Everything Just For You – Part 2

Title : Everything just for you
Author : Mrs. Lee & Mrs. Choi

Main cast : Lee Taemin
Park Miyeon

Other cast : Yoora
Minjee
Genre : Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-15

annyeonghaseyo ^^ ini dia part selanjut nyaa, langsung aja ya ..

DONT BE A SILENT READER PLEASE !! ~

Happy Reading ~

Miyeon menggerutu kesal, tiba-tiba taemin menarik tangan miyeon dan..

Miyeon terjatuh ke dalam pelukan taemin..

DEG !

Miyeon pov
omo! Apa itu? Kenapa detak jantungnya sangat cepat?
“oppa, lepaskan aku!” aku mencoba melepaskan pelukannya yang semakin erat.
“miyeon-ah” ucapnya memanggilku sambil membelai2 rambutku.
“hmm!”aku mencoba untuk sabar.
“meskipun aku baru mengenalmu, tapi aku..aku..sudah..” dia menggantungkan omongannya.
“sudah apa?”
“euh..itu..itu..”taemin oppa gugup dan semakin erat memeluk ku.
“oppaahh, akkuu tdak bisaah bernaafass” aku mengerang.
“saranghae miyeon-ah” bisik nya di telingaku. Membuat ku terdiam.
“mian~ mungkin ini terlalu cepat, tapi semenjak bertemu dengan mu, aku merasa ada yang beda dari diriku. Setiap malam aku selalu memikirkan mu, dan selalu ingin bertemu denganmu. Ternyata aku sadar bahwa aku sudah mencintaimu.” Tutur taemin oppa.

Author pov
“…..” tidak ada jawaban dari miyeon
“miyeon-ah, bagaimana?”
“bagaimana apanya?”
“istt kau ini!” taemin mendengus kesal.
“kau hanya mempermainkan ku.”ucap miyeon.
“maksud mu ?”tanya taemin bingung.
“aku tau kau hanya mempermainkan ku, sayang nya aku tidak semudah itu di permainkan oleh mu.”
“aigo~ kenapa kau berbicara seperti itu,huh? Kau tidak percaya padaku?”
“tidak.”jawab miyeon polos.
“apa yang harus ku lakukan agar kau percaya padaku?”
Miyeon menggeleng, taemin segera berdiri dari duduknya. *tadi taem tidur apa duduk ya?hehe lupa#plak*
“PARK MIYEON SARANGHAEEE!!!!” teriak taemin membelakangi miyeon lalu berbalik kembali menarik miyeon untuk berdiri. Kemudian menatap mata miyeon dalam menunggu jawaban darinya.
“aku tidak tau harus menjawab apa..”ucap miyeon.
Taemin mendelik kesal tapi dia mencoba untuk bersabar.
“apa kau mencintaiku juga?” tanya taemin.
“aku..aku..”
CHUU~
Taemin langsung membungkam miyeon dengan mencium bibirnya membuat miyeon terbelalak. Dia terus mencium bibir miyeon, miyeon hanya diam tak membalas.
“apa kau sudah percaya padaku eumm?” tanya taemin lembut setelah melepas ciumannya. Miyeon masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada nya saat ini, namun akhirnya dia mengangguk pelan.
“ne, nado saranghaeyo” ucap miyeon sangat pelan dan menundukan kepalanya. Sebuah senyuman terukir di bibir taemin, dengan cepat ia memeluk tubuh miyeon.
“gomawo” ucap taemin.

@home
“sudah sampai..” ujar taemin, miyeon segera turun dari motornya.
“ne, gomawo oppa. Hari ini sangat menyenangkan.”
“hmm, baguslah kalau kau senang. Yasudah aku pulang dulu ya, annyeong” taemin mengacak2 rambut miyeon.
“annyeong” miyeon melambaikan tangan nya pada taemin.
.
“yoboseyo? Kau belum tidur? Apa aku mengaganggumu chagi?” tanya taemin bertubi2 saat menelpon miyeon.
“tentu saja! Ini sudah jam berapa? Pukul 12 malam kau menelpon ku, aigo..”
“hehehe, aku tidak bisa tidur chagiyaa..”
“lalu kau mau apa?” tanya miyeon menahan rasa kantuk nya.
“eumm, bagaimana kalau kau menyanyikan sebuah lagu untuk ku?” tanya taemin, sukses membuat miyeon membukakan kembali mata nya yang tadi sudah tertutup rapat.
“mwo? Aku ini buta nada oppa. Ani,ani”tolak miyeon
“ayolah” pinta taemin.
“aku tidak bisa oppa!”
“isshh” taemin mendengus.
“mian”
“baiklah, gwenchanayo. chagi..” panggil taemin.
“hmm?”
“saranghae, jeongmal saranghaeyo..”
Miyeon tersenyum.
“nado, oppa! Aku ngantuk..hoammm”
“yasudah, aku juga sudah mengantuk, tapi kau jangan menutup telp ini sampai pagi.” perintah taemin.
“ne” jawab miyeon singkat karena sudah tdk tahan menahan kantuknya.
.
Pagi hari ..
“chagi” panggil taemin dari ujung telp.
“chagi..”
Miyeon masih tertidur.
“chagi bangun, ini sudah pagi” masih tidak ada jawaban dari miyeon.
“CHAAGGIYYYAAA!!!” teriak taemin.
“mm, ne ne! aku disini!” jawab miyeon lesu.
“yak, bangun! Sebentar lagi aku akan menjemputmu. Palliii!”
“ne, oppa”
.
.
@school
“oppa, jangan pegang tanganku”ucap miyeon melepaskan tangan taemin yang memegang tangannya.
“wae? Kau kan pacarku, ada masalah?” tanya taemin menarik kembali tangan miyeon.
“aku malu, semua orangg menatap kita!”
“aku tidak perduli chagi~ mereka tidak berhak mengatur hidup kita, yakan?.” Taemin menarik badan miyeon  mendekat lagi padanya.
“sshhh”
.
@class
“miyeonnnn-aahhh!” seru minjee yang baru masuk kelas.
“ist, ada apa?”
“apa benar kau berpacaran dengan taemin sunbae?” bisik minjee.
Miyeon terbelalak..
“kau tau dari mana minjee-yaa?”
“taemin sunbae sendiri yang bilang, saat aku bertemu dengan nya, dia bilang padaku bahwa kau sudah menjadi yeojachingu nya. Apa benar?” tanya minjee penasaran.
“sshh! Aniyo, kau tau sendiri kan dia itu orang nya seperti apa? Tidak mungkin aku berpacaran dengan nya.” elak miyeon.
Oppa mianhae.. aku belum siap memberitahu minjee.. batin miyeon
“a, jeongmal? Lalu bagaimana dengan ini?” tanya minjee sembari memperlihatkan sebuah foto yang membuat miyeon kaget, itu adalah fotonya bersma taemin saat mereka sedang berada di kebun binatang kemarin.

Miyeon pov
“yak! Kau dapat foto itu dari mana?”
“dari taemin sunbae .. kata nya foto ini adalah bukti bahwa kau sudah menjadi yeojachingu nya” tutur minjee polos.
Aigoo~ bagaimana ini? Dia benar2 kurang ajar!
“ah sudahlah, lupakan !” ujarku.
“aish, jawab dulu pertanyaan ku” paksa minjee.
“ne,ne! aku brpacaran dengan nya” bisik ku pelan.
“mwoyaa? Jinjja-yo?”
Aku mengangguk lemah.
“bagaimana bisa?”
“molla..”jawab ku cuek

Author pov
Tingg..nongg..*suara bel istirahat*
BRAK!
“siapa disini yang bernama PARK MIYEON ??” bentak seorang sunbae di ikuti oleh 2 orang teman nya yang menguntit di belakang. Miyeon menoleh cepat begitu juga dengan teman sekelasnya.
“ak..aku, ada apa sunbae?” jawab miyeon gugup.
“ohh ini, Heh kau! Taemin oppa itu namjachinguku, kau tau? Kau itu hanya ditipu oleh nya. Dia sama sekali tidak mencintaimu, yang dia cintai itu hanya aku. Jangan ke ge-er.an (?) jadi yeoja!”ujar yeoja itu dengan nada tinggi.
“maksud mu sunbae?” tanya miyeon lirih.
“aku adalah pacar dari LEE TAEMIN !”jawab yeoja itu dengan penekanan di nama taemin membuat miyeon tersentak.
Miyeon hanya tertunduk dan meneteskan air matanya.
“dengar sekali lagi.. lee taemin adalah pacarku! Kau jangan mengganggu hubungan kami! Lagi pula, kau tidak pantas dengan nya. Kau tau kan taemin itu siapa? sadarlah! JAUHI TAEMIN !!”bentak yeoja itu.
“n..ne sunbae..”
Yeoja  yang bernama ‘Yoora’ itu pergi begitu saja bersama anak buahnya.
“miyeon-ah..uljjima~” minjee menepuk2 bahu miyeon.
“Taemin oppa membohongiku” ucap miyeon sambil terisak.
“tapi aku yakin taemin sunbae sangat mencintaimu.” ucap minjee menenangkan miyeon.
“ani, memang benar, aku tidak pantas untuk nya.”
“miyeon-ah.. jngan berbicara seperti itu.”
.
.
(bel pulang berbunyi)
Taemin segera ke kelas miyeon untuk mengajaknya pulang bersama. Namun saat taemin sampai di kelas miyeon, dia sama sekali tida melihat sosok miyeon di kelasnya.
“kemana dia? Bukankah dia akan menungguku disini?” gumam taemin lalu menghubungi miyeon beberapa kali. Namun hp miyeon tidak bisa di hubungi. Membuat taemin menjadi cemas.
“kenapa hp nya tidak aktif?” dengus taemin.
“eh, apa kau melihat miyeon?” tanya taemin pada siswa yang sedang piket.
“miyeon ku lihat tadi sudah pulang sunbae.” jawabnya
“hah? Oh baiklah..gomawo”
Taemin langsung berlari pergi.
“kenapa dia meninggalkan ku?” ujar taem.
“taemin oppa!” panggil seseorang, taemin berbalik.
“ada apa?”
“kau mau pulang ya? Kita pulang bersama ya” ajak yeoja tersebut yang tak lain adalah yoora.
“aku tidak bisa. Kau pulang sendiri sajalah ..”ketus taemin.
“ssh! Ayolah oppa, aku takut pulang sendiri. Tidak ada yang menjemputku hari ini”
Taemin mendengus kesal.
“cepat naik !”
.
Di perjalan, miyeon melihat dari kaca bus seorang namja sedang memboncengi seorang yeoja yang tadi pagi melabraknya.
“ternyata benar” gumam miyeon lirih.
~~~~
“oppa, kenapa  sampai sini? Rumah ku masih jauh” protes yoora saat taemin menurunkan nya di pinggir jalan.
“mian, aku ada perlu. Kau pulang naik taxi saja”
ucap taemin langsung menjalankan motornya kencang meninggalkan yoora yang menggerutu kesal.
.

*ting nong .. taemin menekan bel rumah miyeon.
Ceklek~
“taemin oppa” seru jiyeon.
“annyeong, jiyeon-ah apa miyeon sudah pulang?” tanya taemin tersenyum.
“oh, eonnie belum pulang oppa.”
“kau tau dia pergi kemana sampai belum pulang?”
“molla~ apa kau mau menunggu nya disini?” tawar jiyeon
“ah gwenchanayo, aku akan mencari nya dulu, gomawo. Annyeong”
Sesaat dari kepergian taemin, miyeon baru saja sampai di rumah ..
“eonnie, dari mana saja kau? Taemin oppa barusan mencarimu kesini”ucap jiyeon.
“jinjja?” tanya miyeon datar.
“ne, dan dia pergi mencari mu lagi”
“oh”
.
.
Taemin pov
Aku mencari nya ketempat2 yg pernah kita kunjungi bersma.
Perpustakaan umum, taman kota, tempat favorite kita. Namun miyeon tidak ada disana. Aku benar2 khawatir, harus kemana lagi aku mencari nya?

Author pov
“yeonniee sayangg.. kemari sebentar” panggil eomma miyeon dari arah dapur.
“ne eomma.. ada apa?”jawab miyeon dari kamarnya.
“tolong bantu eomma belanja ke supermarket ya”
“aigo eomma, suruh saja jiyeon ..”
“aku sedang belajar eonnieee …” teriak jiyeon yang berada dalam kamarnya juga.
“yak! Sejak kapan kau rajin belajar?”
“sejak 1 jam yang lalu,”
“mwo?”
“ayolah miyeon. Bantu eomma!!!”
“ist, ne..ne..” miyeon keluar kamar dan berjalan gontai menghampiri eomma nya di dapur.

Miyeon pov
“ini uang dan daftar belanja nya, gomawo chagi~”eomma mencolek daguku.
“ne,” jawabku singkat. Lalu pergi dengan malas ..

*singkat cerita*
Setelah semua nya sudah ku beli, aku segera keluar dari supermarket tersebut. Saat aku keluar, ternyata langit sudah gelap.
JEDERRR! Suara petir itu membuatku tersentak di iringi dengan turun nya hujan deras..
Ahh untung saja aku membawa payung! Aku bergegas pulang.. entah kenapa saat di perjalanan aku tiba2 saja memikirkan taemin oppa.
“kemana saja kau hari ini hah?” pekik seseorang di belakangku. Saat aku menoleh, ku lihat sosok taemin oppa sedang berdiri tegap dan di guyur oleh air hujan menatapku tajam.
Dan dia masih mengenakan seragam sekolah.
“apa urusanmu?” tanyaku ketus.
“maksudmu?”
“sebaiknya kau pulang saja, tidak usah mencariku lagi.”
Aku langsung pergi, namun dia menahan lenganku.
“ada apa dengan mu? Apa aku mempunyai salah?” ucapnya kemudian memelukku dari belakang.
“lepaskan! Kau membohongiku!” pekikku. Aku mendorong taemin oppa hingga terjatuh lalu berlari meninggalkan nya.

Taemin pov
Aku benar2 tidak mengerti apa maksudnya..
“miyeon-ah!!” teriak ku memanggil nya yang sudah jauh menghilang.
.
.
Keesokan harinya..
@school

Lebih baik aku tanyakan saja pada minjee, mungkin dia tau apa yang sedang terjadi pada miyeon .. aku tahu dia adalah  sahabatnya.

Author pov
Saat minjee melewati koridor, tiba2 taemin menariknya ke pojok (?) ruangan.
“sunbae?”
“apa yang tarjadi? Kenapa miyeon berubah padaku?”
“molla~”
“tolong beri tahu aku, jebal!”
“sudahlah sunbae, aku tidak bisa memberitahumu”
“waeyo?”
“lebih baik sekarang kau jauhi miyeon, aku tidak mau dia di sakiti lagi. Permisi.” Minjee pun pergi meninggalkan taemin yang masih tidak mengerti.
Taemin tidak mau putus asa. Dia terus mencari miyeon..
“oppa.. kau mau kemana? Kita ke kantin yuukk!” ajak yoora sambil merangkul taemin.
“ayolah oppa”
“lepaskan!” taem mendorong yoora hingga tersungkur.
“aww..appoo” yoora memegangi bokong nya sambil menangis. Taemin mengacak rambut nya kesal.
“mianhae!” taemin membantu yoora berdiri.
“aw, aku tidak bisa berjalan oppa” rengek yoora berpura2.
“aish.. baiklah aku bawa kau ke UKS” taemin langsung menggendong yoora menuju UKS, namun saat di perjalanan tidak sengaja taemin bertemu dengan miyeon.
“miyeon..” ucap taemin lirih saat bertemu dengan miyeon, miyeon hanya tertunduk mencoba menahan air mata nya agar tidak jatuh kemudian berlari. Taemin mengejar miyeon dan meninggalkan yoora begitu saja.
“hyaaa”
BUUKK!
“aigo..” miyeon meringis saat diri nya terjatuh karena menabrak tong sampah *gak elit banget nabrak tong sampah..hha XD* dia merasa perih di lutut nya yang berdarah.
Miyeon mencoba bangun, tapi kakinya tidak kuat. Akhir nya dia tejatuh kembali.
Melihat kejadian tersebut taemin mempercepat lari nya mengahampiri miyeon, tapi terdahului oleh minjee ..
“miyeon-ah kau kenapa?” tanya minjee khawatir.
“appoo minjee..” jawab miyeon mengeluarkan air mata nya.
“uljjima, kajja!” minjee membantu miyeon berdiri.
“biar aku saja” ujar taemin langsung memangku  miyeon.
“turunkan aku..”ujar miyeon lirih.
Taemin tidak menjawab dan terus berjalan membawa miyeon.
“turunkan aku jebal! Apa pedulimu hah?!”
“KAU YEOJACHINGU KU! TENTU SAJA AKU SANGAT PEDULI !” bentak taemin membuat miyeon diam dan semua siswa meliriknya.

Taemin membawanya ke uks untuk membersihkan luka yang ada di lutut miyeon.
Miyeon hanya diam, dia menangis tertahan.
“miyeon-ah! Berhentilah menangis.. sebenarnya apa yang terjadi padamu?” tanya taemin memegang bahu miyeon.
“aku tidak ingin mengenalmu lagi” jawab miyeon tak sanggup menatap wajah taemin.
“mengapa kau tiba2 seperti ini? Aku benar2 tidak pengerti apa maksudmu”
“sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi.. aku tidak pantas dengan mu. Tolong jauhi aku oppa” miyeon masih tetap menangis.
“waeyo? Aku tidak bisa. Kau yeojachinguku”
“kau harus bisa! Seharusnya kita tidak boleh mempunyai hubungan. Masih banyak yeoja yang lebih pantas dengan mu. Contoh nya yoora sunbae mungkin …”
“yoora? Aku tidak menyukainya. Aku hanya menyukaimu!” tegas taemin.
“kau bohong! Jika kau tidak menyukainya kenapa sampai saat ini kau masih berhubungan dengan nya? Dan masih menjadikan nya yeojachingumu?”
“yeojachinguku? Yeojachinguku hanya kau miyeon. Aku tidak ada hubungan apa2 dengan nya.percaya lah padaku”
“sudah oppa! Jangan menyakiti aku lagi.”
“kau salah paham chagiya..”
“jangan panggil aku seperti itu!” bentak miyeon sambil terisak. taemin langsung memeluk miyeon erat.
“jangan pergi dariku! Kau harus tau aku sangat mencintaimu.”
“tapi yoora sunbae juga mencintaimu..jadi sudahlah, kau lebih baik dengan nya saja.”
“yoora? Aish~ kau benar2 salah paham. kumohon jangan menyerahkan ku pada orang lain! Aku tidak mau, aku hanya mencintaimu miyeon-ah..tolong percaya padaku. Aku tidak mau kehilanganmu.” Taemin semakin erat memeluk miyeon dan mulai mengeluarkan air mata nya, dia menangis.
“saranghae.. SARANGHAE MIYEON-AHH!!!” taemin berteriak dengan terisak.

Miyeon pov
Eh, taemin oppa menangis? Apa dia sungguh2?
“jinjja?”
“ne, jeongmal saranghae.. kumohon percayalah padaku.” Kudengar suaranya bergetar. Apa benar perkataan nya itu?
Keadaan hening sejenak.aku melepaskan pelukan taempa perlahan, ku lihat matanya begitu merah, mungkin gara2 menangis tadi, hahh aku jadi tidak tega.
“oppa mianhae karena aku sudah tidak mempercayaimu. Tidak seharusnya aku gampang percaya pada omongan orang lain.” Aku menunduk tidak berani menatap wajahnya, kemudian dia mengangkat daguku.
“seberat apa pun rintangan untuk hubungan kita, kita harus bisa melewatinya bersama. Aku akan terus melindungi mu, arasso?” dia tersenyum
“ne, arasso! Oppa, matamu merah sekali.”
“jinjja? Ah ini gara2 kau, aku benar2 tidak mau kehilanganmu.”
“ah kau benar2 mencintaiku ya?” ujar ku menggodanya.
“tentu saja pabbo!”
“hehehe, saranghae” ucap ku memeluknya.
“nado saranghaeyo” dia mengecup kening ku lembut.
.
.
Author pov
“ingat! Pulang sekolah tunggu aku disini.” Perintah taemin saat mengantar miyeon ke depan kelas nya.
“ne, oppa!”jawab miyeon lalu  taemin meninggalkan miyeon.
“cie..cie.. sudah baikan toh?” goda minjee, miyeon hanya tersenyum malu.
“ne, ternyata yoora sunbae itu mantan pacar taemin oppa. Dia hanya mengaku2 saja.” Ucap miyeon.
“ist, tidak tau malu sekali dia!”umpat minjee.
*teng nong* bel pulang..
Taemin sudah berdiri tegap di depan kelas miyeon.
“haii chagi~ ayo kita pulang” ajak taemin.
“ne oppa, minjee-ah aku pulang duluan ya.. tidak apa2 kan?”
“oh ne.. gwenchanayo, hati2 di jalan!” ujar minjee.

#di perjalanan pulang..
“oya chagi, sore ini aku bertanding basket di taman kota. Kau kesana ya” pinta taemin.
“jika aku ada waktu..”
“yak!”
“ne,ne!”
=======================+++++=========================

Miyeon pov
Sore ini aku akan menonton taemin oppa bertanding basket. Aku berniat membawakan nya bekal dengan masakan buatan ku sendiri ..
“apa yang kau lakukan?” Tanya eomma sedikit mengagetkan ku.
“sshh eomma, aku sedang memasak.”
“yak! Eomma tau kau sedang memasak, maksudnya untuk siapa?”
“ini untuk taemin oppa, dia ada pertandingan basket sore ini di taman kota”
“aigo.. so sweet skali ..” ucap eomma sambil memegang kedua pipinya.
“eommaa, sudahlah!” aku mendorongnya pergi.
~~~~
“aku pergi dulu..” pamitku.
“ne, hati2! Salam untuk taemin..semoga dia berhasil.” teriak eomma.

@Taman Kota
“TAEMINN OPPAA!! FIGHTING! AAAA…” terdengar teriakan histeris dari yeoja2 yang mendukungnya. Aku jadi bangga pada diriku sendiri, banyak yeoja yang mengagumi namjachinguku kkk~ tapi aku tidak ada rasa kecemburuan. JBiarkan saja
Aku memutuskan untuk duduk di tengah2 kursi penonton, ku lihat yoora sunbae juga berada disini, dia duduk jauh di depanku. Huh,mau apa dia kemari?
Eum~ tapi aku tidak papa.. aku tidak perlu takut, aku percaya pada taemin oppa.
Saat taemin oppa melirikku, aku langsung melambaikan tanganku dan berkata.
“fighting!” tanpa suara sambil mengepalkan tanganku. Taemin oppa hanya mengangguk dan tersenyum kemudian mengedipkan sebelah mata nya pada ku.
Omonaa~ rasa nya aku akan meleleh (?) #author juga sama, haha#
Beberapa kali taem oppa memasukan bola itu kedalam ring, hmm ..
dia memang pantas untuk menjadi seorang kapten..
saat time out aku berjalan menghampiri taemin oppa untuk memberi dia sebotol minuman. Namun langkah ku terhenti saat aku melihat yoora sunbae juga datang menghampiri taemin oppa. Kuputuskan saja niat ku untuk menghampiri taemin oppa.

Author pov
“oppa.. kau mau minum?” yoora menyodorkan sebotol minuman pada taemin.
Taemin tidak menjawab nya, dia malah mencari2 sosok miyeon yang tidak ada di posisi semula. Dia kemudian tersenyum saat melihat miyeon sedang duduk menundukan kepalanya di pojok sambil mengehentak2an kaki nya dan terlihat sangat kesal.
Taemin kemudian menghampiri miyeon ..
“kenapa kau tidak menghampiri ku ke depan sana chagi?”
Miyeon dengan refleks mendongkakan kepala nya.
“apa penting nya?” tanya miyeon ketus.
“ aishhh.. kau ini sangat menggemaskan!” taemin mencubit pipi miyeon gemas.
“eh, oppa! Cepat sana.. kau harus bermain lagi” ucap miyeon mendorong2 taemin pergi.
“ne,ne doakan aku ya”
“hmmm”
Taem meninggalkan miyeon dengan setengah hati. Dia bingung apa yang terjadi dengan miyeon. Akhirnya dia kembali kepada miyeon terus mencium pipi nya.
“saranghae” bisik taem kemudian berlari masuk kelapangan untuk bermain kembali. Miyeon hanya terpaku  lalu tersenyum malu.
Yoora yang melihat kejadian itu terlihat sangat kesal ! ia langsung menghampiri miyeon yang tengah asyik menyaksikan taem bertanding. Tanpa sepengetahuan mata taemin yoora menarik miyeon secara paksa bersama dengan anak buahnya ke tempat sepi.

==========================+++++===========================

Plak!plak!
Yoora menampar pipi miyeon keras hingga berbekas, miyeon meringis kesakitan. Ia tidak bisa melakukan apa2 karena tangan nya di pegang erat oleh anak buah yoora.
“sudah ku bilang jauhi TAEMIN!!! APA KAU TIDAK MENGERTI??” bentak yoora.
“tapi sunbae.. aku tidak bisa” ucap miyeon lirih.
“kau harus bisa! Mau mati kau ?”
Miyeon menggeleng lemah.
“skali lagi aku ingatkan, JAUHI TAEMIN OPPA!!”
Kedua anak buah yoora pun mendorong miyeon hingga tersungkur kemudian pergi.
Miyeon menangis… tapi dia segera menghapus air matanya karna permainan basket taemin sudah selesai, dan di menangkan oleh tim taemin. Dia tidak mau kalau taemin mengetahui jika dia menangis. Miyeon segera menghampiri taemin di lapangan.
~~~~
“apa kau menang?” tanya miyeon bersemangat saat menghampiri taemin.
“yak ! kemana saja kau?”
“aku, aku tadi ke toilet dulu oppa..” jawab miyeon sedkit gugup.
“oh begitu … ne chagi !! aku menangg !!” seru taemin, ia langsung menggendong miyeon.
“oppa, lepaskan ! kau ini tidak tau malu ya.” ujar miyeon sambil melihat sekeliling.
“tidak.” ucap taemin singkat dan masih tetap menggendong miyeon.
“tapi aku malu, cepat turunkan !”
“ah baiklah, apa kau tidak mau memberikan selamat padaku, huh?”
“oh aku lupa. Taemin oppa! Chukkae!” seru miyeon.
“-___- begitu saja? Tidak ada pelukan? Tidak ada ciuman di pipi atau bibir mungkin?” tanya taemin menggoda miyeon.
“tidak”
“hmm” taemin kecewa.
“tidak disini, kajja!” miyeon melanjutkan. Dia langsung menarik tangan taemin. Taemin tersenyum lebar.
~~~~

“aku memasak ini untuk mu, kau pasti laparkan ?” miyeon memberikan bekal yang dibuat nya pada taemin.
“wahhh.. seperti nya enak, tapi lebih enak jika ada yang hmmpphh”
Miyeon langsung menyumpal mulut taemin dengan 1 suap makanan nya.
“aku sudah tau maksudmu, makan lah yang banyak.” ucap miyeon datar seraya memberi suapan lagi ke mulut taemin.
“hehe.. chagi, pipi mu merah, wae?” tanya taemin saat melihat bekas tamparan yoora di pipi miyeon.
“eh, ini euh.. tadi, tadi ada nyamuk di pipiku. Jadi aku menampa pipiku sendiri.”
“kenapa sampai dua-dua nya?” taemin memegang kedua pipi miyeon
“nyamuk itu mengigit kedua pipiku. Jadi aku menampar dua-dua nya” jawab miyeon asal.
“ah jeongmal?”
“ne!”
“hmm, sepertinya nyamuk itu juga gemas dengan pipimu. apa tidak sakit?” tanya taemin khawatir.
“tidak! Ayo makan lagi.. makanan ku enak tidak oppa?” ujar miyeon mengalihkan pembicaraan sambil menyuapi taemin kembali.
“tentu saja, ini sangat enak chagi gomawoyooo~ ngomong2 mana janji mu tadi?” taemin mendekatkan wajahnya.
Plak!
Tiba2 saja Miyeon menampar pipi taemin.
“aww appoo.. apa yang kau lakukan??”
“pipi mu juga di gigit nyamuk” jawab miyeon datar.
“isshh jinjja, ini sakit sekali.” Taemin meringis sambil mengelus2 pipinya.
“sini biar aku obati.”
CHU~
Miyeon mencium pipi taemin singkat,,
“chukkae chagi, kau memang hebat!” ucap miyeon malu2 membuat taemin melongo(?).
Miyeon memanggilku chagi? Omonaa~ aku senang sekali.. batin taemin.
“aaaa.. aku bahagiaaa” taemin berteriak, dan langsung menarik miyeon kedalam pelukan nya. Miyeon membalasnya sambil tersenyum.
*******

Keesokan hari nya..
@school

“taemin-ssi, ada yang harus aku beritahukan padamu.” Seru teman sekelas taemin yang baru datang ke kelas.
“mwo?” tanya taemin heran.
“kemarin aku tidak sengaja melihat kejadian yang sangat mengejutkan, dan aku merekam nya.” ujar namja itu, membuat taemin semakin heran. Kemudian namja tersebut mengeluarkan ponsel nya dan memutar video yang memperlihatkan yoora sedang menampar dan menganiaya miyeon. Dengan seketika wajah taemin terlihat murka.
Saat ia berniat pergi ke luar kelas, tiba2 bel tanda masuk berbunyi. Namun taemin menghiraukan nya, emosinya sudah tidak bisa di tahan.
“taemin-ssi, kau mau kemana?” panggil namja itu dengan cemas. Tidak ada jawaban dari taemin, dia terus berjalan menuju kelas yoora.
Sesampainya di kelas yoora, ia melihat yoora tengah asik mengobrol dengan teman2 nya.
BRAK !
Taemin memukul meja yoora dengan keras, membuat yoora  terlonjak kaget.
“taemin oppa? Ada perlu apa kau kemari?” tanya yoora sok lembut.
“dasar yeoja brengsek! kejahatan apa saja yang sudah kau lakukan pada yeojaku, hah? Sekarang aku sudah mengetahui semuanya, aku benar2 kecewa padamu ! tolong jangan sekali lagi menyakiti yeojaku, jika kau terus menyakitinya aku tak akan segan2 untuk menyakiti mu lebih dari itu. CAMKAN!!” bentak taemin dan berlalu pergi.
Yoora tidak bisa berkata apa2, malu, marah, kesal, benci, itu lah yang saat ini ia rasakan.
~~~~

(bel istirahat bebunyi)
Taemin segera menemui miyeon ke kelas nya.
“eh, oppa!” seru miyeon saat taemin sudah ada di depan nya.
“jangan bohongi aku lagi! Katakan padaku tentang pipimu itu,” ucap taemin dingin. Membuat miyeon tidak bisa berkutik lagi.
“kau di tampar olehnya kan?” taemin menekan suaranya.
“ne.. tapi sudahlah, lupakan saja oppa.” jawab miyeon santai.
“ikut aku sekarang!” ujar taemin menarik tangan miyeon dan membawanya ke atap sekolah.
.
“kenapa kau membohongiku hah? Kenapa kau tidak bilang kalau kau selalu disakiti oleh yoora?” tanya taemin sambil memegang lengan miyeon.
“oppa sudahlah..” miyeon menepis tangan taemin pelan.
“yak! Jawab pertanyaan ku dulu. Kenapa kau memendam ini sendirian? Apa kau tidak menganggapku?”
“bukan begitu opp ..”
“kau takut pada ancaman yoora? Terus apa gunanya aku kalau tidak bisa menjaga mu yeon-ah?! Melihat mu begini aku benar2 merasa bersalah.” Taemin menatap miyeon dalam.
“oppa..”rintih miyeon langsung memeluk taemin dengan erat.
“mian, mianhae..” ucap miyeon lirih.
Taemin melepas pelukan miyeon lalu memegang kedua pipinya.
“hhmm, gwenchanayo..aku kan sudah bilang, apapun yang terjadi kita harus melewatinya bersama. Jangan memendam nya sendirian. Aku berjanji akan melindungimu semampuku.” ujar taemin tersenyum.
“gomawo..”
“eh, bagaimana dengan pipimu?apa masih sakit?” taemin mengelus2 pipi miyeon.
“tidak terlalu oppa, mungkin besok juga sudah tidak sakit lagi.”
“heuhh, rasanya aku juga ingin menampar kembali yeoja itu karna sudah menyakiti yeojaku. Tapi aku masih punya perasaan..”
“haha begini lah nasib jika menjadi yeojachingu seorang LEE TAEMIN, namja populer di sekolah.”ledek miyeon.
Taemin tertawa sambil mengacak2 rambut miyeon
“oya chagi, hari ini appa ku pulang ke rumah. Aku ingin memperkenalkan mu padanya. Bagaimana kau mau?”
“mwo??”
“malam ini aku berniat mengajakmu makan malam bersama appaku. Kebetulan sekali dia kan jarang pulang ke rumah. Kau mau ya?”
“tapi oppa, aku tidak ada persiapan sama sekali. Ottokhae?” tanya miyeon sedikit panik.
“tenang saja chagi, ini hanya makan malam”
“eumm..baiklah.”
“sippoo~ gomawo chagiyaa” taemin mengecup kening miyeon.

*******
“jam 7 malam aku jemput ya, berdandanlah yang cantik!”
“ne, oppa. Hati2 di jalan!”
Miyeon pun masuk kedalam rumah nya.
“boo~”
“kyaaa! Kenapa kau mengagetkan ku ha?”
“hehe nanti malam kau kemana eonnie?”
“bukan urusanmu! Anak kecil tidak boleh tau.”
“tapi aku ingin tahu, jebal !”
“isshh aku akan kerja kelompok malam ini, wae?”
“a, jeongmal?” tanya jiyeon tak percaya.
“ne! sudah, jangan ikut campur. Lebih baik kau kerjakan tugasmu”
~~~~

“aish, aku bingung harus memakai baju yang mana? Yang ini?ah tidak terlalu sexy, apa yang ini?ah ani.ani telalu jadul! Lalu yang manaa? Aaa~ aku bingung”teriak miyeon mengacak2 rambutnya.

Miyeon pov
“pakai baju ini saja” eomma datang bersama jiyeon sambil membawa sebuah gaun coklat di tangannya.
“taemin oppa pasti menyukainya eonnie”
“eomma, kau tau dari mana jika aku akan pergi dengan taemin oppa? Yak park jiyeon! Pasti kau yang memberitahu eomma..”pekikku, dia hanya nyengir kuda memperlihatkan deretan giginya yang kuning(?)#plak
“ah palliwa! Biar eomma yang dandani.”
“Jangan terlalu tebal!”
“tidak akan!”
.
.
“wahhh eonni, kau cantik sekali.” ujar jiyeon terperangah melihatku.
“pada dasar nya aku memang cantik!” ucap ku sangat PD.
“hueekk”
“yak!”
“ini sepatu mu. Pakailah!” eomma memberiku sepasang sepatu yang ber-hak tinggi.
“hak nya tinggi sekali eomma, kau tau kan aku tidak bisa memakai sepatu yang seperti ini.”
“coba dulu. Nanti juga akan terbiasa.” =,=!
TTIINN…TTIINN…
“nah, itu pasti taemin oppa ! palli eonnie!” seru jiyeon menarik2 ku. Aku keluar kamar dengan susah payah karna memakai sepatu ini.

Author pov
“annyeong” sapa taemin.
“ne, annyeong.. bagaimana dengan miyeon?” miyeon pun keluar dari balik pintu.
“neomu yeoppodaa~” puji taemin terperangah. Miyeon tertunduk malu.
“yasudah, pergilah”
“tapi eomma, aku tidak bisa memakai sepatu ini.”bisik miyeon.
“paksakan!” T__T
Akhirnya miyeon pun berjalan dengan terhuyun2 (?)
.
“oppa, kenapa kita pergi ke butik ini?” tanya miyeon heran saat taemin memberhentikan motornya di sebuah butik.
“ganti sepatu hak mu dengan yang baru dan lebih nyaman di pakai. Aku tau kau tersiksa memakai itu.”
Mereka pun masuk kedalam butik tersebut dan mulai memilih2 sepatu untuk miyeon.
Sampai akhirnya taemin menemukan sepatu yang menurut nya cocok untuk yeojachingunya itu.
“bagaimana jika yang ini saja?” miyeon mengangguk cepat dan tersenyum. Lalu taemin berjongkok, ia langsung memakaikan sepatu nya pada kaki miyeon.
“nah, kau sudah nyaman kan?”
“ne, gomawo oppa! Kajja”lanjut miyeon merangkul lengan taemin.
~~
“oppa, aku takut sekali, apa aku terlihat baik?” tanya miyeon cemas.
“sudah kau tenang saja. Appaku pasti menyukaimu.”jawab taemin meyakinkan.
Taemin pun masuk kedalam rumah nya membawa miyeon..
“appaaa..”panggil taemin melihat sekeliling rumahnya.
“nee taemiinnn!”jawab appa taemin.

Miyeon pov
Omo! Aku tegang sekali.. apalagi saat mendengar suara ahjjusi. Meskipun dia adalah kepala sekolah di sekolahku, tapi aku sama sekali belum melihat wajahnya. Dia tampan atau tidak ya? Atau wajah nya sangat sangar?? Aku takut dia tidak menyukaiku ..
Eommaaaa~ teriakku dalam hati.
Aku semakin erat memeluk tangan taemin oppa..
Saat mendegar langkah kaki yang menuju ke arah ku dan oppa, jantung ku berdegup sangat kencang, aku tegang sekali ! >,<

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Everything Just For You – Part 2”

  1. Huaaaa~
    author TBC nya ga tepat lagi nih
    jangan lama lama bikin ff nya ya
    NEOMU NEOMU DAEBAK~
    oh ya follow aku ya author:@wishTMN
    gomawo ^^;;;;

  2. Bujuk itu si yoora,kriminal mameen…*paan sih*
    si miyeon malah lemah bnget lagi,mana taemin kaga mudeng ma
    situasinya*dijambak taemin*

    nice ff,lanjut thor d^_^…

    1. Salah nama pula…tch tch.
      Ni aku ‘kim eunri’.
      *author:sape lu?gue kaga kenal*
      #nangis bombay di pojokan dorm shinee smbil mratap.

  3. waach , kasian tuch miyeon di bully ama yoora teruss …
    untung taemin tau ..
    ff’nya bagus ,,,,, tapi kayaknya kebanyakan dialog dhe …. hehehehehehehe , menurutku sich ..
    penggambaran suasananya jadi agak kurang ..
    but still it’s nice ..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s