Tell Me Your Wish – Part 3

Tell me your wish part 3

Author            : Amelia A.ka. Inky-Inky

Main cast        : Kim kibum a.ka. Key SHINee

Lee yeonri a.ka. reader

Support cast   :  yeonri umma, yeonri appa, dan kim sae ri, SHINee member

Length            : sequel

Genre              : romance, family, life, humor

Rating              : PG-13/ PG-15/ General

Summary        : “KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” mereka berteriak bersamaan dan lari tunggang langgang. Sementara anjing tersebut ikutan mengejar kami dengan gonggongannya yang keras.

“Key-ssi!!! Aku benci anjiiiiiiiinggggggg!!!!!!!!!!!!” Yeonri berlari mengimbangi Key yang kecepatannya jauh diatasku.

“Aku  benci hewan pemaraaaaaaaah!!!” Key berteriak lebih keras dari Yeonri. Sial, kenapa sial sekali aku?? UWAAA Anjing itu mengerikan~~ jerit Yeonri.

 

Author PO.V

 

Yeonri terdiam. Matanya memandang lurus kearah Key yang mengulurkan tangannya. Dadanya bergemuruh. Sedangkan matanya tidak berkedip sama sekali. Yeonri lalu meraih uluran tangan Key dan segera berdiri. Key hanya diam dan tidak bicara apapun setelah tertawa lepas. Yeonri kini ingat. Namja ini…. Adalah orang yang memiliki topi rajutan kemarin lusa.

 

Yeonri PO.V

 

“Aigoo… kenapa aku terpana melihatnya? Kenapa senyumnya bagaikan malaikat? Tuhaaan tolong aku, lepaskan mataku dari nikmat ini. Kalau tidak aku akan meleleh….. aigoo.. nappeun namja, mianhe sudah menuduhmu yang tidak-tidak” Yeonri membatin.

“Kau lihat apa?” Tanya Key tiba-tiba.

Aku gelagapan. Berusaha mengalihkan mataku dari matanya. Tapi mataku tidak mau menurut. Matanya terlalu indah untukku. Sial, aku terhipnotis matanya! Andwee jangan bilang aku suka padanya saat ini.

“Ani. Hanya saja aku masih tidak percaya kau marah padaku” aku menundukkan kepalaku. Menghindari ekspresi wajah yang bisa membuatku pingsan mendadak.

“Jujur, benar kata bibi. Jangan suka mengerjai orang lain. Aku menyesal mengerjai namja setampan ini”


namja ini terdiam dia menatapku lekat. Aku masih berusaha untuk tidak menatap matanya, dan untuk ke- nggg berapa kali ya? Aku tidak bisa menghindari mata tajam ini….. OMO~

“Bisakah kau berhenti berpaling saat orang menatapmu?” namja ini berbicara. Kuangkat kepalaku dan menatap wajahnya, bukan matanya.

“Kau beruntung. Aku tidak berbicara kasar saat kau memohon ampun padaku. Haaah… cuaca sepanas ini membuatku mudah marah.” Ujapnya santai.

“MWO?? Beruntung kau tidak marah? Ya! Aku ketakutan saat kau menarikku keluar, tahu!” Balasku sengit.

“Ya! Kau ini Yeoja apa? Berbicara sambil berteriak seperti itu” namja ini menutup telinganya.

“Kau pikir aku mau saja melakukan apapun untukmu? Aku punya kehidupan dan aku ingin bebas”  balasku enteng, seolah melupakan apa yang kukatakan tadi, melakukan apapun permintaannya. Aku melangkah menjauhinya. Berusaha untuk kabur dari namja ini. Sudah cukup. Musim panasku hancur gara-gara namja ini. Aku bahkan tak ingat apa yang dikatakannya saat dia mengulurkan tangan padaku. Jadi untuk apa aku membuat masalahku dengannya bertambah rumit?

“tapi setidaknya beri tahu namamu” ujarnya lirih.

“namaku? Untuk apa?” aku berbalik menghadap kearah namja ini.

“kau tidak tahu siapa aku?” balasnya menyakinkanku.

“Molla… aku baru seminggu di seoul” balasku cuek.

“Oh, pantas” tambahnya tak kalah cuek.

“Pantas kenapa? Ada yang salah? Memangnya dikota ini kau terkenal?” Balasku lebih CUEK lagi.

“Aku Key, siapapun tak mungkin tidak kenal aku di Korea Selatan” balasnya angkuh.

“Sungguh, namja ini sombong sekali” sungutku.

“Tapi aku tidak mengenalmu dan untuk apa coba? Itu tidak penting bagiku” tensiku meninggi. Aku tidak suka orang seperti ini.

“Walaupun begitu, kau sudah berjanji padaku. Pertanggungjawabkan semua perbuatanmu” nada bicaranya meninggi.

“Key-ssi, aku akan ingat nama itu dan ak-” ucapanku terhenti. Ada seseorang dibalik tembok dan aku tidak yakin siapa itu. Aku melangkah mendekati bayangan itu pelan dan sangat hati-hati. Ku acuhkan saja omelan bawel namja yang bernama Key itu.

“Si..siapa disana??” Tanyaku gugup.

“…………….” Hening. Tak ada jawaban.

Kurasakan key juga mengikuti gerakanku. Kepalaku melongos melihat ke tembok. Ah.. itu anjing. Aku tersenyum lalu berbalik dan sesaat kemuadian aku melihat anjing itu lagi. Anjing itu berjalan kearah kami. Tampaknya gang sempit ini adalah … OMONA ini pekarangan rumah orang!!! Bukan gang sempit!!! Mana anjingnya jenis Herder lagi anjing itu marah melihat kami. Aku tersadar, begitu pula dengan Key. Kami saling berhadapan meyakinkan diri masing-masing kalau ini bukan momen yang tepat untuk bertengkar. Aku menatap Key dengan pandangan ‘Harus Bagaimana’ dan……

Author PO.V

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” mereka berteriak bersamaan dan lari tunggang langgang. Sementara anjing tersebut ikutan mengejar kami dengan gonggongannya yang keras.

“Key-ssi!!! Aku benci anjiiiiiiiinggggggg!!!!!!!!!!!!” Yeonri berlari mengimbangi Key yang kecepatannya jauh diatasku.

“Aku  benci hewan pemaraaaaaaaah!!!” Key berteriak lebih keras dari Yeonri. Sial, kenapa sial sekali aku?? UWAAA Anjing itu mengerikan~~ jerit Yeonri

15 menit kemudian….

“Hah.. hah.. hah..” nafas Yeonri tersengal.

Kini Yeonri dan Key terkapar disebuah taman bermain setelah lolos dari kejaran anjing yang notabennya salah satu binatang yang paling Yeonri benci. Yeonri melihat kearah Key, namja yang baru Yeonri kenal ini sudah tertidur pulas dipadang rumput taman bermain ini. Cuaca yang panas dan mereka terbaring diatas rumput yang sama sekali tidak ada anak-anak yang bermain disini. Sudah terlalu sore. Tidurnya pulas sekali. Manis~ Yeonri jadi ingin membelai wajahnya. Yeonri bangkit dari rebahannya. Mengambil sesuatu dari kantong jaketnya Key. Ada 3 pesan masuk dan 8 Missedcall dari nama Onew-Hyung disana. Handphonenya dalam keadaan silent. Kini sudah pukul 5.35 PM. Yeonri harus pulang. Ahjumma pasti sudah khawatir padanya.

“Key-ssi, bangun” Yeonri menggoyangkan tubuhnya. Alisnya mengerut, dia bangun dari tidurnya lalu mengucek matanya sebentar.

“Wae?” tanyanya polos.

“Kau tidak pulang? Orangtuamu tidak khawatir?” tanya Yeonri lagi.

“Ani, aku tidak tinggal dengan orang tuaku. Aku tinggal dengan Keluargaku sendiri” jawabnya santai.

“Kau punya Keluarga sendiri? Kay sudah punya istri?” taya Yeonri tidak percaya.

“Belum. Aku belum menikah. Punya Yeojachingu saja belum” ujarnya santai.

“Lalu keluarga sendiri itu apa?” tanya Yeonri lagi

“Ada 5 orang anggota keluarga termasuk aku” jawabnya lagi.

“5 orang?”

“ya… dan semuanya laki-laki” ujarnya tersenyum.

“mm ngomong-ngomong jam berapa sekarang?” tanyanya lagi

“Pukul, 5.40 PM” ujar Yeonri

“MWO????? Sial, aku terlambat” Key melompat bangun dan berlari menuju tempat parkiran mobil diikuti Yeonri dibelakang.

Key PO.V

“MWO????? Sial, aku terlambat” Aku melompat bangun dan berlari menuju parkiran mobil. Yeoja ini mengikutiku dibelakang.

“Gwenchana? Kau ada urusan lain?” tanyanya polos

“Ne, aku buru-buru” kataku cepat

“Hati-hati ” jawabnya lagi.

“Ne, gomawo” kataku.

“Ng… Mianhe, Kalau aku mengganggu urusanmu” dia menunduk. Aku bingung dibuatnya.

“Ini,” dia memberikanku sebuah kertas kecil dan berlari menunggalkanku.

Aku masuk kedalam mobil dan memacunya menuju SM Entertaiment.

@ SM Entertaiment

“Ya!! Kau kemana saja, hah??” Tanya Onew khawatir.

“Mianhe, aku terlibat masalah” kataku berusaha tenang.

“Aku mengkhawatirkanmu. Kupikir kau lupa jadwalmu” Onew menepuk pundakku. Aku tersenyum tipis. Sementara kulihat taemin hanya menyeruput susu pisangnya sambil mengutak-atik ponselnya sendiri.

“Aku akan menemui meneger hyung” kataku sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.

Semua urusanku telah selesai. Aku sudah menjelaskan keterlambatanku pada maneger hyung tadi. Jadwalku juga diundur karena masalah ini. Haah.. hari ini melelahkan. Kupacu mobilku ke dorm untuk beristirahat. Makan malam belum kusiapkan karena kelelahan. Aku memutuskan malam ini kami akan delivery makanan saja. Otakku serasa mau pecah sekarang.

@ Shinee Dorm

“Hyung, malam ini mau makan apa?” Taemin bertanya padaku.

“Kita pesan makanan malam ini” ujarku lesu.

“Key, kau kenapa? Depresi sekali” Tanya Jonghyun.

“Ani, aku hanya kelelahan. Seharian ini aku punya banyak masalah setelah pergi dari dorm tadi sore” kataku asal.

“Key, kau habis bertemu Yeoja, ya?” Tanya Minho sambil mengendus pakaianku.

“Ya! Kau anjing, atau apa? Seenaknya saja mengendusku” aku menjauh dari Minho, kenapa dia tau aku bertemu Yeoja. Aku jadi ingat insiden dikejar anjing tadi.

“Parfum yang kau pakai bercampur dengan wangi Yeoja” jawab Minho.

Aku hanya diam. Lalu menanggapi ucapannya. “Ne, aku bertemu yeoja tadi” kataku pasrah.

“Jinjja?? Cantikkah?” Tanya Jonghyun.

“Manis, seperti boneka atau susu pisang?” Tanya Taemin. Kami semua menoleh kearah taemin.

“Taem, Yeoja jangan disamakan dengan susu pisang” ujar Jonghyun. Yeoja itu indah… lembut… rupawan.. membuat setiap namja akan tertarik melihatnya. Jonghyun mulai berekspresi tidak jelas.

Aku menjauh, tidak ingin otakku semakin pusing melihat tingkah Jonghyun yang mulai aneh kalau membicarakan Yeoja.

Kurogoh sakuku dan kutemukan secarik kertas disana. Alisku berkerut, kubaca dan kucermati. Ini momor handphone siapa? Ah, ya.. yeoja yang membuat aku seharian sial.. kuhubungi  nomor tersebut.

“Yeobseo..” suara yeoja itu lemas.

“ini aku, Key” ujarku.

“ah, Key-ssi.. waeyo?” tanyanya padaku.

“kenapa kau member nomor ini? Harusnya aku yang bertanya wae padamu” jawabku ngasal.

“Hmm.. ne. aku Cuma mau bilang, tentang hal yang kukatakan sore tadi.” Jawabnya.

“tentang permohonan yang ingin kau lakukan untukku?” ucapku menebak

“ne, aku tidak bisa melakukannya”

“Kau harus bisa! Aku tidak mau kalau yang kau katakana tadi kau tarik kembali” ujarku.

“Key-ssi.. aku sibuuk” ujarnya memohon.

“Andwee.. ppali kau putuskan sekarang. Aku ingin kau melakukannya atau aku akan mengganggu hidupmu selama tinggal disini” kuancam dia sedikit. Bagaimana tidak? Aku hampir celaka dibuatnya gara-gara mulutnya itu.

“Ah, kau bisa datang besok ke supermarket” dia memutus telfonnya. Aku menerawang jauh. Tak habis pikir,  aku lupa bilang padanya bagaimana aku bisa mencarimu kalau aku tak tahu namamu?? Aigoo… key kau kini mulai pabo!! Aku beranjak tidur dan melupakan hal yang harus kulakukan besok. Otakku pusing mengingat perkataannya barusan.

Author PO.V

Sementara itu dibalik pintu kamar Key…

 

“ya… itu yang tadi ditelfon Key, yeoja yang diceritakannya ya?” bisik Jonghyun sambil menempelkan telinganya dipintu kamar Key.

“Molla, aku tidak tahu” Minho menyerit. Pusing melihat kelakuan hyungnya yang sudah seperti orang baru dapat bahan untuk laporan investigasi. Mana pake ngajak-ngajak cari tahu lagi!

“Jjong, tidurlah… aku ngantuk, besok saja bangunkan Key dan Tanya padanya siapa Yeoja itu” Onew kesal karena sejak tadi Jjong tidak mendengarkan ucapannya.

“Tadi Key Hyung tidak makan?” Taemin datang sambil mengeringkan wajahnya dengan handuk.

“Ya.. Hyung ngapain kalian bertumpuk didepan kamar Key Hyung?” suara taemin agak keras

membuat semua hyungnya kaget dan langsung menatap Taemin dengan tatapan marah. Mengisyaratkan Taemin untuk diam lalu OnJongMin kembali menempelkan telinga mereka ke pintu dan melakukan pekerjaan mereka layaknya sebelum taemin menegur mereka bertiga. Taemin hanya geleng-geleng kepala lalu beranjak kekamarnya.

@dorm SHINee in the morning.

Key menguap lebar-lebar. Dia melihat kebawah dan mendapati tidak ada Minho dibawah. Key turun dari tempat tidurnya dan mengucek matanya lalu keluar dari kamar.

“Tumben Jam segini Minho sudah bangun” Key membatin.

“OMO~ YA!! Apa yang kalian lakukan didepan kamarku?” key kaget, mendapati Onew, Minho dan Jjong yang ngorok didepan kamarnya.

“YA!! Iroena!! Iroena!! Ppali, kalian bisa sakit pinggang nanti. Lagipula tidur kalian aneh” Key dengan cepat membangunkan tiga manusia yang udah tersungkur didepan kamarnya.

“Groookk…” Jonghyun mendengkur.

“Minho… Hyung… ya!! Iroena!” Key masih membangunkan mereka bertiga.

“Umma~ mereka tadi malam mengupingmu berbicara didalam” Taemin muncul dari dalam kamar.

“Ah kau sudah bangun.. menguping? Untuk apa?” Key penasaran.

“Molla, aku tidak tahu. Haha hyung, lihat posisi mereka tidur” Taemin menunjuk para hyungnya yang masih belum mau bangun.

Terlihat Minho mengemut jarinya, Onew memeluk kaki Minho, dan Jjonghyun terhimpit dibawah kedua namja itu dengan mulut terbuka. Aigo~ apa Jonghyun hyung sudah mengikuti program pemulihan super ya? Hebat sekali bisa menahan dua namja tidur diatas tubuhnya dan tidur senyenyak itu. Ckckck.

“Hyung, kau mau pindah ke Universitas lain?” Tanya Taemin.

“Ah, ne. aku tidak bisa kuliah terlalu jauh dari sini” Key mengemasi barangnya.

“Dimana?” taemin mengambil sebotol susu pisang dari dalam kulkas.

“Kanghun University” ujar key pendek.

“Uwa.. itu dekat sekolahku! Hyung, antar jemput aku tiap hari ya!” taemin bersemangat.

“Ne, kalau aku tidak sibuk Taem” Key tersenyum, lalu melangkah kedapur dan mengambil panci dan sendoknya lalu melangkah menuju pintu kamarnya dan memukulnya keras-keras didepan tiga namja yang masih tersungkur didepan pintu tersebut.

“IROENA!!!!!!!!!!!!!!!!! KALIAN TIDAK KULIAH, HAH??”

alhasil.. yang dibangunin kocar kacir lari dari pintu kamar Key dan bersiap memulai aktivitas mereka….

Yeonri PO.V

“Saeri, ini apa?” tanyaku pada Saeri. Aku membuka kotak berisi boneka yang tadi diberikan Saeri padaku.

“Kau lupa? Aigooo Sangil Chukkahamnida Yeonri-ah!” ujarnya bersemangat.

“Ah aku lupa… gomawoyo~” aku menepuk jidadku lalu memeluk Saeri dengan erat.

“Ya, nanti malam appa dan ummamu datang dari Indonesia kan?” tanyanya antusias.

“Ne, mereka datang nanti malam” ucapku tersenyum lebar.

“Ah~ kuharap aku bisa berkenalan dengan orangtuamu Yeonri” jawab Saeri.

“Nanti malam akan kuperkenalkan. Kami akan datang makan malam disebuah restoran, kau harus ikut ya Saeri” jawabku.

“Pasti, aku akan datang” jawab Saeri.

“Ya! Jung Seongsangnim sudah masuk. Berhentilah berbicara” ujar temanku yang lain.

“Ne” jawab kami berdua serempak.

“Ada murid baru yang bergabung di kelas kita pagi ini. masuklah” Jung Seongsangnim memulai pembicaraannya.

Terlihat seorang namja masuk mengenakan kaos putih dengan tas yang hanya disandang disebelah kanan bahunya dengan sepatu sneekers berwarna hitam bergaris, senada dengan Jeansnya yang berwarna hitam melangkah masuk dan berdiri didepan kelas.

“Annyeonghaseyo, Kim kibum imnida. Aku pindahan dari Chiseon University. Salam kenal” Key membungkuk member salam didepan kelas.

“Ahh…” aku terperangah. Itu key!!! Kenapa sekelas denganku? OMONA~ lepaskan aku dari jeratan orang ini tuhan~

TBC

 

 

 uwaaa… mian readers… kalo udah lama nunggu tapi ff yang keluar gaje.. comment ditunggu lhoo.. ^_^

maklum.. masih tahap pembelajaran… kekeke

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Tell Me Your Wish – Part 3”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s