Hurt

Hai hai, boram.onyu hereee. Fanfic ini sebenarnya adalah lanjutan dari twoshot Saranghae Nae Dongsaeng sebagai janji saya pada reader. Dan saya gak janji loh hasilnya ini gak memuaskan. So, I present this for you all:

Title : Hurt

Author: Boram.Onyu

Main Cast:  Lee Jinki, Choi Eunmi *kan udah nikah sama Minho* ( OC ), Choi Minho

Support Cast : Kim Jonghyun, Choi Jira ( OC )

Length: Stand Alone

Genre: Angst, bromance

Rating: General

Summary : It’s hard to know that I’m on your side, but i can’t even touch you. And it’s turn be more hurt find the truth that there’s no more space for me.

Recommended Song : Shinee – One

Achim haessali geudaewa gatayo

Jogeum yuchihagaetjyo

Geuraedo nan eerungae joeun geol

Nareul kkaeweojun geudae yeopae ramyeon

Deo baralgae eopgaetjyo

Eereokhae geudael bogo shipeun geol

The morning sunlight is like you
It might be a little childish, but I like it
If I’m by your side when you wake me up
I have nothing more to wish for
I want to see you

“ Oppa, ireona! Aku akan terlambat lagi! “

                Jinki menutup dirinya dengan selimut. Tapi Eunmi terus saja mengguncang tubuhnya.

                “ Aish, oppa yaaa. Jebal, aku tidak mau masuk ke ruang konseling lagi! “

^ Jinki Side^

Silaunya sinar matahari mengenai mataku. Kugeser badanku menjauhi sinar. Sinar itu, mengingatkanku kembali padanya. Mungkin hal ini sangat bodoh, tapi aku sungguh masih mengharapkannya. Masih berharap di saat aku terbangun, hal yang pertama kulihat adalah dirinya.

Aku membelai rambut gadis kecil yang tertidur di pangkuanku.  Wajahnya sangat mirip dengan seseorang. Seseorang yang tak pernah hilang dari ingatanku, lebih tepatnya karena aku mencintainya. Rasa rinduku padanya terobati hanya dengan melihat gadis ini.

Kematian palsuku enam tahun yang lalu dipercayai begitu saja oleh keluargaku. Kebohonganku nyaris sempurna, hingga setahun yang lalu Jonghyun menemukanku. Awalnya aku bisa membohonginya, tapi lama kelamaan ia akhirnya mengenaliku. Kini penampilanku jauh berbeda. Berat badanku turun drastis. Dari yang dulunya 56 kg, sekarang tinggal 43 kg. Bayangkan saja bagaimana tubuh setinggi 178 cm dengan berat seperti itu.

Aku lebih suka memakai kupluk, menutupi kepala hasil kemoterapiku yang kini tak memiliki sehelai rambut pun. Berbicara tentang Eunmi, aku sangat merindukannya. Tak sedetik pun ia terlewat dari benakku, meski saat rasa sakit di perutku kembali, yang kuteriakkan hanyalah namanya.

“ Ahjussi. “

Jinki menatap gadis kecil di pangkuannya yang kini mengerjapkan matanya.

“ Kau bolos lagi? “

Gadis kecil ini segera terduduk sambil menguap.

“ Aigoo, kau masih ngantuk? Kau sudah tidur lama sekali tadi. “

Gadis kecil itu cengengesan memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih. Bahkan senyumnya juga sangat mirip dengan Eunmi.

“ Ahjussi, bisakah kau menyanyikan lagu itu lagi? “

“ Kau tidak bosan? “

Jira menggeleng.

Nae maeumi geudael japgo nochil anjyo

Geudaedo neukkyeojinayo

Nareul, oh, deo neutgi jeonae

Na deo keugi jeonae japajul su itjyo

My heart will catch you and not let you go
Can you feel it as well?
Before, oh, it’s too late
Before I grow older, can you hold onto me?

Hembusan napas teratur mengalihkan perhatianku ke arah Jira yang kini tertidur di bahuku. Kuikat tali hoodie warna pinknya merasa hawa sekitarku makin dingin. Syal di leherku kututup sampai setengah hidungku. Sadar dengan penglihatanku yang mulai kabur, kukenakan kacamata minusku.

Aku sedikit tersentak merasakan sebuah tangan bertengger di bahuku. Seorang namja yang sangat kukenal tersenyum manis, Choi Minho. Ia pun beralih duduk di sampingku. Tangannya mengelus gadis kecil yang tertidur di sampingku.

“ Aku appanya Jira. “

Jira? Nama gadis kecil ini ternyata Jira. Aku tak mengetahui namanya. Padahal aku sering bersamanya sejak sebulan yang lalu. Pertama kali bertemu dengannya adalah di tempat ini, dan sejak hari itu gadis kecil ini selalu datang ke taman ini.

“ Jira selalu cerita tentangmu. “

Kurapatkan syalku, takut jika dia bisa mengenaliku. Dering handphoneku mengalihkan perhatianku.

“ Yeboseyo. Ne, aku akan segera ke sana. “

Kugeser tubuh Jira perlahan ke arah appanya.

“ Aku harus pergi. Annyong. “

****

^Author Side^

 

Sarangi eodirago mot.hal geora saenggakhaji malayo
Nareul deo neutgi jeonae
Na deo keugi jeonae japajul su itjyo?

Don’t think that we can’t love because we’re young
Before it’s too late
Before I grow older, can you hold onto me?

           

*flashback

Jinki mengelus rambut gadis kecil di pangkuannya, membuat gadis itu terbangun dari tidur siangnya.

“ Oppa, aku lapar. “

Jinki baru saja jalan ke dapur, tapi tangannya ditahan oleh tangan lain yang lebih kecil.

“ Aniyo. Oppa disini saja. “

“ Bukannya kau lapar? “ Tangan gadis kecil itu menuntun Jinki kembali duduk di dekatnya.

 “ Oppa, bisakah kau genggam tanganku terus? “

“ Kenapa aku harus melakukannya? “

“ Aku kan sudah janji akan mencintai oppa saja, oppa lupa? “

“ Lalu? “

Gadis kecil itu menghempaskan tangan Jinki. Ia juga membalikkan tubuhnya, pertanda ia sedang marah. Jinki yang melihat itu tertawa kecil, takut bila gadis kecil di depannya ini semakin marah. Tanpa memikirkan lebih lanjut, Jinki menarik tubuh gadis kecil itu ke pelukannya, tangannya juga menggenggam tangan kecil milik gadis kecil itu.

*flashback off

 

Jinki mengusap wajahnya dengan kasar. Mimpi yang lebih tepatnya kenangan 17 tahun yang lalu itu, serasa ia kembali bersama dengan Eunmi. Ditatapnya pigura foto Eunmi, rasa lega menjalari perasaannya.

Disibaknya gorden, sinar matahari seperti menusuk matanya, tapi dibiarkan saja. Ia mengingat pertemuannya lagi dengan Minho kemarin. Ia sudah memiliki anak sekarang. Mengingat wajah Jira yang sangat mirip dengan Eunmi kecil, bisa ditebak dengan mudah, istrinya adalah Eunmi. Ini terlalu menyakitkan, harapannya untuk memiliki Eunmi pupus sudah. Tapi bukankah ini memang keinginannya? Ya, apapun akan dilakukannya demi adiknya yang sangat dicintainya. Dering ponselnya mengalihkan perhatiannya, tertera nama Jongie di layarnya.

“ Wae? “ Suara di seberang telepon terdengar mendecak.

“ Tidak bisakah kau menyapaku lebih dulu? “

“ Ne, ne. Yeboseyoo~ “

“ Jinki, kita harus bertemu sebentar. “

“ Odiga? “

“ Cafe langganan kita dulu. Aku akan menunggumu pukul 8 malam nanti. Annyong! “

Jonghyun memutuskan teleponnya lebih dulu. Jinki tersenyum, sudah lama ia tak bertemu dengan sahabatnya. Terakhir kali mereka bertemu saat di Jepang. Waktu itu operasi kelima bagi Jinki. Para dokter belum memberikan kepastian atas kanker hatinya. Enam tahun sudah ia melalui hidupnya dengan kanker hati yang dideritanya. Kalau orang lain menganggap umur yang lebih lama untuk seorang penderita kanker sepertinya adalah anugerah, maka bagi Jinki adalah musibah. Ia sangat ingin mengakhiri hidupnya sedari dulu.

Tapi ia tidak akan selemah itu, kepercayaannya masih teguh, meski ia kerap kali merasa ujian yang diberikan Tuhan padanya sangatlah berat. Bukan karena rasa sakit yang dirasakannya tiap kali perutnya berdenyut keras, semuanya tak lebih karena perasaannya pada Eunmi, meski sudah tersampaikan, membuatnya kerap kali tersiksa.

Bisnis supermaketnya di Jepang, adalah penopang hidupnya sekaligus menjadi biaya pengobatan baginya. Ia sendiri tidak menyangka, supermaketnya berkembang pesat dan bahkan memiliki tiga cabang yang tersebar di Tokyo, Fukuoka dan Hiroshima. Aliran genetik tak bisa berbohong. Ia memang mewarisi bakat bisnis dari appanya. Dan saat ini, ia hanya mengerahkan Tegoya, orang kepercayaannya untuk mengelola bisnisnya itu.

****

Jinki mendesah, ia sudah menunggu hampir sejam. Karyawan kafe sudah menghampirinya berkali-kali. Ia menopang dagunya, matanya menyisir ke jalan lewat kaca kafe. Pikirannya terlarut kembali pada masa lalu.

“ Sudah lama? “

Jinki berbalik ke sumber suara, wajahnya berubah masam. Jonghyun menampakkan wajah innocentnya. Ditariknya kursi, seorang karyawan pun segera menghampirinya. Ia memesan hot lemon tea dengan steak. Ia pun menawari Jinki, karena steak adalah makanan favorit mereka dari dulu.

“ Aku tidak bisa makan daging, Jongie. “

Jonghyun menunduk, matanya memanas. Namun ia sadar kebodohannya, menunduk malah akan membuat air matanya jatuh. Untungnya, Jinki sedang sibuk dengan isi tasnya. Jonghyun mulai bisa mengendalikan perasaannya setelah karyawan itu pergi.

“ Jadi, apa yang sedang kau lakukan hingga membuatku menunggu selama ini? “

“ Maaf, pekerjaanku sedikit bermasalah. “

Jinki menyesap minuman favoritnya itu, bibirnya mencibir setelahnya.

“ Yah, aku lupa kalau kau sekarang adalah komposer muda yang sangat terkenal. Kudengar kau akan mengadakan konser tunggal di Singapura bulan depan. “

“ Lalu bagaimana dengan pria di depanku ini. Pebisnis muda yang sangat sukses dengan inisial L.J-E. Apa-apaan inisial itu? Lee Jinki  Eunmi kan?  Kampungan! “

Giliran Jonghyun yang mencibir. Ia tersenyum pada karyawan yang mengantarkan pesanannya. Jinki meraih segelas air putih yang dipesannya. Beberapa butir obat di tangannya dimasukkan ke dalam mulutnya. Jonghyun menatapnya sendu. Melihat itu, Jinki tersenyum. Senyum lebar khasnya, membuat kedua matanya berbentuk garis lurus.

“  Tatapanmu seakan mengatakan aku sangat menyedihkan. “

“ Kau memang menyedihkan. Kau menanggung semuanya sendirian. Dan skenario kematian palsumu benar-benar hebat. Kupikir kau lebih pantas menjadi sutradara ketimbang berbisnis. “

Jinki tertawa, ia kembali meneguk segelas air putih di tangannya. Jonghyun mulai memakan hidangannya.

“ Bagaimana kabarmu? “

“ Formal sekali. Seperti bukan Lee Jinki yang kukenal. “

“ Bukankah seorang businessman seperti ku memang harus selalu menggunakan bahasa yang sopan? “

“ Hih! Kau terlihat aneh dengan wajah serius begitu. “

“ Haha. Aku lebih tua setahun darimu, sopanlah sedikit. “

“ Kau memang setahun di atasku, tapi orang-orang justru mengatakan kau lebih muda dariku. “

Jinki kembali tertawa. Seorang karyawan kafe kembali mendatangi mereka, kali ini menghidangkan bubur abalon. Setelah itu, karyawan tersebut menunduk dalam ke arah Jinki.

“ Bubur? Ini menu baru? “

Jinki tak menjawab pertanyaan Jonghyun. Sebagai gantinya, ia menunjuk ke sebuah pengumuman penggantian nama kafe yang tertempel di dinding di sampingnya. Jonghyun mengikuti arah telunjuk Jinki, tawanya meledak.

“ Aigo, jadi kau sekarang membeli kafe ini? Dan kau benar-benar menggunakan inisial L.J-E, astaga kau benar-benar norak! “

Kesal dengan tanggapan Jonghyun, Jinki menjitak dahi Jonghyun.

“ Ya! Aku bukan anak kecil lagi! Jangan melakukan itu padaku! “

Jinki tertawa melihat namja yang sudah dianggap saudaranya itu mengelus kepala bekas jitakannya.

“ Jadi, kau punya kebijakan baru? Bubur abalon ini menu barunya? “

“ Tidak. Aku hanya membelinya, manajemen tetap kuberikan pada pemilik sebelumnya. Bubur ini, aku minta dibuatkan khusus untukku. Dokter hanya membolehkanku makan ini. “

“ Hidupmu benar-benar menyedihkan. Lalu kankermu bagaimana? “

“ Molla. Dari seluruh dokter yang kutemui, mereka hanya bilang hanya keajaiban yang kumiliki. “

Jonghyun menelan ludahnya. Ia sendiri tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika ia di posisi Jinki. Membayangkannya saja sudah sulit.

“ Jadi, tuan komposer, apa alasanmu menemuiku? “

“ Apa harus ada alasan? Aku sahabatmu. Aku hanya merindukanmu. “

“ Geurom, kau merelakan konsermu malam ini demi melepas rindumu? Ayolah, aku tahu pasti ada sesuatu. “

“ Kau tahu malam ini aku ada konser? “

“ Tentu saja. Aku juga salah satu penggemarmu, dan tak ada satupun dari konsermu yang kulewatkan. “

“ Jinjayo? “

Jinki mengangguk. Sedang Jonghyun kembali menelan ludahnya. Ia masih ragu akan mengatakannya sekarang atau tidak.

****

                Aku membenarkan letak kuplukku agar menutupi sepenuh kepalaku dengan sempurna. Sekarang sudah musim panas, dan meski suhu sudah mulai hangat, aku masih memakai jaket super tebal. Tentunya, untuk memberi volume pada tubuhku yang terlalu kurus saat ini.

Pantulan diriku di cermin kuperhatikan baik-baik. Pipiku bahkan sudah menipis. Kudekatkan wajahku ke arah cermin, membuat hembusan napasku membentuk embun.

Sekarang di cermin, menampakkan seorang pria lemah yang sudah menangis. Aku lemah, pengecut karena melarikan diri, merasa takut pada kenyataan aku mencintai adikku. Spontan, tubuhku merosot ke bawah. Perutku seperti terlilit, lalu diputar dengan sangat keras. Dengan kekuatan yang tersisa, aku membuka laci dan menemukan obatku dengan segera.

Setelah menelan pil-pil itu, aku berlari ke arah taman yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumahku. Kurebahkan badanku di atas rerumputan. Nyaman sekali, kukerjapkan mataku berkali-kali membiasakan mataku menikmati panorama langit sore yang sangat indah.

*flashback

            “ Eunmi berubah, Jinki. Ia tidak lagi periang seperti dulu. Lebih banyak termenung. “

            “ Anio, dia sudah dewasa. “

            “ Bukan. Banyak hal yang sangat aneh terjadi padanya, sepeninggalmu. Terkadang kalau diajak ngobrol, bicaranya tidak nyambung. Awalnya aku tak percaya dengan ucapan Minho ini, hingga aku membuktikannya sendiri. “

            Aku menghentikan menyantap makananku. Jonghyun menatapku dengan sangat serius.

            “ Sinar di matanya sudah redup. Dia bukan Lee Eunmi yang kukenal, ia hanyalah raga yang berjalan tanpa jiwa lagi, Jinki. “

            *Flashback off

Sebesar itukah kesedihanmu kehilanganku Eunmi? Apa aku sudah melukaimu? Aah, aku benar-benar tidak berguna. Kupikir dengan kepergianku, ia bisa menjalani hidupnya semestinya.

“ Ahjussi! “

Suara cempreng yang nyaring. Aku berbalik ke sumbernya, gadis kecil bernama Jira itu tersenyum sangat manis padaku. Aku merubah posisiku menjadi berlutut. Sebuah cangkir disodorkannya padaku. Dari baunya, hot chocolate.

“ Ahjussi selalu meminumnya, jadi aku membelinya. Eumma juga sering minum di rumah. “

“ Jinja? “

“ Ne. Dia bisa menghabiskan bergelas-gelas tiap harinya. “

Aku tercekat. Eunmi tak pernah suka pada hot chocolate. Sedrastis itukah perubahan pada Eunmi ku?

“ Jira ya! Aigo, jangan meninggalkan appa! “

Aku kembali tercekat. Begitu pun dengan pria jangkung di depanku. Matanya membulat  memberikan kesan terkejut di wajahnya.

“ Lama tak bertemu, Minho ssi. “

****

            Wajah Minho masih menunjukkan ekspresi heran. Aku tahu. Ia melihat orang yang setahunya sudah mati sejak enam tahun lalu dalam keadaan hidup. Jika aku adalah dirinya, aku pun akan menunjukkan ekspresi yang sama.

“ Apa aku harus menjelaskannya padamu, Minho? “

Minho mengangguk. Kuhembuskan napas panjang. Aku tidak tahu harus memulai darimana dan bagaimana mengakhirinya.

“ Anio, kupikir tidak perlu. “

Aigo, pria di depanku sangat plin plan. Kami terdiam dalam waktu lama. Jira sudah tidur di pangkuan Minho.

“ Jinki ssi. “

“ Bagaimanapun aku kakak iparmu. Panggil aku hyung. “ Ia mengangguk kaku.

“ Bagaimana kabar Eunmi? “

“ Dia baik-baik saja. “

“ Baguslah. “

“ Tapi dia berubah. Senyumnya hambar, dan aku sering mendapatinya menangis sendirian di kamarmu. “

Aku membuang wajahku. Perasaan bersalah memenuhiku.

“ Hyung, bisakah aku minta tolong? “

****

Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum

Jungmal geudaeneun naega saneun eeyu.in geolyo

Geudaereul aju mani geudael michidorok anajugo shipeo

Ajik mani ppareungeojyo geureongeojyo

I love you only, as much as the sky

You truly are the reason I live

I really, really, I want to hug you like crazy

We’re still going too fast, right?

^Author Side^

Seorang wanita duduk di balkon sendirian. Cuacanya sangat dingin, tapi ia tak juga ingin beranjak dari kursinya. Dengan bertopang dagu, ia memandang langit malam Seoul. Sayangnya, malam ini tak ada satupun bintang yang muncul.

Ia masih asyik dengan lamunannya, dengan tiba-tiba sebuah kembang api menyala terang di langit dan suara memekakkan di telinganya membuat ia sangat kesal. Segera ia mencari orang yang sudah merusak ketenangannya. Hingga akhirnya matanya tertuju pada seorang pria yang melambaikan tangannya ke arahnya.

Wanita itu, Eunmi, memicingkan matanya. Ia pun mengucek matanya, masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ia bergegas menuju tempat pria itu dengan berlari sekuatnya. Tangannya refleks menutup mulutnya, air matanya sudah membasahi pipinya. Pria di depannya mengulum senyum hangatnya. Senyum yang sangat dirindukan Eunmi.

“ Oppa? Ji.. Jinki op.. pa? “

Eunmi tergagap, lalu ia menghambur ke arah Jinki dan memeluknya. Isakannya menyayat hati Jinki. Pelukan ini, sudah berapa lama Eunmi tak merasakannya.

****

            Saat ini Eunmi dan Jinki berada di sungai Han. Eunmi berkali-kali meyakinkan hatinya, apakah ini hanya mimpi atau bukan. Jika memang ini mimpi, ia berharap tak akan terbangun lagi.

Jinki membuka tutup kembang apinya. Setelah membakarnya, ia melempar kembang api itu lalu menutup telinganya. Ia terlihat sangat menikmati pemandangan dari kembang api itu. Tapi Eunmi tidak. Ia tak ingin melepaskan matanya sedikit pun dari Jinki. Ia menganggap dirinya sudah tak waras. Membayangkan pria yang sudah mati ada di sampingnya.

“ Eunmi yaa, apa wajahku memang setampan itu? Ayolah, aku sudah berusaha mencari kembang api ini kemana-mana. Setidaknya, perhatikan saja sedikit. “

Jinki mencibir. Benar, ia sudah bersusah payah memikirkan ini, namun Eunmi malah tak menghargai sedikitpun usahanya.

*flashback

“ Hyung, bisakah aku minta tolong? “

“ Temui Eunmi. Aku mohon. Aku lelah melihatnya menderita seperti itu. “

“ Apa kau tak takut aku akan merebutnya darimu? “ Minho menggeleng.

“ Jika itu bisa mengembalikan Eunmi, kau bisa memilikinya. “

Dikepalkannya tangan Jinki. Ia sudah berusaha keras menghilangkan jejaknya selama ini. Jika ia muncul di depan Eunmi, maka usahanya sama saja dengan nol.

“ Jebal, hyung. Bukannya kau mencintainya? Aku mohon.. “

*flashback off

Jinki membuang napasnya melalui mulutnya. Matanya dibiarkan menyisir ke sungai. Jinki mulai kesal dengan Eunmi yang mengacuhkan ucapannya. Karena dongsaengnya itu hanya terus menatap Jinki dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.

Geunyeoae nooni majuchil ddaemada
Nae eolgoolae bunjineun misoga
Hokshina geudae maeumae hankyeonae daeulkka
Aseurahan neoae maeum geu sokae areumdaoon
Gwitgaye soksakyeo neol saranghaneun naye maeum

Whenever our eyes meet
I wonder if the smile that grows on my face
Might reach a corner of your heart
I whisper into the beautiful ear
Inside of your uncertain heart
My feelings of love for you

Jinki kembali menatap mata Eunmi. Tangannya menelusuri pipi Eunmi yang sangat dingin. Babo! Ia sama sekali tak menyadari betapa tipisnya baju yang dikenakan Eunmi sekarang. Cepat ia melepas salah satu jaket, lalu dipasangkan pada tubuh Eunmi.

Eunmi masih diam, tapi air matanya mulai menetes. Jinki tersenyum, akhirnya dongsaengnya mulai bereksi terhadapnya. Ia pun memeluknya, menjalarkan rasa hangat pada tubuh Eunmi.

“ Saranghaeyo, Eunmi ya. Saranghae. “

Kata itu terus dibisikkan Jinki di telinga Eunmi. Air mata yang dari tadi dibendungnya mulai mengalir. Saranghae. Kata yang selalu dipendam Jinki bila melihat Eunmi, kini terucap dengan sangat jelas di telinga Eunmi.

“ Op..pa. Kajimayo, tetaplah di sisiku, oppa. “

                Jinki melepas pelukannya. Ditatapnya mata Eunmi yang sudah berlinang air mata. Diraihnya tengkuk Eunmi, dan diciumnya bibir Eunmi dengan lembut. Ciuman hangat dengan wajah penuh air mata yang saling bersentuhan. Setelah merasa cukup, Jinki melepas ciumannya.

“ Aku sedih jika melihatmu seperti ini, Eunmi. Aku benci jika kau mengingatku, hanya dengan hal-hal pilu. Tapi, aku juga tak ingin jika kau melupakanku. Kenanglah aku Eunmi, kenanglah aku dengan semua hal bahagia yang sudah kita lalui. Jangan hapus senyummu dengan air mata. Kau memiliki Minho, dan juga Jira. Mereka mencintaimu dan menyayangimu sepenuh hati. Jangan kecewakan mereka. “

****

            “ Jinki hyung? “

“ Aigo, buka pintunya lebar-lebar. Eunmi berat tahu! “

Minho mengantar Jinki menuju kamar mereka. Jinki pun meletakkan tubuh Eunmi ke kasur. Ia menatap sebentar wajah Eunmi, kemudian ia meletakkan kedua tangannya di bahu Minho.

“ Aku menyerahkan dia padamu, Minho. Jaga dia baik-baik, ne? “

Minho mengangguk. Tanpa disuruh pun, ia akan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Jinki menepuk-nepuk dada Minho, kemudian ia memeluk adik iparnya itu.

“ Dia akan menganggapnya sebagai mimpi, Minho. “

Minho kembali mengantar Jinki sampai di depan rumahnya. Ia menawarkan untuk mengantar pulang, tapi Jinki menolaknya. Kagum. Itu yang dirasakan Minho sekarang pada Jinki. Melepaskan Eunmi, berpura-pura mati, ia tahu semua itu pasti sangat berat dilalui Jinki. Ditundukkan badannya sedalam mungkin, hingga air matanya terjatuh. Ia bahkan sempat terisak.

“ Apa kita masih bisa bertemu hyung? “

Jinki tak menjawab pertanyaan Minho, ia hanya tersenyum saja lalu berbalik. Selamat tinggal, Eunmi. Batin Jinki dalam hatinya.

*b*o*r*a*m*

Ajik geudae maeumi nae gyeotae
Ol su eopneun geol arayo geunde
Geudae hanaman naye hanarago boolleodo dwaenayo

I know that your heart
Cannot come by my side yet
Can I just call you my one?

^Minho Side^

Aku menyibakkan rambut yang jatuh menutupi wajah Eunmi. It’s hard to know that I’m on your side, but i can’t even touch you. Aku bisa menyentuhmu, tapi sentuhanku tak bisa menjangkau hatimu sedikitpun. And it’s turn be more hurt find the truth that there’s no more space for me. Yah, kau hanya mencintai Jinki. Kau menikahiku karena dia yang memintanya.

Tubuh Eunmi menggeliat. Aku berpura-pura tidur di sampingnya. Kurasakan tangan Eunmi membelai kepalaku. Apa aku sedang berkhayal? Lima tahun lebih aku  menikahinya, baru kali ini ia menyentuhku selembut ini. Aku makin terkejut saat tangan kecilnya memeluk pinggangku.

Aku tak tahan membuka mataku. Jarak wajahku dan wajah Eunmi sangat dekat. Ia tersenyum. Senyum manis yang sangat kurindukan. Aku bangun terduduk, begitupun dirinya. Wajah polosnya tetap tersenyumnya. Lalu ia mencium bibirku dengan sangat cepat.

“ Morning kiss! “

Ia mencoba mengedipkan sebelah matanya. Tapi aku tahu ia tak bisa melakukannya, maka kedua matanya tertutup membuatku geli.

“ Mianhe, Minho. “

“ Jeongmal mianhae karena aku selalu mengabaikanmu. Mianhae karena keegoisanku. Mianhae karena aku… “

Kuhentikan kalimat Eunmi dengan menciumnya. Ia tak memberikan reaksi.

“ Gomawo, karena Eunmi selalu berada di sisiku. “

“ Mwo? Bukannya aku yang harus mengatakan itu? “ Aku hanya tersenyum melihat kebingungan di wajahnya.

“ Jadi, apa masih ada celah di hatimu yang tersisa untukku? “

“ Kau tetap dramatis, Minho. “ Aku mengetuk kepalanya mendengar ucapannya yang terdengar mengejekku. Ia mencibir.

“ Gomawo karena kau mau bertahan untukku Minho. Gomawo karena tak pernah sekalipun kau mengeluh terhadapku. Err, aku tak tahu harus mengatakan apa lagi karena aku sendiri tak romantis. Mian. ‘

Aku menariknya ke pelukanku. Eunmi, istriku ikut membalas pelukanku.

“ Minho ya, semalam aku bermimpi indah. Aku bertemu dengan Jinki oppa. Ia juga menciumku. “

“ Mwo? Dia menciummu? Bagian mana? “

Eunmi menunjuk bibirnya. Mwo? Jinki hyung mencium istriku tanpa seizinku. Padahal aku hanya memintanya untuk menemuinya. Aku mengutuk dalam hatiku, harusnya aku mengikuti mereka semalam.

“ Apa kau kesal? Itu kan hanya mimpi. “

Wajah Eunmi terlihat sangat khawatir. Aku menarik tubuhnya, melumat bibirnya dengan lembut. Kurasakan ia membalasnya. Suasana semakin memanas saat ia mulai menarik rambutku sedikit kasar.

Tanganku mulai membuka kancing piyama Eunmi satu persatu, baru saja aku selesai membuka seluruh piyama terusannya, tiba-tiba…

“ Eumma appa, aku lapar… “

Kami terlonjak bersamaan. Sambil memeluk bonekanya, Jira mengucek matanya. Eunmi buru-buru mengancing bajunya, dan aku segera menggendong tubuh Jira. Untungnya, ia sama sekali tidak melihat ‘kejadian yang sangat kuinginkan’ itu lebih jauh. Kurasa tubuhku cukup menutupi kegiatanku dan Eunmi tadi.

“ Appa, kau tidak pakai baju? Sekarang dingin loh. “

“ Appa mau mandi. “

“ Tidak biasanya Appa mandi pagi. “

Aku makin tergagap mendengar ucapan Jira. Aigo, aku lupa tadi Eunmi membuka bajuku.

“ Tubuh appa ternyata seksi! “

Ucapan Jira ini sukses membuatku mangap. Ia bahkan mengedipkan sebelah matanya, tapi gagal hingga kedua matanya tertutup. Benar-benar mirip Eunmi.

Kini kulihat Eunmi memasak sarapan untuk kami. Gomawo Jinki hyung, aku pasti akan menjaganya. Aku berjanji.

*END*

Aah, selese juga! Ada yang mau minta lanjutannya lagi? Aigo, aku angkat tangan deh. Fanfic lain pada demo tuh minta diseleseiin. Lain waktu aja yaaah. *kepedean banget minta dilanjutin*

And other side, series Don’t Remind Me, apa ada yang tau series ini? Hayo, angkat ketiak bagi yang tau, hehe. Author sedang berusaha menyelesaikan fanfic yang terlalu drama mendayu-dayu (?) itu. Jadi, bersabar aja yaaa.

Hayo, yang minta lanjutan fanfic ini unjuk gigi sekarang! RCL loh ya! Sampai jumpa di fanfic berikutnya, see ya! Once more, RCL, oke oke?!

Regard,

Boram.onyu. J

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

76 thoughts on “Hurt”

  1. kyyyyaaaaaa ,,,, speechlesss !!!! *tetep ajja ng’bacot
    sebenarnya aku masih bingung hubungan onew dan eunmi ,, mereka sodara ato gag ??
    tapi salut dhe ama onew ,, dia bisa melewati hari2 yang menyedihkan dan berjuang keras sendirian …. !!!
    keren ,,,,,,, !!!!

  2. baru aja kubilang,eh ff.y udah nongol
    cadangan tissuku habis gara-gara ff ini,hiks hiks
    bagus banget eon!

  3. ff ini bikin aq mewek aja dch,,untung punya candangan tisu*hiks,hiks*..keren eon..aq gak bisa ngebayangin onew tanpa rambut*hehehe*..terus berkarya ya eon..hiks,hiks..*author:heran dch ama.. loe,pertama nangis,kedua ketawa,ketiga nangis lagi*..daebak eon..FIGHTING..

  4. ㅠ^ㅠ ~~~
    cuma bisa mewek deh baca ff ini, akhir’a dibuat juga lanjutan dari “saranghae nae dongsaeng”.
    ak paling suka pas scene Eunmi ketemu lgi sma Jinki trs pas bngun dy bneran anggap kl itu mimpi dn berusaha buat mencintai Minho. Di situ karakter Eunmi jdi keliatan tegar banget.
    Haish…. suka banget deh! Four tumbs up *sambil ngacungin jempol kaki*
    Kl mnurut ak, udh ckup crta’a smpe sini. kesan’a jdi mndalam, jdi biar readers nebak2 apa yg trjdi sma Jinki. g ush dbkin lanjutan’a.kekekek. *eh tpi ini saran ak loh yah*
    However, nice FF ^^~

      1. mnurut ak sih g ush, smpe sni udh daebak dan pas. ^^~
        “reader kek gini” ? oh! Mari kita berkenalan dlu, pnggil aja ak eun cha, boram-ah *sok kenal*
        FF’a daebak! ditunggu karya2 selanjut’a ^^~

  5. Lanjooot thor!

    Pngen tau kisah jinki selanjutnya . . . . Dpt gantinya eunmi gak ya?

    Daebak bgt kok thor!

    Pkoknya lanjutin cpt! #nodong pake piso

  6. Diawal”nya aku udah sedih T_T Posisi Minho Eunmi Jinki sama” pada posisi tersakiti ! But endingnya bikin ngakak ! Hahaha Jira lucu bgt ! Pengin ada lanjutanya!

  7. Penginnya lanjutanya itu Eunmi+Minho+Jira jadi keluarga bahagiaaa #Semoga ditunggu lanjutanya loh thor

  8. Ah author jhat bkin aku sedih bcanya, sumpah nih ff kreng bgt thor ^^b
    Klo bsa bkin squel’a ya thor! Oke oke (mksa)

  9. sekarang tinggal 43 kg. Bayangkan saja bagaimana tubuh setinggi 178 cm dengan berat seperti itu. — aq masih untung dong ya.. 152cm 40kg.. *knp jd ngebahas ini* hahaha

    “ Tubuh appa ternyata seksi! “ — O.o eh author.. ank org diajarin macem2 *pletaakkk

    mengharukan thor.. jinki kacian.. hiks hiks hiks…

    bagus thor..

  10. Ya ampun Jinki baik bangeet. Bertahun-tahun gak ketemu malah bilangin Minho ke Eunmi kalo itu cuma mimpi…aiih, so sweet yet so hurt TT^TT

    Daebak, thor. Kereen ^^

  11. Aaa.. Jinki ngenes bgt.. Q harap dia bsa sembuh n bahagia..
    Itu jira.. Aish.. Ngomongnya dah sexy2 aja..#mlototin jjong

  12. Manaaa,, manaa lanjutannya thor.. T_T
    nasib jinki gmna thor?? Ayo dong tanggung jawab,, #eeh
    hehhee,,
    emang sakit dah kalo jd jinki, udh kena kanker hati + patah hati pulak,, ckckckckk..
    Daebak thor 😀

  13. kenapa ini sedih banget?
    aku gak kebayang onew sampe segitunya gara-gara penyakit kankernya ToT amit-amit deh ya, jangan sampe onew kaya gitu…

    tapi over all aku suka ceritanya^^
    jinki kok so sweet banget sih disini? mengalah gitu.
    aku kira tadinya minho pengen minta onew nikahin eunmi gara-gara minho cuma di jadiin pelarian gitu terus minho nyerein(?) eunmi.

    yeh onyu onyu dasar, cari-cari kesempatan mumpung ketemu adenya main nyosor nyium aja#plak

    “Eunmi menunjuk bibirnya. Mwo? Jinki hyung mencium istriku tanpa seizinku. Padahal aku hanya memintanya untuk menemuinya. Aku mengutuk dalam hatiku, harusnya aku mengikuti mereka semalam.” —> minho cemburu nih ye? bukannya bersyukur onew gak ngerebut dan ngebawa kabur eunmi -_____-

    aku gak nyangka kalau eunmi bakal langsung nganggap ketemu onew itu mimpi. aku kira pas bangun dia bakal langsung nyari-nyari onew… tapi untunglah engga. eunmi tegar banget ya *sobs*

    “Untungnya, ia sama sekali tidak melihat ‘kejadian yang sangat kuinginkan’ itu lebih jauh.” —> yadong parah deh minho. diajarin Jjong ya? #ditampar Jjong pake bibir*maunya*

    “ Tidak biasanya Appa mandi pagi. “ —> gak nyangka deh kece-kece minho jorok begitu *-*

    “ Tubuh appa ternyata seksi! “—> kamu baru sadar Jira-ya? appamu itu memang seksi, tapi ada lagi yang lebih seksi… temannya ajusshimu *tunjuk2 jjong*

    aduh kenapa komenku panjang sekali? mian thor jadi ngebash (?) gini hehe

    1. sedih kah? Onyu ngalah kan udah ad aku 😀

      ya cemburulah, mana ad suami yg gak marah istriny dicium co lain. Ak rasa biang keladiny mesti jjong,dy udah ngajar sesat onyu #dirajam blinger

      gapapa kok panjang, malah seneng bget bca komen kek gini. Thanks yaa #bow

  14. Huwaaaaaa kerennnnn, aku baru nemu cerita ini dan baca marathon dari yang “Saranghae Nae Dongsaeng Pt. 1” sampe cerita yang ini. Aku berlinangan air mata loh bacanya :’). Author daebak banget deh pokoknya :D. Aku mau lanjutannya!! Hahaha :p. Soalnya itu nasibnya abang jinki belom jelas. Lanjut yah lanjut :D. *<– reader gatau diri :p*

  15. KYAAAAA!!!! ><
    Thor,,, lanjutin dong….
    kan belum jelas nasibnya si Jinki oppa…
    LANJUTIN!! LANJUTIN!!!
    #Demo

  16. Such a beautiful story 🙂
    Nama author boram kah?
    Akan kuburu lagi semua ff yang anda buat 😀

    Teruslah berkaya ^^

  17. ini ff sedihhh bangetttt , tapi bagusssss bangettt . kok ada ya orang yang sayang sm cewek kyk onew gitu . sampe hidupnya kayak gitu . sedihhh banget waktu eumi bilang dia mimpi ketemu oppa nya . ya tuhan , onew cuma dianggap mimpi , kalo ak jadi minho , pasti bakal sama , bakal nyerahin eumi ke onew . habis mereka berdua kayaknya tersiksa , tapi ak juga seneng ahkirnya eumi bahagia sama minho .
    kalo di tanya pengen ada lanjutannya apa gak ? jawabannya iyaaaa lanjutin … ak pngen tau gimana onew stelah ini , dia dapet cinta baru apa engak . gak tega banget liat onew

  18. hwaaa 😥 *nangis dipelukan onew*
    ya ampun thor ga tau mau komen aplg, aku nangis tgh malam bca ff inii T_T
    daebakk thor d^^b

  19. aigoo..aigoo…aigoo..
    napa nyesek gini ya?
    walau aku belom baca season *?* yang sebelumnya, tpi ttp cukup ngerti sama cerita ini.
    aah, deskripsi mengenai jinki bener2 bikin nysek bertubi-tubi. amit2 lah ya, jangan ampe kejadian…

    endingnya bikin ngakak..xD

    overall, keren! ^o^/

  20. baru baca ini ff… sedih banget itu Jinki… huhu… tp aq suka ceritany,, daebak… nice.. 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s