The Person I Loved

^The Person I Loved^

*Cast   :

©      YOU as Kang Hyomin

©      Lee Taemin as Taemin

©      Choi Minho as Minho

*Cameo :

©      Cha Dong Rim (Imagine Cast)

©      Kim Su Jin (Jiyeon T-Ara)

*Genre                        : Romance, Friendship

*Rating            : Teen

*Length           : Chaptered

*Author           : Bling*EvilCharisma

*Backsound     : The Person I Loved – Lee Seul Bi

Tears Are Falling – Shin Jae

Please don’t go – Jonghyun

*Disclaimer:

Author dapet nih ide pas lgi ulangan fisika,lagi pusing-pusing mikirin jawaban,eh malah dapet hidayah (?) untuk ngebuat nih ff #plak,DONT TRY THIS AT SCHOOL# hehehe ^^ Happy reading deh..jangan lupa RCL yah  !

-Intro-

> Kang Hyomin

Yeoja periang yang cukup populer dikalangan namja karena wajahnya yang imut serta otaknya yang briliant. Ia adalah salah satu siswi terbaik di Gamja High School. Sikapnya manis dan ramah.Tidak mudah jatuh cinta dan akan sulit melupakan orang yang dicintainya.

>Lee Taemin

Siswa Gamja high School yang memiliki sifat lembut serta sedikit polos.Akan salah tingkah dan mengedip-ngedipkan matanya saat sedang gugup.Mempunyai senyuman yang teduh dan kemampuan menari yang tersembunyi.Sebenarnya banyak orang yang menyukainya,hanya saja ia tak terlalu mengetahuinya. Bekerja sambilan di toko milik pamannya.

>Choi Minho

‘Romeo’nya Gamja High School.  Ia cerdas & juga memiliki prestasi yang baik dalam bidang olahraga dan seni. Memiliki banyak ‘fangirl’ namun selalu rendah hati. Sering mengumbar senyuman yang mampu meluluhkan hati setiap orang,termasuk guru-gurunya sekalipun. Putra pemilik restoran mewah di kawasan Myeondong.

>Cha Dong Rim

Hobae 1 tingkat dibawah Taemin dan Hyomin. Sangat menyukai Taemin dan sering memperhatikan Taemin saat sedang kerja sambilan.

>Kim Su Jin

Yeoja yang dijodohkan dengan Minho. Ayahnya adalah kolega bisnis keluarga Minho.

*sisanya baca sendiri yah di ceritanya*

#Hyomin POV

Sudah beberapa minggu ini aku terus bersama Lee Taemin,seorang namja polos yang mengakui dirinya sebagai namja chinguku. Entah kapan dan mengapa aku menerima cintanya pada waktu itu akupun hingga kini tak mengingatnya.Rasa kasihan ? Rasa belas kasih sebagai teman ? Atau mungkin karena beberapa hal darinya sering mengingatkanku pada seseorang yang penting bagiku ? Entahlah,apapun itu kurasa alasannya bukanlah karena rasa cinta.Namun,bagaimanapun juga aku sudah memulai ini semua.Aku hanya tinggal menjalaninya sedikit lagi,lalu mencari saat yang tepat untuk mengakhiri.

“Hyomin-ssi” terdengar suara murni mendekat kearahku.

“Waeyo ?” Responku singkat sambil berjalan lebih cepat dari orang yang kubicarakan barusan.

“Mengapa kau meninggalkanku ? Aku kan sudah memintamu untuk menungguku.Apa kau tidak ingin pulang bersamaku ?”

“Kau itu terlambat,makanya ku tinggal” jawabku datar.Ia mempercepat langkahnya untuk mensejajarkan dirinya denganku.Ah,Ternyata ia cukup tinggi juga ! Kami berjalan konstan tanpa menunjukkan tanda-tanda bahwa kami adalah sepasang kekasih.Namun tiba-tiba tangan kami bersentuhan, “Ah,Mianhaeyo” ucapnya polos  dengan wajah yang  begitu menggemaskan,bahkan lebih menggemaskan dari dongsaengku yang berumur 10 tahun -,-

Aku menatapnya heran dan menunjukkan ekspresi yang mengatakan ‘kau itu sangat aneh,apa benar kita ini sedang berpacaran ?’.Bagaimana bisa ia meminta maaf kepadaku hanya karena tangan kami bersentuhan ? Apa benar dia itu namjachingu ? Aku menggeleng pelan dan menarik nafas dalam-dalam. Berulang kali aku mencoba mengingat,aku tetap tak dapat mengingat siapa sebenarnya Lee Taemin dan..aku merasa aku masih melupakan 1 orang lagi. Tapi siapa ?

Sore ini cuaca sangat dingin,bahkan aku masih bisa merasakannya walau sudah memakai sarung tangan yang tebal.Kulihat Taemin merapatkan kedua telapak tangannya dan mulai menggosok-gosokkan mereka ke arah yang saling berlawanan. Aku tertawa kecil ,ia pun melihat ke arahku “Wae geuraeyo ?”

“Apa kau tidak membawa sarung tanganmu ?” Ia menggeleng pelan, “ah..Gwaenchanayo”.Ku naikkan salah satu alis mataku untuk memberikan penekanan padanya bahwa aku sedang serius.

“Ne..Jinjja ! Gwaenchana” senyum malaikatnya muncul ke permukaan. Aish.. Namjaka jinjja ! Apa harus menunggu membeku dahulu baru ia akan mengatakan kalau ia kedinginan   ? Aku melepas salah satu sarung tanganku dan memberikannya kepada Taemin, “Igeo .. pakailah !” “Ah.Anii.Gwaenchana”  ujarnya yang ‘lagi-lagi’ dengan wajah polos bak malaikat kecil.

Aku tetap pada pendirianku,ku ambil tangannya yang benar-benar telah membeku dan kupakaikan sarung tangan hangat yang kutemukan di dalam laci meja riasku.

Aku melihat kewajahnya,tersirat sebuah senyuman manis disana. Wae gurae ? Mengapa ia sesenang itu ? Bukankah hal ini biasa dilakukan oleh pasangan lain ?

“Gomawoyo..”

“Untuk apa ?” aku tidak mengerti maksudnya.

“Untuk semuanya.Aku tidak tahu harus melakukan apa saat ini” wajahnya seketika memerah layaknya buah cerry yang manis. Jiwa evilku tiba-tiba muncul dan ingin mempermainkannya.Aku pun memposisikan wajahku SANGAT DEKAT dengan wajahnya yang memerah, “Kau tahu apa yang harus kau lakukan ?”

Taemin terbata sambil mengedipkan matanya berulang-ulang, “Apa yang…?” ucapnya tertahan.Aku berbisik pelan di telinganya, “kau….besok harus membawa sarung tangan dan mantel”. Ia menelan ludahnya dengan kasar hingga aku dapat mendengarnya, “ah..Ye..Aku fikir..” “Yak..memangnya apa yang kau fikirkan ? Besok mungkin saja akan turun salju.Makanya kau harus bersiap-siap !” Kataku seraya menyunggingkan senyum nakal. “Yak Taemin-ah ! Apa benar aku ini yeojachingumu ?”

“Nde. Tentu saja ! Kita sudah menjadi sepasang kekasih sejak …”

Aku mendelik penasaran, “Sejak ?”

“5 bulan yang lalu !” tembaknya gelagapan.

“Jinjayo ?” Aku kurang yakin. “Lalu,apa yang membuatmu menyukaiku ? Sebenarnya aku ini orang yang seperti apa ?”

“Kau..adalah sosok  yang manis,lembut,dan selalu ceria. Hal yang paling kusukai darimu adalah tatapan matamu yang seakan-akan dapat berbicara.Kau juga adalah orang yang tidak pernah takut untuk membela kebenaran. Yah,itulah kau Kang Hyomin” Ia menatapku lekat,matanya berbinar dan kulihat ketulusan disana.

Namun,ia tak melakukan hal yang aneh,ehm..maksudku,biasanya yang ku tahu,para namja yang telah mengungkapkan hal-hal lembut seperti ini akan segera bereaksi,misalnya dengan mencium atau memeluk “yeoja”nya. Tapi namja bernama Lee Taemin ini hanya terus menatapku nanar.

***

Hari minggu pun tiba,hari dimana aku dapat bersantai ria diantara padatnya jadwal sekolah.Taemin mengajakku untuk bersepeda pagi mengelilingi taman kota yang berada di dekat halte ‘special’. Halte ‘special’ ? Aku juga heran mengapa Taemin menyebutnya sebagai halte special,sepenglihatanku,halte tersebut hanyalah halte yang berada di tengah kota Seoul dan di kelilingi banyak pohon di sepanjang jalannya.Walaupun berada di tengah kota,tak banyak orang yang datang ke halte ini,karena sudah jarang bus yang melewatinya.Informasi yang kudapat dari eomma,sejak 4 bulan yang lalu,bus umum sudah dilarang untuk melintas di jalan sepanjang halte ini,pemerintah beralasan bahwa bus umum sering menyebabkan kemacetan di jalan tersebut.

>> Back to story

Aku mendelik singkat ke arah jam tanganku,jarum-jarumnya menunjukkan angka 12 dan 9. Aku yakin sekali bahwa jam yang melingkar di pergelangan tanganku itu masih dalam keadaan yang baik.Kupastikan kembali dengan memutar kedua bola mataku ke arah jam di dinding halte dan kudapati hasil yang sama. 2 jam aku menunggu disini masih dengan posisi yang sama,menatap penuh harap pada tikungan di ujung jalan.

“Aish ~ Kemana kau Lee TAEMIN !!” Aku mendengus.Ungkapan kekesalan karena tak dapat menghubunginya ,handphoneku yang lowbat kutinggal di kamarku.

Tak lama waktu berselang “Hyomin-ssi !” kudapati Taemin mulai mendekat.

“NEO ??! JINJA ! Berhentilah memanggilku dengan sopan begitu ! Memangnya aku ini kakak seniormu atau apa ? Kau benar-benar membuatku kesal ! Sudah datang terlambat namun bisa-bisanya kau masih tersenyum seperti itu !” umpatku.

“Mianhaeyo Hyomin-Ah..Aku tidak bermaksud untuk…”

“SIKEURO ! Aku sudah menunggu 2 jam dan hampir mati kedinginan disini.Hari ini akan turun salju tapi kau malah membuatku kesal.Aku suka salju tapi kini perasaanku jadi buruk dan itu semua gara-gara kau ! Neo ! Pabbo Taemin-ah !” Bentakku dan segera melajukan sepeda merah mudaku dengan sangat kencang.Taemin terus mengejarku “Hyomin-ah..Mianhaeyo” . Ku hempaskan sepedaku di teras,dan segera masuk ke dalam rumah.Taemin terus berteriak meminta maaf dari balik pagar rumahku yang menjulang tinggi.

“Dia itu benar-benar ! Apa aku sedang mabuk saat menerima cintanya ?” Aku merebahkan tubuhku di atas kasur dan mulai tertidur.

Aku baru terbangun dari tidurku saat eomma datang untuk mengajakku makan siang bersama. “Hyomin-ah,ireona palli,Makan siang sudah siap!” teriak eomma dari balik pintu.

“Nde..” jawabku mulai beranjak. Mataku tertuju pada jendela kamar,kulihat butir-butir putih mulai berjatuhan dari atas langit. “Yeppeuda” bisikku.

Ku langkahkan kaki menuju meja makan setelah membersihkan diri.

“Hyomin-ah..Apa namja di depan rumah kita adalah Taemin ? Sejak tadi pagi ia berdiri disana” eomma membuka pembicaraan disela-sela acara makan siang kami.

“Mwo ? Taemin ? OMO !” Aku bergegas menuju ke depan rumah.

Taemin ? Kenapa ia masih disini ? Dia itu bodoh sekali !

“Taemin-ah !” Panggilku sembari mendekatinya.Ia benar-benar telah membeku.Aish..Merepotkanku.Dengan sangat terpaksa,aku membawanya masuk untuk menyelamatkan nyawanya (?) .

“Mianhaeyo..” ucapnya dengan bibir yang telah membeku.

“Diamlah.Aku sedang tidak ingin bicara denganmu.Aku membawamu masuk karena aku masih memiliki rasa kemanusiaan” jawabku dingin,sedingin tubuhnya yang kini telah kubopong masuk ke dalam rumah.Kubaringkan ia di sofa dan kuambilkan handuk.Eomma membuatkan susu hangat untuk membuat keadaannya lebih baik. Ah,tapi pakaiannya basah.Bagaimana ini ? Aku tidak memiliki pakaian untuk laki-laki karena aku adalah anak tunggal yang tinggal bersama seorang ibu yang telah menjadi ‘single parents’ sejak aku masih bayi.

“Eomma.Bajunya basah.Tapi kita kan tidak memiliki pakaian laki-laki ?”

“Eomma pernah melihat setelan pakaian laki-laki kok di lemari kamarmu ? Coba kau lihat lagi !”

“Benarkah ?” fikirku dalam hati.

Aku pun menuju ke kamarku dan mulai membuka lemari pakaian.Dengan telaten,aku mulai memilah pakaian yang ada disana, “em..yang mana ? memangnya kapan  aku pernah menyimpan pakaian namja ? Namja yang pernah ke rumah ini kan hanya…” aku terhenti saat sepasang bola mataku manangkap adanya satu setel pakaian namja,tanganku ragu untuk menggapai setelan tersebut karena aku tahu setelan itu milik seseorang yang berharga bagiku. Tapi siapa ? Lagi-lagi aku hampir gila untuk mengingat siapa orang yang berharga bagiku.

“Hyomin-ah ? Apa kau menemukan setelan yang eomma maksud ? ppaliyo ! Taemin sudah hampir mati kedinginan !” teriak eomma dari ruang tengah.

“Ah..nde eomma”

Ottokhae ? tak terasa air mataku mulai jatuh secara perlahan. Mengapa aku merasa begitu sedih ? Apa yang sebenarnya terjadi padaku ?

“Hyomin-ah..” ternyata eomma menyusulku ke kamar,segera ku hapus air mataku.

“Apa kau menemukan setelannya ?”

“Ah..nde.tapi..” aku tak sanggup untuk menanyakan kepada eomma mengenai orang yang kumaksud.

“Waeyo ? palli ! temanmu itu sudah membeku” eomma mengambil setelan itu dari genggamanku.

Setelah menyetel ulang kadar emosiku,akupun kembali menuju ke ruang tengah.

“Kemana Taemin ?” Aku melihat sekeliling karena kini ia telah menghilang dari tempatnya tadi.Namun tak lama kemudian,keluarlah sosok dari balik pintu kamar mandi tamu,OMO !! Aku pernah melihat kejadian ini sebelumnya.Jinjja ! Taemin yang telah memakai setelan yang kutemukan tadi,semakin mengingatkanku pada ‘orang itu’.Caranya menggulung ujung jeans yang terlalu panjang untuknya,dan juga cara ia tak mengancingkan kemeja luarnya.Aku terpaku,tak berkedip dan menerawang jauh.

Dengan wajah yang pucat dan tubuh lemasnya,ia pun mendekatiku, “Hyomin-ah..”

“ww..wae.. ?” Tanyaku canggung. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku,ia berbisik, “Mianhaeyo Minhyo-ah” dan *BRUK* Taemin ambruk tepat di hadapanku. “yak ! Taemin-ah ! Yak ! ” Aku mengguncang tubuhnya. OMO ! Tubuhnya panas sekali.Aish jinjja ! “Eomma..” pekikku meminta bantuan.Eomma muncul dari arah dapur dan segera membantuku membopong Taemin ke dalam kamar tamu.

“ah.Eomma..Apa kau mengenalnya ?” tanyaku ragu.

“Tentu saja . Bagaimana kau tidak mengenalnya ?” Selidik eomma.

“Ah Eomma ! Jeongmalyo ?. Apa dia namjachinguku ?”

“Ah..Jinjayo ? Keunde, yang harus kau tahu Taemin adalah anak yang baik dan sopan.Ia juga tampan dan memiliki senyum yang menyejukkan.Eomma menyukainya. Eomma sangat menyetujui hubunganmu dengannya” goda eomma ketika mendapatiku yang tampak kebingungan.

“Nuguya ? Tanyaku lagi . “Hyomin-ah,walaupun eomma tak tahu apa yang sebenarnya terjadi,tapi eomma yakin suatu hari nanti kau akan mengingat semuanya. Jangan terlalu memaksakan dirimu.Nde ?” Eomma pun keluar dari kamar,hanya tersisa aku dan Taemin yang tengah tertidur pulas. Ku pandangi wajahnya,beribu ah tidak,bahkan berjuta pertanyaan mengisi kepalaku saat ini .Siapa ia sebenarnya ? Mengapa eomma bersikap seperti ini ? Siapa sebenarnya kau ini Lee Taemin ? . Aku mengambil air kompres untuk membantu menurunkan panasnya.

Aku menempelkan handuk kompresan ke dahi Taemin,namun tiba-tiba tangan Taemin yang hangat menggapai tanganku , “Hyomin-ah . Apa kau masih marah padaku ?”

“Aniya.Lupakan saja. Aku sudah memaafkanmu. Diam dan tidurlah atau aku akan marah” sergahku. Taemin tersenyum singkat ,memejamkan matanya,dan mulai tertidur pulas,kurasa.

Tanpa ku sadari,aku mengamati dengan seksama setiap lekukan di wajah Taemin,aku seperti mengenalnya, “ Taemin-ah..Mianhae ~ Tapi siapa sebenarnya kau ini ? Bantu aku untuk meyakinkan diriku bahwa kau benar-benar serpihan indah yang tak sengaja terhapus dalam memoriku” bisikku lirih.

Aku kembali tertipu,lagi-lagi Taemin membuka matanya dan kali ini ia menatapku nanar, “Hyomin-ah ..”

“nde ?”

“Neoneun..naekorago. Ara ?” lanjutnya membelai ubun-ubunku.

Aku menatap jauh kedalam mata Taemin,kulihat ketulusan disana. Aku meninggalkannya; memberinya waktu untuk beristirahat sejenak agar nanti malam keadaannya akan jauh lebih baik. Namun Taemin menarik tanganku, “Jangan pergi ! Kau adalah obatku.Tetaplah disini dan buat aku lebih baik”. Aku tak dapat berbuat apa-apa selain menuruti kata-katanya. Ku Tarik kursi rias yang ada di kamar tersebut dan mulai duduk disebelahnya,mungkin aku akan menjaganya semalaman.

***

Mentari telah bersinar cerah melewati jendela kamarku dan kini kudapati diriku berada di sofa kamar tamu.Tubuhku terbalut selimut dan Taemin tak terlihat berada di tempatnya terbaring semalam.Aku keluar dari kamar tersebut dan mulai mencari jejak Taemin.

“Hyomin-ah..kau sedang mencari siapa ?” Tanya eomma dari meja makan dan mendekatiku.

“Aniya.Aku sedang bersiap-siap untuk mandi kok”

“Kau sedang mencari Taemin kan ?” tembak eomma.

“Ah..Memangnya dia kemana,Eomma ? Apa ia sudah terlihat lebih baik ?” tanyaku penasaran.Eomma terkekeh geli, “Benar kan kau sedang mencarinya ? Dia sudah pulang pagi-pagi sekali.Ia terlihat sangat baik.Saat eomma tanya obat apa yang kau berikan padanya,ia hanya tersipu”.

“Ah.Jinja ?” Aku jadi ikut tersipu. Yak ! Hyomin-ah ? Pabbonikka ! Tapi,mengapa aku tidak boleh tersipu terhadap namjachinguku sendiri ? Nde,ia adalah orang yang selama ini ada di dalam hatiku,aku harus mengakui hal itu. Lalu eomma mengeluarkan sesuatu dari dalam laci lemari yang tak jauh dari tempatku berdiri “Oh iya. Ini eomma temukan di dalam kantong pakaian Taemin yang eomma keringkan semalam.Tadi eomma lupa memberikan padanya.Bisakah kau mengembalikannya pada Taemin ?”

“Igeo Mwoya ?” Tanyaku heran ketika melihat beberapa foto yang ada pada dompet Taemin. “ Eomma,apakah ini foto masa kecil kami ? Kyeopta J” kataku tersenyum.Eomma mengiyakan.

“Apa Taemin teman masa kecilku ? Tapi eomma,Anak laki-laki disampingku ini,siapa ?”

“Dia..Minho. Aigoo ~ eomma lupa mematikan kompor” Eomma seakan tak ingin membicarakannya dan segera menuju ke dapur.

Kini pertanyaanku bertambah,Siapa Minho ? Kemana ia sekarang ?

***

[END OF PART 1]

#PART 2

Aku hendak menuju ke stasiun kereta yang tak jauh dari halte ,namun terdengar suara Taemin memanggilku. Aku barbalik, “Aku fikir kau masih sakit” Kami melanjutkan pembicaraan sambil berjalan menuju stasiun.

“Aniya.Obat yang kau berikan semalam cukup manjur untukku. Tunggu dulu.. kau menghawatirkanku ?” Taemin tersenyum malu.

“Aniya.Siapa yang menghawatirkanmu. Aku hanya…” Hah,aku kehabisan kata-kata; lebih tepatnya bingung harus mencari alasan apa.

“Aigoo,sudah ketahuan tapi tak mau mengaku.Hyomin-ah..apa kau masih marah padaku ?”

“Aniya,Taemin-ah..Apa kau kehilangan dompetmu ?”

“Ah.Nde.Aku datang terlambat menemuimu karena aku kembali ke rumah dan menanyakan dompetku. Tapi ahjumma mengatakan bahwa ia telah memberikannya padamu.”

“Ne..Igeo !” kataku memberikan dompetnya. “Taemin-ah..Bolehkah aku bertanya sesuatu ?”

“Tentu saja ! Kau adalah Yeojachinguku,kau boleh bertanya apapun”

“Apa kau mengenal orang yang bernama Minho?”

Taemin terdiam,raut wajahnya berubah seketika, “yah.Mengapa kau bertanya tentangnya ?”

“Apa ia sudah meninggal ? Aku tak sengaja melihat foto-foto yang ada didalam dompetmu. Eomma mengatakan bahwa namanya adalah Minho,tapi tampaknya eomma tak ingin membicarakannya”

“Aniya.Ia tidak meninggal,hanya saja..Ah,anggap saja kau tidak pernah mengenalnya ! dan walaupun kau mengenalnya,aku tidak akan pernah membiarkanmu mengenalnya lagi” Taemin menggenggam tanganku.

“Apa yang salah dengannya ? Ia bisa berubah menjadi sangat menyeramkan ketika aku menyinggung orang yang bernama Minho. Apa Minho adalah orang yang jahat ?” batinku terus bertanya.

Selama kami berada di kereta,Taemin tak melepas genggaman tangannya,ia seperti tak ingin melepaskanku. Mengapa sikapnya berubah drastis seperti ini ?

***

“Hyomin-ah..kau ingat hari apa ini ?” ucap Taemin disaat kami pulang bersama.

“Hari rabu” jawabku asal.

“yak ! . Apa Kau juga lupa hari ultahmu sendiri ?” Taemin melongo.Aku terkekeh pelan. Aku mulai merasakan kedekatan bersama Taemin.

“Apa kau menyiapkan hadiah untukku ? Apa yang kau siapkan ? Pakaian ? Sepatu ? Mobil ? Rumah ? atau pulau ?” kataku dengan nada bercanda.

“aa’aa. Aniyeyo” Wajahnya tampak murung.

“HAHAHA . Yak Lee Taemin ! Aku hanya bercanda. Kau ingat hari ultahku saja aku sudah merasa senang.Gomawo ne.”

“Jinjayo ? sebenarnya..Aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu.Tapi mungkin tak begitu berharga.Darawa !” Wajah ceria Taemin kembali muncul,ia mengajakku ke suatu tempat dengan mengendarai sepedanya.Tapi aku tidak dapat melihat apapun karena kini mataku ditutup dengan kain hitam. Aigoo ~

“SURPRISE !” Teriak Taemin ketika membuka tutup mataku.

(Hyomin mind & flashback) “SURPRISE !!” teriak dua orang dihadapanku,Taemin dan seseorang,wajahnya,aku tak dapat melihatnya dengan jelas. Mereka memakai kostum kelinci dan beruang,menari tarian konyol yang mampu membuatku terbahak. Aku mendekati seseorang dibalik kostum Beruang tersebut dan memeluknya. Aku….

Aku tersadar dari lamunanku,karena kini dadaku terasa sangat sesak dan kepalaku bak dipukul dengan benda keras. Saat membuka mata,aku dimanjakan oleh keindahan padang rumput yang hijau dan aliran sungai yang tenang “Yeppeuda..”

“Apa kau menyukainya ?” Aku mengangguk pasti , mungkin mataku kini telah berbinar karena takjub akan pemandangan indah yang berada di hadapanku ini.

“Chakkamannyo !” Taemin mengeluarkan sesuatu dari balik pohon .. “Aku ingin mengajakmu piknik hari ini. Mungkin aku tak terlalu pandai dalam memasak,tapi aku sudah berusaha semampuku” Ia mengeluarkan keranjang makanan kecil dan mulai menata piknik kecil-kecilan kami. Ia mengeluarkan sebuah kue ulang tahun sambil mengiringinya dengan alunan lagu ‘selamat ulang tahun’ . Tak lupa kami abadikan memory hari ini dalam sebuah gambar yang ku ambil melalui handphoneku. Taemin mengambil fotoku dari handphonenya, “Yak ! Kau curang !” teriakku. “Kau sudah membayarku dengan fotomu yang sangat cantik,sekarang aku akan mempersembahkan kado spesial yang hanya ku tunjukkan padamu seorang” Taemin memutar sebuah lagu dari handphonenya,ia mulai bergerak.

“Apa yang akan ia lakukan ?” fikirku. dan..Dia menari ! Taemin yang ku kira polos dan pemalu,ternyata mampu menari dengan indahnya. Ia tersenyum,menari dengan riang,tak tersirat raut malu di wajahnya.

Aku ingat ketika Taemin menari bersamaku di acara kelulusan sekolah menengah kami. Aku sempat hampir terjatuh namun Taemin berhasil menutupi hal itu. Waktu itu aku sangat berterima kasih padanya.

Beberapa minggu ini aku bertanya-tanya banyak hal tentang Taemin,tapi sedikit demi sedikit aku mulai mengingatnya. Ternyata Taemin memang orang yang berharga dalam hidupku.

***

*TING TONG*

Semua aktivitas belajar mengajar di sekolah pun berakhir,aku melangkahkan kaki keluar dari kelas,namun malah mendapati Taemin yang tengah bercengkarama dengan seorang gadis yang belum pernah ku temui sebelumnya. Nuguya ?

Taemin menyadari kehadiranku; ia menggiring (?) yeoja itu menuju tempat dimana aku berada.

“Hyomin-ah ! Perkenalkan ini Dong Rim-ssi. Ia adalah hoobae kita yang juga bekerja bersamaku di toko milik ahjussiku.Dong Rim-ssi,perkenalkan Hyomin-ssi,nae yeojachingu.”  Tergambar sebuah ekspresi wajah yang agak berbeda di wajah Dong Rim,namun ia kembali tersenyum ; menyodorkan tangannya dan memperkenalkan diri. “Annyeonghaseyo. Cha  Dong Rim imnida. Senang bisa melihat sunbae lagi” .

“Ne. Kang Hyomin imnida. Bangapda DongRim-ah !” aku tersenyum kaku.

“Ah. Ki Bum-hyung !” teriak Taemin mendekati Ki Bum Sunbae yang hendak memasuki ruang perpustakaan. Tersisa aku dan Dong Rim yang saling memandang lurus, “Eonni, aku tidak akan mudah melepaskan Taemin-oppa untukmu” ucapnya. Aku mengangkat sebelah alis, “Mwo ?” . “Yah tentu saja. Walaupun sekarang eonni adalah yeojachingunya,aku tidak akan membiarkan eonni menguasai Taemin-oppa. Oppa hanya milikku dan selamanya akan begitu. Eonni,Kau tahu,aku tidak akan mudah untuk menyerah begitu saja. Bersiaplah untuk kehilangan Taemin-oppa,nde ?” . Mataku mengerjap bingung, “Neo..Taeminnie Joahae ?”. “Nde. Sudah sejak lama.Lebih lama dari yang eonni bayangkan”

Aku tak habis fikir,kalau ia sudah sejak lama menyukai Taemin,mengapa ia tak menjadi yeojachingunya ? Apa aku sudah merebut Taemin dari bocah ini ? ck. “Nde. Arayo.Kita lihat saja bagaimana kau berusaha mengambil perhatiannya”

“Nde ?” Kali ini gilirannya mengerjap-ngerjap bingung.

“Aku memberimu izin untuk menyukai Taemin. Tapi aku tak bisa memberikan jaminan bahwa Taemin akan menyukaimu” Kataku berlalu.

***

Dong Rim serius dengan apa yang di katakannya. Ia tak memberiku kesempatan bahkan walau hanya untuk sekedar bertatap muka dengan Taemin. Pagi ini pun aku tak berangkat sekolah bersama Taemin. Dong Rim menjemputnya dan segera mengajak ‘namjachingu’ku itu pergi sekolah bersama. Pertukaran jam ke 5,aku menuju kelas komputer yang tak jauh dari lapangan atletik. Aku dapat melihat siswa-siswi yang sedang bersiap-siap di lintasan lari dari balik jendela kelas komputer. Namun mataku terpaku pada sosok yang selama beberapa jam ini terus berada di fikiranku. Yah,Lee Taemin. Ia sedang melakukan pemanasan ringan dengan lompatan-lompatan kecil,lalu diikuti dengan menekuk lututnya secara bergantian ; kanan-kiri;  dan yang terakhir mengencangkan tali sepatunya. “TAEMIN-ah ! FIGHTING !” terawangku.  “Ehm.ehm.” tegur Yoon-sonsaengnim “Hyomin-ssi. Apa yang sedang kau fikirkan ? fokuslah pada pelajaran. Atau kau boleh keluar dari ruangan ini” “Ah. ye. Jweosonghamnida sonsaengnim” aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

Aneh ! Rasanya ada tarikan yang begitu kuat,membuatku ingin terus melihat ke arah luar jendela. Aku ingin melihatnya ! Aku ingin melihat Taemin ! Akhirnya aku mendapat kesempatan untuk melihat ke arah Taemin,tapi…Aku melihat Taemin,senyumnya terkembang.Kulihat orang yang berada di hadapan Taemin, Dong Rim..lagi-lagi dia.Apa yang dilakukannya bersama Taemin ? Bukankah ia adik tingkat kami,tapi bagaimana bisa ia bersama Taemin ?. Kini mereka tertawa begitu riang. Yak ! Apa yang mereka bicarakan ? Taemin tidak pernah tertawa selepas itu ketika bersamaku.Waeyo ?. Dadaku,terasa sesak.

Sejenak serpihan kenangan yang hilang seakan silih berganti muncul di benakku,namun belum semuanya. Hanya serpihan yang SANGAT kecil, pada serpihan kali ini,aku melihat diriku yang menerawang jauh ke arah dua orang yang sedang bermesraan.Tapi,aku tak dapat melihat kedua orang tersebut. Aku menangis,terduduk sembari memeluk lutut. Aku merasa hancur.Lalu seseorang memelukku,ia menyeka air mataku yang sederas air terjun (?)

Aku kembali ke kesadaranku, “ah..hah..ha” nafasku tersengal dan air mata juga telah membendung di pelopak.

Dong Rim memberikan sebotol air putih dan menyeka keringat Taemin dengan sapu tangannya. Aish..aku tidak bisa melihatnya lagi !

“Hyomin-ssi..Silahkan keluar dari ruangan ini ! Sepertinya saat ini kau memang sedang tidak fokus pada pelajaran” Yoon-seonsaengnim mengusirku keluar. Aish..jinjja ! Aku ini siswi yang baik dan gara-gara kau aku dikeluarkan dari kelas. Lee Taemin,kau harus bertanggung jawab ! . Air mataku terus saja mengalir ketika aku teringat  serpihan yang tadi muncul, aku seperti merasakan kerapuhan dan kehancuran. Lalu saat sedang berjalan menuju ke kelas, aku tak sengaja bertabrakan dengan seseorang, “Ah..Jweosonghamnida” kataku merapikan buku-bukuku yang berserakan di lantai.

“Hyomin-i ?” kudengar suara namja menyebut namaku. Aku seperti mengenalnya, namun tak begitu yakin. Ku tengadahkan sedikit wajahku, tak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena mataku dipenuhi butiran bening. Aku segera berlari; tak ingin ia melihatku yang sedang menangis.

“Hyomin-ah ! Hyomin-ah !” Namja itu terus saja memanggilku namun aku berlari semakin kencang.

Jam makan siang pun tiba,aku memberanikan diri melangkahkan kaki menuju ke kelas Taemin,aku ingin memberikan bekal makan siang yang telah ku persiapkan tadi pagi.Tapi sesampainya aku disana,tak kutemukan sosok Taemin . Dengan membawa rasa kecewa,aku menuju ke kantin untuk menyantap bekalku SENDIRIAN. Kantin sangat ramai dan berisik,ku edarkan pandangan untuk mencari tempat strategis dimana aku bisa menghilangkan kegalauanku.dan untuk yang kesekian kalinya,aku mendapati Taemin bersama dengan Dong Rim,tapi kali ini Taemin tampak sedang mencari sesuatu,entah itu benda ataupun orang. Matanya tak fokus di satu titik. Ia memutar leher ke segala arah pertanda ia sedang mencari titik fokusnya. Apa mungkin ia mencariku ? Tapi..ah lupakan ! Hal yang mustahil ! Lebih baik aku menikmati bekal makan siangku di taman belakang sekolah,fikirku. Lalu saat aku hendak berbalik,sesosok namja tampan dengan buku ditangannya;menghadangku.

“Mengapa kau menghindariku ?” Tanya namja itu.

“Mianhaeyo. Apa kau mengenalku ?” Aku balik bertanya.

“Yak ! Kang Hyomin ? Apa kau tak mengenalku ?” Ia menggoyangkan tubuhku.

“Chogi..”  aku melepaskan kedua tangannya dari tubuhku.

“Jangan pernah menyentuh yeojachinguku” Taemin datang menarikku dari namja tersebut.

“Chakkaman..Apa kau bilang ? Yeojachingu ? Sejak kapan kalian…”

“Kau tak memiliki kepentingan untuk mengetahuinya” Ucap Taemin tegas.

“Taemin-ah..Kau..mengenalnya ?” Tanyaku heran melihat tingkah dua namja dihadapanku. Namun Taemin tak berkomentar,aku melihat bed nama yang ada pada seragam namja itu, Choi Minho. Apa ia Minho yang ada di dalam foto waktu itu ?

“Minho ?” kataku menatapnya.

“Ye..Kau ini kenapa Hyomin-ah ?”

Belum sempat aku menjawab,Taemin segera menarik tanganku dan berlalu meninggalkan namja yang ku sinyalir bernama Minho itu.

“Yak ! Lepaskan aku ! Wae Geurae ? Mengapa kau bersikap seperti itu ?” aku memberontak.

“Kang Hyomin. Dengarkan aku ! Jangan pernah berbicara ataupun berhubungan dengannya. Aku tak ingin kau terluka. Arayo ?”

“Wae ? Wae ? Kau melarangku berhubungan dengannya sedangkan kau selalu dekat dengan Dong Rim.  Bisakah itu dibilang adil ? Terluka ? Kau tahu,aku akan terluka jika terus melihatmu bersama Dong Rim ! Apa kau benar-benar namjachinguku ?” Kekesalanku berujung pada pelarianku terhadap Taemin. Saat ini aku benar-benar kesal,hingga tak menyadari bahwa kakiku telah berlari menuju taman belakang sekolah. Dari sekian banyak pohon yang ada di taman,aku memilih pohon yang paling rindang. Di bawah pohon tersebut ada sebuah bangku panjang dimana di bangku itu penuh coretan hasil karya (?) dari pasangan-pasangan yang ingin mengabadikan kisah mereka di bangku tersebut. “Humm” Aku menghela nafas berat. Terfikir olehku bahwa bangku ini telah di duduki oleh banyak pasangan yang tengah kasmaran,tapi kini aku sendirian,sepi dan menyedihkan.  Ku buka bekalku dan mulai melahapnya dengan lesu.

“Yak ! Mengapa begitu tak bersemangat ? Apa butuh bantuanku untuk menghabiskannya ?”

Suara murni ini…? Bagaimana bisa ia tiba disini ? ku tengadahkan wajahku,ku lihat senyuman yang kusukai selama ini telah hadir kembali untukku. “Waeyo ? Kau cemburu dengan Dong Rim ?” tanyanya heran.

“Aniya. Kha ! ” responku.

“Mianhaeyo”

“Pergilah !  Aku sedang kesal dan sedang tak ingin bersamamu!” tambahku.

“Apa kau kesal karena kedekatanku dengan Dong Rim ?” ia bertanya dengan wajah tanpa pahala (?).

“Kha..pergi..pergilah !” aku mendorongnya untuk menjauhiku.

“Wae ? Kau tak suka aku bersama Dong Rim ? Mianhae. Aku akan mulai menjaga jarak dengannya jika memang kau tak menyukai aku bersamanya”

Aku terdiam ; bingung terhadap apa yang aku lakukan. Aku hanya dapat menunduk; aku malu,kesal,sekaligus bingung. Perlahan,tangan halusnya membelai kepalaku lembut, “Aku tak tahu bagaimana harus memperlakukanmu. Lagi-lagi di depanmu aku tak dapat berbuat apa-apa.  Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untukmu. Aku tak ingin kehilanganmu. Saranghae ..”  Suasana sangat hening,hingga dapat kudengar suara desiran angin yang turut membelai rambutku.

***

[END OF PART 2]

PART 3
07.30am SKT @ Lee’s Family Rental Video

#Author POV

Taemin berdiri menghadap rak kaset yang menjulang tinggi. Nampaknya ia sedang bekerja sambilan di toko milik pamannya. Sesosok gadis terus menatapnya dari kejauhan dan mulai tersenyum sendiri.

“Taemin-ah..Cepat kembali ke mesin kasir.Ada pelanggan yang ingin membayar !” Teriak  JinKi Ahjussi.

“Nde Ahjussi” Ujar  Taemin menuju meja kasir,ia mulai menyapa pelanggan pertamanya hari ini “Annyeonghaseyo”

“Annyeonghaseyo oppa. Bagaimana kabarmu hari ini ?” DongRim mengembangkan senyum manis.

Taemin tampak kaget saat melihatnya,pandangan mereka bertemu.

“Mau pinjam video ini dua hari satu malam ?” Taemin bersikap tak seperti biasanya kepada Dongrim.Ia hanya mengucapkan kata-kata yang bersikap formal saja lalu melempar pandang seolah tidak menunjukkan minat. Tik ! tik ! tik ! ia mulai menekan tuts mesin penghitung uang.

“Oppa..” Panggil DongRim merasa heran.

“Ada lagi yang ‘kau’ – dalam bahasa formal- butuhkan ?”

Dongrim menggeleng “Oppa wae geurae ?” gerutunya. Ia berbalik setelah menerima video yang sudah dibayar.Napas Dongrim sesak,dadanya terasa sakit;tak tahan diperlakukan seperti itu oleh orang yang disukainya sejak 4 tahun lalu.Ia mengepalkan tangan dan memutuskan untuk menunggu Taemin hingga ia selesai dengan pekerjaannya.

Berdiri,duduk,menerawang ke dalam toko lalu mondar-mandir tak karuan;itulah yang dilakukan oleh Dongrim selama ia menunggu Taemin.

Akhirnya namja yang ditungguinya selama beberapa jam ini muncul jua.Ia memantapkan hati untuk menyapa Taemin.

“Oppa ? Apa kau sudah selesai dengan pekerjaanmu ?” Dongrim memberi senyum selebar samudra (?) dan mulai bergelayut manja dengan Taemin.Namun Taemin melepaskan genggaman Dongrim, “Dongrim-ah..Aku katakan padamu.Tolong jangan bersikap seperti ini lagi kepadaku. Aku sudah memiliki seorang yeojachingu sekarang,ia akan salah paham terhadap kita jika kau terus begini”

Pipi Dongrim terasa panas, “Mengapa kau seperti ini oppa ? Apa ini semua karena Hyomin-eonni ?” Dongrim mulai menangis.

“Aniya. Ini adalah keputusanku. Aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin kehilangannya hanya karena kesalahpahaman ini. Tolonglah mengerti Dongrim-ah.”

“Oppa..Jangan bersikap seperti ini ! Aku tidak bisa. Aku menyukaimu ..” Secepat kilat Dongrim memeluk tubuh kurus Taemin.

“Hentikan Dongrim-ah .. Aku menganggapmu sebagai adikku. Kau adalah keponakan bibi Cha dan aku adalah keponakan dari paman Lee. Kita ini saudara. Aku tidak menyangka kau memiliki perasaan seperti itu terhadapku”

“Oppa ~ Andwae ! Jangan tolak aku ! Aku benar-benar menyukaimu” Dongrim makin mempererat pelukannya.Perlahan Taemin mulai melepas pelukan Dongrim, “Dongrim-ah. Aku tidak ingin semuanya menjadi kacau. Aku masih ingin menganggapmu sebagai adikku dan aku juga tidak ingin kehilangan Hyomin.Tapi jika kau terus bersikap seperti ini,aku mungkin tidak bisa bertahan untukmu lagi. Mianhae. Jeongmal Mianhae”

Detik berikutnya,hujan turun lagi dengan derasnya.Namun Dongrim meloncat menerobos hujan lebat.Sambil terus berlari cepat dan menginjak genangan air. Air Matanya telah bercampur dengan derasnya air hujan yang membasahi sekujur tubuhnya.

Ia menangis dibawah rindang pohon tak jauh dari toko dimana Taemin bekerja,lalu seorang namja melangkah kearahnya dan memberikan payung untuknya.

“Ternyata,gadis ceria sepertimu juga bisa menangis ?”

Dongrim mendongak dan melihat kewajah namja itu, “Kibum-sunbaenim !”

Namja bernama Kim Kibum itu memberikan sepotong permen karet kepada Dongrim, “Ini. Mungkin kau akan merasa lebih baik. Aku selalu makan permen karet di saat suasana hatiku sedang kacau”

Tangan gemetar Dongrim menggapai permen karet tersebut

***

#Hyomin POV
04.00pm SKT @ Halte ‘Special’

Lagi-lagi aku yang menunggunya disini, kemana lagi kau Lee Taemin ? Aku mendengus. *Tin.Tin* Perhatianku terpecah akibat suara klakson mobil yang berasal dari arah belakangku . Aku berbalik menaikkan salah satu alisku lalu kembali ke posisiku semula. Audi R8 berwarna biru mengkilap itu kini tepat berhenti di sampingku, aku semakin merasa heran.Lalu keluar seseorang dari dalam mobil tersebut, “Hyomin-ah,apa terjadi sesuatu padamu ?”

[Gambar Mobil]

Tubuhku bergidik,Minho,ada apa ia menemuiku ?

“Chogio .. Sebenarnya,nugunikka ? Ah..bukannya maksudku untuk membuatmu bingung. Tapi,kecelakaan yang ku alami beberapa minggu terakhir mengakibatkan hilangnya beberapa memory dalam ingatanku”

“Kecelakaan ? Kapan ?” Minho terlihat kaget

“Kau tidak tahu ?”

Minho menggeleng; tampaknya ia benar-benar tak tahu mengenai kecelakaanku.

“Gwaenchanayo. Kau tidak harus tahu kan ? ah,hehehe” tawaku garing

“Mianhae. Apa sekarang kau baik-baik saja ?”

“Ne. Aku sudah merasa lebih baik” Entah mengapa aku merasa ada yang berbeda dengannya. Aku merasa teduh dan nyaman saat berbicara dengannya. Tetapi,rasa nyaman tersebut berbeda dengan rasa nyamanku saat bersama Taemin. Aku merasa..ia sedikit special.

“Oh iya. Apa yang sedang kau lakukan disini ? Apa kau ingat tempat ini ?” Kedua bola mata bulatnya kini menangkap kedua bola mata milikku.Ia tersenyum; lalu menerawang jauh.

“Aku sedang menunggu Taemin. Tapi tampaknya ia akan datang terlambat. Memangnya tempat apa ini ?”

“Kau..sedang menunggu Taemin ? Apa kau benar-benar sudah menjadi yeojachingunya ?”

“Nde.Bukankah aku memang yeojachingunya ? Minho-ssi,bisakah kau mengatakan kejadian yang sebenarnya” Fikiranku benar-benar kacau. Berapakalipun aku berfikir tetap tak kutemukan jawaban.

Minho tak memberikan penjelasan yang kuinginkan.Ia hanya mengucapkan satu kata, “Mianhae” Lalu Ia mengajakku untuk mengobrol di cafe terdekat.

07.20 SKT @Senorita Cafe

“Ah..Gwaenchana. Minho-ssi. Apa kau temanku dan Taemin ?” Aku kembali bertanya.

“Ya. Kita adalah sahabat sejak masih kecil.Kau sudah aku & Taemin anggap sebagai adik perempuan kami. Kau bagaikan peri kecil yang selalu mewarnai hari-hari kami.Kita sudah banyak melewati banyak kenangan manis,tapi beberapa bulan  ini aku jarang menghabiskan waktu bersama kalian karena ada hal penting yang harus kulakukan. Aku merindukan kalian J”

“Tapi apakah terjadi masalah antara kau dan Taemin ? ”

Minho tersenyum singkat, “Sebenarnya aku juga tidak tahu mengapa Taemin tiba-tiba membenciku.Bahkan ia tak memberitahuku bahwa kau mengalami kecelakaan.Tapi sudahlah,mungkin ada salah paham.Sekarang yang penting kau baik-baik saja” Namja yang bernama Minho ini memiliki sikap yang hangat,aku merasa terhanyut dalam kehangatannya.

****

Sejak saat itu aku dan Minho sering bertemu denganku tanpa sepengetahuan Taemin.Seperti hari ini,kami berdua membuat janji untuk bermain ke taman ria.Berbeda dengan Taemin yang selalu membuatku menunggunya,Minho selalu menjemputku di halte ‘special’.

Aku mengatur nafasku, “Apa kau sudah lama menungguku ?”

“Tidak begitu lama untuk menunggu putri cantik” canda minho

Aku tersenyum malu,Minho benar-benar memperlakukanku dengan sangat baik.Hari menjelang malam.

“Hari ini dingin ya !” katanya tersenyum indah

Dibawah sinar bulan,kupandang wajahnya dari samping;wajahnya indah.Seindah wajah Taemin yang beberapa waktu lalu kuamati.

“Mesin ini kenapa sih ?” katanya sambil mencoba memasukka koin ke dalam mesin penjual minuman otomatis.

“Mungkin rusak” akhirnya aku mulai berbicara setelah sekian lama tak dapat bicara;mulutku terasa kaku karena kedinginan.

“Rusak ? Ini pasti perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab ! Berapa besar kerugian yang akan dialami perusahaan minuman ini jika masih banyak orang-orang seperti itu berkeliaran ? ck” Bicaranya blak-blakan dan sikapnya begitu terus terang. Aku merasa aku mulai menyukainya,jantungku berdebar dan seolah terhipnotis dengan setiap perlakuannya terhadapku.

“Sudahlah.Lebih baik kita mencari mesin yang lain”

Kami tak menemukan mesin minuman yang lain,akhirnya kami memutuskan untuk minum di cafe terdekat.

“Selamat datang !” Ujar pelayan memberikan daftar menu

“Ah..Jonghyun-hyung ! Apa yang kau lakukan disini ?” Minho tampaknya mengenal pelayan yang barusan menyambut kami

“Aku bekerja sambilan disini.Sebenarnya aku hanya ingin dekat dengan manager cafe ini. Aku sudah bosan mendapatkan gadis dengan memamerkan kekayaan keluarga.Lagipula cara seperti ini cukup menyenangkan juga.” Bisik namja itu “Ah,siapa gadis beruntung ini ?”

“Hahaha kau ada-ada saja hyung ! Ayahmu pasti akan marah jika mengetahui semua ini.Ah,dia Hyomin. Kang Hyomin.Hyomin-ah.perkenalkan,dia Jonghyun-ssi. Salah satu anak kolega bisnis ayahku”

Aku memperkenalkan diri pada Jonghyun.

“Senang bertemu denganmu.Oh iya,kalian ingin pesan apa ?”

“emm.Aku pesan moccalatte dan untuk Hyomin..Milkshake coklat. Benar kan Hyomin-ah ?”

“Ah..ya” Aku mengiyakan.Ternyata Minho juga tahu minuman favoriteku. Tapi Taemin selalu mengingatkan pelayan untuk memberiku gula rendah,karena kecenderungan diabetesku sangat tinggi.

Tak berapa lama,Jonghyun datang lagi dengan membawa minuman pesanan kami, “Silahkan dinikmati” ucapnya ramah

“Terima kasih hyung”

Kami membicarakan banyak hal tentang masa lalu kami. Tampaknya aku begitu dekat dengan Minho.Ia hampir mengetahui semua hal tentang aku. Walaupun cuaca dingin,tapi pipiku panas karena menahan malu.

“Tukaran minum,yuk !” Ia menyodorkan minuman panasnya,mengambil cangkir minumanku,dan menempelkan bibirnya di cangkir milkshake-ku.Rasanya seperti dicium,walaupun tidak secara langsung.Hatiku semakin berdebar-debar. Aku merasa bersalah dengan Taemin.

Setelah puas menikmati minuman,kami berjalan menyusuri trotoar menuju tempat dimana Minho memarkirkan mobilnya.

Aku merasa seperti mengenal tempat ini..

Ketika sedang berjalan sambil menundukkan kepala akibat kegagalanku dalam ujian,terdengar suara seseorang menegurku.

“Kayaknya sedang sedih,ya ?”

“eh ?” Aku terkejut.Ketika aku menengadah,kulihat dua orang namja asing berdiri dihadapanku.Mereka pasti namja kurang ajar.

“Kami mau pergi ke temat karaoke.Mau ikutan ?”

“Tidak !” Teriakku.

Selagi mereka tercengang mendengar jawabanku,aku hendak melarikan diri

“Hei ! Tunggu sebentar !” Seorang dari namja itu menyusulku,lalu menangkap lenganku erat-erat, “Jangan terlalu terburu-buru “ katanya.

“Lepaskan aku !” Berontakku. Mataku mulai berlinang.

“Dia bilang lepaskan,jadi lepaskanlah !”

Minho datang menolongku,ia menghajar dua orang namja yang bersikap tidak sopan terhadapku.Aku memeluknya erat dan mengucapkan terima kasih padanya. Ia adalah pahlawanku. Sejak saat itu aku menyukainya.

——


“Taemin-ah ! Kau fikir Minho tampan bukan ?”

“Yah. Tentu saja ! Jika aku adalah yeoja,aku pasti menyukainya. Ia tidak hanya tampan,tapi juga baik dan sangat tahu bagaimana memperlakukan orang dengan baik.”

“Kau benar ! Ia sangat baik”

“Hyomin-ah..Apa kau menyukainya ?”

“hm” Aku mengangguk pasti

 

“Hyomin-ah ..Ayo masuk ! Kita harus segera pulang. Ahjumma pasti akan khawatir” Minho menyadarkan lamunanku.

“Ah..nde”

Selama perjalanan pulang,aku terus memikirkan tentang perasaanku. Ternyata selama ini Minho lah orang yang aku cintai,bukan Taemin. Dalam hati aku mulai bertanya-tanya,Mengapa Taemin tega membohongiku dan memanfaatkan keadaan ?

***

Aku merasa kecewa dengan Taemin. Aku tak ingin bertemu dengannya untuk sementara ini.Awalnya aku merasa bersalah karena telah menghianati rasa sayang yang tulus darinya.Tapi ternyata aku memang tidak pernah mencintainya,dan kami memang tidak pernah menjalin hubungan cinta.Yah,sekarang aku ingat semuanya.

*peep* =Anda memiliki pesan suara. Untuk mendengarkan,silahkan tekan tanda bintang= “Hyomin-ah..ini aku Taemin.Mengapa kau menghidariku beberapa hari ini ? Apa kau masih marah denganku karena kejadian Dongrim ? Jika ia,aku minta maaf. Tapi  kedekatanku dan Dongrim hanya karena hubungan keluarga. Ia adalah keponakan dari istri pamanku. Aku harap kau mengerti. Aku merindukanmu. Jangan marah terlalu lama ya !” *peep*

“Nappeunom !” bisikku lirih. “Baiklah. Aku ingin mengakhiri semua ini”

Aku menghubungi Taemin dan mengajaknya bertemu di halte special.Kali ini ia tidak datang terlambat. Ia berpakaian rapi dan menyambutku dengan senyum khasnya, “Aku sangat senang saat kau menghubungiku untuk bertemu. Nan bogoshipeo ^-^”

“Apa kau sudah lama menungguku ?”

“Ani. Bagiku,tak masalah jika harus menunggumu berapa lamapun itu. Ah,igo ! Aku membeli ini saat pulang dari toko paman. Aku fikir ini cocok untukmu. Anggap saja ini hadiah permintaan maafku” Taemin mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dari sakunya.

“Apa kau sedang menyogokku ?” Aku menunjukkan wajah sinis.

“Ah,aniya. Aku hanya ingin memberikannya padamu” Taemin terlihat kecewa dan sedih.

“Taemin-ah ! Apa kau bisa menjelaskan bagaimana kita bisa berpacaran ? Apa kau yakin bahwa kita saling mencintai ?”

Taemin terperangah kaget, “Mengapa kau bertanya ?”

“Jawab aku Lee Taemin !”

“Maafkan aku. Mianhaeyo” Taemin tertunduk lesu

“Aku memintamu untuk menjawab,bukan untuk meminta maaf ! Apa benar selama ini kau membohongiku ? Kau berbohong tentang hubungan kita ? Mengapa kau ingin memisahkan aku dengan orang yang sebenarnya ku cintai ? Kau benar-benar jahat Lee Taemin !”

“Mianhaeyo. Aku sangat mencintaimu hingga aku takut kau akan terluka. Aku takut jika kau akan menangis. Aku hanya benar-benar mencintamu Hyomin-ah”

“Apa bohong itu bagian dari cinta ? Apa kau masih bisa mengatakan bahwa kau mencintaiku walau kau telah jelas-jelas membohongiku ?”

Taemin semakin terlihat merasa bersalah.Sebenarnya aku tak tega untuk mengatakan bahwa aku ingin menghakhiri semua ini,tapi mungkin inilah keputusan yang terbaik yang harus ku ambil.Paling tidak kebohongan akan berakhir.

“Taemin-ah. Aku harap kita mengakhiri hubungan ini. Yah,walaupun aku tahu bahwa hubungan ini hanyalah kepalsuan,paling tidak kita harus memberikan akhir yang baik. Aku berterima kasih atas semua perhatianmu selama ini,dan juga aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku selama ini. Selamat tinggal Taemin-ah” Kataku hendak berbalik meninggalkannya.

Kedua bola mata Taemin berbinar,kesedihan tergambar jelas disana, “Tunggu Hyomin-ah..Baiklah jika memang ini yang kau inginkan. Aku juga meminta maaf atas semua kebohongan yang kubuat. Tapi kau harus tahu,bahwa aku benar-benar bahagia bisa menjadi namjachingu untuk beberapa saat ini. Aku tidak akan pernah melupakanmu. Mungkin aku akan menghilang secara perlahan dari hidupmu,jadi..tolong simpan hadiah dariku ini.Semoga kau bahagia.Hanya itu yang kuinginkan.Saranghae…” Taemin berlalu meninggalkanku.Hanya bibirnya saja yang tersenyum,tapi matanya tidak.

Entah mengapa,setiap kata yang diucapkan oleh Taemin saat ini menghujam jantungku. Semua perasaan berkecamuk  dalam hatiku.

“Hikss” tangisku muncul.

***

Keesokan harinya,Kim Su Jin,Siswi baru yang memiliki postur tubuh A+ dengan rambut sedada dan senyum yang mengembang di wajahnya dengan waktu singkat, mampu menjadi tranding topic sekolah. Semua orang khususnya para namja sibuk membicarakan kecantikan dan ke anggunannya. Ia bak seorang putri yang memasuki wilayah rakyat jelata. Dengan kekuasaan yang dimilikinya -orang tuanya salah satu pemilik saham di sekolah- ia berhasil memasuki kelas B; yaitu kelas yang sama dengan Minho.

Ia sangat cantik;kuakui itu. Aku seperti pernah melihatnya disuatu tempat. Makan siang tiba,seperti biasa aku menuju ke kantin. Aku sedikit merasakan kesepian,aku tak kunjung melihatnya sejak kemarin.

Ah ! Apa aku tak salah lihat ? Dongrim dan Kibum Sunbae ? Apa ia menyerah atas Taemin ?

“Eonni !” Teriaknya menghampiri,tampaknya ia tahu bahwa aku mengamatinya.

“Ah..tampaknya kau telah menyerah atas Taemin !”

“Taemin-oppa menolakku. Itu semua karena ia mencintaimu Eonni.Awas saja jika kau tak menjaganya dengan baik”

Taemin mencintaiku ? Bahkan ia tega menjauhi Dongrim yang benar-benar dekat dengannya ?

Aku terus memikirkan Taemin walau kutahu ia telah membohongiku. Mengapa aku menjadi sangat bodoh ? Ah,sudahlah,semua ini adalah yang terbaik.

Aku melangkahkan kaki keluar dari kelas untuk kembali ke rumah,namun aku merasa kesepian untuk pulang sendirian. Aku pun hendak menelpon Minho untuk memintanya menemaniku pulang bersama. Seketika kujatuhkan Handphoneku saat kulihat siswi yang bernama Su Jin itu berada di dalam mobil bersama Minho..

Aku sangat merindukan Minho,aku ingin bertemu dengannya. Apa masalah  keluarganya begitu rumit hingga ia tak memiliki waktu sama sekali bahkan hanya untuk menyapaku dan Taemin ? Baiklah ! Jika Minho tak dapat menemuiku,biarkan aku yang menemuinya ! Dengan riangnya aku menuju ke rumah Minho untuk membawakan ramen rasa sapi kesukaannya. Namun setelah aku tiba di halaman rumahnya,aku mendapati pemandangan yang menyesakkan.Aku menerawang jauh ke arah Minho dan Su Jin,yah..yeoja itu ! Mereka terlihat mesra,Minho menggenggam tangannya erat dan Su Jin terlihat memegang bunga mawar pink di tangannya.Aku menangis,terduduk sembari memeluk lutut. Aku merasa hancur.Bagaimana bisa ini terjadi ? Minho tidak pernah memiliki hubungan cinta sebelumnya ? Tapi apa yang kulihat barusan ? huwwaaa…Air matkua seakan membludak keluar..Lalu Taemin memelukku,ia menyeka air mataku yang sederas air terjun.

“Maafkan aku”

“Apa maksudmu ? Apa kau telah mengetahui ini sebelumnya ?”

Taemin terdiam dan mengangguk ragu.

“Apa Minho memang berpacaran dengan yeoja itu ?” Aku semakin rapuh.“Taemin-ah ! Jawab aku ! Apa itu benar ?”

Sekali lagi Taemin tak menjawab;hanya menatapku dalam.

Aku melepaskan pelukan Taemin dan berlari. Aku tak sanggup menerima kenyataan bahwa cinta pertamaku telah hancurterbawa  bersama air mataku.Taemin memanggilku namun aku terus berlari;tak mengiraukannya.Tiba-tiba tubuhku terasa ditabrak oleh suatu benda keras. Aku tak sadarkan diri. Aku melihat Taemin menangis,ia terus memanggil namaku..

Saat aku tersadar,aku telah melihat Taemin yang berdiri di samping eomma yang menangis.Eomma memelukku erat dan Taemin ..ia tak sanggup membendung air mata. Ia menangis untukku. Selama aku mengenalnya,itu adalah air mata pertamanya yang kulihat.

 

Aku menyeka air mataku, mendekati Minho dan memantapkan hatiku untuk menanyakan kebenaran.

“Minho-ya !” Panggilku. Ia menoleh dan tampak terkejut.

“Bukankah kau sudah pulang ?”

“Yah.Aku hendak pulang awalnya.Namun tak sengaja melihatmu sedang bersama siswi baru ini.Apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya ?” tanyaku dengan menekan emosi.

“itu..” Minho terlihat sulit untuk menjelaskan,lalu Su Jin pun keluar dari dalam mobil.

“Hy ! Bukankah kau Hyomin ? Sahabat masa kecil Minho ? Namaku Kim Su Jin. Aku baru pindah dari California untuk menemui Minho. Minho banyak bercerita tentang kau” Ucapnya tersenyum murni.

“Benarkah ? Sebenarnya apa hubungan kalian ? Minho tidak pernah bercerita tentangmu”

“Aku adalah tunangan Minho. Setelah lulus sekolah,kami akan menikah dan melanjutkan kuliah di  Jepang. Iya kan Chagi ?” Su Jin bergelayut manja pada minho.

Cih..aku jijik melihatnya ! Minho menarik tanganku dan membawaku ke tempat yang tak jauh dari tempat Su Jin berdiri.

“Hyomin-ah..Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu. Aku memang sudah bertunangan dengan Su Jin.Awalnya aku menolak pertunangan yang bertujuan untuk bisnis ini. Aku terpaksa ! Perusahaan kami bangkrut dan membutuhkan banyak dana untuk mengembalikannya seperti semula. Su Jin adalah yeoja yang baik,tolong jangan membencinya. Salahkan saja aku !”

“Membencinya ? Memangnya mengapa aku harus membencinya ? Apa kau fikir aku akan membencinya karena aku cemburu ? Yaak Choi Minho. Aku tidak membenci siapapun kecuali diriku. Aku tidak dapat membedakan yang mana yang baik dan yang buruk,siapa yang benar-benar mencintaiku. Kuakui aku memang mencintaimu dulu,tapi semua sudah berbeda sejak aku melihatmu dengan Su Jin”

“Apa maksudmu ? Kapan kau..?”

“Ingatanku sudah sepenuhnya kembali. Terima kasih untuk dirimu yang sudah membantu mengembalikan ingatanku. Kau tahu ? Kecelakaan beberapa waktu yang lalu ? Kau dan SuJin adalah penyebabnya. Aku melihat kalian berdua dan tak sengaja malah mengalami kecelakaan.Baiklah kau begitu..semoga kalian bahagia” Aku pergi meninggalkan Minho. Kugigit bibir bawahku agar aku tidak menangis.

Sesampainya dirumah,ku ambil kotak kecil hadiah terakhir dan Taemin.Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Sejak ia memberikan kotak ini kepadaku,aku belum pernah membukanya,kini kuputuskan untuk melihat isi dalam kotak tersebut.

[Gambar Kotak Cincin]

[Gambar Cincin]

Cincin bertahtakan berlian dan berbentuk kupu-kupu. Terselip sebuah surat disana..

Hyomin-ah..

Jangan terharu saat menerima hadiah ini ne ? Hahaha Bercanda ! Aku meminta maaf  jika telah membuatmu bersedih. Tapi kau tahu,aku sedikit bahagia saat kau bersikap seolah kau cemburu. Aku tahu bahwa kau sangat menyukai kupu-kupu,semoga kau juga menyukai hadiahku ini. Saat membeli cincin itu,aku terus terbayang wajahmu yang tersenyum manis. Aku membeli cincin tersebut dengan semua uang yang ada pada tabunganku loh ! Jadi harap menjaganya dengan sangat baik. Hahaha 😀 Hyomin-ah..tak usah bertanya apa yang kuinginkan untuk membalas hadiah dariku ini. Aku hanya ingin kebahagiaanmu.Aku merasa sangat beruntung telah menjadi namjachingumu. Saranghaeyo…

 

 

                                                                                    Namjachingumu yang tampan,

 

 

                                                                                    Lee Taemin

 

“Yeppeuda..Taemin-ah..Kau memang sangat mengerti aku. Mianhae. Aku telah menyianyiakan orang yang sangat mencintaiku” Tanganku menggenggam erat cincin pemberian Taemin.

***

-2 Year Later-

“Huaaaah ! Kota Seoul..sudah lama aku tak menghirup udara di kota besar ini” Kataku setibanya di Seoul setelah 2 tahun berada di Jeju.

Ku tarik koper yang baru saja kuturunkan dari dalam taksi. Aku ingin berjalan sambil mengenang kisah lama yang sedetik pun tak pernah kulupakan . Rambutku sekarang berubah  menjadi bergelombang,pasti orang-orang yang pernah mengenalku akan merasa asing.  Angin berhembus begitu kencang,hingga ujung dress yang ku kenakan ikut menari kesana kemari. Ku telusuri trotoar yang masih terlihat sama hingga sekarang.Dahulu aku dan Taemin sering sekali berjalan bersama di trotoar ini, bunga-bunga  berguguran mengiringi langkah kami.Ck tak kusangka semua kini tinggal kenangan.

Aku akhirnya berhasil menginjakkan kakiku di halte ‘special’,tiba-tiba topi pantai yang kukenakan ikut terbang bersama derasnya angin.

“Topiku !” Aku ingin mengambilnya tapi ternyata kini topi merah mudaku itu telah berada pada genggaman seseorang.

“Taemin ?  Bagaimana bisa ia masih tampak seperti waktu kami SMA dulu ?” Batinku bergetar tatkala melihat orang yang ada dihadapanku.

“Taemin-ah ..”

“Hum ? Ah,nuna..Taemin nuguya?” Kata namja itu mengembalikan topiku.

“A . Gomawoyo ^-^ Jadi kau bukan Taemin ?” Tanyaku terheran.

“Tentu saja bukan ! Kim Jong In imnida. Teman-temanku sering memanggilku Kai” Namja polos ini benar-benar mirip dengan Taemin.

“Nde..Bangapta Kai-ah ^^ Maaf salah mengenali orang.Habis kau mengingatkan nuna pada seseorang” Kataku tersipu malu.

“Pacarmu yah nuna ?”

“Ani..Dia bukan pacar nuna. Tapi dia adalah orang yang lebih berharga daripada pacar”

“Ah..dia pasti orang yang sangat  beruntung telah mendapatkan hati yeoja cantik seperti nuna.”

“Ani..Justru nuna yang sangat beruntung bisa mengenal orang sepertinya” Aku kembali menggenggam erat cincin pemberian dari Taemin.

“Nuna..aku harus segera pergi.Seseorang sedang menungguku. Oh iya,ini..aku berikan sebagai tanda perkenalan kita. Anyyeong nuna !” Kai memberiku sebuah permen rasa coklat lalu berlari sambil melambaikan tangan kearahku.

“Kyeopta !. Tapi kebetulan sekali ia tahu bahwa aku menyukai coklat” fikirku.

Aku duduk di bangku panjang halte ‘special’, “Aku pasti satu-satunya pihak yang masih mengingat tempat ini” bisikku pada diri sendiri.

“Siapa bilang bahwa hanya kau yang masih mengingat tempat ini ? Aku juga masih sangat mengingatnya !” Suara seseorang muncul dari sisi kananku. “Lama tak berjumpa Kang Hyomin !”

Tubuhku membeku.Perlahan kuputar leherku ke sumber suara, “Taemin ? Apa benar kau Taemin ?” Suaraku sedikit bergetar.

“Menurutmu ? . Yah,ini aku Hyomin-ah..Aku sangat merindukanmu ” Senyuman yang selama 2 tahun ini aku rindukan kini hadir kembali.

“Taemin-ah !” Tanpa ragu kupeluk erat namja yang ada dihadapanku saat ini.Aku sangat merindukannya hingga rasanya aku tak sanggup bertahan.

#Flashback

“Yeppeuda..Taemin-ah..Kau memang sangat mengerti aku. Mianhae. Aku telah menyianyiakan orang yang sangat mencintaiku” Tanganku menggenggam erat cincin pemberian Taemin. Aku ingin menghubunginya ! Yah,aku harus meminta maaf.

=Telepon yang anda tuju sedang tidak aktif.Silahkan meninggalkan pesan setelah nada beep *beep* =

Mengapa ia tidak bisa dihubungi ? Baiklah..aku akan mencoba datang kerumahnya besok.

***
“Selamat siang..Ahjumma..Ahjussi..Taemin-ah.. Taemin-ah” Berulang kali aku mengetuk pintu memanggil Taemin. Tak ada jawaban.  Aku pun menuju ke toko rental video milik paman Taemin. Ia juga tak ada disana,pamannya tak ingin memberikan keterangan padaku. Hah ! Apa kau benar-benar marah dan ingin menghindariku ? Aku terus mencari informasi mengenai Taemin,bahkan kepada Dongrim. Ia tidak memberiku informasi namun malah menyalahkanku atas menghilangnya Taemin. Yah..aku memang pantas untuk disalahkan.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi meninggalkan Seoul bersama dengan rasa penyesalan dan kekecewaanku.Setelah berkompromi dengan eomma,aku memilih pulau Jeju sebagai tempat bagiku untuk menenangkan diri. Disana aku melanjutkan sekolahku dengan kehampaan.Aku menjadi diriku yang sangat berbeda disana. Hobiku adalah berdiam diri di rumah dan belajar dengan sangat giat hingga mendapatkan predikat siswa dengan lulusan terbaik.Tapi semua itu tak kunjung membuatku bahagia.Ku akui aku masih sangat ingin bertemu Taemin dan meminta maaf padanya.Kudengar Taemin pindah ke China tak lama setelah aku melukainya.  Minho ? Ia mewarisi perusahaan ayahnya sesaat setelah ia menyelesaikan masa SMAnya. Ia benar-benar pindah ke Jepang dan menikah bersama Su Jin.

Kini setelah 2 tahun aku mulai merindukan eomma. Aku merindukan kota Seoul,kota tempat kelahiranku. Aku ingin pulang .. berharap dapat menemukan keajaiban yang selalu aku harapkan ..

#Flashback END

“Taemin-ah ! Nado bogoshipeo !” Kini air mata kebahagiaan mulai mengalir di pipiku.

“Uljima..” Taemin mengecup ubun-ubunku.

“Mianhae Taemin-ah..Mianhae.. Hiks.Hiks..” Aku merasa terlindung dalam dadanya yang kini menjadi bidang. Deg ! Deg ! Deg ! Samar-samar aku bisa mendengar debar jantungnya. Jemari Taemin menyentuh pipiku. Kemudian ia meraba bibirku dan *chu* Aku terkejut ! Sesaat tubuhku serasa melayang,seolah pingsan,ah tidak ! ini seperti tenggelam ke lautan yang paling dalam. Halte ini benar-benar menjadi tempat yang ‘special’. Tempat yang menjadi saksi cinta kami. Taemin melepas ciumannya, “Berikan cincin pemberianku waktu itu. Kau masih menyimpannya kan ?”

Aku terheran,untuk apa Taemin menanyakan benda yang sudah diberikannya untukku ? Tapi aku tak dapat berbuat banyak;hanya mengikuti apa yang diperintahkannya. Kuberikan cincin yang sangat berharga itu. Setelah mengambil cincin itu,Taemin berlutut dihadapanku;meraih tanganku dan memasukkan cincin tadi di jari manisku. “Kang Hyomin..Would you be my girlfriend?”

Aku terharu..kukira Taemin membenciku.., “Tentu saja Lee Taemin. Aku sangat mencintaimu” .

            Ternyata,setelah aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan dengannya,Taemin tidak pernah membenciku. Awalnya ia memang ingin meninggalkan aku ke China. Tapi ternyata ia belum sanggup untuk melakukan itu. Sengaja ia memberi tahu orang-orang disekitarnya agar aku tak dapat menemukannya.Memang sedikit kejam,tapi itu ia lakukan agar aku tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Ia ingin aku memikirkan baik-baik tentang perasaanku. Bahkan ternyata ia mengikutiku ke pulau Jeju selama 2 tahun ini.

 

            Musim dingin datang segera setelah musim semi berakhir. Salju mulai turun dengan indahnya,sama dengan indahnya cinta yang sedang aku & Taemin rasakan. Sejak saat ini hingga kapanpun kami akan selalu bersama,berjalan beriringan menyongsong mimpi-mimpi.Saling membantu dalam melalui kehidupan ini.Walaupun terkadang bertengkar,kami akan segera berbaikan lagi. emm..Harum kue jahe yang sedang dipanggang Taemin menyebar dari oven. Dan Taemin menciumku,sepenuh hati. You’re the Person I Loved, Lee Taemin …

 

THE END !

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

21 thoughts on “The Person I Loved”

  1. agak ngenes pas hyomin ninggalin taemin demi minho yg trnyata udh tunangan *poor taemin 😦
    dan agak kesel, wktu hyomin baru ngrasa bersalah sama taemin pas dia ditinggalin minho *siapa suruh nolak taemin!*
    critanya bagus thor 😀 aku sukaaa
    cuma mau prbaikan dikit thor, kyanya antara kata dgn tanda baca gk usah pake spasi thor 🙂 hehe (misal: Taemin-ah!)
    tapi tetep daebak!!! Nice!
    Ditunggu karya slanjutnya 🙂

  2. Ceritanya bagus… Meski awalnya aku sedikit bingung.. Intro untuk pengenalan tokoh,settingnya kurang.. Krn lgsg masuk ke inti cerita dimana Hyomin diasumsikan hilang ingatan (awalnya nebak sendiri sih klo Hyomin itu hilang ingatan),,hehehe

    terus untuk penulisan kalimat, setelah titik atau koma sebaiknya diberi satu spasi,, biar kelihatan rapi… (aku juga klo nulis masih banyak typo kok)…. Tapi saling mengingatkan dan belajar itu baik kan…hehehe

    Awalnya Taemin itu beneran polos lohhh… Semakin kesini semakin berani,,, dan malah akhirnya berani kissue2 segala….. Hah,, aku pikir Minho beneran jahat,, krn ninggalin Hyomin buat tunangan sama Sujin… Tapi aku juga kurang ngerti sihh,, Minho suka sama Hyomin apa enggak….. Dan pada akhirnya Hyomin sadar klo cintanya itu Taemin… Ahh,, happy ending eaa…..

    Ok.. Keep Writing ya… Semangat.. Semangat!!!

  3. awalnya sedikit bingung kenapa hyomin-nya kaya amnesia gitu u,u eh ternyata bener amnesia._.
    bikin penasaran sampe aku ga tega buat berhenti baca-_-
    keren pokoknya^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s