Basketball Dream

BASKETBALL DREAM

Title : Basketball Dream

Main Cast: Kim Jonghyun, Shin Min Hyo, Kim Taeyeon

Author: Eka

Other Cast: –

Genre: Romance, Marriage Life

Length: Oneshoot

Enjoy ^^

……………………

Aku berjalan perlahan menuju kamar. Jonghyun duduk di kasur, membelakangiku. Aku melangkahkan kaki lebih dekat ke arah Jonghyun. Aku pun menyentuh bahunya dengan lembut dan duduk di sampingnya.

Aku diam saja. Tak akan bertanya sebelum Jonghyun sendiri yang mau menjelaskannya. Benar saja, tak lama kemudian Jonghyun pun bicara.

“ Aku tidak bermaksud begitu. Aku…” Jonghyun terdiam. Ia mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk. “ Mianhae.” Ia menghembuskan napasnya.

“ Kau hanya takut kehilangan Taeyeon. Aku mengerti.” Tanggapku.

Jonghyun hanya bisa mengangguk pasrah. “ Selama ini aku yang selalu bermain bersama Taeyeon. Aku lupa, bahwa saat seperti ini cepat atau lambat pasti akan datang. Saat seperti ini adalah, saat di mana ada laki-laki lain yang menempati hatinya. Aku sadar, hari ini akan datang.”

“ Aku mengerti.” Balasku lagi singkat.

Kami terdiam cukup lama. Jonghyun kembali menunduk. Aku tahu ia pasti menyesal sudah membentak Taeyeon yang tidak paham situasinya, sementara ia terbawa emosi. Aku menepuk punggungnya pelan.

“ Sekarang, apa yang akan kau lakukan? Hmm?”

Jonghyun mengangkat wajahnya lagi dan menarik senyum sekilas. “ Tentu saja melakukan hal yang seharusnya dilakukan seorang Ayah.” Jawabnya. Jonghyun pun beranjak dari kasur. Ia mengecup dahiku sebentar lalu pergi ke luar kamar. Aku tersenyum. Kurasa ia akan ke kamar Taeyeon.

…………………………

“ Taeyeon-ah.” Panggil Jonghyun. Sementara itu Taeyeon sedang berbaring tengkurap di kasurnya sambil membaca majalah.

“ Ya, Ayah.” Sahut Taeyeon kemudian duduk di kasurnya.

“ Umm… May I?” Tanya Jonghyun meminta izin untuk masuk kamar sekaligus duduk di sebelah Taeyeon.

“ Sure. What’s up, Dad?” Tanya Taeyeon.

“ Kau tidak marah pada Ayah?” Jonghyun agak heran dengan Taeyeon yang bersikap seakan tidak terjadi apa-apa di antara mereka beberapa jam yang lalu.

Taeyeon menggeleng. Ia tersenyum dan berkata, “ Ayah juga tidak marah padaku, kan?”

“ Tentu saja tidak.” Jawab Jonghyun cepat. Taeyeon tiba-tiba memeluk Jonghyun dan bermanja-manja dalam pelukan ayahnya itu. “ Taeyeon-ah, dengar. Maafkan Ayah, ya. Ayah tidak bermaksud untuk membentakmu tadi. Ayah hanya… ya, ayah hanya… Err… Kau mau memaafkan Ayah, kan?” Jonghyun tidak mengucapkan alasannya karena malu.

“ Tentu saja, Ayah.” Taeyeon melingkarkan tangannya semakin erat di pinggang Jonghyun.

“ Terima kasih.” Jonghyun pun membalas pelukan Taeyeon. Tapi kemudian dengan cepat melepaskannya.

“ Ya! Whaeyo?” Tanya Taeyeon manja.

“ Ayah harus mulai mengurangi kebiasaan Ayah untuk memelukmu, nih. Kau kan sudah besar. Nanti pacarmu marah.” Goda Jonghyun sambil menyeringai.

“ Ayaaahhh…” Taeyeon memukul pundak Jonghyun pelan. Lalu dengan segera memeluk Jonghyun lagi. “ Kurasa Minho Oppa tidak akan cemburu kalau dengan Ayah.”

“ Jjinca?” ujar Jonghyun. “ Kalau Ayah melakukan ini di depan Minho, masihkan dia tidak akan cemburu pada Ayah?” Jonghyun pun dengan cepat mengecup pipi Taeyeon.

“ Ayaaaahhh!!!” Taeyeon melempar bantal ke arah Jonghyun yang kabur setelah menciumnya. Namun sasarannya sudah terlebih dulu menutup pintu sehingga lemparannya meleset.

“ Ayah tetap tidak mengizinkanmu pacaran.” Teriak Jonghyun dari luar kamar.

“ Yahh… Kenapa?” balas Taeyeon sambil berteriak juga.

“ Kecuali kau menang pertandingan basket minggu depan. Baru Ayah akan mempertimbangkannya.”

“ Cuma dipertimbangkan?” Tanya Taeyeon kesal.

“ Baiklah baiklah baiklah. Ayah perbolehkan.” Mereka masih berkomunikasi dengan berteriak.

“ Asyiik!! Ayahku memang yang terbaik.”

“ Tentu saja. Mana ada Ayah lain yang lebih keren dari ayahmu ini.” Ucap Jonghyun percaya diri.

“ Dasar narsis.” Bisik Taeyeon yang tidak benar-benar ia tujukan pada Jonghyun.

“ Ayah tahu kamu ngomong apa.” Teriak Jonghyun lagi. Taeyeon pun mendekap mulutnya dengan terheran-heran. Bagaimana mungkin Ayahnya mendengar itu.

………………………

Peluit tanda berakhirnya pertandingan pun dibunyikan. Aku berdiri untuk bertepuk tangan, karena permainan Taeyeon hari ini benar-benar bagus. Siswi-siswi berseragam basket warna merah itu keluar lapangan dengan wajah berseri. Si setan merah, begitu orang-orang menyebutnya, bersiap untuk menerima piala kemenangan. Aku dan Jonghyun pun bangkit dari tempat duduk penonton untuk menyambut Taeyeon.

Aku menyambut gadis bernomor punggung 10 dan berseragam basket biru itu dengan sebuah pelukan. “ Permainanmu hebat sekali.” Pujiku.

“ Tapi aku kalah.” Desah Taeyeon.

“ Tidak apa. Yang penting kau kan top scorer.” Jonghyun mengacak rambut Taeyeon dengan sayang.

“ Hahh… Ayah menang, deh.” Ucap Taeyeon.

“ Menang apa?” tanyaku penasaran. Maklum, aku tidak tahu tentang perjanjian mereka.

“ Tentu saja.” Cengir Jonghyun pun melebar. Aku semakin bingung dibuatnya. Tapi aku tak mau ambil pusing. Mereka memang suka membuatku iri karena sering membuat rahasia di belakangku.

Tiba-tiba seorang pria muda dengan postur tinggi datang menghampiri kami. Aku mengenalnya sebagai Minho. Orang yang tempo hari diceritakan Taeyeon sebagai pacarnya. Anak muda ini memang tampan. Pilihan anakku hebat juga. Aku tersenyum hanya dengan memikirkannya.

“ Taeyeon-ah, permainanmu keren.” Ujarnya.

Taeyeon hanya tersenyum kecut dan setelah itu malah memalingkan wajahnya dari Minho. Ya ya ya! Anak itu kenapa? Minho juga tampak heran dengan reaksi Taeyeon. Hanya Jonghyun yang tampak tersenyum. Aku tahu, Jonghyun pasti dibalik sikap aneh Taeyeon yang membingungkan orang-orang ini. Minho sepertinya baru sadar akan sesuatu.

“ Ah, ahjussi, ahjumma, annyeong.” Ia membungkukkan badannya dengan sopan kepadaku dan Jonghyun secara bergantian.

“ Annyeong.” Balasku sambil tersenyum. Tapi Taeyeon masih cemberut. Jonghyun pun meninju lengan Taeyeon sebentar sehingga Taeyeon memandangnya.

Jonghyun berjalan perlahan mendekati Minho.

“ Hey, kau pacarnya Taeyeon, ya?” Tanya Jonghyun. Aisshh, anak ini. Minho langsung kaget dan dengan malu ia mengangguk pelan. “ Ya! Kenapa terlihat ragu begitu? Kau pacarnya Taeyeon, bukan?” Tanya Jonghyun lebih keras.

Aku dapat mendengar Taeyeon mendesis kesal, “ Ayah…”

Minho kali ini menjawab dengan suaranya, bukan hanya dengan gerakan. “ Ne, ahjussi!” Meski begitu, tetap saja aku bisa menangkap semburat merah di wajahnya. Hah, anak muda. Aku pun tersenyum.

Jonghyun terbahak. Taeyeon tampak semakin kesal. “ Hahaha, bagus.” Jonghyun pun berhenti tertawa dan mendekatkan mulutnya ke telinga Minho. Namun, kami masih dapat mendengar apa yang dikatakan Jonghyun pada Minho. “ Jaga Taeyeon baik-baik. Kalau sampai aku melihat Taeyeon menangis karenamu, huh, lihat saja nanti.” Ancam Jonghyun sambil tersenyum lebar.

Minho yang mendengarnya lalu tersenyum mantap. “ Tenang saja.” Balasnya.

“ Ayah?” Taeyeon tampak heran. “ Bukankah perjanjiannya…”

“ Perjanjian apa, sih?” potong Jonghyun. “ Sudah sana. Penyerahan piala untuk top scorer, tuh.” Jonghyun mendorong punggung Taeyeon untuk kembali ke lapangan.

“ Ayah.” Taeyeon tersenyum lebar. “ Gomawoyooo…” teriaknya sambil berlari ke tengah lapangan. Jonghyun membalasnya dengan lambaian dan senyuman.

………………………

Syalala~ Keberuntunganku tak terhenti di situ. Di perjalanan pulang dari pertandingan, Jonghyun mengejutkan kami, aku dan Taeyeon, dengan menunjukkan tiket pesawat ke Jerman. Aku terkejut bukan main. Apalagi Taeyeon, yang dengan hebohnya langsung berteriak-teriak kegirangan di dalam mobil. Maka, sehari setelah pertandingan, berangkatlah kami menuju Jerman, tepatnya Heidelberg.

……………………………..

“ Melelahkan sekali. Besok mau ke mana?” Tanya Taeyeon sambil merebahkan tubuhnya ke kasur.

Aku yang sudah dari tadi berbaring di kasur di sebelah Taeyeon berkomentar, “ Kau masih bisa membayangkan hari esok? Kalau Mama sih sudah lelah sekali. Sepertinya hari terakhir di sini Mama mau menikmati fasilitas hotel saja. Mama mau pijat refleksi dan makan makanan yang enak-enak.”

Jonghyun keluar dari kamar mandi sambil menggosok-gosok rambutnya yang masih basah dengan handuk. “ Kalian mandi sana. Seharian jalan-jalan, badan kalian penuh dengan keringat.” Sarannya sambil duduk di sofa dan menyalakan televisi.

“ Taeyeon dulu!” Taeyeon pun menyambar handuk di jemuran dan segera memasuki kamar mandi.

Aku hampir memejamkan mataku sebelum kurasakan Jonghyun sudah naik ke kasur juga. Aku membuka mataku lagi. Kami saling bertatapan, lalu saling melempar senyum.

“ Kau senang hari ini?” Tanya Jonghyun.

“ Tak pernah tidak bahagia saat sedang bersamamu.” Jawabku. Heaaa, apa yang baru kukatakan? Rasanya ingin mencuci mulutku dengan sabun. Maluuu…

Beberapa saat kemudian, Taeyeon keluar dari kamar mandi dan melihatku dan Jonghyun sedang saling bertatapan dalam diam.

“ Hueeek.” Ucapnya lalu menutup wajahnya dengan handuk. “ Jangan melakukannya di depanku, ya.” Aku dan Jonghyun pun hanya bisa tertawa.

……………………………

Taeyeon’s POV

Kurasakan ada yang mengguncang tubuhku. Haduh, siapa sih? Masih enak tidur, juga. Aku pun membuka mataku perlahan.

“ Ayah?” kudapati Ayahku sudah berpakaian olah raga lengkap.

“ Jalan-jalan, yuk.” Ajaknya.

“ Tapi aku masih ngan…”

“ Ayoo…” Ayah menarik tanganku untuk membuatku bangun. Aku pun menurutinya saja.

Kami pun berlari-lari kecil menyusuri jalan ini. Udaranya segar, dan masih sepi. Tidak banyak orang di sini.

“ Mama tidak diajak?” tanyaku. Ayah hanya menggeleng. “ Ini di mana sih?”

“ Philosopher’s Walk.” Jawab Ayah.

Aku pun membuka buku panduan wisata yang selalu setia di dalam sakuku. “ Katanya, tempat ini adalah tempat yang biasanya dikunjungi oleh pasangan. Wah, pantas saja. Tempatnya indah begini.” Aku menutup kembali buku panduan wisata itu dan kembali berjalan menyejajari Ayahku yang sudah jauh di depan.

“ Tunggu sampai kita sampai di puncaknya.” Ujar Ayah.

“ Memangnya ada apa, Yah?” tanyaku penasaran.

“ Aishh, kita sudah sampai. Omo… indahnyaaa…” Ayah pun melihat ke pinggir jalan yang merupakan tepi tebing.

“ Kyaaaa!! Indah sekali!!!” aku pun terpana dengan pemandangan yang ada di hadapanku sekarang.

Lama kami menikmati indahnya pemandangan dari Philosopher’s Walk ini. Aku merasa lebih takjub saat matahari terbit mengintip dari celah-celah perbukitan. Menimpa pepohonan sehingga beberapa daun tampak berwarna jingga keemasan. Spektakuler. Indah sekali.

“ Kenapa Ayah mengajakku ke sini? Ini kan tempat yang bisa dibilang sangat romantis.” Ayah hanya diam. Tampak masih menikmati pemandangan luar biasa di hadapan kami. “ Akan lebih pantas kalau ayah mengajak Mama.” Ujarku lagi yang masih belum ditanggapi. “ Atau Minho mengajakku.” Ucapku sekali lagi.

Akhirnya Ayah menoleh. “ Justru itu. Ayah ingin menjadi laki-laki pertama yang mengajakmu ke tempat seindah ini.” Ayah tersenyum manis kepadaku. “ Tidak akan Ayah biarkan Minho-mu itu mendahului Ayah.” Ayah kembali melihat ke tepi tebing.

Aku hanya menatapnya dengan takjub. Ayah, kau adalah Ayah terbaik, benar-benar Ayah terbaik yang pernah ada. Hhh… Mama pernah bilang, kalau Mama adalah orang paling beruntung sedunia. Kurasa benar, itu karena Ayah. Dan kalian tahu apa? Kurasa aku menurunkan sifat Mama, menjadi orang paling beruntung sedunia, juga karena Ayah.

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

52 thoughts on “Basketball Dream”

  1. Woa.. Apa ya rasanya jjong jd appa-ku..?? Ah, tppi aku lbih ingin memanggilnya oppa..XD
    Jjong bener2 kepala keluarga idaman.. Tpi p’lakuannya ke taeyeon menjurus daughter complex.. Wakakakak.. Habis dy ga mau ngalah bgt sma minho..

  2. akhirnya ada lanjutannya…
    bukn oneshot kan ini sbnrnya… hihihihi
    aq jg mau punya ayah kyk jjong.. hahaha
    aaahhhh ayaaaaahhh *peluk jjong*
    hahaha

    1. Aku bikinnya berdasarkan khayalan itu (pengen punya suami ganteng nan romantis). Kkk~
      makasih ya ^^

  3. aigoooo,,, manis skali Jonghyunie :*
    pngen pnya ayah kyk dia deh. hehehe..

    “Jonghyun pun berhenti
    tertawa dan mendekatkan
    mulutnya ke telinga Minho.”
    emang Jonghyun nyampe gitu ke kuping minho? *PLakk* kekekke 😛

    1. Gyahahahaha. Iya ya. Cacat nih ceritaku. Ceritanya Minho tahu diri, jadi dia nunduk. wkwkwk.
      Makasih udah baca ya ^^

  4. hahahaha mupeng 😀

    keren ceritanya, beruntung yang memiliki Jjong di hisupnya..
    nice ff nih 😀

  5. Suamikuuu~ *pelukjjong* *dilempar ikan teri*
    Ceritanya keren thor~
    Ditunggu ff selanjutnya nyook 😀

    1. *peluk Minho tanpa sebab*
      Kkkk~ makasih ^^
      yap. jangan kapok ya, FF-ku rata-rata aneh soalnya.

  6. Jonghyuniee appaaa *teriak ala Yogeun
    Jjong ayah dan suami terbaik deh~

    nice story ffnya thor 🙂

    1. Minho oppaaaaa *plakk
      Minho juga loh, nggak diceritain aja di sini *ketelek Minho
      Makasih ^^

  7. itu yang abis pov nya author,pov nya si min hyo kah?,ngga da tulisannya.
    eniwey,aku pengen ah jdi kluarganya jjong,,biar ikut bruntung sedunia juga..*ngarep*

    nice story.^-^
    ku tunggu krya mu yg lain,FIGHTING!

    1. eh, ngga kok. semuanya Min Hyo POV, tapi pas Jjong sama Taeng ngobrol kan nggak ada Min Hyo-nya, jadi emang serada kayak author POV.

      Aku juga pengeeen >,<

      makasih udah baca. ne! *bow

  8. Kim Jonghyunnnnn…. Huwahhhhhh,,,, bikin envy woyyyy….. Suami dan ayah impiannn… Suka banget tiap moment Jjong-Taeyoen… (ehh Taeyoen disini aku bayanginnya SG Taemin)hehehehe

    nice story bangett.. Nget.. Ngettt….. Joaheyoooooooo…….

  9. Ya ampuuuun~ Jonghyuuuuun~ Jonghyuuuuuuun~ kamu baik sekaliii XDDD. Bangga banget deh jadi Taeyeon! Aku suka endingnya~ Nice FF~

  10. WOAAAA~ Jonghyun saranghae~ (?) *key ngambek

    Duh, pengen deh punya ayah yang kayak jjong. U.u

    Sweeet banget dah cerita anak-bapak (?) ini. Aku suka. 🙂

    Sequelnya dong~~ hehe xDv

    1. Yak? Sequel?
      Ani ani ani >,<
      Maaf ya, aku nggak bisa. Aku… yah, pokoknya nggak bisa *nangis di pojokan
      Ah, tapi makasih udah baca. Hiks, baru kali ini ada yang minta sequel, aku sedikit terkejut dan terharu. Makasih ya ^^

  11. jadi pengen punya ayah/suami kayak jonghyun ini.
    romantis banget ;____;

    endingnya bener-bener so sweet 🙂

    1. aigoo… aku juga pengen tauuu >,< itu sebabnya aku menulis epep ini. kkk~
      gomawo udah baca ^^

  12. Jonghyun… *speechless*
    aaaa kenapa jjong sweet gitu:3
    ayah yang baik, cocok untuk menjadi ayah dari anak2ku *plak
    bagus:’))

  13. OMG JONGHYUUUUNNNNNN :****
    aduhhhhh tipe suami, ayah, pria idaman sekaliiii iniiiiii ^_^
    Jonghyunnieee bersediakah kau menjadi ayah dari anak2 kita kelak *plakplak* 😀

  14. wau ga kebayang kl jjong jd ayah XD
    dlm bayanganku ayah yang suka ngeledek anaknya sebagai bentuk sayang (jjong versi aku) haha…
    ngebayangin jjong beneran punya anak.. jgn2 foto anaknya di update di twitter terus di edit yg aneh2 lol…
    ayo semangat bikin ff lagi 😀

    1. bayangin doong XD
      “Appa… itufotoku lagi tidur di mobil pas perjalanan ke Jogja kenapa diuploaaad” >< wkwkwk

      rasa malas ini membunuhku u.u

      oh iya fb error mendadak susah diakses.

    2. wkwk aku malah bayangin: dongho jd anak jjong :3
      lol lol lol lol
      ckck jangan malas.. (padahal sendirinya lebih parah)
      ooo pantes… ckck… blm niat tepar?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s