Talk To Love – Part 4

Talk To Love

Part 4

Title                 : Talk To Love

Author             : EmoonKey_Kyu

Main Cast       : Choi (Jung) Hye Bin, Key,  Kim Jonghyun, Park Eunmi

Support cast    : SHINee’s member, Choi Nikka

Lenght             : Chaptered 4/10

Genre              : Romance (maybe), friendship

Rate                 : PG-16

Summary        : Love come to you without permission.

 A.N                 : Annyeong ^^ ini ff pertama Emoon yang Emoon coba kirim ke sini. Idenya sih udah pasaran yah, tapi kan ceritanya belum tentu sama. Nyoba-nyoba kalau respon bagus yah ngirim lagi #dorrr. Really-really need ur comment, soalnya Emoon masih abal di dunia per ff’an. Mian kalo banyak typo trus gaje, ini ff juga udah Emoon post di blog pribadi #eaeaeaaaa 😀 tapi banyak yang di edit termasuk judulnya #plakk. So, happy reading and leave ur comment chinguyaaaa ^0^//*

Ps: gomawo buat admin yang mau ngepost. Big hug from me ^^

Talk To Love

“Umm, sejak kapan kau di sini Kibum-sshi?” tanya Hye Bin ketika bangun dari tidurnya. Key menengok lalu duduk di sofa.

“Baru saja. Aku tak tega melihatmu yang sudah sangaaaaaat merindukanku untuk menunggu lebih lama lagi.” Jawab Key bangga, Hye Bin bangkit dari duduknya dan menghampiri lemari es yang memang ada di situ.

“Mau minum apa?” tanya Hye Bin sambil berjongkok mencari sesuatu yang bisa di minum.

“Terserah kau saja.” Jawab Key yang sedang asik membolak-balik majalah fashion yang ada di meja.

Hye Bin meletakkan 2 minuman kaleng dingin yang baru saja dia ambil lalu duduk di samping Key yang masih asik dengan majalahnya. Untuk beberapa menit tak ada yang bersuara “Kibum-sshi, aku memintamu ke sini bukan untuk membaca majalah.” Protes Hye Bin membuka pembicaraan.

Key manatap Hye Bin sebentar dan menutup majalah di tangannya. “Wae uri buin?” tanya Key manis dan itu membuat Hye Bin sedikit merinding.

“Haah, entah setiap kali kau berkata manis padaku aku merasa merinding Kibum-sshi.” Gerutu Hye Bin. “Aku ingin tinggal di rumah ibuku di Gangnam.”Key mengerutkan alisnya tanda bingung. “Aku ingin kita tinggal di rumah ibuku di Gangnam. Melelahkan kalau aku harus bolak-balik dari rumahmu lalu kesana hanya untuk merawat rumah itu. Aku juga ingin supaya kita bebas melakukan sesuatu.” Jelas Hye Bin pada akhirnya.

“Aku juga sudah memikirkan untuk membeli apartemen baru untuk kita tinggali berdua. Rasanya tidak enak kalau banyak orang di rumah itu. Kadang aku juga terusik dengan pelayan-pelayan yang bersliweran (?) di rumah itu.” Hye Bin menggut-manggut mendengar argumen Key. Tiba-tiba Key menyipitkan kedua matanya. “Jadi kau mau berduaan saja denganku begitu?” Key menaik-naikkan alisnya dan itu membuat Hye Bin langsung melemparkan majalah yang tadi Key baca ke hidung Key yang meurutnya cocok untuk landing majalah terbang.

“Ouccwwhh!!!!”

“Kibum-sshi, jangan bicara yang tidak-tidak atau hidungmu itu akan habis di tanganku!!”

“Ini namanya KDRT huh!!” Pekik Key masih memijat-mijat tulang hidungnya. “Memang kita akan pindah kapan? Aku juga pasti akan tetap jarang di rumah kalau kita jadi pindah.” Lanjut Key lagi.

“Ommonim bilang, tidak untuk minggu ini karena ommonim akan menemani abeonim ke Jepang untuk beberapa hari.” Key hanya mengangguk dan meminum minuman kaleng yang ada di meja.

“Kalau kau jarang di rumah, itu adalah berita bagus untuk kelangsungan hidup hidungmu Kibum-sshi.”

“Heeh??”

@@@@@@@@@@@@@

Key melihat bangunan rumah bercat putih di depannya, bangunan yang menurutnya memiliki gaya arsitektur yang unik. Bisa di katakan modern tapi juga bisa di katakan tradisional (apa pula ini?). Hari ini adalah hari dimana Key dan Hye Bin mulai menempati rumah milik Hye Bin di daerah Gangnam.

Setelah melalui perundingan yang cukup panjang #halah akhirnya Tuan dan Nyonya Kim meng-iyakan Key dan Hye Bin untuk tinggal di rumah itu.

“Yaaaaa Kibum-sshi!! Jangan hanya berkacak pinggang saja huh! Bawa juga barang-barangmu, kau kira ini tidak berat!” Teriak Hye Bin dengan 2 koper di tangannya, rupanya sejak tadi Hye Bin sudah bolak-balik keluar masuk rumah untuk membawa barang-barangnya masuk. “Seharusnya tadi aku menyetujui usul ommonim untuk meminta kuli yang melakukannya.” Gerutu Hye Bin lagi sambil memicingkan matanya ke arah Key yang sepertinya tidak mendengar teriakkan Hye Bin. Padahal kalau di pikir, teriakan Hye Bin mampu menggetarkan lampu taman di situ. Untung tidak sampai pecah. -_-

“Haah, kau tahu…” ucap Key menghalangi jalan Hye Bin untuk masuk ke dalam rumah. Dan itu membuatnya berhenti. “Mendangarmu berteriak-teriak seperti itu membuat telingaku sakit. Jadi, lebih baik kau jaga bibirmu itu!!” ancam Key menunjuk-nunjuk bibir Hye Bin dengan telunjuknya.

Lalu menuju mobil untuk mengambil sebuah koper miliknya. Hye Bin mematung di tempat, hatinya seakan ingin meneriaki Key lebih keras lagi. Mungkin kalau ada toa di sini, telinga Key bakal tuli sungguhan. “Yaaaaaa!! Aku lapar, cepat masuk dan masakkan sesuatu untukku!!!” pekik Key dari dalam rumah dan itu membuat Hye Bin kaget. Sejak kapan Key melewatinya?

@@@@@@@@@@@@@@

“Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu.” Key langsung duduk mendekati Hye Bin yang sibuk dengan buku-buku kuliah di meja belajarnya. Hye Bin hanya menoleh dan melanjutkan acara mengobrak abrik isi tas kuliahnya dan itu sangat berantakan. “Kenapa kau memajang foto pernikahan kita di ruang kerjamu?” tanya Key mengingat beberapa minggu yang lalu di kantor Hye Bin.

“Entahlah, kurasa dengan adanya wajahmu di kantorku membuat semangat para pegawaiku meningkat. Mereka yang memintanya, aku sih tidak mau.” Jawab Hye Bin cuek dan meminum segelas air putih yang jelas-jelas ada di tangan Key. Key melongo melihatnya. “Gomapta, ternyata kau tahu kalau aku sedang haus. Hehe”

“Cih, kau pikir aku adalah pelayanmu dengan senang hati mengantarkan air untukmu?” Key melihat gelasnya yang sudah kosong. “Aissh, aku malas turun untuk mengambil air minum.” Gerutunya melas.

“Berlebihan.” Desis Hye Bin pelan dan duduk di sebelah Key dengan ipod ditangannya menandakan kalau dirinya akan segera tidur.

“Member SHINee ingin bertemu denganmu. Kau hanya bertemu mereka 1 kali bukan?” Hye Bin melepas headset yang baru 1 terpasang di telinga kanannya. Bertemu member SHINee? Uwooo, keren.

“Jeongmal? Aigoo, kenapa kau tidak bilang dari tadi?” kata Hye Bin berbinar. Key lagi-lagi melongo menatap Hye Bin di depannya yang menurutnya juga berlebihan.

“Kenapa kau senang sekali? Kau bahkan hampir setiap hari melihatku, tapi aku tak melihat adanya rasa senang dalam dirimu.”

“Haaah, awalnya aku kira kalau kau itu tampan. Tapi setelah semakin dekat seperti ini aku malah merasa kalau kau itu biasa-biasa saja. Hanya over cerewet.” Jawab Hye Bin tenang tanpa memperhatikan kalau Key sudah bersiap-siap memberinya hadiah bantal layang gratis. “W-wae? Apa aku salah bicara?”

“Aniyo! Sepertinya kau perlu kuperiksakan ke dokter mata. Atau aku minta tolong umma saja untuk memeriksa matamu, apakah katarakmu semakin parah atau tidak.” Protes Key lalu bangkit berdiri.

“Mau kemana kau?” Key kembali berbalik.

“Tentu saja kembali ke kamarku. Memang kau mau tidur denganku? Aku sih ok ok saja, ayo kita tidur.”

“Jangan bermimpi Kibum-sshi. Lebih baik kau bawa kembali gelas kosongmu ini. Aku tidak akan bisa tidur kalau ada sesuatu yang kotor ada di kamarku!!”

@@@@@@@@@@@@@@@@

Key membawa Hye Bin pergi ke daerah Apgeujong untuk shooting CF terbaru mereka. Onew yang memintanya sekaligus menunjukan ke publik kalau keadaan rumah tangga mereka baik-baik saja.

Menyedihkan juga kalau 2 bulan menikah dan publik sama sekali tidak mengetahui bagaimana keadaan rumah tangga mereka.

“Apa aku sudah cukup cantik?” tanya Hye Bin sambil mematut dirinya pada cermin di dashboard mobil milik Key. Key menoleh sebentar dan melanjutkan aktifitas menyetirnya lagi sambil geleng-geleng melihat tingkah Hye Bin yang menurutnya berlebihan. Ini sudah ke 5 kalinya Hye Bin menanyakan pertanyaan yang sama. Hanya untuk bertemu member SHINee saja sampai segitunya.

“Aku yakin memberdeul tidak akan lupa pada wajahmu. Jadi sesering apa kau melihat cermin, ya itulah wajahmu. Tidak berubah, tetap seperti kelinci.” Cibir Key dengan senyum meremehkan.

“Yaaa, mana ada kelinci secantik diriku.” Ucap Hye Bin dengan PDnya, Key menatap Hye Bin cengo.

“Setidaknya, nanti semua orang tahu kalau istri dari SHINee Key itu gadis yang cantik. Jadi kau tidak perlu malu.” Lanjut Hye Bin lagi.

“Ternyata kadar kenarsisanmu cukup parah Hye Bin-sshi. Ah terserah kau saja. Tapi kita juga harus punya panggilan khusus. Rasanya aneh ketika kau memanggilku Kibum-sshi dan aku memanggilmu Hye Bin-sshi. Mereka akan curiga.” Ucap Key sambil menepikan mobilnya di sebuah taman. Hye Bin berfikir sebentar. Benar juga, mana ada suami istri yang memanggil pasangan masing-masing seformal itu.

“Nee, rasanya aneh. Lalu apa yang akan kita gunakan?” tanya Hye Bin balik sambil mencoba berfikir lagi. “Yeobo, baby, darling, honey, jagi, lovely? Aisssh, menyebut kata-kata manis seperti itu membuat perutku mual.” Gerutu Hye Bin seolah mempraktekkan rasanya ingin muntah sungguhan. Key ikutan merinding ketika Hye Bin menyebutkan kata-kata barusan. Benar juga, itu terlalu tabu untuk mereka.

“Kurae, Binnie the pooh. Eotte?” Key mengeluarkan uneg-unegnya.

“Mwoo? Pooh? Yaaak, setauku winnie the pooh, bukan binnie the pooh.” Protes Hye Bin tak rela namanya berubah.

“Aissh, itu yang ada di otakku. Sudahlah terima saja, my Pooh. Aigooo, neomu kyeowo. My Pooh. Hahahaha”

“Terdengar manis juga.” Gumam Hye Bin pelan sembari berfikir. “Johta, aku dapat ide. Bagaimana kalau aku memanggilmu manusia tak berperasaan? Keren kan? Aah, ideku me- AWWWWWWWW. Kenapa memukul kepalaku?” Hye Bin mengelus elus belakang kepalanya yang telah berubah menjadi bandara pendaratan kotak tishu.

“Kau yang tidak berperasaan. Cih, otakmu ternyata buntu juga ya.” Desis Key. “Karena otakku juga sedang malas berfikir, kau panggil aku ‘Boo’ saja. Eotte?” ucapnya sembari melepaskan sabuk pengaman.

Hye Bin berfikir sebentar. “Yaak, aku pernah membaca FF tentangmu dan panggilan itu kau gunakan untuk memanggil Amber.” Komentar Hye Bin setelah berhasil mengingat sesuatu.

Key menautkan kedua alisnya. “Amber? Ah, aku juga pernah baca. Tapi kau tahu itu tidak mungkin kan. Manamungkin aku memanggil Amber ‘my Boo’. Itu juga cuma 1 kali saja aku memanggilnya begitu.” Sanggah Key “Jadi, kau jangan cemburu, itu hanya FF dan waktu itu hanya kebetulan saja. Tambah Key lagi. (inget video yang Key manggil Amber my boo waktu di backstage, acaranya apa Emoon lupa.)

“Terserah kau lah, kurae aku akan memanggilmu Boo.” Ucap Hye Bin pada akhirnya. “Tapi perlu di ralat, kalau aku sama sekali tidak cemburu. Arro.”

“Arraseo, my Pooh.”

@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Lokasi shooting CF di laksankan di sebuah taman daerah Apeujong yang lumayan sepi. Jam segini waktunya sekolah, jadi hanya ada sedikit orang yang melihat proses shooting berlangsung. Dan di taman ini hanya akan di ambil beberapa part saja, jadi bukan keseluruhan. Hanya akan di ambil gambar saat semua member SHINee berlari, melompat, pokoknya beraktifitas yeng mengeluarkan keringat.

“Jangan dekat denganku. Kau bau, Boo.” Hye Bin sedikit menggeser pantatnya menjauh dari Key yang baru saja duduk di sebelahnya.

“Hahaha, aku menyayangimu Pooh.” Key malah semakin mendekati Hye Bin dan memeluknya.

“Aissh, lepaskan aku. Wabah bau keringatmu nanti menyebar.” Tolak Hye Bin meronta-ronta, Key malah semakin mengeratkan pelukannya.

Tanpa mereka ketahui sedari tadi member SHINee memperhatikan mereka dari jauh. Bahkan kru-kru disana juga ikut mengabadikan moment itu. Jarang sekali kan, Key menunjukkan kemesraannya pada semua orang. Ini akan jadi berita bagus. Dan semoga saja bisa mengubah pemikiran netizen tentang mereka.

“Tuhkan, aku ikutan bau.” Gerutu Hye Bin sembari mengendus-enduskan hidungnya. Key malah tertawa melihat itu. Menyenangkan saat melihat wajah Hye Bin yang sedang ngambek seperti ini.

“Wae? Kenapa melihatku seperti itu? kau tidak takut akan jatuh cinta sungguhan padaku?”

“Aniya, kenapa aku harus takut jatuh cinta padamu. Itu adalah berita bagus. Suamimu bau, maka kau juga harus bau. Suamimu lompat, kau juga harus lompat. Suamimu masuk jurang, kau juga haru-”

“Lapor polisi.” Potong Hye Bin nyengir lalu mengambil sapu tangan miliknya. Key yang belum sempat melanjutkan kata-katanya, lagi-lagi hanya tersenyum geli. Hye Bin terkadang bertingkah seperti anak kecil tapi juga kadang bersikap dewasa. Hye Bin mengelap-elapkan (?) sapu tangan yang dia pegang ke wajah dan leher Key yang berkeringat. “Aigoo, apa kalian selalu melakukan ini setiap shooting? Haaah, aku paham sekarang. Kenapa kau setiap pulang malam langsung masuk ke kamar, dan tidur seperti mayat. Ternyata aktivitasmu berat juga ya.” Key hampir tak bisa bernafas saat Hye Bin mengusapkan sapu tangan dengan lembut ke wajahnya. Rasanya aneh, tapi tenang seolah rasa lelahnya hilang ikut terserap bersama keringat ke dalam sapu tangan itu. “Emm, karena hari ini kalian sudah bekerja keras aku akan mentraktir kalian untuk makan di Lasvera gratis. Haha.” Ucap Hye Bin senang.

“Kenapa berhenti?” tanya Key karena tiba-tiba tangan Hye Bin berhenti menggantung di bawah bibir miliknya.

“Aku baru sadar kalau bibirmu indah. Kekeke” jawab Hye Bin ringan lalu melipat sapu tangannya dan memasukkannya kembali ke dalam tas. Key terdiam sebentar. Gadis di depannya ini menurutnya aneh, tapi unik.

“Kau ini aneh, seharusnya gadis sepertimu setelah mengatakan hal barusan maksudku memuji pria apalagi bibirnya akan langsung merasa malu. Tapi kenapa kau malah terlihat biasa saja. Jangan-jangan kau sering memuji pria lain di belakangku.” Tebak Key yang membuat Hye Bin memicingngkan matanya.

“Tentus saja tidak, Boo. Kau kira aku ini gadis gampangan. Aku hanya suka memuji orang tanpa menyembunyikan sesuatu. Kau ini terlalu sering menonton drama.”

“Kurae, tapi jangan pernah memuji pria lain seperti barusan di belakangku. Hanya aku yang boleh kau puji, hanya aku pria yang memiliki bibir indah di matamu dan hanya aku pria yang ada di otakmu.” Ucap Key menunjuk-nunjuk dahi Hye Bin dengan telunjuknya.

“Wae?”

“Karena aku ini suamimu satu-satunya.”

@@@@@@@@@@@@@@@

“Hye Bin-a gomawo karena mau mentraktir kami di sini. Makanannya sangat enak, aku suka.” Komentar Onew saat berada di teras Lasvera. Hye Bin sungguhan membawa mereka ke Lasvera dan mentraktir mereka. Yah, sekalian promosi. Ekekeke.

“Cheonmaneyo, Oppa. Ini sebagai hadiah untuk kalian karena telah bekerja keras hari ini.” Jawab Hye Bin membungkuk.

“Noona, sering-sering ya mentraktir kami di sini. Hehehe.” Tawa Taemin terdengar renyah, Key langsung mengalungkan lengannya ke leher magnaenya itu. “Apha hyung, aissh lepaskan aku.”

“Bisa-bisa Lasvera bangkrut karena kalian sering kesini dan meminta Pasta gratis terus.” Celoteh Key melepaskan pelukannya dari leher Taemin.

“Tak kusangka gadis sepertimu suka dengan masakan Itali. Aku malah berfikir kalau kau hanya doyan ramyun atau jajangmyun saja.” Kali ini Jonghyun ikut bicara dan di sambut tawa yang lain termasuk Hye Bin.

“Kau benar oppa, aku malah lebih suka ramyun atau jajangmyun ketimbang pasta, ravioli, torteloni, lasagna dan sejenisnya. Terlalu mahal dan rumit.” Ujar Hye Bin lalu membekap mulutnya sendiri.

“Aigoo, apa yang baru saja aku katakan.”

“Hahaha, aku setuju noona.” Timpal Taemin. Lagi-lagi mereka tertawa.

“Hye Bin-a, kami menyukaimu. Jadi jangan sungkan untuk berbicara atau sekedar mentraktir kami seperti ini.” Kata Minho yang sedari tadi diam, sepertinya dia adalah member yang paling lelah.

Bagaimana tidak, dia yang paling sering dapat part lari dan lompat. Mungkin karena tubuhnya cocok untuk menjadi seorang atlet. Meskipun mereka tadi shooting CF minuman isotonik, tetap saja tidak bisa bohong kalau mereka lelah walaupun sudah meminum banyak ion.

Key mengelus-elus bahu Minho, sifat ke-ibu-nya keluar. “Aissh, lebih baik kalian cepat pulang. Aku tidak akan pulang ke dorm malam ini. Jadi besok pagi, Jonghyun yang dapat jatah membangunkan member yang lain.”

“Arraseo-yo hyung.” Jawab Jonghyun melipat tangannya, keren.

“Yaaa, jangan panggil aku hyung!!!”

@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin langsung merebahkan tubuhnya di sofa sesampainya di rumah. Badannya serasa remuk seharian hanya duduk diam melihat prosesi shooting. Dirinya yang hanya diam saja lelah, apalagi Key yang berlari-lari seharian. Dan besok harus ada shooting lagi, part untuk kolam renang. Uwaaaah, pasti akan jauh lebih melelahkan. Tapi untuk besok, Hye Bin lebih memilih berangkat ke kampus.

Sudah cukup hari ini dia bolos kuliah demi Key.

Key ikut merebahkan tubuhnya di samping Hye Bin. Matanya setengah terpejam, wajahnya terlihat sangat letih. Semalam dia pulang dari MuBank sekitar jam 2 pagi dan tadi jam 6 sudah berangkat shooting sampai sekarang sekitar jam 10 malam. Dia manusia juga kan, bukan mesin. Hye Bin memperhatikan setiap lekuk relief wajah Key yang menurutnya indah. Rasanya tenang melihat Key yang sudah hampir tertidur dan tanpa sadar sudah bersandar di bahunya.

“Boo, kau mungkin akan tertawa mendengarku menceritakan hal ini padamu. Tapi kau tahukan kalau aku tidak bisa menyembunyikan sesuatu darimu.” Hye Bin bergumam sendiri sambil terkekeh geli memikirkan apa yang akan ia katakan. “Kau adalah pria pertama yang bisa sedekat ini denganku. Apa ini rasanya dekat dengan seorang pria? Atau karena ini hal baru bagiku? Kau tahu, selama ini yang ada di otakku hanya belajar mengenai bisnis dan bisnis yang akan aku jalankan kelak. Abeoji yang menuntutku begitu, padahal aku lebih suka di bidang design. Haaah, di satu sisi aku senang kalau Eunmi-sshi yang akan menggantikan peranku nantinya. Karena aku merasa dia malah seperti kakakku, bukan ibu tiriku. Menyedihkan bukan, mempunyai ibu tiri yang seumuran dengan kita.” Hye Bin menyanderkan kepalanya ke kepala Key di bahunya.

“Aku tidak membencinya, hanya saja aku tidak suka dengannya. Benci dan tidak suka itu beda kan? Menurutku dia itu terlalu menyebalkan. Tak bisa kupikirkan kalau nantinya aku akan punya adik darinya. Itu sangat mengerikan. Mereka sangat kejam ya. Sama sekali tidak menanyakan keadaan ibuku. Apa mereka menganggap ibuku sudah meninggal? Aku berjanji, saat umma bangun nanti aku akan mengembalikan ke keadaan semula mengembalikan ke tempat yang seharusnya meski itu sulit untuk bisa menjadi seperti dulu lagi tapi aku akan berusaha. Abeoji bisa sukses seperti ini karena perjuangannya dengan umma bukan hanya karena harabeoji, dan sekarang dengan enaknya Eunmi-sshi yang hanya seorang sekretaris abeoji  malah merebut abeoji dari umma. Aku memang tidak bisa 100% menyalahkan Eunmi-sshi, kalau saja abeoji itu tipikal pria yang setia dan tidak suka main mata dengan perempuan pasti perceraian tidak akan terjadi.” Tanpa sadar Hye Bin terisak mengingat betapa menyakitkannya melihat ibunya menangis dan di pukuli ayahnya dulu dan melihat hakim memukulkan palu di pengadilan 3 tahun lalu.

“Boleh aku mengeluarkan pendapatku? Aku benci menikah, aku benci kalau nanti akhirnya aku akan terluka seperti umma. Aku benci perceraian, dan aku benci abeoji! Tapi menikah denganmu seperti ini bukanlah suatu pilihan untukku. Aku takut jatuh cinta padamu dan nanti aku akan menangis karena melihatmu pergi meninggalkanku. Aku takut Boo saat kau nanti akan meminta cerai dariku. Aku tahu ini bukan hakku, dan aku tahu kalau nanti kita akan bercerai. Tapi aku takut terluka.” Ucap Hye Bin pelan hampir seperti suara isakkan yang sangat pelan.

@@@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin mengerjab-ngerjabkan matanya menahan silau yang masuk melalui jendela kamarnya yang telah terbuka lebar.

“Morning, Pooh.” Key duduk di tepi ranjang Hye Bin.

Hye Bin memutar bola matanya untuk mencari fokus dimana dia sekarang. “Kenapa aku bisa disini?” tanya Hye Bin bingung sambil menguap lebar. Seingatnya semalam dia ada di sofa bersama Key. Hye Bin melihat Key yang duduk si sampingnya dengan memakai kaus putih serta boxer bermotif kotak-kotak (kenapa malah ngomongin boxer?). “Kenapa aku bisa pindah ke sini?” tanya Hye Bin bingung yang di sambut senyuman Key. “Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?”

“Ahni, aku suka melihat wajahmu saat bangun tidur. Kau seperti bayi. Aku yang menggendongmu kemari, kau sepertinya harus diet.” Jawab Key lalu berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Hye Bin yang kebingungan. “Kajja, wake up now! Kau harus ke kampus kan?” Key menarik tangan Hye Bin hingga dia berdiri dan mendorongnya ke kamar mandi. “Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Jadi kau tenang saja. Aku tunggu kau di bawah ok, Pooh.”

Hye Bin masih bingung dengan kelakuan Key yang menurutnya sangat aneh hari ini, jarang sekali dia bisa sebaik ini. Apa dia kesambet setan Lasvera semalam? Anggap saja iya #plakk

Key merapikan tempat tidur Hye Bin yang juga menjadi tempat tidurnya semalam. Semalam Key sebenarnya tidak tidur, hanya hampir tertidur. Semua yang Hye Bin katakan semalam, sangat jelas terdengar. Mungkin Hye Bin belum menyadari kalau pagi ini dia terbangun dengan mata bengkak.

Meski cuma isakan, tapi untuk gadis yang memiliki mata gemuk seperti Hye Bin menangis sebentar saja pasti sudah terlihat. (kayak matanya Yoona SNSD itu looh). Semalam setelah memastikan Hye Bin tidur Key langsung menggendongnya untuk tidur di kamar. Karena dirinya terlalu lelah, dia ikut tertidur di kamar ini. Beruntung Key bangun lebih awal, kalau tidak jangan harap Key bisa datang shooting dengan hidung utuh hari ini.

Hye Bin keluar kamar dengan pakaian yang cukup santai, matanya tertuju pada Key yang sudah bersiap berangkat shooting di meja makan. “Kau yang menyiapkan semuanya?” tanya Hye Bin lalu duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan Key.

“Tentu saja, memang siapa lagi manusia disini selain kita berdua. Kata dokter Jang, Picho sudah bisa di ambil. Kau yang mengambilnya atau aku?” tanya Key lalu menyuapkan sup kimchi ke mulutnya.

“Aku saja, setelah pulang kuliah aku akan ke rumah sakit lalu mengambil Picho. Akhirnya anakku sembuh juga.” Jawab Hye Bin riang. Sudah 3 hari ini Picho memang ada di Dokter Hewan, ada sedikit masalah dengan pencernaanya.

“Err, bukankah lebih baik kalau kita punya anak sungguhan.” Celetuk Key yang membuat Hye Bin menelan makanannya tanpa di kunyah dan itu membuatnya tersedak. “Yaaa, makan hati-hati. Kunyah dulu baru telan.” Key mengelus-elus tengkuk Hye Bin sambil berdiri.

“Uhukk. Ehm, kau bilang apa barusan? Anak sungguhan? Aigooo, apa kau memasukkan obat atau sesuatu ke dalam sup mu sampai kau bicara ngelantur seperti ini.” Tanya Hye Bin setelah bisa bernafas kembali.

“Ck, kau ini. Umma menanyakan apa kau sudah ‘isi’ apa belum, haah seharusnya umma bersabar. Kita baru menikah selama 1 bulan dan umma sudah menanyakan hal itu. Benar-benar gila.” Jawab Key kembali fokus ke makanannya sedangkan Hye Bin masih memikirkan perkataan Key. Anak?

Bayi? Pikiran itu sebenarnya sudah mengusik Hye Bin akhir-akhir ini mengingat nasehat Tuan Min 1 minggu lalu. Tuan Min adalah orang kepercayaan ayahnya yang sudah mengabdi di keluarga Choi sejak Hye Bin masih kecil. Tuan Min mengatakan, kalau sampai Eunmi duluan yang mengandung maka semua jerih payahnya untuk mengembalikan ke posisi semula akan sia-sia. Artinya, calon anak Eunmi lah yang akan menjadi pewaris utama Choi Corp. Hye Bin bukannya seorang gadis yang materialistis, tapi mengingat nasib ibunya sekarang membuatnya mengesampingkan hatinya. Egois, realistis, dan materialistis harus ada pada dirinya sekarang. Dia tidak rela kalau sampai semua yang dia milikki menjadi milik anak Eunmi nanti.

Sedangkan Key sadar kalau apa yang di ucapkannya tadi memang aneh. Tapi memang ibunya pagi tadi menelepon dan menanyakan hal itu meski tak di pungkiri kalau dia juga menginginkan seorang anak. Tapi mana mungkin mereka bisa punya anak sedangkan mereka sama sekali tidak pernah melakukan itu. Paling pol juga tidur 1 ranjang, itupun hanya tidur dan ada pembatas guling di antara mereka. Key sebenarnya ingin membahas hal ini lebih lanjut tapi mengingat cerita Hye Bin semalam membuatnya berfikir ulang. Sangat kejam memang meminta anak lalu bercerai, sumpah demi apapun Key tidak mau melakukannya. Sangat tidak manusiawi. Tapi alasannya menikah memang untuk itu.

Dihatinya ada Yura, meski dirinya tak yakin kalau Yura masih mengingatnya sebagai seorang kekasih. Disisi lain, dia mulai ada rasa perhatian pada Hye Bin. Key menganggap Hye Bin itu rapuh meski dari luar dia terlihat seperti gadis yang kuat dan tegar. Trauma broken home memang sangat mengerikan, dia juga tidak mau kalau nanti sudah punya anak dari Hye Bin dan hanya akan sama ceritanya dengan nasib mertuanya. Dia tidak mau anaknya menyimpan dendam padanya kelak. Dia punya rasa tanggung jawab pada Hye Bin untuk melindunginya sebagai seorang suami. Yura? Mungkinkah itu hanya cerita lama?

#############TBC############

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Talk To Love – Part 4”

  1. Hidungnya bisa dijadikan landasan majalah terbang…… Huwahahahaha…. Ngakak sama kalimat ini….. Ahh,,, banyak kalimat lucu (menurutku sihh)….hehehe

    Ihhh… Aku suka Key disiniiiiii…. Jahil, iseng tp perhatiannnnn….. Tipikal pria idaman wanita…. #eaaaa

    Wahh,,, Hyebin kasihan juga ya hidupnya….. Untung Key bisa berpikiran bijak… Ayo Boo,,, cepet buat Pooh Hamil ya.. Supaya kalian terikat N gx bisa kemana-mana………. Ahh gx sabar nunggu next part…. Nice story.!!!!!

  2. ehm ehm udh mulai2 menanam benih cinta nih (?)

    udhlah kunci.. lupain aj si yura u.u

    lnjutnnya dtggu

  3. key nya galau.. Mau pilih hye bin? Atau yura? *mending pilih aku #plakk*
    hye bin bener2 broken home.. Takut nikah karna takut trluka.. Kasiann
    awas aja kalo key sampe ceraiin hye bin! Trima pmbalasanku key! *siapin tang buat nyabut idung key* #ditendang lockets
    makin seru ceritanya thor.. Ditunggu klanjutannya 🙂

  4. Keyy.. Lupakan aja yura..
    Waaa.. Mrk udah mulai saling jatuh cinta nih..
    Chingu.. Jgn pisahin mrk yah??
    Next ditunggu..

  5. ayo cepet key buat baby.a…
    aku ga sabar, pen tahu konflik.a

    lg2 yg aku tangkep, si jjong, perhatian amat sm hye bin#curiga lagi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s