Don’t Remind Me – Part 6

Author: Boram.Onyu

Main Cast:

  • Lee Jinki aka Onew
  • Lee Sunhye
  • Kim Jonghyun

Support Cast:

  • Kim Kibum aka Key
  • Choi Minho
  • Lee Taemin

Length: sequel

Genre: romance, friendship, sad, mellowdrama

Rating : General

^author side^

“ Aigooo! Banjiiiirr! “

Taemin berlarian ke seluruh arah ruangan dengan mata yang masih tertutup, lalu kembali tidur di tempat tidurnya, membuat Key berdecak. Ia memang menyiramkan segelas air ke muka Taemin karena kesal tidak bisa membangunkannya. Bukan hanya Taemin yang disiramnya, Minho dan Onew juga ikut disiram. Tapi kedua raja tidur itu tak bergeming, hanya melap wajah mereka dengan selimut lalu kembali tidur. Jonghyun sendiri sudah melakukan ritual pagi hariannya, jogging.

Kehabisan akal, Key menarik dvd player dari ruang tengah lalu menyetel dengan volume maximal lagu Lucifer, dimana sebelumnya ia memakai penutup telinga. Rencananya pun tak gagal, Minho, Taemin dan Onew langsung bangun sambil menutup telinga mereka.

Tapi kali ini berbeda, Onew yang biasanya akan memberikan tatapan evilnya hanya menatap Key tanpa ekspresi lalu segera menuju kamar mandi. Taemin dan Minho segera meminum susu dari kulkas. Key kembali mencak-mencak. Tapi tak ada satupun dari Minho, Taemin ataupun Onew yang meresponnya.

****

^Jjong side^

Sunhye menata rambut Onew dengan agak kaku. Tentu saja, bisa kulihat dari cermin tatapan Onew yang terus mengarah kepada Sunhye. Kugigit bibirku menahan marahku. Juga kucoba untuk memejamkan mataku.

“ Jonghyun hyung, bibirmu berdarah. “

Kubuka mataku. Tangan Key sibuk melap bibirku yang terasa perih.

“ Hanya berdarah sedikit Key. “

Kutepis tangan Key, tapi ia kembali melap bibirku. Sunhye berhenti menata rambut Onew, ia malah menatapku dengan ekspresi yang sulit diartikan. Kudengar Onew mendengus.

“ Kau terlalu memanjakannya, Key. “

“ Hyung, bicaramu keterlaluan. “

Kudengar Key sedikit emosi. Yah, sebenarnya aku masih syok dengan ucapannya barusan. Onew hyung kembali mendengus.

“ Ya! Apa yang kau lakukan! Rapikan rambutku! “

Sunhye terlihat gugup, terlihat jelas dari tangannya yang gemetar.

“ Kau ini penata rambut atau bukan?! Kenapa malah jadi berantakan begini! “

Sunhye menundukkan kepalanya makin dalam, kukepal tanganku kuat-kuat. Tapi saat Onew hyung merampas sisir dari tangan Sunhye, emosiku tak terbendung.

“ YA! Bukannya kau menyukai Sunhye! Kenapa kau memarahinya terus?! “

“ Kenapa?! Kau keberatan? “

“ Jelas saja! Dia kan seorang yeoja hyung! “

“ Lalu kenapa? Memangnya kau punya hubungan apa dengannya sampai berani melotot dan mengepalkan tanganmu pada hyungmu?! “

Aku tercekat. Kepalan tanganku kian mengendur.

“ Hyung! Kenapa kau jadi temperamen begini? “

Suara Key terdengar emosi. Onew hyung meninju meja rias di depannya, lalu segera pergi. Tak lupa ia membanting pintu. Sunhye jatuh terduduk, seluruh badannya terlihat gemetar. Serentak aku menghampiri Sunhye bersamaan dengan Key.

“ Gwenchana? “

Bibir Sunhye terlihat gemetar, tak berselang lama air matanya menetes. Ingin sekali aku memeluknya. Tapi Key sudah terlebih dulu melakukannya. Tangis Sunhye makin keras, Key pun mengelus kepala Sunhye yang sudah tertunduk dalam pada dada Key.

****

Aku menegang melihat Onew hyung yang sedang memperbaiki blazer hitam tanpa lengan yang dipakainya. Badannya disandarkan di dinding, dengan tangan yang ditadahkan ke depan hingga butiran air hujan membasahi telapak tangannya. Matanya tertutup rapat. Ingin sekali kumaki, kutinju badannya hingga amarahku terlepas. Tapi entah kenapa tubuhku ngilu. Ia lalu mengambil handphone dari sakunya dan terlihat memencet beberapa tombol.

Seketika handphone ku bergetar.

DubuOnew hyung

Kenapa melihatku begitu? Kau marah?

Kulihat kembali Onew hyung. Ia memegang handphonenya dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya sendiri tetap dibiarkan terkena air hujan. Aku segera pergi. Hanya untuk menahan emosiku yang kian memuncak.

Kusandarkan tubuhku di kursi. Sunhye sudah terlihat lebih baik. Ia malah bermain bersama Minho dan Yoogeun yang kebetulan datang.

Saatnya sudah tiba, show kami sudah dimulai. Terlihat wajah Minho, Taemin, dan Key yang terlihat canggung. Onew hyung sendiri tak tampak. Manajer dan beberapa coordi noona mulai panik.

Akhirnya manajer memutuskan melanjutkan show tanpa Onew hyung, dan akan diganti oleh Key mengganti suaranya.

Intro Lucifer pun diputar, dalam remang-remang lampu bisa kulihat Onew hyung yang berdiri dengan tegaknya. Tapi tiba-tiba ia terjatuh. Aku yang di sampingnya sempat tegang, tapi seperti biasanya. Ia kembali berdiri tegak dan melanjutkan dancenya seperti tak terjadi apa-apa.

Hujan yang makin deras membuat telingaku berdengung. Akhirnya, show lucifer kami berjalan dengan lancar. Kulihat Onew hyung yang berjalan terhuyung. Di luar dugaanku, Sunhye tiba-tiba muncul dan memberikan sesuatu dengannya. Onew hyung terlihat mengacuhkannya, tapi tiba-tiba Sunhye mencium Onew hyung. Secara bersamaan sebuah tangan menutup kedua mataku, lalu menarikku ke pelukannya. *bayangin adegan Ji Hoo meluk Jandi waktu part Junpyo dicium sama tunangannya-BBF, jongkey moment huaaa!

Parfum khas Key memenuhiku. Dalam sepersekian detik, air mataku menetes. Kutahan kuat-kuat agar isakanku tak keluar. Aku memang namja lemah. Belaian tangan Key di kepalaku membuatku sedikit bisa menahan emosiku. Kulepaskan pelukannya. Ia pun memberikan senyum hangatnya seperti biasanya.

Ringtone Nothing Better Than You mengalun dari ponselku. Tangisku pecah kembali. Itu adalah lagu favorit Sunhye. Dialah yang mengenalkan lagu itu padaku dulu. Tapi melihat layar ponselku, kuhapus cepat air mataku.

“ Yeboseyoooo. “

Suara di seberang terdengar ceria. Suara yang selalu bisa mengalihkan kepenatanku terhadap hubunganku dan Sunhye yang makin merenggang.

“ Oppa? Apa kau disana? “

“ Ne, Kyungie ah. “

*Ketebak dong yang nelpon siapa? Ya Sekyung dong, Kyungie panggilan sayang-sayangnya Jjong ke Sekyung.

“ Oppa, kenapa suaramu serak? Kau sakit? Kudengar kalian show di tengah hujan. Gwenchanayo? “

“ Aniyo. Gwenchana. Kyungie, nanti aku menelponmu lagi. Ada yang harus kukerjakan sekarang. “

“ Geure oppa. Jaga baik-baik kesehatanmu. Annyong. Ah, hampir lupa. Bogosippo. “

Aku tak bisa menahan senyumku mendengar kata terakhirnya yang sedikit berbisik. Belum sempat aku membalas godaannya, ia sudah menutup teleponnya lebih dulu.

“ Hebat sekali hyung. Kehilangan Sunhye, dapat Sekyung noona. Ckck, dasar player! “

Key mendecak panjang, kemudian ia menghapus air mata yang tersisa di pipiku dengan punggung tangannya. Selanjutnya ia merangkul bahuku.

“ Aku bukan player, Key. “

“ Aah. Mana bisa begitu. Waktu sama Seunghee noona saja kau langsung memegang tangannya. “

*seunghee-couple Jjong di Shinee Yunhanam

Aku menjitak kepalanya. Lagi-lagi ia menyinggung masalah itu. Dulu, aku harus membujuk Sunhye mati-matian agar mau bicara padaku. Yah, ia sempat marah karena menurutnya tindakanku terlalu berlebihan saat itu. Padahal, aku sudah mengatakan berulang kali, aku memegang tangan Seunghee noona karena menganggapnya noonaku sendiri dan hanya untuk profesionalitas belaka. Butuh waktu sebulan, hingga akhirnya Sunhye mau bicara padaku lagi.

Sunhye lagi. Nyatanya, yang ada di pikiranku hanya yeoja itu, meski di sisi lain aku juga sudah memiliki Sekyung. Aku tidak bisa melepas Sekyung begitu saja, tapi kehilangan Sunhye, sama saja dengan kehilangan pita suaraku.

Mataku kembali memanas, dan bisa kurasakan pipiku kembali basah.

****

^Sunhye Side^

Aku masih merenungi perlakuan Onew oppa tadi. Kedua kalinya ia membentakku sejak di taman malam itu. Yang kutahu, Onew oppa adalah orang yang lucu dengan sangtae nya, dan tidak pernah marah sekalipun. Ia akan tersenyum manis meski member lain mengejeknya.

Apa dia membenciku? Apa karena aku yang menyembunyikan hubunganku dengan jjong oppa dulu. Rasa penyesalanku muncul. Aku memang salah. Sudah seharusnya aku memberitahukan hubunganku dengan Jjong oppa pada Onew oppa. Aku memang berniat mengatakannya padanya. Tapi, tiba-tiba saja semangatku mengendur saat melihat senyum Onew oppa waktu itu. Jantungku bergetar hebat, disertai tanganku yang gemetar. Aku tidak mengerti kenapa. Yah, aku pun memutuskan melakukan backstreet, meski Jjong oppa memaksaku berkali-kali memberitahukan pada member lain tentang hubungan kami.

*flashback

Tidak kusangka aku bisa lulus audisi ini! Kyaa! Senang sekali, apalagi beberapa juri memuji suara serak ku dan danceku yang lincah katanya. Bersamaan aku mendengar suara yang sangat indah, sangat merdu dibandingkan apapun. Demi Tuhan, saat namanya disebutkan, mataku tak lepas darinya yang membungkukkan tubuhnya berkali-kali setelah juri mengumumkannya lulus audisi.

Sumpah! Sudah suaranya bagus, wajahnya pun benar-benar sangat menggoda iman. Pertama kalinya, aku bisa tertarik pada seorang namja. Kim Jonghyun. Ia berbalik ke arahku lalu tersenyum. Jantungku hampir copot.

*percepat aja, anggap ini sudah pertengahan tahun 2006

Seperti biasanya, aku dan Jjong oppa-aku memanggilnya begitu sekarang sesuai keinginannya- latihan di ruang musik milik Sment. Aku dan dia memang selalu latihan bersama saat tengah malam. Sebenarnya aku tidak terlalu kuat begadang, tapi karena kebiasaan akhirnya aku bisa, karena ada motivator tampan ini pastinya. Siapa motivator tampannya? Yah tentu saja Kim Jonghyun ini.

Jjong oppa selalu bisa membuatku tersipu dengan pujiannya. Saat ia melatih vokalku secara khusus, aku harus menahan hatiku yang ingin sekali menjerit-jerit tiap melihatnya bernyanyi.

Masih asyik-asyiknya berlatih, tiba-tiba ruang musik dibuka oleh seorang namja. Wajahnya terlihat kaget saat melihat kami berdua, namun cepat ia membungkukkan badannya dan tersenyum kikuk.

“ Jewsongnida mengganggu. Aku juga ingin berlatih disini. Apa bisa? “

Aku mengangguk. Kulihat wajah Jjong oppa sedikit mengkerut, membuat si namja tadi makin kikuk. Namja itu memakai headsetnya lalu mulai meliukkan badannya. Dancenya cukup kacau, dan beberapa kali ia jatuh. Aku memang duduk memperhatikannya, karena tubuhku sudah cukup lelah berlatih sedari tadi. Jjong oppa sedang pergi mengambilkan minuman untukku.

Sesekali ia melap keringatnya, dan mungkin karena ia sadar sedang kuperhatikan, ia pun menatap ke arahku dengan tersenyum tipis. Tiba-tiba ia menghampiriku dan menekuk lututnya di depanku. Sejurus kemudian ia mengulurkan tangannya. Segera kujabat tangannya.

“ Lee Jinki imnida. Neo? “

“ Lee Sunhye imnida. “

Ia melepas jabatan tangannya. Tangannya merogoh ke dalam tasnya. Dua botol air mineral dipegangnya, lalu disodorkan satu padaku.

“ Kamsahamnida. “

“ Cheonmaneyo, Ms Lee. “

Lama kami terdiam, tapi karena aku yang tak pernah tahan dengan kondisi yang sangat hening seperti ini, aku angkat bicara.

“ Apa kau juga trainee disini? “

“ Belum. Aku murid SM Academy. Dan besok aku akan mengikuti audisi SM. “

“ Jinjayo? “

“ Ne, tapi kurasa sangat sulit karena aku tidak pandai dance seperti yang kau lihat, dan suaraku juga tidak terlalu bagus. “

“ Jangan berpikir begitu. Dulu aku juga sempat berpikir begitu, tapi pada akhirnya aku lulus. “

Kataku dengan cengengesan. Ia pun membuka topinya dan kacamatanya. Aigooo! Tampannya! Senyum kembali terukir di wajahnya.

“ Kamsahamnida untuk motivasinya, Ms Lee. Aku pulang dulu, annyong. “

“ Ne, Mr Lee. ”

 

*flashback off

Kulihat Onew oppa yang berjalan terhuyung.

“ Kau tidak apa-apa? Tadi kau jatuh, dan kurasa… “

Ia tak mempedulikanku sama sekali. Entah kekuatan dari mana, aku tiba-tiba saja menarik tangan Onew oppa dan menciumnya. Ia tak membalas ciumanku. Dari sudut mataku kulihat Key oppa yang memeluk Jjong oppa. Cepat aku melepas bibirku.

Ia, Onew oppa, menatapku tanpa berkedip. Sontak, tubuhku bergerak refleks segera berlari. Omo! Apa yang kulakukan tadi? Eomma, otokke?

TBC

Oioi, kangen gak sama aku? Haha, gak penting banget. Mian part 6 ny kelamaan, otak soak sih gara-gara kuliah makin susah. Selain itu, ada masalah dengan modem, lebih tepatnya baru dapat uang jajan buat beli pulsa lagi *curcol euy*

Di part ini udah mulai flashback ny Sunhye, part kedepannya mungkin ada flashback lagi, biar lebih jelas gituuh asal-usulny Sunhye gimana bisa dekat sama Shinee.

Well, see ya at next part. Dadaaah.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

9 thoughts on “Don’t Remind Me – Part 6”

  1. Aku tidak bisa melepas Sekyung begitu saja, tapi kehilangan Sunhye, sama saja dengan kehilangan pita suaraku. — jjong maruk ~___~a /plaaakkk

    sunhye kyknya punya rasa ye sm jinki.. *mau maen tebak2an*

    lanjut lanjut

  2. Ahhh… Jjong… Kenapa semuanya di embatttt… Ya sekyung ya sunhye bahkan Key jugaaa… Ahhh… Jjong……..

    Omooo,, itu kenapa sunhye bisa nyium Onew? Dia udd putus sama Jjong blm sihhhh???? Aku rada gx mudenga sama alurnyaa…. Agak terkesan ngacakkkk…. Agak bingunggg,,,, hehehe

  3. kmu mudeng?+
    aku jg T.T
    sbenerny ff ini bukan gayaku banget,sempet pengen dihentiin aja,tp merasa sayaang. Makany ttap dilanjutin dgn usaha seadany #malahcurcol

    eh makasih loh kritikny,
    lain kali mampir lg yah

  4. Jjong egois… mau punya 2 yeoja skaligus????
    (aku lempar pake botol minuman….
    …..dibales blinger, dilempar pake galon!!!!!)

    Jinki, jgn dlu trgoda ama Seunhye… dia msh suka ama Jjong!
    yakin!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s