1st Journey at Sōzōtopia – Part 7

1st Journey at Sōzōtopia

Track 7– Pengkhianat adalah Pahlawan

 

Author : yen

Main Cast : SHINee’s Choi Minho, Super Junior’s Yesung, SHINee’s Lee Taemin, SHINee’s Kim Ki Bum, Super Junior’s Kim Heechul, Cho Hyo Ra.

Guest Stars :  Super Junior’s Lee Donghae, BIG BANG’s Choi Seung Hyun.

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Fantasy, Parallel Universe

Note : Also published at my very own blog (sozoofmine)

“Apa ini tidak berlebihan? Aku ‘kan bukan tamu resmi kerajaan,” protes Hyo Ra ragu-ragu, menatap bangunan besar dihadapannya. Taemin hanya tersenyum, meraih pergelangan tangan Hyo Ra dan membimbingnya memasuki kediaman tersebut.

“Bibi, ini tamu yang kemarin aku katakan. Tolong layani dia dengan baik,” ucap Taemin pada wanita setengah baya yang masih sibuk memberi hormat padanya. “Ini Bibi Han, dia yang akan melayanimu. Aku masih ada urusan. Kuharap kau nyaman tinggal di sini,” tambahnya sembari menatap Hyo Ra. Sedetik kemudian Taemin sudah menghilang begitu saja, membuat Bibi kepala dayang dan para dayang berjengit kaget.

“Mari Nona, saya antar ke kamar anda,” Bibi menyilahkan Hyo Ra dengan tetap menundukkan kepala. Berjalan mendahului Hyo Ra, menyusuri lorong panjang. Bangunan ini sungguh luas dan besar.

“Panggil Hyo Ra saja Bibi Han. Aku ‘kan bukan putri atau apalah,” sahut Hyo Ra ringan, menjajari langkah Bibi Han. Beberapa langkah dibelakang mereka, para dayang ikut melangkah perlahan, menjaga jarak.

Bibi Hwan mengangkat wajahnya, tersenyum, “Anda sangat cantik dan baik, mirip almarhumah Selir Kim. Pantas saja Pangeran Taemin begitu menyukai anda, ah-” Bibi Hwan buru-buru menutup mulutnya dengan telapak tangan, nampak seperti orang kelepasan bicara.

Hyo Ra tersenyum geli, “Bibi bisa saja.” Tiba-tiba teringat sesuatu, “Almarhumah Selir Kim?”

“Ibunda Pangeran Taemin. Kasihan sekali beliau, hidupnya begitu malang. Untung saja Pangeran Taemin menuruni sifat beliau. Oh… saya senang sekali melihat Pangeran bisa tumbuh menjadi pemuda yang begitu baik dan tampan. Padahal masa kecilnya begitu suram,” lagi-lagi Bibi Han mengakhiri pembicaraan dengan menutup mulutnya, “Ah… mulut ini.” ucapnya lirih.

Kali ini Hyo Ra mengabaikan perilaku Bibi Hwan, ada yang lebih menarik perhatiannya. “Ibunda Taemin? Bukankah ia masih hidup? Permaisuri Kwon?” Tanyanya menyelidik. Sebelum kemari, Taemin mengenalkannya pada Permaisuri Kwon yang sangat ramah. Ramah? Entahlah. Tapi yang jelas, begitu Taemin menyebutkan nama Hyo Ra, Permaisuri Kwon langsung mengembangkan senyum lebar, menyambut antusias. Hyo Ra justru merasa keramahannya berhubungan dengan statusnya sebagai Veneris.

“Oh, bukan. Permaisuri Kwon adalah ibunda Pangeran Jinki. Ibunda Pangeran Taemin telah meninggal,” Bibi Han menggeleng pelan. “Walaupun Yang Mulia Kaisar Donghae tidak pernah mengatakan langsung, tapi Selir Kim tahu kalau Yang Mulia mencurigainya selingkuh dengan Kaisar Siwon. Sungguh kasihan beliau, hidup tertekan, kesepian, dan disisihkan. Sebagai ibu putra mahkota, seharusnya ia mendapat gelar permaisuri. Tapi… ah, untung saja ia memiliki Pangeran Taemin yang begitu menghormati dan menyayanginya. Tapi, tetap saja Selir Kim tidak mampu bertahan, beliau meninggal dalam usia begitu muda.” Bibi Han menghela nafas, sementara Hyo Ra mendengarkan, antusias.

“Yah… hidup Pangeran Taemin sendiri tak kalah menyedihkan. Dijadikan alat untuk meraih kekuasaan oleh Ayahanda-nya sendiri. Belum lagi masalah Putri Ahra. Pertunangan itu membuat Pangeran Jinki semakin iri dan benci pada Pangeran Taemin. Ah… Pangeran Taemin benar-benar anak baik. Tidak pernah membenci orang yang sudah menyakitinya.”

Hyo Ra memiringkan kepalanya. Ia akui ini cerita yang menarik, bahkan mungkin bisa membantunya mengenal Taemin. Tapi bukankah perilaku Bibi Han ini ganjil? Seolah tanpa beban menceritakan kisah pribadi keluarga istana. Apa dia tidak takut dihukum atau apalah? “Apa maksud Bibi? Pangeran Taemin diperalat?”

Bibi Han sedikit berjengit, “Ah… itu. Bukan maksud saya mengatakannya demikian kasar. Nona, saya adalah pelayan pribadi Selir Kim, sekaligus pengasuh Pangeran Taemin. Sulit bagi saya untuk tidak memihak pada mereka. Kaisar Donghae menjadikan Pangeran Taemin sebagai alasan bahwa ia punya hak untuk menjadi Kaisar. Yah, itu alasan untuk meyakinkan para pendukungnya. Tapi sebenarnya, Kaisar Donghae memang lebih pantas menjadi Kaisar. Beliau memiliki kemampuan politik yang lebih baik, sikap kemimpinanan yang adil, juga lebih memihak pada rakyat kecil. Tidak seperti Kaisar Siwon yang hanya bisa berfoya-foya, memeras rakyat dengan pajak yang sangat tinggi, membiarkan oarang-orang kaya bertindak semena-mena, dan hanya mementingkan kaum bangsawan. Bagi rakyat kecil, Kaisar Donghae adalah pahlawan. Orang yang telah membebaskan mereka dari tiranitas Kaisar Siwon.”

Hyo Ra tertegun, mengingat kisah ini menurut versi Minho. Kalau begini, sebenarnya nasib Minho dan Taemin tak jauh berbeda. Ibu mereka sama-sama dituduh selingkuh. Minho yang hidup dipengasingan, kehilangan haknya sebagai putra mahkota. Taemin yang ternyata hanya dijadikan alat bagi ambisi ayahnya. Bahkan dibenci saudaranya sendiri. Mungkin hanya pilihan mereka yang berbeda. Taemin memilih untuk memaafkan. Dan itu membuatnya bisa tersenyum tulus. Berbeda dengan Minho yang memilih mendendam. Hyo Ra ingat betul kepedihan yang menggantung di mata Minho, tetap nampak jelas sekalipun ia sedang tersenyum lebar.

“Oh-ya. Apakah Nona sudah bertemu dengan Putri Ahra?” Bibi Han mengulurkan tangan, membuka sebuah pintu.

Hyo Ra menggeleng pelan, “Siapa?”

“Tunangan Pangeran Taemin. Sebulan lagi mereka akan menikah.” sahut Bibi Han singkat.

Hyo Ra menaikkan alisnya.

“Tapi Pangeran Taemin sepertinya lebih menyukai anda Nona. Dia terlihat begitu gembira akhir-akhir ini. Ah… dia bahkan tidak sungkah-sungkan menggandeng anda. Padahal, tersenyum pada Putri Ahra saja jarang.” Bibi Han tersenyum simpul.

Hyo Ra tidak tahu harus berkomentar apa. Taemin sudah punya tunangan? Tentu itu bukan urusannya. Taemin menyukainya? Entahlah. Rasanya itu juga bukan urusannya. Iya ‘kan?

“Nona pasti merasa saya terlalu banyak bicara. Lancang dan kurang ajar.” Bibi Han tersenyum bijak. “Nona, saya mengenal Pangeran Taemin sejak dia masih dikandungan Ibundanya. Sayalah orang pertama yang akan memastikan Pangeran Taemin bahagia. Dan jika kebahagiaan Pangeran Taemin berasal dari anda, maka saya akan memastikan, bahwa anda mencintainya secara tulus. Bukan karena statusnya. Anda harus mengenal Pangeran Taemin apa-adanya.” Kali ini ekspresi Bibi Han terlihat serius, setengah berharap. Hyo Ra hanya bisa menatap kosong. Astaga… cinta? Dragon bisa menyembelihnya kalau ia sampai jatuh cinta pada salah satu kandidat. Lagi pula, jatuh cinta pada orang yang memiliki masalah serumit Taemin atau Minho? Terdengar seperti sengaja masuk dalam ajang pertempuran. Entahlah. Dan hei! Dia ‘kan seorang Veneris. Para kandidat hanya ingin memilikinya saja ‘kan? Hyo Ra tiba-tiba merasa bahwa Bibi Han terlalu naif.

Bibi Han menyodorkan setumpuk besar kain kearah Hyo Ra, “Anda pastilah sangat spesial bagi Pangeran Taemin. Sampai-sampai menyuruh anda tinggal di rumah kediaman mendiang ibundanya.”

“Kediaman ibundanya?” Hyo Ra mengambil alih tumpukan kain itu dengan ragu-ragu. Mirip sebuah gaun, tapi kenapa begitu berat?

“Iya. Ini adalah kediaman almarhumah Selir Kim. Pangeran Taemin tak mengijinkan siapapun mendiami rumah ini. Anda orang pertama.” Bibi Han melambaikan tangan pada dayang yang sejal tadi berdiri di luar pintu, “Cepat kalian bantu Nona Hyo Ra berganti pakaian.”

Hyo Ra tersedak kaget. Jadi benar tumpukan kain yang luar bisa berat ini adalah gaun? Dan dia harus memakainya? Astaga!

***

Hyo Ra menatap takjup istana merah di hadapannya, menghela nafas panjang, “Seperti negeri dongeng,” gumamnya lirih.

Gadis mungil itu kembali melangkahkan kaki, berhati-hati. Hari ini dia memutuskan untuk memakai gaun pemberian Dragon. Sekadar menegaskan bahwa ia menghadap sebagai Veneris, bukan Cho Hyo Ra. Gaun itu memang tidak senyaman celana dan blus sepinggang –pakaian rakyat bawah- yang biasa dia pakai. Walaupun begitu, gadis itu suka dengan sensasi sejuk dan melayang dari bajunya. Bagaimanapun, gaun ini berkali lipat lebih nyaman daripada baju kerajaan yang harus dikenakannya 2 hari ini. Tampak luarnya memang sungguh cantik, tapi beratnya, luar biasa. Bagaimana takkan berat? Baju istana itu berlapis-lapis, bahannya juga sangat tebal. Benar-benar merepotkan.

Hyo Ra sejenak berhenti di depan semak bunga yang berwarna gradasi biru dan ungu, mengatur jantungnya yang berdegup cepat. Bagaimanalah dia tidak gugup, hari ini dia harus bertemu dengan Kaisar Donghae secara langsung. Benarkah yang dikatakan Minho? Kaisar Donghae adalah pembunuh berdarah dingin dengan tampang bak malaikat? Atau Bibi Han yang benar? Kaisar Donghae adalah pahlawan pembela rakyat kecil. Entahlah. Bukan itu yang harus ia pikirkan sekarang ini. Memilih kandidat, itu prioritasnya.

Perlahan Hyo Ra menyusuri tepi sungai kecil yang berisi ikan berwarna-warni, sangat cantik. Seekor capung bersayap keemasan dengan bintik biru di setiap segmen abdominal hinggap di bahu Hyo Ra, mata majemuknya yang biru cemerlang tak henti menelisik wajah gadis itu.

“Hyo Ra? Sedang apa kau di sini?”

Hyo Ra menoleh, mencari sumber suara yang memanggil namanya.

Tak jauh dibelakangnya, Key berdiri bertelekan pinggir jembatan yang tepat berada di atas kolam ikan, tersenyum lebar menatapnya. Jembatan yang merupakan satu-satunya penghubung antara kediaman Kaisar dan bagian istana lainnya yang sempurna dipisahkan oleh sungai kecil itu.

“Key, kau juga di sini? Apa Kaisar Donghae juga memanggilmu?” Tanya Hyo Ra ramah, mendekati Key. Capung bersayap keemasan terbang meninggalkan keduanya.

Key justru tampak tak percaya, “Kaisar, menyuruhmu menghadap?”

“Iya,” sahut Hyo Ra singkat.

Sekilas terlihat kilatan asing di mata Key, “Kau tidak membuat masalah atau apa ‘kan?”

Hyo Ra mengerutkan alisnya, “Tidak. Tumben sekali kau bertanya. Biasanya langsung membaca pikiran.”

Key menatap Hyo Ra lurus-lurus, “Membaca? Kau kira pikiran itu seperti buku? Bisa dibaca begitu saja?”

Hyo Ra menangkat bahu.

“Nona Cho Hyo Ra, Yang Mulia Kaisar dan Putra Mahkota sudah menunggumu. Silahkan ikuti kami.”

Obrolan mereka terputus oleh panggilan dari sekelompok prajurit dan dayang yang tampaknya merupakan penjemput Hyo Ra.

“Anda juga sudah ditunggu Jenderal Kim.” Tambah seseorang yang sepertinya adalah pemimpin mereka.

Key mengangguk sopan, berjalan menjejeri si pemimpin rombongan. Hyo Ra mengikuti mereka, mencuri-curi dengar obrolan.

“Kau jarang terlihat di istana Key.” Cetus pemimpin rombongan.

Key tersenyum tipis, “Minho sedang marah besar. Aku sibuk mengurusnya,” sahut Key, melirik Hyo Ra. Disaat yang bersamaan Hyo Ra juga menatap Key, berjengit. Apa maksud Key dengan ‘mengurus’?

Pemimpin rombongan terkekeh kecil, “Kalau kau bersungguh-sungguh, sejak dulu kau bisa menghabisinya. Atau kau memang menikmati permainan ini Key?”

“Kau bisa saja Seung Hyun. Aku tidak sehebat itu,” sahut Key ringan, menyeringai lebar.

Beberapa dayang tampak cekikikan, saling berbisik sambil mencuri-curi pandang ke arah Key. Nampaknya mereka adalah penggemar jenderal yang satu ini. Hyo Ra melotot secara terang-terangan pada para dayang yang kasak-kusuk tidak jelas.

“Perhatikan jalanmu Nona Hyo Ra, hati-hati,” goda Key dengan nada suara geli.

Hyo Ra mendelik pada Key, mengerucutkan bibir.

Seung Hyun menatap Key dan Hyo Ra berganti-ganti, “Sepertinya kau cukup akrab dengannya Key,” bisiknya.

Key tersenyum malas, “Dia suka mencari masalah dengan Minho. Tentu saja Putra Mahkota mengkhawatirkannya.”

Hyo Ra rasanya ingin sekali menjitak kepala Key. Dasar menyebalkan. Lihatlah! Dia bisa ngobrol dengan santai bersama Seung Hyun. Padahal kalau sedang bicara dengannya, Key selalu menyela, tak sabar menunggu. Sok sekali. Mentang-mentang bisa membaca pikiran orang. Benar-benar menyebalkan!

“Maaf Nona. Sepertinya barusan kau mengatakan sesuatu?” Key menyeringai pada Hyo Ra.

Hyo Ra tersenyum sok manis, “Ah… tidak Jenderal. Aku tidak mengatakan apapun.” Mengedip aneh, “Sejak tadi aku sibuk berpikir tentang mercusuar yang itu. Kau ingat?”

Seung Hyun menatap Key lamat-lamat, seolah bertanya ada-hubungan-apa-kau-dengan-Nona-ini?

Key mendelik sebal, teringat peristiwa di mercusuar. Tidur bersama? Hei, tentu tidak seburuk kedengarannya. Mereka hanya tidur dengan kepala saling bertumpu. Tetap saja, Key jengah mengingatnya.

Hyo Ra tersenyum-senyum kecil. Key bungkam seribu bahasa. Hanya berjalan lurus menuju kediaman Kaisar Donghae. Melihat ekspresi dingin Key, Seung Hyun juga memilih diam.

***

“Jadi, kau bersedia menikah dengan putraku?” Tanya Donghae setelah berbasa-basi beberapa saat. Menanyakan asal-usul, orang tua dan hal-hal umum lainnya pada Hyo Ra. Hyo Ra menjawab asal, yang penting tidak berbohong, mengatakan Ayah dan Ibunya tidak ada. Buru-buru menambahkan dalam hati, tidak ada di semesta yang ini. Mereka tinggal di semesta yang lain. Donghae mendengarkan jawaban Hyo Ra dengan seksama. Menyimpulkan bahwa Hyo Ra tidak mempunyai keluarga. Urusan lebih gampang, pernikahan ini hanya perlu dibicarakan dengan Hyo Ra saja. Jika Hyo Ra mengangguk setuju, maka selesai perkaranya.

Hyo Ra mengeluh pelan, melihat Taemin yang menatapnya penuh harapan. Melirik Key yang melihat dinding dengan ekspresi datar. Bagaimanapun, Hyo Ra merasa ini ada hubungannya dengan statusnya sebagai Veneris. Memangnya apalagi? Mana ada orang normal yang melamar padahal baru kenal beberapa hari? Padahal orang itu sudah memiliki tunangan, dan akan menikah dengan tunangannya sebulan lagi. Benar-benar!

“Baiklah, Yang Mulia. Saya bersedia. Dengan syarat Putra Mahkota harus menikah dengan Putri Ahra terlebih dahulu. Bagaimanapun, saya tidak ingin ada yang tersakiti.” Jawab Hyo Ra tegas. Hyo Ra merasa waktu untuk menetukan sang terpilih sudah semakin dekat. Jadi jalani saja semuanya. Sesuatu yang besar akan terjadi, sesuatu yang akan menjadi akhir sekaligus awal.

Taemin mengeryit keberatan. Dia membujuk Ayahnya dengan alasan ‘Hyo Ra adalah Veneris’ agar dia bisa menikah dengan gadis yang disukainya, sekaligus terlepas dari beban harus menikahi Ahra. Bukan, Taemin bukannya membenci Ahra. Hanya saja, Ahra adalah wanita yang sangat yang dicintai oleh hyung-nya, Lee Jinki. Tak dinyana, Hyo Ra malah mengajukan syarat seperti ini.

Key melirik Hyo Ra sekilas, kembali menatap dinding tanpa ekspresi. Merasa sebal harus menjadi saksi perundingan ini. Paham benar kalau Hyo Ra mengangguk, itu berarti ia akan mendapat tugas menjaga Hyo Ra, Veneris yang sekaligus calon Putri Mahkota.

Donghae menatap Taemin, seolah meminta pendapat. Taemin menghela nafas, menjawab tatapan Ayahnya dengan anggukan kecil.

Donghae nampak berpikir cepat. Urusan memiliki Veneris tidak bisa ditunda lagi. Situasi politik memanas gara-gara urusan ini. Semua pihak merasa berkepentingan. Janji menjadi penguasa negeri-negeri timur bukanlah hal kecil. Belum lagi Minho yang takkan mau kalah. Semuanya harus dilakukan dengan ekstra cepat. “Baiklah. Itu bisa diatur. Aku akan mempercepat pernikahan mereka, minggu depan. Upacara pernikahan kalian akan dilaksanakan sehari setelahnya. Tapi tetap kau yang akankulantik sebagai Putri Mahkota,” mengalihkan pandangannya pada Key. “Jenderal Kim, kau sudah dengar semuanya. Mulai sekarang, kau bertugas menjadi pengawal pribadi Hyo Ra.”

Key mendengus pelan, “Maaf Yang Mulia. Bukan maksud saya membangkang. Tapi sebaiknya biar Choi Seung Hyun saja yang menjadi pengawal pribadinya. Minho pasti marah sekali begitu mendengar berita pernikahan Hyo Ra dan Putra Mahkota. Saat ini yang harus diprioritaskan adalah keselamatan Putra Mahkota, bukan Hyo Ra. Minho tidak akan menyakiti Hyo Ra, dia juga punya kepentingan terhadapnya,” sahut Key datar.

Baik Donghae maupun Taemin mengangguk setuju. Itu memang benar. Jelas-jelas Minho juga menginginkan Veneris. Tidak mungkin ia akan mencelakai Hyo Ra.

“Panggil Choi Seung Hyun dan para pejabat istana lainnya. Kita harus segera membahas pernikahan ini,” titah Donghae pada sekretarisnya yang segera membungkuk memberi hormat dan berjalan keluar ruangan.

Taemin meraih pergelangan tangan Hyo Ra, membungkuk pada Donghae, “Kami pamit undur diri Ayahanda. Aku akan mengantar Hyo Ra kekediamannya.”

Hyo Ra melirik Key yang hanya mengangguk. Bahkan pada Kaisar pun, Key hanya mengangguk tipis. Hyo Ra memutuskan mengikuti gaya Key. Berusaha menempatkan diri sebagai Veneris. Bukan seorang Cho Hyo Ra yang gadis biasa.

“Key, kau sudah tau apa rencana Minho selanjutnya?” Tanya Taemin saat mereka bertiga telah keluar dari kediaman Kaisar.

“Aku belum yakin. Karena rencana kita bocor lagi, mereka mengubah strategi. Apa kau tidak bisa melakukan apa-apa pada si pengkhianat itu?” Key menjawab dengan nada nyaris ketus.

Taemin menghela nafas berat, “Tak segampang itu Key. Bagaimanapun, dia adalah hyung-ku. Semula aku berharap pernikahanku dengan Hyo Ra bisa menyelesaikan masalah ini. Tapi sepertinya tidak.”

“Apa?” Hyo Ra bertanya penasaran, namanya ikut disebut-sebut.

“Akan  menimbulkan masalah lebih besar lagi jika kau menolak menikahi Ahra. Kau pikir Negeri Seribu Kupu-kupu akan diam saja setelah kau lecehkan?” Nada suara Key meninggi.

“Apa sih yang kalian bicarakan?” Hyo Ra memotong sebal.

Key mendengus sebal, “Minho sepertinya sedang merencanakan sesuatu. Aku sulit berkonsentrasi di sini.” Ucapnya dingin, melirik Hyo Ra tajam. Sedetik kemudian Key sudah terbang dengan kecepatan tinggi, entah kemana.

***

Next:

Track 8 – Kebenaran yang Terkuak

“Kau wanita pertama yang membuatku merasa nyaman sekaligus khawatir tidak karuan. Satu-satunya orang yang entah mengapa membuatku merasa tak keberatan berbagi masa depan.”

“Terlalu banyak kepentingan atas pernikahan seorang putra mahkota.”

“TAPI AKU MENCINTAIMU, AHRA! KAU TAHU ITU!”

 “Maka biarkan aku berhenti menjadi Pangeran!”

“Kau benar. Kau memang tidak sepertiku. Kau tak akan mampu membunuh orang lain. Jadi, menghilanglah Hyung! Lenyaplah dari dunia ini! Bunuh dirimu sendiri!”

Catatan Penulis:

Belum berhasil mempercepat alur cerita. Hufh…. *pasrah-nyaris-menyerah

Status : terpapar sindrom bertele-tele kebanyakan bacot

Maaf lagi ya…

Maaf, maaf, maaf.

*deep-bow*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

33 thoughts on “1st Journey at Sōzōtopia – Part 7

  1. woww,,
    hyora mau nikah ma taemin,, klo ga salah, jika hyora menikah brarti tugasnya sbg veneris brakhir,, wuuhh, pilih lah dngan bijak hyora,, siapa kandidat yg akan kau brikan mutiara naga,,,
    wezz, next part ad onew,, apakah dia akan berbicara sepanjang lebar jonghyun,,??
    Keren,
    lanjuuutttt…….

  2. Wahhhh bkin deg2an nih,, kok aku makin pengen hyora ma key ya?? Taemin biar ma aku ajah kan dia ga suka ma ahra.. Haha *d bantai*
    Yaudah next part nya jgn lama2 ya..

    Fighting!!!

    1. Sama!! Aku jg lagi deg2an gara2 BIGBANG mo konser di Indonesia *upss OOT

      Nggak suka bukan berarti nggak mau ‘kan? #eh

      TengKYU, may~

  3. Omo!!
    Taemin & Hyora mau nikah?
    kok hyora lgsg stuju dy kn gk blh nikah ma syapa pun,
    hm.. minho psti gk bkln tinggal diam nich,

    waah dtrack dpn bkaln trkuak smua yaah, hm gk sbr nunggunya lnjut thor. . .

    1. Bukan nggak boleh nikah, nggak boleh jatuh cinta #ngeles
      Haa… Ummul betul 100%. Jelas Minho nggak bakal tinggal diam! Hehehe…

      Track depan? Enggak juga sih. Di track 8 itu… ada Onew.

      Makasih Ummul~🙂

  4. makin ke sini makin seru
    maaf,eon part 4-6 gak ngomen. hehe
    Hmm, seandainya Hyora tahu kalau bang Jinki suka sama Ahra. mngkin dia gak ngajuin syarat kayak gtu.
    kasihan Taemin..
    kasihan jga Minho.
    Hm, mau nanya eon, si dragon suka sama Hyora yah? makannya dia blng kalo si Hyora gak boleh jatuh cinta. selain, krena biar Hyora bisa objektif menntukan pilihannya.
    Key, kora2 dia suka gak yahsama Hyora?
    Yen eon, di tnggu lanjutannya😀

    1. Nggak komen?? #melotot
      Hehehe… becanda, Tiara…
      Nggak papa kok. ‘Kan di track ini dirimu komen.🙂

      Dragon suka Hyora?
      Hmm… penjelasannya ada di track terakhir (klo nggak salah inget)
      Key ama Hyora juga di track akhir. Masih jauh….

      Sip. Kita tunggu lanjutannya aja ya…
      Makasih Tiara~

  5. yahh.. kok mau nikah? paling2 batal nih.
    sama key aja dong.. hehehe
    jinkinya ksiann, suka ahra tapi ahranya tunangan taemin.
    ni crta kyknya tmbh ruwet ajah..
    But.. This good and aku jadi tmbh pnsrn jugaa.. eh onn, pdhl aku aja blm baca part 6nya loh.. hhoohoo
    hmm.. smkn rumit aja tntg veneris ini.
    Penasaran sm dragonnya tu siapa ya yen onnie?
    kl bisa, kasi povnya dragon dikiiiiitt aja tntg perasaannya ke Hyora, abisnya ngasih syarat kyk begituuu…
    hehee

    1. Hehehe…
      Lho? Belum baca track 6? Hehehe…

      Ada kok nanti cerita soal Dragon. Aku lupa, klo nggak di track terakhir, kayaknya di outro deh. Tunggu aja ya…

      Makasih tetekyukyu~
      Ah… btw, panggilanmu siapa ya?🙂

  6. *sujud sukur terus laru2 keliling monas bawa mawar (?)*
    yeay HyoTae :3 buahahaha *girang*

    aaaaa tp masih belum bisa ngeraba (?) si minho itu jahat apa baek sih .-. si key mah ga usah ditanya dah, dia mah antara jahat dan baik ampir engga ada batasnya ==’

    lalalala jinki mau nongol cieee (?) dan dragon sama sekali tak ada di sini .-. Penasaran sama dia bahaha.

    Hayolhoooo ada apa ini ya? :p
    dilambatin aja alurnya unn, demen ane bacanya xD

    ayo yen unnnn~ cemungut!😀 kalo engga pacar2 yen unn (?) disita seminggu😄 *ngeyel ni anak -_-

    1. Hah? Dirimu ngapain Van? Lari-lari keliling monas? Hahaha…

      Haishh… ngapain jg ngeraba-raba Minho #eh

      Yap, Jinki track depan muncul untuk menghilang #upsss

      Dilambatin? Bukannya ini juga udah lambat bgt? Bertele-tele?

      Pacar-pacar aku? (berasa jd bad girl deh saya, hehehe…)
      Silahkan aja di sita. Syukur malah, aku bisa cari lagi (lirik-lirik Eunhyuk, Kris and Luhan) #PLAK

      Makasih, Van~
      FIGHTING!!

  7. Jadi makin Njlimet nih ceritanya…. Taemin adik seayahnya Jinki, ditunangkan dg gadis yg sangat dicintai Jinki. Kemudian Hyora membuat syarat agar Taemin menikah dg Ahra lebih dulu…. Haishhh,,, makin kisruh….. Udahlah.. Hyora sama Kyuhyun ajj dehh… Ehh Kyuhyun kakanya deng.. Ya udd sama Key juga boleh…. Hehehe (mentang-mentang dua biasnya KeyKyu..)

    Baiklah… Ditunggu pasrt selanjutnya.. Ohh add yg ketinggalan… Choi Senghyun itu TOP kan?? Waahh,, kapan panda seungri Keluar,,,,,hehehe

    1. Hehehe…
      Ya udah, gini aja. Hyora ama Key, Vi ama Kyu. Gimana? *angkat-angkat alis*

      Yap. Itu mas TOP-nya Storm. Jd figuran, hahaha… #PLAK

      Panda masih sibuk ngunyah daun bambu #eh

      Makasih Vi~🙂

  8. makin ruwet makin kisruh makin penasaran sbnernya siapa yg bner siapa yg slah?ehm klo bgtu tanyakan saja pada nyiur yg melambai lambai pasrah -plakk-

    typo tuh yg bner itu bibi han pa bibi hwan??

    klo hyora nikah ma taemin mang bisa?mksudnya tgs hyora kn blum slese gtu,pa cra hyora buat milih kandidat yg dpt mutiara naga itu mang hrus dnikahi y??tp g sgmpg itu kn hyora nikah ma taem?klo dsnetron2 pas akad nikah sblum blg “saaahhh” psti ada pengganggu dtg *bner2 korban sinetron* \plakk/

    satu lgi aku mau tereak dulu.. ehm ehm kkyyyaaaaaa ada choi seunghyunnnnnn dsini…ee buset dah cinta pertama choi siwon,ayang sekarang choi minho,selingkuhanku choi seunghyun kmpul semua aigoo *judul: WIDIA YANG TEROMBANG AMBING CINTA KELUARGA CHOI* #plakbakbuk -skip-

    cma mau ngmg gtu doang🙂 ..
    next track lanjuuuutt dahh…

    1. Tanyakan pada rumput yang bergoyang, hehehe… #PLAK

      Ah… itu… namanya yang bener adalah… BIBI GALAU! #eh
      Awalnya sih Han, trus… kayaknya Hwan lebih bagus. Tapi… emang ada marga Hwan? Balik lagi ke Han.
      Hasilnya? KACAU!!
      Hehehe… author plin-plan.

      Makasih koreksinya Widia~
      Silahkan terombang-ambing dalam keluarga Choi.
      Hati-hati, jangan sampai terdampar di keluarga Kwon ya… bahaya!
      GD : Maksud loe?!
      Yen : Sante aja nape bang? Sewot amat!
      😀

  9. YENNNNNNNNNNNN!!!
    Itu! Itu! SEUNGHYUN!!!!!!!!
    Omomomo!! Udah jadiin aja aku sama Seunghyun!
    Hyora mau sama Taemin kek, sama Key kek, ga pentinggg..
    Yang penting aku sama Seunghyunnnnnn…!!

    *Hidup Storm
    *Hidup Seunghyun

    Yen: STORM JAUH-JAUH DARI SINI!!!
    Aku: Nyengir kuda he..😀

    1. STORMMMMM!!
      BIGBANG ALIVE WORLD TOUR 2012 in INDONESIA : CONFIRMED!!
      WHAT DO YOU THINK??
      SHOULD WE…?!
      (Sorry, OOT bgt ya??)

      Yakin mau dipasangin ama Seunghyun? *evil smile*
      Bukan di sini tapinya….
      Ehm… di Taemin’s Short Journey. Mau??
      Hahaha….

      Ah-ya, sayangnya dirimu nggak satu spesies ama Seunghyun. Dia ‘kan bukan kuda. Itu namanya cinta terlarang! #eh

      1. WAAAAAAA!!!
        WE SHOULD, YEN!! WE SHOULDDDD!!!
        GD YEN, GD!!
        TOP YEN, TOP! *ngatur emosi*
        Aku juga kmrn sore histeris sama temenku hehehe..
        *langsung cek saldo* mwahahaha

        YAAAA!!!
        Jangan di Taemin’s Short Journey donggggggg
        dunia hewan begitu.. *jitak nih

        Yen: *death glare* =p

  10. LIKE !!!!!!!!!!!!!
    suka banget sikap key yg dingin disini ,, ntah mengapa itu membuatnya tambah lebih cool ……..😀
    makin complicated nich ceritanya ,, tapi menurutku alurnya gag perlu dicepetin lagi dhe .. ntar malah jd terburu2 …… biar ajja kayak gini ..
    track depan jinki bakal muncul ,, tapi kenapa dia muncul untuk menghilang ???????
    baru nongol dikit langsung diusir ,, ckckckckck malang banget nasibnya …

  11. memang sdikit bertele”..tapi menurut q untuk ff tipe begini emank butuh alur yg agak lambat,,cz penjelasan dr tiap part kudu bner” jelas.klo ga yg baca ga ngerti ntar nya gt..dan klo tiba” mau d potong,,ya wajar si klo sulit. klo aq si nikmatin proses nya..tiap part nya..so nyantai aj thor. tapi qo aq ngerasa part ini pendek yah??klo pendek gini ya bakal lama jg k crita inti nya..ke “puncak”nya..
    yah sudah lah pokoknya aq nungguin ni crita.hhe

  12. Senangnya dalam hati… bila beristri dua….#DIBAKAR *nyetel Madu 3*

    Hiyaaaa… udah ah, HYORA KEY!!! HYORA KEY KAGA MAU TAU TITIK KAGA PAKE KOMA!!! #dorrrr

    Taemin kekanakan, Minho serem, udah, Hyo Ra mah seru kalo ada Key #dorrr
    Lanjut ahhh~~~~ XDDD

  13. Yah kok nikah ma taemin
    kan blm milih kandidat
    brati brenti jdi veneris dong
    key…,
    key aja yg ma hyora

  14. Si manusia narsis kok gak keluar”
    Cilangak cinguk nayri yesung
    Penasaran ma karakter yesung
    Duh sumpah beban taemin terlalu banyak
    Ktaknya taemin bakalan terluka deh
    Duh kasihan
    Yang penting hyo ra bisa memilih dengan baik dan bijak

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s