Take Me With You – Part 16 (End)

Title : Take Me With You – Part 16 (END)

Author : Delfta

Main Cast : Key, Arina

Other Cast : Onew, Jonghyun, Minho, Taemin, Arina’s family, SHINee Manager (Choi Jin, Gyungshik)

Genre : Romance, Life

Rating : PG – 13

Length : Sequel

 

@Wedding Party

Alunan musik yang bertemakan keromantisan mengisi seluruh ballroom tempat resepsi pernikahan. Key hanya duduk disudut ruangan karena dia merasa kesepian, matanya menatap Arina yang sedang sibuk dengan beberapa orang dengan cemberut. Arina sedang sibuk untuk menyapa dan berbincang dengan para tamu undangan. Sedangkan Pak Han sedang mencoba berbagai makanan yang ada disana. Tadi Pak Han mengajaknya untuk mencoba berbagai makanan tapi Key merasa tidak nafsu untuk mencoba berbagai makanan disana karena Arina tidak ada disampingnya. Dia menatap kearah kedua mempelai pengantin, tampak bahagia sekali.Melihat itu dia merasa iri. Ah.. dia juga ingin seperti mereka. Dia mulai mengeluarkan ponselnya dan mulai tenggelam dengan dunia game untuk menghibur diri.

“Oppa” panggil seseorang. Ternyata Arina sudah ada didepannya dengan senyum memngembang. Key mendongak dan tersenyum.

“Daritadi hanya disini?” tanya Arina. Key mengangguk. Diapun berdiri.

“Aku kan menunggumu”ucap Key sambil memeluk Arina. Walaupun sekarang mereka sudah berpacaran, tapi Arina masih grogi jika dipeluk seperti itu.

“Baiklah. Lepaskan. Nanti kalau ada yang lihat kan malu.” Arina mencoba melepaskan pelukan Key. Tapi Key memeluknya lagi.

“Sireo” responnya dengan manja. Aigoooo.. aku bisa gila kalau seperti ini. Key oppa membuatku melayang-layang seperti layangan. Batin Arina.

“Jangan seperti itu. Ini tempat umum.” Arina mencoba memperingati lagi. Dan akhirnya Key melepaskan pelukannya sambil cemberut.

“Ayo kita makan” ajak arina sambil menark lengan Key.

Arina mengajak Key ke salah satu stand disana. Stand itu menjajakan sate ayam. Merekapun mulai mengambil porsinya masing-masing.

“Arina, igeo mwoya?” tanya Key sambil meneliti satu tusuk sate ang dipegangnya

“Sate”

“Terbuat dari apa?”

“Kalau sate yang ini, daging ayam yang dipotong kecil lalu ditusuk, dan di grill. Dan setelah matang baru dilumuri saus kacang. Cobalah..”

Key menatap kembali setusuk sate ayam yang dipegangnya, lalu dia mulai mengigit sebagian kecil dari sate itu. Dia mulai mengunyah sambil menganalisis rasanya. Beberapa saat kemudian, dia mengangguk sambil tersenyum. Padahal disudut bibirnya belepotan saus kacang.

“Haha. Oppa, hati-hati kalau makan. Kotor tuh mulutnya” komentar Arina sambil mengelap mulut Key yang belepotan saus kacang dengan tissue yang dibawanya.

“Gomaptta. It’s delicious” komentar Key

“Bu, ini Arina ya?” tanya seorang ibu-ibu dengan heboh yang tiba-tiba datang bersama ibu Arina kehadapan Arina dan Key yang sedang berdua.

“Iya benar.”jawab ibunya Arina

“Wah.. udah besar sekarang. Itu siapanya? pacarnya ya?” tebak si ibu itu. Arina langsung gelagapan. Tapi mereka hanya menjawab dengan senyum.

“Ganteng ya pacarnya.. mukanya mirip kayak yang sering di majalah anak saya lho. Majalah-majalah korea gitu.” celoteh si ibu. Arina langsung merasa seperti jantungan. Bagaimana kalau ibu itu malah menyadari kalau Key itu sebenarnya artis? Arina jadi berkeringat dingin. Dan sekarang Arina dan ibunya hanya nyengir. Mereka tidak mau membongkar ke ibu ini kalau Key memang artis. Bisa heboh nanti.

“Bu, mari kita foto bersama dengan anak saya yang sedang dipelaminan itu. Kita kan belum foto bareng.” usul ibunya Arina untuk mengalihkan pembicaraan.

“Oh iya benar! Mari!”

Dan keduanya pergi meninggalkan Arina dan Key. Arina menghela nafas lega setelah ibu-ibu itu pergi. Diapun menatap Key yang malah tenang-tenang makan sate ayam.

“Ssstt..oppa!” Arina menyikut Key

“Mwo?”

“Sepertinya ajumma tadi mengenalimu. Dia bilang dia pernah melihatmu di majalah. Eottokae?. Kalau publik tau kau ada disini, kita bisa gawat! dan kalau mereka teryata curiga kita punya hubungan, itu lebih gawat!” Arina sedikit cemas. Arina jadi membayangkan dirinya dikejar-kejar serombongan shawol yang membawa golok. Arina bergidik ngeri.

“I don’t care” jawab Key cuek

“MWO? kau tidak peduli kalau nanti kita atau mungkin aku dikejar-kejar oleh serombongan fansmu?! aisshh.. jinjja!” Arina meninju lengan Key

“Aku akan bilang pada mereka kalau kau adalah calon istriku.” Key masih cuek dengan apa yang dikatakannya, membuat Arina gemas. Arina pun mencubit pipi Key yang akhir-akhir ini terlihat chubby.

“Aigo! Ampun..ampuni akuuu..” Key memohon dengan wajah memelas. Arina jadi kasian kasihan dan melepaskan capitannya di pipi Key.

“Arina, ayo kita foto, tapi jangan disini, Terlalu ramai.” ajak Key tiba-tiba. Dia langsung meletakkan piringnya dan menarik Arina suaya mengikuti langkahnya.

“Ya! Kau tidak lihat aku pakai baju seperti ini? Sulit sekali untuk berjalan dengan langkah lebar dan berlari seperti biasa. Pelan-pelan” protes Arina karena Key tidak memedulikan saat itu Arina memakai kebaya lengkap dengan kain batik sebagai bawahannya serta high hells yang dipasang dikakinya.

Tiba-tiba Key menghentikan langkahnya dan menatap penampilan Arina. Diapun tersenyum sendiri sambil menyentuh wajah Arina. Arina jadi menatapnya dengan heran.

“Oppa! Kenapa jadi senyam-senyum seperti itu? mengerikan tau!” komentar Arina. Padahal dia malu jika ditatap seperti itu oleh Key.

“Haha.. aniyo.” Key langsung kembali menggandeng Arina menuju suatu tempat yang sepi. Setelah itu Key langsung merangkul Arina dan KLIK! Dia mengklik tombol di polaroidnya.

“YA!! aku belum siap!” protes Arina. Key malah tertawa melihat hasil foto itu. Terlihat dirinya sendang merangkul Arina sedangkan muka Arina terlihat sedang bingung.

“Berikan padaku! “ Arina terus mencoba mengambil foto itu namun Key membuat foto itu semakin tinggi dengan tangannya.

“Sireo.. Ini akan menjadi koleksi pribadiku. hehehe”

“Key opp~aaa!!” Arina terus mencoba melompat untuk meraih foto itu namun usahanya sia-sia. Saat sampai didarat lagi, heelsnya patah dan dia hampir jatuh. Untung saja Key dengan sigap langsung memapahnya.

“Keledai. kau ini sudah pernah jatuh saat di dorm, mau jatuh lagi?!’ komentar Key. Arina langsung menlepas pegangan Key dan memalingkan wajahnya sambil cemberut.

“Aku juga seperti ini kan siapa yang memancing duluan?!” respon Arina. Diapun melepaskan sepatu sial itu dan pergi meninggalkan Key dengan langkah terseok-seok karena pergelangan kaki kirinya terkilir.

“Ya! Kakimu terkilir, jangan paksakan berjalan!” protes Key. Tapi Arina tidak menggubrisnya, dia terus saja berjalan.

Akhirnya Key mengambil kedua sepatu high heels milik Arina dan mengejar Arina. Setelah itu menggendong Arina dengan kedua tangannya. Arina kaget. Tapi lama kelamaan dia tersenyum.

Key membawa Arina ke ruang istirahat dengan cepat, lalu mendudukkan Arina disebuah sofa panjang. Di dalam ruangan

itu ternyata ada ibunya yang sedang membenarkan make up.

“Ada apa ini? kamu kenapa, Rin?” tanya ibunya dengan cemas.

“Terkilir, Bu” jawab Arina

“Kamu pasti pecicilan.” ibunya menyalahkan. Arina jadi cemberut, benar sih dia pecicilan.

“Yaudah kamu diem aja disini sampe acara selesai. Makanya jangan pecicilan.”

“Ibu mau kemana?” tanya Arina

“Diluar masih banyak tamu. Ibu harus kesana.” jawab ibunya

“Ibu… disini aja.” pinta Arina. Dia merasa tidak mau ditinggal berdua dengan Key, dia kan tadi ceritanya masih marah.

“Nanti kalo ibu ngga kesana malah disangkanya ngga mau nerima tamu. Udahlah kan disini juga ada Key.” ucap ibunya sambil menepuk bahu Key. Walaupun Key tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, tai dia tersenyum saat ibunya Arina menepuk bahunya. “ ibu pergi dulu yaa..” lalu ibunya pergi

“Ibuuu..” seru Arina. Tapi ibunya malah semakin menjauh. Diapun cemberut sambil menatap Key yang sedang senyam-senyum. Tiba-tiba Key duduk disamping kaki Arina dan menyentuh kaki Arina yang sakit itu.

“Mau apa kau?” tanya Arina curiga. Dia takut pergelangan kakinya malah tambah sakit.

“Diam saja. Aku akan membuat pergelangan kakimu jadi tidak sakit.” jawabnya. Key mulai mengambil lotion dari tasnya dan mengeluarkan isinya lalu mengolesnya di pergelangan kaki Arina. Setelah itu dia mulai mengurut dan memijat pergelangan kaki Arina.

“AAAA!! Sakit!” protes Arina sambil menepuk lengan Key.

“Jangan banyak protes, yang penting nanti sembuh.”

Dan akhirnya Arina menahan sakitnya itu. Setelah beberapa lama keudian, rasa sakit itu sedikit berkurang. Pergelangan kakinya terasa lebih baik walaupun masih ada sakit sedikit.

“Masih sakit?” tanya Key

“Sedikit”

“Nanti kakimu akan sembuh kembali. Ini hanya luka ringan. Sekarang istirahat saja, aku akan menemanimu disini” ucap Key dengan senyum mengembang.

“Darimana oppa belajar ini? Dulunya mantan tukang pijet yaa?” tuduh Arina

“Enak saja. Ibuku yang mengajarkan ini.” jawab Key

Arina beranjak dari sofa dan berjalan menuju meja rias. Dia ingin menghapus make upnya. Dia tidak tahan jika memakai make up lama-lama. Karena dia sudah tidak akan masuk lagi ke ruangan resepsi jadi dia ingin menghapus make upnya sesegera mungkin.

“Ya! kau mau kemana? istirahat disini” Key menghampiri Arina dan menarik lengan Arina hingga tubuh Arina berbalik dan jatuh ke pelukan Key. Sesaat mereka saling bertatapan. Jantung Arina berdebar kencang karena wajah Key makin lama makin mendekati wajahnya hingga dia bisa merasakan nafas hangat Key menyapu wajahnya.

CHU~

Key mulai mencium bibir Arina dengan lembut. Merasakan hangatnya dan lembutnya bibir Arina. Rasa hangat itu menjalar keseluruh tubuh. Seperti ada sesuatu yang menggelitik didalam perutnya. Ciuman yang penuh rasa kasih sayang dan tanpa nafsu yang berlebihan.

Beberapa saat kemudian, merekapun melepaskan ciuman itu. Wajah mereka sama-sama tertunduk malu. Semburat merah

muda menjalar dipipi Key dan membuat pipi Arina bertambah merah karena dia memakai blush on.

Perlahan Arina menatap Key dihadapannya. Diapun terkekeh begitu melihat wajah Key yang semakin lucu karena ada noda dibibirnya.

“Wae?” tanya Key penasaran

“Bibirmu terkena noda warna lipstick yang kupakai. Hahaha” jawab Arina sambil tertawa lalu Arina langsung membersihkan noda lipstick di bibir Key dengan tissue.

“Makanya jangan terburu-buru seperti itu. Aku kan kesini mau membersihkan make up dulu.” komentar Arina sambil terus

membersihkan noda itu. Key bertambah malu.

“Ah.. yasudah aku bisa sendiri!” Key merebut tissue ditangan Arina dan membersihkannya sendiri. Malu bertumpuk dikepalanya. Arina masih tertawa melihatnya, tapi kemudian dia menghentika tawanya karena Key menatapnya dengan tatapan mematikan.

“Mian..”

“Sekarang bersihkan make up-mu itu. Lalu istirahatlah.” nasihat Key

“Ne oppa.” jawab Arina sambil menahan tawa. Diapun menuruti nasihat Key itu.

##

Dengan langkah dan senyum yang mengembang, Arina berjalan menuju dorm SHINee. Dia ingin memberikan kejutan pada semua yang ada disana kalau dirinya telah kembali. Setelah seminggu yang lalu Key pulang duluan ke Seoul karena proses comeback dipercepat, sekarang Arina menyusul kembali ke Seoul.

Dia menekan bell didepan pintu dorm, namun ternyata didalam dorm isinya kosong. Arina cemberut sambil menatap oleh-oleh yang dibawanya. Dia berdiri sambil menyandar pada pintu.

“Arina?” panggil seseorang dari kejauhan. Arina langsung menoleh kearah sumber suara. Onew menghampirinya lalu member yang lainnya dan manager juga menghampirinya. Senyum Arina mengembang. Key tersenyum gembira melihat Arina, dia merindukannya.

“Ayo masuk, kami baru pulang rekaman. Kau menunggu lama?” tanya Onew sambil menekan kode pintu. Dan pintu terbuka. Merekapun masuk ke dalam.

“Tidak juga, aku juga baru sampai. Ini untuk kalian” Arina memberikan oleh-oleh yang dibawanya pada Onew

“Waahh.. gamsahamnida.” ucap semuanya

“Kau kesini lagi mau menjadi asisten lagi kah? baguslah.. kami ini kerepotan sejak tidak ada yang menggantikanmu” tanya Choi Jin manager. Arina tersenyum. Sebenarnya maksud Arina bukan itu, tapi kenapa tidak menjadi asisten lagi? Itu juga untuk membantu mereka.

“Aniyo! Dia kesini karena merindukanku. Aku juga merindukanmu. Hehehe” sanggah Key sambil merangkul Arina mesra.

“Oppa!” Arina mencoba melepaskan rangkulan Key, dia malu jika menunjukkan itu dihadapan semua. Semua menatapnya dengan curiga kecuali Jonghyun. Tentu saja karena Jonghyun sudah tahu kalau mereka berpacaran. Dan Key menyuruh Jonghyun untuk tutup mulut sampai nanti dia siap untuk memberitahukan pada semua.

“Mwo? kau memanggil Key dengan sebutan ‘Oppa’? tumben sekali” komentar Minho. Arina salah tingkah. Jadi dia tidak menjawab. Sebenarnya dia bingung, sebenarnya mereka ini sudah tahu hubungannya dengan Key atau belum? Akhirnya Arina diam saja. Minho langsung menatap Jonghyun dengan tatapan menyelidik karena Jonghyun terlihat menyembunyikan sesuatu.

“Ada sesuatu yang janggal disini” selidik Onew sambil menatap Arina-Key-Jonghyun secara bergantian.

“Ya.. Kim Jonghyun! Kau tau sesuatu kan?” tanya Minho masih dengan tatapan menyelidik

“Ayo katakan sesuatu” pinta Taemin

“Ah.. baiklah. Jadi, aku dan yeoja ini sebenarnya sudah berpacaran sejak 9 hari yang lalu.” ungkap Key. dan Jonghyun terlihat lega.

“Jeongmaliyooo?!” mereka tampak sedikit takjub

“Jadi kalian belum tahu masalah itu?” tanya Arina

“Belum” jawab orang-orang yang ketinggalan jaman itu dengan muka melas. (Onew : kurang ajar ente, thor! ngga ada kata-kata yang lebih bagus lagi apa selain ‘orang-orang yang ketinggalan jaman’?)

“Haha. Mian.. Aku baru siap sekarang untuk memberitahu pada kalian.” ucap Key

“Ya! Kau ini keterlaluan sekali! sedangkan pada Jonghyun kau cerita apa saja, tapi tidak pada kami!” Onew mulai mengejar Key yang mulai berlari karena takut tertangkap Onew. Minho juga ikut mengejar Key. Dan akhirnya Jonghyun juga ikut untuk meramaikan suasana *plakk!.

“Ya! kalian ini bukannya memberku selamat malah mengejarku bagaikan maling!” protes Key sambil melarikan diri.

Bukannya menolong Key yang sedang siuber oleh ketiga makhluk kurang kerjaan itu, dia malah diam sambil tertawa melihatnya. Salah Key sendiri tidak memberitahu mereka.

Tiba-tiba Taemin mendekati Arina hingga membuat Arina terdiam. Babo! dia baru menyadari kalau Taemin mungkin akan tersakiti.

“Kau bahagia?” tanya Taemin. Arina menatap Taemin dengan hati-hati lalu mengangguk.

“Baguslah! Chukkaeyo! Aku lega saat mendengar itu semua.” seru Taemin

“Taemin, mianhae” ucap Arina

“Untuk apa lagi? Kau kan waktu itu juga sudah meminta maaf. Lagipula aku malah lega sekarang.”

“jeongmaliyo?” Arina menatap Taemin dengan sedikit tidak yakin.

“Ne.” jawab Taemin mantap.

“Gomawo, Taeminie” Arina tersenyum

“Cheonmaneyo. Kalau Key hyung berbuat macam-macam laporkan padaku ya.. Kita masih teman kan?” tanyanya

“Tentu saja!”

Taemin tersenyum mendengar jawaban Arina. Dia merasa sudah melakukan yang terbaik sekarang. Dia benar-benar rela sekarang untuk memercayakan Arina pada Key. Dia senang melihat Arina bahagia. Dia juga sudah bertekad untuk berkonsentrasi pada siapa yang mencintainya sekarang.

Tiba-tiba ponsel Taemin berbunyi. Dilihatnya nama di screen. Suzy. Dia langsung mengangkat telepon dari Suzy itu setelah minta izin pergi pada Arina untuk menerima telepon.

Arina menghampiri Key yang sedang diamuk masa. Hatinya jadi khawatir melihat Key yang ditumpuk oleh Minho, Onew, dan Jonghyun diatas badannya. Badan Key kan kecil.

“Ya! kaliaaaannn.. Kasihan Key oppa, badannya kecil begitu ditimpa oleh badan kalian yang badannya besar” protes Arina sambil menyingkirkan badan Jonghyun, Minho dan Onew diatasnya. Dan akhirnya badan Key terbebas dar mereka.

“Jagiyaa…. tolong aku! Mereka jahat!” adu Key dengan suara manja, diapun berlindung dibelakang Arina. (author : stress! Kenapa jadi ente yang minta dilindungi sama cewe? ente kan cowo!. Key : Terserah gue dong, cowo juga manusia, ingin dilindungi. Author : *nelen bantal*)

“Gawat! Yeochin-nya datang!” seru Onew

“Ya! kalian ini ribut sekali seperti anak kecil! Sekarang semuanya duduk disini” protes Choi Jin manager

Semuapun duduk di living room itu. Mereka duduk sambil kipas-kipas untuk mendinginkan diri karena tadi habis main kejar-kejaran dan pahlawan-pahlawanan.

“Jadi kalian harus merahasiakan hubungan ini ya.. jangan sampai ada yang tahu. Apalagi kalau berita Key dan Arina ini tersebar hingga ke telinga shawol. Akan fatal.” nasihat Choi Jin

“Ne.. aku akan mencontoh dari Onew hyung. Hehehe” ucap Key sambil menoyor pundak Onew

“Tentu saja aku akan merahasiakan ini. Aku juga takut diamuk fans kalian.” respon Arina

“Baiklah. Aku percayakan pada kalian. Ngomong-ngomong, kau mau jadi asisten kami lagi tidak?” tanya Choi Jin

“Ayolah..” kali ini Gyungshik manager ikut merayu

“Hmmm.. baiklah” jawab Arina

“Assa!” ucap yang lainnya

“Tapi ingat yaaa.. dia itu sebenarnya milikku, jangan seenaknya padanya. Hadapi aku jika menyakitinya!” ucap Key dengan lantang sambil merangkul Arina lagi.

“What?! aku tidak salah dengar? bukannya itu terbalik?” ejek Minho

“Ne, tadi kan malah kami harus berhadapan dengannya jika menyakitimu. hahaha” kali ini Onew ikut-ikutan menyudutkan Key.

“Tadi itu kan dalam posisi terdesak. Aku tidak akan seperti itu lagi” sanggah Key

“Arasseo.. kami percaya” Minho malas untuk erdebat dengan Key.

“Jadi apakah sekarang waktunya makan-makan untuk merayakan ini?” tanya Onew dengan senyum cemerlang.

“Benar! Kami lapaarrr! Ayo kalian belikan makanan.” perintah Minho

Dan yang lainnya ikut menimpali. Akhirnya Key dan Arina menurut pergi keluar untuk member banyak makanan daripada yang lainnya terus teriak-teriak kelaparan seperti anak ayam yang kelaparan. Tapi itu tidak masalah bagi keduanya, mereka malah senang. Mereka senang karena mereka pergi berdua. Seminggu lebih mereka tidak bertemu rasanya bagaikan tidak bertemu bertahun-tahun (lebe! -___-). Key ingin menghentikan waktu disaat dirinya sedang bersama Arina seperti ini. Dia berjanji akan selalu menjaga dan melindungi Arina. Dia juga berjanji pada dirinya untuk tidak akan pernah menyakiti Arina. Dia akan menjaga gadis itu dengan baik.


The End

Akhirnyaaaaa… ff ini berakhir juga! Alhamdulillah. Makasih ya buat readers yang setia mau baca ini ff sampe akhir, padahal ff ini lamaaaaa banget kalo publish. *terharu* *cium readers satu-satu* . Mian kalo endingnya kurang ngena dan flat banget. Otak ane lagi mentok *selalu saja*.
Sekali lagi makasih yaaa buat semua yang udah mau baca, kalo yang mau ngasih kritik dan saran makasihnya dikuadaratin lagi (?).
Annyeong.. sampai bertemu di ff selanjutnya^^ .

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

21 thoughts on “Take Me With You – Part 16 (End)”

  1. eh .. kunci.. pke pura2 lgi bilangnya diajarin eomma.. blg aj sejujurnya klo situ dulunya tukang pijit.. /plakkk

    ntar pas nikahan.. arina pke kebaya.. key pke blankon.. hahahahaha

    itu manajer.. knp jd melas gtu ya.. memohon-mohon sm arina biar jd asisten …. wakakaka

    nice ff thor..
    akhirnya jadian jg..
    eh tp kasian ya tmn2 arina g dpt bagian di part ini.. hahahaha kontrak mereka berakhir ya? lol

    1. hahaha kebayang Key jadi tukang pijit XD

      iya itu temen2 arina kan kontraknya abis 😀 *ngeles -_-*

      makasih udah baca dan komen 🙂

  2. Thor,,msh selamat ya??hbs nelen bantal soalnya???hahaha…#piss..
    Suka tuh bag.kejar2an d dorm nya shinee..brasa kehangatan member shinee..

    1. ff unyu? hahaha.. bisa2 aja sih, soalnya ane ngayalnya belebihan jadi aja begini, trus dituangkan ke ff 🙂

      makasih udah bca dan komen 🙂

  3. Kyaaa udah selesai jugaaa ._. Lucu banget thoor hahaha rameramee..
    Kebayang key makan sate :p
    Ayo di tunggu kelanjutannya~!

    1. iya.. itu harapan author supaya key bisa makan makanan kesukaan author :3

      makasih udah baca dan komen 🙂 sampe ketemu di ff lain 🙂

  4. waaaah, seru ceritanya
    pengen jd arinaa, apalagi pas key meluk arina d tman, hwaa so sweet bgt, hehehe
    harus adda lanjutannya ya thor,hehehe

    1. iya.. author juga pengen dipeyuk ama keyyy :’)

      lanjutannya? hehe.. ini udah part akhir, takutnya kalo dipanjangin lagi takut garing kayak sinetron2 😀 tapi insyaallah kalo ada ide mau bikin sequel TMWY..

      makasih udah baca dan komen 🙂

  5. Crtanya bgus bnget author, pdhl aku br baca yg part akhir ini loh-_-v

    Oiya itu Arina crtanya orng indo asli ya? Mau deeeh jd arina u.u

    Aah aku gabisa komen bnyak2 soalnya br bc part ini, aku mau bc part sblmnya dulu deh. Anyway, good ff authooor~ ^^;;

    1. iya disana Arina jadi orang ido asli yang dapet beasiswa kuliah di Seoul.

      ini ff sebenernya dipublish disini dari 2010, cuma baru selesai sekarang XDD. soalnya waktu itu author lagi sibuk ujian2 mau kuliah. XD

      makasih ya udah mau baca dan komen 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s