10 Reasons

Title                 : 10 Reasons

Author             : Lee Minsa

Main Cast        : Choi Jiyoong, Jo Minjung, Lee Taemin, Choi Minho, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Park Sanghyun, Bang Chulyong, Jung Byunghee

Genre              : Romance, Friendship, Bromance

Type/Length    : Oneshot

Rating              : General

Summary         : AnnyeongJ maafin aku dan ff ga jelas ini, dan maaf kalau castnya gak semuanya ada karena kalau aku kasih tau akhir ceritanya malah ketauan. Jadi, aku mau main tebak – tebakan di ff ini, nebak siapa yang disukain sama Jiyoong dan yang nembak Jiyoong. Maaf kalau ga jelas dan aneh. Mian. Mian readers*bow*

=Choi Jiyoong POV=

‘I think i’m ugly, and nobody wants to love me, just like her i wanna be pretty, i wan–‘ lagu itu berhenti setelah aku menyentuh lambang stop di handphoneku. Dengan malas aku bangkit dari tidurku, dan menyingkirkan selimutku ke samping. Aku beranjak dari ranjang, dan berjalan dengan gontai menuju toilet.

Aku mengamati bayangan wajahku yang ada di cermin toilet. Huh, kenapa wajah mengantukku kelihatan aneh sekali? Aku membasuh wajahku dengan air segar, lalu mengamati wajahku lagi dicermin. Ah, ini lebih baik.

“Jiyoong ya! Kau sudah siap? 15 menit lagi kau akan berangkat!”, ummaku berteriak dari bawah.

Hah? 15 menit? Aku melirik jam digital yang terletak di atas wastafel. MWO? Jam 6.15? Aish kenapa aku bangun telat?

Aku cepat – cepat mandi dan membereskan semua perlengkapan sekolahku yang masih tersimpan diatas meja. Aku menyibakkan tanganku lalu memasang jam digital biru favoritku. Aish, sudah jam 6.29? Tinggal satu menit lagi?

“Jiyoong ya cepat kebawah atau oppa akan meninggalkanmu,”, sekarang Minho oppa, oppa ku yang sangat menyebalkan, meneriakiku dari bawah.

“Ne aku tau, tunggu sebentar aku akan kebawah,”, aku balik meneriakinya, lalu mengambil tasku dan sepatu kets biruku.

Aku berlari dengan cepat ke lantai satu rumahku, lalu mendapati Minho oppa yang sedang mencari – cari sesuatu. Aigo, ada apa lagi ini?

“Ah, Jiyoong, kajja bantu aku mencari kunci mobil,”, ia menyahut datar tanpa menoleh sedikitpun.

“Mwo? Oppa, kita akan telat,”, aku berkata manja, tapi Minho oppa membalas ucapanku dengan tatapan tajam, “ baiklah tuan muda Choi,”, aku menurutinya, takut emosinya akan tersulut dan berakhir dengan pertengkaran.

Aku mencari – cari kunci mobil Minho oppa ke tempat yang biasa oppa gunakan untuk menyimpan barang penting, tapi kunci itu belum ditemukan juga. Aish kenapa oppa ku ini hanya mau pergi kesekolah kalau memakai mobil.

“Ah ketemu!”, ia berseru kegirangan sambil mengangkat kunci itu tinggi – tinggi.

“Dimana?”, aku bertanya sambil membenarkan posisi poniku.

“Tasku, ah kajja kajja pakai sepatumu,”, Minho oppa berkata sambil tersenyum, lalu berjalan meninggalkanku yang masih memandangnya dengan bingung. Aish kenapa oppaku ini begitu pelupa dan menyebalkan?

Aku memakai sepatuku, lalu berlari menyusulnya. Minho oppa sudah mengeluarkan mobilnya dari halaman. Aku berlari ke luar rumah, lalu memasuki mobil sport yang diberikan appa sebagai hadiah ulang tahun oppa.

Aku mengamati oppaku. Oppaku tinggi, atletis, cool, dan memiliki karisma yang bisa membuat semua yeoja menatapnya. Sedangkan aku, pendek, badanku kurus tapi pipiku chubby, tak bisa melakukan olahraga, dan menurut orang lain aku itu kelewat cute untuk anak SMA.

“Ya! Kenapa melihatku seperti itu?”, Minho oppa menyahut kearahku, dan lamunanku langsung terhenti.

“A.. ani, oppa bisa cepat sedikit?”, aku berkata, berusaha untuk mengalihkan perhatiannya.

“Aku bukan supirmu, lagi pula kita sudah sampai. Cepat keluar!”, Minho oppa berseru, lalu mengusirku dari mobil kesayangannya.

Aku menghela napasku, lalu keluar dari mobil dan membanting pintunya dengan keras. Huh, sungguh oppaku ini benar – benar menyebalkan. Aku berjalan dengan tergesa – gesa melintasi koridor sekolahku yang sepi ini. Benar kan dugaanku, aku akan telat. Ini semua karena Minho op–

BRAAK! Seseorang menabrakku dari belakang, dan secara spontan kami jatuh bersamaan. Kertas – kertas berterbangan di atas koridor. Itu pasti kertas yang dibawakan oleh orang yang menabrakku itu.

“Ah mianhamnida, mian aku tak sengaja,”, orang itu bangkit dan mengulurkan tangannya kearahku.

Dia seorang namja, dan meskipun ia menggunakan kaca mata dan rambutnya aneh, dia ganteng juga. Dia cute sekali! Dia tersenyum kearahku dan senyumnya benar – benar tulus. Aku membalas senyumannya dan meraih tangannya, lalu ia membantuku untuk berdiri.

“Mianhamnida, aku tidak sengaja melakukannya. Gwaenchanayo?”, ia berkata sambil mengamatiku.

“Gwaenchana, aku juga minta maaf, ah kertas – kertas ini, biar aku bantu,”, aku tersenyum, lalu membungkuk dan mengambilkan kertas – kertas yang sekarang sudah tergeletak berantakan di koridor.

“Tak usah, biar aku saja, lagi pula aku yang salah,”, ia menyusulku, lalu ikut memungut kertas – kertasnya juga.

“Gwaenchana, aku juga salah,”, aku memaksanya dengan nada sedikit manja, yang biasanya kugunakan untuk membujuk Minho oppa.

“Ya sudah, silahkan saja,”, ia menyerah, lalu sambil tersenyum penuh kemenangan aku mengangkut kertas – kertas lainnya yang masih tersisa di atas lantai.

Aku memungut semua kertas yang bisa kuraih, lalu menumpuknya menjadi satu tumpukan tinggi, dan menekan bagian atasnya agar tumpukannya lebih pendek.

“Gamsahamnida, dan mian karena merepotkanmu,”, namja itu berkata sambil tersenyum. Neomu kyeopta!

“Cheonmaneyo, mian juga karena ada aku kertas – kertasmu jadi seperti ini,”, aku membalas senyumnya, lalu membungkuk sedikit.

Namja itu membawa kertasnya lalu berjalan melewatiku. Aku mengamati namja itu, melihatnya sampai ia berbelok dan menghilang dari koridor.

KRIING! Aku tersentak kaget. Ini kan bel pergantian pelajaran. Aigo aku benar – benar telat sekarang. Ini semua karena ulah oppaku yang aneh, jahat, pelupa, gila, aish oppa awas saja lihat nanti balasannya!

Aku langsung berlari ke arah kelasku, dan benar saja dugaanku, ketika aku membuka pintu kelas, seosaengnimku sedang mengajar. Semua perhatian teralihkan kepadaku. Ya ampun kenapa semuanya melihatku dengan tatapan seperti itu?

“Choi Jiyoong! Sekarang sudah jam berapa? Kau benar – benar telat!”, Mr. Kim, seosaengnimku langsung memarahiku habis – habisan, dan yang bisa kulakukan hanya menundukkan kepala dan berkata ne berulang kali.

“Sekarang, kau duduk ditempatmu. Tidak ada istirahat untukmu, kerjakan soal matematika 100 soal essay saja dikelas!”, Mr. Kim membentakku lagi, dan aku membalasnya dengan anggukan. 100 soal essay? Memangnya otakku seencer apa?

Aku berjalan kearah mejaku. Disebelah mejaku, ada meja Jo Minjung, sahabatku dan Lee Taemin, sahabatku yang lain. Aku berjalan dengan lesu dan perlahan, lalu meletakkan tasku disamping meja dan mengambil buku matematika.

“Waeyo?”, Minjung berbisik, setelah melihat wajahku yang benar – benar kusut.

“Biasa, oppaku melupakan kuncinya,”, aku membalas bisikannya, lalu menghembuskan napas panjang.

Minjung hanya mengangguk, lalu berkonsentrasi ke pelajarannya lagi. Huh, oppaku dan 100 soal essay itu benar – benar mood breaker hari ini. Kalau saja oppaku tidak sepelupa itu mungkin aku tak akan telat dan mengerjakan soal itu. Tapi, aku cukup bersyukur juga. Aku dapat bertemu dengan namja manis tadi. Ah, membayangkan wajahnya saja sudah cukup untuk mengobati perasaan kesalku.

*****

KRIIING! Bel masuk kelas akhirnya berdering. Aku memberikan 100 soal essay matematika sialan itu ke Mr. Kim. Dan Mr. Kim menyambut kertas soal itu dengan senyum tipis khasnya, lalu mempersilahkanku untuk kembali ke meja.

Aigo, aku benar – benar lapar. Bunyi perutku sudah seperti orkestra. Aku berjalan meuju mejaku, lalu duduk. Semua ini karena oppa!

Aku menunduk, mencari coklat yang mungkin kemarin aku tinggalkan di bawah meja. Aish, hanya ada sebuah kertas. Aku memungutnya. Dan, oh, ada tulisan di atas kertas itu. Tulisannya cukup bagus. Aku membaca tulisan itu.

’10 Reasons why i love you : 10. Your smile, is brighter than everything. Thanks, you’ve smiled to me, and i really love it’

Hah? Ini untuk siapa? Aku membalikkan kertas itu, dan melihat tulisan namaku yang rapi. Untukku. Tapi dari siapa? Aku melihat sekelilingku. Kelas ini hanya diisi oleh beberapa orang saja. Tak mungkin Mr. Kim memberiku ini. Aku pun bertanya ke teman namjaku yang ada dibarisan ujung.

“Sanghyun ah, kau menyimpan ini di mejaku?”, aku bertanya kepada temanku, sambil mengacungkan kertas itu.

Sanghyun menggeleng. Aku melirik Chulyong dan Byunghee yang duduk berhadapan dengan Sanghyun. Tapi kalau dipikir – pikir, mana mungkin Chyulyong atau Byunghee yang memberiku ini. Mereka kan sudah punya yeojachingu.

Aku meremas kertas itu, lalu menyimpannya disaku blazerku. Entah mengapa rasa penasaranku benar – benar terusik dengan kertas ini. Biasanya, jika aku mendapatkan kertas seperti ini, seperti surat cinta yang tak bernama, aku tak akan penasaran. Tapi entah kenapa yang satu ini begitu menarik. Aku harap, orang itu adalah namja yang baik.

*next day*=Author POV=

Minjung, Taemin, dan Jiyoong berjalan dengan riang sambil memakan makanan mereka. Koridor yang seharusnya panjang dan luas itu terasa tidak berjarak sama sekali, karena mereka terus tertawa riang sepanjang perjalanan dari kantin ke kelas, karena lelucon – lelucon mereka sendiri.

Akhirnya mereka sampai ke kelas, yang tidak terlalu ramai, lalu berjalan kebelakang, ke tempat mereka bertiga selalu duduk bersama, lalu duduk di tempat masing – masing. Barisan belakang itu sudah seperti tempat nongkrong mereka karena biasanya hanya bereka yang duduk dibarisan belakang.

Jiyoong meletakkan sisa makanannnya ke atas meja, lalu mengambil botol air mineral dibawah mejanya. Srek srek, terdengar seperti kertas. Jiyoong mengambilnya, dan benar saja itu adalah kertas. Jiyoong membaca tulisannya.

Masih tullisan yang kemarin, tapi tulisan di salah satu sisinya sekarang sudah berubah. Jiyoong membaca sisi yang berubah itu.

10 Reasons why i love you : 9. You’re cuteness. I don’t know why, but i like your cuteness.’

Jiyoong tersenyum tipis. Entah apa yang dirasakannya, yang pasti yang dapat dilakukannya hanyalah tersenyum. Sambil memikirkan siapakah pembuat surat itu, Jiyoong membacanya sekali lagi. Jiyoong tersenyum lagi, lalu memasukkan kertas itu ke saku blazernya.

*some days later* =Jiyoong POV=

Aku berjalan melintasi koridor, lalu memasuki pintu kelasku yang masih sepi. Entah kenapa belakangan ini aku sering datang pagi – pagi. Aku ingin menunggu si pengirim surat itu. Tapi hasilnya tetap sama, dia tak ada.

Aku melepaskan tasku, lalu berjalan ke arah loker. Aku membuka kuncinya yang menggunakan sandi, dan membukanya. Nah, sekarang loker ku terbuka dan aku melihat sesuatu di pintu bagian dalamnya.

Kertas, tulisannya juga sama seperti yang biasa kulihat, rapi. Aku mengamatinya. Kertas yang ini lebih besar dari biasanya, dan, oh, si pengirim menyertakan lebih banyak alasan. Aku mencopotnya, lalu membawanya bersamaku ke arah mejaku. Aku membacanya dengan cermat.

‘Annyeong Jiyoong ssi. Aku kembali. Maaf aku tidak mengabarimu dengan alasan – alasanku. Sekarang, aku akan memberikan  7 alasan sekaligus. Dan, aku harus berterima kasih dengan orang – orang yang mengenalmu. Mereka banyak membantu. Silahkan baca.

10 Reasons why i love you :

8. You helped me so much. Thanks isn’t enough to express my feeling. But, since i’m not a guy who can express my feeling well, so i just can say thanks.

7. You’re shorter than me. I’m sorry for this reason:D but, i love a girl who shorter than me, since i’m a short guy. Now, my brother even taller than me.

6. Your character is different and unique. I’m not a type of someone who love a freaky girl, but i love your weird character.

5. For me, you’re look like the most beautiful girl that i ever know.

4. I always feel awkward if i get closer with another girl, but i don’t feel this awkwardness when i near you.

3. My heart is beats faster when i see you.

2. You’re a kind person. I know it.

Aku tau bahasa inggrisku parah, tapi aku ingin terlihat cool dan romantis didepanmu, dan, oh, untuk alasan terakhir, lihat bawah mejamu.

Annyeong’

Aku melipat kertas itu, lalu memasukkannya ke dalam saku blazer. Aku dapat merasakan jantungku berdebar lebih cepat. Aku benar – benar tertantang.

Aku menuruti arahannya. Ia menyuruhku melihat kebawah mejaku, dan aku melihatnya, sebuah kertas lagi. Aku berlari kecil ke mejaku, dan mengambil secarik kertas yang ada didalamnya.

Aku melihat sekeliling. Aneh sekali, tak ada siapa – siapa disini. Aku membaca kertas itu.

‘Annyeong lagi, maaf, alasan terakhirnya, tidak ada disini, ikuti petunjukku. Aku tahu kau pintar, jadi tebaklah.

            Kita pertama kali berbicara disini, dan kau tersenyum kepadaku disini, unuk yang pertama kalinya. Aku teman dan kakak orang terdekatmu. Kau tak mengenalku. Tapi banyak orang mengenalku karena aku adalah teman orang terdekatmu. Kau tau siapa aku? Kau tak tahu nama asliku, kau hanya tahu nama panggilanku. Temui aku ditempat itu, tempat kertas – kertas berterbangan, tempat lantai biru dengan dinding putih dan pintu – pintu, tempat kita pertama kali berbicara. Arasseo?’

            Aku membaca kertas itu dengan hati – hati, lalu mengamati cluenya. Kita pertama kali berbicara disini, dan kau tersenyum kepadaku disini, unuk yang pertama kalinya. Yang satu ini masih samar – samar. Aku teman dan kakak orang terdekatmu. Kau tak mengenalku. Tapi banyak orang mengenalku karena aku adalah teman orang terdekatmu. Sepertinya aku mulai mengenalnya. Jika dia bukan teman Minho oppa, berarti dia teman atau kakaknya Minjung atau Taemin. Kau tau siapa aku? Kau tak tahu nama asliku, kau hanya tahu nama panggilanku. Yang satu ini, agak sulit juga. Disekolah ini hampir semua murid punya nama panggilan yang berbeda jauh dari nama aslinya.

Aku mengalihkan perhatianku ke clue selanjutnya. Temui aku ditempat itu, tempat kertas – kertas berterbangan, tempat lantai biru dengan dinding putih dan pintu – pintu, tempat kita pertama kali berbicara. Aku mencermati clue ini, lantai biru dengan dinding putih dan banyak pintunya, itu pasti koridor. Kertas – kertas berterbangan? Aku mengingat – ngingat, memilah semua memori yang ada diotakku. Kertas.. kertas.. Ah! Dia pastilah namja itu! Yang bertabrakan denganku! Dan tempatnya dikoridor!
Aku langsung berlari menuju koridor tempat aku ditabrak namja itu. Koridor masih sepi dan kosong, tapi pandanganku menangkap sebuah kertas yang ditumpa oleh batu diatasnya. Aku berlari ke arah kertas itu, lalu membacanya.

‘Annyeong! Maaf menyusahkanmu, sekarang, coba pergi ke ruang osis. Aku tak berbohong, disana ada alasan yang terakhir. Mianhaeyo, ruang osis dekat dari sini kan?’

            Aku membaca kertas itu, dan melipatnya, lalu memasukkannya ke blazer. Ruang osis ada di… koridor kanan. Aku berlari ke ujung koridor, lalu berbelok ke kanan, dan menemukan ruang 109, ruang osis. Jendela kaca yang ada dipintunya ditutupi sesuatu yang berwarna hitam, dan didalamnya juga sepertinya kosong.

Aku membuka pintu ruang osis itu. Dan sepertinya tak ada siapa – siapa. Aku menyalakan lampunya. Ruangan ini kosong, biasanya ada meja dan barang yang lain, tapi ada seorang namja di ujung ruangan. Ia menggunakan seragam, tapi ia juga menggunakan topi yang menutupi setengah wajahnya.

Aku hanya diam, menunggu apa yang akan terjadi. Namja itu mulai berjalan kearahku, tapi ia berhenti tepat ditengah ruangan, lalu mulai bernyanyi. Aku mendengarkan suaranya, dan suaranya memang keren. Ia menyanyikan lagu Juliette dari SHINee.

Namja itu mengakhiri shownya dengan melemparkan topinya, dan aku hampir terkejut melihatnya. Jadi, namja yang menabrakku itu, namja yang memberiku 10 alasan itu, dia!

“Onew sunbaenim? Kau?”, tanyaku, setengah tak percaya dengan pandanganku.

“Ne, kenapa kaget? Waktu menabrakku, kau tak mengenaliku ya? Iya sih, aku kadang merubah rambutku menjadi seperti jamur dan aku juga menggunakan kaca mata, tapi kenapa kau bisa sampai tidak mengenaliku?”,  ia berkata santai, lalu berjalan mendekatiku.

“Tapi, kau terlihat berbeda”, aku berkata sambil menatapnya tak percaya.

“Hehe, oh ya, alasan terakhirnya adalah, i have no reason to love you. Itu saja,”, Onew sunbaenim berkata ringan, sekarang ia sudah berdiri dihadapanku.

Aku bingung mau berkata apa. Mulutku tiba – tiba saja tersumbat. Kami terjebak dalam suasana hening. Aku menatap Onew sunbaenim. Ia tersenyum manis. Ya, senyumnya juga sama seperti saat aku bertabrakan dengannya di koridor.

“Maksudnya tidak punya alasan apa?”, aku bertanya sambil menengadah keatas agar bisa melihat wajahnya.

“Em, maksudku, aku mencintaimu karena aku tidak punya alasan untuk itu. Maksud dari tidak punya alasan berarti aku mencintaimu karena hatiku memilihmu untuk kucintai. Itu saja,”, ia berkata santai, lalu mencubit pipiku pelan,” dan, jangan panggil aku Onew sunbaenim, cukup Jinki oppa saja,”, ia kembali mencubiti pipiku.

“Ne, oppa,”, aku mengangguk.

“Dan, kau tahu kan aku temannya Minho? Tapi kau sepertinya belum tahu aku hyungnya Taemin,”, ia memberitahuku sambil tersenyum.

“Mwo? Jadi oppa itu hyungnya Taemin? Pantas saja agak mirip, apalagi kalau oppa sudah pakai style mushroom hair, mirip sekali!”, aku berkata sambil tersenyum juga.

“Saranghaeyo,”, Jinki oppa berkata pelan, lalu menarikku ke dalam pelukkannya.

“Nado saranghae,”, aku membalas pelukannya.

Akhirnya, aku tahu namja yang menabrakku, namja misterius yang sudah membuatku penasaran. Aku mungkin tidak perlu mengejarnya, tidak perlu mendekatinya dulu, karena cinta itu akan datang sendiri.

The only thing that comes with no reason is love”

*****

 

Finally selesai chingudeul! Maaf kalau aneh dan ga ada konflik sama sekalinya. Tapi thanks kalau udah baca sampai selesai, give comments:D

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

25 thoughts on “10 Reasons”

  1. di awal cerita pas yg adegan tabrak2an itu (?) nebak cwo yg nabrak itu onew.. coz dr pendeskripsiannya.. hihihi

    trus tengah2 yg ttg 10 alasan itu… tiba2 berguman sndri.. nyebut “taemin”
    tp pas bc pnjlsn si pengirim itu.. kakak dr temen trdekat… mulai2 nebak leejinki… hihihi

    nice ff… ^^

  2. Keren!! Ep ep ini bisa bikin aku bingung! Dari alasan yang pertama ‘Dia memakai kacamata, mukanya cute’ aku kira itu Taemin atau nggak Key. Terus yang pas ‘. You’re shorter than me. I’m sorry for this reason:D but, i love a girl who shorter than me, since i’m a short guy. Now, my brother even taller than me’ aku mulai mikir, kalau itu Jonghyun. Nah, yang pas dia bilang ‘Atau kakaknya Taemin?’ aku mulai mikir, pasti marganya ‘Lee’ dan dari situ aku udah percaya kalau itu Onew, apalagi yang dia bilang ‘Kau tidak tahu nama asliku, kau hanya tahu nama panggilanku’

    Aaah! Jjang~ Keep writing!

  3. pas baca adegan tabrakan langsung kepikiran kalo itu onew..

    senyumnya bang onew emang bikin meleleh hati sih 😀

    tapi kreatif juga ya cara nembaknya, *bayangin kalo yang ditembak itu aku* #plakk #dihajarMVP

  4. BAGUS ^^
    Tapi bener kata @tazkiastrina pas adegan tabrakan itu, aku mikir kalau namja itu KEY.
    pas di surat dia bilang “I’m a short guy” aku kikir itu jonghyun, apalagi suratnya romantis kayak gitu.
    pas di surat onew nulis ” Aku tahu bahasa inggrisku parah” ini juga aku kirain JONGHYUN.
    eh ternyata ujung-ujungnya ONEW.
    Well,kayaknya key cuma numpang nama doang ya?? di FF ini gak ada KEY.
    Tapi apapun itu, FF ini bagus ^^b

  5. Sweet FF 😀
    Aku juga setuju sama Tazkia & Kimbummie, tebakanku berubah-ubah. Pas adegan tabrakan aku pikir itu Taemin, habis ada kata-kata ‘cute’nya sih :3. Aku juga pikir itu Jonghyun pas bagian surat. Entah kenapa, pas di tengah-tengah aku jadi ragu, terus berpikir kalo yang ngirim surat itu Oppa-nya sendiri, Minho-__- #nggaknyambung

    Kereen, FF ini ngajak pembaca untuk berpikir juga. Menurutku asik dibaca aku suka XD
    Terus berkarya Author ^o^9

  6. Aku gak pernah mikir kalau dia onew… Aku malah mikir’a key terus.. Soalnya aku kepatok ama ff’a… Menghayal kalau aku jd cast’a yg cew#plak!! Hahaha…. >.<
    Kenapa key'a gak ikutan thor? Ganti pakek key aj, trus biar jinki lempar ke aku#plak!

  7. ff nya daebak..
    pas bacanya bikin penasaran juga siapa orangnya eh taunya onew aku kira jonghyun..
    ditunggu karya selanjutnya thor..

  8. Waaahh… tebakan aku dr awal bener nih…
    dari pertama pas acara tabrak2an itu, ketebak bgt itu onew… #ga tau karena emang dasar’y aku ngebayangin onew aja kali yaa.. hehe…
    tapi.. tapi.. tapi… “i’m a short guy”, is he that short??? sedih deh onew nya di bilang short… huhu… Tp gpp, yg penting onew tetep Oppa aku… hehe…
    nice story thor… n_n

  9. sama kya yg raeder yg laen, tebakanku jg sempet berubah2,,
    tadinya aq pkir taemin, smpet mikir jjong jg,, eh ternyata bang onyuu 😀
    onew oppa nya sweet bgt sih, jd envy sm Jiyoong :s
    FFnya bagus thor,, bikin reader jd pnasaran smua, good pkoknya!

  10. aku kira jonghyun oppa..
    soalnya katanya pendek.. hihihi.. *ditabok jjong oppa*

    taemin sma aq aja yah? *gandeng taemin* 😀

  11. Si Misterius itu mudah ketebak sihhh… Cuma yang gx mudah ketebak itu clue-cluenyaaaaa….. Tiap baca satu pesan yg diterima Jiyoong.. Pasti penasaran,, nih alasan selanjutnya apalagiiiii,,, ahh Onewwww so Sweeetttt……

    Nice storyyyy,,,,,,,,,,,

  12. Cara menyatakan cintanya seru banget, beda dari yang lain.
    Kirain JongHyun, soalnya cuman Jong doang yang suka nyinggung tinggi badan.
    Cerita cinta seperti ini seru Thor.

  13. mian aku baru koment sekarang,,baru nemu ff ini hehe *tawa malu*

    aigo!pengen dech punya kiskayak di atas seru banget,,,

  14. SWEETTTTT 😀
    Tebakanku terus berubah di setiap scene nya ._.
    Tapi di scene pertama aku nebaknya sih udah onew :p
    Ehhh, ternyata bener 😀
    Keren keren keren d^^b

  15. “Em, maksudku, aku mencintaimu
    karena aku tidak punya alasan untuk
    itu. Maksud dari tidak punya alasan
    berarti aku mencintaimu karena hatiku
    memilihmu untuk kucintai. Itu saja,”,

    hatiku hatiku hatiku~~ yaampun romantis banget

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s