Don’t Remind Me – Part 8

Author: Boram.Onyu

Main Cast:

  • Lee Jinki aka Onew
  • Lee Sunhye
  • Kim Jonghyun

Support Cast:

  • Kim Kibum aka Key
  • Choi Minho
  • Lee Taemin

Length: sequel

Genre: romance, friendship, mellowdrama

Rating: pg-16

^Author Side^

“ Taem, bisakah kau duduk dan diam saja? Kau sudah mirip setrika sekarang. “

Taemin menurut permintaan Key. Ia duduk kembali dengan tenang. Dagunya diletakkan di atas kedua tangannya yang terlipat. Kulirik jam tanganku, pukul 10 pagi. Astaga, kedua namja sapi itu masih juga belum bangun. Baru saja aku ingin ke kamar Minho dan Onew hyung, Taemin menarik tanganku. Memberiku isyarat untuk tetap di sisinya-Key side.

“ Jjong hyung kemana? “

“ Dia pulang ke rumahnya. “

Key mengambil remote TV, berniat menyalakannya untuk mengusir rasa bosan yang melandanya. Belum sempat ia menekan tombol on, Taemin membuang napasnya panjang.

“ Anak kecil tidak boleh mendengus seperti itu. “

“ Hyung! Aku bukan anak kecil lagi! “

Taemin memonyongkan bibirnya, membuat Key makin gemas pada anaknya ini.

“Lalu, apa alasanmu? Masalah apa lagi sekarang? “

“ Aku hanya merasa ini terlalu rumit, dan juga terlalu drama. “

“ Siapa? “

“ Tentu saja, kisah cinta segitiga milik Onew hyung, Jonghyun hyung dan Sunhye noona. Kenapa mereka mencintai wanita yang sama, padahal di dunia ini ada sejuta wanita yang tak kalah cantiknya dari Sunhye noona. “

“ Jadi, menurutmu Sunhye tidak cantik? “

Taemin menggeleng cepat, disertai tangannya yang dikibaskan cepat. Minho sudah terbangun yang mendengar percakapan mereka dari tadi bergabung dengan duduk di antara Key dan Taemin. Jujur saja, ia tak suka bila Key mulai menatap sinis pada Taemin.

“ Cantik itu relatif, hyung. “

“ Aigo, aku juga tahu itu. Taemin yang duluan bawa-bawa soal cantik ini. “

Taemin memanyunkan bibirnya.

“ Ara. Sunhye noona itu manis, senyumnya juga sangaaat manis. Tapi sayangnya, kalau marah, ia lebih tampak seperti setan. “

“ Ye! Apa maksudmu menyamakan sepupuku dengan setan? Apa kau pernah melihatnya?! “

Taemin memanyunkan bibirnya, lagi. Ia merasa ucapannya tak ada yang benar sama sekali.

“ Kau mau membela sepupumu heh? Ia memang menyeramkan saat marah. Akui saja, ia sangat cerewet, terlalu banyak aturan kayak emak-emak. “

“ Introspeksi dirimu Key! Kau yang lebih mirip emak-emak! “

Betapa pun menyeramkan Sunhye saat ia marah, tapi ia sangat menyayangi sepupunya itu. Ia tak terima bila Sunhye direndahkan oleh siapa pun.

“ YA! Kau bahkan tak memanggilku hyung! “

“ Sudahlah, hyung. Kau tak akan menang berdebat dengan Key hyung. “

Key akan melancarkan seran cubitannya demi mendengar ucapan Taemin barusan.

“ Oke. Aku menyerah. Mari kita beralih topik. “

“ Ya, bukannya kau yang ngangkat topik ini duluan Taem heh? “

Taemin menunduk, tangannya meninju sofa yang didudukinya dengan pelan. Lama-lama ia kesal juga dengan Key.

“ Dwesseo! Jangan beralih sebelum ini selesai. “

“ Memangnya kau bisa menyelesaikannya? “

Key tak mampu menahan kekesalannya. Maka ia menjitak Minho cepat. Yang dijitak hanya mengusap kepalanya. Sabarlah, Minho! Pasti dia akan mendapat ganjarannya-Minho Side.

“ Sebenarnya aku juga menyukai Sunhye. “

Jdeeeer! Seakan disambar kilat, Taemin dan Minho terdiam membatu mendengar pengakuan Key barusan. Key menelan ludahnya pahit, akhirnya ia bisa mengeluarkan perasaannya yang dibiarkan bertumpuk selama ini.

“ Ka.. kau serius, hyung? “

“ Apa gunanya aku bohong pada kalian? “

Kali ini, Taemin yang menelan ludahnya.

“ Pantas saja kau selalu menggodanya. Tak kusangka, noona ku dicintai oleh tiga orang sekaligus. “

Key berjengit, ucapan Minho barusan sedikit menggelitiknya.

“ Lalu apa kau sudah menyatakannya? “

“ Tidak. Sejak tahu hubungan rumit di antara mereka, Jjong hyung-Onew hyung-Sunhye, aku menutup hatiku. Cinta segitiga saja begitu rumit, aku tidak mau membuatnya makin complicated. Kurasa kalian pernah mendengar ini, cinta itu tak harus memiliki. Cukup melihatnya dari jauh saja, itu sudah cukup. Aku juga tahu, ini tidak mudah. Tapi secara rasional, aku akan melukai wanita yang kusukai bila ia tahu kenyataannya. Dicintai oleh dua orang pria yang memiliki hubungan yang sangat dekat, sudah hampir membunuh jiwanya. Dan ditambah lagi salah seorang sahabat dari pria ini, entah bagaimana Sunhye jadinya. “

Minho dan Taemin tertegun. Tak pernah mereka sangka, seorang Key yang sangat ‘Almighty’ bisa sebijaksana ini. Merelakan perasaannya, mereka pikir itu terlalu berat.

“ Lagipula, jika aku ikut dalam arus love triangle ini, aku yakin Sunhye pasti akan memilihku. “

Minho dan Taemin berdecak. Buyar sudah kekaguman mereka pada seorang Kim Kibum Key. Sepertinya ia memang lebih cocok dengan sebutan Narsisme Key, daripada Almighty Key.

“ Kau sama sekali tidak tahu kan, di sekolah kami Sunhye cukup terkenal. “

*Key dan Sunhye satu SMA. Anggap saja begitu. *

“ Mwo? “

“ Sejak lulus trainee bersamaan denganku, dan Jonghyun hyung, kami menjadi sorotan saat itu. Aku mendapat beberapa fans wanita, yang pada umumnya dari senior kami. Dan Sunhye, ia dikejar oleh hampir sebagian besar murid pria. Kau tahu kenapa? Karena, Sunhye yang sebelumnya sangat, hm, kau jangan marah lagi Minho, ia sangat cupu dulu. Tapi sejak masuk jadi trainee, kemampuan mengeksplor style nya berkembang. Kacamata minusnya yang setebal botol diganti softlens. Wajahnya yang polos, sudah dibubuhi make up yang warnanya natural. Kau tahu, ia bagaikan bebek jelek yang berubah jadi angsa cantik sejak saat itu. “

Minho dan Taemin mangap. Dari penjelasan Key yang panjang lebar tadi, mereka tak pernah membayangkan itu sebelumnya. Memang, Sunhye sekarang sudah sangat stylish, dan mungkin itu karena tuntutan perannya sebagai hair stylish khusus SHINee.

“ Jadi, apa kau menyukainya sejak saat itu? “

Key mengangkat sebelah bahunya. Ia tidak tahu sejak kapan, yang jelas ia menyukai Sunhye. Lalu apa yang membuat ia sadar akan perasaannya? Tidak lebih karena jantungnya yang berdegup kencang saat di dekat Sunhye. Yang ia tahu, jika jantung bekerja di atas detakan normalnya, ia sedang jatuh cinta.

“ Lalu kenapa Sunhye noona bisa menjadi hairstylish kita? Seperti yang kau katakan tadi, bukannya dia trainee dulu? “

“ Aku juga tidak tahu kronologisnya. Sebenarnya ia calon kuat member SNSD dulu. Ia dijuluki ratu latihan, tubuh mesin, dan juga obsesif tinggi dulu. Ia tak pernah absen latihan. Jika orang lain sudah pulang ke rumahnya, ia masih tinggal di ruang latihan. Tapi suatu hari ia tidak datang. Tentu saja ini sangat aneh. Sooman ahjussi sempat mencarinya, tapi ia menghilang. Yang kudengar, keluarganya menutup mulut. Kupikir Minho lebih tahu. “

Minho menatap lurus ke depan. Kenangan buruk itu terlintas di memorinya. Ia memang tahu sejarah menghilangnya Sunhye dulu, tapi ia selalu ingin melupakannya.

“ Dia kecelakaan. Sangat mengerikan, aku melihatnya di depan mataku sendiri. Aku, Minseok hyung dan Sunhye noona menghabiskan weekend bersama pagi sebelum kecelakaan itu terjadi. Sunhye noona terlihat sangat bahagia hari itu, aku juga tidak tahu kenapa. Dan mendengarmu barusan, kupikir ia senang karena akan memulai debutnya. Aku tak tahu apa-apa soal dia, soal traineenya. Aku baru mengetahuinya sejak kau mengatakannya tadi. Ia tak begitu dekat padaku, ia lebih lengket dengan Minseok hyung. “

Minho menahan napas, ia melihat bayangan seseorang dari layar TV. Sadar keberadaannya diketahui, Onew berdehem mengagetkan Key dan Taemin.  Sedikit khawatir meliputi perasaan Key. Jika Onew tahu ia juga menyimpan rasa pada Sunhye, maka usahanya menekan perasaannya akan sia-sia saja.

“ Aku mendengarnya mulai dari Key mengatakan Sunhye terkenal di SMA. Jadi kalian berada di sekolah yang sama? “

Key menghembuskan napasnya lega. Ia juga mengangguk menjawab pertanyaan Onew.

“ Bisakah kau lanjutkan Minho? “

“ Ne. Kecelakaan yang sangat tragis. Ia tertabrak mobil truk. Badannya sangat hancur. Ia koma selama empat bulan lebih di RS Seoul. Beberapa kali ia drop. Hingga akhirnya, Sooyoung ahjumma, eumma noona, memutuskan membawanya ke Amerika. Minseok hyung pernah menjenguknya ke sana, dan ahjumma selalu memberi kami kabar kemajuan pengobatan noona. Setahun kemudian noona kembali. Ia benar-benar sembuh, tapi aku tak melihatnya seceria dulu. Ia lebih banyak melamun. Karena Minseok hyung sibuk dengan studinya, Sunhye noona diserahkan padaku. Begitu kuceritakan padanya aku akan memulai debutku bersama kalian di bawah naungan Sment, ia terkejut luar biasa. Ia bahkan memintaku berkeliling gedung Sment. “

“ Lalu kenapa kau bisa bersamanya saat kecelakaan? “

“ Dia memintaku menemaninya ke suatu tempat. Aku tak begitu akrab, tapi Minseok hyung minta tolong padaku menemaninya. Lagipula, katanya ia sudah janji mau mengenalkanku pada seseorang. Kupikir seorang yeoja, mungkin saja temannya terpukau dengan ketampananku lalu ingin kenalan denganku. “

Napas Taemin dan Key yang tertahan mendengar cerita Miho. Tapi kalimat terakhirnya menjadi memuakkan bagi mereka.

“ Kau tidak beda narsisnya dengan Key hyung. “

Bersamaan, Taemin mendapat jitakan di kepalanya dari Key dan Minho. Taemin hanya menggerutu dengan pelan, takut mendapat jitakan lagi .

“ Ceritaku belum selesai. Malam itu aku ingin mengantarnya dengan motorku, tapi ia menolak. Makanya kami naik bus. Ia sangat terburu-buru. Saat itu, ponsel kami berdering bersamaan. Aku fokus membaca sms yang masuk di poselku, tidak sadar kalau noona jalan terus padahal lampunya masih merah. Dan begitulah, saat aku mendengar teriakan di sekitarku, pandanganku langsung tertuju ke noona yang sedang sibuk dengan ponselnya. Ia terlihat mengetik sesuatu, wajahnya juga terlihat sangat sedih. Aku ingin menyelamatkannya, tapi terlambat. Tubuh noona terlindas sebuah truk. “

Mereka terdiam. Masing-masing dengan pikirannya sendiri. Minho bahkan sudah menangis.

“ Ini semua salahku, harusnya aku memperhatikan noona… “

“ Aigoo, jangan menangis begitu. Yang penting sekarang, Sunhye sudah baik-baik saja kan? “

Minho mengangguk di sela senggukannya. Tangan Key yang membelai kepalanya memberinya sedikit ketenangan. Onew meremas kaki bajunya. Ia gelisah, tahu akan sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan oleh Sunhye. Terjawab sudah rasa penasarannya, mengapa Sunhye menghilang. Ia menggigit bibirnya keras, kemudian ia segera berlari menuju mobilnya. Perasaan menyesal berkecamuk di pikirannya.

****

 

Flashback Mode

 

“ Oppa! Kau harus memanggilku oppa, aku lebih tua setahun darimu. “

Shireo! Kau memang lebih tua, tapi sikapmu jauh lebih kekanakan dariku. “

Sunhye mencubit kedua pipi chubby Onew. Sudah kebiasaannya bila ia sangat gemas pada Onew. Meski sakit, Onew menikmatinya. Ia tidak tahu alasannya, tapi ia sangat suka melihat wajah Sunhye dari dekat. Terlalu cantik di matanya.

“ Kau tahu? Aku dipilih Sooman ahjussi menjadi member SNSD. Dan aku akan debut pertengahan 2007. “

“ Jeongmal? “

“ Ne. Ini adalah impianku, Jinki ya. “

“ Kau senang? “

Sunhye mengangguk. Dadanya seperti ingin meledak sekarang juga saking bahagianya. Menjadi penyanyi adalah impiannya sedari kecil.

“ Kalau begitu kau harus mentraktirku! “

“ Mwo? Harusnya kan kau yang mentraktirku. Kau yang debut, kenapa malah aku yang… “

“ Ara arasso. Aku akan mentraktirmu, datanglah sabtu ini ke Cafe PostSick. Ok? “

“ Kita akan berdua saja? “

“ Tentu saja tidak! Aku akan mengenalkanmu pada sepupu-sepupuku yang sangat tampan. “

“ Setampan apa pun, pasti aku lebih tampan dari mereka kan? “

Sunhye menoyor jidat Onew, membuat Onew memanyunkan bibirnya. Ekspresi yang sangat suka dilihatnya dari Onew, namja yang sudah dianggapnya sebagai seorang sahabat.

“ Ah, aku harus pulang. “

“ Kuantar yah? “

“ Aniyo. Tidak perlu. Aku akan dijemput. Aku duluan ya, kalke! “

Onew melambaikan tangannya pada gadis yang kini masuk ke dalam mobil. Sunhye membuka setengah kaca jendelanya, juga membalas lambaian Onew. Sesaat kemudian, ponselnya berdering. Sebuah pesan singkat masuk.

 

From : Mr Lee

Besok aku akan mengatakan cintaku padamu. Aku ingin memamerkan pada dunia kalau orang yang kucintai adalah yeoja yang sangat cantik di dunia ini. Saranghae, Lee Sunhye.

 

Sunhye tercekat, tapi senyumnya segera mengembang. Bodoh sekali, baru kali ini ia mendapat pengakuan cinta seperti ini dari seorang namja. Setahunya, namja yang mendekatinya pasti akan mengutarakan perasaannya tanpa ia ketahui sebelumnya. Ia tertawa, setidaknya sekarang ia tahu Lee Jinki memang orang yang sangat unik.

****

            Onew duduk manis di mejanya. Ia memilih meja paling ujung, dekat jendela agar ia bisa melihat kedatangan Sunhye. Detik, menit bahkan berjam-jam telah berlalu. Onew menatap jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Sudah lima jam ia menunggu. Ia lelah, dan cukup lapar. Ia tak sempat makan dari tadi pagi. Sebagai trainee, waktu dan tenaganya benar-benar terkuras. Bahkan makan pun tak sempat ia lakukan.

            “ Jewsongnida, tapi kafe ini akan tutup. “

            Seorang pelayan wanita membuyarkan lamunan Onew. Merasa tersindir, Onew segera meninggalkan tempat itu. Onew meremas surat di tangannya. Surat yang ditulisnya dengan amplop berwarna merah jambu. Ia bahkan tidak tidur sekejap pun hanya untuk merangkai kata-kata yang cukup untuk mencurahkan isi hatinya pada Sunhye. Ia mengecek ponselnya, lalu mengirim pesan singkat pada Sunhye.

 

            To:Ms Lee

            Kau tahu kalau aku paling benci menunggu? Tapi, aku tetap melakukannya karena kau. Kau mau mempermainkanku karena tahu aku menyukaimu? Selamat, karena kau sudah berhasil melakukannya. Kupikir kau orang yang baik, ternyata kau cukup picik. Satu hal yang kuharapkan darimu, Ms Lee, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.          

 

            Surat yang sudah tak berbentuk lagi dilemparkan Onew ke tempat sampah yang kebetulan ada di sampingnya. Lampu jalan sudah berwarna hijau, tapi Onew masih berdiri di tempatnya. Berdiri kaku dengan pandangannya yang mulai mengabur.

 

****

            In other side…

 

            “ Aigoo, oppa, aku ada janji hari ini! “

            Minseok mengangkat bahunya. Ia kembali mengerjakan tugas rumahnya. Sunhye ketiduran di kamar Minseok, dan hal itu sudah biasa terjadi. Kerap kali, Minseok harus numpang di kamar Minho karena tidak ingin mengusik sepupu kesayangannya.

            “ Oppa, kenapa kau tidak membangunkanku?! “

            Merasa diacuhkan, Sunhye menarik-narik lengan baju Minseok. Ingin sekali ia marah pada yeoja yang telah mengganggu waktu belajarnya, tapi aegyo di wajah Sunhye meluluhkan hatinya.

            “ Mian, soalnya kau kelihatan capek sekali. “

            “ Apa kubilang! Seharusnya kau tidak naik roller coaster itu! ”

            “ Terus kau mau apa? “

            “ Antar aku, oppa. “

            “ Kau tidak lihat aku sedang sibuk? Besok aku ada ujian, kau sama Minho deh. “

            “ Aah? Namja kulkas itu? Tidak mau, yang ia tahu hanya senyum. Ia terlalu diam. “

            Namja kulkas? Itu memang sebutan Minho bagi Sunhye. Minho memang sangat kalem, dan tidak pernah mengeluarkan sepatah katapun, kecuali untuk menyapanya, di depan Sunhye.

            “ Maumu bagaimana? Kalau kau pergi sendirian, umma ku tidak akan mengizinkanmu. Akhirnya, kau melanggar janjimu kan? “

            Sunhye mendecak kesal. Minseok benar, akhirnya ia memang harus mengajak Minho keluar.

            Flashback Off

 

****

            ^Sunhye Side^

Kurasa tulangku akan remuk. Aku menyesal bermain hujan tadi. Tapi setidaknya, aku cukup merasa tenang. Di bawah hujan, tidak ada seorang pun yang akan menyadari aku sedang menangis. Yah, aku menangis untuk kesekian kalinya. Sejak kapan aku jadi secengeng ini, aku lupa.

Kutopang daguku dengan sebelah tanganku. Kuhirup udara malam yang sangat dingin, tapi memberiku ketenangan. Susu hangat buatan eomma kuminum perlahan. Kusandarkan punggungku, dengan kepala menengadah ke atas. Malam ini bintang tak muncul. Hanya awan gelap, yang memberi pertanda akan turun hujan sebentar lagi.

Akhir-akhir ini, duduk di balkon seperti sekarang ini sudah menjadi kebiasaanku. Memandang kerlap-kerlip bintang di langit memang sering dilakukanlu sejak dulu. Tapi seingatku aku bersama seseorang dulu. Tapi siapa?

Aku masih sibuk dengan pikiranku, mencoba mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terus menghantui otakku selama ini. Tiba-tiba, bunyi klakson mobil membuyarkan lamunanku. Aku menengok ke bawah. Sebuah mobil mercedes merah terparkir di depan rumahku. Sosok pria yang selalu membuat jantungku berdetak cepat tak karuan mengangkat kepalanya ke arahku. Ia memandangku cukup lama, lalu ia  terlihat mengetik sesuatu di ponselnya.

Seketika ponselku berbunyi, sebuah pesan singkat masuk.

From:Jonghyun

Kenapa duduk di balkon? Kau tidak merasa cuaca sangat dingin sekarang?

Aku tersenyum ke arahnya, baru saja aku bergerak dari tempatku untuk menemuinya, ponselku kembali berbunyi.

From:Jonghyun

Tidak, jangan turun.

To:Jonghyun

Wae? Kau sangat membenciku?

From:Jonghyun

Tentu saja tidak.

To:Jonghyun

Kenapa kau tidak mau menemuiku? Mengirim pesan singkat seperti ini melelahkan.

From:Jonghyun

Kalau begitu masuklah, sekarang sangat dingin. Besok SHINee ada show. Dan aku tidak mau lihat seorang hairstylish berbakat kami akan flu besok. Night.

Jonghyun melambaikan tangannya, lalu ia masuk ke mobilnya. Aku segera berlari, sebelum Jonghyun pergi. Mobilnya sudah bergerak beberapa meter, tapi aku tidak akan menyerah. Aku terus berlari secepat yang kubisa, meneriakkan namanya berkali-kali. Usahaku tak sia-sia, ia segera menepikan mobil kemudian menghampiriku yang kehabisan napas.

“ Bukankah sudah kubilang jangan menemuiku? “

“ Kau memarahiku sekarang? tidak bisakah kau menghargai usahaku sedikit? Tidak tahukah kau berlari di malam seperti ini sangat dingin? “

Aku berbalik arah menuju rumahku. Tapi sepasang tangan kekar memeluk tubuhku dari belakang. Tanpa berbalik pun aku segera tahu pemiliknya siapa.

“ Mianhae. “

Kubalik tubuhku ke arahnya. Kutatap sepasang bola matanya yang terlihat memerah.

“ Kenapa kau menghindariku? Kenapa aku tidak boleh menemuimu? “

Jonghyun tersenyum, dan terlihat jelas senyumnya itu sangat dipaksakan. Kepalanya diangkat keatas, sudah pasti ia menahan air matanya tidak terjatuh lagi.

“ kenapa? Aku hanya ingin melepaskanmu dengan tenang. Aku akan melupakanmu pelan-pelan. “

Aku menunduk. Ini memang yang  kuinginkan sejak dulu, tapi kenapa hatiku malah sakit. Aku tersenyum cepat setelah mengetahui alasanku. Kuperkecil jarak diantara kami.

“ Gomawo, sudah melepaskanku oppa. “

Jonghyun kembali tersenyum. Kubelai pipinya dengan lembut, dan ia terlihat menikmatinya. Kurengkuh dagunya perlahan, dan setelah bersusah paya berjinjit, aku bisa meraih bibirnya. Yah, aku menciumnya lembut. Dan entah iblis mana merasukiku, aku menggigit pelan bibir bawahnya. Ia mebuka mulutnya, membiarkan lidahku menelusup masuk ke rongga mulutnya. Dalam sepersekian detik, ia merapatkan tubuhku ke arahnya. Pinggangku dipeluknya. Cukup lama kami dalam posisi ini, hingga ia melepas ciumannya. Ia ngos-ngosan, aku pun sama. Kupindahkan kedua tanganku memeluk lehernya.

“ Kau masih bisa melupakanku? “

Aku mengedipkan sebelah mataku. Ia terdiam sebentar, tapi senyumnya segera terpasang di wajahnya. Aku bisa merasakan detak jantungnya yang sangat cepat, sama cepatnya dengan detak jantungku sekarang.

“ Sampai kapan aku harus jinjit seperti ini? Kakiku pegal. “

Akhirnya aku bisa melihatnya tertawa lagi. Tapi tidak lama, karena aku kembali melumat bibirnya. Terkesan bernafsu memang, tapi inilah aku. Aku harus mengakuinya memang, aku tidak bisa kehilangan Jonghyun. Dan ciuman ini, entah mengapa aku seperti mencandunya. It’s not about passion, but this is a real proof that i love him. Can you feel it, Jonghyun oppa?

Tbc

Bagaimana? Bagaimana? Apakah ini sudah panjang? *nanya lagi* soalnya pas bikin fanfic sequel ini, aku benar-benar lebe, gak punya feel sama sekali. Dan lagi, bikin fanfic panjang-panjang, aku gak bisa. Takutnya bila dipanjangin malah gak mutu sama sekali, maksudnya terkesan dipaksain gitu. Jadinya yah gini. Makanya, minta sarannya yaah reader. Daaah. J

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “Don’t Remind Me – Part 8”

  1. Pengen deh nendang tuh kata “tbc”, lg seru”nya baca, ganggu aja luh *plaaaakk
    Udah lumayan panjang ko thor, q msh bingung *lambat koneksi , jd onew itu cma jadi pelampiasannya sunhye? Dan sunhye msh suka ma jjong?

    1. tendang aja, paling komptermu yang rusak 😀
      gimana yaaah, ini emang ff paling gaje sedunia, kalo masalah suka itu, mungkin terjawab di next part deh

  2. namja sapi… namja kulkas… hahaha minho…. tmbh lg 1 namja kelinci.. si onew /plaakkk

    wah wah wah… complicated.. *bnr g sih tulisannya* hahaha

    next part dtggu

  3. Jadi sebenarnya Yang disukai Sunhye itu Onew apa Jjong??? Kesannya dia plin plan ya… Katanya udd putus sama Jjong tp ciumannya Hot begitu sihhh…..

    Dan Key,, narsisme Key.. Ckck.. Cocok2 saja sih….. Dia emanf narsis kok…..hihihihi;,,,,,,,, jadi Key pernah suka sama Sunhye juga… Waahh… Si Minho bangga eoh,,,hehehe

    Namja kulkas? Namja sapi?? Namja kelinci?? Namja kucing? Namja ayam?? Namja dino?? Namja kodok? Kenapa lama2 member SHINee jadi kayak kebun binatang ya… #abaikannnn…. XDD

  4. kalau gini,sunhye rakus!
    Semuanya dicium.
    Eon,wp mu kok sepi bgt,gak ada postingan baru lg

  5. kalau gini,sunhye rakus!
    Dan ceritanya keren!
    Semuanya dicium.
    Eon,wp mu kok sepi bgt,gak ada postingan baru lg

  6. Ampun, deh, si Sunhye itu… dua2nya disosor!!!!!
    Mau aku jambak ya, rambutnya…….. (dijambak author duluan…)

    Awas, klo Jinki liat dia lg cium Jjong.
    Pasti sakit hati lg, Jinkinya….

    Jinki udah, gak usah pikirin Sunhye lg. Dia nggak pantes buat kamu.
    Plin-plan kyak gitu. Biar sm Jjong aja, plin-plannya sama,
    kemaruknya jg sama!!!!!!

    (dijambak author lg…….)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s