Bodyguard – Part 4 (End)

BODYGUARD (PART 4 –END-)

Title                       : Bodyguard (Part 4 -END-)

Main Cast            :

–          Choi Minho SHINee

–          Kim Shin You covered by Kim Jaekyung RAINBOW

–          Han Nhaena covered by Kim Ji Sook RAINBOW

–          Kim Jonghyun SHINee

–          Lee Jinki SHINee

Support Cast      :

–          Lee Taemin SHINee

–          Kim Kibum aka Key SHINee

–          Para pengawal

–          Lee Donghae Super Junior

–          Heechul Super Junior

–          Eunhyuk Super Junior

–          Kai EXOPLANET

–          Aita Rinn covered by Viki Dalshabet

–          Youngmin dan Kwangmin Boyfriend

–          Luna f(x)

–          Nickhun 2PM

Genre                   : Romance, Sad, Friendship, Family, a bit Comedy

Length                  : Sequel until 4 parts

Rating                   : PG – 16

@@@

AUTHOR’S POV

“Apa maksudmu? Kau bercanda kan, Nahra-ah??”

“Tidak, Minho-ah. Aku kecewa padamu. Sudah kubilang, jangan datang menemuiku dengan membawa Shin You. Aku tak suka. Bahkan kau sudah berjanji. Tapi kau sendiri yang melanggarnya!” Shin You tak dapat lagi menahan tangisnya. Ia terus berusaha membohongi hatinya, memaksa melukai cintanya meskipun terasa sakit sekali untuknya.

“Hajiman, Nona Shin-goon tidak akan mengganggu kencan kita. Dia akan melihat kita dari kejauhan saja. Jebal, jangan seperti ini.” Pinta Minho yang mulai bingung dengan reaksi Nahra.

“Sirreo! Aku melihatnya tadi. Kau bahkan menyatakan cinta padanya!! Kau berselingkuh, Minho-ah! Hubungan kita berakhir! Jangan mencariku lagi.”

“Haj-hajiman..”

TUT.. TUT.. TUT..

“Aiish!” Minho membanting ponselnya ke lantai gedung itu. Beberapa pasang mata melihatnya dengan perasaan takut dan heran. Seketika, tubuh Minho merosot ke lantai ditahan oleh kedua lututnya. Minho merasakan sakit hati yang teramat sangat. Namja yang tak pernah menangis itu, kini meneteskan air mata untuk cintanya. Untuk serang gadis, yang bahkan rupanya saja belum pernah ia lihat. Tepatnya, Minho menangis untuk kisah cintanya yang berakhir menyedihkan.

Malam itu, menjadi malam yang sangat dingin bagi Minho dan Shin You. Malam yang menyakitkan bagi mereka.

Tak mau berlarut-larut dalam kesedihan, Minho bangkit dan turun dari gedung tersebut dan menemukan sosok Shin You yang duduk di sebuah bangku taman berwarna hitam dan masih menunggunya. Shin You cepat-cepat menghapus air mata di pipinya ketika melihat sosok Minho mendatanginya.

“Bagaimana? Kau sudah bertemu dengannya? Kenapa cepat sekali?” tanya Shin you berpura-pura.

“Tidak. Dia tidak akan datang, Nona.” Jawab Minho lirih yang kini sudah duduk di samping Shin You sambil memandang langit malam tanpa bintang.

“Waeyo? Kenapa dia tidak jadi datang?” tanya Shin You lagi. Namun Shin You semakin merasa sakit, ketika disadarinya kedua mata Minho masih terlihat basah. Mianhae, bahkan sampai detik ini pun aku masih berpura-pura di hadapanmu, Minho-ah.. Batin Shin You.

“Dia.. Dia.. Hanya ada urusan mendadak malam ini. Masih banyak waktu untuk saya bertemu dengannya, Nona. Nona tak perlu merasa khawatir.” Minho tersenyum. Tersenyum getir sambil terus menatap langit malam yang mendung. Langit malam itu seolah melengkapi kesedihan dua manusia itu. Kesedihan akan cinta mereka yang tak bisa bersatu. Shin You hampir saja meneteskan air matanya lagi jika Minho tak mengajaknya untuk pulang.

“Mari, Nona. Kita pulang. Udaranya dingin sekali malam ini . Lagipula, besok pagi Nona harus bangun lebih awal untuk berangkat ke upacara kelulusan. Nona tidak boleh terlambat.” Ajak Minho. Shin You mengangguk dan berjalan menuju mobil yang sengaja disewa Minho. Minho membukakan pintu untuk Shin You dan dia memutari mobil hingga ia duduk di belakang kemudi. Saat mesin menyala dan mobil sudah mulai melaju, perasaan bersalah semakin memenuhi hati dan pikiran Shin You. Malam ini, dia benar-benar sudah mematahkan hati Minho. Bahkan ia melupakan perjuangan Minho yang sampai merencanakan untuk meminjam sebuah mobil dan membelikannya sebuah hadiah.

“Rasanya aku ingin mengakui kalau aku ini Nahra, Minho-ah.. Tapi, itu jelas tak mungkin. Nhaena benar. Kisah cinta kita ini salah. Dan harus segera kuhentikan. Maaf.” Gumam Shin You lirih sekali. Bahkan nyaris tak bersuara. Sehingga hanya terlihat bibirnya saja yang bergerak perlahan.

 

@@@

 

BUGH!

Sebuah pukulan menghantam pipi kanan Jonghyun yang mulus. Pukulan yang keras itu menimbulkan bekas kebiruan dengan sedikit lecet kemerahan. Namun, Jonghyun tak dapat berbuat apa-apa. Jonghyun duduk dengan kedua tangan diikat kencang dengan tali ke belakang kursi. Bibirnya pun terkunci rapat oleh sebuah plester hitam. Jonghyun hanya bisa mengerang tertahan. Bukan karena rasa sakit yang sudah Jinki buat di sekujur tubuhnya karena berbagai pukulan itu, namun karena amarah yang sudah memuncak di atas ubun-ubunnya.

BUGH!

Kali ini salah satu pengawal Jinki berhasil membuat Taemin tergeletak tak berdaya di lantai ruangan yang gelap itu. Darah segar mengalir di sudut bibir Taemin. Dan beberapa lebam menghiasi wajah polosnya. Taemin tak sadarkan diri seketika karena pengawal itu sudah beberapa kali memukulnya dengan posisi tubuh diikat berdiri di sebuah tiang. Jonghyun mencoba memberontak ketika dilihatnya Taemin, sosok namja yang sudah dianggapnya seperti saeng sendiri itu, terkapar tak berdaya.  Namun percuma. Jinki segera menahan kedua bahu Jonghyun agar Jonghyun tetap berada di tempatnya. Jinki tersenyum puas dan sedetik kemudian melepas plester yang membungkam bibir Jonghyun dengan kasar.

“Bagaimana?? Apakah permainanku ini menyenangkan?” tanya Jinki sambil berjalan memutari tubuh Jonghyun yang masih terikat kencang. Jonghyun membiarkan kedua matanya bergerak menatap Jinki dengan garang.

“APA MAUMU, HUH?!” Akhirnya, Jonghyun bisa meneriakkan kalimat itu juga.

“Mauku?” Jinki sudah berada di samping kiri Jonghyun dan mencondongkan badannya ke tubuh Jonghyun. Namja bermata sipit itu tersenyum licik seraya menunjuk dirinya sendiri. “Mudah saja. Mauku hanya.. Segera menikah dengan yeodongsaengmu, Jonghyun-ah! Aku tak ingin bertunangan. Aku ingin menikah segera!” Jonghyun terbelalak.

“KAU! Setelah apa yang kau lakukan padaku dan Taemin, kau kira aku sudi menerimamu sebagai calon adik iparku lagi, huh?!” geram Jonghyun. Jinki menanggapinya dengan senyuman.

“Well.. Aku hanya menawarkan niat baikku saja. Kau tidak tahu kan, kalau adik perempuan kesayanganmu itu memiliki hubungan rahasia dengan bodyguard yang akhir-akhir ini sangat kau bangga-banggakan??” Jinki menyeringai dan disambut dengan kedua alis Jonghyun yang bertaut. Taemin yang terkapar di lantai mulai sedikit membuka matanya. Dan baru saja, ia dapat mendengar apa yang dikatakan Jinki pada Jonghyun.

“Siapa yang kau maksud?? Nhaena? Dengan Minho?” Jinki menggeleng. Jonghyun sedikit menundukkan kepalanya, merasa lega karena yeoja yang selama ini mengisi hatinya bukanlah yeoja yang dimaksud Jinki. Jonghyun tampak berpikir. Tapi, tak butuh waktu lama, Jonghyun dapat mengetahui jawabannya dan melayangkan pandangan tak percaya pada Jinki.

“Ya, benar sekali. Shin You dengan Minho. Mereka.. Berpacaran.” Desis Jinki membuat Jonghyun dan Taemin terkesiap. Taemin menggeleng. “Yaa.. Aku merasa cukup sakit hati melihat calon tunanganku berselingkuh.” Lanjut Jinki berbasa-basi.

“Mworago?!” tanya Jonghyun masih tak mau percaya.

“Ne, maja (Ya, benar). Minho memang memiliki kekasih bernama Nahra. Dan Nahra adalah Shin You. Yeodongsaengmu, Jonghyun-ah. Shin You menyamar sebagai Nahra untuk memikat hati Minho. Dan sampai detik ini, Minho tak tahu kalau Nahra adalah Shin You. Mereka belum pernah bertemu langsung. Dengan kata lain, Minho belum tahu bagaimana sosok Nahra yang dikenalnya hanya dari via telepon itu.” Terang Jinki panjang lebar.

“Jangan dengarkan dia, Hyung!” Kini semua mata menatap Taemin. “Minho Hyung sudah memiliki yeojachingu. Tapi bukan Nona Shin-goon. Aku yakin bukan Nona Shin-goon. Dia adalah Nahra Noona. Aku pernah mendengar suaranya di telepon. Terdengar berbeda dengan suara Nona Shin-goon. Jangan percaya padanya, Hyung! Dia hanya ingin kau membenci Minho Hyung..” Taemin mencoba menjelaskan semuanya meskipun rasa sakit terus menjalar di sekujur tubuhnya. Jinki berdecak sebal dengan ulah Taemin yang akan mengganggu rencananya. Jinki pun menjentikkan jarinya di udara. Sedetik kemudian, Taemin sudah pingsan lagi karena mendapat beberapa pukulan keras di perutnya. Sebelumnya, Taemin  sempat terbatuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.

“HENTIKAN! Jangan sakiti Taemin!” teriak Jonghyun yang semakin tak tega dengan keadaan Taemin yang semakin parah.

“Kalau kau tak mau pengawalku menghabisinya, maka cukup dengarkanlah aku! Dan percaya padaku! Itu hukuman untuknya karena sudah berani menyela perkataanku!!” Jonghyun menghela nafasnya panjang dan hanya bisa mengangguk, mengalah. Jinki tersenyum puas.

“Lanjutkan pembicaraan kita tadi.” Kata Jonghyun lirih. Sebenarnya ia juga merasa penasaran dengan apa yang akan Jinki ceritakan padanya tentang Shin You dan Minho.

“Ne, aku lanjutkan. Shin You dan Minho.. Mereka memang.. Berpacaran. Dan.. Mereka memutuskan untuk kabur berdua besok setelah upacara kelulusan.”

JDEEERR!!

Jonghyun ingin sekali tak percaya dengan penuturan Jinki. Namun, selama ia mengenal Jinki sebaga sahabatnya, Jinki tak pernah memberikan informasi yang diragukan kebenarannya. Hajiman, mungkinkah kali ini aku harus mempercayai Jinki? Batin Jonghyun.

“Maldo andwae!! (Tidak mungkin!!)” Jonghyun berusaha tetap mempercayai Shin You dan Minho.

“Kau tidak percaya denganku? Baru kali ini kau tak percaya dengan perkataanku. Tapi.. Terserahlah. Jika kau ingin adik kesayanganmu itu meninggalkanmu hanya demi Minho, namja yang tak lain adalah saudara angkat kalian juga, kau boleh tidak mempercayaiku kali ini. Bagaimana pun juga, kalian adalah saudara. Meskipun tak sedarah, mencintai kakak sendiri itu terdengar aneh, bukan? Harga diri dan martabat keluarga besar KIM yang selama ini dijaga oleh Soo Man Ahjusshi sekarang ada di tanganmu, Kim Jonghyun. Tentunya, kau tidak akan membiarkan ini terjadi kan? Terlebih lagi, Minho akan merebut Shin You darimu. Bagaimana? Semua keputusan ada di tanganmu.” Jonghyun mengepalkan kedua tangannya yag terikat dengan erat. Hingga ia dapat merasakan kedua telapak tangannya basah berkeringat. Wajahnya memerah, nafasnya menjadi terdengar tak beraturan. Kedua rahangnya pun mengatup rapat. Jonghyun benar-benar termakan hasutan Jinki. Dan menyadari hal itu, membuat Jinki bersorak puas di dalam hati.

“Baiklah, urusanku di sini sudah selesai.” Jinki melirik ke jam tangan yang melingkar di tangan kanannya. “Pukul 02.00 pagi. Hmm.. Aku akan memerintahkan pengawalku untuk membebaskan kau dan Taemin 3 jam lagi. Perjalanan dari sini sampai Seoul membutuhkan waktu 5 jam. Aku doakan, semoga kau datang tepat pada waktu sebelum Minho membawa Shin You pergi, selamanya.” Jinki tertawa penuh kemenangan seraya berlalu meninggalkan Jonghyun bersama beberapa pengawalnya. Dan tersisa lima orang pengawal yang menjaga tempat itu sampai pukul 05.00 nanti.

“Aiish! Tak dapat kubiarkan Minho membawa pergi dongsaengku!!” geram Jonghyun. Jinki dapat mendengar geraman Jonghyun tersebut. Jinki tersenyum puas.

“Semoga sukses menyakiti hati yeodongsaeng tercintamu, Jonghyun-ah. Kau masih belum berubah. Sifatmu yang selalu terburu-buru dalam mengambil keputusan dan mudah mempercayai perkataanku, sangat mendukung rencanaku untuk menghancurkan keluarga KIM.” Ucap Jinki sambil menyipitkan matanya dan tersenyum licik.

 

@@@

 

                “Shin-goon.. Shin-goon.. Ireonna! Hari ini kita harus mengikuti upacara kelulusan. Kau tak lupa kan??” Nhaena menggeleng heran dengan tingkah Shin You. Shin You masih saja meringkuk di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Nhaena sebenarnya tahu, Shin You sudah bangun dan bahkan yeoja itu tidak bisa tidur semalaman. “Aku mohon, jangan terlalu bersedih akan hal ini. Mungkin memang, kau tak berjodoh dengannya. Ayo, bangunlah. Setidaknya, hari terakhir ini bisa kau gunakan untuk mengucapkan salam perpisahan padanya kan?” Perlahan Shin You mau bangun dan mendudukkan dirinya di atas tempat tidur.

“Apa kau yakin aku bisa melepasnya? Apa kau yakin keputusanku semalam untuk mengakhiri ini semua sudah benar?” tanya Shin You disusul belaian tangan Nhaena di kepalanya.

“Sejujurnya, hanya hatimu saja yang bisa menjawabnya, Shin-goon. Kkaja, bersiaplah.” Nhaena tersenyum dan meninggalkan Shin You sendirian di kamarnya. Shin You hanya bisa menekuk kedua lututnya. Membenamkan wajahnya di atas lututnya dan.. Menangis lagi.

 

@@@

 

                Begitu suara bel berdering di seluruh penjuru sekolah, semua siswa tahun terakhir langsung berkumpul dan membentuk barisan di lapangan dengan tertib dan rapi. Begitupula Shin You dan Nhaena yang berdiri –berbaris- bersebelahan di barisan ketiga dari depan sesuai kelas mereka. Beberapa saat kemudian, sosok namja tampan nan berwibawa, naik ke atas podium untuk memberikan sambutan pembuka acara. Lee Donghae, sang Ketua Kepresidenan Siswa, sedikit berdeham sebelum memulai pidato singkatnya.

“Ehem! Halo..” Donghae tersenyum. Senyum yang bisa melelehkan hati para siswi sekolah itu. Beberapa siswi tampak tak kuat dan langsung tak sadarkan diri. Pingsan. Donghae hanya memasang wajah tak tahu apa-apa dan tersenyum lagi yang akhirnya menimbulkan semakin banyaknya korban berjatuhan karena tak tahan dengan pesona yang ditebarkan Donghae.

“Hei, Ketua! Bisakah kau berhenti dengan aktifitas tebar pesonamu itu?!” teriak salah seorang siswa dengan rambut yang dicat berwarna putih. Dia Eunhyuk.

“Ya. Bahkan Jessica memilih untuk memutuskanku dan memilih menjadi pacarnya!” seru seorang siswa cantik yang berada di tengah barisan. Siswa itu bernama Heechul.

“Maaf, tak perlu mengungkit hal semacam itu di depan umum seperti ini. Untuk masalah Jessica, mungkin Jessica sadar kalau aku lebih baik dan lebih tampan dari kau, Heechul.” Donghae tersenyum. “Baiklah, annyeonghaseo! Selamat bagi kalian semua yang sudah berhasil melewati masa 4 tahun bersekolah di sekolah ini, berlomba memperoleh prestasi dan akhirnya, sampai detik ini kalian sudah resmi lulus dari SHS (Senior High School) tercinta kita ini. Aku takkan banyak bicara. Aku hanya berharap semoga kita semua dapat menjadi lebih sukses setelah ini. Melanjutkan kuliah tentunya. Sebelum dan sesudahnya, saya meminta maaf selama 1 tahun ini dalam mengemban tugas sebagai Ketua Kepresidenan Siswa, yang mungkin banyak kesalahannya. Baik dari program kerja saya yang mungkin kurang memuaskan, saya sungguh meminta maaf. Baiklah, kalau begitu. Upacara kelulusan segera dimulai!”

PROK PROK PROK!!

Suara riuh tepuk tangan mengiringi langkah Donghae turun dari atas podium dan bergabung bersama Jessica yang ternyata sudah menunggunya di bawah panggung. Beberapa saat kemudian, kepala sekolah dan beberapa guru naik ke atas podium dan secara bergantian memberikan pidato yang inti dari isinya hampir sama, memberikan ucapan selamat dan doa agar menjadi lebih sukses lagi.

Hampir satu setengah jam seluruh murid kelas tahun terakhir berbaris di bawah terik sinar matahari yang membuat diri mereka gusar karena merasa kepanasan dan kehausan. Namun rasa gusar dan dahaga tersebut seketika hilang ketika masing-masing dari nama mereka dipanggil bergantian untuk naik ke atas panggung menerima ijazah dan dipakaikan topi toga. Ya, itu menjadi momen yang sangat penting di hidup mereka.

Kini giliran nama Nhaena yang dipanggil. Nhaena naik ke atas panggung dan menerima ijazah hasil perjuangannya selama 4 tahun terakhir menjadi siswi di SHS tersebut. Nhaena sedikit terkejut ketika ia sampai di bawah panggung dan mendapati dua siswa kembar yang tidak lain adalah hoobae-nya yang sudah selama setahun lebih ini menjadi penggemarnya. Nhaena memang dikenal sebagai siswi yang cantik, ramah pada siapa saja dan cerdas. Itulah yang membuatnya menjadi yeoja populer di sekolah.

“Chukkaeyo, Nhaena Sunbae!!” ucap Youngmin dan Kwangmin, si kembar, dengan riang dan tersenyum lebar. Kedua anak kembar itu memberikan Nhaena sekotak penuh berisi coklat dan sebuket bunga mawar putih pada Nhaena. Nhaena sedikit tersipu menerimanya.

“Ah, gomawoyo, Hoobae-deul. Seharusnya kalian tak perlu menggunakan uang jajan kalian untuk membeli ini semua.” Jawab Nhaena sambil tersenyum kilat, merasa tak enak hati.

“Gwenchanayo, Sunbae. Itu juga hasil uang iuran semua anggota Nhaena Fans Club kok. Kita memang berencana memberikan Sunbae hadiah pada saat kelulusan.” Terang Youngmin disusul anggukan kepala Kwangmin.

“Ne, maja (Iya, benar). Sebenarnya, kami juga menyiapkan sebuah pesta kecil untuk merayakan kelulusan Sunbae. Sunbae bisa datang kan? Acaranya setelah upacara kelulusan selesai.” Tawar Kwangmin. Nhaena tampak berpikir.

“Baiklah. Lagipula, setelah ini aku dan Shin-goon juga akan berangkat ke London. Aku pasti akan sangat merindukan kalian semua. Dimana tempatnya?”

“Di cafeteria, Sunbae. Kami juga sudah menghias tempatnya. Kamsahamnida sudah mau datang.” Jawab Youngmin dan Kwangmin kompakan seraya membungkuk di depan Nhaena. Nhaena hanya tersenyum simpul dan kembali ke barisannya. Di barisannya, Nhaena sudah mendapat tatapan menusuk dari Shin You.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Nhaena sedikit berbisik. Shin You mendesah.

“Kau masih saja meladeni mereka. Bukankah itu konyol? NFC? Nhaena Fans Club?? Aigoo.. Berlebihan sekali.” Cibir Shin You seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

“Bukankah ada SYFC juga?” tanya Nhaena balik dengan maksud menggoda Shin You.

“KIM SHIN YOU.” Terdengar nama Shin You disebut oleh wali kelasnya di atas panggung pertanda kini giliran Shin You untuk naik ke atas panggung.

“Kau dengar? Namaku dipanggil. Jangan bahas tentang itu lagi di depanku. Arrachi?!” Nhaena terkekeh. Shin You tak menghiraukannya dan segera naik ke atas panggung. Ketika Shin You baru saja akan menuruni tangga, seorang siswa yang wajahnya familiar di mata Shin You, berhasil menghentikan langkahnya.

“Taemin-ah?” kaget Shin You. Tapi, namja itu justru tertawa renyah dan menggeleng.

“Aniyo. Namaku Kai. Salam kenal, Sunbae. Dan.. Selamat atas kelulusanmu.” Shin You masih tak percaya. Namja yang berada di hadapannya kini mirip sekali dengan Taemin. Sedetik yang lalu, Shin You sempat berpikir kalau Jonghyun bisa datang dan melihat upacara kelulusannya. Ternyata, perkiraannya salah besar. Dalam hati, Shin You sedikit kecewa. Nhaena dapat menangkap ekspresi kesedihan Shin You dari kejauhan. Nhaena menatap Shin You iba.

“Oh, aku kira kau adalah teman kakak laki-lakiku yang bernama Taemin. Gomawoyo ucapan selamatnya. Mianh..” Jawab Shin You seadanya. Baru saja Shin You akan melanjutkan langkahnya, tangan Kai menahan tangan Shin You.

“Sunbae, maukah kau menjadi yeojachinguku?” tanya Kai sambil berlutut di depan Shin You.

“MWO?! NEO MICHIESSEO??” pekik Shin You membuat semua pasang mata menatap ke arahnya. Termasuk Kai yang ketakutan melihat Shin You dan langsung berlari menjauh. Shin You hanya bisa menunduk malu dan bergumam tak jelas merutuki dirinya yang memalukan. Nhaena terkekeh sendiri di tempatnya, melihat sahabat sekaligus kakak angkatnya itu mulai bertingkah mempermalukan dirinya sendiri.

 

@@@

 

                Shin You terus menggerutu sejak 10 menit yang lalu. Bagaimana tidak? Upacara kelulusan sudah selesai setengah jam yang lalu, tapi Nhaena masih asyik berfoto dengan banyak hoobae dan teman-teman sekelas. Padahal, Shin You benar-benar ingin pulang. Suasana hatinya “benar-benar sangat buruk sekali”saat ini.

Tiba-Tiba, Shin You merasakan sesuatu yang hangat menyentuh pundaknya. Shin You berbalik dan menemukan sosok namja yang sangat ingin dipeluknya saat ini juga.

“Selamat atas kelulusannya, Nona.” Ucap Minho sambil tersenyum dan memberikan setangkai bunga lili putih pada Shin You. Shin You terharu ketika menerima bunga itu.

“Gomawo, Minho-ah..” Shin You tak bisa berkata lebih dari itu.

“Nona, apakah Nona merasa tak bahagia?” Shin You terkejut. Apakah ekspresi sedihnya terlalu terlihat sehingga Minho pun dapat menerkanya?

“Ne, sedikit. Entah kenapa aku merasa sedikit tak senang. Emm.. Minho-ah..”

“Nde?” jawab Minho.

“Aku ingin jalan-jalan. Bisakah kau mengantarku?” Minho tersenyum dan mengangguk.

“Nona ingin saya temani pergi kemana? Lotte World? Sungai Han? Distrik Apgeujong untuk berbelanja?” tanya Minho bertubi-tubi. Minho memang sekarang sudah berubah. Namja itu sudah tak berbicara irit lagi. Namja itu sudah bisa bersosialisasi lebih baik lagi. Bagi Minho, dirinya bisa berubah seperti itu semenjak mengenal Nahra. Itulah yang membuat Minho mengubah perasaan sebalnya menjadi cinta pada Nahra.

“Anni. Aku ingin ke pantai. Pantai di Incheon.” Sontak, mata Minho membulat.

“Tapi, Nona. Keberangkatan anda ke London kan jam 4 sore nanti. Sedangkan perjalanan ke Incheon membutuhkan waktu lebih dari 5 jam. Saya takut, Nona akan terlambat ke bandara.” Minho berusaha menolak dan menasihati Shin You agar berubah pikiran. Tapi, Shin You merasa ia harus pergi. Ia tidak ingin pergi ke London dan berpisah dengan Minho. Ia ingin sedikit membangkang. Shin You berpikir, ia harus memperjuangkan cintanya pada Minho.

“Jebal.. Sekali ini saja, Minho-ah.. Aku ingin sekali melihat pantai itu.” Mohon Shin You. Timbul rasa iba pada diri Minho melihat majikannya sampai memohon seperti itu padanya.

“Bagaimana dengan Nona Nhaena?” tanya Minho sambil melirik ke belakang Shin You, melihat Nhaena yang masih sibuk bercengkrama bersama teman-teman dan penggemarnya. Shin You ikut menoleh, namun sekilas.

“Aku akan mengiriminya sms nanti. Kkaja, kita berangkat.” Minho hanya bisa mengangguk. Bagaimanapun, ia hanya bisa menuruti kemauan majikannya ini. Itulah tugasnya.

Minho dan Shin You pun pergi meninggalkan sekolah menggunakan mobil dengan kecepatan sedang. Seperti biasa, Minho yang berada di balik kemudi. Dan yang tak biasa, sekarang Shin You ingin duduk di samping Minho.

Sepanjang perjalanan, Shin You hanya bisa diam saja seraya menatap pemandangan di luar. Sesekali Minho melirik mengawasi majikannya itu. Ia sedikit mencemaskan keadaan Nonanya.

Tiba-tiba, Shin You teringat pada Nhaena. Shin You meraih ponsel dalam saku kemejanya dan menonaktifkan ponsel tersebut tanpa sepengetahuan Minho. Yang ada di pikiran Shin You sekarang, ia hanya ingin berdua saja dengan Minho.

“Minho-ah.. Pinjamkan aku ponselmu.” Minho melirik sekilas, lalu kembali fokus pada jalan di depannya.

“Untuk apa, Nona?” tanya Minho tetapi sambil menyodorkan ponselnya.

“Ponselku lowbatt. Aku harus memberi kabar pada Nhaena kalau kita pergi ke Incheon kan?” Minho mengangguk dengan kedua mata yang masih fokus melihat ke depan. Maafkan aku, Minho. Aku membawamu ke dalam masalah yang semakin sulit. Tapi salahkah aku jika aku kini menyesal dan ingin kembali padamu? Aku tak ingin berpisah denganmu. Batin Shin You.

Shin You ingin menangis lagi, namun segera ditahannya. Shin You terpaksa menonaktifkan ponsel Minho seperti ponselnya.

“Minho-ah.. Biar kusimpan ponselmu di tasku dulu. Siapa tahu, Nhaena akan meneleponku.” Minho mengangguk lagi. Tanda setuju dengan keputusan Shin You.

“Baik, Nona. Nona, perjalanan masih jauh. Jika lelah, Nona tidur saja. Atau Nona ingin berhenti dan makan siang dulu? Ini sudah jam 12 lebih, Nona.” tawar Minho.

“Tidak, Minho-ah. Aku belum merasa lapar. Mungkin, lebih baik aku tidur saja.” Minho mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Sedetik kemudian, ia menambah kecepatan laju mobilnya. Ia tak ingin Shin You merasa kelelahan karena terlalu lama memakan waktu di perjalanan. Dan tentunya, agar ketika mereka sampai di pantai, mereka masih sempat melihat sunset. Pasti Nona Shin-goon akan senang dan kembali ceria. Gumam Minho lirih ketika dipastikannya Shin You sudah terlelap di sampingnya.

 

@@@

“Nhaena Sunbae!” panggil seorang siswi yang merupakan salah satu penggemar Nhaena. Nhaena yang sedang meneguk segelas milkshake chocolate buatan Youngmin segera menghentikan aktifitasnya.

“Ada apa, Luna-ssi?” tanya Nhaena tetap tenang. Kini yeoja yang dipanggil Luna itu sudah berada di hadapan Nhaena dengan nafas yang tersengal-sengal. Nhaena dapat mengira hoobae satunya ini pasti baru saja berlari untuk sampai ke cafeteria.

“Itu.. I-tu.. Jonghyun Sunbae.. Datang men-mencari Sunbae.” Sontak kedua mata Nhaena terbelalak.

“Lho? Bukankah Jonghyun Sunbae adalah alumnus? Kenapa dia datang kemari ya?” tanya Kwangmin polos.

“Dia kan wali dari Nhaena Sunbae dan Shin-goon Sunbae. Dia datang pasti karena ingin menghadiri upacara kelulusan mereka lah. Paboya!” jawab Youngmin sambil menjitak kepala Kwangmin. Kwangmin hanya bisa cengengesan saja.

“Eh, lihat! Itu ada yang datang!” seru seorang siswa.

“Wajah mereka lebam. Siapa mereka??” seru siswa yang lain.

Belum sempat Nhaena mengedipkan kedua matanya, Jonghyun dan Taemin sudah memasuki area cefetaria. Nhaena langsung bangkit dan menghampiri Jonghyun dan Taemin yang masih berdiri di depan pintu cafeteria.

“Jonghyun Oppa! Gwenchana?” tanya Nhaena sambil menyentuh perlahan pipi Jonghyun yang terlihat memar dan sedikit berdarah.

“Gwenchana. Dimana Younnie??” tanya Jonghyun sambil memandang sekitar.

“Mwo? Shin-goon? Aiish, sepertinya aku meninggalkannya tadi di lapangan, Oppa.” Kata Nhaena setelah sedikit berpikir dan mengingat dimana dan kapan terakhir dirinya bersama Shin You.

“Hyung..” panggil Taemin lirih. “Coba kau hubungi ke ponsel Nona Shin-goon saja langsung.” Jonghyun menoleh sekilas pada Taemin dan segera meraih ponselnya untuk menelepon Shin You.

“Aissh!” Jonghyun membanting ponselnya ketika suara operator di seberang sana memberitahukan ponsel Shin You sedang tidak aktif. Semua mata terkejut melihat sikap Jonghyun yang memang mengundang perhatian dan suasana menjadi hening seketika.

“Ada apa, Oppa? Kenapa Oppa sangat marah?” tanya Nhaena yang jujur juga merasa ketakutan. Inilah Jonghyun. Jika sudah marah, benar-benar menakutkan dan sulit ditenangkan.

“Taemin-ah.. Cepat kau perintahkan seluruh pengawal untuk memeriksa semua tempat di sekolah ini dan temukan Younnie segera! PPALI!!” Taemin mengangguk dan berlari meninggalkan ruangan yang mendadak menjadi hening itu.

“Oppa!” Nhaena sangat penasaran sehingga ia menarik-narik lengan kemeja Jonghyun.

“Jinki bilang, Younnie menjalin hubungan dengan Minho.” DEGH! Nhaena terkesiap. Apakah semuanya sudah benar-benar terbongkar? Batin Nhaena. “Dan, Minho akan membawa Younnie kabur bersamanya! Ini tidak boleh dibiarkan, Nhaena-ah!” geram Jonghyun.

“Changkamman, Oppa! Biar aku menghubungi Minho terlebih dahulu.” Nhaena segera mencari nomor pensel Minho pada daftar kontak di ponselnya. Dan begitu menemukan nomer Minho, Nhaena segera meneleponnya.

“Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan hubungi beberapa saat lagi atau tinggalkan pesan anda setelah nada BIPP” Nhaena langsung mematikan sambungan teleponnya dan menggeleng lemah pada Jonghyun. Jonghyun menggertakkan giginya kuat.

“Berarti, apa yang dikatakan Jinki adalah kenyataan. Ternyata Minho adalah pengkhianat!! Nhaena-ah, ayo kita pulang sekarang!” Jonghyun segera melesat meninggalkan cafeteria yang sunyi senyap itu. Nhaena hanya bisa terpaku di tempatnya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Nhaena lirih. Nhaena merasa cukup sedih melihat Jonghyun, Shin You dan Minho berselisih paham seperti ini. Nhaena berjalan perlahan dan meninggalkan pesta perayaan kelulusannya dengan berbagai perasaan yang berkecamuk dalam hatinya.

 

@@@

“WHOAAAA!!!” Pekik Shin You merasa kagum melihat laut di hadapannya sekarang. Laut itu berwarna jingga. Hari memang sudah sore. Matahari juga mulai bergerak kembali ke tempatnya. Minho hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat majikannya bertingkah seperti anak kecil. Berlarian, bermain pasir, bermain air. Itu yang Shin You lakukan. Dan Minho merasa suasana hati Shin You mulai membaik. Minho menghampiri Shin You.

“Nona, jangan terlalu lama bermain air. Nanti Nona bisa sakit.” Nasihat Minho. Shin You mengangguk dan berjalan menghampiri Minho di pinggir pantai.

“Minho-ah.. Tolong ambilkan tasku di mobil.” Minho mengangguk. Beberapa saat kemudian, Minho sudah kembali dan memberikan tas pada Shin You.

“Gomawo. Ah, Minho-ah.. Aku haus. Bisakah kau membelikanku minuman dingin?” Minho mengangguk dan menurut lagi. Sedetik kemudian, Shin You segera mengaktifkan ponselnya dan ponsel Minho.

From: Nahra

To: Minho

                Minho-ah.. Aku akan memaafkanmu jika kau mau menemuiku besok pagi jam 8 tepat di stasiun kereta api Seoul. Aku ingin pergi denganmu. Aku ingin hidup bersamamu. Kutunggu. Saranghae.. ❤

 

                SENT! Beberapa detik kemudian, sms dari Shin You masuk ke ponsel Minho. Shin You tersenyum. Semoga rencanaku akan berhasil. Batin Shin You.

Minho datang seraya memberikan sebotol air mineral dingin pada Shin You. Dan Shin You memberikan ponsel Minho pada Minho. Ketika sadar ada sebuah pesan masuk di ponselnya, Minho segera membacanya. Kedua ujung bibirnya pun tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman.

 

@@@

 

                Jam sudah menunjukan pukul 11 malam waktu KST ketika Shin You dan Minho sampai di kota Seoul.

Minho-ah.. Bisa berhenti sebentar di minimarket itu?” tanya Shin You ketika melihat sebuah minimarket di pinggir pertigaan jalan. Minho mengangguk dan memarkirkan mobil di depan minimarket tersebut. Keduanya pun turun dari mobil.

Shin You memilih beberapa bungkus cemilan dan roti. Perutnya terasa lapar sekali. Saat Shin You hendak membayar di kasir, tiba-tiba saja pelayan namja yang menjaga kasir mengacungkan pistol dan menarik tubuh Shin You ke arahnya. Tubuh Shin You terkunci. Minho terkejut.

“Well, well, well.. Bukankah tidak baik seorang yeoja yang sudah memiliki seorang calon tunangan justru pergi berdua bersama namja lain hingga hampir tengah malam seperti ini?” Shin You sangat mengenal suara ini. Dan dugaannya tepat. Ia melihat Jinki keluar dari sebuah pintu yang terletak di sudut ruangan dan berjalan ke samping Minho. Minho menatap Jinki dengan garang.

“Apa yang anda inginkan, Tuan?” desis Minho. “Bukankah sudah saya katakan, jangan mengganggu Nona Shin-goon lagi?!” lanjut Minho dengan nada suara lebih tinggi. Jinki menyeringai dan berjalan ke samping Shin You.

“Aku hanya ingin calon tunanganku ini kembali padaku. Itu saja. Bukannya justru mencintai namja lain sepertimu!” sentak Jinki. Shin You dan Minho terkejut. Ternyata Jinki Oppa sudah mengetahui tentangku dan Nahra. Batin Shin You.

“Apa maksud anda? Saya tidak mengerti..” Kata Minho dengan alisnya yang tampak bertaut.

“Jadi, Shin You belum memberitahumu ya? Baiklah, akan kuberitahu. Sebenarnya Nahra

adalah-“

“AUUUWWWW!!”

DORR!!

Kalimat Jinki terputus. Shin You berhasil menggigit lengan namja yang menahan tubuhnya dan sebuah peluru tertembak ke langit-langit minimarket.

“NONA, LARI!!!” perintah Minho. Shin You langsung berlari keluar meninggalkan Minho yang masih bergelut dengan Jinki dan namja itu. Shin You kalap. Ia bingung harus pergi kemana hingga ia tak memperhatikan jalan dan ketika ia menyeberang jalan, sebuah mobil van melaju cepat dari arah yang berlawanan ke arahnya. Shin You tak dapat menghindar. Entah kenapa, ia justru mematung di tempat itu dan membiarkan suara klakson mobil itu memekakan telinganya dan cahaya lampu yang terang menyilaukan matanya.

BRAAAKKK!

“YOUNNIEEE!!!” teriak Jonghyun yang baru saja sampai. Jonghyun segera berlari menghampiri tubuh Shin You yang sudah terkapar di aspal. Tubuh Shin You mengejang dan darah segar menetes dari lubang hidung dan telinganya. Shin You mengalami pendarahan yang sangat hebat.

“UHUK!” Shin You terbatuk. Dan darah segar lagi yang Jonghyun lihat keluar dari mulut dongsaengnya itu.

“PANGGILKAN AMBULANS! PANGGILKAN AMBULANS!” teriak Jonghyun pada Taemin dan seluruh pengawalnya sambil mendekap Shin You erat. “Jangan pergi! Jangan! Jangan tinggalkan Oppa, Younnie-ah..” racau Jonghyun sambil terus mengeratkan pelukannya di tubuh Shin You yang penuh darah.

 

@@@

 

Empat jam kemudian…

 

                Seorang uisa keluar dari dalam ruangan operasi. Jonghyun, Taemin, Nhaena dan Minho langsung bangkit dan mendekat ke arah uisa itu.

“Nickhun-ssi, bagaimana keadaan adikku???” tanya Jonghyun tergesa-gesa pada uisa tersebut. Nickhun adalah dokter keluarga KIM yang sudah selama 5 tahun ini mengabdi pada keluarga KIM.

“Maaf, Tuan. Dia.. Koma.” Singkat, jelas namun begitu menusuk hati Jonghyun. Membuat namja itu memerosotkan tubuhnya ke lantai rumah sakit itu dengan tatapan kosong. Taemin dan Minho segera membantu Jonghyun untuk berdiri lagi.

“Bisakah kau menjelaskannya lagi, Nickhun Oppa?” tanya Nhaena yang sudah menangis. Nickhun memejamkan matanya perlahan seraya menghembuskan nafas panjangnya.

“Shin You kehilangan banyak darah. Bisa dikatakan, kalian semua sedikit terlambat membawanya kemari. Shin You mungkin.. akan mengalami koma yang cukup lama. Harapan hidupnya sangat kecil. Kami tim medis juga sudah berusaha. Namun, semuanya kita serahkan kembali pada Tuhan. Maafkan aku, Jonghyun-ssi.” Nickhun dengan berat hati meninggalkan keempat manusia itu yang terpaku di tempatnya.

Tak lama kemudian, tubuh Shin You yang terbaring di atas bed dorong keluar dari ruang operasi dan akan dipindahkan ke ruang rawat. Jonghyun dan Nhaena semakin teriris hatinya melihat kepala, tangan dan kaki Shin You diperban.

“Agasshi, sepertinya ini ponsel milik Nona Shin You. Permisi.” Kata seorang uisa sambil berlalu kembali mendorong bed dorong Shin You setelah memberikan sebuah ponsel pada Nhaena. Nhaena membukanya dan terdapat sebuah pesan masuk di dalamnya.

To: Nahra

                Ne, Chagiya.. Aku akan datang tepat jam 8 besok di stasiun kereta menemuimu. Nado saranghae.. :*

 

                “Paboya! Jika kau seperti ini, kau tidak akan bisa pergi dengannya, Shin-goon. Jebal, bangunlah..” isak Nhaena sambil berlari mengikuti Jonghyun dan lainnya menuju kamar rawat Shin You.

 

@@@

 

                “Tuan..” ucap Minho lirih. Jonghyun menoleh sekilas.

“Ada apa, Minho-ah?” tanya Jonghyun sedikit ketus meskipun ia sudah tahu kebenarannya kalau Minho tidak bersalah dan dirinya sempat masuk dalam perangkap Jinki.

“Mianhamnida. Karena saya lalai dalam menjaga Nona Shin-goon, Nona menjadi seperti ini. Jeongmal mianhamnida.” Kata Minho penuh penyesalan seraya membungkuk beberapa kali.

“Sudahlah, lupakan saja. Aku memafkanmu. Lagipula, aku juga salah masih saja percaya pada Jinki. Aku sudah meminta bantuan polisi untuk menangkapnya.” Jawab Jonghyun datar sambil bangkit.

“Tuan..” panggilan Minho menghentikan langkah Jonghyun yang akan masuk ke ruang rawat Shin You. “Saya ingin berhenti menjadi bodyguard, Tuan. Saya harus pergi besok menemui yeojachingu saya. Saya akan menikah dengannya. Namanya Nahra. Saya harap Tuan mengerti. Kamsahamnida.” Minho membungkuk lagi sebelum meninggalkan Jonghyun yang tercengang mendengar satu nama terucap dari bibir Minho.

“Nahra? Bukankah Nahra itu..”

FLASHBACK

“Ne, maja (Ya, benar). Minho memang memiliki kekasih bernama Nahra. Dan Nahra adalah Shin You. Yeodongsaengmu, Jonghyun-ah. Shin You menyamar sebagai Nahra untuk memikat hati Minho. Dan sampai detik ini, Minho tak tahu kalau Nahra adalah Shin You. Mereka belum pernah bertemu langsung. Dengan kata lain, Minho belum tahu bagaimana sosok Nahra yang dikenalnya hanya dari via telepon itu.”

 

FLASHBACK END

“Oh, tidak..” Jonghyun terduduk di bangku depan kamar rawat Shin You begitu dapat mengingat dengan jelas perkataan Jinki waktu lalu. Jonghyun merasa bersalah, menyesal sekaligus bingung.

“Younnie dalam keadaan parah seperti ini. Lalu siapa yang akan Minho temui besok?” Gumam Jonghyun.

“Oppa..” Jonghyun menoleh. “Oppa sudah mengetahui hal itu ya?” Jonghyun mengangguk. “Mianhae, Shin-goon melarangku bercerita. Semula ini semua hanya permainan. Tapi tak kusangka, Shin You benar-benar mencintai Minho sekarang.” Jonghyun hanya diam saja. Nhaena lalu beranjak dan duduk di samping Jonghyun.

“Nhaena-ah..”

“Ne, Oppa..”

“Bisakah kau datang menemui Minho besok? Katakan padanya yang sejujurnya, bahwa Nahra adalah Younnie. Dan bawalah Minho kemari untuk menemui Younnie. Jebal..” Jonghyun memohon pada Nhaena seraya mengenggam kedua tangan Nhaena erat. Kedua mata Jonghyun sudah basah. Namja itu ingin sekali membahagiakan Shin You, walaupun memang sedikit terlambat. “Bawa dia kemari, Nhaena-ah.. Hanya kau yang bisa kupercaya. Aku hanya akan bahagia jika Younnie bahagia.” Jonghyun menundukkan kepalanya dalam dan menangis sejadinya. Nhaena juga tak tahan melihat Jonghyun sesedih itu. Nhaena reflek mendekap tubuh Jonghyun.

“Aku janji, Oppa. Aku akan menemuinya dan membawanya kembali ke sini. Percayalah padaku.”

“Tidak hanya dia. Kau juga. Kembalilah ke sisiku. Aku mencintaimu, Nhaena-ah. Kau dan Younnie adalah pelengkap kebahagiaanku di dunia ini. Aku ingin menikah denganmu.”

 

@@@

 

Di Stasiun Kereta Api Seoul..

07.55 am KST..

 

                Minho tampak gusar. Lima menit lagi kereta jurusan Seoul-Daegu akan segera berangkat. Namun yeoja yang memintanya untuk menemuinya di kereta ini belum juga menampakkan batang hidungnya. Sejak kedatangannya, Minho bahkan tak beranjak dari pintu kereta di gerbong yang menjadi tempat duduknya dan Nahra nanti.

Kereta mulai bergerak perlahan. Minho semakin panik. Belum ada tanda-tanda kehadiran Nahra. Minho mengedarkan pandangannya ke sekeliling stasiun siapa tahu Nahra berada di antara calon penumpang yang memang melimpah-ruah itu.

Kereta api semakin menambah kecepatannya. Lagi-lagi, Minho harus menelan kekecewaannya. Harapan yang sudah ia rangkai sedemikian rupa dan sangat indah, pupus sudah.

“Minho-ah!” Minho terkejut. Kedua telinganya menangkap suara seorang yeoja. Mungkinkah itu Nahra? Batin Minho.

“Minho-ah! Tunggu!” Minho menoleh ke samping kirinya dan melihat seorang yeoja yang tergopoh-gopoh berlari mengejar kereta yang dinaikinya. Minho tersenyum kilat dan segera mengulurkan tangan kanannya ke arah yeoja itu. Yeoja itu berhasil masuk ke dalam gerbong setelah menerima uluran tangan Minho dan Minho menariknya kuat.

“Nona Nhaena.. Itukah kau?” tanya Minho sambil memandangi tubuh Nhaena dari belakang. Nhaena berbalik.

“Minho-ah.. Ada yang harus aku jelaskan. Aku-“ Minho segera memutus perkataan Nhaena dan mendekap Nhaena erat.

“Aku tahu. Aku tahu kau adalah Nahra. Tak perlu kau jelaskan. Nan jeongmal arrayo. Saranghae, Nahra-ah. Saranghae, Nhaena-ah..” Minho mengecup dahi Nhaena kilat dan kembali memeluknya. Entah setan apa yang membuat Nhaena tak berusaha menolak pelukan Minho dan menjelaskan apa yang terjadi. Nhaena justru merasa terlalu nyaman dalam pelukan Minho sehingga ia melupakan janjinya pada Jonghyun dan tujuan awalnya untuk menjelaskan bahwa Nahra adalah Shin You.

Minho masih memeluk Nhaena erat. Dan ponsel dalam genggaman Nhaena bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk. Tertulis ‘Jonghyun Oppa Calling’ di layar ponselnya. Namun Nhaena justru me-reject panggilan tersebut dan membuang ponselnya ke luar gerbong tanpa sepengetahuan Minho. Nhaena pun membalas pelukan Minho tak kalah erat.

“Nado, Minho-ah. Nado saranghaeyo..” bisik Nhaena.

 

@@@

 

HAN NHAENA’S POV

 

                Itulah kesalahanku. Itulah dosa terbesarku. Selama tiga tahun aku terus mempertahankan kebohongan ini. Aku berpura-pura sebagai Nahra, aku meninggalkan Seoul, Jonghyun Oppa dan Shin You. Aku mengkhianati kepercayaan mereka.

Entah apa yang ada di dalam pikiranku saat itu. Tiba-tiba saja aku menutup hati dan memilih Minho.

Aku dan Minho menikah sebulan setelah kejadian itu. Sebelumnya aku menghubungi orangtuaku yang berada di Seoul untuk datang menemuiku dan Minho di Busan dan meminta mereka untuk tidak memberitahu akan keberadaanku dan Minho pada Jonghyun Oppa dan Shin You. Aku begitu shock begitu mendengar kabar bahwa Shin You belum bangun juga dari komanya dan Jonghyun Oppa mengalami stres berat sehingga beberapa perusahaan milik keluarga KIM menjadi bangkrut. Aku terus diselimuti rasa bersalah namun aku tetap tak ingin berusaha jujur pada Minho.

Pernikahanku dengan Minho pun digelar. Di sebuah gereja kecil di Pulau Jeju. Orangtuaku membantu biaya pernikahan kami dan sangat merestui kami. Mereka juga menyiapkan sebuah apartement mewah di Jerman untuk kami tinggali bersama. Aku memang meminta mereka untuk membeli apartement di Jerman, karena aku tak ingin Jonghyun Oppa mengetahui keberadaanku dan Minho lalu membuat keluarga kecil kami kandas. Aku tak mau itu.

Tiga bulan kemudian, aku dinyatakan positif hamil. Aku dan Minho sangat bahagia. Namun rasa bahagia itu menjadi rasa bersalah bagiku. Seharusnya Shin You yang mengandung anak ini. Anak dari Minho. Bukan aku.

Dan akhirnya, anak kami lahir. Minho begitu tergila-gila dengan nama Nahra. Sehingga dia memberikan anak kami nama Choi Nahra. Aku hanya bisa tersenyum getir ketika melihatnya tertawa bahagia saat menggendong Nahra yang berasal dari rahimku.

Namun tak lama setelah itu, tubuhku menjadi lemah. Aku sakit. Bahkan dokter bilang penyakitku cukup parah hingga mengharuskanku untuk menjalani serangkaian operasi. Itu membuatku sangat sedih karena aku tak bisa menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri dan seorang ibu dengan baik meskipun Minho tak pernah mempermasalahkan hal itu dan terus berada di sampingku.

Aku hanya bisa bertahan selama tiga tahun. Dan hingga nafas terakhirku, aku masih tak berani jujur pada Minho kalau aku bukanlah Nahra. Mungkin ini adil bagiku. Inilah hukuman untukku. Aku hanya bisa menuliskan semua cerita ini di sebuah diary yang aku titipkan pada Eomma sebelum aku meninggal. Aku harap, ketika Nahra besar nanti, Nahra dapat membaca diary ini dan membantuku menyelesaikan semua kesalahpahaman ini. Aku harap dengan kehadiran Minho di samping Shin You, Shin You bisa bangun dari komanya. Kabar terakhir yang aku dapat, Shin You hanya bisa hidup dengan alat-alat penopang kehidupan yang menempel pada tubuhnya. Mianhae, Shin-goon..

Nahra-ah.. Anakku.. Maafkan Eomma. Kau pasti sangat malu memiliki Eomma pembohong sepertiku. Namun satu yang pasti, Eomma sangat menyayangimu. Bantu Eomma, Sayang. Persatukanlah Appamu dengan Shin You. Shin You adalah Nahra yang sebenarnya, Sayang. Oh iya, jangan lupa memanggilnya Shin-goon Ahjumma ketika bertemu. Jika tidak dia akan marah. Kekeke.. Saranghae, Choi Nahra. Salam sayang untuk Appamu.

Han Nhaena…

END OF HAN NHAENA’S POV

 

@@@

 

AUTHOR’S POV

 

Enam tahun kemudian…

 

                Seorang anak perempuan terlihat sangat sibuk membaca sebuah buku diary di kursi penumpangnya. Matanya berkaca-kaca. Namun, pipinya sudah basah dari tadi. Seorang namja yang baru saja keluar dari toilet di pesawat  dan duduk tepat di samping anak perempuan itu panik seketika.

“Nahra-ah.. Kau kenapa? Kau takut ketinggian ya? Kau mual berada di atas awan seperti ini?” tanya namja yang diperkirakan sudah berumur sekitar hampir 30-an itu. Gadis kecil itu hanya menggeleng.

“Appa, kapan kita sampai di Seoul? Aku ingin bertemu Jonghyun Ahjussi yang Appa ceritakan itu.” Kata Nahra dengan suara khas anak kecilnya. Minho tersenyum gemas melihatnya.

“Sabarlah, Sayang. Nahra kira kita akan kemana di Seoul nanti? Tentu saja untuk bertemu Jonghyun Ahjusshi. Sebulan yang lalu memang Appa mendapat telepon dari beliau dan beliau meminta kita untuk segera menemuinya di Seoul. Sekalian saja, Appa juga ingin bersilaturahmi dengan keluarga KIM. Ah iya, Appa juga ingin bertemu dengan Nona Shin-goon. Mungkin dia sudah menikah dengan Key. Dan memiliki anak seusia Nahra. Waktu itu, Eommamu yang bercerita pada Appa kalau Nona Shin-goon telah menikah dengan Key. Teman Appa itu.“ jelas Minho panjang lebar.

“Aniyo, Appa!! Shin-goon Ahjumma tidak pernah menikah.” Minho terkejut mendengar balasan dari Nahra yang terkesan ‘ngotot’.

“Iya, iya. Dwaesseo, Nahra tidur saja. Nanti kalau sudah sampai, Appa bangunkan.” Minho mengecup pipi Nahra kilat dan membiarkan Nahra tidur di pangkuannya.

 

@@@

 

                “HYUNG!” Pekik sebuah suara yang tidak bisa dilupakan Minho. Baru saja ia menginjakkan kaki di halaman rumah keluarga KIM, ia sudah mendapat serangan pelukan dari Taemin. Taemin memeluk Minho erat sambil menangis.

“Ya! Ternyata kau masih cengeng juga setelah enam tahun berlalu, Taemin-ah..” goda Minho sambil melepas pelukan Taemin. Taemin mengelap air matanya asal.

“Bagaimana tidak menangis jika selama enam tahun ini kau pergi dari Seoul dan tidak ada kabar sama sekali??” sungut Taemin. Minho hanya terkekeh.

“Penampilanmu berubah, Taemin-ah. Kau lebih keren memiliki rambut berwarna putih tulang seperti itu.” Puji Minho sambil menepuk-nepuk puncak kepala Taemin pelan. Taemin hanya menunduk malu. Ketika itu, Taemin melihat seorang gadis kecil yang menatapnya bingung. Kedua matanya bulat, mirip Minho. Dan juga cantik.

“Halo.. Namamu siapa, Anak Manis?” sapa Taemin pada Nahra seraya mengulurkan tangannya. Nahra dengan ramah menjabat tangan Taemin.

“Choi Nahra imnida. Bangapseumnida, Taemin Ahjusshi.” Taemin terbelalak.

“OMO! Tak kusangka aku sudah memiliki seorang keponakan yang cantik seperti ini. Dan lihat, dia mirip seklai denganmu, Hyung!” Taemin berkata sambil mengajak Minho dan Nahra untuk masuk ke dalam rumah. Taemin mepersilakan Minho dan Nahra duduk di sofa ruang tengah. Lalu Taemin beranjak memanggil Jonghyun di kamarnya.

Sesaat kemudian, munculah Jonghyun yang tersenyum lebar. Minho reflek berdiri dan Jonghyun langsung memeluk Minho.

“Terima kasih sudah mau datang, Minho-ah.. Silakan duduk lagi.” Pinta Jonghyun. Minho pun duduk. Di detik selanjutnya, Jonghyun membeku melihat seorang gadis kecil di samping Minho.

“Diakah yang bernama Choi Nahra? Anakmu dengan Nhaena?” tanya Jonghyun hati-hati. Minho mengangguk dan itu membuat hati Jonghyun mencelos. Jonghyun masih ingat ketika enam tahun yang lalu dirinya meminta Nhaena untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun Nhaena tak pernah kembali karena sudah memiliki keluarga dengan Minho.

“Annyeong!” sapa Jonghyun sambil melambaikan tangannya di seberang Nahra. Nahra membalasnya dengan semangat. “What’s your name, Baby?” goda Jonghyun membuat Minho menahan tawanya.

“Choi Nahra, Darling.” Jawab Nahra mantap. Jonghyun kaget namun seketika itu juga suasana dipenuhi dengan gelak tawa Minho dan Jonghyun.

“Anakmu pintar menggoda, Minho-ah..” komentar Jonghyun.

“Ah, ini mungkin karena dia terlalu sering menonton drama.” Jawab Minho sambil mengelus tengkuknya, merasa sedikit canggung dan malu.

“Gwenchana. Dia lucu kok. Dan juga cantik. Seperti ibunya..” Pada kata terakhir Jonghyun terlihat sedih namun Minho tak menangkap ekspresi itu. “Apa kau mau menikah denganku, Choi Nahra Agasshi?” goda Jonghyun lagi.

“Sure. I will. Tapi, aku ingin melihat Appaku menikah terlebih dahulu dengan Shin-goon Ahjumma.”

GREP!

Minho segera membungkam bibir Nahra dengan telapak tangannya. Dan tentu saja, Jonghyun dibuat membatu di tempatnya.

“Jangan seperti itu, Nahra Sayang. Nona Shin-goon sudah menikah dengan Key Ahjusshi.” Kata Minho mencoba menjelaskan pada anaknya itu. Namun Nahra menanggapinya dengan kesal dan mengerucutkan bibirnya.

“Itu tidak mungkin! Shin-goon Ahjumma memang belum menikah kok. Appa harus percaya padaku. Jebal, menikahlah dengannya, Appa.” Rengekan Nahra membuat Minho diam saja karena merasa malu.

Suasana menjadi hening. Tak ada yang mulai berbicara. Hingga Taemin datang membawakan dua gelas minuman hangat karena cuaca memang sedang sangat dingin. Taemin sedikit bingung melihat kedua hyungnya itu diam seribu bahasa.

“Younnie memang tidak pernah menikah, Minho-ah..” kata Jonghyun memulai pembicaraan lagi. Minho terkesiap. “Bahkan, dia belum bangun dari komanya, sampai saat ini.”

“Tapi.. Nhaena bercerita padaku kalau Key telah menikahinya. Apa itu suatu kebohongan??” tanya Minho.

“Memang seperti itu rencananya. Tapi pada hari pernikahan di rumah sakit waktu itu, Key menolak. Dia tidak ingin merebut cinta sahabat dekatnya.” Jawab Jonghyun sambil tertunduk. Melihat kesedihan Jonghyun, Taemin menghibur Jonghyun dengan menepuk-nepuk bahu Jonghyun.

“Cinta sahabatnya? Siapa?” tanya Minho lagi.

“Itu kau, Hyung. Kau yang dimaksud sahabat oleh Key. Nona Shin-goon mencintaimu, Hyung. Dan, dia adalah Nahra yang sebenarnya. Gadis yang enam tahun lalu mendekatimu lewat sambungan telepon. Nona Nhaena bukanlah Nahra yang selama ini kau cinta.” Minho kaget. Ia tidak percaya akan terjadi kesalahpahaman sejauh dan serumit ini.

“Tapi bagaimana bisa??” Minho memang tak tahu apa-apa. Dan itu yang menjadi penyesalan terbesarnya.

“Appa bacalah diary milik Eomma ini. Appa akan mengetahui semuanya.” Saran Nahra sambil menyodorkan sebuah diary pada Minho. Minho menerima dan membukanya dengan perlahan. Lembar demi lembar Minho baca dengan teliti. Dari awal kedatangannya di keluarga KIM ini, menjalani hari-hari menjadi seorang bodyguard, mengenal Nahra lewat telepon, kejadian di café ketika pesta ulang tahun teman Shin You, dan yang lainnya. Semuanya kembali teringat di benak Minho. Hingga sampai pada lembar terakhir dimana Nhaena menemui Minho di stasiun dan membiarkan Minho tetap menganggapnya sebagai Nahra.

Tak terasa kedua mata Minho terlihat memerah menahan tangis. Nafasnya memburu. Minho menutup diary itu dengan cepat dan menatap Jonghyun dengan tatapan memohon. Jonghyun mengerti maksud Minho.

“Dia ada di kamarnya. Aku tak pernah membiarkan semua alat penopang hidupnya itu dilepas. Jadi aku memutuskan untuk merawatnya di rumah.” Minho mengangguk lalu segera bangkit dan berlari ke kemar Shin You.

Tepat di depan pintu kamar Shin You, Minho menghentikan langkahnya. Perlahan ia menekan kenop pintu dan suara penghitung denyut jantung menyeruak masuk ke dalam indera pendengarannya. Minho merasa miris, perih ketika ia dapat melihat dengan jelas tubuh yeoja yang tak berdaya terbaring di atas tempat tidur dengan kedua mata yang sepertinya enggan untuk terbuka.

Minho menarik sebuah kursi di pojok kamar ke samping tempat tidur dan duduk di sana.

“Hai, Nona..” Itu kata pertama yang bisa diucapkan Minho setelah enam tahun tak pernah mengucapkannya. “Bagaimana kabarmu, Nahra-ah?” Minho berharap begitu dirinya memanggil Shin You dengan sebutan Nahra mungkin saja yeoja itu mau membuka mata atau memberikan respon yang lain. Tapi tidak. Shin You masih tak bergeming.

“Nahra-ah.. Aku sudah tahu semuanya. Jadi, bangunlah.. Jebal, maafkan aku karena aku tidak bisa peka dan justru meninggalkanmu waktu itu.” Sekali lagi Minho memohon. Namun nihil. Shin You hanya diam saja.

“Appa..” panggil Nahra lirih dari pintu. Minho menoleh dan tersenyum kecut.

“Kemarilah, Sayang. Dia masih belum mau bangun.” Minho memberikan isyarat pada Nahra untuk mendekat. Ketika sampai di samping Minho, Nahra terus memperhatikan sosok Shin You.

“Eomma..”

DEGH DEGH! Jemari Shin You bergerak pelan.

“Eomma..” panggil Nahra sambil menyentuh tangan kiri Shin You yang dihiasi oleh selang infus. Kedua kelopak mata Shin You mulai bergerak. Alat bantu pernasafan yang selama enam tahun ini menempel di hidung yeoja itu mulai basah –berembun-.

Minho yang menyadari perubahan tersebut langsung keluar kamar dan memanggil Jonghyun. Dan ketika mereka kembali ke dalam kamar, mereka melihat Shin You sudah sepenuhnya sadar dan tengah memeluk Nahra. Jonghyun meneteskan air matanya. Taemin juga. Hanya Minho yang tampak tenang namun tak dapat ia tahan senyum yang tersungging di bibirnya.

Ketika Shin You sudah melepaskan pelukannya di tubuh Nahra, Shin You terkejut melihat namja yang sangat dicintainya berada di depan pintu. Berdiri, menatapnya dengan tersenyum. Senyum yang Shin You tahu hanya ada ketika sosok Nahra meneleponnya. Senyum yang terakhir kali Shin You lihat di pantai waktu itu, ketika Minho mendapat pesan dari Nahra.

“Jadi, apa yang harus aku lakukan untuk menghukum Nona yang sudah berani menciptakan Nahra di kehidupanku?” Minho sudah berada di samping Shin You, duduk di pinggir tempat tidur seraya memangku Nahra. Shin You mengernyit heran. “Sepertinya hukuman yang pantas Nona terima adalah.. Harus menikah denganku.”

 

@@@

Sembilan bulan kemudian…

 

                “Oh God, jangan memaksaku, Key-ah! Aku belum ingin menikah!” tolak Jonghyun seraya berjalan menghindari Key. Namun Key tetap mengekornya.

“Hyung!” Teriak Key memanggil namja yang sekarang sudah dengan mudahnya dipanggil dengan sebutan ‘hyung’, bukan lagi ‘Tuan’.  “Setidaknya, bertemulah dulu dengannya. Baru kau mengambil keputusan. Ingat, kau sudah seharusnya beristri dan memiliki anak, Hyung!” kata Key memperingati.

Jonghyun tak menggubris Key. Jonghyun terus menghindari Key dan masuk ke dalam ruang kerjanya. Namun Key tak menyerah begitu saja.

“Ya! Kenapa kau ikut masuk?” omel Jonghyun melihat Key ikut masuk ke dalam ruangan kerjanya dan justru dengan santainya duduk di sofa.

“Aku tidak akan pergi sebelum kau menemui sepupuku dulu yang dari Jepang itu.” Kata Key dengan wajah innocentnya.

“Omona.. Kau alih profesi? Sekarang kau akan merubah agensi keamanan milikmu menjadi biro jodoh, huh?!” Jonghyun mulai kesal.

“Aniyo. Ini yeoja langka, Hyung. Kau pasti akan menyukainya. Dia seorang pemanah terkenal di Jepang lho. Dia juga pemegang sabuk hitam.” Terang Key sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Jonghyun memijat pelipisnya. Pusing dengan sikap Key yang suka memaksa. Padahal Jonghyun belum yakin hatinya telah siap akan menerima yeoja lain atau tidak. Selama ini hanya ada Nhaena.

TOK TOK TOK!

Pintu diketuk. Muncul Shin You dengan peut besarnya dan Nahra dibaliknya.

“Jonghyun Oppa, Key Oppa! Ada seorang yeoja yang datang ingin menemui kalian. Dia menunggu di bawah, di ruang tengah.” Kata Shin You.

“Jonghyun Ahjusshi, dia sangat cantik lho.” Celetuk Nahra membuat Jonghyun salah tingkah.

“Apa aku bilang..” bangga Key pada perkataannya sendiri.

“Ne, ne. Aku akan menemuinya. Jangan berisik lagi!” Jonghyun menggerutu seraya melangkah keluar ruangan diikuti Key, Shin You dan Nahra. Ketika sampai di runag tengah, Jonghyun melihat yeoja yang dimaksud sedang mengobrol dengan Minho dan yeoja itu berdiri membelakanginya.

Yeoja itu memiliki rambut yang panjang ikal berwarna cokelat dengan mengenakan topi koboy berwarna biru dengan dipadu tanktop berwarna putih keabu-abuan dan celana jeans berwarna biru pula.

Jonghyun terkejut ketika yeoja itu berbalik ke arahnya.

“Nomu yeppoda..” gumam Jonghyun dengan mata berbinar. Key terkekeh mendengar gumaman Jonghyun di sampingnya.

 

                “Hyung dia juga kenalanku.” Kata Minho sambil tersenyum. “Dia teman Nhaena ketika di Jerman. Tetapi dia pergi ke Jepang untuk mengembangkan bakat memanahnya.” Tambah Minho.

“Hai, Jonghyun. Perkenalkan, namaku Aita Rinn. Bagaimana? Mau menikah denganku?” kata Aita sambil tersenyum seduktif. Jonghyun menelan ludahnya dengan mata yang masih belum berkedip.

“Hai.. Tentu, mari kita menikah sekarang juga..” jawab Jonghyun seolah terhipnotis begitu saja.

“Hyung! Bagaimana denganku?” protes Taemin yang sudah berada di samping Aita dengan wajah kesal.

“Baiklah, aku menikah dengan kalian berdua.” Jawab Jonghyun gamblang, masih tak sadar. Kedua matanya masih terus memperhatikan Aita sehingga ia tak sadar berkata akan menikahi Taemin juga.

Ruangan itu pun menjadi penuh gelak tawa karena Jonghyun. Tiba-tiba…

“Auwww!! Perutku.. Perutku..!!” erang Shin You kesakitan.

“Ya Tuhan!! Keponakanku akan lahir!” seru Jonghyun yang sudah sadar sepenuhnya.

@@@

END OF AUTHOR’S POV

-THE END-

 

Gimana? Ada yang kecewa kah dengan endingnya? Maaf kalau jelek. Huhu.. *nangis di pojokan* tapi makasih banget buat para readers setia yang udah baca dari awal sampai akhir FF ini. Selanjutnya, dimohon comment ya, Chingu.. ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

33 thoughts on “Bodyguard – Part 4 (End)”

  1. FF yang sangat” DAEBAAKKKKK..
    Ngak tau mesti coment apa tapi dari part 1nya udah jatuh cinta banget ama ni Ff..

    Lanjut Thor Q tunggu krya selanjutnya dari Author..
    SEMANGAT..!!!

    1. Hehe.. Jeongmal gomawo udah setia baca dari part 1 sampai ending. Mianh, kalo banyak typo. Ngga sadar. He..
      Thanks juga udah ksih oksigen.

      Oke, ditunggu saja ya. Kebetulan aku juga udah kirim ff genre romance fantasy ke SF3SI. Maincast nya semua member SHINee, semua member KARA dan ada dua member dari boyband Boyfriend dan girlband RAINBOW. Ditunggu saja ya, Chingu. 😉

  2. Sangat-sangat kesal n kecewa ama naenha,, sakit hatiku jdnya,, #loh,,
    daebak thor, awalnya sedih kali liat naenha jd penghianat, tp akhirnya jd happy ending..

    1. Iya. Authornya sendiri juga ngga sadar waktu bikin tokoh Nhaena begitu. #lho? hehe..

      Tenkyu.. 😉 udah mau baca n’ kasih comment..

  3. Dr awal part 4 crt ny Bnr2 tak terduga…aku pikir nhaena g bakal mhianati jjong, jg shin you…
    Alurnya kecepatan…mlihat crt nya,hrsnya bs jd bbrp part lg,biar g brasa kcepetan…
    Stlh nahra lahir,aku jd ingt bbrp film india…
    Kuch2 hota hai n mujse dosti karoge…hehe…

    Knp hrs ada aita rinn??aku udh ngbayangin nahra ma jjong…hehe#plak

    1. Jeongmalyo? Hehe.. Emang yang namanya pengkhianatan itu ngga terduga ya.. Jadi tujuan author di sini juga sekalian mengingatkan kalau teman bahkan orang yang dianggap saudara pun bisa mengkhianati. Hehe.. Jadi berhati-hatilah. 😀

      Iya, ini emang dua paty aku bikin 1, Hehe.. Mianh..

      Penggemar film india juga? Sama donk kaya saya..

      Buat tambahan aja. Biar lebih menarik ada gadis jepangnya. Ya walopun cuma keluar dikit. Hee..

      Thanks udah baca dari awal dan kasih comment ya.. 🙂

  4. Huwahhhhhhh…. Endingnya kerennnn…. Meski aq sempet kesel banget sama Nhaena…. Dia itu bener2 pager makan rumah,, bukan lagi tanaman… Menghianati Shin yon, Jonghyun… Tapi pada akhirnya Minho-nahra bersatu….. Ihh si nahra Junior lucu dehh,,, masih kecil berani godain org dewasa……..

    Huahahaha Jonghyun aneh,,, si Rin juga lebih aneh,, br ketemu tp lgsg ngajak Merrid…. Taeminnya lagi,,,, Hyung bagaimana denganku??” “Aku akan menikahi kalian berdua.” Jonghyun sarap,,, gokilllll…….

    Ahhh,, nice FF… Endingnya beneran tak diduga ya….. XDD

    1. Hehe.. Tapi sebenernya Nhaena dari awal juga ngga aku bikin ada tanda-tanda suka sama Minho. Nhaena juga belum suka sama Jonghyun dan waktu Jonghyun minta dia buat balik ke dia terus nikah sama dia juga aku bikinnya ngga ada jawaban dari Nhaena. Jadi emang sengaja si. Biar readernya pada kaget. Hehe.. 😀

      Itu Nahra kecil emang suka nonton drama. Anak seumuran dia kan masih suka niru-niru. He..

      Hehe.. Istilahnya kalo di Jawa, Jonghyun Aita Taemin itu sebagai “dagelan”nya. Hehe.. 😀 penggembira. #jahat amat? digorok blingers, taemints sama aita rinn.. 😀

      Hehe.. Thanks ya udah ngikutin ffku dari awal n’ terus kasih okisen. Mungkin ngga lama setelah ini ffku yang lainnya juga bakal dipublish. Ditunggu ya.. ^^

    1. Jinccayo? Hehe.. Emang Nhaena sedikit ngeselin. Tapi dia baik kok aslinya. Kalo bukan karena buku diary dia juga ngga akan ketauan siapa Nahra yang asli kan? Hehe..

      Thanks udah baca dan comment ya.. 🙂

  5. Aru baca hari ini jd comment chapter 1-4 nya digabung aja ya… Mianhe…
    Ahhh daebak!
    Nyesek bgt pas nhaena ngaku2 jadi nahraaa! Huaaa kesempatan bgt 😦
    Kasian shin you nya pst nyesek bgt…
    Tapi pas bagian minho baru tau shinyou itu nara agak terlalu cepat mengambil keputusan menikah ya…
    Tapi gpp deh! Drpd gak happy2(?)
    Bagusss sumppaaa

    1. Oke, gwenchana.. 🙂

      Iya si. Tapi emang di sini hampir semua cast ada bagian nyeseknya. He.. Biar adil. Nhaena juga sebenernya kasihan.

      Kayaknya si iya. He.. Mianh. Tapi emang aku sengaja bikin alur ceritanya gitu.

      Thanks udah baca n’ comment ya..

  6. Wahh..
    Ff yg daebak..
    Ak gatau mau bilang apa lg..
    Menurutku,,cerita.a keren,,dan gak gampang ditebak,,,

    hebat,,hebat,,!!

  7. Yak! Itu nahra junior udah kaya ahjussinya (baca:jjong)
    sempet kesel sama nhaena.. Tpi ya sudahlah.. Toh akhirnya minho dan shin you bersatu..
    Pas bagian nahra kecik manggil shin you eomma bikin nyesekk..

    Good job, Chingu..

    1. Haha.. Nahra emang di sini aku bikin dia anaknya supel dan ngga malu-malu buat anak seumuran dia. Jadi figur Minho sebagai ayah dan sebagai ibu ngga gagal. 😉

      Yap. Thanks udah baca dan comment. 🙂

  8. 😥 bagus thor,Daebak,nangis terus aq baca ini…
    Kasian shin you…kenapa dy g jujur dr awal..
    N Taemin Q di gebukin kayak gitu thor,G tega bacanya,g bayangin…Taemin Berdarah-darah T.T…
    Untung Happy ending..jadi lega bacanya..hehe,,daebak!
    di tunggu FF selanjutnya.:-D

    1. Huhu.. Ne. jangan dibayangin. Author juga ngga sanggup. #reader: lha kenapa dibikin ceritanya gitu? PLAK! hehe..

      Yap. Saya author yang suka dengan happy ending. Haha..

      Thanks udha baca dan kasih komentar ya, Chingu. 🙂

  9. misi mau nanya ini part 1nya yang mana ya ?? aku buka part 1nya bodyguard di library tapi kok ceritanya bener2 beda ya .. aku binggung nih . tapi komenku buat cerita ini … sumpahhhhh aku suka 😀 ak g nyangka nhaena suka juga sm minho mangkanya dia mau di ajak nikah sm minho dan ngebiarin temennya koma bertahun-tahun …. idenya bagus bangettttt .

    1. Maaf. Di sini mungkin pada admin yang bertugas mempublish ff tiap harinya terjadi kesalahpahaman. Memang sepertinya di SF3SI ada dua ff yang judulnya Bpdyguard. Milik saya dan milik author lain. Karena itu mungkin cuma ff saya ini dikira kelanjutan dari part 1 ff author lain itu. Jadi part 1 yang kamu baca itu bukan milik saya memang. Karena cuma dari part 2 saja ff saya dipublish di sini.

      Kalo kamu mau baca part 1nya, kamu bisa buka di part 2 atau di part 3 di bagian comment. Waktu itu aku copast part 1 punyaku di kotal comment sebagai comment. 🙂

      Hehe.. Iya tah? Gomawo ne, udah mau baca sampai ending dan kasih comment. ^^
      Iya, nhaena memang di sini aku bikin sedikit berkhianat. Tapi sebenernya dia orang yang baik. Cuma mungkin dia belum sadar aja sama yang namanya cinta sejati.

  10. kyaaa ,,, lucu banget endingnya ..
    apalagi pas jonghyun bilang mau nikahin taemin juga ,,, ckckckckckckckck …..
    dasar jjong ..

    1. Hehe.. Baguslah kalo bisa menghibur. 🙂

      Iya, itu Jonghyun sarap. 😀 wkwk..

      Thanks udah baca n comment ya..

      1. hohohohohohoho ,,,, sama-sama ….
        ditunggu karya yang lainnya …
        tapi main cast’na key ,,,, hohohohoho

        1. Iya. Semua member SHINee malah yang aku jadiin maincast. Tunggu aja ff selanjutnya ya. Aku udah kirim ke SF3SI sampe ending part. 🙂

  11. SIAPA YANG BUAT ENDING INI?! THOR, GUA JADI IKUTAN NANGIS WAKTU SI NAHRA ANAKNYA MINHO PANGGIL “Eomma”. Jadi kerasa gue yang dipanggil :3 #ReaderRempong
    Nhaena ya.. Jahat buanget! Masa dikasih percaya sama Jong oppa, terus manfaatin si Minho?
    Author, anaknya si Minho aku dong :3 #Ngotot.
    Wakaka, keep writing ya thor!

  12. asli ngakak plus sedih ,sumpah minho nya berengsek banget tau!padahal udh mihak ke shin you,tapi ceritanya udh berhasil buat aku nangis deh,kaya nya harus di hukum buat saeson 2nya deh harus!!!

  13. Jinja daebakkkkk!! 😮 love banget ni ff
    gomawo author buat kerja kerasnya.. Hiks *menangis di pelukan Key* #ditimpuklocketspakesendal

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s