Take Me With You – Part 15

Title : Take Me With You – Part 15

Author : Delfta

Main Cast : Key, Arina

Other Cast : Onew, Jonghyun, Minho, Taemin, Han Byungsoo, Arina’s family.

Genre : Romance, Life

Rating : PG – 13

Length : Sequel

Arina terus menatap pria itu lekat-lekat. Rasanya tidak percaya sekali Key bisa ada disini. Tidak mungkin! Tidak mungkin! itu bukan Key. Ayolah Arina, jangan berhalusinasi seperti ini. Arina mencoba terus untuk meyakinkan dirinya bahwa pria berkaus merah itu bukan Key seperti yang ada di penglihatannya sekarang.

Hingga akhirnya pria berkaus merah itu menemukan Arina yang sedang terdiam menatapnya. Matanya langsung berbinar begitu menatap Arina bagai menemukan oasedi padang pasir . Dia langsung berlari menghampiri Arina sambil melepas masker yang dipakai untuk menutupi sebagian wajahnya.

“Arina!!” panggilnya, dan dia langsung menatap Arina dengan berbinar-binar. Arina langsung lemas hingga hampir jatuh begitu Key benar-benar ada didepannya. Untung Key langsung sigap menahan Arina yang hampir terjatuh.

“Oops.. gwaenchana?” tanya Key khawatir. Arina mengangguk lemah tapi wajahnya tetap bengong menatap Key.

“Key? ini benar dirimu?” tanya Arina, matanya terus menatap Key lekat-lekat. Key mengangguk. Ada perasaan bahagia membuncah dihati Arina.

“Arina, perkenalkan ini Pak Han, tour guide sekaligus penerjemah yang aku sewa.” ucap Key sambil menunjuk seorang pria setengah baya berkemeja biru disebelahnya.

“Nama saya Han Byungsoo. Kok bisa kebetulan ketemu ya? beruntung sekali” ucap pria setengah baya itu dengan bahasa Indonesianya yang fasih sambil menjabat tangan Arina.

“Saya Arina. Pak Han, bahasa Indonesianya lancar ya.. fasih banget” puji Arina

“Saya kan dulu tinggal disini 5 tahun sambil kuliah sastra Indonesia disini.” jelasnya

“Oh.. pantes”

“Maaf, apa disini ada minimarket? Aku haus..” tanya pak Han

“Oh iya dari sini lurus, terus belok kanan. Nanti disana udah kelihatan minimarketnya” jawab Arina sambil menunjukkan arah.

“Oh..saya mengerti. Makasih” pria itu langsung pergi

Sekarang tinggal Arina dan Key berdua. Suasana begitu canggung setelah itu. Mereka saling diam. Arina dan Key berharap supaya pak Han cepat kembali supaya suasana canggung ini lumayan berkurang.

“Key, kenapa kau jauh-jauh datang kesini? Unbeliavable.”tanya Arina

“Aku datang kesini mau minta maaf padamu. Sebenarnya aku dan Seonmi tidak ada hubungan apa-apa. Sekarang kami hanya teman. Memang dia sempat mengutarakan keinginannya untuk berpacaran kembali denganku, tapi aku menolaknya mengingat dia pernah menyakitiku saat dulu. Aku tidak mau kejadian itu terulang. Jadi sekarang aku ingin kau bisa kembali lagi ke Korea. Jangan cemburu lagi” ucap Key dengan sungguh-sungguh. Mendadak Arina tertawa dengan ucapan Key. Dia juga malu sendiri karena Key mengetahui kalau dia cemburu. Darimana Key tau kalau Arina cemburu pada Seonmi?

“Apa maksudmu? Memangnya kenapa aku harus cemburu seperti itu? Apa hakku? Lagipula aku pasti kembali ke Korea setelah urusanku disini selesai, aku kan masih ada kuliah disana. Hahaha.. kau ini lucu” respon Arina dengan muka memerah karena malu.

“ Hah? benar tidak cemburu?” goda Key

“Aissh.. kau ini menyebalkan. Memangnya kenapa aku harus cemburu? Memangnya aku pacarmu hah?” Arina benar-benar malu sendiri.

“Padahal aku senang jika kau cemburu” ucap Key perlahan sambil membuang muka.

“Kenapa kau tau aku ada disini?” tanya Arina berusaha mengalihkan pembicaraan

“Aku tanya alamatmu di Indonesia dari Alia dan Risha. Mereka memberikanku alamat rumahmu, dan juga memberitahu kalau ibumu sedang di rumah sakit ini. Dan akhirnya setelah melewati berbagai rintangan, aku menemukanmu!!” Key langsung mencium pipi Arina. Arina kaget setengah mati. jantungnya berdetak cepat.

“YA!! Kenapa pakai cium-cium segala?!! Memangnya aku ini apa?!” semprot Arina. Arina langsung memukuli Key.

“Mian.. ampuni aku” Key langsung berlari hingga ke halaman rumah sakit, padahal saat itu sedang gerimis. Arina mengejarnya. Dan akhirnya tertangkap. Arina mencoba memukuli Key lagi, namun Key segera memegangi tangan Arina. Mereka saling bertatapan dan diam. Arina langsung menunduk begitu bertatapan lama dengan Key. Dia tidak kuat menahan debar jantungnya jika terus bertatapan dengan Key.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dariku” bisik Key. Arina memejamkan matanya sambil menunduk, wajahnya memerah mendengar Key mengatakan itu. Tiba-tiba gerimis yang membasahi mereka berhenti. Ternyata pak Han sedang memayungi mereka berdua.

“Anak muda jaman sekarang pacaran sambil hujan-hujanan. Mau india-indiaan yaa?” goda pak Han. Arina dan Key langsung menjaga jarak mereka dan salah tingkah.

“Siapa yang pacaran??!!” Arina mencoba mengklarifikasi. Tapi pak Han hanya senyam-senyum sedangkan Key terlihat malu.

“Ah yasudah.. Kita ke ruangan tempat ibuku dirawat ya..” ajak Arina. Mereka langsung menuju ruangan ibunya Arina dirawat. Arina jadi lupa dengan tujuannya tadi mencari makanan.

Ibu arina tampak bingung melihat orang-orang yang dibawa Arina, ditambah lagi dengan keadaan yang agak basah kuyup karena terlalu lama berlari di bawah gerimis. Key langsung melayangkan senyuman terbaiknya pada ibunya Arina.

“Ibu, ini temen Arina dari Korea. Namanya Kim Kibum panggilannya Key, ini penerjemahnya namanya Han Byungsoo” Arina mulai memperkenalkan mereka berdua pada ibunya.

“Selamat sore, bu” sapa pak Han dengan ramah. Key menyapa hanya dengan tersenyum dan membungkuk.

Ibunya membalas senyum mereka.

“Oh, ganteng yaa.. hahaaha” komentar ibunya membuat pak Han tertawa. Arina malu sekali. Untung saja Key tidak mengerti apa yang diucapkan ibunya Arina. Saat Key meminta penjelasan dari pak Han, segera Arina menahannya.

“Hush! Ibu jangan kayak gitu! inget ayah di rumah.. ” respon Arina

“Hey, bukannya gitu maksudnya. Jadi kamu itu kalo cari pacar, cari calon suami harus ganteng kayak dia, biar ngga bosen. hahaha”

“Memang ibu belum tau ya? mereka kan memang pacaran.” celetuk pak Han sambil tertawa-tawa. Sementara Key masih bingung, dia ingin meminta penjelasan tentang apa yang mereka bicarakan pada pak Han, tapi Arina selalu menghalanginya.

“Apa?!! Kenapa kamu ngga ngasih tau sih?” Ibunya Arina langsung heboh

“Bohong, bu! gossip.  Jangan percaya” sangkal Arina

“Masa?” goda ibunya

“Ah yaudah deh terserah ibu.” Arina mulai pura-pura ngambek

“Iya-iya. Eh, ngomong-ngomong Key udah kerja atau masih kuliah?” tanya ibunya karena masih penasaaran dengan sosok yang bernama Key ini.

“Kuliah dan kerja” jawab Arina

“Wow.. berarti udah mandiri tuh. Keren”

Dan ibunya Arina terus menginterogasi. Dia pun terkejut saat mengetahui apa pekerjaan Key. Dia tidak menyangka ada artis besar datang mengunjunginya ke rumah sakit.

“Yaudah sekarang mending suruh nginep dirumah aja. Jangan disini, hawa rumah sakit ngga enak. Kebetulan ada kamar kosong.” usul ibunya Arina

“Ah ibu ngga usah, kita nginep di hotel aja. Nanti ngerepotin.” ucap pak Han

“Udah dirumah aja kebetulan dirumah udah tersedia kamar.” ibunya Arina masih tetap ngotot. Setelah berunding dengan Key, akhirnya Key mengangguk dan mereka akan tinggal dirumah Arina.

##

Sesampainya di rumah Arina, Key menjadi agak pendiam, Rupaya dia langsung tidak enak badan gara-gara kena gerimis tadi. Hidungnya memerah dan jadi sering bersin. Walaupun begitu, Key masih berusaha untuk mengobrol dengan ayahnya Arina. Dia menceritakan segala tentangnya, termasuk pekerjaannya. Sama seperti ibunya, ayahnya juga sempat takjub begitu mendengar pekerjaan Key.

“Woi!” Ardi mencoba mengagetkan Arina yang sedang mengeluarkan pakaiannya dari dalam tas.

“Apa?!”

“Galak banget sih. Itu orang didepan siapa?”

“Kan tadi mas Ardi udah kenalan”

“Oh.. jadi pacar baru ngga bilang-bilang nih. Hebat banget ya, muka kayak kamu bisa dapet pacar orang luar sekeren itu.

hahaha”

“Apa maksudnya dengan kata-kata ‘muka kayak kamu’ ? mau ngejek atau mau muji sih?” Arina mulai panas. Dia jadi semakin merasa tidak cocok jika disandingkan dengan Key

“Eh iya.. maaf deh. Eh, tapi kok dia diem aja sambil nonton TV ya? emang dia ngerti bahasa Indonesia? Nonton Opera Van Java pula, emang ngerti ya?.” komentar Ardi

“Dia tadi bilang katanya sedikit ngga enak badan. Kayaknya masuk angin. Biasanya mah ngomong terus. Cerewet banget, mending sekarang rada diem”

“Hush jangan gitu! kerokin sana, kasian” perintah Ardi lalu dia langsung mengambilkan balsem beserta uang logam dan memberikannya pada Arina

“Apa? kerokin? ngga mau ah, malu. Lagian dia ngga pernah kerokan, kan aneh rasanya kalo dia kerokan.” Arina menyerahkan kembali balsem dan uang logam pada kakaknya

“Sana kerokin, kasian. Mukanya kayak yang tersiksa gitu” ucap Ardi sambil menyeret Arina hingga ke hadapan Key, setelah itu dia malah pergi. Key menatap Arina dengan dengan heran. sementara Arina sudah bingung dan salah tingkah setengah mati.

“Key, kau mau sembuh kan?” tanya Arina tiba-tiba sambil membuka tutup balsem dengan grogi

“Mau. Aku tersiksa seperti ini. Kepalaku pusing, hidungku mampet.” keluh Key

“Buka bajumu” perintah Arina

“Mwo?!!” Key kaget mendengar perintah Arina

“Buka bajumu, hingga tinggal kulit.”

“Ne.. baiklah.” Key mulai membuka bajunya hingga tinggal kulit. Pertama Arina langsung menutup matanya. Tapi karena dia harus menyembuhkan Key, jadi dia langsung memberanikan diri.

“Ini perlu dibuka juga?” tanya Key sambil menunjuk celananya dengan senyumannya yang menggoda. (author : PERLU!!! *author mulai otak yadong*, Key : dasar yadong! *sambil kabur ke pelukan Jjong*)

“Hajima!!!! Atasnya saja” wajah Arina langsung memerah. Key tertawa kecil melihat wajah Arina yang memerah itu, dia senang jika melihatnya. Arina langsung menyiapkan perlengkapan berikutnya, yaitu kasur udara untuk Key.

“Sekarang tidur disini” perintah Arina selanjutnya sambil menunjuk kasur yang telah terisi udara.

“Sebenarnya kau mau melakukan apa padaku?”

“Sudah jangan banyak tanya. Sekarang tidur tengkurap. Aku mau mengobatimu supaya besok agak baikan” perintah Arina. Key langsung mengikuti perintah Arina, dia sangat ingin sembuh.

Dan Arina langsung memulai prosesinya. Dia mulai menggambar lukisan tulang diatas punggung Key menggunakan uang logam. Key mulai menjerit-jerit kesakitan karena uang logam itu. Dia terus mengeluh sambil bersendawa. Seisi rumah mulai menertawakan Key.

“ Selesai!!” seru Arina dengan riang setelah menyelesaikan pekerjaan yang membuatnya bimbang itu

“Akhirnya.. system pengobatan yang aneh ini telah selesai.” Key menghembus napas lega

Arina langsung mengambil polaroidnya dan memotret punggung Key yang menakjubkan itu. Dia tertawa-tertawa sendiri setelah hasil fotonya keluar.

“Apa sih ketawa-ketawa aja?” Protes Key karena merasa terganggu. Dia langsung merebut foto itu dari tangan Arina.

“YA!! Kau apakan punggungku?! Kenapa jadi seperti ikan begini?!” protes Key begitu melihat foto itu. Arina tidak bisa menjawab karena menahan tawanya.

“Ya!!! Apakah ini bisa kembali seperti semula?” tanya Key dengan panik

“Tidak bisa… hahaha” tipu Arina

“Ya!!! Kau harus tanggung jawab!” tuntut Key masih dengan kepanikkannya yang merajalela

“HAHA!!! Tapi bohong. Hahahahaha!!!” Arina tertawa puas. Key langsung cemberut sambil menoyor lengan Arina.

“Ini minum obat dulu lalu tidur. Semoga besok kau bisa sembuh dan kita bisa bepergian membeli keperluanmu untuk  acara pernikahan” perintah arina sambil memberikan obat flu beserta air mineral pada Key. Key meminumnya, lalu memakai bajunya kembali. Setelah itu Arina menuntun Key ke kamar tidur tamu.

“Tidurnya disini ya.. Maaf kamar kosongnya cuma satu. Tidak apa-apa kan tidur sama pak Han?” tanya Arina

“Gwaenchana” jawab Key riang

“Yasudah aku tidur dulu. Jaljayo” Lalu Arina melangkah pergi. tapi sebelum sampai diluar kamar, Key langsung menarik tangannya dan memeluknya. Arina kaget , matanya terbelalak. Detak jantungnya sudah tak karuan lagi, dia takut Key bisa merasakan detak jantungnya. Nafasnya yang tidak beraturan mulai menyapu leher Key. Key  tersenyum bahagia.

“Gomawo.. Hari ini aku senang sekali. Aku tidak menyangka kau mau memaafkanku, padahal kesalahanku padamu benar-benar menyakitkanmu.” ucapnya sambil mendekap Arina erat, dia menidurkan kepalanya diatas kepala Arina.

“Cheonmaneyo. A.. aku mau tidur sekarang.” Arina gelagapan. Key langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum melihat Arina yang terlihat salah tingkah. Arina langsung berbalik meninggalkan Key dan berjalan cepat kekamarnya. Dia

menyentuh dadanya merasakan jantungnya masih tak beraturan, malah lebih kacau dari sebelumnya.

##

Di pagi hari, ibunya Arina sudah diperbolehkan pulang. Dengan senyum yang mengembang, dia memasukki kamar Arina yang masih terlelap.

“Bangun… Ibu datang. Sekarang udah jam 8” Ibunya mencoba membangunkan, Arina hanya membuka mata, tersenyum, lalu tidur lagi.

“Ayo.. bangun! perempuan bangun siang-siang itu jelek” ibunya gemas hingga sekarang mulai menggoyang-goyangkan tubuh anaknya itu.

“Nanti dong bu, sejam lagi. Aku baru tidur jam 2 pagi” jawab Arina masih dengan mata tertutup dan guling dipelukkannya.

“Emang ngapain aja sampe jam 2? Ngga peduli, pokoknya harus bangun. Masa ibu datang, kamu malah tidur. Key aja udah bangun, udah mandi segala.” protes ibunya. Jelas saja sekarang Arina masih ngantuk, Tadi malam dia tidak bisa tidur karena Key.

“Masih ngantuk!!!!”

Ibunya langsung pergi dari kamarnya setelah menemukan ide baru untuk membangunkan anaknya itu. Dia memanggil Key, menyuruhnya supaya membangunkan Arina. Key  tertawa kecil melihat Arina yang tidur pulas. Tempat tidurnya berantakan, apalagi rambutnya yang sudah acak-acakan seperti rambut singa. Sama sekali tidak ada cantik-cantiknya, berantakan semua.

Key duduk dipinggir tempat tidur dan menyentuh pipi Arina. Dia mulai membelai pipi Arina dengan tangannya. Arina tidur sambil tersenyum merasakan kelembutan dipipinya.

“Ireona…” bisik Key ditelinga Arina. Arina malah semakin nyenyak mendengar bisikan Key.

“Arina, sekarang sudah jam 8. Ayolah, katanya mau mengajakku jalan-jalan” sekarang Key mulai berkata dengan volume biasa. Mata Arina langsung terbuka menatap langit-langit, lalu ditatapnya Key yang sedang tertawa disebelahnya. Dia langsung bangkit dari tempat tidur sambil membawa selimutnya. Dia mencoba menutupi dirinya yang berantakan dengan selimut itu. Dia tidak mau Key melihatnya berantakan karena baru bangun.

“Kenapa kau ada disini?!! Keluar. Aku berantakan, belum mandi pula. Keluarlah, aku maluuuu” seru Arina

“Haha… tidak usah menutupi dirimu seperti itu. Aku sudah lihat semuanya.” respon Key masih sambil terus tertawa

“Ya!! keluar dari kamar ini.” perintah Arina lalu melemparkan selimut yang dipakai dirinya untuk menutupi tubuh kearah Key yang sedang tertawa-tawa.

“ OK.. aku keluar. Tapi janjimu tadi malam harus ditepati ya.. mengajakku bepergian. Penampilannya yang rapi, jangan berantakan seperti ini” lalu Key menjulurkan lidah dan keluar kamarnya. Lihat! rupanya dia sudah sehat sekarang. Sifat menyebalkannya sudah keluar lagi. Ucap Arina dengan kesal dalam hati.

Arina mulai mandi dan membereskan seisi kamar termasuk dirinya sendiri. Karena perkataan Key  tadi dia jadi berusaha untuk serapi mungkin. Hingga akhirnya semuanya beres, dia mulai percaya diri melangkah keluar.

##

“Ayo Key kita pergi” ajak Arina setelah semuanya beres. Ardi menatap Arina dengan pandangan aneh dan curiga. Arina berbeda sekali. Benar-benar rapi, tidak seperti biasanya. Rambut yang biasanya terurai acak-acakan, sekarang tertata rapi dengan jepit menghiasi rambutnya. Baru kali ini dia menggunakan jepit rambut untuk menghias rambutnya lagi setelah bertahun-tahun sejak SD tidak menggunakannya. Biasanya dia hanya menggunakan jepit rambut untuk menjepit rambut yang menghalangi wajahnya. Tapi sekarang jepit itu sebagai hiasan rambutnya. Lalu biasanya dia memakai T-shirt dan jeans belel, sekarang dia memakai dress selutut motif daun tanpa lengan. Tentu saja ini dilakukannya karena Key tadi menyuruhnya untuk rapi. Key tersenyum menatapnya. Arina benar-benar berbeda.

“Ciyee.. kenapa tiba-tiba jadi gini? Pasti ada udang dibalik batu” celetuk Ardi. Arina ingin segera membungkam mulut kakaknya itu, tapi tidak jadi karena Key tidak mengerti perkataan Ardi tadi.

“Iya! Ada udang dibalik batu!” ucap Arina dengan tegas supaya Ardi puas. Ardi jadi tertawa-tawa sendiri.

“Kajja, kita pergi saja daripada disini berhadapan dengan orang aneh” ajak Arina pada Key

“OOOhhh!! I know! You look so different because you will date him. Hahahaha” seru Ardi dengan puas. Dan terbongkarlah niat Arina sesungguhnya. Wajahnya memerah karena malu. Dia langsung melempar kakaknya itu dengan bantal. Key jadi ikut malu, wajahnya ikut memerah.

“Kajja, tidak usah didengarkan. Dia memang seperti itu. Aneh. Tukang gossip juga” Arina langsung keluar rumah karena kesal dengan kakaknya yang selalu menggodanya. Key pamit pada Ardi lalu langsung mengejar Arina dan langsung menggandeng tangannya. Arina terkejut saat Key tiba-tiba menggandengnya.

“Wae?” tanya Key karena heran tiba-tiba Arina berhenti

“Ini..” Arina menunjuk tangannya yang digandeng Key. Key diam sesaat tanpa melepas tangannya.

“Kita kan sedang kencan, jadi harus bergandengan” jawab Key sesantai mungkin sambil mengalihkan pandangannya kearah lain. Padahal dia juga tadinya tidak mau menjawab itu, tapi dia memberanikan diri dengan jawaban itu.

“MWO?! Jadi kau ini kemakan gossip kakakku? Aisshh.. jinjja!!” Arina tidak menyangka dengan jawaban Key tadi. Key mengangguk pelan lalu melanjutkan jalannya. Jantung Arina tak karuan lagi, sejak Key ke Indonesia, dia selalu membuat Arina berdebar 3 kali lipat dari sebelumnya.

##

Arina membawa Key ke FO yang menjual berbagai pakaian formal. Dia membawa Key kesini karena ternyata Key tidak membawa pakaian formal, padahal esok hari adalah hari besar dimana ada acara pernikahan. Key langsung senang sekai melihat FO didepannya. Dia langsung masuk sambil senyam-senyum. Sepertinya nafsu belanjanya sangat memuncak.

“Pilih-pilih saja pakaian yang cocok untuk kau pakai di pernikahan kakakku, aku tunggu disini yaa..” perintah Arina lalu duduk disalah satu sofa didekat fitting room FO itu. Key tersenyum lalu mulai beraksi memuaskan nafsunya.

Arina menatap Key yang sedang sibuk memilah. Dia tertawa saat Key dan seorang ibu-ibu saling memperebutkan kemeja. Key mencari hingga ke seluruh toko. Arina malah tertidur karena Key lama sekali.

“Ireona..” Key membangunkan arina yag tertidur di sofa sambil menusuk-nusuk pipi Arina

“Eh.. selesai?” tanya Arina begitu membuka matanya. Key mengangguk lalu memperlihatkan prestasi belanjanya pada Arina. Dia telah membawa beberapa kantong tas belanja padahal masih satu toko.

“Aigo..sepertinya nafsu belanjamu harus dikurangi sedikit. Kenapa sekarang malah bertambah parah?” komentar Arina

“Sekarang tidak bisa. Lagipula aku membelikan beberapa pakaian untuk Onew hyung, Jonghyun hyung, Taemin, dan

Minho. Mereka kan tidak punya pakaian yang coraknya seperti ini.” Key mengeluarkan pakaian batik dari tas belanjanya.

“Ooo.. good eomma!” puji Arina

“Tentu saja.. hehe. Aku jadi rindu mereka gara-gara ini.” Key mulai mengeluarkan ponselnya. Lalu mulai menghubungi ponsel Jonghyun.

“Yeoboseyo?” sapa Jonghyun diujung sana

“Jonghyun hyung!!!! Bogosipeosseo!!!!” seru Key dengan excited

“Key?!” tanya Jonghyun dengan ragu

“NE!!”

“Ya!!! Berani-beraninya kau menipu kami! Bilangnya liburan ke Daegu saja, ingin bersama keluarga. Eh, waktu aku telepon ke rumahmu di Daegu, ibumu bilang katanya kau ke Indonesia. Kampreeet!!” Jonghyun melepaskan kekesalannya pada Key (Jjong : gara-gara mainnya sama author terus ngomongnya jadi suka pake ‘kampret’. Dasar author sesat! . Author : Yeey.. suruh siapa mainnya sama ane.. *merong*)

“Mian hyung. Aku kan mau menyelesaikan masalahku” Ucap Key menyesal, tapi dia memang hanya ingin sendiri dalam

menyelesaikan masalah ini.

“Lalu? Apakah kalian sudah bertemu?” tanya Jonghyun penasaran. Key langsung menatap Arina yang sedang memperhatikannya berbicara di telepon. Wajah Arina menunjukkan tanda tanya saat Key menatapnya.

“Ne.. sudah.” Jawab Key

“Lalu? Apa benar kata Taemin bahwa dia juga punya perasaan padamu?” tanya Jonghyun tambah penasaran.

“Hyung, tunggu sebentar” Key berusaha menjauh dari Arina, dia menuju ke arah toilet

“Ya! Kenapa jauh-jauh?” tanya Arina

“Mau buang air kecil. Mau ikut?” tanya Key sambil tersenyum jahil

“Sireo!”

Key menuju toilet bukan untuk buang air kecil. Dia sebenarnya ingin bercerita sepuasnya pada Jonghyun.

“Ya Key!!” panggil Jonghyun

“Mian, tadi ada Arina. Tidak mungkin kan aku cerita masalah ini didepan dia? Jadi aku pura-pura ke toilet”

“Baiklah.. sekarang lanjutkan yang tadi”

“Aku bertemu dia di rumah sakit tempat ibunya dirawat. Wajahnya kusut sekali waktu itu. Mungkin karena masalah ini.

Tapi lama kelamaan setelah aku bersamanya, wajahnya kembali ceria. Senang sekali melihatnya seperti itu.” Ungkap Key

“So? Kau beranggapan kalau Dia ceria kembali itu karena dirimu? PD sekali dirimu itu. Hahahaha” ejek Jonghyun

“Haha.. Pasti!”

“Key, jangan menunggu lama lagi. Cepat utarakan perasaanmu, jangan sampai ada salah paham lagi” nasihatnya

“Hhmmm.. aku belum cukup memiliki keberanian. Tapi aku selalu menampakan rasa itu lewat sikapku.”

“Kau ini.. kalau terus seperti itu, dia pasti akan bosan menunggumu.”

“Ah.. baiklah hyung. Aku pikirkan lagi nanti. Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan yang lainnya?”

“Baik-baik saja. Tapi hati-hati saja kalau kau pulang nanti, mereka janji akan memberimu hukuman.”

“Haha.. Lalu, bagaimana dengan Taemin?”

“Dia.. dia memang jadi agak pendiam. Tapi sekarang dia seperti sedang dekat dengan seorang yeoja. Kemarin aku

memergokinya sedang berkirim sms dengan yeoja itu. Aku mencoba bongkar ponselnya, ternyata 90% isinya dari yeoja itu

semua!” bongkar Jonghyun

“Mwo? Benarkah?” Key ikut bahagia karena dia tidak akan melihat raut wajah sedih lagi dari Taemin.

“Ne. Sebenarnya aku sudah curiga sejak sebulan lalu. Tapi sebulan yang lalu, Taemin tampaknya tidak menanggapi

pesan-pesan dari yeoja itu. Tapi sekarang dia mencoba membiarkan yeoja itu masuk kedalam hidupnya. Kau tau siapa yeoja itu?”

“Nugu?” Key penasaran

“Suzy” jawab Jonghyun singkat

“Suzy? maksudmu Suzy Miss A?”

“Ne! Aku kira Suzy akan jadian dengan Minho karena mereka dekat. Tapi ternyata sekarang dekat dengan Taemin”

“Aku sih sudah mengira. Soalnya aku sudah tau kalau Suzy menyukai Taemin dari dulu. Soalnya Suzy kan memang sering mengatakan kalau dia menyukai Taemin. Tapi apa kau yakin Taemin mempunyai perasaan yang sama?”

“Percayalah. Cepat atau lambat pasti dia juga punya perasaan yang sama. Sekarang saja dia sudah merespon semua

perhatian yang diberikan Suzy.”

“Baguslah kalau begitu. Aku tutup dulu ya.. pasti Arina menunggu”

“OK. Annyeong!”

“Annyeong”

##

Malam yang begitu panas membuat Key gerah dan tidak bisa tidur. Tenggorokannya juga terasa kering. Dia berjalan melangkah keluar kamar untuk mengambil minum. Ruangan yang gelap membuatnya sedikit takut. Masalahnya sekarang dia berada di rumah orang lain, jadi dia tidak tau seluk-beluk rumah itu. Dia mempercepat langkahnya lalu mulai membuka kulkas untuk mengambil sebotol air mineral. Dia membuka tutup botolnya dan meneguknya dengan cepat supaya bisa cepat kembali ke kamar. Setelah dia selesai, dia menutup tutupnya kembali. Namun sekarang bulu kuduknya mendadak merinding ketika tiba-tiba saja ada yang mencolek punggungnya. Matanya terbelalak, lututnya melemas, dia benar-benar ingin segera lari tapi dia tidak bisakarena semuanya terasa lemas. Akhirnya dia memberanikan diri berbalik sambil menunduk karena takut. Dilihatya seseorang dengan rambut berantakan dengan wajah yang super putih seperti tembok dan mata yang agak merah. Key langsung terjerembab melihat sosok dihadapannya itu.

“EOMO!!! Ampuni akuuuu! aku tidak akan mengganggumu” ucap Key ketakutan sambil menutup matanya. Tapi dia kemudian sadar, kalau itu hantu Indonesia, mungkin saja tidak bisa bahasa korea. Dia pasrah.

“Key! Ini aku” ucap orang yang disangka hantu itu. Key membuka matanya perlahan karena suara itu sangat dikenalinya. Suara Arina.

“Aisshh! kau ini. Membuatku takut saja. Mengapa wajahmu seperti itu? cepat bersihkan wajahmu” rutuk Key sambil mengelus dadanya.

“Enak saja. Aku ini baru pakai masker ini. Belum ada 15 menit.” jawab Arina sambil membuka kulkas dan mengambil banyak makanan dan minuman dari sana. Lalu makanan dan minuman itu dimasukkannya ke sebuah keranjang ukuran sedang. Lalu meninggalkan Key yang sedang menatapnya.

“Ya! kau mau kemana?” tanya Key karena tidak mau ditinggal, dia sedikit takut karena tadi.

“Aku mau ke balkon. Waeyo? mau ikut?”

“Yasudah aku ikut. Aku sedang tidak bisa tidur”

Key mengikuti Arina menaiki tangga menuju balkon atas. Arina menggelar karpet dilantai dan mereka duduk diatasnya.

“Kau mau?” tawar Arina sambil menyodorkan cheesecake pada Key.

“Aniyo. Aku tidak makan jika malam seperti ini.” jawabnya

Lalu Arina mulai memakan cheesecakenya, setelah cheesecakenya habis, dia mulai membuka snack dan memakannya lagi. Key menatap Arina dengan miris. Bisa-bisanya Arina makan sebanyak itu dengan santai, sedangkan dirinya harus pikir-pikir dulu jika mau memasukkan makanan di malam hari.

“Jadi, kau akan makan sebanyak ini?” tanya Key. Arina mengangguk santai.

“Gilaaaa!! Tidakkah seharusnya kau mengurangi nafsu makanmu itu?” komentar Key

“Ini kegiatan yang sering kulakukan kalau dirumah ini. Menyenangkan sekali, makan sambil menatap langit. Cobalah kau makan seperti ini. Daripada badan kurus seperti itu, buatlah seperti Onew oppa.” respon Arina sambil menawarkan cheesecake yang masih ada dikeranjangnya. Key menatap cheesecake itu sambil menelan ludah, cheesecakenya benar-benar menggoda. Tapi dia kan sudah janji untuk tidak makan malam pada dirinya sendiri.

“Ayolaahh, sekali ini saja. Nikmatilah hidupmu, jangan menyiksa diri seperti itu. Aku tau kau menginginkannya” rayu Arina. Key langsung mengambil cheesecake ditangan Arina supaya arina berhenti merayunya, dan memakannya supaya Arina puas.

“Gitu dong, sekali-kali aja. Kalau mau lagi ambil aja. Aku mau cuci muka dulu sekalian ambil minum” ucap Arina lalu kebawah. Key menatap Arina pergi. Tiba-tiba dia teringat dengan pembicaraannya dengan Jonghyun di telepon saat itu. Menyatakan perasaan? ah.. aigo! aku juga inginnya begitu, tapi… aku takut ditolak. Aku takut. Key menundukkan kepalanya. Batinnya mengalami konflik. Dia takut ditolak tapi dia ingin sekali menyatakan perasaannya. Tapi kemudian dia mengangkat kepalanya kembali. Ah.. masabodoh dengan semua itu, yang penting dia tau perasaanku.

Beberapa saat kemudian, Arina kembali dengan dua softdrink ditangannya. Dia memberikan satu kaleng untuk Key.

Baiklah, inilah saatnya. Aku tidak akan membuang-buang waktu lagi. Harus sekarang juga. Supaya semua perasaan dihatiku bisa keluar dan aku merasa lega walau mungkin nanti ditolak. Jonghyun hyung, doakan aku!

Ucap Key dalam hati, berharap supaya kata-katanya tadi bisa sampai pada Jonghyun.

“Arina..” panggil Key perlahan

“Hmm?” respon Arina sambil memasukkan muffin ke mulutnya.

“Saranghaeyo” ucap Key singkat. Akhirnya dia berani menyatakannya. Satu kata yang sulit sekali diucapkan.

“Uhuk…uhukk!” Arina tersedak mendengar Key berkata itu. Matanya terbelalak. Dan muffin yang dipegangnya jatuh kepahanya. Dia benar-benar kaget.

“Aigo.. gwaenchana?” Key khawatir. Dia langsung membuka softdrink milik Arina dan memberikannya pada Arina. Arina langsung meminumnya.

“Fiuhh.. Gomawo, Key.” ucap Arina setelah problemnya dengan muffin tadi berakhir. Key mengangguk.

“So? would you be my girlfriend?” tanya Key dengan sisa keberanian.

Jantung Arina sudah berdetak sangat kencang. Dia menunduk untuk menutupi wajahnya yang sudah bersemu merah. Dia jadi melamun. Dia terus berkata dalam hati bahwa ini bukan mimpi dan dia harus segera menjawab pertanyaan Key.

Speechless. Arina akhirnya hanya bisa mengangguk. Tapi anggukkan itu mampu mengubah raut wajah Key. Key merasa bahagia.

“Jeongmaliyo?” Key merasa seperti mimpi, dia terus ingin meyakinkan Arina.

“Ye”

Key tersenyum sambil memandang langit. Lalu dia langsung mengambil keranjang berisi makanan milik Arina dan memakannya banyak-banyak.

“Ya! Kau ini kenapa? kenapa tiba-tiba jadi kelaparan begini?” tanya Arina yang heran

“Semua makanan ini terasa enak. Hari ini aku tidak akan diet” jawabnya. Arina tertawa.

Hingga sejam kemudian, Arina dan Key menghabiskan setengah isi kulkas. Merekapun membaringkan diri di karpet karena kekenyangan.

“Ya..” panggil Key sambil menyentuh pundak Arina

“Hmm?”

“Mulai sekarang, kau harus panggil aku ‘jagi’ . Dan aku juga akan memanggilmu ‘jagi’” perintah Key

“Mwo? Sireoyo.. norak sekali ah. Sudahlah seperti biasa saja, panggil nama.”

“Aisshh.. kau ini tidak ada romantis-romantisnya sama sekali! yasudah jangan panggil aku hanya nama. Pakai oppa. Key

oppa. Bagaimana?” pinta Key

“Oppa? hahahahaha!! Aku tidak biasa memanggilmu pakai oppa! haahahaha”

“Jahat sekali kau ini. Sekarang aku ini pacarmu, lagipula aku lebih tua darimu. Masa kau tidak memanggilku oppa.” Key cemberut

“Hahahaha.. baiklah. Key oppa” Arina berusaha membuat Key ceria kembali. Dan benar saja, Key tersenyum.

“Oppa, kau masih lapar?” tanya Arina tiba-tiba

“Apa kau gila? Perutku saja sekarang sudah melebihi Onew hyung. Pulang ke Seoul aku harus benar-benar dalam melaksanakan diet ketat” respon Key sambil menepuk-nepuk perutnya karena kekenyangan. Tapi dia bahagia seperti ini.

Jonghyun hyung! aku sukses!!!!  seru Key dalam hati.

TBC

Ternyata setelah diliat-liat dan baca lagi, part ini rasanya flat 😦 . Miaaaaann, otak ane udah mentok. Jangan dimarahin yaaaa.. kritik saran aja deh.. *muka melas*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “Take Me With You – Part 15”

  1. wah,akhrny mereka jadian jg setelah sekian lama
    bgus kok thor ceritanya, aq sukaa
    malah kalo bsa lama2in cerita key d indonesia,hehe
    next part dtnggu scepatnya

  2. 😳
    kenapa jadi aku yang malu, pas Key bilang saranghaeyo ke Arina?? 😕
    syukurlah belum tamat……. aku tunggu next chap’a :mrgreen:
    ngebayangin Key ke Indo beneran… ckckck…. pingin deh aku kayak arina :-p

    1. berarti kamu udah menghayati waktu baca naskah, yaudah kamu jadi Arina aja *emangnya drama -_-* XD

      maksih ya udah baca 🙂 tunggu aja next capternya..

  3. banyak ngakak aq bc part ini.. hahahaaha
    bayangin cengonya key pas di Indonesia.. hahahahaa

    muka kayak kamu bisa dapet pacar orang luar sekeren itu. — sadis bgt kakaknya arina.. hahahaha

    paling ngakak pas bc kalimat ini
    “Buka bajumu, hingga tinggal kulit.”
    hahahaaha emang klo buka baju pasti tinggal kulit kan? hahahaha *guling guling* masa tinggal tulang.. lol…
    hahahaa
    udah ah.. cape ktwa mulu…

    waaah akhirnya.. jadian…
    lucu lah pokoknya…
    ditunggu part selanjutnya

    1. itu kakanya emang sadis -_-

      hahaha.. kan maksudnya tinggal kulit itu mungkin aja didalem bajunya si key make tank top lah, kutang lah.. dll. jadi harus tinggal kulit XD *author ngeles -_-*
      yaudah jangan ketawa mulu, awas entar gigi kering XD *PLAKK

      ok, makasih ya udah baca, next part tunggu aja XD

  4. woaaa akhirnya arina jadinya sama key! haha
    taemin sama suzy? masih gabisa bayangin haha -_-

    ffnyaaaaaaaaaa bagus!!!

    1. iyaaaa!! mereka jadian XDDD
      taemin ama suzy itu sebenernya ane sebagai author juga masih sedikit kagak rela. lebih relanya taemin sama ane XDD *digaplok reader rame2*

      makasih udah baca 🙂

  5. Key di kerokin…hahaha…
    aku jg rela banget ngerokin member laen…ayo semuanya…onew,jjong,taem,minho…siapa yg mau duluan d kerokin??…#siap2 sm balsem n recehan..
    #readersetres..

    1. waduuuhh ada tukang kerok dimari XD kerokin ane mau ga?? tapi ane punyanya detergen ama duit gope *lo kira iklan -_-*

      makasih ya udah baca 😀

  6. Sementok mentoknya tetep aja ramee thoor haha
    Ciee key udah jadian hehe 😀
    Ayo thor lanjut lanjuuut, masih lama kan partnya? Gamau cepet2 selesai 😦 *dasar lo..*

  7. haha,lcu nian…
    ktawa sndri aku ngbyangn key dkrikin,.psti g tga mau nglukis kulit key yg mulus tu,,hehe

    1. iya.. sebenernya author juga ga tega bayanginnya. tapi disatu sisi author juga pengen dia ngerasain rasanya kerokan XD *labil -_-*

      makasih udah baca 🙂

  8. belum tamat nih??
    asikkk..
    masih penasaran nih.. kan bener tebakanku klo laki2 itu key.

    yeoja yg lagi deket sma taemin suzy ya?? ahh kenapa ga jiyeon?
    ya sudah lanjut sajalah..

    1. belum… 🙂
      bingooo!! selamat tebakan anda benar ! XD

      tadinya ane juga mau ama jiyeon, bingun uy antara jiyeon ato suzy, ato ane aja ya yang ama taemin?? XD *digaplok*

      makasih udah baca, mari dilanjut XD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s