She Ain’t Lady

She ain’t Lady

Author             : Zakey

Main Casts      : Kim Jonghyun, Lee Taemin

Support cast    : Choi Minho

Length             : Oneshot

Genre              : Romance, Friendship, Comedy

Rating              : PG-13

Lagi-lagi yeoja itu…

Jonghyun menoleh, sengaja memperlambat langkahnya di depan kafe mungil itu. Seperti kebiasaannya beberapa hari terakhir, matanya terpaku pada sesosok yeoja yang duduk di dekat jendela. Tanpa sadar bibir Jonghyun tertarik membentuk senyuman.

Yeoja itu selalu duduk di tempat yang sama – jendela di sudut kafe. Ia selalu mengenakan hoodie yang menutupi rambut pirang sebahunya dan skinny jeans yang jelas menunjukkan bentuk kakinya yang indah. Matanya yang tajam namun indah itu memandang barisan huruf di novel yang setia berada di atas meja. Bibirnya merah muda dan kulitnya putih mulus. Sebuah mahakarya yang selalu berhasil membuat Jonghyun berhenti beberapa saat dan berdecak kagum .

Tak pernah habis pikir mengapa yeoja secantik itu selalu berada di kafe pada jam-jam pulang sekolah. Ekspresinya yang dingin sulit ditebak dan pakaiannya tidak mencerminkan dimana ia bekerja atau sekolah. Mungkin itu juga yang membuat Jonghyun tak pernah bosan memandangi wajahnya.

Jonghyun mendesah dan melanjutkan perjalanan menuju rumah. Untuk hari cukup. Ia sudah mendapat banyak sekali tambahan energi hanya dengan melihat yeoja itu membolak-balik halaman novel. Segala kepenatan dan pikiran tentang tugas-tugas sekolah sirna begitu saja hanya dengan memperhatikan cara jemari putih mulus itu menggenggam cangkir cappucchino-nya.

Jonghyun terkekeh. Mungkinkah ini yang disebut cinta pada pandangan pertama?

~~~

“Aku pulang…”

“Lama sekali, hyung. Darimana?” sahut Minho dari ruang tengah. Tanpa menghampirinya pun Jonghyun tahu namja jangkung itu tengah asyik memainkan playstation.

“Sekolah,” jawab Jonghyun singkat sambil membuka pintu lemari es, mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya.

“Aku tahu itu. Maksudku, kenapa kau lama sekali? Sekolah sudah selesai sejak lebih dari satu jam yang lalu,” cerocos Minho. Ia tahu benar housemate-nya itu tidak pernah tinggal di sekolah lebih lama dari yang diperlukan.

“Yang penting aku sudah berada di rumah, kan? Geogjonghajima, seandainya aku diculik sekalipun, aku telah menyiapkan uang sewa rumah ini,” ujar Jonghyun geli setelah menenggak seteguk besar air mineral.

“Aish, terserahlah,” decak Minho. Tak berapa lama kemudian ia muncul di pintu dapur.

“Wae?” tanya Jonghyun heran. Setahunya tidak ada yang dapat menghentikan Minho selain urusan yang sangat penting.

“Aku lupa memberitahumu, besok lusa akan ada anak baru yang pindah kesini. Namanya Lee Taemin, masih kelas sepuluh,” jelas Minho. Jonghyun mengangguk-angguk.

“Lalu?”

Minho mengangkat bahu, “hanya memberitahu.”

“Oh…” Jonghyun menutup kembali lemari es setelah meraih sepotong cheese cake, “dia sekolah dimana?”

“Rencananya akan pindah ke sekolah kita. Untuk kali ini ia masih belum masuk, masih berusaha beradaptasi, katanya,” jawab Minho sambil mengikuti Jonghyun ke meja makan.

“Adaptasi? Pindahan darimana?”

“Jepang, tapi ia orang asli Korea.”

“Hmm…” Jonghyun mengangguk mengerti. Pikirannya tiba-tiba tertuju pada yeoja yang selama ini berada dalam pikirannya. Mungkinkah yeoja itu juga beradaptasi? Dari cara matanya memandang sekitar, mungkin benar. Mungkin yeoja itu juga pindahan dari luar negeri. Mungkin ia juga butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mungkin…

“Hyung? Hyung~

Jonghyun tersentak mendengar panggilan Minho. Ia memandang dongsaengnya polos, “wae?”

“Kau tidak mendengarkanku, kan?” ujar Minho kesal. Jonghyun terkekeh menyetujui,

“Ne. Kau bicara apa tadi?”

“Aish, lupakan saja,” desah Minho dan beranjak kembali ke ruang tengah.

Jonghyun memandangi cheese cake di tangannya. Entah kenapa ia jadi tidak lapar lagi. Wajah yeoja itu di pikirannya cukup untuk membuatnya kenyang. Jonghyun mendesah dan berjalan menuju kamarnya yang berada di samping ruang tamu. Ia baru ingat besok ada tes Sejarah.

Bukannya berkonsentrasi dengan buku di hadapannya, pikiran Jonghyun justru terus melayang ke kafe, tempat yeoja itu selalu ditemuinya. Mata, hidung, bibir – semua terekam dengan jelas di otak Jonghyun hingga ia hampir yakin dapat melihat yeoja itu di balik buku tebal sejarahnya.

“Aaakh, you make me crazy, lady!” seru Jonghyun frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. Ia meletakkan dagu di meja, memandangi tumpukan buku di meja belajar. Mungkin untuk pertama kalinya sejak masuk SMA 2 tahun lalu, Jonghyun merasa benar-benar tidak bisa belajar. Dan untuk pertama kali dalam hidupnya, ia yakin tidak akan mendapat nilai sempurna untuk tesnya.

Ting tong~

“Minho~” serunya malas. Ia sedang tidak ingin bergerak dari posisinya. Sayup-sayup terdengar langkah kaki dari ruang tengah, melintasi ruang tamu, kemudian pintu terbuka.

“Ah, kau rupanya. Ada apa?” sapa Minho ramah.

“Aniyo, aku hanya ingin tahu seperti apa rumah ini,” jawab suara asing itu.

“Kau mau masuk? Atau minum sesuatu?” tawar Minho, lagi-lagi terdengar sangat ramah.

“Ah, animnida. Sebenarnya tujuan utamaku adalah mengantar ini. Hadiah perkenalan dari eomma,” terdengar suara tas plastik bergemeresak, “geureom, aku duluan. Annyeonghaseyo.”

“Hati-hati di jalan,” pesan Minho.

Jonghyun mengangkat kepalanya malas dan mengubah posisi menjadi menghadap jendela. Matanya terbelalak melihat jaket berhoodie abu-abu lewat di trotoar depan rumahnya.

“Aah! Itu…” Jonghyun cepat-cepat bangkit mendekati jendela. Tak salah lagi, orang yang kini berbelok di tikungan itu adalah yeoja di kafe itu.

“Ada apa, hyung? Dari tadi kudengar kau teriak-teriak,” ujar Minho di sela-sela pintu kamar Jonghyun yang terbuka sedikit. Jonghyun tak mempedulikannya, hanya memandangi jalanan yang telah kosong.

“Aku mendapat oleh-oleh. Kue, sepertinya,” kata Minho lagi, menunduk memandangi bagian dalam tas plastik yang ada di tangannya.

“Dari siapa?” tanya Jonghyun setelah pulih dari keterkejutannya. Ia masih tidak mempercayai melihat yeoja itu di depan rumahnya. Apa itu berarti mereka bertetangga?

“Tae – “

“Kau tahu yeoja yang ada di kafe itu?” potong Jonghyun tiba-tiba. Ia tak sanggup lagi menahan rasa penasarannya. Minho mengerutkan kening meski matanya bersinar geli, seolah yang dikatakan Jonghyun adalah hal paling menggelikan yang pernah ia dengar.

“Yeoja yang mana, hyung?”

“Yeoja yang – akh, yang barusan lewat!” tunjuk Jonghyun ke jalan yang lengang. Kerutan di kening Minho hilang digantikan raut kecemasan.

“Hyung, sepertinya kau terlalu banyak belajar, lebih baik kau istirahatkan otakmu,” kata Minho hati-hati, khawatir hyungnya telah berhalusinasi.

“She’s real, Minho. Aku sudah beberapa kali melihatnya…” desah Jonghyun sambil mengacak-acak rambut coklatnya. Sulit dijelaskan. Yeoja itu terlalu sempurna untuk dijelaskan dengan kata-kata.

“Ia sempurna, lebih sempurna dari malaikat,” jawab Jonghyun akhirnya.

“Mm…lebih baik hyung makan dulu kue ini. Akan kuletakkan di kulkas,” gumam Minho dan perlahan menutup pintu kamar Jonghyun.

Jonghyun menjatuhkan tubuh ke kasur. Berusaha mengira-ngira darimana asal yeoja itu hingga ia jatuh tertidur.

~~~

“Kau terlihat kusut,” komentar Minho saat Jonghyun keluar dari kamar keesokan paginya.

“Aku tahu,” gumam Jonghyun dan duduk di hadapan Minho, memandangi piring berisi toast buatan Minho.

“Baru bangun tidur?” tebak Minho. Jonghyun menggeleng,

“Kebalikannya, aku tidak tidur semalam karena belajar sejarah dan mengerjakan tugas matematika yang lupa kukerjakan sejak kemarin lusa,” Jonghyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian tanpa semangat mengunyah toast.

“Setidaknya hyung sudah tidur beberapa jam kemarin sore, kan? Lagipula aku yakin ini bukan pertama kali hyung bergadang,” hibur Minho sambil menepuk pundak Jonghyun.

“Memang, tapi tidak pernah dalam kondisi memikirkan seseorang seperti ini,” ujar Jonghyun dengan nada melamun, hingga ia tidak sadar Minho menoleh cepat ke arahnya.

“Seseorang? Siapa?”

“Hmm…yeoja yang ada di kafe itu.”

Minho memandangi Jonghyun beberapa saat. Ia ingin mengatakan bahwa itu mungkin saja hanya khayalan, karena seumur hidup ia mengenal Jonghyun, namja itu belum pernah tertarik pada seorang yeoja. Tapi melihat wajah Jonghyun saat ini, Minho terpaksa mengurungkan niatnya.

“Geureom…” Minho menghembuskan napas, tidak yakin dengan apa yang akan dikatakannya, “mungkin lebih baik hyung pikirkan sejarah, atau matematika – yang jelas bukan yeoja itu.”

“Mm…mungkin kau benar,”

~~~

Hanya khayalan? Yang benar saja, rutuk Jonghyun dalam hati. Ia menendang kaleng minuman kosong ke tepi jalan. Seperti biasa, ia dapat mengerjakan tes dengan mudah, tapi ia tetap tidak puas dengan hasil itu. Pikiran tentang yeoja itu tak henti-hentinya mengaburkan konsentrasinya sepanjang jam pelajaran.

Langkah Jonghyun terhenti di depan kafe. Pantulan dirinya di jendela berlatar belakang matahari yang nyaris tenggelam terlihat begitu menyedihkan. Terlihat jelas ia tidak tidur semalam.

“Mungkin benar kata Minho, aku harus melupakannya,” gumamnya pelan. Tapi tubuhnya tetap terpaku disana, berusaha menemukan yeoja itu.

Dia benar-benar nyata, desah Jonghyun dalam hati. Dari sini ia dapat melihat yeoja itu duduk di tempat biasanya – membaca. Kakinya yang terbalut sepatu kets bergoyang-goyang seirama dengan alunan musik dalam kafe. Rambut pirangnya yang menyembul dari balik hoodie terlihat begitu berkilauan dan lembut. Tidak seperti biasanya, eskpresinya begitu tenang dan damai, bahkan terlihat rona di pipinya.

“Ya Tuhan, dia manis sekali…” kata Jonghyun lirih. Ia bisa saja masuk dan duduk di hadapan yeoja itu, berkenalan dan sebagainya. Tapi sesuatu dalam dirinya mencegah melakukan semua itu. Rasanya tidak pantas baginya bersama dengan yeoja itu.

Sesosok jangkung yang baru saja masuk ke kafe menarik perhatian Jonghyun. Matanya terbelalak saat mengenali ransel yang tersampir di satu bahu namja itu. Tak salah lagi, itu Minho. Apa yang ia lakukan disini?

Mata Jonghyun lekat memperhatikan tiap gerak-gerik Minho dan terkesiap saat Minho menarik kursi di samping yeoja itu. Yeoja itu tak tampak keberatan, malah tersenyum manis dan mengucapkan sesuatu pada Minho yang membuat namja itu terkekeh.

Minho balas mengatakan sesuatu – sepertinya mereka sedang terlibat percakapan seru. Dan, yang membuat Jonghyun nyaris memecahkan kaca jendela, Minho mengulurkan tangan untuk mengusap kepala yeoja itu, yang hanya direspon gumaman, seakan yang baru saja dilakukannya begitu wajar.

Jonghyun menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Jika Minho mengatakan yeoja itu hanya khayalan, kenapa kini ia malah bercanda dengan yeoja itu? Atau Minho sengaja pura-pura tidak tahu dengan kehadiran yeoja itu karena ia sudah dekat dengannya dan tidak ingin Jonghyun berkenalan dengan yeoja itu?

“Aakh, persetan dengan kalian!” umpat Jonghyun dan berlari menuju rumah sewa mereka.

~~~

“Aku pulang~” sapa Minho riang.

“….”

“Jjong hyung? Kau di rumah?”

“….”

“Hyung?”

“….”

“Hyung, aku membawa cheese cake kesukaanmu.”

Jonghyun membanting buku yang dibacanya ke meja belajar dan menarik napas sebelum menjawab, “aku ada di kamar. Kenapa kau mencariku?”

“Ah, aniyo…” Minho membuka pintu kamar Jonghyun sedikit hanya untuk melihat namja itu. Keningnya berkerut melihat ekspresi kesal Jonghyun, “ada apa?”

“Tidak ada.”

“Bohong.”

“Memangnya urusanmu aku kesal pada siapa?”

“Bukan, tapi itu membuat suasana menjadi tidak enak.”

“Kalau begitu aku harus ceria tiap saat agar rumah ini selalu bersinar? Yang benar saja…”

“Seriously, ada apa? Tesmu gagal? Tugasmu ketinggalan? Kau terlambat?”

“Choi Minho, berhentilah menggangguku.”

Minho menghembuskan napas panjang dan kembali menutup pintu kamar Jonghyun. Jonghyun menjatuhkan kepalanya ke permukaan meja. Kenapa ia jadi marah pada Minho? Dia bahkan tidak kenal dengan yeoja itu, jadi kenapa ia merasa Minho merebut yeoja itu darinya?

“Taemin, kau datang sekarang? Ada apa?”

Jonghyun mau tak mau kembali menegakkan kepalanya. Taemin telah datang? Bukankah Minho bilang besok?

“Ne, aku memutuskan untuk datang cepat sebelum mulai sekolah esok pagi,” Jonghyun pernah mendengar suara ini. Tentu saja, kemarin Taemin juga datang untuk memberi hadiah perkenalan.

“Baguslah. Perlu bantuan? Sepertinya kau kesusahan sekali…”

“Gomawo, hyung…”

Terdengar suara beberapa barang diletakkan di depan pintu, kemudian langkah kaki bolak-balik antara kamar Taemin dan ruang tamu. Jonghyun mendesah. Setidaknya ia harus memberi salam pada anggota baru mereka.

“Ah, hyung. Taemin sudah datang,” ujar Minho datar. Jonghyun mengangguk, kemudian berjalan gontai ke ruang tamu. Langkahnya terhenti seketika. Tidak mungkin, itu…

Di depan pintu, berdiri seseorang dengan hoodie yang menutupi rambut pirang. Skinny jeansnya sedikit kotor terkena debu dari jalanan. Sepatu kets putihnya mengetuk-ngetuk lantai. Jemari lentiknya membawa sebuah novel. Mata tajamnya bertatapan dengan mata Jonghyun. Senyum manis terkembang di bibir pinknya.

“Jonghyun hyung? Choneun Lee Taemin imnida. Mannal su bangapseumnida,” ujarnya lancar dan jernih.

“Maaf aku tidak pernah datang. Aku harus menunggu kakakku bekerja di kafe,” katanya lagi.

Jonghyun memandangnya dalam diam. Mendadak semuanya seperti berputar.

..::End::..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

60 thoughts on “She Ain’t Lady”

  1. bwahahaaha c jjong tersepona eh terpesona sama lee taemin.
    taem emabg cantik c.
    poor jjong.
    keke.
    tumben amat y c jjong d sini rajin belajar.

    bikin lagi thor yg lucu.
    ff na bagus.

    1. Jjong emang di luar kodrat disini. Entah aku mabok apa pas buat -_-

      Lucu? Baguslah, hehe. Makasih yaa 😀

  2. Keren!
    Ternyata author Indonesia lebih kreatif di banding author Korea. Kalau Korea ceritanya ya, cinta cinta dan cinta.
    Nice fanfiction~
    I want to see Jonghyun face when he know Taemin is a boy..
    Nice idea and i like it ^^
    Make another one, like this okay?
    Kkkk~~

    3 Words For You : You Are Rock! 😀 😀 😀

    1. Woah, thank you ma meeen~~ XD But you’re right. Sayangnya orang Indonesia terlalu berkiblat sama negara lain. Hoho

      I bet Jonghyun’s face became so weird. Kkk~

      Thanks for the praise ^^;;

  3. Uwooo… 좋았어~!

    Taemin yang cantik dikira perempuan… Jonghyun aja sampe suka! ᄏᄏᄏᄏ

    1. Uwaah, gomapda 😀

      Taemin cantiknya nggak ketulungan, nggak aneh dong cowok kayak Jonghyun langsung klepek-klepek XD

  4. Astaga….. Ff’a kereeeen bangeeettt! Andaikan yg salah sangka itu Minho tp gpp deh. Cerita’a seru, Jjong udah tergila” ma tetem, eh ternyata si tetem cwo. Pasti nyentek bgt tuh. Bkin ff yg seru lgi y thor. Daebak!

    1. Seandainya Minho yang salah..? Hmm, bakalan epic banget tuh. Ahahaha XD

      Yeah, thank you, I will try harder 😀

  5. ciee ciee,unnie jongtae couple ya?
    ape bener tuh si jjong bisa sepinter itu?*diinjek jjong*
    sperti biasa,ff eonnie slalu punya klebihan tersndiri,kta lain..eonnie kreatif.
    ringan,ngalir,bikn reader nyaman.

    ditunggu epepmu yg lain…
    FIGHTING!

    1. Kyaaa, ketauaaan…Aku memang Jongtae sejatiii XD

      Iya, maaf ya. Jjong maksa biar sesekali jadi tokoh pintar *dicekek Jjong*.

      Kreatif? Makasih yaa… 😀

    1. Aku malah menganggap Jjong beruntung banget bisa ketemu Taemin *Nurah: iya kalo kamu, Thor -_-*

      Makasih, hehe 😀

  6. huahaha 😀
    jadi Lee taemin adalah ‘yeoja’ yang mengikat hati Jonghyun XD

    awalnya ngira kalo ini ff yaoi, tp waktu baca genrenya nggak ada. tapi, lucu deh… Jjong pasti jadi salah tingkah krn selama ini dia ternyata suka sama cowo 😀

    nice ff thor d^^b

  7. Hahaha… Jjong kpincut ma taem trnyta.. ^^ ssuae tbakan aku klo yeoja itu si taem..
    joayeo,, neomu joayeo….

    1. memang plotnya gampang ketebak. Emang siapa lagi yang bisa menandingi kecantikan Taemin? XD

      Neomu kamsahamnida 😀

  8. muahahahah! Jonghyun! You got it! Wkwk
    ceritanya jjong ngira taemin yeoja yah? Haha
    sebenernya endingnya ketebak sih,tapi pengemasan nya bagus. Jadi tetep keren! Yeah,

  9. Hahahaha….kasian banget jjong…
    Taem sih kbgetan cantiknya…
    DAEBAK nih ff nya…ditunggu next ff …

    Cm agk krg pas ma karakter jjong..rajin bljr,blm prnh suka n ngomongin cwe,,kynya klo onew lbh pas deh ma karakternya…plak…
    #terserah authornya donk.

    1. Setuju. Keracunan apa aku sampe bikin peran Jjong kayak gitu. Maunya emang diganti Onew, tapi mengingat aku ini pecinta JongTae…yaa, gapapalah, sekali-sekali ^^v

      Makasih komennya 😀

  10. huwwwaaa, gilak. ff ini bkin aku speechless. ksian jonghyun:(
    aku udh nebak, waktu jonghyun ngelihat hoodie abu2 tu lwt di dpn jendla rumahnya. tp tetep aja, shock.
    keep writing!

    1. aku nggak kasihan kok #plakk

      emang, bagian itu sengaja dibuat biar reader tau siapa yang disukai Jjong <- alibi

      Thank you ^^

  11. wkwkk……
    jjong ngira tetem cwe’. . . ckk
    gak bsa dslahkan sie klo jjong trtrik am tetem, scara kan tetem cantiik..#ditaboktetem.
    sukka author:)

    1. uwaah, uname-mu mantap bangeeet XD

      Iya, Taetaem sih terlalu cantik, Jjong jadi salah paham kaan? *toel2 Taemin*

      Thank you so much ^^

    1. The picture of you~ *kenapa dilanjutin? -_-*

      Sekali2 jangan baca yang romance mulu, hahaha <- padahal buatanku kebanyakan romance

      Makasih yaa 😀

  12. bagus nih ffnya..
    ide ceritanya menarik.. 🙂
    tapi sebegitu cantik dan mirip perempuankah si taemin itu? kok sampe2 jonghyun ga tau klo itu cowok? XD
    rambutnya panjang ato pendek si taemin itu thor?

    ok.ok keep writing. and fighting! trimakasih atas blsan komentnya… 🙂

    1. Hmm, pas buat sih aku bayanginnya Taemin di Lucifer dulu. Rambutnya lumayan panjang kan? Hahaha

      Iya, sama-sama. Makasih juga 😀

  13. ahahaha rasain tuh Jjong, jangan mikirin cewek mulu, nyatanya itu si taemin..xixi
    ngebayangin wajah si jjong tuh, hahahaha
    bagus kok ffnya, si taemin sih wajahnya mirip yeoja 😀

    1. Makasiih, tapi lama2 aku merasa telah mem-bully Taemin lewat kata2. Hahaha, mianhae, yeoboo

      Makasih komennya yaa 😀

  14. kyaaa ,,, nasib jjong miris ….
    cew yang diidolakannya selama ini ternyata seorang namja …….
    wkwkwkwkwkwkwkwk ,,,,

  15. sudah ku kira sejak awal yeoja itu taemin huhahahahah keren authorr terus membuat FF yah

  16. meskipun ceritanya bisa diduga tapi tetep Kereeeeen!
    Lucu banget deh si jongg! segitu terpesonanya sama kecantikan Taemin sampe-sampe asal ngira kalo taemin itu yeoj.
    Jadi pengen tahu ekspresi Jongg setelah tahu kalo Taemin itu namja haha.

    Tapi nggak bisa nyalahin Jongg juga nih, Taemin emang udah dari sananya cantik, melebihi wanita malah *aku.iri*

    Wah, pokoknya suka ama ceritanya chingu!
    Udah lama nggak mampir ke blog ini, eh sekalinya kesini nemu fanfic yang menghibur, seneng deh 🙂

  17. lucu banget sih FFnya LOL XD
    Jjong pasti shock parah pas tau bahwa wanita pujaanya adalah seorang Lee Taemin namja tulen(?) wkwk.
    tapi Taem emang cantik parah deh aku iri. Liat aja foto teaser sherlock taem *bukan yg topless* sumpah itu kayak member GB banget -_____-

    jadi inget pas first concert SHINee yang di jepang *kalo ga salah* pas mereka perform noona neomu yeppeo. pas line terakhir Onew bilang yeppeo, dia nunjuk Taemin LOL
    terbukti kan Onew juga mengakui bahwa Taem itu cantik xp

  18. beneran kan.. dugaanku,
    gara2 FF yg sangtae berjudul ‘pen’ aku jadi lebih menekan judul ff buatanmu za.. hahahaha..
    pas mino bilang taemin org jepang yg lagi menyesuakan diri, jjong langsung mikirin di ‘yeoja’
    kepalaku lagsung putih semua…berputar… nonono..jangan sampae ini ff jadi yaoi,tapi ternyata enggak. ahaha..
    seriously, if taemin read this he’s probably cut his hair immediately!! hahaha.. biar nga jadi kebingungan identitas diri kayak yg onyu bilang..hho..
    jagan lupa pieces 8 tak tunggu ya.. *cium

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s