Tell Me Your Wish – Part 5

Tell me your wish part 5

Author                  : Amelia A.ka. Inky-Inky

Main cast              : Kim kibum a.ka. Key SHINee

Lee yeonri a.ka. reader

Support cast         :  yeonri umma, yeonri appa, Key appa, Key umma, kim sae ri, SHINee member

Length                  : sequel

Genre                   : romance, family, life, humor

Rating                   : PG-13/ PG-15/ General

Summary              : ada yang kangen??? (Readers: NGGAAKK) yaudah, meski nggak ada yang                                   kangen tetap baca ya… commentnya ditunggu.. mian telat publishnya!! hehehe

 

 

YEONRI PO.V

Sedari tadi aku hanya sibuk memotong danging steak dihadapanku. Meski ini hari bahagia untukku, tapi semua mood baikku hilang gara-gara masalah yang dibuat oleh Key. Aishh kenapa aku memikirkan orang yang nyaris saja merusak hari bahagiaku bersama Appa dan Eomma? Lebih baik aku pikirkan yang lain. Lagipula, telingaku merasa bising dengan suara ehem… maskulin yang sedari tadi berbicara dengan Eomma tadi. Kau tahu? Aku suka suaranya meski benci

memperhatikan orang-orang yang kini sedang makan bersamaku.

“Grakk.. akhhh..” aku meringis kesakitan karena Sae ri menendang kakiku saat aku sibuk dengan daging steak dihadapanku ini. Aku memberengut, mendengarkan perkataan eomma dengan ibu paruh baya dihadapanku. Hanya sekilas, kulihat ada Namja dengan pakaiannya yang santai tengah berbicara dalam bahasa Inggris dengan Eomma.

So, this is your son.. huh?” ujar Eomma yang sedari tadi berbicara dengan wanita tersebut menggunakan bahasa inggris.

Look at you, I heard from your mom you can speak English because of you study at LA?” Eomma kini mengajak Namja tadi berbicara dengannya.

Yes, ma’am. I can speak well” Ujarnya berbicara sopan.

Honey, He’s good at English. Why you don’t talk to him now? I think you two can enjoyed each other” Eomma berbicara padaku. yah, kau tahu aku kini sibuk dengan steak dihadapanku.

Hi, nice to see you” ujarku cuek tanpa sedikitpun melihat Namja itu.

“Ya! Yeonri-ah kenapa kau bisa ada disini?” Ujar Namja itu Kaget. Sementara aku? menganga melihat apa yang ada dihadapanku saat ini diikuti dengan herannya Sae ri yang tak kalah menganga daripadaku.

Key, you know my girl?” Tanya Eomma bingung.

“KAU!!!” Teriakku sambil menunjuk Namja yang sedari tadi kurutuki dari dalam lubuk hatiku yang TERDALAM! –KEY!!!!!!!-.

Aku bangkit dari tempat dudukku. Menarik Key dan langsung membawanya keluar dari restoran.

Sementara appa kudengar berkata ‘hati-hati’ sambai melambaikan tangan padaku. Aigoo~ appa! Kenapa kau mendukung kami? Aishh.

“Kukira kau kelelahan setelah mengantarkan makanan keapartemenku” Ujar Key dengan nada sinis.

“Apa urusanmu datang kesini?” Tanyaku galak. Sementara yang ditanya hanya memutar matanya.

“Pertama, aku mengantar Ibuku menghadiri acara ini” Ujarnya cepat.

“Siapa bilang kau bisa saja menghadiri acara seperti ulangtahunku yang kau lakukan?” Ujarku cepat. (Jujur kini aku menangis dari dalam hati, kalimatku berantakan bila marah.. hiks, apa Key mengerti omonganku?)

Hening, Key tidak menjawab. Aku kembali merutuki diriku, karena omongan yang tidak nyambung

seperti ini aku gelisah. Khawatir orang tidak mengerti ucapanku dan juga khawatir Key menertawaiku karena bodohnya aku berbicara.

“Aku tidak tahu kau ada disana. Walaupun aku tahu, aku tidak akan pergi begitu saja meninggalkan ibuku disana” Ujar Key tenang.

“Kau, mengerti ucapanku barusan?” tanyaku memastikan.

“Ngg.. sebenarnya butuh 5 detik untuk memikirkan apa yang kau katakan barusan” Key menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Bagaimana ibumu bisa diundang?” aku bertanya lagi Pada Key.

“Eommaku bilang, Ayahmu dan Ayahku rekan bisnis. Tapi karena ada rapat mendadak dari klien, Ayahku tidak bisa menghadiri acara ulang tahunmu. Jadi aku yang menggantikannya” Jawab Key panjang lebar.

Kini kami berdua sedang berjalan bersama mengelilingi jalan-jalan yang penuh dengan lautan manusia. Ponselku berbunyi. Aku merogoh tasku dan melihat ada panggilan masuk dari Sae ri.

“Ne?” jawabku.

“Ya~ kau mau main sampai kapan? Atau Key nanti yang mengantarmu pulang?” Ujar Sae ri dari seberang sana.

“Ne, aku pulang sebentar lagi” ujarku cepat.

“Hati-hati ya! Eommamu bilang beliau akan di Seoul 3 hari lagi, kau tidak perlu khawatir kalau mereka pulang besok” pesan Sae ri.

“Aish.. oke, thank’s ya!” aku mengakhiri pembicaraan dan kembali memasukkan ponselku kedalam tas.

Aku merasakan tubuhku yang sedari tadi tertiup hembusan angin malam mulai merasa hangat. Aku menoleh, sebuah jaket kulit hitam membungkus tubuhku yang mulai kedinginan ini. Hangat itu yang kurasakan. Key hanya diam menatapku dalam.

“Apa ada hal yang aneh?” key bertanya. Otomatis membuyarkan lamunanku.

“Aniyo..” sahutku singkat. Kurapatkan sedikit jaket itu ditubuhku. Aku terus melangkah mengimbangi jalan Key yang ada didepanku. Aku terus menunduk, terus berjalan lurus dan terus.

“Key, kau artis ya?” tanyaku tiba-tiba. Key berhenti, sementara aku masih terus berjalan.

“BUK!!” sekali lagi kepalaku terbentur dan kini terbentur oleh punggung besar Key. Otomatis aku meringis kesakitan. Bekas memar dikepalaku masih belum hilang rupanya.

“Akhirnya kau sadar juga” Key tersenyum nakal.

“Kau bisa hati-hati sedikit?” Aku sedikit meriingis sambil mengusap kepalaku pelan-pelan.

“Hoo.. masih sakit, ya?” Key menyibakkan poniku dan melihat memarku dengan seksama.

“Aiissh.. sakit nih” Aku meringis lagi. Meski sudah mengusap kepalaku dengan pelan, tetapi nyerinya masih terasa sakit.

“Ternyata butuh perawatan extra. Tunggu sebentar” Key pergi meninggalkanku, aku hanya diam menunggu dan berdiri mematung dijalan.

KEY PO.V

“Key, kau artis ya?” Tanya Yeonri tiba-tiba. Aku berhenti, sementara langkah highheels Yeonri masih terus berjalan.

“BUK!!” kepalanya terbentur dipunggungku. Kudengar dia meringis kesakitan, aku menoleh kebelakang. Memastikan dia baik-baik saja.

“Akhirnya kau sadar juga” Aku tersenyum nakal.

“Kau bisa hati-hati sedikit?” Yeonri sedikit meringis sambil mengusap kepalanya pelan-pelan.

“Hoo.. masih sakit, ya?” Aku menyibakkan poninya dan melihat memar dikepalanya dengan seksama.

“Aiissh.. sakit nih” Yeonri meringis lagi. Aigoo.. aku sudah pelan-pelan. Kenapa masih meringis?

“Ternyata butuh perawatan extra. Tunggu sebentar” Aku pergi meninggalkannya sebentar, Yeonri hanya diam menunggu dan berdiri mematung dijalan.

YEONRI PO.V

“Kenapa dia lama sekali…” sekali lagi aku mengecek jam di ponselku. Sudah 10 menit Key pergi, namun dia masih belum kembali.

“Hei” seseorang menepuk bahuku. Otomatis aku menoleh kebelakang.

“Key? Kaukah itu?” Aku tidak bisa melihat dengan jelas, karena wajahnya tidak terkena cahaya.

Orang itu semakin mendekat, bau aneh tercium olehku.

“Kemari~ temani aku” ujar orang tersebut.

“Kau… kau bukan Key! Ja.. jangan mendekat” aku melepas higheels yang kukenakan, mengacungkannya pada paman yang kini mulai menyerangku.

“Kesi~ni… nonaaa.. kesini..” Paman yang mabuk ini mulai memegang bahuku, otomatis aku teriak.

“Kyaaaaaaaaaa” aku berteriak. Kupukul kepala paman itu dengan hak sepatuku lalu melemparnya pada paman itu. Namun dia sama sekali tidak bergeming. Malah semakin mendekat kearahku.

“Sialan, kau! Beraninya kau melakukan hal ini kepadaku! KENAPA KAU MENCERAIKANKU HAH! SH*T!!!” paman ini mencercaku, sekeras mungkin. Memegangi kedua pundakku dan meneriakkan kata-kata kotor padaku. Aku menangis, takut untuk melihat ini semua. Aku tidak tahan dipegang sekuat ini oleh pria. Apalagi orang yang mabuk. Aku benci bau alkohol.

Siapapun.. tolong akuuu… HELP ME!!

“BUUGGH.. Ya!! Apa yang kau lakukan padanya, HAH?? SIALAN” Kudengar seseorang memukuli paman mabuk itu. Aku hanya tertunduk lemas dan jatuh terduduk, aku tidak punya energy saat ini.

“Pergi! Jangan ganggu gadis ini lagi, kalau kau menyentuhnya KUBUNUH kau!”

Aku mendongak keatas, tersenyum lega setelah melihat siapa yang berada dihadapanku saat ini.

“Key..”

KEY PO.V

“Kau baik-baik saja? Apa yang dia lakukan terhadapmu?” aku mendekati Yeonri yang kini terduduk lemas. Kau benar-benar membuatku khawatir, ck! Dasar..

“Aku.. tidak baik-baik saja saat ini.. aku benci bau bir” ujarnya lemas.

“Kau tidak pernah..minum?” aku bertanya lagi. Yeonri menggeleng, “Tidak”.

Sesaat kemudian dia berdiri. Kuambil kantong belanja yang tadi sempat terjatuh saat aku memukul paman tadi.

“Kajja” ujarku. Langkahku terhenti, karena ditahan Yeonri. Otomatis aku menoleh kebelakang.

“Kau kenapa lagi?” Tanyaku sebal. Dia menunduk melihat kearah kakinya.

“Ya! Mana sepatumu yang lain?” aku bertanya.

“Ngg… kulempar pada paman tadi” ujarnya cemberut.

“Jadi? Kau hanya punya satu pasang?” Tanyaku.

“Sudah tahu nanya! Mau jalan pakai apa?” Bentaknya. Kuseret Yeonri dan kududukkan disebuah bangku taman. Kubuka kantong belanja yang tadi kubeli, dan kukeluarkan kotak P3K. kuolesi keningnya yang masih memar dengan salep dan juga lengannya yang merah karena dicengkram kuat oleh paman tadi. Yeonri hanya diam, dan akupun juga diam.Suasana jadi canggung, dan parahnya lagi aku tidak tahu harus ngomong apa! Kau kenapa Key???????

“Kenapa tadi kau menolongku?” tanyanya tiba-tiba. Pekerjaanku terhenti, lalu kulanjutkan lagi.

“Memangnya salah?”

“Kau, ternyata punya sisi lembut ya..” Yeonri terus berceloteh, sementara aku tidak menghiraukannya.

“Key, Kau artis kan? Wah, wajar saja semua orang dikampus membicarakanmu.. kau pasti sangat terkenal”

“Ne” kujawab dengan singkat, agar yeonri tidak berceloteh lagi.

“Kau kenapa?” Tanya Yeonri lagi.

“Aissshh diamlah, ikut aku” kubereskan obat-obatan yang tadi kubeli dan menyeretnya menuju mobilku. Yeonri hanya mematung, tidak masuk kedalam mobilku dan itu membuatku naik darah.

“masuk” ujarku. Dia menurut, lalu sedikit merapatkan jaket kulit yang tadi kuberikan padanya.

“kau mau membawaku kemana?” Tanyanya acuh.

“rumahmu” segera aku memacu mobilku menuju rumahnya mengantarnya dengan selamat.

AUTHOR PO.V

“terkunci…” ujar Yeonri lemas. Key yang masih didalam mobil membuka sedikit kaca mobilnya.

“hei, kenapa masih belum masuk?” Tanya Key galak.

“Tidak bisa.. aku lupa bawa kunci, dan sepertinya tidak ada orang dirumah.. supermarket juga sudah tutup jam segini” rengek Yeonri.

“Masuklah” Ujar Key.

“Kau mau membawaku kemana?”

“Apartemenku”

“HAAH? Yang benar saja, isinya kan keluargamu.. nanti mereka terganggu” Tolak Yeonri.

“Memang kenapa? Mereka juga belum tidur kok, ini baru puku 9.20 malam” Balas Key.

“Yasudah kalau memang tidak merepotkan”  Yeonri menurut.

@SHINee Dorm

“Aku pulaaang”

“Waah.. tempat ini rapi sekali..” Yeonri terkagum-kagum

thank’s tapi ya.. memang setiap hari seperti ini”

“Benarkah?”

“Ya… hei, apa ada orang dirumah?” Tanya Key.

“Taemin dan Minho sedang ada job” ujar Onew.

“Malam-malam begini? Apa yang mereka lakukan?” Tanya Key.

“Entahlah, tadi manager telfon” Onew hanya mengangkat bahu.

“Annyeonghaseyo..” Yeonri membungkuk 90°

“Wah, ada tamu.. Annyeonghaseyo, Onew imnida” Onew tersenyum pada Yeonri.

“Lee Yeonri imnida, panggil Yeonri saja” Balas Yeonri.

“Whooaa, siapa kau? Ehm, kenalkan aku Kim Jonghyun.. namja paling tampan di Seoul” Jonghyun tiba-tiba langsung nyerobot tanpa basa-basi. Reflex Key langsung menghalangi Jjong dengan badannya.

“Ya, apa yang kau lakukan? Salah aku berkenalan dengannya?” Sungut Jonghyun.

“Tak akan kubiarkan kau selingkuh lagi dari Yeoja-yeoja itu”

“Yeoja mana? Aku masih single”

“Yang kemaren? Yeoja dilantai 7 bagaimana? Bukannya kalian sudah pacaran?” Tanya Key.

“Hubungan kami baru berakhir sesaat yang lalu, sesaat setelah aku bertemu kamu….” Jawab Jjong dengan nada genit kearah Yeonri.

“MWOOOOO??” Onew, Yeonri dan Key membelalak hebat.

“Apa? Salah ya?” Tanya jjong dengan tampang innocent.

“Ahh.. sudahlah, lebih baik biarkan tamu kita masuk” Sergah Onew cepat.

“Gomawo” Yeonri duduk disofa setelah dipersilahkan Onew.

YEONRI PO.V

Dorm ini terlalu rapi… semua tertata dengan baik. Tidak ada tanda-tanda kehancuran rumah disana-sini. Bayangkan, lebih rapi dari kamar Sae ri!!! Walau kamarku sama rapinya dengan Sae ri sih… tapi, semuanya baik padaku. Berbeda dengan Key, dia terlalu cuek untuk namja setampan itu.

“Yeonri-ah, kau mau spaghetti?” Onew berjalan mendekati Yeonri yang kini tengah duduk disofa.

“Aniyo… kamsahamnida” tolak yeonri halus.

“Wae??? Enak lho….” Jonghyun dengan sigap menarik tangan Yeonri

“Jinjja?”

“Kita punya Chef disini.. tapi dia masih belum selesai masak” Jonghyun menunjuk kearah dapur.

“Ng.. ngomong-ngomong dimana toiletnya?” Tanya Yeonri.

“Masuk saja kedapur, disana ada toilet” ujar Onew.

“Gomawo oppa~” ujar Yeonri sambil tersenyum kearah Onew, sementara Onjong hanya terpesona melihat kecantikan Yeonri

“Whoaaa” Ujar Onew.

“Cantik ya~” Sambung Jjong.

Hmm? Mereka kenapa? Tanyaku dalam hati. Ya… sebaiknya aku segera ketoilet sekarang. Kulihat ada seorang namja memakai celemek merah sedang mengiris-ngiris bawang. Aku heran, kudekati orang tersebut sambil berjalan mengendap-endap.

“Nuguseyo?” tanyaku.

“Apa yang kau lakukan disini?” Key menjawab.

“Whooaa… kau bisa masak?” ujarku dengan nada mengejek.

“Cih, jangan seenaknya meremehkan kemampuan orang” Ujar Key jutek.

“Aku tidak yakin kau bisa, lagi masak apa?” Tanyaku sambil berdiri disamping Key.

“Spaghetti” jawabnya singkat. Aku memberengut, diacuhkan begitu saja. “Toilet dimana?” Tanyaku lagi.

“Sana” Key menunjuk toilet dengan dagunya, lalu melanjutkan membuat saus spaghetti yang sedang dimasaknya.

KEY PO.V

“Aku tidak yakin kau bisa… Toilet dimana?” kutirukan suara Yeonri yang tadi mengejekku. Kesal rasanya dibilang tidak bisa memasak. Begini-begini aku mendapat sertifikat Chef dari Chef Yirang saat reality show. Memang dia pikir dia bisa memasak seenak yang aku buat? Huh, sombong.

“Mau kubantu?” Suara seseorang mengagetkaanku. Otomatis pekerjaanku terhenti sejenak. Aku menoleh kebelakang, melihat suara yang tadi mengejekku. Aigooo.. yeoja ini, kenapa berpose manis sekali.. dagunya ditopang oleh kedua tangannya dan kini tersenyum padaku. Kalau sampai terlihat Jonghyun Hyung, bisa jadi dia yeoja ke sekian kalinya yang dipacari hyungku itu.

“Ti.. tidak perlu” ucapku gugup. “Kau takut masakanmu tidak enak?” tanyanya sambil mendekatiku.

“Ani” potongku cepat. “Tapi baunya enak, kok” ujarnya lagi.

“oh..” jawabku. Dia kesal, karena sepertinya aku tidak menghiraukannya. Dia kembali duduk dimeja makan, tangannya mengetuk-ngetukkan meja dan bersenandung kecil. Aku tersenyum sambil mengiris bawang, suaranya bagus juga batinku.

“YEOBOOO KAU SUDAH SELESAI????” jonghyun hyung nyelonong masuk kedapur dan berputar-putar sambil membuka kulkas.

“Yeobo?” Tanya Yeonri heran. “Yeonri-ah, Key itu kekasihku~ apa kau cemburu??” Tanya Jonghyun hyung dengan nada genit.

“Ani~ kalian kan namja.. untuk apa cemburu?” Tanya Yeonri balik.

“Kalau kau mau Key bisa kuputuskan sekarang juga” Sahut jjong mantap. Haaah.. benar-benar, lihat? Dia sudah mulai melancarkan aksi tebar pesonanya.

“oppa, aku boleh memanggilmu oppa, kan?” Tanya Yeonri. “TENTU SAJAAAA” jonghyun berteriak keras. Terlalu gembira, ketahuan kau mau menggoda Yeonri…dasar, player! Kini aku semakin cepat menyendok spaghetti yang sudah matang, kelakuan jonghyun hyung membuat aku kesal saja, mana Yeonri pakai memanggilnya oppa lagi! Aku?? Mana mungkin dipanggil oppa? ARRGGH

“Oppa, tunggu sebentar lagi, ya.. Key sudah selesai memasak kok” Ujar Yeonri. “Baikla~h kutunggu dengan Onew hyung” Jonghyun hyung melenggang pergi dengan sekotak susu pisang dimulutnya.

“Key, kau cemburu ya?”

Bagaimana dia bisa tahu?

“nanti masakanmu tidak enak, lho” Yeonri berjalan kearahku dan menuangkan saus spaghetti diatas mie yang sudah kutaruh dipiring. Dia mengambil potongan daun seledri dan menaburkannya diatas saus itu.

“yup, sudah selesai… kita bisa makan lagi sekarang” ujar Yeonri. Aku hanya bingung menatapnya, heran.. hanya Minho yang tahu bagaimana perasaan hatiku saat melihat kelakuanku. Tapi dia mengerti apa yang kurasakan walau hanya lewat gerakanku.. sial, dia bisa membaca pikiran orang rupanya

Kini, kami berempat sedang menikmati masakanku. Semua menikmati, kecuali satu orang. Sejak tadi dia hanya tersenyum getir saat menikmati masakanku. Kau tahu kan, siapa?

“Enak kan??” Jonghyun hyung berceloteh pada Yeonri dengan mulut terbuka, otomatis semua yang dimulutnya terlempar keluar. Dan …

“Yaikkksss hyung!! Kau mengenaiku!” teriakku kesal.

“kau nyembur kewajahku… apa kata dunia melihat aku begini” Onew hyung menanagis histeris.

“ehehehe~ miaannn~ aku tidak bisa berfikir jernih bila melihat yeoja manis seperti Yeonri” jonghyun hyung Cuma cengengesan.

“Oppa~ kau makan berantakan” Yeonri mengambil tissue dan mengahapus sisa makanan dimulut

Jonghyun hyung, membuatku kesal saja. Enak sekali dia, aku saja tidak pernah dibegitukan. Tunggu, Key! Aigooo sejak kapan aku jadi jealous begini.

“sebaiknya kau kuantar pulang” aku menahan sedikit emosiku agar tidak ketahuan yang lain. Ingin sekali rasanya aku menjauhkan Yeonri dari Hyungku yang nakal ini. Melihatnya dekat dengan jonghyun hyung membuat hatiku panas.

“kenapa cepat sekali? Aku belum selesai makan” rengek Yeonri, namun tidak kuhiraukan. Kuseret dia menuju mobil dan menyuruhnya masuk.

AUTHOR PO.V

Key tidak bisa berfikir jernih. Dia kesal pada Yeonri yang akrab dengan Jonghyun hyung. Dia merasa aneh, tidak biasanya dia cemburu bila ada yeoja yang dekat dengan jonghyun hyung, tapi kali ini hatinya benar-benar menolak untuk tidak cemburu. Dengan kecepatan tinggi, Key memacu mobilnya menuju rumah Yeonri. Sementara Yeonri merasa aneh dengan kelakuan Key sekarang.

Apa yang sedang dia pikirkan? Batin yeonri.

Rem mobil berdecit, menghempaskan tubuh mereka berdua sesaat kedepan. Key menoleh kearah Yeonri, memastikan Yeoja ini baik-baik saja. Meski dalam hatinya Key tidak ingin mengeluarkan amarahnya, tapi dia sadar yeoja ini sudah mengetahui pikirannya yang kalut saat ini.

“Gwenchana, teruskan saja perjalanannya” yeonri tersenyum simpul pada key, tak ingin membuat namja itu khawatir. Namun, Key tetap memandang yeonri dengan pandangan kosong, detik berikutnya senyum yang terukir diwajah yeonri berubah menjadi ekspresi kaget yang teramat sangat. Matanya tidak berkedip sama sekali. Sesuatu yang tidak terpikirkan olehnya telah terjadi. Namja dihadapannya mengecup bibirnya lembut, sementara yang kini difikirkan oleh Key adalah bagaimana caranya memberitahu Yeoja ini kalau dia sedang marah.

Key melepaskan ciumannya, sadar atas apa yang dia lakukan membuat Yeoja tadi sedikit tersentak.

“Mi.. mianhe, aku tidak berfikir lurus saat ini” ujar key bersalah, ada sedikit rasa gugup didadanya saat ini.

“Eoh… Hmm..” Sahut Yeeonri tidak jelas.

“orangtuamu sudah pulang, ma..masuklah” Ujar Key lagi. Yeonri membuka pintu mobil dan berjalan membuka pagar tinggi rumahnya itu. Langkahnya gontai dan masih shock dengan kejadian tadi.

Key… dia menciumku. Dia… ciuman pertamaku dengan key? Batin Yeonri. Tangannya memegang bibirnya karena dia masih merasakan sentuhan lembut dari bibir Key dibibirnya.

Sementara Key tidak bisa melakukan apapun saat itu. Dia menstater mobilnya menuju Dorm dan langsung tidur tanpa menghiraukan sahutan dari jjong, Onew, Minho dan Taemin dirumah.

Bibirnya… lembut. Key mengusap bibirnya pelan, merenung dengan perbuatannya tadi diatas mobil.

Bagaimana bisa aku berfikir seperti itu? Yang kupikirkan hanya perasaan cemburu. Aiisshh apa yang kupikirkan? Apa yang harus kukatakan padanya besok? Key menjambak rambutnya dan dengan terpaksa harus menghentikan fikiran anehnya tentang Yeonri.

Tapi… dia

Yeonri tidak bisa tidur, begitu juga dengan Key. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Yeonri tidur dengan gelisah, sementara key menjatuhkan bantal, guling, dan benda-benda ditempat tidurnya karena batinnya tetap tidak bisa tenang meskipun sudah menghitung domba (anjuran dari Onew hyung saat Key nanya gimana caranya tidur)

Yeonri terbangun dari tidurnya yang gelisah, dengan cepat dia lalu mendial nomor Key. Beberapa saat kemudian, Key mengangkat panggilannya.

“Nde?” sahut key

“key, Kau… cemburu?” tanya yeonri hati-hati.

TBC

nah.. readers…. how do you feel?? rada-rada geregetan?? aku iyaaaaaaaaaaaaa

comment ya!! and thenks udah mau baca…

Annyeonnngg!!!

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

13 thoughts on “Tell Me Your Wish – Part 5”

  1. kyaaa.. tu TBC ga tau tempat ya?
    ayo lanjutin thor..
    penasaran sama jawaban key..
    jangan lama-lama yaaa =)

  2. Ahhhhh,, kepengen deh nendang tuh kata TBC biar kecemplung d’Laut aja..#Emositingkatdewa..wakakakaka..

    Thor dapet banget feel’a..
    Keynya udah mulai jatuh cinta tuh…hahahaha

    Pkok’a Ff kamu DAEEEBBBBAAKKK THOR..
    Suka banget ama nii Ff..

    Q tunggu lanjutannya yah Thor !!
    SEMANGA THOR buat part selnjutnya lebih baik lagi yah..

  3. seruuu, penasaran sama part selanjutyaa, kayanya mereka berdua punya ikatan batin gitu ya, bisa tau perasaan satu sama lain tanpa diucapkan #apadeh
    suka pas adegan key cemburu dam jonghyun , next part secepatnya ya thoor 🙂

  4. uwahh.. Key nya udh mulai mengkaui kalo dia itu suka ama yeonri? Hahaha
    itu key nyosor dah.. Gk kbayang kagetnya yeonri ky gimana hahaha
    hrs brterima kasih ama jjong.. Kalo gk cemburu, key gk bakal ngaku kan hehe
    nice story thor..
    Ditunggu klanjutannya 🙂

  5. hehe… ceritanya makin seru aja…. Key oppa, berani2nya kau selingkuh!!! kenapa kau harus jealous sementara kau punya aku di sini??? #ditabok lockets laen

    ceritanya aseek, mantap, gregetan….. lanjooot….!!!

  6. awwwww ,,,,,,, key bener2 membuatku cemburu …… kenapa kamu mencium gadis laen ?????? *mewek di pojokan
    hihihihihihihi ,, lucu banget dhe key eomma jadi galau gituw gara2 cemburu …..
    apalagi yang itu karna tingkah jjong yang genit ,,,,, huauauauaua , good job jjong !!
    bikin gemes dhe ……

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s