Only In Dream

Author : Yamashita Michiko / Marie Veibra

Main Cast : Choi Minho, Kim Hyunmi

Support Cast : Kim Kibum  (Key), Choi Siwon, Suzy

Lenght : Oneshoot

Rating : General

Genre : Mystery, Sad, Romance, Horror

Summary : Ya Tuhan~, sungguh~ ini terasa sangat nyata.

NB : Sebenarnya ff ini ceritanya lanjutan dari ff yang judulnya : “I Failed Become Your Guard Completely” mangkanya castnya sama, cuman ini kayak di season duakan gitu. maap ya kalo critanya gak jelas, aku sndri ajah bingung knp :D. Happy Reading ^^

Huh! Sungguh hari ini cuaca sangat bersahabat dengan moodku, sejuk sekali hawanya. Aku menghela nafas panjang dan duduk di kursi taman Konkuk University, ya itulah Kampus tempatku melanjutkan sekolah sekarang. Aku sekarang sudah menginjak enam semester di jurusan Film yang kuambil di kampus ini.
Kenapa ya yeojachinguku ini lama sekali ? sudah hampir setengah jam aku menunggunya tak kunjung datang juga. Padahal aku ingin sekali memberinya kejutan dan sekaligus kencan pertamaku bersamanya. Ya memang aku dengannya baru saja sah menjadi sepasang kekasih yang berpacaran dan sudah jadian kemarin tanggal 10 September 2013, tahun ini.
Ya, gara-gara menyebutkan tanggal jadianku, itu justru membuatku teringat pada mantan yeojachinguku yang saiko itu. Entah dimana sekarang dia berada itu sudah tak penting lagi, karena gara-gara mantan yeojachinguku itu, yeojachinguku kemarin hampir saja nyawanya terenggut gara-gara yeoja sialan itu, tapi untungnya kemarin polisi sudah datang, pasti yeoja sialan itu kalau tidak ditahan di jeruji besi ya yeoja itu dipindahkan ke negara lain, wajarlah yeoja sialan itu memiliki keluarga yang ekonominya berkecukupan, justru menurutku keluarganya itu ekonominya berkelebihan jadi tak kaget kan jika yeoja sialan itu tak ditangkap oleh polisi.

“Annyeong Oppa~”  Ya, akhirnya yeojachinguku yang kutunggu sekian lama tadi sekarang sudah datang dengan wajah berseri-serinya. Tapi tunggu, kenapa wajahnya terlalu berseri ? maksudku terlalu cerah dan terkesan pucat. Kenapa dengan dirinya ? dia sakit ?

“Annyeong chagiya~, apa kau tadi ada tambahan mata kuliah ? kok lama sekali ?” Dia mulai duduk disampingku.

“Mianheyo oppa, tadi memang aku mendapat tambahan mata kuliah, tapi pada saat aku pulang aku dijemput oleh Kibum oppa, lah sifat protectivenya muncul, dia melarangku pulang seorang diri, dan akhirnya aku berterus terang padanya kalau aku akan kencan denganmu oppa, awalnya memang dia melarangku, tapi setelah aku memohon lebih, sepertinya ia luluh dan akhirnya aku diperbolehkan oppa. Jeongmal Mianheyo oppa~.”  Yeoja pucat itu memeluk namja berambut ikal yang berada dihadapannya itu dengan lembut. Dan namja itu hanya bisa membalas pelukkannya serta menghela lembut puncak kepalanya.

“Kau belum makan chagiya ?” Namja berambut ikal itu melepaskan pelukkannya dan menatap yeoja dihadapannya itu lekat-lekat.

“Tenang saja oppa, kau tak usah mengkhawatirkanku, aku sudah makan kok, sejak itu aku mulai menuruti kata-katamu kalau aku tak mau sakit, aku harus makan teratur, iya kan ?” Yeoja itu menatap namjachingunya sendu.

“Ne, akhirnya kau menuruti perkataan oppa, oppa tak ingin melihatmu terbaring di rumah sakit lagi.” Namja itu mencium puncak kening yeojachingunya yang tertutup oleh poninya itu.

“Sekarang tolong pejamkan matamu dan jangan sedikitpun mengintip , arra ??!!”

“Pasti Minho Oppa.” Yeoja itu menjawab dengan logat childish dan anggukkan seperti anak kecil yang membuat namja bernama Minho itu terkekeh kecil.

Minho memasangkan kalung emas putih dengan liontin berbentuk hati  itu di leher yeojachingunaya. Dan di tepi luar liontin itu dikelilingi dengan berlian yang cemerlang dan cantik itu. Sepertinya liontin itu didalamnya juga berisi sesuatu, seperti mini photo mungkin.

“Hyunmi-ya~, sekarang bukalah matamu.” Minho memandang yeoja dihadapannya itu seperti terpukau akan penampilan yeojachingunya setelah memakai kalung pemberiannya.

Yeoja itu membuka matanya. Reaksi awalnya dia hanya tersenyum memandang wajah Minho, karena ia belum tau bagaimana wujud kejutan dari namjachingunya itu. Lalu yeoja itu memegang liontin pemberian namjachingunya dan memandang liontin itu dengan pandangan terpukau sekaligus bahagia.

“Oppa, gomawoyo~ liontinnya sangat cantik dan indah.” Yeoja itu mencium liontin yang ia pegang.

“Bolehkah aku mengetahui isinya ?” Yeoja bernama Hyunmi itu menatap namjachingunya dengan tatapan berharap.

“Ne, buka saja.” Namja itu tersenyum penuh arti kebahagiaan.

“Mwo? Ini oppa dengan yeoja sangat cantik, tapi siapa yeoja itu oppa ?” Hyunmi menggernyitkan keningnya, dan pertanyaan Hyunmi itu membuat Minho juga menggernyitkan keningnya.

“Hyunmi-ya~, itu dirimu! Masa kau tak ingat dengan dirimu ini ?” Minho memegang kedua pipi yeojachingunya dan menatapnya lekat-lekat.

“Jinjjayo ?” Minho hanya menganggukkan kepalanya.

“Oppa~” Yeoja itu memandang namjachingunya tapi terkadang menatap sejenak liontin yang ia bawa.

“Mm…?” Minho masih saja memandangi wajah lugu yeojachingunya itu.

“Ne aku tau kalau difoto ini adalah diriku, tapi apakah diriku sekarang secantik dulu ?” Hyunmi menatap Minho dengan penuh tanda tanya. Pertanyaan Hyunmi itu membuat Minho menggernyitkan keningnya lagi sejenak.

“Hyunmi-ya~, itu adalah dirimu sekarang, foto ini baru saja kita ambil sebelum kau masuk rumah sakit kemarin.” Penjelasan Minho itu membuat Hyunmi hanya bisa mengiyakan saja, karena Hyunmi tak ingin membuat Minho terlalu memikirkan jika ia melanjutkan bertanya lagi.

“Oppa~, sekarang ini tahun berapa ?” Pertanyaan aneh yang terlontarkan Hyunmi itu lebih membuat Minho heran.

“Ini tahun 2013 Hyunmi-ya~, waeyo ?”

“Oh! Dan sekarang tanggal berapa dan bulan apa ?” Kali ini pertanyaan Hyunmi lebih membuat namjachingunya itu menggernyitkan keningnya lebih dalam.

“Ada apa denganmu Hyunmi-ya~ ?” Minho kini memegang kedua pipi yeojachingunya itu dan menatapnya lekat-lekat.

“Tolonglah Oppa, jawab saja.” Hyunmi kini menundukkan wajahnya.

“Ne, sekarang tanggal 11 bulan September.

“Oh! Ya sudah oppa, kau telah menjawab pertanyaanku.” Kalimat Hyunmi ini membuat Minho lebih menatap kedua bola mata Hyunmi lekat dan lebih dalam.

Sesange mureup kurko nunmul heulil tae
Pokpung sok bal momchul tae geudaeman so itdamyon

“Mwo? Sejak kapan nada deringmu kau ganti ?” Minho kaget ketika mendengar ponsel Hyunmi berbunyi.

“Aniya oppa, aku sama sekali tak pernah mengganti nada dering.” Hyunmi ikut heran sendiri.

“Aniya, kau kemarin waktu di rumah sakit masih menggunakan nada dering Hello kan ?” Minho berharap yeojachingunya itu menjawab iya.

“Ah ne oppa, aku sudah mengganti nada deringnya tadi pagi, pasti aku lupa.” Hyunmi sepertinya mengalihkan suasana, terlihat kata-katanya ini berbeda hubungan saat ia menyangkal tadi.

“Sebentar ya oppa, aku angkat dulu telfonnya, aku dapat telfon dari Kibum Oppa.” Hyumi memperlihatkan layar ponselnya pas di depan wajah Minho.

“Iyaya, oppa tau, segera jawab sana.”

“Bukan begitu maksudku, aku takutnya oppa cemburu.”

“Memang oppa cemburu, tapi setelah kau memperlihatkan siapa penelfon itu, oppa jadi lega.” Minho tersenyum manis menanggapi perkataan Hyunmi.

Annyeong Oppa ?” Hyunmi menjawab telfon yang dari tadi lama tak di jawabnya.

Saengie~ kenapa kau lama sekali menjawab telfon oppa ?!!

Mianheyo Oppa.

Bagaimana keadaanmu sekarang ?” Suara namja di dalam telfon itu terkesan agak membentak, mungkin khawatir dengan keadaan dongsaengnya itu.

Aku baik-baik saja kok oppa, oppa kan sudah mempercayakannya untuk menjagaku, jadi oppa tak usah khawatirkanku selagi aku bersamanya, aku yakin aku pasti baik-baik saja. Yakinlah oppa~.” Nada bicara Hyunmi sekarang lebih mengarah ke kondisinya yang tak fit.

Ya sudah. Berikan ponselmu pada namjachingumu, oppa ingin bicara dengannya.

Ne.” Hyunmi memberikan ponselnya pada namjachingunya.

Ada apa ?” Minho terkesan lebih berbisik daripada berbicara pelan.

“Oppaku ingin bicara denganmu.” Hyunmi juga membalasnya dengan bisikan juga.

Ne, annyeonghi hyung, waeyo ?” Minho berbicara sesantai-santainya, walaupun sebenarnya ia gemetaran.

Kau janji kan akan menjaganya baik-baik ?

Ne, tentu.

Ya sudah. Hyung mempercayakanmu, semoga kejadian tragis itu tak terulang lagi.” Kalimat Kibum itu membuat Minho semakin bingung dan sama sekali tak mengerti maksud pembicaraan Kibum.

Maksudnya ?

TUUTT TUUTT…

Aisssh. Minho menggerutu kecil karena tiba-tiba saja telfonnya terputus begitu saja.

“Chagiya~ ini pon..sel…mu?”,”Hyunmi-ya!! dimana Hyunmi sekarang.” Minho nampak sangat khawatir sekarang.

“Adik kecil… lain kali kalau menyebrang hati-hati ya, atau kalau ingin menyebrang, lebih baik minta bantuan kepada ahjusshi atau ahjumma yang dekat denganmu saat kau ingin menyebrang, arra ?!!” Suara yeoja yang sangat familiar ditelinga Minho itu terdengar disebrang jalan di depan taman.

“Ne Noona gamsahabnida atas pertolonganmu, lain kali aku akan lebih hati-hati.” Namja kecil itu tersenyum penuh terima kasih kepada yeoja dihadapannya itu.

“Ya sudah, kau sedang sendiri atau bersama eommamu ?” Yeoja itu menyamakan tinggi badannya dengan tinggi namja kecil dihadapannya itu.

“Aku sedang bersama eommaku noona, itu dia.” Namja kecil itu menunjuk seorang yeoja paruh baya yang sedang membeli ice cream di kedai ice cream sebelah makam sunyi tersebut. Saat namja kecil itu menunjukkan kedai ice cream itu, yeoja itu justru melihat makam disebelahnya itu dan menatap makam itu nanar.

“Minjae-ya! ini ice cream mu.” Yeoja paruh baya yang dimaksud namja kecil itu adalah eommanya itu memberikan segelas ice cream itu kepada namja kecil yang bernama Minjae tersebut.

“Nah, eommamu sudah selesai, noona tinggal dulu ya.”

“Ne noona~ annyeong.” Namja kecil itu melambaikan tangannya kepada yeoja penolong tadi, dan yeoja itu juga melambaikan tangannya kepada namja kecil itu sebelum ia membalikkan badannya meninggalkan namja kecil itu.

“Huh!! Untung saja Hyunmi-ya~ ternyata kau disana, kukira kau menghilang. Saat aku khawatir denganmu, justru kau yang khawatir dengan namja kecil itu. Sungguh mulia sekali hatimu.” Minho memandang Hyunmi bangga yang berada disebrangnya.

“Mwo? Apa yang dilakukannya ? kenapa dia masuk kedalam makam itu ?” Raut wajah Minho yang tadinya berseri-seri sekarang berubah menjadi khawatir lagi.

“Dia mau berziarah ke makam siapa ?” Minho mengikuti dan membuntuti di belakang Hyunmi.

**

“Mwo? Kenapa ia menangisi kedua makam tersebut ? siapa yang berada didalam kedua makam tersebut ?” Rasa penasaran Minho semakin menjadi-jadi, dan Minho semakin mendekati posisi Hyunmi dengan mengendap-endap.

“Oppa~ aku tau itu kau, tolong kemarilah oppa, ada yang ingin ku bicarakan denganmu dan aku akan menjawab rasa penasaranmu itu.” Tiba-tiba saja Hyunmi mengetahui keberadaan Minho dibelakangnya, padahal Hyunmi sama sekali tak melihat sosok namja dibelakangnya itu dan seolah bisa membaca pikiran Minho barusan.

Mendengar perkataan Hyunmi, Minho agak merinding, tapi rasa penasaran Minho lebih besar dari pada rasa merindingnya. Minho berusaha menghilangkan rasa merindingnya itu dan menganggap hanya deruan angin dingin yang menyapu kulitnya itu.

“Ne Hyunmi-ya, kau mau cerita apa ?” Raut wajah Minho juga ikut berubah menjadi sendu ketika melihat wajah yeojachingunya yang memancarkan kepedihan itu.

“Tolong ingat-ingat posisi makam ini ya oppa.” Tiba-tiba saja raut wajah Hyunmi berubah menjadi berseri-seri.

“Mwo ? kenapa harus aku ingat ?” Minho mengerutkan keningnya.

“Memang harus oppa, lihat saja.” Hyunmi memperlihatkan batu nisan yang tertancap di makam itu. Batu nisan itu tertuliskan :

Rest In Peace

Kim Hyunmi

Dan tanggal lahir dan wafatnya belum ada, karena memang orangnya masih hidup.

“Ini adalah makamku kelak oppa.” Hyunmi menundukkan kepalanya, tak ingin Minho melihatnya yang meneteskan air matanya lagi itu.

“Mwo? Apa yang kau bicarakan ? mengapa kau sudah memesan makam ?” Minho semakin penasaran dengan pernyataan Hyunmi barusan.

“Tak apalah oppa, setiap orang kan pasti akan meninggal, lebih baik aku memesan makamnya dari sekarang.” Hyunmi mengusap air matanya pelan.

“Tapi kau tak boleh berbicara begitu arra ?!! hidupmu itu masih panjang.” Kali ini Minho tersenyum dan menyemangati Hyunmi.

“Ne oppa, arraseo.” Kali ini Hyunmi juga ikut tersenyum, walaupun terkesan dipaksakan.

“Lalu itu makam siapa ?” Minho menunjuk sebuah makam disebelah makam Hyunmi kelak yang berjarak 1 meter di samping makam Hyunmi kelak dengan batu nisan yang sudah tertuliskan semua format kecuali nama orang yang meninggal.

“Mwo? Memangnya makam siapa itu ? kok belum ada namanya ? tapi kok sudah ada tanggal lahir dan wafatnya ?” Minho semakin penasaran ketika ia baca tulisan di batu nisan itu.

“October 10, 1994 – September 10, 2013.” Ucap Minho lantang ketika membaca tulisan di batu nisan tersebut.

Mwo? Tanggal itu ? mengapa tanggal lahir itu sama dengan tanggal lahir yeoja sialan itu ? atau jangan-jangan… Minho berpikir jika orang yang berada didalam makam tanpa nama itu adalah yeoja sialan itu.

Tapi tak mungkin, kemarin terakhir kali aku lihat kalau tidak ditangkap polisi ya dia pindah ke negara lain, tak mungkinlah itu dia. Kan banyak orang yang lahir pada tanggal itu, tak hanya dia kan ? Pikir Minho.

“Hyunmi-ya, kenapa kau menangisi makam tanpa nama itu ?”

“Iya oppa, kasihan sekali orang yang berada di dalam makam itu, sepertinya ia meninggal dan satupun dari keluarganya tak ada yang tau kalau ia meninggal, jadi makam itu tak mempunyai nama untuk sementara, mungkin besok-besok pasti sudah ada namanya.” Kini raut wajah Hyunmi berubah menjadi ceriah dengan menatap Minho. Sungguh aneh yeoja ini, raut wajahnya dengan cepat berganti begitu drastis. Pikir Minho yang juga menatap wajah Hyunmi lekat.

Kedua orang yang baru saja berziarah itu kini telah bangkit dan berdiri dari posisinya yang sebelumnya adalah duduk.

Kedua orang itu kini mulai menjauhi makam tersebut, tapi anehnya si yeoja justru menoleh ke belakang sejenak dan melambaikan tangannya pada makam itu, seolah yeoja itu sedang melambaikan tangannya pada seseorang yang berdiri disamping makam itu padahal di makam itu hanya ada Yeoja dan Namja itu dan tak ada lainnya.

***

“Gomawoyo oppa, sudah mau mengantarku.” Yeoja itu tersenyum tipis sebelum menyebrang munuju rumahnya.

“Ne Hyunmi-ya, sama-sama… biar oppa antarkan kamu sampai didepan rumah ya ?”

“Tak perlu oppa, aku bisa sendiri.” Yeoja itu sudah membalikkan badannya dan siap untuk menyebrang.

“Tapi…” Kata-kata Minho terpotong.

“Tenang saja oppa, jangan khawatirkan aku, aku pasti akan selamat, lebih baik kau juga pulang sekarang daripada keduluan hujan ?” Posisi Hyunmi masih saja tetap seperti tadi.

“Ne, kalau begitu.” Minho hanya mengiyakan permintaan Hyunmi tersebut, dan masih memperhatikan Hyunmi yang kini menyebrangi jalan dan akhirnya sampai di depan rumah.

“Hyunmi-ya!! Annyeong!!” Minho meneriaki Hyunmi dari sebrang dan melambaikan tangannya kepada Hyunmi yang berada disebrangnya itu.

“Ne, annyeong oppa!!” Sungguh sangat aneh, tadi sikap Hyunmi sunggu diam dan mencurigakan, tapi kini ia justru melambaikan tangannya kepada Minho dengan ceriah sekali.

Tiba-tiba saja Minho kaget di saat Hyunmi melambaikan tangan pada dirinya, seketika itu dibelakang Hyunmi terdapati yeoja berjuba hitam dan sangat tertutup dan menunduk sehingga tak kelihatan wajah yeoja itu.

Dan kali ini Minho lebih sangat kaget karena ia melihat yeoja berjuba hitam itu sudah siap menusukkan pisau yang ia bawa di tubuh Hyunmi.

“Hyunmi-ya!!! awas belakangmu!!” Minho berteriak sambil menyebrangi jalanan karena ia ingin menyelamatkan Hyunmi, tapi lagi-lagi teriakan Minho itu justru membuat Hyunmi reflek dan membalikkan tubuhnya sehingga pisau yang dari tadi sudah siap mendarat ditubuh Hyunmi, akhirnya pisau itu mendarat juga ditubuh Hyunmi ketika Hyunmi membalikkan tubuhnya, dan yang lebih tragis lagi, pisau itu mendarat di bagian jantung Hyunmi. Dan seketika itu juga Hyunmi tergeletak terkapar dengan kondisi sudah tak bernyawa. Dan yeoja berjuba hitam itu sudah tak terlihat lagi dimana keberadaannya. Yeoja berjuba itu seperti memiliki kecepatan yang luar biasa hanya dengan seklebatan saja ia sudah tak ada.

Minho yang melihat kejadian itu, air matanya sudah membanjiri wajahnya. Minho mendekati Hyunmi dan memastikan keadaan Hyunmi, dan seketika itu juga Minho berteriak.

“ANDWAE!!!!!!!!…”

**

“Minho-ya?! ada apa dengan dirimu ?!” seorang namja yang sepertinya adalah hyung dari Minho itu khawatir dengan Minho.

“Minho-ya!! Ireona!!” Kali ini namja itu berteriak dan mengguncang-guncangkan tubuh Minho agar terbangun dari tidurnya.

“ANDWAE!!!!!!!…” Minho sekali lagi meneriakkan kata-kata yang sudah ia teriakan tapi kali ini nada teriakannya berubah menjadi lemas dan ia menangis.

“Minho-ya ?!! ada apa dengan dirimu ? apakah kau memimpikan mimpi tak jelas itu ?” Kini namja itu sudah bisa mengintrogasi Minho dengan tenang, karena Minho telah bangun dari tidurnya.

“Minho-ya, lebih baik ini kau minum dulu, lalu hyung minta penjelasanmu kenapa kau berteriak histeris begitu .” Hyung dari Minho menyodorkan segelas air mineral dan langsung diteguk habis oleh Minho.

“Entah aku harus menceritakannya mulai dari mana, pokoknya mimpi itu awalnya manis dan indah, tapi lama kelamaan mimpi itu jadi menakutkan hyung.” Minho menjelaskannya dengan nafas tersengal-sengal.

“Oiya hyung, sekarang bulan apa ?”

“Oktober, waeyo ?”

“Pantas saja.” Minho memukul pelan keningnya.

“Waeyo Minho-ya ?” Hyungnya Minho semakin penasaran.

“Pokoknya aku minimal harus mengunjungi makam yeojachinguku itu minimal sebulan sekali di awal bulan, kalau tidak aku akan dihantui mimpi menakutkan itu hyung,”

“Kok bisa ?”

“Ne, bisa-bisa saja, karena aku sudah dua kali bermimpi yeojachinguku itu, tapi  mimpinya itu tak selalu menakutkan begini, mimpi hari ini adalah mimpi menakutkanku yang pertama, kalau mimpi bulan lalu, justru aku bermimpi manis dan indah bersamanya.” Penjelasan Minho itu membuat hyungnya itu hanya mengangguk saja.

“Ya sudah, lanjutkan tidurmu, tapi sebelumnya jangan lupa berdoa, dan hyung besok akan menemanimu berziarah ke makam yeojachingumu itu.” Hyung Minho menyemangati dan menepuk pelan bahu Minhol.

“Ne hyung, gomawoyo.”

***

“Minho Oppa~” terdengar suara lirih yeoja yang terlihat samar oleh mata Minho. Yeoja itu mengenakan juba putih yang cerah dan bersinar putih. Yeoja itu datang dengan keanggunannya dengan wajah yang berseri-seri dan memancarkan kedamaian itu.

Yeoja itu mendekati Minho dan menghela lembut kening Minho. Seketika itu juga kedua mata Minho terbuka perlahan dan raut wajahnya berubah menjadi bahagia ketika melihat kedatangan yeoja itu.

“Hyunmi-ya~? Kau kembali untukku ?” Minho menghela kening yeoja dihadapannya itu juga ketika ia bangkit dari posisinya.

Yeoja itu tersenyum manis sejenak dan memandang lekat kedua bola mata Minho.

“Oppa~, besok jangan lupa ya main ke rumahku ?” Nada bicara yeoja itu terkesan berharap.

“Ne Hyunmi-ya~, oppa tak akan lupa untuk main ke rumahmu, dandanlah yang cantik ya~” Minho menatap kedua bola mata yeoja dihadapannya itu lekat dan sesekali menghela kening dan kedua pipi yeoja itu bergantian.

“Ne oppa~ aku akan dandan cantik untukmu. Dan kau juga harus rutin ya oppa bermain ke rumahku setiap sebulan sekali.” Yeoja itu menatap Minho penuh dengan arti kebahagiaan.

“Ne, pastilah chagiya~” Kini Minho justru meneteskan air matanya.

“Oppa~ jangan kau buang sia-sia air mata berhargamu itu.” Yeoja bernama Hyunmi itu mengusap air mata Minho yang membasahi pipi Minho.

“Oiya oppa~ mianheyo~ tadi pertemuan kita sungguh tragis. Ya memang kau sama sekali belum pernah bermain di rumah Suzy sunbae sekalipun. Jadi kumohon besok waktu oppa bermain ke rumahku, sekaligus bermain ke rumah Suzy sunbae.”

“Waeyo ?”

“Karena dengan kedatangan oppa ke rumahnya, di lain waktu kita bisa bertemu lagi dengan kondisi yang manis, dan berbeda dengan pertemuan tragis kita. Ya itu karena oppa belum pernah main ke rumah Suzy sunbae.”

“Memang harus ?”

“Ne. Annyeong oppa~” Yeoja itu melambaikan tangannya lembut ke arah Minho yang sudah semakin menjauh dari Minho dan lama kelamaan yeoja itupun menghilang dari pandangan Minho.

*****

Hoaaam. Aku terbangun dari tidurku. Sinar matahari yang cerah ini membuat mataku tak kuat untuk terpejam terus menerus.

“Minho-ya, kau sudah bangun ?” Suara namja di sampingku yang mungkin sudah terbangun duluan itu mengkagetkanku.

“Ne hyung. Waeyo ?” Aku mengucek mataku pelan sambil menguap.

“Kau semalam mimpi apa lagi ?” Pertanyaan hyungku kali ini membuatku kaget.

“Mwo? Mimpi ? Mimpi mana ?” Nada suaraku agak mengeras volumenya.

“Kau semalam berbicara sendiri sampai menangis, kau bicara dengan Hyunmi lagi ?” Siwon hyung memicingkan matanya.

“Ne, itu bukan mimpi. Itu kenyataan hyung.” Tegasku kali ini membuat Siwon hyung sedikit geram.

“Aniya. Kau semalam itu setelah mimpi burukmu itu, kau mengigau lagi. Berbicara sendiri.”

“Jinjjayo ?” Aku membelalakkan mataku kini.

“Mm…” Hanya itulah respon hyungku.

“Segeralah mandi! Lebih baik kita bermain ke rumah Hyunmi pagi-pagi saja, karena cuaca masih bersahabat, arra ?!!” Mwo ? Mengapa Siwon hyung bicaranya ‘bermain ke rumah Hyunmi ?’ Apa memang semalam pertemuan keduaku dengannya itu memang mimpi ?

Tapi kenapa ? Mimpi itu justru terasa sangat nyata ? dan bukanlah mimpi.

Aku mengambil foto Hyunmi berbingkai yang tertera indah di atas laci di samping kasurku ini. Aku memandang foto itu. Dan benar, hatiku sangat damai melihat foto ini, rasanya tak ingin aku berkedip. Karena aku taku jika sekali berkedip pun, foto ini bisa saja berubah menjadi yang tak ku inginkan.

Ya Tuhan~ sungguh~ ini terasa sangat nyata.

~~~THE  END~~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Only In Dream”

  1. KEREN UWAAAA…. Tapi kritik dkit yak? Ada beberapa paragaraf yg terkesan monoton #digampar. Kayak yg cewek jubah hitam, itu gimana ya, terlalu monoton aja.

    Tp ceritanya daebak! Horor horor gimanaaaa (?) gitu

    tapi aigoooo serem bgt sih u,u *peluk author *ditendang XD

    keep writing!

  2. Akuuuu ngerti crtanyaaa .. Ini tntang mimpi ktmu hyunmi kaaan ini kalo gak slah lanjutan dri ff two shot yg minhoooo itu yaaa

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s