FanMeeting SHINee – Part 4

FanMeeting SHINee (Part 4)

Title       : FanMeeting SHINee (Part 4)

Author  : Sophie Maya

Main Cast       :

Lee Jin Ki as Onew/Lee Jin Ki

Kim Jonghyung as Jonghyun/Jjong

Kim Kibum as Key/Kim Kibum

Choi Minho as Minho/Minmin

Lee Taemin as Taemin/Maknae

Mia Narafa (OC)

Support Cast      : Song Chae Rin (OC)

Length: chaptered

Genre   : romance-comedy

Rated    : General

Type      : straight

Summary             : Are you shawol? if yes, just fanmeet with us!

Nb                          : ini adalah versi blog nya FanMeeting SHINee. Untuk penjelasan biar readers nggak bingung, ini adalah FF yang pertama kali aku buat.. sekitar tahun 2010, saat SHINee comeback dgn Lucifer. FF ini aku buat berdasarkan artikel2 dan berita mengenai SHINee. Jadi apabila ada kesamaan kejadian disaat comeback Lucifer, itu memang disengaja. ^^ FF ini pernah dipublish di www.sophiemorore.wordpress.com

Chap 4: Are You Ready or Not?

20 Juli 2010: MV SHINee berjudul Lucifer sudah dirilis! Ternyata mereka comeback dengan lagu Lucifer. Ini adalah album kedua full mereka dan memuat tiga belas judul lagu di dalamnya *jangan lupa beli ya chingu, author promosi lagi* . Mereka juga akan comeback di Music  Bank tanggal 23 Juli nanti. Masih belum dipastikan apakah Minho akan menunjukkan perfomance nya atau tidak di sana. Saat ini Minho masih dirawat di rumah sakit.

@Seoul Magazine melaporkan.

.

.

.

.

Ini Korea??!!

Mia menatap bangunan-bangunan megah di depannya. Mia baru saja tiba di bandara Seoul, bandaranya Korea!! Yup, akhirnya setelah bingung mati-matian dan berbohong habis-habisan sama Papa-Mamanya, Mia nekat mutusin pergi ke Korea seorang diri! Dan ini untuk yang pertama kalinya dia ke negara itu! Whoaaa… *gila bener ya si Mia, kalo author mana berani coba*

Mia melirik barang bawaannya yang ribet banget. Tangan kanannya sibuk memegang koper dorong, sementara tangan kirinya memegang hape plus tas jinjing. Sementara tas pinggangnya diikat erat di pinggang *yaiyalah masa tas pinggang di kepala. Tuh kan author gaje lagi*. dan juga Mia pake ransel di punggungnya *nih anak mau liburan atau kemping ya?*

“Mana sih orang yang mau jemput gue?” Mia melirik-lirik orang yang sibuk berlalu-lalang di depannya. Nggak ada satupun yang dia kenal di situ. *yaiyalah, mana ada orang Korea kenal sama Mia*

“Seharusnya tadi gue telepon dulu sama SHINee World Internationalnya, utusan mereka stand by di mana.” Desis Mia merutuki dirinya. Mia berjalan ke luar area bandara. Diliriknya kekiri dan kekanan, memastikan bahwa ada nggak orang yang bawa spanduk bertuliskan ‘Welcome in Seoul, Mia Narafa’. Tapi ternyata malah nggak ada. Mia akhirnya memutuskan buat nelepon panitianya, tapi karena saking ribetnya bawaan si Mia, cewek itu terpaksa menaruh tas jinjingnya di jalan. “Ya ampun, nomor hape panitianya kan ada di tas jinjing!” Mia menepuk dahinya kesal. Entah sadar, entah nggak, Mia menaruh hapenya ke undakan di sebelahnya. Dan saat hendak mengambil tas jinjingnya itu, tiba-tiba seorang ahjusshi menabrak tubuh Mia dengan keras hingga cewek itu terjungkal ke tanah.

BRUK.

“Aduh, sakit!” Mia meringis kesakitan. Ditolehnya ahjusshi yang menabraknya itu dan matanya langsung terbelalak lebar. “Hei, lu ngapain??!!” jeritnya.

Ternyata ahjusshi itu mengambil tas jinjing Mia dan hapenya yang tergeletak di undakan. Begitu mendengar teriakan Mia yang dalam Bahasa Indonesia itu, si ahjusshi langsung kaget dan melarikan diri sambil membawa tas jinjing beserta hape milik Mia.

“WOI, PENCURI!!!” Mia berteriak heboh melihat ahjusshi itu lari. Dengan susah payah dia berdiri sambil terus berteriak, “PENCURI!!! Tolong!!! Dia nyuri tas gue!!! Kejar dia!” teriak Mia frustasi. Beberapa orang yang lalu lalang menoleh ke arah Mia dan mengernyit heran. “Bantuin gue! Itu pencuri lari! Oh, shit!” Mia menepuk dahinya geram. Jelas aja orang-orang disekelilingnya cuma diam dan mengernyit bingung. Mereka kan nggak ngerti apa yang Mia omongin. Mia kan lagi ngomong dalam Bahasa Indonesia.*author geleng2 kepala ngeliat tingkah Mia*

“Kamus.. kamus… Bahasa Korea-nya ‘pencuri’ apaan…” desis Mia sambil mengobrak-abrik tas pinggangnya. Seingatnya Kamus Korea-Indonesia dia taruh di tas pinggang. “Alahh… kelamaan!” Mia menghentakkan kakinya kesal. Kamus itu nyelip di tasnya dan susah diambil. Akhirnya Mia memutuskan buat ngejar si ahjusshi yang udah tega nyuri tas dan hapenya.

“Woi, tolongin gue! hape gue sama tas gue dicuri sama bapak-bapak itu!” Mia berlari sambil berteriak-teriak pada setiap orang yang ditemuinya. Tapi ya namanya juga pake Bahasa Indonesia, jelas aja nggak ada yang ngerti maksud omongan Mia. Mereka kira Mia tuh malah orang gila yang lagi teriak-teriak nggak jelas. *kasihan banget si Mia*

“Can you help me?! He take my bag! He is a thief!” Mia menarik kerah seorang namja yang kebetulan melintas di depannya. Ditunjuk-tunjuknya ahjusshi yang udah hilang dari pandangan itu.

“Mianhae, aku tidak bisa berbahasa Inggris. Aku tidak mengerti ucapanmu.” Jawab Namja itu dengan Bahasa Korea.

“ARGH!!! LU KENAPA NGGAK BISA BAHASA INGGRIS, HEH?! BAHASA INDONESIA LU JUGA NGGAK BISA?! GUE YANG ORANG INDONESIA AJA NGERTI DIKIT-DIKIT BAHASA KOREA!!” teriak Mia kesal ke arah namja tersebut. Namja itu langsung mundur ketakutan. Dia kira Mia itu alien yang nyasar ke korea dan sekarang marah-marah dengan bahasa yang tidak dimengerti. *kasihan si Mia, malah dikira alien, haha. Kan jarang banget ada orang Korea yang bisa Bahasa Indonesia, jadi mana ngertilah si namja kalo Mia teriak-teriak pake Bahasa Indonesia.*

“AH RESE LU!” Mia memelototi namja tersebut dengan tatapan sadis sebelum akhirnya kembali berlari mengejar ahjusshi yang udah kabur semakin jauh.

.

.

.

.

“Kabar bagus buat kalian.” Manajer Joong nyelonong masuk ke ruang tempat Minho dirawat. Disitu sudah ada Onew, Jonghyun, Key, dan Taemin. Mereka berempat sedang menjenguk Minho.

Taemin yang lagi duduk di pinggiran tempat tidur tengah sibuk mengupas kulit apel dengan alat pengupas kentang, soalnya Taemin itu kalo ngupas kulit nggak pernah bisa rapi. Yang ada buahnya juga ikut-ikutan di kupas. Akhirnya malah hancur mina deh tuh buah. Kasihan banget nasib (buah) nya… *author gak penting banget*

“Kabar apa, manajer?” tanya Minho sambil tersenyum tipis.

Manajer Joong menatap Minho lembut. “Gimana kabarmu, Minho? Sudah agak enakan belum?”

Minho mengangguk pelan. “Choayo. Kabar apa, manajer?” Minho mengulangi pertanyaannya.

“Ne, kabar apa, manajer?” Onew ikut-ikutan bertanya.

“Begini. Kemarin saya mendapat telepon dari SHINee World International mengenai pemenang kuis yang mereka adakan waktu itu.”

“Oh… kuis yang waktu itu. Aku ingat. Hadiahnya apa, manajer?” Key tampak tertarik.

Manajer menoleh ke arah Key dan tersenyum. “FanMeeting SHINee.”

“FanMeeting SHINee?”

“Ne. Pemenangnya akan bertemu dengan kalian dan menghabiskan waktu seharian dengan kalian. Gimana?”

“Wow, pasti itu seru. Apakah pemenangnya seorang yeoja?” tanya Jonghyun. Key dan Onew langsung melirik Jonghyun. “Kenapa? Aku kan cuma tanya dia yeoja atau bukan. Kalau dia seorang namja, akan sangat susah seharian bersenang-senang dengannya.” Ujar Jonghyun membela diri. *dasar abang jjong ini. ckckck*

“Haha. Kau betul, Jjong. Sangat susah buat kalian yang seorang namja bersenang-senang dengan seorang namja juga. Tapi untungnya pemenangnya adalah seorang yeoja. Saya belum tahu siapa namanya. Hanya saja, SHINee World International memberitahukan bahwa hari ini pemenang tersebut akan datang ke Korea.”

“Datang ke Korea?” Key mengernyit bingung. “Jadi maksud Manajer… yeoja itu bukan orang Korea?”

Manajer Joong menggeleng. “Bukan.”

“WOW. Dia dari negara mana jadinya?” celetuk Onew.

“Entahlah. Masih dirahasiakan oleh SHINee World International. Nanti pada saatnya kita akan tahu.” Kata Manajer Joong sambil mengangkat bahunya.

Kelima member SHINee itu pun mengangguk-angguk mengerti.

“Taeminah, are you an idiot?!” celetuk Key tiba-tiba. Semua member dan manajer Joong langsung melirik ke arah Taemin. “Kau bodoh sekali!” desis Key sambil menunjuk apel yang tengah dikupas Taemin.

Taemin membulatkan matanya. Apel ditangannya ditatap dengan wajah polos. “Memangnya ada apa, Hyung?”

“ADA APA?!” jerit Key frustasi. “Kau memotong apel seperti seperti kekurangan tenaga!”

Semua langsung menatap apel (malang) yang sedang dipotong Taemin itu. Ternyata meskipun menggunakan pengupas kentang, Taemin tetap saja nggak mengupas apel itu dengan bersih. Beberapa kulitnya masih tertinggal. Bahkan di beberapa bagian apel terlihat nggak rata gara-gara Taemin terlalu menekan ke dalam saat mengupas kulitnya.

Dengan polosnya Taemin memotong-motong apel itu menjadi beberapa bagian kecil, yang pasti potongannya juga nggak kalah kacau. Para hyungnya sampe bingung, si maknae lagi motong apel atau apa sih? Bentuknya nggak beraturan. Ada yang kotak, setengah lingkaran, segitiga, segitiga sama kaki, segitiga sembarangan, jajar genjang panjang sebelah, dan lain sebagainya. *ya ampun suamiku Taem, motong apel aja nggak bisaa*

Potongan-potongan apel yang ancur itu ditaruh di atas piring porselen dan disodorkan ke Minho. “Minho Hyung…, kau mau mencobanya?” tanya Taemin sambil tersenyum polos.

“Oh, God… Minho akan semakin sakit jika memakan itu, Taeminah!” Key hendak mengambil piring porselen dari tangan Taemin. Tapi tiba-tiba Minho menghentikannya.

“Nggak apa-apa Key Hyung. Aku akan memakannya.” Minho mengambil sepotong apel bernasib malang itu dan menggigitnya. “Taeminah! Apel ini enak sekali! Rasanya seperti…” Minho memejamkan matanya sebentar, berusaha terlihat menikmati potongan apel itu. “… rasanya seperti apel.”

GUBRAK!

Para Hyung mereka, Jonghyun, dan Key langsung menggeleng-gelengkan kepala. Ckckck, mereka berdua prihatin dengan nasib Minho. Sepertinya sejak masuk ke rumah sakit, Minho semakin aneh. Apakah Minho udah amnesia? Jelas-jelas apel itu ya rasanya kayak APEL! *author juga ikut2 geleng kepala*

Taemin tersenyum lebar. “Lihat, Key Hyung! Minho Hyung saja menyukai apel yang kuberikan!” Taemin menunjuk ke arah apel sambil menatap Key.

“Apapun yang mereka lakukan… aku tidak peduli…” Key berdecak heran.

“Bagaimana kalo mulai hari ini kau saja yang memotongkan apel untukku?” tawar Minho tampak tidak peduli sama ledekannya Minho.

“Ne, Hyung. Aku akan mencobanya! Hwaiting!” seru Taemin mengepalkan tangannya penuh semangat.

“Kukira kau tidak akan pernah sembuh jika memakan apel itu.” Celetuk Jonghyun sadis.

“Apakah apel itu bisa terasa seperti mentimun? Apakah apel itu selamanya terasa seperti apel?” tanya Onew yang ternyata masih bingung dengan perkataan Minho barusan. Si leader heran kenapa Minho mengatakan apel itu rasanya seperti apel. Ckckck. Ternyata si leader malah nggak nyambung.

“Mwolhaedo Onew Sangtae.” Ujar Jonghyun yang langsung disambut anggukan kepala Key dan Manajer Joong.

.

.

.

.

“WOI!!! PENCURI!!!”

Mia masih saja berlari mengejar ahjusshi yang mencuri tasnya itu. Sambil menyeret-nyeret kopernya yang lumayan gede dan berat, Mia berlari menyusuri gang-gang kecil di sekitar Seoul Airport. Ngg… bahkan Mia ragu kalo posisinya sekarang masih di sekitar Seoul Airport. Soalnya dia udah dari tadi lari-lari nggak jelas dan udah nggak hapal lagi jalan mana yang barusan dia lalui. *wah tanda-tanda bakal kesasar nih*

“Ini dimana?” Mia menatap sekeliling. Di depannya cuma ada gang-gang kecil yang bercabang-cabang banyak banget kayak labirin. Apalagi suasana sekitar sepi banget, nggak ada orang yang lalu lalang. Mana gelap, sumpek, bau, becek, nggak ada ojek, wah pokoknya nih tempat nggak banget lah.

Wrong…wrong… wrong… mendadak Mia merasa ketakutan. Langkah kakinya terhenti mendadak. Dia nggak pernah ngerasa secemas ini sebelumnya. Berada di negara asing yang baru pertama kali dia kunjungi, dan sekarang dia nggak tahu tempat apa ini. Mia juga nggak tahu jalan pulang harus lewat mana. Ya ampun.

Mia menatap ke arah depan dengan linglung. Si ahjusshi sialan itu udah menghilang dari pandangannya, hiks. Tamatlah riwayatnya! Padahal handphone itu adalah barang paling penting yang dimiliki Mia. Apalagi tas jinjing itu! Jauh jauh jauh jauh lebih penting! Soalnya di dalam tas jinjing itu ada paspor, visa, kartu kredit, KTP, dompet, peta negara korea, surat pernyataan Mia sebagai pemenang kuis, dan nomor telepon SHINee World International!! Dan kalo semua itu hilang, itu artinya Mia udah bener-bener jadi gembel di negara ini! Pendatang ilegal, karena nggak punya paspor! Mia nggak bisa menghubungi siapapun karena dia nggak hapal satu pun nomor telepon yang ada di hapenya. Mia juga nggak bisa menghubungi SHINee World International karena nomor hapenya juga ada di tas jinjing itu.

TIDAK!!!

BRUK!

“Aduh!!”

Tiba-tiba seorang yeoja menabrak tubuh Mia dengan keras. Mia langsung saja terjatuh ke tanah.

“Mian… mian… mian…” yeoja itu membungkukkan kepalanya berkali-kali. Dibantunya Mia untuk berdiri. Wajah yeoja itu terlihat pucat pasi, tangannya juga gemetaran.

Drap… drap… drap… dari arah kejauhan terdengar langkah kaki orang-orang yang sepertinya berlari ke arah mereka.

“Bisakah kau menolongku dari mereka?” tanya yeoja itu tiba-tiba. “Aku akan bersembunyi di lorong sebelah kiri, dan kau katakan aku lari ke lorong sebelah kanan. Bisakah kau mengatakan hal itu pada mereka?” kata yeoja itu sambil menunjuk ke jalan yang terbentang di belakang mereka.

Mia masih bingung dengan perkataan yeoja tersebut. Sepertinya yeoja itu barusan bilang kalo Mia harus menyelamatkannya dari mereka, tapi mereka siapa?

Mia menoleh ke arah yeoja itu, tapi ternyata sang yeoja udah hilang dari pandangan. Dari arah belakang malah muncul tiga orang namja berpakaian preman dan langsung berhenti di depan Mia.

“Hei, kau lihat yeoja yang baru saja melewati jalan ini?!” tanya seorang diantara mereka.

“Oh… Ne… aku lihat… dia kesebelah sana.” Mia menunjuk ke lorong sebelah kanan.

Ketiga namja tersebut mengangguk dan langsung berlari menuju lorong sebelah kanan.

“Gomawo chingu buat pertolongannya.” Yeoja yang tadi bersembunyi itu muncul kembali. Senyum manis tersungging di bibirnya.

“Ne. Cheonmaneyo.” Mia balas tersenyum. Untungnya dia bisa ngomong Bahasa Korea dikit-dikit. Jadi dia tadi ngertilah si yeoja ngomong apaan.

“Hei, kau bukan orang sini ya?” tanya yeoja itu sambil menunjuk koper Mia. “Orang asingkah? Dari mana?”

“Ne. Annyonghaseyo. Chonun Mia. Chonun Indonesia saramiyeyo.” Ujar Mia sambil membungkukkan badannya.

“Annyonghaseo. Namaku Lee Chae Rin. Namamu Mi Ah? Marganya apa?” tanya yeoja itu sambil tersenyum.

“Ani… aku tidak punya marga. Namaku bukan Mi Ah, tapi Mia.” Jelas Mia.

Yeoja yang bernama Chae Rin itu mengangguk-angguk. “Kau dari Indonesia? Kenapa berada di sini? Apa kau mau menemui saudara kau yang tinggal di sini?”

Mia menggeleng pelan. “Ani… chingu.., aku tidak lagi menemui saudaraku. Tapi kurasa… aku sekarang sedang tersesat.” Kata Mia meringis pelan.

.

.

.

.

Mia menatap ruang tamu rumahnya Chae Rin dengan pandangan kagum. Ruang tamu itu terlihat rapi meskipun luasnya nggak seberapa. Dua buah sofa panjang tertata di tengah ruangan dengan meja kecil di pinggirnya. Dinding ruang tamu penuh dengan foto-foto Chae Rin bersama wanita yang tampak agak tua, Mia rasa itu ibunya Chae Rin.

“Jadi kau dari Indonesia?” tanya Chae Rin yang berjalan keluar sambil menenteng nampan berisi es sirup.

Mia mengangguk.

“Tapi kau bisa berbahasa korea. Kau juga mengerti apa yang aku bicarakan.”

“Aku pernah belajar Bahasa Korea sewaktu SMA. Sekolahku dulu mengadakan pelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Korea. Jadi kurasa aku bisa sedikit menguasai ketiga bahasa itu selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tentunya.” Mia mengambil segelas sirup yang disodorkan oleh Chae Rin.

“Wow, kau benar-benar hebat! Kau menguasai lima bahasa sekaligus!” seru Chae Rin kagum.

“Ne. Tapi kalo aku sedang panik dan marah, maka aku akan lupa bahwa aku bisa berbicara dalam lima bahasa. Aku akan langsung berbicara dengan Bahasa Indonesia saja, atau terkadang Bahasa Inggris.” Ujar Mia kembali teringat saat dia meneriaki seorang namja yang tak dikenalnya dengan Bahasa Indonesia. Waktu itu Mia benar-benar panik dan langsung aja numpahin semua kebingungannya pada namja tak bersalah itu. Kasihan juga kalo dipikir-pikir. Namja itu baru aja ketemu Mia—bahkan nggak pernah ketemu Mia sebelumnya—eh tau-tau kerah bajunya ditarik sama Mia, terus si Mia marah-marah sama si namja. Kasihan kasihan kasihan.

Chae Rin membulatkan matanya. “Terkadang kalo kita panik, apapun bisa kita lakukan.” Ujarnya lagi. “Lalu sekarang kau mau kemana? Tadi di jalan kau bercerita bahwa tasmu dibawa lari oleh ahjusshi? Dudog?”

“Ne! Dudog! Akhirnya aku tahu juga. Thief is dudog!” seru Mia sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Akhirnya dia ingat juga Bahasa Korea-nya ‘pencuri’, dudog! “Di tas ku itu ada paspor, visa, dan segala keperluanku. Ahjusshi itu mencurinya dariku! Sial! Padahal alamat orang yang mau kudatangi juga ada di tas itu! Sial!!” Mia mengacak-acak rambutnya kesal.

Chae Rin tersenyum manis. “Sudahlah, aku akan membantu kau, Mia. Kau tadi sudah menyelamatkanku dari para preman itu. Kau sebenarnya bukan cuma menyelamatkanku, tapi kau juga menyelamatkan keluargaku. Makanya aku pikir, aku akan membantumu menemukan ahjusshi itu. Dia pasti tinggal tak jah dari sini.”

“Gomawo kau berniat membantuku. Padahal aku sebenarnya tadi tidak menolongmu, aku cuma sedikit berbohong pada preman itu.”

“Kau itu menolongku, chingu. Aku tadi baru saja dari bank untuk mengambil uang berjuta-juta won sebagai modal usaha kami bulan ini yang dikirim dari Onnieku, Lee Jiyeon. preman-preman itu ingin merebut uangku, jadi mereka mengejarku. Bayangkan saja kalo tadi kau tidak menolongku berbohong, maka uang yang kubawa tadi akan diambil semuanya oleh preman itu. Keluargaku tidak akan bisa makan lagi.” ujar Chae Rin polos.

“Yah… sudahlah. Aku pun sekarang bingung mau ngapain dan mau kemana.” Mia menghembuskan napas pelan. Ditatapnya langit-langit ruang tamu dengan gamang.

“Kalo gitu kau tinggal saja di sini, chingu!” celetuk Chae Rin tiba-tiba. Mia langsung terlonjak dan menatap Chae Rin kaget. “Untuk sementara waktu, selama kau berada di Korea dan belum menemukan tas yang dicuri itu, kau tinggal saja di rumahku, chingu!”

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

*PS : karena banyak sekali foto yang kamu kasih, (dan sama, hanya beda part) kami hanya bisa masukan 1 foto, karena sudah terlalu full di library kami, harap bisa mengerti, terima kasih

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “FanMeeting SHINee – Part 4”

  1. author part selanjut nya di panjangin dikit ya,menurut aku ini terlalu pendek ^^V
    tapi author beserta ff nya tetap DAEBAK~

    author kalau punya twitter tolong follow aku ya:@wishTMN

    gomawo^^

  2. Wuaa.. Kacau.. Kacau..
    Untungnya chaerin baik hati..
    Makin seru, chingu..
    Next part ditunggu..

  3. Kasian mia,
    klo kyk gt gmna dy bsa iktn FanMeet.

    haha.. Taemin lucu bgt, ngupas apel pke pngupas kntg, jd ingt hello baby, xixi 😀
    dtunggu next part nya

  4. Thor daebak ceritanya..aq penasaran banget ama part selanjutnya,sumpah gak sabar gue..fighting..author.

  5. waduh mia.. Ckkk~ panikan bgt! Ketawa geli sepanjang ini ff thor, daebakk~

    Part selanjutnya ku tunggu

  6. aku kira mia bakal langsung ketemu shinee, taunya gak semulus itu kekeke 😀
    daebaaak ini seru banget thor! can’t wait for the next chap! jangan lama-lama ya thooor~~~

  7. -tawar minho tampak tidak peduli sama ledekannya minho- suer thor,ku ga ngerti ma kalimat ini.

    Part ini bikin saya ga berhenti ketawa,apalagi pas si mia ngejar2 si maling,hampir aja tu mulut aku sumpelin ayam…
    Onho di part ni kayaknya sama2 sangtae deh,hahaha.
    Beibi tetem ngupas apel,aku ketawa loh pas bagian itu…mengingatkan aku keseriusan bang pisang ngupas apel wktu di reality show ‘hello baby’ hahaha…lanjut thor,fighting!

  8. wah kasian mia baru jga sampai d’korea udah dapet sial
    lanjutannya jangan lama2 thor penasaran gimana nasib mia slanjut’nya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s