A Ghost Inside Me – Part 4

 

Title :           A Ghost Inside Me  Part 4

Author :             Park Ara

Main Cast :       Choi Minho, Hwang Su Ji, Key, Jung Cheon Sa

Support Cast :  Kim Jonghyun, Lee Jinki, Hwang Dong Joon (Su Ji-Appa), Geum Jin Ah (Su Ji-   

                            Eomma), dan     masih terus bertambah…

Length :             Sequel

Genre :              Fantasy, Friendship, Romance

Rating :              PG 15

Su Ji melihat uluran tangan itu sambil tertawa kecil. Ia melirik Minho sebentar, memastikan kalau Minho melihat tingkah sahabatnya ini. Dan reaksi Minho malah menyuruhnya untuk menyanggupi tawaran Key. Su Ji mengalihkan pandangannya kepada Key. Ia menatap kedua matanya dengan berani. “Mian Key, tapi… aku bukan tipe yeoja seperti itu,” jawab Su Ji angkuh lalu berjalan pergi meninggalkan Key yang masih mengulurkan tangannya. Su Ji tidak mempedulikan semua yeoja yang mencibirnya. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan hatinya. Su Ji telah menanamkan satu hal pada dirinya. Bahwa siapapun Key, ia tak akan peduli. Karena namja itu memang tidak menarik perhatiannya sedikitpun.

Minho berlarian kecil mengejar Su Ji. Yeoja itu berjalan cepat tanpa menoleh ke belakang sama sekali. Minho sampai di buat heran dengan tingkahnya. Apa Su Ji marah?

“YA!” seru Minho namun Su Ji malah pura-pura tidak mendengar. Akhirnya Minho memilih untuk membungkam mulutnya dan tetap berjalan mengikutinya. Memaksa Su Ji untuk berbicara kali ini mungkin akan sia-sia saja.

Tanpa Minho duga, ternyata langkah Su Ji berbelok ke Perpustakaan. Minho mengerutkan keningnya samar. Mau apa dia kesana? Minho pun mempercepat langkahnya. Ia mengikuti Su Ji sampai yeoja itu menghentikan langkahnya di antara rak-rak buku yang cukup sepi. Tiba-tiba yeoja itu membalikkan tubuhnya, membuat Minho sedikit tersentak kaget.

“Kau tahu kenapa aku kesal?” tanya Su Ji berbisik. Walaupun di sekitar mereka tidak ada seorangpun yang melintas, namun Su Ji tetap berjaga-jaga.

“Molla?” jawab Minho sambil menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak suka temanmu itu. arasseo?”

Minho nampak terkejut dengan pengakuan Su Ji barusan. “Wae? Bukankah dia tampan? Menurutku dia juga cukup ramah. Lalu hal apa yang tidak kau suka darinya?”

“Aisssh… apa kau tidak melihat tadi? Tiba-tiba saja dia menyebut namaku, sok kenal denganku lagi. Ish, menjijikkan!” jelas Su Ji sambil menggerakkan bahunya, bergidik ngeri. “Dengar ya, aku tidak mau berurusan dengannya. Jadi jangan harap kau bisa memintaku untuk menyukainya juga. Ara?” tegas Su Ji lalu pergi meninggalkan Minho sendiri.

Minho menatap kepergian yeoja itu sambil mendesah kecil. Bagaimana ini? Apa yang harus dilakukannya? Karena salah satu tujuannya meminta kehidupan adalah ini. Agar Key dan Su Ji bisa bersama sebagai pasangan kekasih. Ia memang tidak pernah berjanji, tapi ia sangat ingin melakukannya karena Key adalah sahabat terbaiknya. Tapi… kenapa berbuat baik saja rasanya sangat sulit?

Minho memandang sebuah rumah bercat biru di hadapannya. Matanya memperlihatkan sebuah kesedihan yang amat sangat. Kemudian ia menundukkan kepalanya. Kalau ia boleh mengungkapkan perasaannya, maka ia akan berteriak kalau ia sangat menyesal. Menyesal karena telah memberikan separuh nyawanya pada Su Ji dan kini ia harus menelan kekecewaan seorang diri. Tapi sayang, ia bukan lagi seorang manusia seperti dulu. Ia tak lebih hanyalah sebuah roh, tak jauh berbeda dengan angin yang tak bisa di lihat oleh kedua mata manusia.

Tiba-tiba seorang yeoja keluar dari rumah itu sambil membanting pintunya. Minho mengangkat kepalanya. Ia tersenyum. Yeoja itu, adalah yeoja yang sangat dicintainya dan kini ia sangat merindukannya. “Cheon Sa noona…” panggilnya namun ia sadar yeoja cantik itu tak akan dapat mendengarnya.

Ketika yeoja yang Minho panggil Cheon Sa itu lewat di depannya, ia sangat ingin menyentuhnya. Ia ingin memeluknya dan menunjukkan senyum hangatnya. Ia ingin melakukan semua itu namun kenapa ia sendiri bahkan merasa tubuhnya begitu tipis.

Cheon Sa berhenti berjalan. Sekarang Minho dapat melihat kalau kekasihnya itu sedang menangis. Minho terkejut, kenapa Cheon Sa menangis? Ada apa dengan kekasihnya itu? Apakah ada yang menyakitinya? Apa? Siapa?

“Minho-ya!” serunya sambil sesenggukan. Wajahnya terlihat sangat frustasi dan membuat Minho langsung merasakan nyeri pada hatinya.

Minho mengangkat tangannya. Ia mencoba memegang pundak Cheon Sa. Namun ya, seperti yang ia duga, bahkan tangannya hanya dapat melewati pundak itu. Ia merasa sangat tersiksa ketika melihat orang yang dicintainya harus menangis seorang diri, dan ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya.

“Kenapa kau meninggalkanku Minho-ya? Kenapa kau pergi tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara? Apa kau marah padaku? Kau membenciku?” ucap Cheon Sa dalam tangisnya. Yeoja itu bahkan tak menghiraukan orang-orang yang lewat di depannya, memandangnya aneh.

“Aku tidak membencimu, aku tidak marah padamu. Aku hanya terlalu bodoh, aku salah mengambil keputusan, Noona..” Minho menjawab pertanyaan itu meski Cheon Sa tak menghiraukannya. Ia sadar ia yang salah, dan ia harus menanggung semua ini.

“Minho-ya…” panggil Cheon Sa. Suaranya terdengar parau. “Aku merindukanmu…” lanjutnya dan tak lama kemudian ia menjatuhkan dirinya ke tanah. Ia menangis sekeras-kerasnya, dan menumpahkan semua kesedihannya di depan roh kekasihnya sendiri. Cheon Sa memang tidak tahu, tapi kekasihnya telah mendengar dan menyaksikan semua penderitaannya.

Minho ikut berjongkok di sisi Cheon Sa. Ia menatap kekasihnya dengan lembut. “Mianhae…” tuturnya pelan, seolah berbisik. Lalu ia melingkarkan tangannya di sekitar pundak Cheon Sa, seolah memeluknya. Minho tahu tubuhnya tak akan bisa menyentuh tubuh Cheon Sa, tapi setidaknya ia ingin Cheon Sa merasakan kehangatannya melalui sayap putihnya yang kini mengembang lebar.

Cheon Sa termangu. Ia masih sesenggukan dengan air matanya sudah mulai mengering. Tiba-tiba ia melihat sebuah bulu putih kecil melayang di depan matanya. Cheon Sa mengerutkan kening, di sekitarnya tidak ada burung berterbangan. Tapi kenapa bisa ada bulu sayap seperti ini?

Su Ji memandang langit bertaburan bintang dari balkon di depan kamarnya. Malam ini sangat cerah dan sedikit dingin. Tapi, kemana Minho? Kenapa sejak di sekolah tadi ia sudah tidak melihat namja itu menampakkan dirinya? Apa ia sudah bosan di dunia dan kembali ke dunianya? Entahlah…

Ketika sedang sibuk dengan pikiran-pikirannya itu, tiba-tiba angin yang begitu dingin menerpa tubuhnya. Su Ji sampai bergidik dan memeluk tubuhnya sendiri. Lalu ia pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya. Namun saat ia membalikkan badan… “AAH!” serunya kaget. Di depannya sekarang berdiri sesosok roh yang baru saja dipikirkannya. “YA! Kenapa kau mengejutkanku, huh?” tanyanya kesal sambil mengelus dada.

Minho terdiam, tak menjawab apa-apa. Su Ji pun memperhatikan wajah Minho lekat. “Kenapa wajahmu murung begitu?”

“Apa kau bilang?” seru Su Ji tak percaya dengan apa yang baru saja di ceritakan Minho. “Aku baru tahu kalau kau punya kekasih?”

Minho menatap Su Ji dengan kesal. Harusnya tadi ia tidak usah menceritakan kisahnya pada yeoja ini. Ia baru sadar kalau Su Ji adalah yeoja yang bodoh lagi menyebalkan. “Sebenarnya tadi aku pergi ke surga,” akunya mengganti topik pembicaraan.

“Mwo? Surga? Untuk apa?” tanya Su Ji sambil mengigit sosis panggangnya.

“Untuk meminta nyawaku kembali yang ada di dalam tubuhku…”

Su Ji langsung menyemprotkan makanan di dalam mulutnya. Untung tidak sampai kena ke wajah Minho. Ia pun langsung mencari botol minumannya dan meneguknya buru-buru.

“Berlebihan sekali kau?” cibir Minho dengan santainya tanpa berniat memberikan Su Ji pertolongan sedikitpun.

Su Ji menelan air di dalam mulutnya dengan susah payah. “Ya, kenapa kau melakukannya huh? Kau mau membunuhku?” sentak Su Ji kesal.

“Bukannya kau yang lebih dulu membunuhku?” balas Minho dengan tenang. Ia merasa menang ketika Su Ji terdiam.

“Aku kan tidak meminta…” jawab Su Ji pelan. Ia menatap Minho, namja itu tidak menjawabnya. Malah menatapnya tajam. Sejak itu ia menyadari kesalahan pada kata-katanya. “Mian…”

“Ck,” decak Minho kesal. Kenapa ia begitu bodoh? Harusnya dulu ia tahu tipe orang seperti apa Su Ji ini. Andai ia kembali diberi pilihan, maka ia tak akan mau sedikitpun memberikan nyawanya pada yeoja ini. “Kau memang tak tahu apa itu terima kasih,” sindirnya kemudian.

Su Ji tertegun. Kali ini ia merasa sangat bersalah. Minho benar, selama ini ia memang tak pernah mengucapkan kata terima kasih pada siapapun. Kalau pernah pun, mungkin hanya sekali dua kali seumur hidupnya. Itupun hanya untuk berbasa-basi, tidak setulus hatinya. “Kau benar.”

Minho memandang wajah Su Ji yang berbeda dari biasanya. Sekarang ia benar-benar melihat wajah Su Ji tanpa ada unsur keangkuhan di dalamnya. Yeoja itu terlihat lebih cantik dari biasanya. “Tapi malaikat disana tidak mengizinkanku,” ia melanjutkan ceritanya.

“Keuraeyo?” tanya Su Ji antusias. Ketika Minho kembali menatapnya, ia langsung menutup mulutnya. “Aku salah lagi?”

“Ania… Kau hanya kurang pintar menentukan sikapmu,” jawab Minho tanpa melihat ke wajah Su Ji. Lalu ia membaringkan tubuhnya ke lantai kamar Su Ji yang berbalut karpet bulu putih. “Mereka mengatakan, kalau satu-satunya jalan adalah memanfaatkan waktu 60 hari ini dengan sebaik-baiknya.”

“Kalau begitu, kenapa kau tidak melakukannya?”

Minho menatap Su Ji. Setelah ia pikir sejenak, ternyata ada benarnya juga. “Kau benar,” katanya sambil merubah posisinya menjadi duduk di depan Su Ji. “Tapi… kau masih mau meminjamkan tubuhmu kan?”

Su Ji tersenyum lebar. “Keurom! Anggap saja sebagai rasa terima kasihku,” jawabnya pasti. “Tapi apa aku boleh bertanya satu hal padamu?”

“Apa itu?”

“Selama ini aku lihat kau adalah namja yang keren dan cool. Lalu bagaimana rasanya masuk ke tubuh yeoja?”

Minho membelalakkan matanya. Tentu saja ia bingung harus menjawab apa. “Kau tahu, ada satu hal yang membuatku begitu tersiksa ketika masuk ke dalam tubuhmu itu.”

“Mm? Apa?”

“Kau sangat bodoh, Su Ji-ya!”

“YA!” sentak Su Ji sambil melempar bantal ke arah Minho. Ia kaget ketika bantal itu menembus tubuhnya. Minhopun menjulurkan lidahnya. Su Ji mendengus kesal. Benar, Minho memang tidak ada bedanya dengan sesosok hantu!

Choi Minho POV’s

Aku melangkahkan kakiku di sepanjang lobby sekolah pagi itu. Semalam aku memaksa Su Ji agar menyetting jam weker menjadi pukul setengah enam pagi, agar hari ini aku tidak terlambat masuk ke sekolah lagi.

Ketika melewati sebuah cermin yang tertempel di sebuah dinding, aku sedikit terkejut. Lalu aku menghembuskan nafas lega ketika menyadari sesuatu. Karena wajah yang ku lihat sekarang adalah wajah Su Ji. Tentu saja, tidak mungkin bisa ada wajah seorang Choi Minho berkeliaran lagi di dunia ini. Ah, sepertinya aku harus mulai membiasakan diri.

“Hwang Su Ji,” kata sebuah suara yang sangat ku kenal.

Ketika aku mengangkat kepalaku, aku melihat bayangan wajah Key di cermin. Aku membalikkan tubuh Su Ji. Kalau aku masih menggunakan tubuh Minho, maka aku sudah memeluknya dan tertawa renyah dengannya. Sayangnya aku harus berakting menjadi seorang yeoja yang angkuh sekarang. Apalagi mengingat bagaimana sikap Su Ji terhadap Key kemarin. Tidak lucukan kalau tiba-tiba seorang Hwang Su Ji tersenyum lebar pada Key dan memeluknya?

“Mm… kelas kita searah kan?”

Aku dan Key sama-sama terdiam selama perjalanan kami menuju kelas. Aku merasa begitu canggung kalau harus berakting seperti ini. Padahal sebenarnya aku ingin bercerita banyak hal pada sahabatku ini. Tapi karena Su Ji… huft!

“Su Ji-ya…” ucap Key.

Aku hanya menoleh ke arahnya. Aku berharap dia bisa memulai obrolan yang menyenangkan.

“Apa kau pernah bertemu dengan seorang namja yang bernama Choi Minho?”

Aku? Kenapa Key tiba-tiba malah membicarakanku? Tunggu, aku baru ingat tentang satu hal. Apakah Key tahu kalau aku sudah meninggal?

“Dia sahabatku, sahabat terbaikku. Tapi ketika aku tiba di Korea, aku malah menerima kabar buruk kalau ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan,” ceritanya dengan wajah pilu.

Aku merasakan bulu romaku berdiri. Bagaimana mungkin aku bisa mendengar sahabatku sendiri menceritakan tentang diriku yang sudah meninggal? Sungguh, mungkin aku tak bisa mempercayainya. Tapi ini semua adalah kenyataan terpahit yang harus ku terima.

“Aku sangat kehilangannya. Dia adalah orang yang baik dan penyayang. Ya… walaupun dari luar ia terlihat cool dan tak banyak bicara, namun ia adalah orang yang hangat. Ia bisa menjadi sahabat yang baik, ketika aku senang maupun sedih. Kau tahu, betapa senangnya aku memiliki sahabat sepertinya…”

Terima kasih Key, aku juga senang memiliki seorang sahabat sepertimu, itulah kalimat yang sangat ingin kukatakan saat ini. Aku ingin berkata kalau Key juga sangat baik padaku, ia adalah orang yang sangat ramah dan hangat juga. Key selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkahnya yang aneh.

“Su Ji-ya, aku sudah sampai di kelasku,” ujar Key menghentikan langkah kami berdua. Aku menatap Key yang sedang tersenyum. “Terima kasih karena mau mendengar ceritaku,” ucapnya ramah.

Aku memberikan sebuah senyum tipis padanya. Mianhae Su Ji, aku tidak bisa bersikap angkuh pada sahabatku sendiri. Kemudian aku membalikkan tubuh ini. Ketika ku langkahkan kaki kananku, aku berbalik kepada Key lagi. “Key-ya!” panggilku dan untungnya Key masih mendengarnya.

“Ne?”

“Kau… kau juga orang yang baik…”

Choi Minho POV’s END

“Kau juga orang yang baik?” Su Ji menirukan gaya Minho berbicara dengan kesal. Ia menggigit bibir bawahnya. Bagaimana bisa Minho yang tadi merasukinya telah mengatakan serentetan kalimat yang menurutnya tak akan pernah keluar dari mulutnya sendiri?

“Mian… Aku tidak tega padanya. Ia terus menceritakan diriku,” sesal Minho sambil menunduk.

Su Ji mendecakkan lidahnya. Ia benar-benar merasa di kerjai kalau begini caranya. “Ya, Choi Minho…” ia menghentikan kata-katanya. Kalau ingat soal ceritanya semalam, ia jadi tidak tega kalau harus memarahi namja ini.

“Kau marah padaku?”

Su Ji menghela nafas pendek. “Keurae… aku memang sedikit kesal padamu. Tapi tidak ada gunanya juga kan kalau harus marah-marah sementara semuanya sudah terlanjur terjadi. Kali ini aku memaklumimu Minho, tapi mungkin lain kali tidak.”

Minho terdiam. Ia memang lega karena Su Ji tidak jadi marah padanya. Tapi ia hanya merasa aneh.

“Kau terkejut?” tanya Su Ji sambil mengangkat satu alisnya. “Well, kau harus masuk ke dalam tubuhku lagi.”

“Mwo?”

“Hari ini aku ada ulangan. Matematika lagi. Kau tahu kan semalam bahkan aku tak menyentuh buku sama sekali…”

“Chankaman,” sela Minho dan Su Ji menatapnya heran. “Bolehkah aku meminjam tubuhmu untuk menemui Cheon Sa noona?”

Su Ji berpikir sejenak. “Keurae, terserah kau saja karena pulang sekolah aku juga tidak ada kegiatan. Ppali, sebelum ada yang melihat.”

“Ne!” sahut Minho sambil tersenyum lebar. Ia pun melangkah mendekati tubuh Su Ji dan mencium bibirnya lembut.

Choi Minho POV’s

Aku berhenti di depan pagar rumah Jung Cheon Sa noona. Aku berpikir sejenak. Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus aku katakan sementara aku memakai tubuh Su Ji sekarang. Tidak mungkin aku langsung mengaku sebagai roh Choi Minho dan berkata kalau aku sangat merindukannya.

Ah, bagaimana kalau aku berpura-pura menjadi adiknya Minho saja? Aku tinggal mengganti marga Su Ji kan? Lalu aku mengatakan kalau aku menemuinya karena ingin menyampaikan sesuatu yang ingin kusampaikan. Bagus, ide yang cemerlang Minho!

Dengan percaya diri, aku pun berjalan melewati pagar rumah Cheon Sa noona dan menekan belnya. Aku menunggu sebentar dan akhirnya seseorang membukakan pintunya untukku.

“Nuguseyo?”

Mataku langsung berbinar senang ketika melihat Cheon Sa noona. Yeoja itu selalu terlihat cantik di mataku. Noona, aku sangat merindukanmu…

“Nuguya?” ulang Cheon Sa noona dan aku langsung tersadar.

“Unni, apa kau yang bernama Jung Cheon Sa?”

“Kau… dongsaengnya Minho?” tanya Cheon Sa noona sekali lagi, ia seperti ingin memastikan seyakin-yakinnya.

Aku tersenyum lebar dan seramah mungkin. “Ne. Keurom…” jawabku lagi.

“Oh… Lalu, ada masalah apa kau datang ke rumahku?” kali ini Cheon Sa noona mengganti pertanyaannya.

Aku terdiam sejenak sambil bernafas panjang sebelum menjawab pertanyaannya itu. “Ada yang ingin aku sampaikan mengenai oppaku.”

Cheon Sa noona terlihat terkejut menatapku. Kedua matanya berkaca-kaca. “A… Apa itu?” ucapnya hati-hati.

Aku tersenyum lalu meletakkan sebuah buket mawar merah ke meja di hadapan kami. Sontak, Cheon Sa noona meneteskan air matanya saat itu juga. Aku sedikit goyah dan ingin memeluknya saat ini juga. Tapi dengan terpaksa lagi-lagi aku hanya bisa menahan keinginanku. “Minho oppa… sebenarnya dia ingin memberikan mawar ini padamu. Setahuku, oppa selalu memberimu mawar merah setiap ia akan bertemu denganmu kan?” jelasku berusaha mengontrol emosi. Bagaimana mungkin aku menceritakan kisah hidupku sendiri ketika aku sudah meninggal? Ini semua sungguh menyesakkan.

“Apa ia akan memberikan ini padaku?”

Aku menganggukkan kepalaku. “Hari itu, seharusnya Minho oppa pulang dari Busan. Tapi sayang, ia telah lebih dulu mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya,” jelasku.

Cheon Sa noona memeluk buket mawar itu. “Aku sangat merindukan oppamu. Aku begitu ingin memeluknya. Aku sangat takut… Aku takut tidak bisa melanjutkan hidupku lagi tanpanya. Kau tahu, dia bahkan sudah menjadi bagian dari hidupku yang tidak bisa kuhilangkan begitu saja. Aku sudah terlanjur mencintainya terlalu dalam…” ungkap Cheon Sa noona sambil menangis. Tangisannya pun terdengar sangat menyedihkan.

Aku meremas jari-jari Su Ji. Sungguh, aku tidak tega melihatnya sendiri. Aku ingin sekali keluar dari tubuh Su Ji, berharap Cheon Sa noona bisa melihatku dan memeluknya saat itu juga. “Unni, kau hanya perlu meyakini satu hal… Oppaku, ia akan selalu bersamamu, melihatmu dan memelukmu setiap saat tanpa kau sadari.”

Cheon Sa noona berhenti sesenggukan dan menatapku. “Maksudmu?”

“Ne, selama 60 hari pertama kematiaannya, ia masih bisa berada di dunia ini. Jadi yakinilah itu. Kalau kau mau mengungkapkan kesedihanmu, katakanlah. Maka oppa akan mendengarnya. Percayalah…” jelasku yang tak lain dengan mengatakan keinginanku. Ya, mungkin hanya ini yang bisa kulakukan agar ia tak harus kesepian lagi.

“Siapa itu Cheon Sa?”

Aku dan Cheon Sa noona sama-sama menoleh ke arah sumber suara. Aku mengerutkan keningku ketika melihat seorang namja bertubuh kekar dan tampan yang baru saja turun dari tangga rumah. Siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya selama aku masih hidup dulu.

“Ah… Jonghyun oppa,” ucap Cheon Sa noona sambil menyeka air matanya. Lalu aku melihat namja yang kalau tidak salah bernama Jonghyun itu mendekat ke arah kami berdua dan duduk di sisi Cheon Sa noona.

Perasaanku mulai tidak enak. Apa mungkin… Ah, tidak. Cheon Sa noona bukanlah yeoja seperti itu. Meskipun aku tidak melarangnya mempunyai kekasih lain setelah aku meninggal, tapi tidak mungkin Cheon Sa noona menemukan penggantiku secepat ini.

“Su Ji-ssi, dia Kim Jonghyun oppa… tunanganku dan… calon suamiku.”

To be Continued…

 

J  Wah.. udah sampai part 4 aja nih! Ottohke? Aneh ya?

J Kenapa Cheon Sa noona setega itu? Apa benar selama ini ia berselingkuh di belakang Minho? Apakah Minho bisa menerima semua ini?

J Lalu bagaimana dengan kelanjutan hubungan dingin antara Su Ji dan Key? Apakah mereka akan bersama sesuai dengan keinginan Minho? Bisakah Minho menyatukan mereka berdua?

J  Finally, apakah akan ada Taemin? Hehe… tunggu aja chapter-chapter berikutnya!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

22 thoughts on “A Ghost Inside Me – Part 4”

  1. aq selalu senyum2 sbdri klo bc bagian yg cara minho masuk k tubuh suji.. hahaha lwt ciuman.. lol…

    wah… jgn2 dijodohkan tuh cheonsa sm jonghyun… kan cheonsa blgnya cinta yg mndlm sm minho.. *sotoy*

    key… kasian ya.. pdhl baik gtu.. tp suji nolak… sini sm aq aj deh key… kkkkkk

    next part ditunggu

    1. wkwkwkwkwkk… author seneng banget nulis bagian yang itu… X

      ya… sebenernya kasian juga si ma cheon sa… T.T
      ne, gomawo chingu … ^^

  2. yaahhh?? minho udah punya pacar? aku kira diabakal ama suji! 😦
    udah cheon sa ama ojjong aja trus minhonya ama suji!! *maunya*-_-
    aaahhh garela sujinya ama key u,u
    woaahh ada taemin jugakah??
    okedeh ditunggu next partnya! semangat terus buat author! hwaiting!

      1. eheheh.. aku kira ama minho kan maincastnya mereka.. but over all aku suka kok min!! bakal ditungguin ampe tamat kok 😉

  3. Mwooo???jjong tunanganny cheon sa?? Poor minho..pasti sedih…ngenes banget nasibnya minho,,,thor,bantuin donk minho nya…biar suji ama minho aja..
    Key kasihkan aja ma reader,,byk kok yg mau nampung…#aku..aku..
    taem bakal muncul??next part kh?
    onew…onew kpn???

  4. Cheon sa punya tunangan? Aku pikir kayanya di jodohin gitu deh thor ._. Karena ga mungkin dia selingkuh kaan 😦
    Su ji kamu harus suka key oppa, kalo ga buat aku ajaaa #plak
    Taemiin oppaaa!! 😀 ayo thor masukin taemiin oppa hehe, oiya thor onew oppa juga ga ada ._.
    Ayoayoayo thooor ditunggu kelanjutannyaaaa 😀

  5. kalau cheonsa bener mau nikah sama jonghyun biarin aja biar minho lupain cheonsa trus move on ke Suji. hehe. keren ff nya ^,^;;

  6. MANA INI AUTHORNYA?! *caps jebol*
    unnie bikin nyesek!! T-T
    yg bagian key nyeritain minho. Nyesek sumpah. Ngebayangin klo sahabat aku kyk minho trus aku ceritain *amit2!!* pasti sedih T-T sumpah bayangin minho dgr cerita dr cheonsa sm key itu…. NYESEK to the MAX! -.-

    dan sukses hancur rasa terharu setelah bagian key ketika adegan minho mencium suji untuk masuk tubuhnya. LOL aku ngakak di situ /jdeeeer!

    Lama2 jatuh cintrong deh si minong -,- jgn2 pas hr ke 60, nanti suji nangis lg minho naik k surga (?) ahhh jgn cpt2 60 hr dong! Aku ga siap nyesek /plak

    tp peduli lah /duagh. FFnya kelewet bagus T-T smangat lanjutannyaaa unnie! :3

  7. WHAT???!!! SUJI NOLAK KEY?? Wahh,, nih anak gx tahu ajj klo disini banyak yg ngrebutin Key biar bisa deket sama namja mata kucing ini,,,hehehe

    Aku bete,, bete,, bete ahh.. Bete sama Suji… Dia egois banget!! Gx ngerasa bersalah dan mengucapkan terimkasih.. Padahalkan Minho udd ngorbanin separuh jiwanya (kayak lagunya anang ya?? Hehe) buat dia…. Mana aku nyesek lagi pas bagian Minho cerita ttg persahabatannya dg Key… Minho baik bangettt…. Trs juga yg pas dia ketemu Choensa,,, Huhuhu T.T….. Ehh,, tp knp choensa bisa lgsg tunangan sama Jjong.. Wahh,,, perlu diselidiki ini mahh…kkkkk #ngekkk

    Ok dehh,, cukup ber-BT dan galaunya.. Kita tunggu next part-nya…… Semangat author!!!XDDD

  8. haaaa makin seru!! Cheon sa udh punya tunangan? Kasihan banget minho-,- dan mengapa suji nolak key? Astaga suji suji… Chapter 4 banyakin bagian suji key ya thor, buat suji menyukai key. Okay ada taemin… Ditunggu lanjutannya ya thor! Fighting!

  9. Aigooo~ tambah geregetan aku baca part ini. hahaha SuJi kekeuh sm pndriannya gasuka sm Key u.u

    Kyknya sih Cheon Sa sm Jjong dijdohkan ituuu, kasian amat Minho cobaanya bnyk bnget, udah mninggal skrg pcrnya udah dpt calon suami lg u.u

    Aaah smpet sedih pas scene Key nyeritain Minho itu, mreka shbatan bnget ya. komennya sgini aja, aku nungguin part slnjutnya authooor~ 😀

  10. waahhh jjong tunangan’x cheon sa?? kasian minho, kaget + sakit hati tuhhh..
    su ji mo ma minho atau key gamasalah..
    tpi key baik bgt ma su ji, kasian klo ga jdi ma su ji.. ya udah deh nunggu part selanjutnya aja..

  11. Mulia banget salah satu tujuan Minho meminjam tubuh Su Ji adalah untuk membantu Key, sahabat baiknya.

    Apa sih yang tidak disukai Su Ji dari Key? Tampan iya, ramah iya. Ck-ck-ck, Su Ji, kau sudah melewatkan pangeran tampan di hadapanmu.

    Secepat itukah Cheon Sa menemukan pengganti Minho? Bahkan saat mengatakan Jonghyun adalah calon suaminya seperti tidak ada beban sama sekali, sementara ia tahu Su Ji yang mengaku adik Minho sedang bersamanya. Wah, ini pasti menyakitkan bagi Minho kalau memang Cheon Sa berselingkuh di belakangnya.

    Nice story. Lanjut!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s