan setelah itu dia menelepon manager SHINee tentang niat pengunduran dirinya. Dia sudah tidak sanggup merasakan rasa sakit itu terus menerus, dia juga ingin menghirup udara bebas tanpa pekerjaan sampingan yang menyakitkan. Dia ingin menjadi mahasiswa biasa yang hanya berkonsentrasi pada kuliah seperti nasihat ibunya dulu sebelum Arina pergi ke Seoul. Semula manager sempat kurang menyutujui masalah pengunduran diri, tapi setelah Arina memohon dengan sangat akhirnya mau tidak mau manager melepasnya.

“Rin, kamu  bener pulang besok?” tanya Alia dengan heran. Arina mengangguk.

“Kamu kenapa sih? tiba-tiba bilang pulang besok? mata bengkak begitu pula?” kali ini Risha

“ Ibu sakit. Dia terus nanyain aku.” jawab Arina seadanya

“Key oppa udah tau kamu pulang besok?” tanya Risha. Mendadak Arina menghentikan aktivitasnya dan diam. Air matanya menetes lagi perlahan.

“Aku udah bilang ke managernya. Lagian aku udah mengundurkan diri.” jawab Arina pasrah

“APA? MENGUNDURKAN DIRI?! “ Alia dan Risha heboh serempak.

“Kamu kenapa tiba-tiba mengundurkan diri, Rin? Udah tau itu pekerjaan bagus, enak lagi. Tolong jangan bodoh ” protes Risha

“Iya, Rin. Kamu ngga mensyukuri pekerjaan yang udah kamu punya. Pekerjaan itu kan lumayan” Alia ikut memprotesnya. Arina semakin terpuruk.

“Mungkin itu emang bagus menurut kalian. Tapi kalian ga tau sakit kayak gini” Arina membela diri. Tangisnya pecah lagi.

Dia terduduk dan menangis. Alia dan Risha menghampirinya lalu memeluknya.

“Kenapa, Rin? Kamu ngga pernah cerita” tanya Risha

“Ris, Key itu udah punya pacar. Harusnya aku ngga mengharap lebih sama dia. Sekarang aku tau, itu ngga realistis.” jawab Arina disela-sela tangisnya.

“Apa? Key oppa beneran udah punya?” Alia dan Risha terbelalak kaget

“Ya. And when I went to his dorm a few hours ago, I see they kissed”

“APAAA??!!!! Key Oppa!!!” Alia dan Risha benar-benar ikut kepanasan mendengar Key sudah punya pacar dan mereka berciuman, padahal itu wajar bagi mereka yang berpacaran. Mereka mendadak lemas.

“Pacarnya siapa, Rin? Artis?” tanya Alia dengan lemas

“Ngga tau, tapi emang kayak artis. Cantik. Tinggi, putih mulus, langisng banget, rambut panjang kecoklatan. Pantes aja Key suka. Pokoknya pacarnya itu penampilannya beda 180 derajat sama aku. Aku udah jelas kebanting banget. Dia bilang, dia itu juga mantan pacarnya waktu SMP” Arina mendeskripsikan Seonmi dengan lemas juga.

“Berarti Key oppa bohong. Dia bilang di publik kalo dia ngga pernah pacaran. Tapi ternyata pernah. Key oppa!! “ Risha mulai teriak-teriak.

##

Taemin melangkah pulang ke dorm dengan lemas. Dia lelah karena beban pikirannya. Ditambah lagi ketika dia mencoba menyampaikan pada manager bahwa Arina mau pulang ke Indonesia, dia malah mendapat kabar dari managernya kalau Arina mengundurkan diri. Dia ingin mencegah Arina, tapi apa haknya?. Sekarang dia hanya bisa menyeret kakinya untuk sampai ke dorm. Ternyata di dorm, Seonmi sudah pulang. Member lain sedang asyik mengobrol dengan yang lainnya di meja makan. Taemin ingin merilekskan badannya dengan tidur

“Key, buatlah sesuatu. Aku lapar.” perintah Onew

“Hyung, bukannya tadi pizza yang Arina bawa itu kau yang paling banyak memakannya?” tanya Minho

“Itu kan sudah beberapa jam yang lalu. Sekarang aku lapar lagi. Ayolah Key” rayu Onew

“Baiklah. Eh, tapi Arina mana? kok dia ngga ada.” tanya Key.

“Tadi waktu kami baru beli snack, aku lihat dia keluar dari sini. Wajahnya kusut, dia langsung memberikan sekotak pizza padaku dan dia berlari meninggalkan kami. Beberapa saat kemudian, Taemin mengejarnya. Aku tidak tau apa yang terjadi. Dia tiba-tiba berlari. Tanyakan saja pada Taemin, mungkin dia tau sesuatu” ungkap Onew. Key langsung mencari Taemin berasa, entah mengapa sejak diberitahukan Onew tadi, hati Key merasa tak tenang. Dan akhirnya Key menemukan Taemin sedang berbaring di ranjangnya.

“Taemin..” Key mencoba membangunkannya. Taemin diam pura-pura tidur. Dia tidak mau berhadapan dengan Key saat ini. Dia ingin menenangkan diri. Tapi Key terus mencoba berbicara walaupun kelihatannya Taemin sedang tidur.

“Taemin, kau tau dimana Arina? Kata Onew hyung, tadi siang dia pergi terus belum kemari lagi sampai sekarang. Padahal aku se..” kalimat Key terpotong karena Taemin tiba-tiba membuka matanya dan dia bangun.

“Untuk apa kau mencari Arina?” tanya Taemin ketus

Key heran mengapa Taemin tiba-tiba bertanya seketus itu. Akhirnya dia tidak menjawab, dia seperti menunggu kata-kata selanjutnya yang akan diucapkan Taemin.

“Kau membutuhkannya? Terlambat! Sekarang dia sudah tidak akan bersama kita lagi” suara Taemin bergetar. Dia tidak mau memanggil key dengan sebutan ‘hyung’ saat ini.

“Apa maksudmu?” Key berusaha mencerna kata-kata Taemin.

“Dia sudah mengundurkan diri. Dia sudah pulang ke Indonesia. Dan kau tau kenapa itu terjadi? ITU KARENA DIRIMU!!” bentak Taemin air matanya menetes lagi perlahan. Key semakin tidak tenang.

“Taemin, apa maksudmu?! tidak sopan sekali membentak seperti itu padaku.” emosi Key ikut terpancing

“Kenapa kau tidak merasakannya, hah?! AKU BAHKAN RELA MELEPASKANNYA DEMI DIRIMU! TAPI KAU MALAH TIDAK MEMPEDULIKANNYA!! TAHUKAH KALAU ARINA MENCINTAIMU? DIA BAHKAN MENOLAKKU DEMI DIRIMU! TAPI LIHAT SEKARANG DIRIMU, KAU MALAH BERPACARAN DENGAN KIM SEONMI. AKU KECEWA PADAMU! Haruskah aku sopan kepadamu sekarang? haruskah aku sopan pada orang yang telah menyakiti yeoja yang kucintai?!!!” Taemin melayangkan tinjunya ke wajah Key hingga sudut bibir Key terluka, dia terus mencoba melampiaskan kekesalannya pada Key. Key tampak diam saja sambil menunduk. Dia benar-benar menyesal, dia tidak menyangka bahwa Arina punya perasaan itu padanya. Tetapi ada sesuatu yang ingin dikatakannya, tidak semua yang dituduhkan Taemin padanya itu benar. Dia ingin bicara tapi rasanya sulit sekali. Hanya air mata saja yang bisa keluar.

Onew, Jonghyun, dan Minho berlarian menuju kamar tidur Taemin begitu mendengar ribut-ribut. Mereka langsung berusaha mencegah Taemin yang terus-terusan melampiaskan kekesalannya pada Key.

“LEPASKAN AKU SEKARANG!! Tidak tahukah kalian? dia yang menyebabkan Arina mengundurkan diri?” Taemin mencoba berontak dari cegahan Jonghyun dan Minho.

“Apa?! Arina mengundurkan diri?” tanya Onew

“Ne, itu gara-gara dia!” bentak Taemin sambil menunjuk Key yang sedang menangis tanpa suara. Taemin mencoba berontak lagi.

“Jonghyun, Minho, kalian coba bawa Taemin keluar. Aku akan mengobati luka di wajah Key” perintah Onew. Jonghyun dan Minho langsung membawa Taemin keluar.

“Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri! aku akan keluar sendiri. Aku sudah muak disini” Taemin berontak dan akhirnya terlepas. Dan dia pergi sendiri.

“Hyung, eotteokae?” Jonghyun tampak bingung.

“Sudah biarkan saja dia pergi sendiri. Dia butuh ketenangan. Nanti juga balik lagi.” ucap Onew sambil mengobati luka di wajah Key.

“Key..” panggil Onew perlahan. Dia sangat ingin mengetahui perasaan Key

“Tolong tinggalkan aku sendiri. Biar aku obati sendiri” pinta Key

“Tapi..” yang lainnya merasa enggan meninggalkan Key sendiri dalam kondisi seperti ini.

“Jebal.. “ pinta Key lagi dengan sungguh-sungguh. Dan mereka akhirnya pergi dengan pasrah.

##

Key mencoba menuangkan birnya dengan susah payah, dan meminumnya dengan cepat. Dia mabuk berat. Sekarang sudah botol ketiga yang dibukanya sendiri. Penyesalan itu begitu dalam hingga membuatnya seperti ini. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri karena Arina pergi. Sebenarnya dia sangat merindukan Arina tadi siang, tapi belum juga bertemu Arina, Arina sudah pergi. Dia merasa perasaannya pada Arina saat ini adalah sia-sia. Dia sudah menyakiti lagi yeoja yang dicintainya.

Key mencoba lagi menuangkan bir kedalam gelasnya. Namun sulit sekali. Dan botol bir itu lepas dari pegangan Key, jatuh menggelinding di meja, lalu pecah hingga isinya mulai membanjiri lantai. Key menelungkupkan wajahnya di meja. Dia sudah tidak kuat lagi mengangkat wajahnya. Semuanya terasa berat ditambah lagi rasa pusing dikepalanya. Dan dia mulai tak sadarkan diri.

##

Taemin melangkah kembali ke dorm dengan malas. Dia malas bertemu orang-orang di dorm, terutama Key.Dia merencanakan mengemasi barangnya jika sampai di dorm nanti. Dia ingin menginap dirumahnya sementara, dia ingin tinggal dengan keluarganya sementara sampai rasa sakitnya reda.

Dia mulai memasuki dorm. Dorm tampak begitu sepi. Pertama, dia menuju dapur karena kerongkongannya yang minta dilalui air mengingat tadi dia belum minum dari siang hari. Tapi saat memasuki dapur, dia terkejut melihat pemandangan didepannya. Terlihat Key menelungkupkan kepalanya di atas meja makan dengan dua botol bir yang sudah habis dan pecahan botol di lantai beserta air dari botol yang berceceran. Dia tidak menyangka Key minum sebanyak ini. Key paling banyak minum hanya satu botol. Dia langsung menghampiri Key. Rasa benci itu perlahan menipis. Ada perasaan cemas menyelimuti dirinya saat melihat Key. Ya.. bagaimanapun juga dia banyak menghabiskan waktu di hidupnya bersama Key. Dan Key lah yang sering merawatnya di dorm sebagai pengganti ibu baginya.

“Hyung..” panggil Taemin dengan rasa cemas yang semakin menumpuk. Dia menepuk-nepuk punggung Key supaya bangun. Tapi Key masih diam.

“Hyung!!” Taemin semakin cemas. Dia mulai mencoba menegakkan badan Key. Key benar-benar tidak sadarkan diri. Akhirnya Taemin mencoba untuk membawa Key ke kamar dan merebahkannya di tempat tidur.

“Key hyung, bangunlah. Mianhae. Tadi aku benar-benar emosi hingga menyakitimu.” ucap Taemin perlahan diujung tempat tidur Key. Taemin terus melamun sambil memandang Key.

Beberapa jam kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.  Key mulai membuka matanya. Dia menatap Taemin yang juga sedang menatapnya. Ternyata semua member mengelilinginya. Tapi mereka sedang tidur kecuali Taemin. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi kepalanya masih terasa sakit.

“Hyung! Kau sudah bangun? Aku ambilkan air mineral dulu yaa” Taemin langsung berlari ke dapur untuk mengambilkan Key segelas air mineral.

Dengan cepat  Taemin kembali dengan segelas air mineral ditangannya. Dia langsung memberikan air itu pada Key. Air itu mengalir segar di kerongkongan Key hingga membuat tubuhnya lebih baikan.

“Taemin, mian..” ucap Key dengan lirih. Dia merasa bersalah pada banyak orang saat ini. Terutama Taemin yang sekarang ada didekatnya.

“Hyung, walaupun aku masih merasa kecewa dan sakit, tapi aku memaafkanmu.” ucap Taemin sambil menunduk.

Perasaannya bergejolak, dia masih sakit hati pada Key, tapi dia juga ingin rukun lagi dengan Key. Dia tidak mau menyakiti lagi orang yang telah merawatnya itu.

“Taemin, aku tidak akan membuatmu menyesal lagi.” janji Key. Taemin mengangguk perlahan.

“Baiklah hyung, aku pegang kata-katamu”

Key bangkit dari tempat tidur dan mulai memikirkan rencana baru dalam hidupnya kedepan. Sesuai janjinya pada Taemin, dia tidak akan mengecewakannya lagi.

Dia mulai membuka lemari pakaian dan mengambil beberapa potong pakaian lalu memasukkan pakaian itu kedalam kopernya. Lalu dia mulai mengemasi barang lain dan memasukkan ke ranselnya.

“Kau mau kemana, Key?” tanya Onew yang heran karena Key tiba-tiba berkemas. Sedangkan yang lainnya hanya menatapnya dengan heran.

“Kemarin manager hyung bilang kita libur 2 minggu sebelum proses comeback kan? Aku akan memakai waktu libur itu. Aku mau pulang ke Daegu dan bertemu keluargaku. Aku ingin minta dukungan mereka sebelum proses comeback” jawab Key

“Ide bagus! bagaimana kalau kita semua main dan menginap bersama dirumahmu? Refreshing laaah” usul Onew

“Mau!! Mau!!” respon yang lainnya

“Eitsss!! Sireo! Aku ingin sendiri bersama keluargaku tanpa kalian. Aku sudah bosan bertemu kalian setiap hari.” ucap Key sambil menjulurkan lidah

“AIISSH!! Tega sekali kau ini! Jadi kau bosan dengan kami-kami ini? Aiiishhh.. jinjjaaaa!!” keluh Minho

“Mian.. tolonglah mengerti aku. Aku ingin sendirian. Kalau rindu padaku telepon saja ya… haha”

“Oh.. tidak mungkin kami rindu padamu. Pergilah..” ucap Jonghyun sambil menjulurkan lidah.

“OK.. kalau begitu kita berangkat bersama sampai stasiun subway. Kami akan punya liburan yang lebih seru daripada liburanmu.” pamer Onew

“Memangnya kita mau kemana hyung?” tanya Jonghyun dengan semangat

“Molla” jawab Onew dengan wajah tanpa ekspresi (Author,2minjong : *GUBRAKK!*. Key : *langsung bakar menyan*)

“Bagaimana kalau ke rumahku saja di Incheon?” usul Minho

“OK! ide bagus juga”seru Taemin

“Tapi didekat rumahmu ada gadis cantik tidak? Nanti kan kita jadi benar-benar refreshing disana” tanya Jonghyun sambil

menaikturunkan alisnya.(author : Liat sini dong, gadis cantik ada disini *nunjuk diri sendiri*. Jjong : mending ane refreshing ngecengin orang gila sekalian. Author : tega sekali engkau berkata seperti itu padaku *makan beling*)

“Tenang saja hyung, didekat rumahku bertebaran gadis cantik. Tinggal dipilih saja.”

“Baguslah kalau begitu. Kita berangkat hari ini juga yaa…”

“Serius?” tanya Taemin

“Serius lah! ayo sekarang berkemas!” ajak Jonghyun dengan semangat

“Tapi berangkatnya sore aja ya hyung. Aku ada janji mau latihan futsal sampe sore.” ucap Minho

“Yasudah. Yang penting berangkat hari ini.”

##

Sebuah tangan membelai lembut rambut Arina. Arina bangun dari tidurnya akibat belaian tangan itu. Matanya langsung menatap wajah wanita setengah baya didepannya. Wanita setengah baya itu tersenyum padanya, sekarang keadaannya sudah terus membaik sejak Arina datang beberapa hari yang lalu.

“Kamu ngga makan dulu? Dari kemaren sore kamu ngga makan.” tanya ibu Arina

“Males.. ingin tidur” jawab Arina sambil membenarkan letak headset ditelinganya.

“Ngga boleh gitu, nanti sakit.. sana makan dulu.”

“Yaudah deh.. aku keluar dulu, bu”

“Gitu dong. Heran dari kemaren kamu pulang keliatannya lesu banget. Apa kamu di Korea juga kayak gini gara-gara

jarang makan?”

“Engga juga. Cuma sekarang-sekarang emang bawaannya lagi males aja” Arina berbohong. Padahal dia sama sekali tidak

bernafsu makan.

“Yaudah, aku pergi dulu yaa”

Dan Arina pergi. Dia berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, berusaha

supaya oksigen itu dapat meringankan bebannya. Ternyata anggapannya salah, sekarang setelah di Indonesia rasa sakit itu malah tergantikan dengan rasa rindu. Rindu pada SHINee. Rindu pada Key. Percuma sekarang bila menyesali itu semua, mungkin semua tidak akan kembali lagi. Dia sudah terlanjur mengundurkan diri  dari pekerjaan yang menjadi asal mula tumbuhnya getar-getar cinta pada Key. Dan nanti pasti tidak akan semudah kemarin lagi aksesnya untuk bertemu Key, pikirnya. Perasaannya semakin galau saat ipodnya mengalunkan lagu SHINee-One. Mendadak dia berhenti melangkah dan diam. Aku merindukanmu, apa kau punya rasa rindu yang sama denganku? tanyanya dalam hati. Air matanya mulai meluncur. Diapun berusaha mencari tempat duduk, dan duduk. Kepalanya tertunduk dan air matanya mulai menangis deras. Sudahlah, dia tidak mungkin seperti aku, batinnya. Dia menghapus air matanya, dan berdiri lagi lalu melangkah untuk melanjutkan tujuannya tadi.

Tiba-tiba langkahnya terhenti. Ada seseorang di penglihatannya saat ini yang membuat langkahnya itu terhenti. Dia melihat sesosok pria memakai kaus merah dengan topi dan maskernya. Pria itu sedang mencari-cari arah bersama pria berkemeja biru disebelahnya. Arina tidak bisa mengenali siapa pria berkemeja biru itu, tapi dia mengenali pria berkaus merah  itu walaupun wajahnya agak tersamarkan dengan topi dan masker yang dipakainya. Dia benar-benar mengenalinya! Pria yang dirindukannya hingga saat ini. Pria yang sempat menyiksa batinnya hingga saat ini.

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “Take Me With You – Part 14”

  1. kalimat Key terpotong karena Taemin tiba-tiba membuka matanya dan dia bangun. — kyk lht mayat idup ~___~a

    mantep tuh berantemnya… aq mlh ngakak pas onew nyuruh jjong minho bw taemin keluar… bayangin taemin diangkat jjong n minho di tangan kanan n kirinya… hahahaha

    key nyusul k Indonesia tuh …. pantes gak ngizinin member ikut k daegu.. trnyta alasan aj… haha

    emm kyknya key g ciuman deh ya sm seonmi… nebak2 key nolak pas itu… tp arina keburu pergi sih.. harusnya liatin dulu… nanggung tau… /plaaakkkkk

    next part ditunggu

    1. haha.. itu emang ane juga bayanginnya si tetem diangkat JongHo saking ringannya XD
      haha.. itu odus terselubungnya Key 😀
      iya.. Key ga ciuman sama Seonmi, soalnya dia kan ciumannya sama ane… XDDD *digaplok

      ok, tungguin yaaa.. makasih udah baca 😀

  2. Aaa udahan lagiii.. Ayo thor lanjuuut!
    Ko key bisa tau RS yang ditinggalin ibunya Arina? ._. Ayo thooooor lanjuuut secepatnya, jebal 😦

  3. Excellent post. I was checking continuously this
    blog and I am impressed! Very useful information specifically
    the last section 🙂 I handle such information
    much. I used to be seeking this particular information for a long time.
    Thanks and good luck.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s