Don’t Touch My Girl – Part 2

Tittle : Don’t Touch My girl (part 2)

Author: Pupuh, @pupuhmaknae ( wordpress: http://pupuhleehyoki.wordpress.com )

Maincast : Lee Taemin , Jung Seohye , Choi Minho

Support cast : Kang Sora, Kim Ki bum (Key), Lee Jin Ki (Onew)

Length : chaptered

Genre : romance

Rating : PG-15

Summary : Seohye yang awalnya hanya menjalin hubungan palsu dengan Taemin di depan orang tua mereka , agar tidak di masukan kedalam perjodohan bodoh yang di janjikan kepada mereka. Namun apa daya , ternyata orang tua mereka berteman , dan merekalah yang nantinya akan di jodohkan. Apakah mereka akan tetap bertahan walaupun menjalani hubungan tanpa cinta ? atau perlahan cinta itu akan tumbuh ? Kita lihat saja nanti….

Seorang wanita berjalan mengendap-ngendap memasuki rumah yang besar tersebut. Ia melihat sebuah kamar yang terbuka , dengan rasa penasaran yang cukup tinggi. Perlahan ia masuk ke kamar tersebut bermaksud memberikan kejutan atas kedatangana dan akhirnya…

“OMO ?” ujarnya shock ketika melihat Taemin dan Seohye yang terbaring tanpa busana dalam posisi berpelukan

Sontak ia menggelengkan kepalanya lalu mendekati kasur mereka berdua….

“Aigo, dasar anak mudah jaman sekarang” ujar sedikit mencibir, namun cibirannya itu berhasil membuat salah satu dari mereka terbangun.

“Sudah bangun anak kecil ?” sapanya sambil tersenyum sinis melihat Taemin yang masih setengah sadar

“Nuna ?” Taemin masih mencoba mengumpulkan nyawanya. Setelah ia tersadar, ia tersentak kaget melihat keadaannya yang sedang memeluk tubuh Seohye dalam keadaan bugil.

“Baiklah , aku akan memberimu waktu. Tapi setelah ini, jangan harap kau bisa lepas dariku atau nanti kulaporkan ke appa tentang kejadian ini” ujarnya Yoona sambil tersenyum evil dan meninggalkan adik tersayangnya yang masih terlihat bingung. Sekedar info, Yoona adalah nunanya Taemin yang baru saja datang dari Jepang untuk mengunjungi adiknya yang sedang berada di rumah keluarga Jung.

Taemin mematung di tempat , ia melepas pelukan tangan Seohye di pinggangnya. Perlahan kejadian yang dianggapnya sedikit ‘memalukan’ itu kembali terulang , ia meremas rambutnya pelan.

“Kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sediri ?”ujar Taemin frustasi

Setelah cukup lama bergelut dengan pikiran, akhirnya Taemin memutuskan untuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk membersihkan badannya yang lengket. Ia pun segera beranjak dari tempat tidur dan mengambil bajunya yang berserakan, ia mengambil handuk untuk menutup daerah bagian  bawah perutnya.

Taemin melihat ke arah Seohye yang masih terlelap, perasaan bersalah kembali menggeluti Taemin

“Mianhae” hanya itu kata yang keluar dari mulutnya

***

Setelah mandi , Taemin segera mengecek keadaan Seohye. Ternyata Seohye sudah bangun, ia sedang meringkuk dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Namun Taemin masih bisa melihat kalau Seohye sudah memakai baju, walaupun itu baju piyama.

“Kau sudah bangun ?” sapa Taemin menghampiri Seohye yang masih saja meringkuk.

Hening.

“Mianhae” ujar Taemin pelan “Aku benar-benar tidak bermaksud…”

“Gwenchana, ini bukan salahmu” potong Seohye, ia berusaha tersenyum walaupun terlihat seperti di paksakan

“Tapi, aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku semalam. Aku benar-benar minta maaf , andai saja..”

“Sudahlah Taemin-ah, lagipula aku tidak ingin mengingat itu lagi” kini Taemin langsung bungkam

“Ne arasso, kau mandi saja. Nuna tadi datang, dan dia sedang menunggu kita di bawah” ujar Taemin lalu mengelus rambut Seohye dan mengecup puncak kepalanya, lalu kemudian kembali ke kamarnya.

***

SEOHYE POV

Aku sudah menyisir rambutku, dan baru saja tadi aku mengganti alas tempat tidur yang kotor akibat semalam. Jujur saja, semalam aku tidak sepenuhnya mabuk, bahkan aku sadar dengan apa yang Taemin lakukan, tapi kenapa aku tidak bisa menolak dan malah balik menggodanya ?

Kleek..

“Seohye-ya, kau sudah siap ? Yoona nuna menunggu kita di bawah” ujar Taemin dari ambang pintu, aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya.

Taemin nampaknya terlihat canggung ketika aku sudah ada di hadapannya, buktinya sekarang ia malah membeku tanpa menoleh ke arahku. Mungkin ia masih merasa bersalah atas ‘kejadian’ semalam. Aku tersenyum manis, lalu menarik tanganya

“Kajja” ajak ku , ia membalas senyumku lalu kami sama-sama menuruni tangga

***

Tuk tuk tuk

Aku dan Taemin sama-sama menunduk kan kepala kami tanpa berani melihat Yoona eonni yang mondar mandir, yang terdengar hanya suara higheels nya. Taemin menggenggam erat tanganku, seolah-olah ia ingin memberikan semangat dan juga memberi dirinya sendiri semangat menghadapi nunanya yang sedikit ‘ganas’.

Aku tadi sempat terkejut ketika Taemin bercerita kalau Yoona sudah mengetahui kegiatan kami semalam , omo.. apa yang harus kulakukan ?

Bahkan aku sudah menyiapkan rencana jika Yoona eonnu bertanya terntang kejadian itu, aku harus memilih keputusam yang tepat

  1. Berkata kalau semua itu hanya kesalah pahaman dengan alasan kami berdua ketiduran dan melepas baju kami karna panas
  2. Menyangkal yang di lihat oleh Yoona eonni itu salah , kalau aku tidur dengan Taemin dengan menggunakan baju tipis jadi tidak terlihat jika di tutupi selimut
  3. Aku dan Taemin mengaku salah dan semua itu hanya kecelakaan , dan minta  di kenai hukuman yang seringan-ringannya .

“Jadi ? Apa bentuk pembelaan kalian atas apa yang kulihat tadi pagi” ujar Yoona eonni tiba-tiba

Aku sudah ancang-ancang ingin menjawab dengan alasan yang kedua. Dan…

“Kami khilaf nuna” ujar Taemin di sampingku, aku segera membulatkan mataku dan menoleh ke arahnya

“Hanya itu ?” tanya Yoona eonni lagi, kini ia duduk di sofa yang berhadapan dengan kami

“Ne nuna” jawab Taemin yang tetap menundukkan kepalanya

“Aigoo, aku benar-benar tidak habis pikir dengan otak anak muda jaman sekarang. Aku mengerti kalian mungkin terkadang penasaran dengan hal yang baru, tapi kalian juga harus mengingat konsekuensi akhirnya” ujar Yoona eonni yang seperti kini ekspresinya sudah melunak, tidak setegang tadi

“Mianhae” kini giliranku yang bersuara

“Baiklah, aku tidak akan mengatakannya kepada orang tua kalian berdua. Karna sebentar lagi kalian juga akan menikah , sekarang waktu menuju ujian akhir sekitar 2 bulan lagi , kalaupun Seohye hamil. Aku yakin tidak akan ada yang menyadari sampai kau lulus” ujar Yoona yang berhasil membuat pipiku merah, aku mengelus perutku. Hamil ?

“Baiklah , aku ingin ke kamar tamu. Aku punya kabar untuk kalian, aku akan menemani kalian berdua di sini sampai Jung Ajusshi dan Jung Ahjumma datang.” Lanjut kemudian berlenggang sambil menarik koper merahnya ke kamar tamu.

***

Sekarang aku sedang termenung di balkon kamar, entahlah.. banyak sekali yang ada di pikiranku. Aku memejamkan mataku dan menghirup udara sebanyak mungkin.

Grap…

Aku merasakan tangan seseorang memeluk ku dari belakang dan meletakan dagunya di leher dan pundakku. Aku sedikit terkejut dengan kelakuan Taemin, namun aku berusaha setenang mungkin di hadapannya.

“Apa yang akan kita lakukan hari ini ?” tanya Taemin sambil menghebuskan nafasnya ke leherku, aku sedikit menggeliat karna sedikit geli di bagian leherku.

“Entahlah, aku tidak tau” jawabku seadanya

“Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar ?” tawar Taemin, tanpa menunggu jawabanku. Taemin menarik ku keluar kamar.

“Hem ? Eodi ?” tanyaku sambil memandangnya

“Taman Safari, ottoke ?” aku membalik kan badanku dan mengangguk cepat.

***

Sesampai di taman hiburan, Seohye dan Taemin langsung membeli es krim terlebih dahulu sebelum mencoba wahana di taman safari ini. Taemin menjilat es krim coklatnya sementara aku menjilat es krim strowberry. Hem.. mashitta.

“Aigo , kau sama sekali tidak ada bedanya dengan anak kecil. Lihatlah hidungmu” ujarku ketika melihat hidung Taemin yang kotor oleh es krim di sana.

Aku membersihkannya dengan tisu, ia hanya tersenyum dan malah menundukkan kepalanya supaya aku mudah membersihkannya.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kami sambil bergandengan tangan , terkadang Taemin nakal menyambar es krimku ketika aku sedang lengah. Akhirnya setelah es krim yang ku makan habis, aku langsung mengajak Taemin menaiki roller coaster.Taemin menyetujuinya dan kamipun langsung ke TKP

Mungkin sudah sekitar 2 jam kami mencoba segala wahana  yang ada Taman safari ini, badanku rasanya sudah sakit, terutama di bagian, ya… kau tau dimana (itu karna ‘kegiatan’ semalam). Tapi sekarang aku malah mengajaknya memasuki kebun binatang dengan cara memasuki bus. Jadi kami akan berkeliling melihat binatang-binatang buas di sini.

“Haaah…” aku merenggangkan badanku ketika kami keluar dari bus

“Jadi selanjutnya apa yang akan kita lakukan ?” tanya Taemin yang kembali mengandeng tanganku

Aku menggumam berusaha memikirkan apa yang akan akan kami ‘hajar’ lagi setelah ini, setelah berpikir cukup lama. Aku memutuskan untuk membeli bendo couple untuk kami.

“Taemin-ah , ayo kita membeli bendo couple di toko sana’ ajak ku, Taemin tidak bergeming sedikitpun. Ada apa dengannya? ia seperti melihat lurus ke arah kerumunan orang di sana ?

“Taeminie ? gwenchana ?” tanyaku sambil menguncang pelan tubuhnya

“EH ? Wae ?” kini ia yang balik bertanya

“Gwenchana ?” tanyaku lagi

“Ne , hem.. bagaimana kalau kita pulang saja. Rasanya aku sudah terlalu lelah” jawabnya sambil tersenyum, namun aku tau itu tidak tulus dari hatinya.

Aku hanya mengangguk, tanpa berkata apapun ia langsung menarik tanganku untuk meninggalkan taman safari ini.

Di dalam bus, Taemin hanya diam. Bahkan kulihat pandangan kosong, aku jadi penasaran apa yang menggeluti pikirannya sekarang.

“Taemin , gwenchana ?” tanyaku cemas, ia menoleh ke arahku dan menarik bibirnya , ia tersenyum.

“Gwenchana, aku hanya lelah’ jawabnya singkat.

Sekarang ia malah melingkarkan tangannya di pinggangku dan meletakan dagunya di pundak kiriku. Aku membiarkannya, kulihat ia memejamkan matanya. Mungkin ia benar-benar lelah ujarku berpikir positif, aku membiarkan kami dalam posisi seperti ini selama ada di dalam bus.

***

TAEMIN POV

Aku menelungkupkan tubuhku di tidur, apa itu benar dia ? kenapa wajahnya sangat mirip, apa mungkin dia sudah kembali ?

Aku mengacak rambutku frustasi. Dulu ia yang mengisi hariku dan membawaku tinggi melambung karnanya, namun sekaligus aku di hempaskan olehnya, dan itu sakit!!

Aku ingat bagaimana ia mencium namja lain di depan mataku, bahkan ia membalas ciuman namja itu. Luka itu memang sakit, dan kurasa sampai sekarang masih belum sembuh. Kenapa ia harus kembali, bukankah ia harusnya ada di Jepang ?

Klek…

Pintu terbuka, aku malas untuk melihat ke arah pintu. Aku masih saja menelungkupkan badanku sambil memejamkan mata.

“Ya! Taemin-ah” aku menoleh sebentar, Oh nuna

“Wae? Apa kau ada masalah dengan Seohye?” Kini Nuna duduk di tepi tempat tidurku

Aku membalik kan badanku dan memindahkan kepalaku ke pangkuan nuna.

“Ani, aku hanya ingat umma” ucapku berbohong

Nuna hanya tersenyum tipis, ia mengusap rambutku. Nuna pasti melakukan ini ketika aku mengingat umma, hanya ia yang memanjakanku. Appa? Semenjak umma meninggal, ia sibuk dengan istri barunya.

“Adik ku benar-benar sudah besar’ ujarnya sambil terus mengusap kepalaku

Aku memejamkan mataku menikmati setiap belaiannya, aku tau ia sedang menyindirku tapi aku tidak memperdulikannya. Nuna pasti mengerti,walaupun awalnya dia sempat marah.

“Kau menyukai Seohye ?” tanya Yoona nuna tiba-tiba

Aku memandang ke arahnya dan tersenyum tipis

“Mungkin” jawabku singkat

Kudengar Nuna menghela nafas, ia mencubit hidung pelan.

“Kau jangan suka mempermainkan wanita, Dasar playboy!!” ujarnya sedikit terkekeh

“Aiish, aku tidak playboy” ujarku membela diri

“Oh ya? Lalu kemarin, waktu kau di Jepang. Ada wanita marah-marah ke rumah dan bilang minta putus, dan lebih parahnya dia marah terhadapku. Lalu setelah itu yeoja kedua datang sambil membawa semua barang yang kau berikan kepadanya lalu..”

“Sudah… Biarkan saja, lagipula barang yang aku berikan kepada mereka juga hasil pemberian dari yeoja lain” jawabku membela diri, karna aku tidak mau di sangka Yoona nuna , bahwa aku yang membelikan semua itu untuk mereka.

“Mwo? Yeoja lain?” ujar Nuna kaget “Ayo jujur, waktu di jepang ada berapa Yeoja yang kau jadikan pacar?”

“Tidak banyak, tidak sampai 20 yeoja” jawabku santai

PLETAK…

“Nappeun saram” ujar Nunaku, ia mendorong tubuhku. Sehingga aku berguling dari pangkuannya

Yoona nuna menggeleng sebentar lalu berjalan keluar kamar, namun sebelum ia berhenti sebentar sebelum dari kamarku

“Aku tau alasanmu menjadi seorang yang bad boy, tapi ingatlah. Untuk kali ini , tolong jangan mempermainkan dia. Di tambah lagi kau sudah mengambil hal yang terpenting dalam hidupnya. Camkan itu”

PLuk.. pintu tertutup

Aku tertegun, nuna benar. Aku sudah mengambil kehormatan Seohye, aku benar-benar harus mempertanggung jawabkan atas tindakanku.

“Sunbae…… Taemin sunbae” aku mendengar ada yang memanggilku ketika sampai di sekolah, aku memutar badanku dan melihat hoobae yang tidak begitu ku kenal menghampiriku

“Sunbae ini untukmu” bisa kulihat rona merah ketika yeoja ini memberikan sebuah kotak kecil untukku

“Gomawo” ujarku sambil menerima pemberiannya dan memberikan senyumku

“Taemin Sunbae annyeonghaseo” kini datang lagi hoobaeku yang lain dan juga membawa bingkisan, dan di susul yeoja lainnya. Aku hanya sabar menghadapi mereka, bukankah tidak sopan jika menghiraukan mereka begitu saja.

“Seohye Sunbae, annyeonghaseo” aku memincingkan mataku, kulihat Seohye juga di hampiri seorang yeoja dan juga membawa sebuah bingkisan

“Ini untukmu” ujar yeoja manis itu, Seohye tersenyum manis dan menerimanya

“Gomawo” ujar Seohye, ia pun pamit dan meninggalkan yeoja itu yang masih terpesona dengan Seohye. Bahkan beberapa teman yeoja itu bertanya-tanya dan yeoja itu dengan gembira menceritakan hal baru saja yang ia terima.

Aku tersenyum memandang Seohye yang berjalan menuju kelasnya, namun aku segera mengalihkan pandanganku. Takut ada yang curiga jika ada yang mengetahui kalau aku dari tadi memerhatika Seohye.

“Sunbae kau tampan” ujar salah satu dari yeoja di hadapanku, aku hanya tersenyum tipis

“Apa sunbae punya pacar ?” aku tersenyum misterius, bisa kulihat muka tegang dari mereka semuanya.

“Eopseoyo” sontak mereka teriak kegirangan

“Aku tidak punya pacar, tapi aku memiliki tunangan” lanjutku dalam hati

***

Aku sekarang berada di kantin dengan 2 sahabatku (lebih tepatnya teman baruku yang sudah ku anggap sahabat). Onew dan Key , tapi itu bukan nama asli mereka. Mereka sama sepertiku, merupakan murid pindahan , aku pindahan dari Jepang , Onew dari China dan Key dari California. Maka dari itu kami merupakan grup cowok terpopuler di sekolah.

“Astaga, kenapa kepala sekolah di sini benar-benar jadul. Rambutku yang ku cat kuning saja ia tegur” ujar Key yang bernama asli Kim Ki bum itu

“Asal kau tau saja, warna itu terlalu mencolok” timpalku sambil mengacak rambutnya

“Kau juga seperti itu, lihat saja rambutmu , kecoklatan. Itu juga mencolok babo!!” kini Onew yang bernama asli Lee Jinki langsung menjitak ku.

“Sudahlah, oh ya. Kemarin aku membeli film horor terbaru dan aku mengajak yeojachinguku untuk menontonnya” kini Key memulai ceritanya

“Lalu? Kau berteriak ketakutan dan bersembunyi di belakang yeojachingumu?” tebak Onew dengan nada mengejek

“Aniyo, tentu saja aku memberanikan diriku. Dan kau tau, aku sengaja mematikan lampu agar suasana sedikit romantis, dan pada saat adegan… ehm.. sex. Aku melihat wajahnya, kulihat dia juga memandangku, dan.. kekekekeke” ia tidak melanjutkan ceritanya malah terkekeh

“Mwo? Jadi kau melakukannya dengan yeojamu?” tebakku sambil membulatkan mata

“Aiish, aniyo. Aku hanya menciumnya saja. Kau tau, saat aku menciumnya, ia benar-benar kaku. Sepertinya itu ciuman pertamanya. Kurasa, aku telah berhasil mengambil first kiss dari yeoja tercantik di sekolah lain” ujar Key sambil mengeluarkan smirknya

“Jadi setelah ini, apa kau akan memutuskannya?” tanya Onew penasaran

“Aniyo, aku masih belum puas. Lagipula aku masih belum menemukan sasaran baru.”jawabnya santai “Sebenarnya sasaranku selanjutnya adalah Jung Seohye”

DEG..

Mwo? Apa dia bilang Seohye, aku sedikit tertohok mendengarnya. Namun aku segera menarik nafas dan bersikap biasa.

“Namun aku mengurungkan niatku, karna kulihat sepertinya Minho sudah melangkah terlebih dulu, sepertinya aku terlambat. Lagipula , Seohye terkenal sangat dingin di kalangan wanita. Entah karna ia adalah wanita paling cantik di sekolah atau jangan-jangan dia sudah memiliki pacar” ujar Key panjang lebar

“Entahlah, dulu juga aku berpikir ingin mendekatinya. Tapi aku benar-benar di buat patung olehnya karna ia sama sekali tidak memperdulikanku” tambah Onew sambil menyeruput jus yang tadi di pesannya

“Bagaimana denganmu Taemin-ah? Apa kau punya sasaran yang bagus, semenjak aku mengenalmu. Kau sama sekali belum pernah menggandeng wanita manapun” kini Key bertanya padaku, aku hanya tersenyum tipis

“Bukankah kau pernah bercerita jika kau pernah memiliki pacar 5 sekaligus di Jepang. Kenapa kau tidak menunjukkan karismamu sebagai seorang playboy di sini? Bahkan sekarang kau memakai cincin yang melingkar di jari manis mu itu yang kau jadikan alasan sebagai ‘penangkal wanita’ ” ujar Onew sambil meninju pelan pundak ku

“Aku hanya tidak berminat, lagipula yeoja di Korea sudah menjadi ‘bekas’ kalian semua bukan. Aku tidak mau dapat barang bekas maupun sisa” ujarku beralasan

Onew dan Key hanya tertawa mendengar penjelasanku, terserah mereka saja. Lagipula aku sudah mempunya tunangan yang cantik. Sejenak aku melirik Seohye yang sedang lewat di depan kantin dengan sahabatnya. Neomu yeppoda.

***

SEOHYE POV

“Seohye-ya” aku menoleh ke arah Sora yang memanggilku

“Wae?”

“Kau tau, tadi aku melihat Onew dengan teman-temannya. Omo.. tampan sekali” kini ia menutup wajahnya dan melompat-lompat kegirangan seperti mendapatkan nilai 100 saat ulangan.

“Lalu?” tanyaku cuek

“Aigoo, kau tau jarang sekali bisa melihat Onew di kantin. Biasanya ia kan akan berkumpul bersama Taemin dan Key di tempat yang sepi” ujar Sora sedikit cemberut

Owh.. jadi itu berarti Taemin ada di kantin? Kenapa aku tidak menyadarinya ya?

Tiba-tiba saja handphoneku bergetar, ternyata pesan masuk. Aku tersenyum tipis setelah mengetahui yang mengirim sms itu adalah Taemin

From : Tuan Lee

Kau jahat sekali tidak melihatku T.T

Ahahahaha…. maaf… Taemin. Kalian pasti bingung kenapa aku memberi kontak namanya itu ‘Tuan Lee’, aku hanya tidak ingin Sora curiga jika ia nakal mengecek hapeku. Sora memang orang yang jahil.

To : Tuan Lee

Maaf , aku tadi tidak melihatmu. Hehe

From : Tuan Lee

Jahat…..

Aku terkekeh pelan membacanya. Sebentar kemudian Taemin muncul di aplikasi chat di handphone ku

Taemin : Jahat…

Hahahaha… bahkan dia mengulang perkataannya di sms tadi

You: Mian, hehehehe… cup cup cup..

Taemin: Hei.. aku bukan anak kecil.

You: Ne arayo, tapi kau baby ku :p

Taemin : hehehe.. baiklah, jika aku baby mu ,bolehkah aku meminta poppo ?

You: -,-

Taemin: wae? Baiklah… aku tidak akan minta poppo, hem.. bagaimana kalau pelukan saja xD

Aku tertawa kecil membacanya, dasar namja.

You: Sudahlah… jangan mesum seperti itu -,-

Taemin: Kekekekeke…

Aku menutup layar chat tersebut, aku menggelengkan kepalaku. Siapa sangka murid sepopuler Taemin yang mempunyai wajah imut bisa pervert seperti itu.

Baru saja aku ingin memeasukkan handphone ke saku. Benda itu bergetar lagi

From : Tuan Lee

Ya.. kenapa kau tidak membalas chat ku ? oh iya, aku menunggumu di atas sekolah

To : Tuan Lee

Hehehe , mian. Oke chulbaaaaaal

***

Setelah menaiki tangga terakhir, aku tiba di atap sekolah. Kulihat di sini angin benar-benar kencang, lumayan dingin. Tapi tidak begitu dingin untuk memakai jaket.

“Annyeong” aku mengalihkan pandanganku, ternyata Taemin sedang duduk di pinggiran gedung ini dan tersenyum ke arahku.

Aku berjalan ke arahnya, dan ia pun langsung beranjak dari duduknya. Aku langsung menatap pemandangan dari sini, rasanya seperti di balkon kamar, hanya saja di sini lebih indah.

Tiba-tiba saja Taemin memelukku dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak ku.  Aku sedikit terkejut, namun aku membiarkannya.

Aku jadi bingung dengan status hubunganku dengan Taemin, tidak lebih tepatnya status perasaan kami.

“Taemin-ah”

“Hem”

“Sebenarnya hubungan kita apa ?” tanyaku memulai pembicaraan

“Ehm..tunangan” jawabnya, dan kini ia malah mempererat pelukannya

“Aku tau itu, tapi aku bingung dengan status perasaan kita sekarang. Kita sudah berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dan melakukan hal yang harusnya tidak boleh kita lakukan sekarang. Tapi sampai sekarang, aku tidak tau perasaanmu terhadapku” ujarku, entah kenapa kini mataku berkaca-kaca, entahlah.. rasanya aku ingin menangis sekarang

Taemin terus saja memelukku, ia kini mengecup leherku dan menempelkan pipinya dengan pipiku.

“Jujur saja, aku masih bingung dengan perasaanku” kini ia mulai membuka suaranya, aku memalingkan mukaku dari wajahnya yang masih bersandar di pundak kiriku

Ia melepas pelukannya dan memutar tubuhku untuk menghadapnya, ia menghapus air mataku yang mengalir di pipiku dan kemudian mencium pipiku.

“Dulu, aku pernah jatuh cinta dan juga aku pernah merasakan pahitnya cinta. Namun ketika aku bersama denganmu, aku merasakan hal yang berbeda dari yang aku rasakan dulu” lanjutnya lagi

Ia lalu menggenggam tanganku dan memandangku lekat

“Saat kau bersama dengan namja lain, aku benar-benar marah. Ketika Minho membelai wajahmu, ingin rasanya aku keluar dari balik tirai dan menciummu di depannya agar ia tau kau milikku”

“Sungguh aku bingung. Dulu ketika aku jatuh cinta, rasanya begitu sederhana. Aku hanya terpesona dan memikirkan wanita itu sepanjang malam. Sedangkan kau, kesan awalku kau hanyalah sahabat, namun setelah berjalannya waktu, kau berubah menjadi wanita sempurna di mataku. Wanita yang ada di hatiku, seorang yang menyukai warna biru,dia akan cemberut jika aku tidak memperdulikannya, dan dia selalu marah jika ada yeoja genit mendekatiku ,dia bahkan tidak mau membujukku ketika aku merajuk dan mengatainya jahat, dan dia adalah wanita yang telah menyatukan cintanya denganku ketika ia mabuk”

Aku tertegun mendengarnya, air mataku mengalir deras ketika ia mengucapkan kalimat tersebut. Ia memelukku dan aku membenamkan wajahku di dadanya

“Jadi apa kau tau arti dari semua itu?”

aku menggelengkan kepalaku, walaupun ia tidak melihatnya. Namun aku yakin ia bisa merasakannya gelenganku di dekapannya

Ia tersenyum sebentar…

“Saranghaeyo” ujarnya tiba-tiba

Aku membulatkan mataku dan heran.. Ia tersenyum pelan dan menghapus air mataku.

Perlahan wajahnya mendekat dan..

Bibir kami menyatu, ia mencium bibirku lembut dan memainkannya. Lumatan-lumatan benar-benar lembut. Aku mulai membalas ciumannya, aku menghisap bibir bawahnya dan kini ia menghisap bibir atasku. Tanganku yang kini melingkar di lehernya kini mengusap-ngusap rambut coklatnya. Dan Taemin pun semakin mempereat pelukannya dan semakin menipiskan jarang di antara kami.

***

TAEMIN POV

Aku tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian aku dan Seohye di atap tadi. Sebenarnya itu hanya 20% ungkapan dari dalam otakku, sisanya tidak bisa aku ungkapkan, sungguh sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Memang benar apa kata pepatah ‘Bahkan seribu katapun tidak akan cukup jika kau mendiskripsikan perasaan cintamu kepada seseorang’.

Setelah mengatakan kalau aku mencintainya, aku merasa sedikit lega dan puas. Sepertinya ada beban di tubuhku yang jatuh begitu saja sehingga membuatku melayang oleh apa yang kurasakan. Bahkan aku tidak pernah merasakan apa yang kurasakan saat ini ketika bersama dengan wanita lain.

PLETAK..

Seketika pikiranku buyar ketika Key menjitakku dengan pulpen

“Ya!! Kau sedang meikirkan apa ? bahkan sekarang sedang perkenalan murid baru saja kau tidak menyadarinya” ujar Key yang duduk di sampingku

Aku mengelus kepalaku yang di jitak pulpen, dan akupun mengarahkan pandanganku ke depan..

JLEB…

Rasanya beban yang tadi jatuh kembali menimpaku dan membuatku yang sedang melayang, kini terhempas ke tanah ketika melihat seseorang yang sedang memperkenalkan diri.

“Annyeonghaseo , chonun Choi Yuna imnida”

TBC

Huaa…

Sumpah geje banget deh, author ampe buka komik sama novel buat mencari kata-kata yang ngewakilin perasaan Taemin. Bahkan sempet nanya mbah google T.T

Yasudahlah.. next part nya tungguin  aja xD

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

23 thoughts on “Don’t Touch My Girl – Part 2”

  1. hwaaaaaaa~~~
    taemin ma seohye mkin mesra *envy*

    spa itu choi yuna?
    cinta prtmanya taemin ya?

  2. wow wow wow…
    author nya suseh ngejelasin prasaan taemin. samiun, gw jg susah mau komeng apa di ff ini.. 😀
    sjujurnya gw agak sebel gak suka sm taemin en seohye yg abs ngelakuin ‘itu’ tp biasa aja, nyesel’y gak bgitu keliatan. yeahh walopun mreka udh tunangan. tp pan tteup aja mreka msh skul, msh dibwah umur. rasanya… ape yahh… mrip pergaulan anak skrng yg mkin PARAH..
    maap yah, bkn’y gw gak suka ff lu, gw suka sifat seohye yg dingin sm cwo, ksan nya misterius gitu pa lg klo sm minho.. tp hhmm jngn trlalu dewasa yak. aneh aja… 😛

    saha eta choi yuna? mantan taemin yg udh nyakitin taemin, yg dia liat di taman safari kah?…
    oke lanjut yakk. sori klo kata2 gw gak enak bwt lu, cm mau brpendapat. okey 😉
    hwaiting!! ^^

  3. Jangan” Choi Yuna itu salah satu alasan yg ngebuat Taemin jadi Badboy !!

    Huahhh, thor greget nii ama ff kamu, buat Q jadi depresi sendiri. Kenapa coba saat Taemin udah ada sedikit perasaan ama seohye ehhh tiba” si’Yuna muncul…
    Tapi Thor kok Onew’a d’bikin Badboy sih ?

    Huahhh, THOR Q tunggu lanjutan Ff kamu ini !!!
    SEMANGAT yah Chingu buat lanjutannya jadi lebih baik lagi !!

  4. yaaa !!
    choi yuna, pergilah kau dari ff ini !
    ff ini sudah bahagia tanpamu –‘

    ditunggu yah min next chapternya xD

  5. Aaah taemin seohye makin lengket aja. Aduuh itu taemin kyknya blm bisa ngelupain si choi yuna itu ya?
    Knpa coba choi yuna hrs muncul lg? #author: krna kl dia ga muncul critanya bkal garing-_-” *lupakan*

    Pkoknya itu taemin hrs sm Seohye aja author, tp ini aku ngerasa taemin seohye kyk “terlalu” bebas deh, apalg stelah mlakukan “itu” mreka kyknya ga nyesel2 bngt, trs Seohye nya jg msh rada sadar kan?

    Aah tp dibalik itu smua aku tetep suka sm crtanya, part slnjutnya ditungguuuu~ 😀

  6. yak!! Lee Taemin apa yang kaulakukan?? *hebohtingkatakut
    Yoon evillll…
    Tetem cemburu sma minho!! Yipeee #abaikan

    Key sma Onew ada2 aja deh..
    Lanjuttt dehhh

  7. omo!!beneran deh..langsung mikir yang ‘iya iya’ abis baca part ini(?)#plaak
    daebak deh..itu si yuna tiba-tiba muncul gitu hwaaa…bahaya nih(?)
    nice author,part selanjutnya HWAITING!!

  8. Kenapa tiba2 si choi yuna itu datang-_- *mencium bau bakal adanya masalah*
    Penasaran bangeeett! jangan sampe si taem balik lagi ke yuna!
    Lanjut!^^

  9. ANDWAE~
    kalau taemin oppa balikan lagi sama Choi yuna
    lihat saja akan ku rajam taemin oppa beserta Choi Yuna

  10. Author jangan lama lama ya buat cerita nya
    aku ga sabar nih buat baca cerita nya lagi
    pokonya Author DAEBAK~
    Author Follow aku ya @Asri_ayu13
    gomawo^^

  11. choi yuna???
    siapa choi yuna, apakah dia yoeja yang pernah dicintai oleh taemin…
    dari pada menebak2..
    cap cus k’part brikutnya ahh

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s