Don’t Remind Me – Part 7

Author: Boram.Onyu

Main Cast:

  • Lee Jinki aka Onew
  • Lee Sunhye
  • Kim Jonghyun

Support Cast:

  • Kim Kibum aka Key
  • Choi Minho
  • Lee Taemin

Length: sequel

Genre: romance, friendship, sad, mellowdrama

Rating: General

^Author Side^

Mata Jonghyun masih sembab. Key tak bergeser sedikit pun dari sisi Jonghyun.

“ Kami pulang!”

Pintu dorm terbuka menunjukkan Taemin merangkul Onew. Melihat itu, Key segera berlari menghampiri membantunya menyeret tubuh Onew ke sofa. Bau soju tercium jelas dari tubuhnya.

“ Apa yang terjadi? “

“ Molla, selesai show Onew hyung pergi entah kemana. Aku mencarinya lewat gps, dan ternyata ia sudah mabuk saat kutemukan. Eh, Jonghyun hyung kenapa matamu bengkak begitu? “

Jonghyun mengernyit. Kemudian ia menggosok kedua matanya sambil tersenyum.

“ Tidak apa-apa. Aku hanya ngantuk. “

Onew masih terbaring di sofa, sesekali ia menggeliat. Ia tidak sepenuhnya mabuk, hanya saja bayangan Sunhye yang menciumnya terus memburu di ingatannya. Ia mengintip sedikit dari celah kelopak matanya, mata Jonghyun memang bengkak. Kenapa Sunhye bisa menciumnya? Kenapa mata Jonghyun bisa sembab? Kenapa semuanya terjadi secara bersamaan? Dan terlalu banyak pertanyaan lagi yang berputar di pikiran Onew. Ia mendengus kesal begitu menemukan hubungan di antara pertanyaan-pertanyaannya.

Mereka telah putus, dan Sunhye menjadikan Onew sebagai pelampiasan. Onew bangkit dari tidurnya lalu berjalan tergesa ke kamarnya dan membanting pintunya dengan keras. Dihempaskannya tubuhnya di atas ranjang. Ia tertawa hampa.

Key dan Taemin saling memandang penuh tanya, Jonghyun sendiri sudah masuk ke kamarnya, setelah berkilah sangat ngantuk.

****

^Sunhye Side^

Deg! Jantungku berdegup kencang, melihatnya berjalan melewatiku. Biasanya ia akan mengacak rambutku, lalu mengeluarkan leluconnya yang terkadang tak lucu sama sekali. Tapi kali ini ia menatap lurus ke depan, tak sedikit pun melirikku. Mendadak dadaku sesak, kubalik badanku menghadapnya. Punggungnya yang tegak sudah terlihat menjauh dari pandanganku.

Badanku terasa gemetar, dan kakiku lumpuh hingga aku jatuh terduduk. Aku mengerang sambil memijit pelan keningku. Kepalaku seperti berputar, aku cepat mengambil obat penenang dari tasku. Cepat kumasukkan ke dalam mulutku, tapi aku segera sadar kalau di tasku tak ada air. Sakit kepalaku masih belum berkurang, hampir aku menggigit obat itu sampai sebotol air mineral terpampang di depan mataku. Kuangkat kepalaku, Onew oppa menyodorkan air itu menyentuh pipiku.

Aku menerima air darinya lalu meminumnya cepat. Kembali ia menyodorkan tangannya, kusambut lagi hingga akhirnya aku bisa berdiri tegak, meski aku harus setengah mati mengangkat kepalaku hanya agar bisa melihatnya ( Onew:178, Sunhye:161 ).

“ Gomawo. “

Ia hanya diam dan segera pergi. Aku sedikit berlari agar bisa menyusulnya, lalu menghadangnya dengan berdiri di depannya.

“ Kenapa hanya diam? Kenapa tidak bertanya sama sekali? “

Ia tetap diam. Kupegang erat tas selempangku. Kami bertatapan cukup lama dalam diam.

“ Wae? Oppa harusnya bertanya, kenapa aku bisa menci… “

Kurasakan bibirku terkunci, sementara tubuhku makin merapat ke dinding. Mataku makin melebar, sekarang malah Onew oppa menciumku. Ia hanya sekedar menciumku, tak lebih. Ia melepaskan ciumannya, malah ia mengusap air mataku yang ternyata meleleh dari tadi.

“ Apa aku masih harus bertanya lagi? “

Aku masih syok, kejadian ini sungguh di luar pikiranku.

“ Dan sudah kubilang, jangan menangis di depanku. Aku tak suka. “

Ia melepaskan genggamannya di bahuku. Kemudian ia segera pergi, dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku hoodienya. Kuraba dadaku, jantungku berdetak makin kencang. Tidak, aku pasti hanya kaget, tidak mungkin aku menyukainya.

****

Aku berjalan gontai menuju ruang kerjaku, ruang make up artis di gedung Sment. Terkadang aku ingin mundur dari jabatanku sebagai hairstylist khusus untuk Shinee. Terkadang aku cukup lelah berpura-pura menjadi dongsaeng seorang Kim Jonghyun hanya untuk menyembunyikan hubunganku dengannya yang kini sudah berakhir. Aku juga harus bersusah payah mengatur jantungku saat dikelilingi member Shinee yang super tampan , meski aku sudah bosan melihat wajah Minho.

Minho memang sepupuku dari pihak ibuku, makanya marga kami tak sama. Usiaku hanya terpaut sebulan lebih tua darinya, dan aku juga lebih suka menyuruhnya memanggilku noona. Aku tak terlalu akrab dengannya dulu karena sikapnya yang dingin, kalem, meski ia selalu tersenyum sangat manis saat berpapasan denganku.

Aku lebih dekat dengan Minseok oppa. Ia sangat cerdas sampai hampir tiap hari aku datang ke rumahnya minta diajari olehnya. Alasanku sebenarnya karena aku sangat suka dengan wajah tampannya. Ia juga sangat dewasa, dan hampir selalu membantuku memecahkan masalahku.

Minseok oppa, aku sudah tidak pernah bertemu dengannya sejak aku lulus SMA dan memilih ikut training Sment. Padahal aku sangat membutuhkannya kini, agar membantuku menyelesaikan masalah yang berlarut-larut ini.

Aku tidak menyukainya! Tidak! Tidak sama sekali!

Berkali-kali aku mengetok kepalaku. Sekaligus meyakinkan hatiku, Onew oppa hanyalah seorang oppa. Tidak lebih, dan aaah! Kenapa aku masih berdebar dari tadi?!

*Flashback on

“ Aku lulus Miss Lee. “

Aku berbalik ke arah sumber suara. Seorang namja tersenyum kikuk sambil menggosok lengan kanannya dengan tangan kirinya. Aku membalas senyumnya.

“ Chukkae! “

Kutepuk lengannya, kemudian kucubit pipinya yang chubby. Ia meringis cemberut, dan mengusap kedua pipinya.

“ Mian! “

Ia memanyunkan bibirnya, lalu balas mencubit pipiku dengan keras. Baru saja aku ingin membalasnya, ia sudah berlari sambil merong ke arahku. Aku tertawa melihat kekanakannya. Tiba-tiba setangkai mawar putih terlihat di depanku. Aku berbalik. Jonghyun masih memegang bunga itu dengan senyumnya yang bisa membuat ribuan gadis korea meleleh.

“ Untukku? “

“ Kau pikir untuk siapa? “

“ Kamsahamnida! “

Aku meraih bunga di tangannya, lalu menghirup aromanya yang sangat wangi.

“ Berhenti bicara formal denganku. “

“ Ne? “

Cup. Pipi kananku dicium olehnya. Aku tertegun, tapi ia malah lari. Kusentuh pipiku yang kini memanas.

*Flashback off

Astaga! Kenapa ingatan ini lagi? Air mataku sudah memberontak ingin keluar, tapi kutahan kuat-kuat demi melihat Jonghyun dan Key yang kini berjalan berdampingan.

“ Annyong Jo… “

Ia melewatiku begitu saja, tanpa sedikitpun melirikku. Sama halnya dengan perlakuan Onew oppa tadi sebelum ia memberiku sebotol air. Kurasakan tangan yang hangat mengusap bahuku. Mataku sudah kabur begitu melihat Key yang menatapku iba. Masih sempat kudengar senggukan ku sendiri, hingga akhirnya Key menarikku di pelukannya.

“ Sejak kapan seorang Lee Sunhye yang cerewet dan sengak luar biasa jadi secengeng ini? “

Ia membelai rambutku, cukup membuatku lebih tenang. Aku juga memukul bahunya mendengar ejekannya tadi. Ia memang benar, aku sangat cengeng. Bukan inginku menjatuhkan air mataku semudah ini, hanya saja mereka, air mata ini, terlalu banyak terpendam hingga akhirnya lolos dari kelopak mataku.

****

^Author Side^

“ Jonghyun hyung, sampai kapan kau mau menguasai toilet ini? “

Taemin mengetuk pintu toilet. Tangan kirinya memegang perutnya yang sudah melilit dari tadi. Suara shower terdengar jelas saat Taemin menempelkan kupingnya di sisi pintu. Ia merengut, keringat dingin telah memenuhi tubuhnya. Ketika melihat Minho keluar dari kamar mandi yang satu lagi, ia berlari terbirit-birit memenuhi panggilan alamnya. Key yang melihat Taemin dari tadi tertawa melihat kelakuan anaknya.

“ Dia kenapa hyung? “

” Memuaskan hasrat alamnya. “

Minho mengangkat sebelah alisnya, sementara tangannya masih sibuk menggosok rambutnya dengan handuk.

“ Omo! Apa Jonghyun hyung masih di dalam? “

Minho menunjuk ke arah toilet, dan dijawab anggukan oleh Key tanpa mengalihkan perhatiannya dari sebuah majalah fashion di tangannya.

“ Mungkinkah dia terpeleset di dalam…“

Key dan Minho bertatapan. Sedetik kemudian mereka mengetuk pintu toilet dengan kasar, tapi masih tak ada sahutan dari dalam. Setelah berunding lama, akhirnya mereka memutuskan mendobrak pintu kamar mandi. Dugaan Minho benar, Jonghyun memang terpeleset tadi. Ia terbaring di lantai kamar mandi dengan posisi telentang. Baju kaos putih dan training selutut masih dipakainya. Shower yang dari tadi menyala membasahi seluruh tubuh Jonghyun. Bibir Jonghyun terlihat pucat dibuatnya.

Minho dan Key segera mengangkat tubuh Jonghyun. Sebelumnya mereka telah mengeringkan tubuh Jonghyun, lalu membawanya ke kamar. Terlihat tubuh Jonghyun yang gemetar. Sudah pasti ia kedinginan. Maka Minho mengatur penghangat ruangan dengan suhu yang paling tinggi, tak peduli tubuhnya dan Key mulai berkeringat.

“ OMO! Apa yang terjadi? “

Taemin menghampiri kedua hyung nya yang sedang memakaikan jaket berlapis pada Jonghyun. Gemetar di tubuh Jonghyun berkurang sedikit. Minho meletakkan punggung tangannya di atas dahi Jonghyun.

“ Hyung, dia demam. “

Key menarik napas panjang, lalu memerintahkan pada Taemin menyiapkan handuk kecil dengan air hangat.

“ Kajima. Kajima. “

Jonghyun mengigau membuat Minho dan key kembali bertatapan. Dalam sepersekian detik air mata Jonghyun mulai membasahi pipinya. Kajima. Kata itu berulang kali diulangnya. Key buru-buru meletakkan handuk yang telah disiapkan Taemin ke kening Jonghyun. Taemin angkat bicara.

“ Apa ini ada hubungannya dengan Sunhye noona? “

“ Aku akan menjemput Sunhye. “

Minho, Key dan Taemin berbalik ke arah sumber suara. Tanpa mereka sadari, Onew berdiri di ambang pintu sedari tadi. Bagaimanapun, ia mengkhawatirkan keadaan Jonghyun.

****

            Sunhye menggigit ibu jarinya mengatasi rasa cemasnya pada keadaan Jonghyun. Matanya diarahkan keluar jendela mobil. Onew hanya diam saja sekaligus memfokuskan dirinya menyetir. Sesekali ia melirik Sunhye. Begitu mobil porsche silver milik Onew sampai di parkiran dorm Shinee, Sunhye berlari tergesa menuju kamar Shinee. Ia membuka pintu dorm yang tidak terkunci dan segera menghampiri Jonghyun. Melihat Sunhye yang kini bersimpuh di samping ranjang Jonghyun, Key memberi isyarat pada  Minho dan taemin untuk meninggalkan ruangan dan menutup pintu kamar Jonghyun.

Onew merapikan sandal Sunhye yang terlempar sembarangan, juga meletakkan sepatunya di rak sepatu. Lama ia pandangi sandal milik Sunhye. Kecemasannya yang luar biasa membuatnya masih menggunakan sandal rumahnya. Onew tersenyum kecut. Ia juga sempat mengintip ke dalam kamar Jonghyun.

Sementara itu, Minho, Key dan Taemin memandang iba pada hyung tertua mereka yang kini sudah masuk ke kamar miliknya.

****

Jonghyun membuka matanya yang terasa berat. Handuk di dahinya dilepasnya. Ia mengarahkan kepalanya ke arah Sunhye yang kini tertidur di sampingnya. Ia memijit kepalanya yang terasa pening, sementara tangan kanannya masih digenggam Sunhye. Ia tersenyum sekilas. Dicobanya mengangkat tubuhnya, tapi kakinya ngilu. Diingatnya kejadian terpelesetnya semalam. Lantas ia kembali membaringkan kepalanya.

Jonghyun menatap tiap lekuk wajah Sunhye. Alis tebalnya yang bertautan, bulu matanya yang lentik, matanya yang tertutup, hidung bangirnya, bibirnya yang tipis kemerahan, semuanya terlalu indah di mata Jonghyun. Dielusnya pipi Sunhye, membuat yeoja itu terbangun. Matanya yang sembab terbuka pelan. Ia ikut menatap wajah Jonghyun yang kini tersenyum.

“ Terlalu terpesona denganku, Lee Sunhye? “

Sunhye mengangkat kepalanya. Cepat diletakkan tangannya di dahi Jonghyun. Lantas ia menghembuskan napasnya lega. Tangan Jonghyun membersihkan sisa-sisa air mata Sunhye.

“ Menangis sebanyak ini, kau pikir aku akan mati karena demam biasa? “

Sunhye memukul lengan berotot Jonghyun, kesal dengan ejekan yang ditujukan padanya barusan.

“ Kudengar kau terpeleset di kamar mandi. Kenapa kau seceroboh ini?! “

“ Karena aku terlalu banyak memikirkanmu. “

Sunhye menundukkan wajahnya. Jawaban yang singkat, tapi cukup menohok jantungnya. Tapi Jonghyun segera sadar dengan rona merah di pipi Sunhye. Tangan Sunhye yang digenggamnya ditariknya, membuat wajah mereka kini hanya terpaut beberapa senti.

“ Kau harus tanggung jawab karena membuat kakiku tidak bisa bergerak sekarang. “

Sunhye menatap kaki Jonghyun. Disibaknya selimut putih itu, terlihat jelas tumit kaki Jonghyun yang merah. Tangannya refleks menutup bibirnya. Dilepasnya genggaman Jonghyun lalu segera berlari keluar dari kamarnya.

“ Kau sudah bangun? “

Key mengaduk sup buatannya saat Sunhye berdiri di sampingnya.

“ Kaki Jonghyun oppa memar. “

“ Jeongmal? “

Key segera berlari ke kamar Jonghyun. Tak lupa ia membawa kotak P3K. Sunhye pun meletakkan sup buatan Key yang telah matang ke mangkuk putih berukuran sedang.  Tak lupa ia membuatkan Jonghyun bubur.

“ Jangan berikan bawang, Jonghyun tak suka. “

Sunhye tersentak, suara Onew membuyarkan lamunannya. Tapi, bawang sudah terlanjur tercampur dalam bubur itu.

“ Ah ne, aku akan membuatkan yang baru. “

Baru saja Sunhye ingin membuang bubur buatannya ke wastafel, Onew menahannya.

“ Andwe. Berikan saja padaku. “

Onew merebut panci dari tangan Sunhye, lalu memindahkannya ke mangkuk berukuran sedang. Lantas ia berpindah ke ruang nonton. Entah kemana saja pikiran Sunhye, ia tahu dengan sangat jelas Jonghyun membenci bawang. Yang jelas, sedari tadi bayangan Onew tak luput dari pikirannya.

Taemin yang sedang menyiapkan piring di meja makan gemas pada Sunhye yang masih berdiri mematung.

“ Ya! Noona, sampai kapan mau berdiri dengan mulut mangap begitu? “

****

Jonghyun tak bisa menahan senyumnya tiap kali melahap suapan bubur dari Sunhye. Melihat wajahnya dari jarak sedekat ini, sudah lama tak ia lakukan. Tapi ada yang berbeda kali ini. Biasanya Sunhye akan menunduk jika mereka dalam jarak yang sangat dekat seperti sekarang ini. Semburat merah muda akan terlihat di tulang pipinya yang bulat sempurna. Sekarang ia hanya tersenyum datar, sesekali ia menghembuskan napasnya berkali-kali.

Jonghyun menyadari perubahan sikap Sunhye. Tapi ia berpura-pura tak terjadi apa-apa. Hingga pada suapan terakhir, Jonghyun tetap tersenyum. Senyumnya menghilang diganti senyuman kecut, begitu melihat ke arah Sunhye melirik sejak tadi. Onew memijit-mijit tombol stick PSP dengan kasar, membuat Minho yang menjadi lawan mainnya sesekali menatap ngeri ke arah Onew.

“ Jadi kau menyukainya? “

Sunhye bergeming. Ia sangat tahu arah pembicaraan Jonghyun, tapi ia pura-pura tak mendengarnya. Ia meyibukkan diri membersihkan meja makan yang sebenarnya sudah bersih.

“ Sunny ah. “

Jonghyun menatap memelas ke  Sunhye. Tangannya menahan tangan Sunhye agar perhatian Sunhye tertuju padanya.

“ Apa kau menyukainya? “

“ A.. Apa maksudmu oppa? “

“ Jangan berpura-pura seperti itu. “

Sunhye menunduk dalam. Ia kini menimbang-nimbang kata demi kata yang akan dikatakannya untuk menjawab pertanyaan Jonghyun barusan. Dari ujung matanya ia bisa melihat Onew yang menggaruk kepalanya, sedang Minho menatap nanar ke arah stick PSP nya yang dihancurkan oleh Onew.

“ Apa dia orang yang kau cintai, seperti yang kau katakan beberapa hari yang lalu? “

Sunhye mengangkat mukanya, menatap Jonghyun penuh tanya. Memorinya diajak bekerja keras.  Tapi setelah mengingat perkataannya tempo hari, saat ia memutuskan Jonghyun di ruang latihan dance, kepalanya kembali tertunduk.

Jujur saja, ia berbohong saat itu. Ia mengungkapkan alasan satu-satunya yang ada di otaknya, hanya agar Jonghyun melepasnya.

“ Aku tidak bisa menjawabmu, oppa. Aku sebenarnya, aku hanya mengarang alasan saat itu. “

Mendadak mimik wajah Jonghyun kembali cerah. Ia tahu, Sunhye mana mungkin berpaling darinya.

“ Tapi sekarang, aku tidak tau perasaanku oppa. Aku menyukainya atau tidak, aku sama sekali belum berpikir ke arah itu. Dan soal perasaanku padamu, mian. Tapi, kupikir semuanya sudah berakhir. “

Sunhye memutuskan mencuci mangkuk bubur Jonghyun yang sekarang menatap punggung Sunhye. Jonghyun meringis dalam hati. Ia menyesal menanyakan pertanyaan bodohnya tadi. Mengenal Sunhye selama tiga tahun, waktu yang cukup untuk mengenal seorang Lee Sunhye. Dan jawabannya tadi, sudah cukup menjawab pertanyaan yang menghantui pikirannya selama ini. Semuanya sudah berakhir, seperti yang Sunhye katakan tadi.

****

@the beginning of 2009

 

“ Apa kau melihatnya? Aku akan berduet dengan Jessica. “

Sunhye mengangguk kesal. Ia sudah mendengar kalimat itu berkali-kali dari Onew. Berkali-kali pula ia mendengar tawa menyebalkan milik Onew. Ia bersumpah. Sekali lagi ia mendengar Onew mengatakannya, ia akan menggunting poninya sembarangan.

“ Kami menyanyikan lagu one year later Sunny ah. Kau tahu? “

Cukup sudah kesabaran Sunhye. Sesuai janjinya, poni Onew kini acak-acakan tak berbentuk hasil kreasi Sunhye.

“ YA! APA YANG KAU LAKUKAN?! “

“ OPPA SENDIRI MENYEBALKAN! KAU SUDAH MENGULANG UCAPANMU LEBIH DARI SEPULUH KALI! “

“ LALU APA ITU ALASANNYA KAU MENGHABISKAN PONIKU? APA KAU TIDAK PUNYA ALASAN YANG LEBIH REAL? “

“ APA KAU TIDAK TAU MENYEBALKANNYA WAJAHMU SAAT MENGUCAPKAN ITU? “

“ MWO? MWO? ULANGI SEKALI LAGI! APA AKU TIDAK SALAH DENGAR? HEY, KATAKAN SAJA KAU CEMBURU. KAU CEMBURU PADA JESSICA KAN? KAU PASTI… “

Sunhye tak menjawab, ia malah menatap dengan ekspresi horor ke arah Onew, membuat nyali Onew menciut. Taemin sudah kabur saat gilirannya untuk dirias. Saat ini, Sunhye terlihat sangat seram di matanya. Sadar Taemin melarikan diri darinya, gunting yang dipegangnya dilemparkan ke meja rias sembarangan. Jonghyun yang melihat pertengkaran mereka, mendadak merasakan kecemasan yang ia sendiri tak mengerti.

****

Onew mondar mandir di toko game. Sesudah merusak stick Minho tadi, ia berjanji akan membeli yang baru lagi. Meski Minho mengatakan tak usah, tapi ia tetap pergi membelikannya. Alasan utamanya tentunya karena risih melihat kemesraan Jjong-Sunhye.

“ Kenapa kau merebutnya dariku?! “

Perhatian Onew beralih ke arah sepasang pria yang sedang bertengkar hebat.

“ Lalu kau mau apa? Kau akan memukulku? “

Salah satu dari pria itu mengepalkan tangannya, ia malah meninju udara di depannya.

“ Kau pikir aku akan melakukannya? Kau adalah sahabatku. Aku sangat menyukainya, dan aku sama sekali tak menyangka kau bisa merebutnya dariku. “

Seketika tubuh Onew menegang. Ia bisa mengerti betapa sakitnya perasaan kedua pria itu. Dua orang sahabat yang mencintai satu orang wanita yang sama. Tiba-tiba ia merasa ia sama saja dengan kedua pria yang bersitegang di sampingnya itu.

Lalu siapa yang salah? Apakah ia berhak menyalahkan Jonghyun karena telah merebut Sunhye darinya? Itu jelas tidak mungkin, Jonghyun lebih dulu mengenal wanita itu darinya. Lalu apa itu berarti Jonghyun punya hak lebih untuk memiliki Sunhye?

Ia tahu hubungan backstreet mereka, tapi ia menutup mata dan hatinya. Egonya menguasai perasaannya. Tanpa memikirkan Jonghyun, ia malah berusaha menjadikan Sunhye sebagai miliknya. Lantas, apakah ia adalah pihak yang salah?

Otaknya bekerja keras memikirkan pertanyaan-pertanyaan lain yang berputar di kepalanya. Ia memandang jalan kosong dari balik kaca buram di toko itu. Pandangan makin mengabur, seiring air matanya yang ditahannya kuat dari tadi. Sunhye, apakah ini berarti aku menyerah saja terhadapmu?

TBC

Author note:

Part 7 is over *apa coba. Apakah part ini sudah cukup panjang? Soalnya tiap komen yang masuk ada beberapa yang protes kependekan. Hehe, authornya sudah berusaha semampunya.

Makanya, reader yang baik hati, untuk menghargai usaha author yang tidak berharga ini *melas* para readernya diharapin ngasih komen, ‘cause ur comment like oxygen for my imagination.

Last word, see ya at next part.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Don’t Remind Me – Part 7”

  1. Chua…chua…moga sunhye ma onew..#dukung onew…jgn nyerah donk nyu…

    Dilanjut ya thor…nextpart nya…pnasaran nih…

  2. huaahh lnjut thor ..hehe

    v akk koq mau’y akhir’y sii sunhye mati ya ?? #tega amitt
    hehe .___.V

  3. Ihhhh…. Jjong jatuh di kamar mandiii?? Busyettt sampe segitunya yahhhh,,,,,, Eh iya,,, Jjong sama Onew gx jadi perang dingin kannn????? Kok aku jadi kasihan sama Onew yahhh…. Malah mending si Sunhye gx sama siapa-siapa ajj deh… Kasian si Jong-Nyu…. Kn lebih adil klo gx sama2 dpt,,hehehehe

    semangattt… Ditunggu lanjutannya!!

  4. Ff mu emang keren eon! Awal.y gak terlalu excited, tp ke belakang intrik.y makin bagus! Lanjut eonni!

  5. Ish.. Jjong biar udah sakit tetep aja tengil..
    Uri leader miris bgt keadaannya..

    Aku ga bca nie ff dri awal.. Tpi q ska..
    Ditunggu lanjutannya..

  6. Kata itu berulang kali diulangnya. — berulang kali diucapkannya.

    Minho menatap nanar ke arah stick PSP nya yang dihancurkan oleh Onew. — bwahahaha lbh prihatin sm stick psp… lol…

    jinki… kasian jd pelampiasan sunhye… *jambak2 sunhye*

    jinki-yaaaa… hug….

    ditunggu aj deh lnjutannya.. hehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s