Kiss Kiss Me – Part 2

Kiss Kiss Me [Part 2]

Title : Kiss Kiss Me [Part 2]
Author : Omothoni Tralili
Main cast : Lee Jinki, Jung Yoohra
Support cast : Kim Jonghyun, Kim Kibum aka Key, Park Nara, Jung Jihyun
Length : Continue
Genre : Romance, Fluffy
Summary : Jinki dan Yoohra menjadi seorang couple di Festival Kesenian Sekolah. Yoohra bermaksud ingin mneyebrang untuk memberikan permen pada seorang anak berpakaian compang-camping di seberang jalan. Karena tidak lihat kakan-kiri, ia tidak tahu ada truk pembawa beras sedang melaku kencang. Jinki yang menunggu di pinggir jalan sambil melihat Yoohra menyebrang segera menarik Yoohra. Kiss~ satu ciuman di bibir mendarat tanpa permisi.
Rating : N-17!!!!!
Note : Annyeonghaseyo Jreaders, happy reading ya
BE CAREFUL, UNDER 17 YEARSIS NOTALLOWEDTO READ!

=-=-=-=-=-

Yoohra POV

Siang itu di sekolah…

Jihyun oppa tampak murung di taman sekolah. Nara, yeojachingunya tampak tertegun. Yeoja berwajah cantik itu menoleh pada oppa-ku. Lalu, merangkul Jihyun oppa dengan tenang.

“Aku… Masih tidak setuju dengan hubungan Yoohra dengan… Siapa itu namanya?” tanya Jihyun oppa pada Nara.

“Jinki…” ujar Nara pelan. Ia lepas rangkulannya dari namja berpipi tirus itu.

“Nah, itu dia. Namanya susah di ingat! Yaaaa~ aku tidak setuju kalau dia… bersama… Siapa itu… Aduuuh…”

Nara melongos kesal. “Jinki!!! J-I-N-K-I.. JINKIII!!!!”

“Oh iya ya, Jinki… Jinki… Jinki… Itu dia. Bagaimana ya? Aku hanya tidak suka dia bersamanya.” Ujar Jihyun oppa pelan.

Nara segera merapihkan sweaternya. Lalu mengikatkan shall di lehernya. Sesaat suasana hening. Aku berusaha mendekat, namun aku urungkan niatku. Aku takut kalau aku salah injak (misalnya aku menginjak ranting pohon yang membuat bunyi KREK!) , bisa-bisa oppa akan menggorok nyawaku (?). Karena Jihyun oppa sangat tidak suka kalau dia sedang berbicara, adiknya (yaitu aku) ikut nguping pembicaraan.

“Sudah, biarkan saja mereka. Toh, mereka itu sepertinya saling mencintai.” Balas Nara yang berusaha menenangkan Jihyun oppa.

“Aku lebih suka kalau Yoohra dengan si Dino!” ujar Jihyun oppa yang berhasil membuatku terlonjak.

Dengan si Dino? Jonghyun maksudnya?? Tidak! Aku lebih suka kalau aku bersama Jinki di banding dengan si stupidino yang punya wajah mesum itu! Walau sebenarnya tipe-ku mendekati Jonghyun, tapi wajah mesumnya itu yang membuatku sedikit…. Sedikit jijik berdekatan dengannya. Bagaimana kalau tiba-tiba dia…. Ah, berhenti memikirkan dia!

“Dengan Jonghyun.. Aku tidak yakin kalau mereka cocok. Jinki itu namja yang baik-baik. Dia juga suka melindungi wanita.” Ujar Nara menepis pendapat Jihyun oppa.

Jihyun oppa menghela nafas. “Sudah! Aku capek memikirkannya!”

“Loh, mau kemana.. Tunggu aku!”

=-=-=-=-=-=-

Sial!

Kalau oppa tiba-tiba menjodohkanku bagaimana? Kalau tiba-tiba oppaku menyuruh Jonghyun menjadi pacarku bagaimana? Aaargh, tidak akan aku biarkan itu terjadi. Tidak, tidak, tidak!!!!!!

BRAAAK!!

“Aigo, aigooo~,” desah seseorang yang aku yakini dia adalah namja.

“Bisa lihat tidak?! Dimana…” ucapanku terpotong saat aku melihat namja yang sedang merintih kesakitan. “JONGHYUN?!”

“O-oh, Yoohra noona! Mianhae!,” ujar Jonghyun berusaha membangunkanku. Aku tanggapi uluran tangannya dan mulai merapihkan bajuku.

“Mianhae ne Jonghyun, aku buru-buru sekali!,” balasku sambil menunduk. Dia mengeluarkan jurus senyum mesumnya.

“Tidak apa-apa, noona mau pergi kan?” ujar Jonghyun pelan. Aku mengangguk kecil. “Annyeong.”

Saat aku berusaha menghindar darinya, tiba-tiba aku tersandung kaki Jonghyun yang cukup lembar dan tanpa sengaja….

CUP~

Jangan lagi!!!

Aku berusaha berontak. Jonghyun malah tidak mau melepaskanku. Entah dia sedang menikmatinya atau dia hanya tertegun.

“Apa yang kamu lakukan?! Lepaskan!!!,” gertak seseorang sambil menarikku. Dia bawa aku ke dalam dekapannya seakan-akan aku ini barang. Saat aku perhatikan wajahnya… Jinki?!!

“H-hyung?” tanya Jonghyun saat melihat wajah namja itu. “Apa yang hyung lakukan? Ini bukan seperti yang hyung lihat! B-bukan!”

Onew melongos, lalu menatapku sinis. Pandangannya kembali menuju si stupidino. Matanya tajam memburu. Dia mendorongku ke belakang. Menyuruhku untuk diam di tempat. Gugup dan tegang yang sekarang aku rasakan.

“Apa yang kamu lakukan?!” gertak Jinki pada adiknya itu. Aku bergidik.

“Itu tidak sengaja. Aku bisa menjelaskannya!” balas Jonghyun berusaha keras memukul mundur Jinki.

Jinki tersenyum mengejek. Tangannya mengepal sangat kuat sehingga terlihat urat-urat di tangannya. Dia sepertinya sangat emosi dengan kejadian yang baru saja terjadi. Sekitar 2 menit yang lalu. Ah, ini akan berbuntut sangaaaaaaaaat panjang. Bisa gawat kalau begini! Kalau Jonghyun tiba-tiba mencintaiku bagaimana? Nah, kalau Jonghyun sifatnya sama seperti kakaknya yang hobi asal nyosor ke bibir seorang yeoja bagaimana?

Backsound : Tragedy- OnJong

Ngenes…

“Kamu pikir aku tidak lihat hah? Kamu sengaja kan?!” bentak Jinki sekeras mungkin. Jonghyun bergidik ngeri.

“Aniyo! Aku tidak mau menciumnya!! Bibirnya pahit tau!!! Aku lebih suka mencium Key dibanding dengan Yoohra noona!! Opps… Bercanda… Kekeke~…”

GUBRAAAK!!!!

“Woy, kita ceritanya lagi berantem nih!!” seru Jinki sambil memukul kepala stupidino.

“Ok, lanjut. Aku tidak menciumnya!! Sungguh!!!!” lawan Jonghyun lebih keras.

“Aku melihatnya!!!!!” seru Jinki dengan sangat tegas.

Aku berusaha menghentikan perdebatan. Aku tidak mau masalah ini berbuntut sangat panjang. Aku tidak mau!! Apa lagi kalau Jihyun oppa tau kalau bibirku sudah di rasakan dua namja. Bisa berabe kalau begini. DAMN!

“STOOOOP!!!! Sudah, Jinki ikut aku!!” seruku sambil menarik tangan Jinki agar menjauh dari Jonghyun. “Jalan, jangan aku yang menyeretmu. Berat tau!!”

Aku terus menarik Jinki hingga ke lapangan basket. Dengan kesal, aku memaksa Jinki duduk di kursi pemain. Lalu, memandanginya dengan dingin. Suasana hening begitu terasa. Jinki memainkain jemarinya dan rasanya ia masih kesal dengan kejadian itu. Memalukan memang, tapi apa urusannya dengan seorang Lee Jinki?

“Dengar, aku tidak ada maksud untuk mencium Jonghyun!” belaku dengan kesal. “Amit-amit aku menciumnya…”

“Cih, lalu kenapa kamu tidak melepasnya?!” tanya Jinki sambil menatapku tajam.

Aku tertegun sebentar. Mencari kata-kata yang pas untuk aku katakan pada Jinki. “Jonghyun memelukku. Makanya saat aku berusaha lepas darinya, aku tidak bisa.”

Dia tertunduk diam. Lalu memainkan jemarinya. Aku segera duduk di sebelahnya. Menoleh padanya lalu diam. Aku bingung apa yang harus aku katakan. Sungguh ini sebuah dilema (?) yang membingungkan. Kalau saja aku bisa memutar balikkan waktu dan berharap kejadian yang membuatku mendapatkan SIAL itu tidak PERNAH terjadi.

“Jangan marah padaku Jinki. Itu hanya tidak sengaja. Lagi pula saat itu aku terburu-buru masuk kelas.” Jelasku agar dia yakin. Dia menoleh padaku.

“Kamu yakin? Aku yakin kalau kamu tidak punya niat seperti itu, tapi Jonghyun? Bagaimana dengannya?” tanya Jinki yang memasang mimik khawatir sekaligus tidak percaya.

Aku tersenyum kecil. “Tidak, dia memberikan aku jalan lewat. Tapi karena tersandung jadi….”

“Jangan dilanjutkan..” ujar Jinki sambil berdiri. “Aku ingin kembali ke kelas..”

Aku menghela nafas berat. Lalu meraih tangan namja itu. Aku merasakan suasana hening. Dinginnya angin menambah kekalutan hati. Aku mulai menyerah dengan sikap Jinki yang keras kepala itu.

“Memangnya ada hubungan apa kamu denganku? Aku hanya chingu-mu!” ujarku dengan dingin. “Ada masalah kalau aku berciuman dengan Jonghyun, hah?”

Jinki segera menoleh dan menatapku tajam. Mataku dan mata Jinki saling bertemu. Lama kami saling bertatapan. Namun, aku  mengalah dan memutuskan untuk buang muka. Jinki menghela nafas berat. Dengan kesal, ia memaksaku untuk berdiri.

“Aku ini… Aku ini….” Jinki tertegun. Bingung mau berkata apa.

“Kamu ini siapa aku?!” bentakku dengan kesal. Aku lepas genggamanku dengan kasar lalu membuang muka.

Tiba-tiba, Jinki menarikku ke dalam pelukannya. Sangat erat ia memelukku sampai-sampai aku tidak bisa berontak sama sekali. Menggerakkan jari pun aku tidak bisa.

“Aku memang bukan siapa-siapa kamu. Aku bukan saudaramu, aku bukan oppa-mu, aku bukan namjachingumu… Tapi, aku hanya ingin melindungimu. Aku tidak ingin kamu terluka.” Kata Jinki pelan. Pelukannya semakin erat terasa.

Aku menggelengkan kepalaku. Lalu aku tatap mata namja yang menatapku lirih. Aku tertegun.

“Karena aku…. Karena aku hanya takut…… Aku takut….”

Yoohra POV end

=-=-=-=-=-=-=-

Jinki POV

CKLEK~

“Hyung, eh.. Sudah pulang.” Sapa Key setibaku dari rumah. Mataku menyipit untuk melihat namja bermata kucing itu. “Hyung pasti lelah.”

Aku mengangguk. Segera aku lempar tas-ku ke sofa lalu membaringkan tubuhku ke karpet beludru. Key menghampiriku. Dia perhatikan diriku yang lemas lesu.

“Ada apa hyung?” tanya Key pelan. Ia menyalak televisi lalu memainkan jemarinya di remote.

Aku menggeleng. “Tidak ada apa-apa…”

“Aku tau hyung sedang dalam masalah. Aku tau dari mata hyung yang tampak gelisah.”

Aku gelisah. Key memang pintar membaca mata seseorang. Terutama mataku.

“Bukan apa-apa, kamu mengertikan?” ujarku dingin.

Dia menggelengkan kepalanya. “Kalau hyung berbohong pada orang lain, sama saja hyung berbohong pada diri sendiri..”

Aku menghela nafas berat. “Ini… Tentang Jonghyun…”

Key terlonjak. Ia segera duduk di sampingku. Menatapku seolah ia menuggu sesuatu dariku. Aku segera ke posisi duduk. Memerhatikan wajahnya, lalu memejamkan mataku.

“Apakah Jonghyun… Mencium… Yoohra noona??” tanya Key yang aku yakini dia hanya menebaknya saja.

Aku membalasnya dengan anggukkan kecil.

“Apakah…  Yoohra noona marah pada…. Hyung?” tanya Key yang lagi-lagi aku balas dengan anggukan seadanya.

“Aku sangat mengerti perasaan hyung. Tapi hyung, aku yakin itu tidak sengaja. Lagi pula, Jonghyun pasti tidak berniat melakukan hal gila semacam itu. Aku yakin itu hanya suatu ketidak sengajaan semata hyung.” Jelas Key sambil tersenyum.

“Ck, aku tidak bisa menerimanya! Malah, Yoohra marah-marah padaku dan bilang ada hubungan apa aku dengannya. Itu membuatku semakin marah!” balasku.

Key tertegun.

“Aku tau Jonghyun pasti tidak punya niat seperti itu. Tapi aku tidak bisa menerimanya!! Kamu mengertikan perasaanku..” jelasku yang sudah kelewatan.

Namja bermata kucing itu menoleh padaku. Ia memberikan seulas senyum menggoda. Lalu memasang mimik muka tidak percaya.

“H-hyung mencintainya??” tanya Key terbelalak.

Aku menggeleng-gelengkan kepala. Aku mulai panik. “A-aniyooo….”

“Jujur!” seru Key memaksaku untuk membuka mulut.

“Tidak! Tidak! Tidak!!!!”

“Ngaku, kalau tidaaaaak…. Hmm… Ayam enak ini akan aku rampas!”

AYAM?!?!?!

“AKU MENCINTAINYA!!! AKU PERNAH MENCIUMNYA!!!! BERIKAN AYAMNYA!!!” seruku sambil mengambil ayam yang di pegang Key.

“Kena deh… Hwahahahaha~,” seru Key sambil mengeluarkan jurus ketawa kuntil anak miliknya.

Aku sadar bahwa aku sudah membuka rahasia. SIAL!!!!!

“T-tunggu, itu h-hanya bercanda!!” belaku sambil menutup mulut Key.

Key segera melepaskan tanganku. Senyum kucingya mengembang begitu manis. Aku pun mulai menggerutu. BABO!!! Sangat bodoh!!! Kenapa bisa sampai bocor sih. Jarang-jarang aku secara tiba-tiba membocorkan rahasiaku sendiri. SUNGGUH BODOH!!!!!

“Yaaah, aku sudah mengetahuinya sejak awal. Aku yakin hyung pasti mencintainya… Tunggu, kalian sudah berciuman?!?!” ujar Key yang berteriak di telinga malangku.

“NE, PUAS KAMU?!” gertakku dengan kesal.

Key mengangguk puas. Lalu segera berlari ke kamarnya.

CKLEK~

“Aku pulang…” suara itu menyebar ke seluruh ruangan rumah. Suara yang paling aku kenal.

Jonghyun tertegun saat aku memandangnya tajam. Suasana hening tampaknya sudah menguasai kami. Salah. Seluruh ruangan ini. Aku segera memalingkan wajahku. Tiba-tiba, Jonghyun menepuk pundakku. Seulas senyum mengembang di bibir seksinya. Aku tidak membalas senyumnya sama sekali. Aku malah menanggapinya dengan dingin.

“Aku tau hyung marah padaku….” ujar Jonghyun sambil duduk di sebelahku. Aku tidak menoleh sama sekali. Melirik saja tidak.

“Jangan berbicara padaku.”

Jonghyun menghela nafas.

“Aku tidak punya maksud kok hyung. Aku tidak suka pada Yoohra noona. Lagi pula, untuk apa aku mencium seorang yeoja sementara aku juga sudah punya yeoja yang aku taksir? Toh, Yoohra noona bukan tipeku. Aku sama sekali tidak menyukai yeoja seperti Yoohra noona, percaya lah padaku hyung.” Jelas Jonghyun yang berusaha meyakinkanku.

Aku masih tidak menanggapinya.

“Ayolaaah… Hanya karena masalah seperti itu hyung tidak mau memaafkanku. Saudara?” ujar Jonghyun sambil megulurkan tangannya.

Aku perhatikan tangan yang megulur padaku. Lalu aku perhatikan wajah namja yang tampak berseri-seri menunggu balasan dariku. Kembali aku perhatikan tangan itu. Setelah aku pikir-pikir, lebih baik aku memaafkannya.

“Saudara…” balasku sambil tersenyum. Aku balas uluran tangan itu.

Jinki POV end

=-=-=-=-=-=-=-=-

Author POV

Ting Tong~

Ting Tong~

CKLEK~

Suasana hening sesaat. Kedua mata itu saling bertemu. Yang satunya bermata manis dan lembut dan yang satunya bermata bulat memburu.

“Kamu… Jinki kan?” tanya namja bermata bulat memburu itu.

Namja bermata manis dan lembut itu mengangguk. “Aku Jinki… Kamu pasti Jihyun kan?”

Dia mengangguk. “Sedang apa kamu kemari, hah?”

Jinki tersenyum sinis. “Aku ingin bertemu dengan Yoohra.”

Jihyun menggelengkan kepalanya. Keluarlah seorang yeoja yang memandang Jinki lembut. Ia tersenyum melihat Jinki.

“Biarkan saja. Dia hanya ingin bertemu Yoohra.” Ujar yeoja itu.

“Kamu… Nara kan? Park Nara?” ujar Jinki asal tebak. Yeoja itu mengangguk sangat cepat.

“Ada apa kamu kemari? Ingin berkenalan dengan pacarku?” tanya Jihyun kesal.

Jinki tertawa terbahak-bahak. “Jangan ge-er deh booo, siapa yang mau kenalan dengan pacar kamu. Aku ingin bertemu dengan Yoohra!”

Jihyun melongos kesal. Ia segera kembali ke dalam. Jinki masih tertawa terbahak-bahak. Dia masih tidak percaya dengan perkataan yang paling ge-er yang ia dengar.

“Mau bertemu Yoohra ya? Dia… Eh, itu dia…” ujar Nara sambil menunjuk seorang yeoja di belakang Jinki. Jinki segera menoleh dan benar saja itu Yoohra.

“Eh Nara eonni. Baru datang ya? Ini.. J-Jinki?!” ujar Yoohra yang seperti shock melihat penampakan namja tampan. #beeeh

“Seperti melihat setan saja!” cibir Jinki kesal.

Yoohra tersenyum simpul. Salah. Setengah tersenyum setengah tertawa. Apa ya namanya? Sudah, tidak usah di pikirkan. Jinki memerhatikan wajah yeoja itu. Dari ujung kaki hingga kepala. Lalu mengulangnya berkali-kali.

“Waeyo?” tanya Yoohra heran.

“T-tidak, a-ayo ikut aku!” seru Jinki sambil mengajak Yoohra jogging.

=-=-=-=-=-

Teh itu ia seruput sedikit demi sedikit. Sore ini sangat dingin menurut Jinki dan Yoohra. Bukan udaranya, tapi suasananya yang dingin.

“Yoohra…” Jinki berusaha membuka pembicaraan.

Yoohra melirik namja itu. Lalu akhirnya menoleh. “Waeyo Jinki?”

“A-aku…”

“Kamu kenapa?”

Jinki tertegun. Bingung mau mengatakan apa. Jantungnya berdebar hebat.

“A-aku minta… Minta maaf soal tadi pagi…”

Yoohra hanya tersenyum. Ia dekatkan tubuhnya pada Jinki. Lalu mengikatkan shall-nya ke Jinki sehingga mereka saling menempel.

“Tidak apa-apa. Tadi aku juga kasar padamu…” ujar Yoohra pelan. “Tapi ingat aku begini bukannya aku mencintaimu loh!”

Jinki mengangguk kecil. Ia segera merangkulkan tangannya.

“Aegya… Sampaikan maafku ke kakakmu ya…”

-To Be Continue-

Kamsahamnida yang udah comment. Saran and kritik di perlukan ^^

Maaf ya kalau ada salah penulisan. Namanya juga manusia selalu ada salah =.-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Kiss Kiss Me – Part 2”

  1. Akhirnya ff yg d tunggu” dtang jg,,
    krain q mereka saling cinta tp lom ngungkapin, trnyta yoohra nya belum suka ma jinki . .

  2. kurang genrenya nih thor.. harusnya tmbh comedy jg… hahahaha

    eiiihhh knp g saling menyatakan perasaan aj sih.. hahaha

    untung jjong punya cewe idaman lain ya.. wkwkwk

    lnjutnnya dtggu

  3. Bikin penasaran aja nie ff nya.gak sabar nunggu lanjutan nya..daebak,banget crita nya,lanjut thor,,

  4. Kok lucu, ya?
    Sebenernya dah gemes banget sama Jinki dan Yoohranya… Ni orang kapan jadiannya coba? Tapi bakal tetep setia nunggu kok… Hwaiting author!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s