Pengganggu – Part 2

Title                       : Pengganggu (part 2)

Author                  : Lee Jongki

Main Cast            : Jinki, Jonghyun, Taemin, Kibum

Support Cast      : Minho

Length                  :  1.706 words (sequel)

Genre                   : Friendship, drama

Type                      : Alternate universe

Rating                   : PG-15

Summary             : Jonghyun likes to bully Jinki for some unknown reasons. What will Jinki do?

Warning               : Mild violence, swearwords, school bullying, shounen-ai

Jinki tinggal di sekolah lebih lama malam itu, membantu guru Matematika kelas 10 menilai ulangan siswa. Keluar dari kelas ia menguap dan berjalan melewati lorong yang kosong.

Ia membuka pintu sekolah. Wajahnya menabrak sesuatu yang tampaknya seperti sebuah pohon. Ternyata seorang anak laki-laki tinggi kurus seperti tiang listrik bermata besar dengan hidung yang terpahat sempurna. Bibir kecil tapi tebalnya berkerut dengan gaya tenang.

“H-hai?” sapa Jinki saat anak itu agak memandang ke bawah; langsung ke matanya.

“Hai. Aku Minho. Bisakah kau ikut denganku, pacarku ingin bicara denganmu.”

Jinki sering mengkhayalkan bagaimana ia akan mati. Hampir selalu Jonghyun sebagai pelaku utama yang bertanggungjawab atas kematiannya. Misalnya, suatu hari Jonghyun menabraknya dengan bus dalam perjalanan pulang dari sekolah. Sebuah khayalan yang lebih kejam menyangkut hewan-hewan buas dan Coloseum. Tapi tak pernah terbayang ia akan dikeroyok oleh sekumpulan penyuka sesama jenis; hal itu tepatnya yang ia pikirkan saat Minho mencengkeram lengan atasnya dan mendorongnya ke halaman sekolah.

“Mmm.. Aku turut berbahagia untukmu dan pacarmu, tapi-“

“Oh. Diamlah Jinki,” terdengar suara familiar dari area yang diterangi cahaya lampu. Kibum duduk di atas meja piknik berkacak pinggang, kakinya yang ditutupi sepatu boot kulit bertali disilangkan dengan anggun di bangku.

Si tinggi melepaskan lengan Jinki lalu berjalan ke sisi bangku, menguap dengan keras dan meregangkan tangan. Jinki menggigil. Ia merasa seperti berada dalam film mafia. “Aku tak punya uang. Sumpah. Aku bahkan tak punya pekerjaan,” ceracaunya, merogoh sakunya dan mengeluarkan recehan. Kibum sibuk merapikan jaket Minho sementara pacarnya memandang sekeliling dengan bosan.

Akhirnya Kibum memandang Jinki dan berdiri di atas meja, kakinya terbuka lebar. Jinki membayangkan Kibum adalah raksasa, menunduk ke bawah pada anak buahnya, “aku nggak mau uangmu. Aku cuma mau ngomong.”

Angin berhembus meniup jaket mereka. Mata gelap mereka semakin kelihatan mengancam detik demi detik.

Jinki menelan ludah, “baiklah. Apa yang ingin kau katakan?” ia mencicit.

Kibum meletakkan tangan di bahu Minho dan melompat turun, “kamu nggak bisa berhenti.”

“Aku harus berhenti, Kibum. Dia itu iblis. Kau lihat bagaimana dia..tunggu, kau bahkan menolongku satu kali itu!” kata Jinki, mengingat kata-kata Kibum.

“Aku ngerti. Saat pertama kali membuat kalian menghabiskan waktu bersama berhasil. Tapi kurasa kebiasaan mengganggu Jonghyun sudah sedikit menyimpang,” hidung Kibum berkerut dengan sikap tak suka, “jadi, kamu harus tetep ngajar Jonghyun. Sebenernya Jonghyun itu baik, cuma..dia punya nama buruk. Kamu tau ‘kan SMA itu seperti apa. Aku yakin kalo kamu modis, orang-orang nggak akan mandang kamu sama lagi, ya ‘kan?”

Jinki harus berpikir sebentar sebelum menyadari ia telah diejek dengan acuh tak acuh, tapi ketenangan Kibum membuat Jinki hampir tersenyum dan mengangguk pada ejekan terhadap selera fashionnya.

Jinki menunduk memandang kakinya, “tapi Jonghyun akan menggangguku lagi.”

“Begini, aku sudah lama kenal Jonghyun. Dia..katakan, salah satu alasan aku balik ke sekolah karena aku tau hal seperti ini sedang terjadi. Jonghyun sering curhat.”

Ekspresi tenangnya berubah menjadi seperti sedang memohon kemurahan hati dengan sangat, “tolong beri Jonghyun kesempatan sekali lagi. Aku janji kali ini nggak akan mengecewakan. Hari ini Jonghyun jadi aneh sekali sejak kejadian itu. Aku takut,” ia hampir merengek.

“Aku..baiklah.”

Kibum memekik dan memeluknya dengan erat, membuat mata Jinki langsung melayang dengan gugup ke arah Minho yang memandangnya tanpa ekspresi. Tapi saat si tinggi melihat ekspresi ketakutan Jinki mulutnya terbelah jadi seringai lebar.

Kibum mundur dan tersenyum, “aku tau. Kamu anak yang baik. Kamu akan liat Jonghyun besok. Coba ngomong sama dia kali ini. Oke? Sukses ya,” ia berjalan melenggangkan pinggul ke arah Minho dan menariknya berdiri, “dah Jinki.”

“Dah Jinki.”

“Dah..teman-teman.”

-0-0-0-0-

Hari berikutnya di sekolah tak terjadi apa-apa. Ia tidak tersandung kakinya sendiri ketika berjalan ke kelasnya, disiram air selokan saat mengantri di kantin, mendapat benda aneh dalam makanannya, dilempar kantong plastik berisi muntahan, atau dihantam di belakang kepala dengan karung tinju yang diisi potongan kaca.

Saat makan siang ia duduk bersama Taemin; berusaha keras menceritakan kejadian malam sebelumnya. Mimik Taemin berubah drastis dari satu bagian ke bagian lain sampai Jinki merasa ia sedang menjelaskan alur sebuah film drama. Ia bahkan setengah berharap Taemin akan bertepuk tangan saat ia selesai, tapi Taemin malah mencondongkan badan, “menarik sekali hyeong. Jadi nanti malam kau bertemu dengannya lagi?”

Jinki mengangguk dengan sedih, memandang nasi gorengnya, “tapi malam ini orangtuaku pergi. Seandainya Jonghyun mencoba membunuhku mereka tak akan bisa menolongku.”

“Jangan khawatir Jinki-hyeong. Mungkin dia tak akan membunuhmu.”

“Mung-sial, Taemin.” Jinki menyendokkan nasi ke mulutnya dan merenung beberapa saat sebelum bicara, “kau tahu, jika dia mencoba melukaiku, aku percaya aku bisa melawannya,” katanya dengan congkak sambil menegangkan otot lengan dan mendorong kacamata lebih tinggi di hidung dengan tangan satunya.

Taemin memandangnya dengan muka datar, “oke. Terserah kau saja hyeong.”

-0-0-0-0-

Pada pukul 7 tepat bel rumah Jinki berbunyi. Jinki melompat dari kursi dan berlari ke bawah, melihat melalui lubang intip. Hanya puncak kepala Jonghyun yang terlihat. *Jonghyun itu agak pendek, ‘kan?*

Jinki membuka pintu, “hai.”

“Hai,” Jonghyun tersenyum ragu-ragu yang dibalas senyum kikuk oleh Jinki.

“Ma-masuklah,” ia bergeser sedikit agar Jonghyun bisa masuk ke dalam. Tiba-tiba kucingnya yang sedang duduk di lantai mengeong. Jonghyun mendekat, membungkuk, dan mengelusnya.

“Aku minta maaf Jonghyun. Kemarin aku jengkel sekali. Kau bisa memahaminya ‘kan?”

Jonghyun tidak menanggapi Jinki, hanya memandangi kucingnya, “jenisnya apa?”

“Abyssinian. Namanya Donghwa,“ ia berkata pelan-pelan, takut Jonghyun akan bereaksi seperti sebelumnya.

“Dia imut,” ucap Jonghyun sebelum mengambil tasnya dari lantai dan berdiri, menunggu Jinki untuk memandunya ke lantai atas.

Ketika mereka telah berada di kamar Jinki ia memutuskan untuk mencoba berbicara dengan Jonghyun dan membuatnya bicara lebih banyak. “Jadi kau kenal Kibum sejak dulu?”

Jonghyun menengadah, “kenapa? Kalian ngobrol?”

“Sedikit.”

Jonghyun menegakkan duduknya, tiba-tiba kelihatan gugup. “Dia ngomong apa?”

“Bukan hal yang penting. Kibum bilang aku harus membantumu karena nilaimu kurang,” Jinki memilih untuk tidak memberitahu Jonghyun secara rinci.

Jonghyun mengangguk, “jadi kenapa kamu setuju?”

“Aku merasa tidak enak. Kau jelas-jelas bermasalah.”

Sorot mata Jonghyun berbahaya.

“Maksudku, uh, masalah yang aku maksud adalah nilaimu dan kau..kau suka mengganggu, Jonghyun.”

Jonghyun menyipitkan mata dan menjilat bibir bawahnya, “iya. Aku emang pengganggu.”

“Kenapa aku? Kenapa kau sering menggangguku?”

Bahu Jonghyun terangkat, “nggak ada alasan. Kamu gampang diganggu karena kamu culun.” Jika Jinki adalah karakter dalam komik maka ia akan terjatuh dari kursi secara dramatis untuk menunjukkan tingkat rasa malunya.

“Tapi masih ada anak-anak culun yang lain, Jonghyun. Sudah setahun kau melakukannya. Sesungguhnya anak-anak yang sudah kau ganggu berterimakasih padaku karena aku satu-satunya sasaranmu sekarang.”

Jonghyun tertawa lebar, “jinjja?”

Sudut bibir Jinki menyunggingkan senyum, “iya.”

“Nggak tau. Aku udah kayak gini dari dulu. Cuma Kibum yang bisa ngerti aku. Tapi sejak dia keluar dan ketemu pacar bodohnya itu aku hampir nggak bisa ngomong-“ Jonghyun berhenti, sadar dirinya sudah keceplosan.

Jinki tidak mendesaknya dengan kata-kata, sebagai gantinya ia memandang Jonghyun dan memiringkan kepala, menunggu.

Jonghyun mendesah, “aku hampir nggak bisa ngomong sama Kibum lagi. Waktu dia masih di sekolah aku nggak apa-apa, tapi setelah dia keluar kebiasaanku tambah parah.“

Jinki mengangguk, “sekarang dia sudah kembali, ‘kan?”

“Nah, aku udah bilang, si tinggi sialan itu selalu nempel-nempel Kibum.”

“Kau bisa curhat padaku.”

“Curhat sama kamu? Nggak akan tambah baik.”

“Tidak akan bertambah buruk juga, ‘kan?”

Jonghyun memandang bukunya, “bisa nggak kita belajar saja?”

“Oke,” Jinki mendekat.

Malam itu berlalu seperti malam sebelumnya; diisi dengan lelucon santai dan sentuhan kecil yang tak membuat tulang patah. Jinki memperhatikan punggung tangan Jonghyun menutupi mulutnya saat ia tertawa tapi terkadang Jonghyun lupa dan mulutnya akan terbuka lebar, bibir bawahnya ditekan dengan keras ke bibir atas ketika dihadapkan dengan soal yang sulit.

Ketika selesai mereka menuruni tangga dalam kesunyian.

Jinki mulai memakai sepatunya.

“Ngapain kamu?” Jonghyun memandangnya dengan bingung.

“Mau minum?”

Sudut mata Jonghyun berkerut saat ia tersenyum, “ayo.”

-0-0-0-0-

Jonghyun sudah menghabiskan tiga gelas bir saat kata-katanya mulai tidak jelas. Jinki baru saja memulai gelas keduanya.

“Bocah kecil itu, siapa namanya, Tembi?”

“Taemin.”

“Ya, itu maksudku. Kenapa kamu bergaul sama dia?”

Jinki tersenyum, “dia temanku.”

“Sebenarnya aku hampir memukulnya sekali saat aku tau dia sering bersamamu.”

Jinki meneguk bir dan mengernyit, “kenapa?”

“Dua anak culun bergabung. Jadi, jumlah anak culun bertambah. Bikin jengkel.”

“Kau tidak pernah menggangguku sampai tahun lalu,” Jinki menatap Jonghyun yang menenggak habis gelas keempatnya, “padahal kita selalu sekelas.”

Jonghyun mengangguk dan bersendawa, “karena saat itu Kibum pergi, jadi aku nggak bisa…”

Jinki menaikkan sebelah alis dan menunggu Jonghyun menyelesaikan kalimatnya, tapi Jonghyun menggeleng, “lupakan. Cabut yuk. Besok aku ada ulangan.” Ia tersenyum malas.

Jinki menarik lembaran uang kertas dari sakunya dan menaruhnya di meja.

Di luar, Jinki harus sigap menangkap bahu Jonghyun memastikan ia tidak tertabrak kendaraan yang lewat.

“Kau tahu,” Jinki memulai, “Taemin bilang orang senang mengganggu seseorang saat dia..menyukai orang itu.”

Jonghyun berjalan terseok-seok. “Bocah sialan. Aku akan menghajarnya besok,” gumamnya. Ia tersandung sepatunya sendiri dan jatuh terduduk.

Jinki mengulurkan tangan. Jonghyun menerimanya dengan rakus dan mendorong dirinya keatas. “Dia bocah yang pintar.”

“Maksudnya?”

Jonghyun tidak menjawab. Ia malah melangkah ke depan, menjilat bibirnya dengan gugup. Ia mengangkat tangan dan dengan malu-malu meletakkannya di belakang leher Jinki.

Jinki diam membatu. Ini adalah pertama kalinya Jonghyun menyentuhnya tanpa menggunakan kekuatan yang berlebihan. Dan rasanya menyenangkan.

Ia memandang Jonghyun yang baru sekali ini terlihat lemah. Jinki tahu ini tidak ada sangkut pautnya dengan alkohol. Mereka berjalan lagi, pura-pura tidak terjadi apa-apa.

Ketika mereka sampai di depan rumah Jinki, ia menyadari ada dua sosok berdiri di luar. Dari tingginya ia dapat memperkirakan bahwa mereka berdua adalah Kibum dan Minho.

Kibum berjalan mendekat, “kalian membuatku takut! Kukira kalian diculik atau dibunuh. Dari mana- yah, kau mabuk?” Hidungnya mencium bau alkohol dari mulut Jonghyun.

Jonghyun menyeringai, menggoyangkan telunjuk di bawah hidung Kibum. “Aku nggak mabuk, tolol.”

Kibum memutar mata lalu menyeret Jonghyun ke arah Minho yang masih berdiri di tempat. “Kuharap kalian sudah bersenang-senang tadi.”

“Oh, dia disini,” Jonghyun menggumam pada Minho yang ditanggapi Minho dengan menyipitkan matanya.

“Sampai ketemu di sekolah, Jinki,” ucap Kibum dari balik bahunya. Bibirnya bergerak mengucapkan ‘terimakasih’ tanpa bersuara.

Jinki tersenyum dan berseru, “tak masalah! Belajarlah sebelum ulangan, Jjong!”

Jonghyun melambai lemah padanya sebelum mereka bertiga menghilang di persimpangan.

Jinki menarik nafas dan duduk di tangga.

Setengah bagian dari dirinya bergembira atas kejadian hari ini, tapi setengah bagian yang lain masih ragu apakah permasalahannya sudah beres. Rasa takut bangkit saat ia membayangkan bagaimana Jonghyun akan bertindak besok di sekolah saat mereka diamati oleh lusinan siswa.

Lebih dari itu Jinki mulai berpikir bahwa yang dikatakan Taemin benar adanya: sikap si Pengganggu terhadapnya bukan disebabkan oleh kebencian tapi awal yang pahit dari sesuatu yang lain.

To be continued…

                안녕하세요. 제 이름은 이 종기 입니다 (Annyeonghaseyo. Je ireumeun Lee Jongki imnida). 😀 *telat banget kenalannya T,T*

                Mungkin ada yang bertanya-tanya aku sebenernya namja ato yeoja gara-gara namaku yang maskulin banget dan kebiasaan manggil nuna dan dipanggil oppa. Adakah? Nama aneh ini kuperoleh dari 2 biasku, yaitu Jonghyun dan Jinki. I love them so much sampe ngoleksi gif, video, foto, fanart, dan lagu duet mereka buanyaaaak banget. Kalian boleh manggil aku Jongki ato oppa tergantung keyakinan kalian masing-masing. Jebal, jangan panggil aku eonni ya. ‘Kay? Karena Jongki-eonni kedengeran nggak enak banget gitu. Jongki-oppa baru bener. ^^

                I have NEVER mentioned whether I’m a girl or a boy explicitly. But I’m sure you can find it somewhere in this blog, though. Good luck! Hwaiting! \(^w^)/ #jongkisangtaekumat

                Kalo udah ketemu jangan kecewa, alright? Karena apapun gendernya yang penting hatinya Shawol. #kutipanandalan

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

26 thoughts on “Pengganggu – Part 2”

  1. CIEEEE JONGKI OPPA CIEEE (?)
    FFnya daebak! Tp aku lupa udh pernah bc apa blm part 1nya #duaghhh
    wkwkwk “jonghyun agak pendek, kan?” wkwkwkw ngakak di situ !
    Trus yg “dr tingginya itu kibum dan minho” wakakaka tinggi badan lagi XD

    jjong rada2 sadis ye -_-

    dan baru sadar itu minho sm kibum ya! *kesenengan*

    aih taemin jd tembi XDDD
    jinki jg jd rada2 gimana getoh wkwkwk.

    Dan yg bkin ngakak cuap2mu di akhir!
    “Jongki-eonni” sounds good fo me :3 /ditendang
    dan aku tahu dirimu namjaa! XDD eh klo bukan pun aku ga pduli ngahahaha *gila*

    terus berkarya oppa! Aku menunggu karya2mu! *bawa pulang minkey (?)*

  2. akhirnya keluar juga part 2-nya.
    tapi, kenapa lagi enak baca mlh tbc?
    sungguh mengganggu tbc itu.
    agak kaget pas tahu Kibum itu pacarnya Minho.
    brsa baca yaoi. kekekeke (jongki oppa: -_-)
    yeah, orng yg suka mengganggu biasanya bkn krna benci tpi iseng atau nggak suka sma orng itu. klo di film2 sih gtu :p hehehe
    hahah, sprti biasa, Ff dri Jongki oppa bs mengocok perutku. kekeke
    kocak, si Jinki di jahilin parah bgt.
    agak gak tega Jinki di sini jadi cupu.
    kau mmng telat mprknlkn diri oppa.
    sperti yg ku tebak namamu di ambil dri nama Jonghyun dn Jinki.
    kamu-kan JongYu shipper jdi mudah utk menebaknya.
    hehe.
    gk trllu mmprmasalahkan gender.
    yeah sprti katamu, oppa. ‘Yang terpenting hatinya shawol’.
    Overall, FF-mu daebak oppa!
    Jongki oppa Jjang! 🙂

    1. Jongki-yaaaa!!! Di part ini datarrrrr yaaaaa??? Si Jjong gx terlalu ngebulli Jinki habis-habisan kayak di part kemarin ya??? Ehm,,, sepertinya ngebulliy Jinki jadi bahan pelampiasan atas kepergian Key eaaaa??? Huahahaha… Ternyata ehh ternyata si Jjong little cemburu sama si Minoooongg…. MinKey?? Itu si Baby Tae gx cemburu apakah?? Si Froggy macarin emaknya..wkwkwkw mana jadi Taebi lagiiiiii….. Dan kenapa sihhhh…. Masalah tinggi badan selalu dibawa-bawa… Nasibmu Jjong!! Tambahin bangku gih biar kelihatan makin tinggi.hehehe

      lagaknya,,, si Jjong mulai add sesuatu sama Jinki ya?? Dan sesuatu itu hanya Jjong-Jinki-Jongki dan tuhan yang tahu pastinya…..huehehehe

      I know you so well Jongki-ya… Bener katamulahh… Apapun gendernya yang penting hatinya shawol. Apapun biasnya yang penting cinta dehh.. Apapun makannya yg penting Key milik sayalahhhh…… #ngekkkk

  3. Hhmm mian oppa baru komen d part ini… Jdi jjong kayak gini karna kibum dkt ama minho ya ?? Agak lupa ama cerita sebelumnya..
    D tunggu part selanjutnya !!?

  4. AKHIRNYAHHH PENGGANGGUNYA KELUAR \m/. Senangnya hatiku~ turun panas demam~ lalalalalalalala~ #TazkiaMulaiDehGaJe-_-. Minho pacarnya Key…? #Shock. Lalu apalah arti 2min?? #MulaiMendramatis. Jongki Oppa, Taemin belum punya pacar ‘kan? Ehm…ehm…gimana kalau saya aja yang jadi pacarnya? Kekekeke~ #Maunya.

    Nggak sabar nunggu part 3 nya Oppa XD. Hwaiting Oppa~

  5. gak yakin udah baca apa belum ya yang part 1? hehehe mian oppa .__.v

    hmm waktu tahu kalo minkey pacaran, berasa aneh yaa pantesan aja si jjong jadi suka nge-bully jinki #soktau #digampar Jongki oppa

    ditunggu part 3nya oppa 😀

  6. Kibum dekat sama Minho buat Jonghyun kecewa. Pelampiasannya ke Jinki yang dianggapnya culun. Di antara banyak orang culun, tapi cuma Jinki yang terus dijadikan sasaran Jonghyun. Hmm… Hmm…
    Nice story. Lanjut!

  7. Nyuhuuii part 2 keluar~ \^o^/
    Sebenernya aku udah baca part 1, tapi laptopku lagi error. Penuh berjuangan untuk komen sekali saja #drama Maaf oppa, hehe (_ _;;)>

    Ya ampun, ternyata Key jadi pacarnya Minho… Rasanya aku belom putus sama Minho deh XD *diinjek Flamers*
    Aku rasa Jonghyun itu mau berteman sama Jinki. Tapi dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya(lho?)

    Keren Oppa >w<d
    Part selanjutnya aku tungguin! 😀

  8. anyeong salam kenal,, aq baru nemu ff ini, jd tadi sebelum aq baca aq meluncur dulu buat nyari part 1nya dan hasilnya aq sangat suka ff ini, itu bener ya?? kayaknya si jonghyun itu suka kan sama jinki??

  9. KYAAAA,,JONGKI!!!
    Akhirnya nongol juga,,setelah nunggu berabad-abad lamanya,,,,

    Eh,ini yaoi atau gimana sih? Kok Key pacaran sama Minho?? Udah gt kayak-kayaknya Jong cemburu Key jadian sama si keroro,,terus dia naksir Jinki kayaknya,,,
    Ah, whatever-lah,,,Aku gak peduli,,yg penting aku suka bgt sama FF ini,,,

    Dan…aku membenci 3 huruf itu,,,T to the B to the C!!!! Padahal lagi seru-serunya baca,,,,

    Eia,,FF kamu kepilih yah?? Chukae, Jongki-ya,,,#Poppo Key (lho?)

    Mau kamu cewek, cowok atau apalah itu,,I don’t care lah,,,yang penting kamu Lee Jongki berhati Shawol,,,
    Bias kamu Jong kan?? Tapi kenapa dia dinistakan dengan terus-terusan ngebahas masalah tinggi badan,,,kekekekeke

    Okelah, cape juga cuap-cuap gak jelas gini,,,
    Noona tungguin lanjutannya,,,pasti lama deh….
    Bye Bye

  10. yah, tiba tiba udah tbc aja nih… penasaran apa alasan sebenarnya Jjong ganggu jinki. masa gara gara kibum pergi + jinkinya culun. gak etis aja gitu

  11. Yeah.. Jongki bener2 kembali.. Aku ga peduli mau namja ato yeoja.. Yg jelas aku kangen bgt sama ff2nya.. Orangnya jg dch.. Wkwkwk~
    hmm.. Kayaknya si jjong agak cemburu yah sama minoo..
    Aku setuju sama jongki kalo lg nistain jjong dgn masalah tinggi badan.. Padahal dia bias aku.. Hahaha..

  12. ohh,aku tauuu….
    jonghyun bisa segitu kejamnya ma jinki karna dia lgi sakit hati masalah kibum yang udah nyelingkuhin dia *minkey*.Ketauan jjong selalu kesel kalo udah ngomongin tentang minho.
    Jadi dia melampiaskan kekesalannya itu pada jinki,karna ia tahu jinki orangnya culun dan tak mungkin melawan jjong.
    Tapi pada hari” selanjutnya mungkin jjong punya alasan lain untuk ngebully jinki,mungkin karna ia ingin menyembunyikan perasaan anehnya.

    tapi part ini kayaknya adem-adem aja,si jjong ga sekejam di part 1,
    apa mungkin…….ehmm,si jjong bener” udh ada rasa ma jinki.
    waaaahhhh…….oppa,jdi makin cinta ma jongyu couple.

    cuma enam huruf………LANJOT!!!…
    entah oppa namja or yeoja,yang penting hatinya tetap pada shawol terutama onhyun,,,
    masalah username aku dah tau pas pertama kali liat nama oppa…
    JOnghyun-JInki=jongki.

    baiduei,,,pengganggu tuh sampe berapa part???
    HWAITING OPPA!!!
    *biasaa…aku orang yang ga nyambung klo komen*

  13. Jongki’s back jongki’s back back back back yeah yeah yeah *backsound:gelas,kaca,piring pecah* oke ckp intro g jelas ini …

    jongki d part ni konfliknya krg pedes y cba tmbhin 2 biji lg mgkn bkl pedes deh *dikate rujak bu!* he..part dpan yg pedes y konfliknya klo perlu hot ga pke summer *paansih*

    udah jjong klo mang suka tembak aja ga sah malu2 pke ngejailin jinki terus,g bkl diomelin ma key org c kunci jg sbk b2an ma kodok..
    bedewe minho ma key pacaran??? *shock so imut* aduh minho knp kmu pcrn ma kimchan syang,trs nsibku gmna?taemin jg ma siapa??? y dah taem ma nuna aja yu kita nonton ss4 di sawah *galau ga bsa nonton ss4* *sigh*

    y sutralah komen ga jelas… part 3 jo kesuen nggih mbakyu kangmas jongki… eh ff oneshootnya blm ada lg y?? Di tunggu ja deh hsil imajinasi liarmu itu SEMANGAT…

  14. keluar dari hiatus bentaaar. Ahaha~

    Ngakak pas baca adegan Key benerin bajunya Minho. So sweet yet a bit scary #eh

    wah, wah. Jjong mulai menunjukkan cintanya pada Jinki. Aih, kenapa jaim begitu? Langsung tembak dan cerita ini akan tamat *ditampar reader lain* sorry, cuma bercanda ._.v

    Daebak, penuturannya ringan banget. Love this story ^^;;

  15. Horeee akhirnya keluar juga part 2nya! *seneng* Jadi Jonghyun itu cemburu sma Key-Minho? Shounen-ai kan ya? –” Aku paling suka pas Jonghyun nyebut namanya Taemin jadi ‘Tembi’ lucu wkwkwkw 😀 Tapi ngomong2 oppa, aku pernah baca di guestbook ada yg namanya Lee Jongki dan itu yeoja! Tapi aku setuju kata Van-MinKeycode yeoja ato namja aku ngga peduli, yg ptg karyanya 😀 Next part jg lama2 ya 😉

  16. omo omo omo!!! gara2 ujian hyunnie ga’ tau kalo ada ff sekeren ini!!! huaaaaa!!! ga’ sabar pengen liat kelanjutannya!!! Fighting, oppa!

  17. Yo, mamen! Mian beribu mian (?) baru bisa komen sekarang. hehe
    Walaupun udah baca berbulan-bulan lalu, tetep aja ngakak XD Tembi… hahahaha. Minkey ❤ hahaha.
    Btw, baca komen2 di atas, mereka udah nebak kalo nama kamu akronim dari Jonghyun+Jinki. Jangan-jangan, mereka juga udah tau asal-usul namaku? hoho #nggakpenting
    Saengi, neol bogo shipeo T.T seminggu nggak ketemu kangen sekaliiii. huhuhu #malahcurhat.
    Aku belum baca part selanjutnya. Ayo ditunggu. Semoga ada laba-laba lagi (?)
    Sangi jjang! XD

  18. Part 2 yang aku tunggu~
    Kenapa anak sma udah minum bir sih?!

    Aku udah tau gendermu kok. Tenang aja. 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s