The Sweetest Married – Part 1

The Sweetest Married – Part 1

Title : The Sweetest Married

Author : Choi Ra ra ( hahaha )

Main Cast  : Lee Jinki & Lee Hye Jin

Support Cast : Jonghyun, Minho, Key , Taemin, and so many other characters

Length : Sequel

Genre : Romance, , Family,and Parental guidence

Rating : PG-15

 

A/N : anyyeong reader, ini aku ngepost ff aku yang baru, kisah ini merupakan  bagian dari perasaan aku sendiri, ngebuat ni ff , bikin emosi, soalnya ada beberapa hal yang merupakan hal pribadi aku, jadi,, mohon di maklumi ya kekurangannya, kalo ff ni gaje dan gak mutu. Trus aku sengaja masangin onew ma moon geun young , soalnya sma2 imut.. kekeke*. Anggap aja yeoja itu kamu sendiri kalo perlu…okee.. met baca reader, gomawoyo*

Summary : perjalanan hidup manusia, sudah ada Tuhan yang mengaturnya, manusia hanay bisa menerima takdir yang telah diberikan tuhan, tapi manusia juga bisa mengubah takdir itu jika mau berusaha, akankah kebahagian menghampiri lee hye jin ? akankah lee jinki bisa membahagiakannya ? mollaa.. kalo begitu,,, cekidottt..

Seorang yeoja cantik termenung di bawah pohon rindang di sebuah taman.  Memegang segelas kopi di tangannya, menatap lurus kedepan. Pandangan nya kosong, dan tak bersemangat. Silir silir hembusan angin  menerpa wajahnya yang putih merona. Rambutnya panjang tergerai sepinggang menambah keindahan yang ada pada dirinya.  Kembali menatap kedepan, dan mengenggam erat gelas kopi itu dan menghempaskannya ke tanah. Mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu yang membuat hatinya sakit karnanya.

Flashback

“  hye jin ah, ini tidak seperti yang kau bayangkan, dengarkan aku dulu “

“ tidak ada yang perlu kau jelaskan, kau sama saja dengan wanita breng*ek itu !”

“ hye jin ah, kau harus dengar penjelasan ku dulu ! kau salah, aku dan dia tidak ada hubungan apa apa. Kau harus percaya padaku .”

“  oppa !” seorang yeoja lain memanggil namja itu dari belakang.

“ huh ? itu yang kau bilang tidak ada apa apa ? berada dalam satu apartemen dengan seorang yeoja. Lepaskan aku, aku muak melihat kalian berdua !”

“ oppa, apa yang kau lakukan dengan wanita itu huh ? ayo kembali, tidak usah perdulikan dia !”

 yeoja tadi kembali berteriak dari belakang dan mendekati mereka berdua. Namja itupun melepaskan genggaman tanganya dari yeoja yang bernama lee hye jin tadi. Seketika yeoja itupun pergi dan meninggalkan mereka berdua.

Flashback end

Tak terasa bulir bulir air mata mengalir pelan dipipi merona yeoja itu. Ya, dia Lee hye jin. Seorang gadis cantik yang baru saja di hianati kekasihnya yang sudah ia percayai 2 tahun ini. Kekasih yang sudah menemaninya selama ini, dan sangat dia sayangi. Berhianat dengan wanita yang sangat dia benci, ya ..sangat dia benci. Air matanya terus mengalir. Membuat mata indahnya sembab karna nya. Sebuah jari telunjuk menyentuh pipinya, mengusap bulir bulir air mata itu peerlahan dan menatap hye jin dengan nanar.

“ jangan menangis noona ” ucap seorang namja yang duduk bersebelahan dengannya.

Gadis itu hanya menoleh dan tersenyum. Senyum yang sebenarnya menyakitkan untuknya saat ini.  Namja itupun  kembali melanjutkan aktifitasnya. Melepaskan jari telunjuknya yang basah dari pipi yeoja itu, dan kembali  menatap lurus kedepan. Yeoja itu pun meletakkan kepalanya di atas bahu namja disebelahnya, seakan tenang berada di sisi nya.

“ hyo joo ~ah , apa kau tahu bagaimana perasaan noona sekarang huh ?”

yeoja itu bertanya pada namja yang bernama hyo joo , tapi tak ada jawaban dari nya. Dia hanya sibuk dengan dirinya sendiri, seakan tak mendengar perkataan noona nya itu.

“ hyo joo ah,, apa kau bisa mendengar noona ?” gadis itu menghela nafasnya dan kembali bertanya.

“hyo joo~ ah , apa kau pernah mengalami sakit seperti ini ?” yeoja itu mendongakkan wajahnya keatas. Melirik namja tadi, tapi tak ada jawaban darinya. Yeoja itu hanya tersenyum tipis dan kembali bergumam.

“  kadang noona berfikir, alangkah lebih baiknya, jika aku sama seperti mu hyo joo ah. Noona ingin menjadi sepertimu. Bersikap acuh seperti ini. Bagaimana dengan mu ? apa kau sependapat dengan ku huh ? aku rasa kau menertawai noona sekarang. Apa noona begitu menyedihkan ?”.

“ hmmmm.. waahh aku mau es krim !” namja itu hanya bergumam tak jelas.

“ aku benar benar iri padamu, hyo joo ah ! andai noona bisa memilih, noona ingin bertukar posisi dengan mu. Aku sudah lelah hyo joo ah, aku ingin hidup sepertimu. Tanpa ada beban setiap harinya. “

“ es krim rasa vanilla itu sepertinya enak ! ” namja itu kembali bergumam. Membuat yeoja itu tertawa kecil.

“ hmm,, kau lapar ? es krim ? kajja, ayo kita beli es krim !”

yeoja itu pun menarik wajahnya dari bahu namja itu, dan berdiri menarik lengan namja tadi. Dan tersenyum seakan bebannya hilang karenanya. Ya , itulah mereka berdua. Sepasang noona dan dong saengnya , hye jin dan hyo joo. Mereka memang selalu begini, sangat akrab dan dekat. Karena hanya hye jin lah satu satunya noona sekaligus temannya yang dari dulu selalu berada disisinya. Dari kecil hyo joo memang tak memiliki teman dekat selain noona nya. Itu  dikarenakan keterbelakangan mental yang dimilikinya .Tidak ada satupun yang tahan berteman dengannya, karna tingkah anehnya yang membuat orang takut padanya.  Hyo joo adalah anak yang kurang beruntung. Dia penyandang autis sejak lahir. Membuat dirinya di jauhi oleh orang sekitar dan dianggap tak layak untuk memiliki teman.  Hanya hye jin lah yang selalu menemani hyo joo setiap hari. Di saat hye jin sedih, hanya hyo joo lah tempatnya bersandar dan bercerita selain eomma dan sahabatnya

***

Hye jin POV

“ eomma … aku pulang ! ” teriak ku.

aku berjalan menenteng barang belanjaan yang aku bawa dari supermarket tadi, uhh tangan ku pegal. Sedari tadi hanya berkutat dengan barang belanjaan ini. Ku hempaskan tubuh ku di sofa dan menatap langit langit ruang tamu .

“ hye jin ah, kau sudah pulang ? bagaimana dengan kuliah mu hari ini huh ? omo ! apa ini ? kau belanja ya ? banyak sekali ! ”.

Eomma berjalan mendekatiku, dan menatap tubuhku, matanya terbelalak melihat aku membawa belanjaan yang sebegitu banyaknya.

“  ne eomma, kuliah ku baik baik saja kok, tidak ada yang perlu kau khawatirkan, ! owh itu, iya, tadi aku lewat supermarket di depan gang, yahh apa salahnya aku belanja, lagian ini gaji pertama ku setelah 1 bulan bekerja di café baruku itu. “ timpal ku.

“  bagus lah kalau begitu. Tapi hye jin ah, apa kau tidak lelah kuliah sambil bekerja. Eomma rasa  kau tidak perlu bekerja, aku mampu membiayai mu, kau bisa lihat kan . Apa kau merasa kita begitu miskin sampai kau harus bekerja part time ? “

“  aniyo, aku malah senang kuliah sambil bekerja seperti ini.” Aku menghela nafas panjang.

“aku tahu , eomma mampu membiayai ku. Tapi aku ingin hidup mandiri. Dan tidak mau menyusahkan mu terus menerus, lebih baik uang eomma disimpan untuk keperluan lain. Seperti pengobatan hyo joo, itu akan lebih berguna .” timpal ku.

akhir akhir ini eomma sangat mengkhawatirkan ku. Karena melihat kondisi ku setelah kejadian penghianatan beberapa waktu lalu. Eomma selalu was was, takut akau melakukan hal gila seperti bunuh diri mungkin.

“ ya lee hye jin ! kau ini benar benar keras kepala, percuma aku berdebat dengan mu. Sudah mandi sana, biar eomma yang memasak ini untuk mu.”

“ ne ne , arasseo.. ” aku mengecup lembut pipi wanita yang sangat berjasa di dalam hidup ku. berlari menuju kamar ku yang berada di lantai dua.  Aku benar benar menyayanginya. Bagi ku dia lah orang hebat yang pernah aku temui di dunia ini.

***

At dorm SHINee

BRAAAKKK , ………..

Seseorang membuka pintu dengan kerasnya, terdengar suara dua orang yang sedang berteriak, dan masuk sambil berlari ke dalam apartemen itu.

“ hyuuuungg ….tolong akuuu ! ”

seorang namja imut berlari masuk ke dalam apartemen itu terlebih dulu, disusul seorang namja satunya lagi yang terlihat kurus dan berambut coklat berlari mengejarnya.

“ ya taeminnie ! jangan lari kau,  kau harus dapat hukuman ! ” teriak namja tadi sambil mengejar namja imut yang bernama taemin yang sedang bersembunyi di belakang seorang namja bertubuh tinggi dan athletis.

“  minho hyuung , tolong aku ? ” rengek taemin meminta perlindungan kepada namja bernama minho dari balik badannya.

“ ya key ! apa yang sedang kalian lakukan. Kenapa taemin ketakutan seperti ini ?” minho berseru, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

“ ya minho ya ! menyingkirlah, aku harus memberi hukuman dengan uri taeminnie ! ” key memanas, dan berusaha menyeret taemin yang berada di belakang.

“ aniyo key, kau harus menjelaskan nya dulu kepada kami semua ! ” jelas minho menatap key tajam.

“ aku harus memberikannya hukuman sekarang juga, coba kalian bayangkan? bagaimana mungkin dia membiarkan matanya melihat hal yang tidak boleh dia lihat ! ” oceh key menahan sulutan emosinya.

“ mwo ?! apa yang kau maksud key ? sesuatu yang tidak boleh dilihat ? ”

“ aku tak perlu menjelaskan nya padamu kan , kau pasti tahu apa yang ku maksud. Kalau begitu, cepat serahkan bocah itu sekarang juga ! ”

“ aniyo,, shirreeoo yo ! aku harus menanyakan nya dulu dengan taeminnie. Ya taeminnie sekarang kau jelaskan padaku ! ” minho membalikkan tubuhnya dan menatap taemin tanpa mengerjap sekali pun.

“ ehmm,, hyung.. kau harus percaya padaku. Aku tidak sengaja melihatnya. Teman teman ku yang melihat itu sepenuhnya. Aku tidak ikut menonton itu. Mereka mengajak ku, aku tidak bisa menolak nya, mereka bilang aku bakalan terlihat manly kalau aku mengikuti saran mereka. ”

“ ya taeminnie ! jangan berbohong, !” cela key di sela sela taemin berbicara.

“  ya key umma. Aku tidak berbohong, memang itu kenyataannya !” celoteh taemin, memeberanikan diri keluar dari balik tubuh minho.

“  sudah lah, kalian ini berisik. Aku tidak bisa konsen menghafal lirik lagu ini karna suara kalian !” jonghyun yang sedari tadi diam, tiba tiba menyerukan suara berat nya.

“ apa nya yang sudah lah ? ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menghukumnya !” timpal key yang sedari tadi terus meredam amarahnya.

Ya, itulah key, member yang paling cerewet diantara member SHINee yang lainnya. Kalau key marah, udah deh gak usah ditanya, itu dorm bakalan hening, sepi, kayak kota mati. Mereka  bilang key kalo udah marah, mukanya berubah kaya’ monster ( mian*).

“ andwee,, hyungg tolong lah aku, ini bukan salah ku !” taemin yang ketakutan melihat key , langsung menatap jonghyun, dan merengek menarik ujung baju minho, untuk meminta perlindungan. Sementara minho dan jjong hanya mengeleng gelengkan kepalanya.

“ sudahlah key, kau ini itukan hanya masalah kecil. Kenapa kau besar besarkan ? taemin itu sudah cukup dewasa, jadi kau tak perlu sampai segitunya !” jonghyun yang sudah tak tahan, membuka suaranya lagi yang  terdengar jengah.

“  ya, key umma. Kau sudah dengarkan, jong hyung bilang apa. Kenapa kau masih ngotot hah ?” kali ini taemin ikut membuka suaranya, melihat jonghyun membelanya.

“ ya hyung ! kenapa kau membelanya. Aku hanya ingin memberi pelajaran kepadanya. !” umpat key kesal.

Suasana hening. 10 detik kemudian .. belum ada yang bersuara, 15 detik pun berlalu, kini key membuka suaranya lagi

“ ya taeminnie, baiklah kali ini ku lepaskan kau. Tapi kalau sampai kau mengulanginya, habis lah kau !”.

“  nee umma, arasseo. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Jangan marah lagi , oke ?”

taemin yang mendengarnya pun langsung tersenyum lebar, senyum yang manis , bagaimana coba key berani memberikan hukuman padanya, melihat senyumannya saja sudah bisa dipastikan, pertahanan key bakalan hancur.

“  oh ya hyung , dari tadi aku tak melihat onew hyung.  Dimana dia ?” key yang menyadari ada sesuatu yang kurang  yaitu si leader, langsung menanyakan nya pada jonghyun.

“ ehmm.. aku tidak tahu, setahu ku terakhirkali dia disini setelah mendapat telpon dari omonim, mungkin dia pulang kerumahnya !”.

***

Jinki POV

Tadi pagi eomma menelpon ku, menyuruh ku untuk pulang. Tadinya aku berniat pulang kerumah, tapi kuputuskan untuk pergi ke kampus terlebih dahulu. Mengingat hari ini aku free, ya tidak ada salahnya aku pergi kesini bukan ? sekedar jalan jalan atau melihat lihat saja. Aku memarkirkan mobil ku di depan kampus, berjalan melewati teman temanku yang seketika menoleh kearahku. Sudah kuduga, pasti beginilah jadinya. Ku putuskan untuk pergi ke kelas ku, dan menemui teman temanku.  Setelah kurang lebih 1 jam aku disana, ku putuskan untuk pulang. Aku berjalan menuju tempat parkir mobilku. Menyalakan mobil dan bergegas pulang. Namun  sayang, baru beberapa meter aku pergi dari tempat parkir itu, seseorang lewat dan menabrak mobil ku . Aku terkejut melihat kemunculan nya yang tiba tiba. Bingung, apa yang harus aku lakukan.

“ ya, Jinki Pabo ! kenapa kau bisa sebodoh ini. “

aku pun keluar dan membuka pintu mobilku, berjalan mendekati orang itu. Ternyata dia seorang yeoja.

“ nona, gwenchanayo ?” aku mendekati tubuh ku ke arahnya, sepertinya dia terluka.

“ahh bagaimana ini ? semoga saja dia tidak apa apa.” Batinku

“ ah ? ne, gwenchana, aku tidak apa apa !” ucapnya.

OMONA ! dia membalikkan badannya dan melihat ku. Matanya yang indah terus menatapku. Aku bisa mencium wangi rambutnya yang menyeruak masuk ke rongga hidungku, pipinya yang putih merona, terlihat jelas di mataku. Yeppo !

“ auuuchh,, aphu ! “ yeoja itu meringis, membuyarkan lamunanku. Benar dugaanku, kakinya terluka.

“ nona, gwenchana ? joesoenghamnida, aku benar benar tak sengaja. Apa kau terluka ?” aku terus bertanya padanya, terlihat jelas dia kesakitan.

“ ah,, gwenchana. Tidak apa apa, ini hanya terluka sedikit !”

yeoja itupun berdiri dengan kaki nya yang terluka, dan berlalu pergi dari hadapanku dengan terseok seok.  Aku hanya berdiri mematung dan menatap dirinya dari belakang. Melihat  punggungnya yang semakin menghilang dari pandanganku. Tiba tiba..

loverrholicc robotronicc loverrholicc robotronicc

“ yobboeseo “

“  jinki ya, kau dimana hah ? “

“ eomma, aku lagi ada di kampus ? waeyo ?”

“ cepat pulang, kau ini aku kan sudah bilang segera pulang. Dasar anak nakal !”

“ ne ne, arasseo,, aku pulang ! “

Plippp,, aku mematikan handphone ku,  dan bergegas pulang. Takut eomma ku marah dan mencincang tubuh ku .

***

Hye Jin POV

Aku merebahkan tubuh ku di sofa, duduk termenung menatap sekeliling ku. Terlihat dongsaeng ku yang sedang asyik sendiri duduk di sebelah ku. Aku hanya tersenyum melihat gelagatnya.

“ hyo joo ~ah, apa kau sudah makan ? kalau belum, biar noona yang masak, otte ?”

ku lihat dongsaeng ku itu lekat lekat. Tak terasa dia sudah semakin besar. Aku senang melihat perkembangannya, meskipun dia tumbuh tak seperti anak anak lainnya. Tapi menurut ku dia special, karena dia memiliki sesuatu yang istimewa yang tidak dimiliki anak anak lainnya.

“ aoucchh,, aphu !” aku menatap luka di kaki ku, akibat tabrakan kecil tadi siang di kampus.

“Huh, apa orang itu tidak melihat ada orang menyebrang tadi ? ceroboh sekali dia “

Aku mengumpat pelan. Aku tak mau hyo joo mendengar suaraku yang terdengar marah. Aku takut dia kembali bertingkah aneh. Dongsaeng ku satu ini memang beda dari yang lainnya. Dia akan ketakutan melihat ada orang yang marah marah di depannya. Entah kenapa tiba tiba aku terpikir dengan wajah namja tadi.

“Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ? ahh sudahlah, aku malas memikirkannya, lebih baik aku obati lukaku, sebelum eomma melihatnya “ batinku.

Aku melangkahkan kaki ku yang perih. Tapi sayang, langkahku terhenti seketika, saat melihat tayangan di TV. Aku melihat seseorang yang sepertinya pernah ku jumpai sebelumnya. Ku perhatikan lekat lekat wajah orang itu.

“ OMO ?! dia kan.. namja tadi ? sedang apa dia disitu ?” ku lihat lagi siaran tadi .

“ mwoo ! jadi dia artis ? jinja ? SHINee ? apa itu ? boyband kah ? onew SHINee ? oh jadi namanya onew. hmm sudahlah, apa peduli ku. Lebih baik aku memikirkan hal yang lebih penting ketimbang ini.”

“  ya hyo joo ah, tunggu disini ya. Noona mau ke kamar dulu. Kalau ada eomma, jangan katakan kalau kaki noona terluka, otte ?”

aku pun mengacak rambut nya pelan, dan berjalan ke kamar ku di lantai dua. Agak sulit memang menaiki anak tangga dengan kondisi seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak mau eomma khawatir dengan keadaan ku.

***

Author POV

Jinki kembali kerumahnya, ia masih memikirkan kejadian tadi siang di kampus. Baru pertama kalinya dia menabrak orang sampai membuat orang itu terluka. Terlebih lagi dia adalah seorang yeoja ! benar benar memalukan. Ia berjalan melewati halaman rumahnya yang luas,  dan membuka pintu rumahnya yang bergaya eropa klasik itu.

“ eomma aku pulang !” jinki mendengungkan suaranya, menandakan dia sudah pulang. Tampak seorang wanita paruh baya namun masih terlihat muda menghampirinya.

“ ya jin ki ah, kenapa kau lama sekali huh ? aku sudah lumutan menunggu mu !” sahut wanita itu yang ternyata adalah eommanya.

“ aku kan sudah bilang eomma, aku ke kampus dulu, lagian yang penting kan aku sudah pulang“  jinki berjalan menuju ruang tengah dan menghampiri appa nya yang sedang bersantai di sofa.

“ kau ini, memang selalu seperti ini. Kapan kau akan berhenti bersikap seperti ini huh? bersikaplah lebih dewasa! “

“ ne ne araseoo. ehmm, ngomong ngomong kenapa kalian berdua menyuruh ku pulang ? tumben sekali !” ia menatap eommanya. Ia tau, pasti ada sesuatu yang ingin dibicarakan eomma padanya.

“ ehmm, besok kau tak ada acara kan ? aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang ? otte ?”.  ucap sang eomma yang membuat jinki mendelik

“ nugu ?” tanyanya kemudian.

“kau akan tahu besok. Maka dari itu, besok siang kau jangan kemana mana. Kau tidak akan menyesal bertemu dengannya jinki ah.

“ eomma, apa kali ini kau ingin menjodohkan ku huh ? aku sudah bilang berapa kali, aku belum ingin menikah, bisakah kau mengerti perasaan ku ?!” terlihat wajah kekesalan nampak di wajahnya.

“ waeyo ? kau itu sudah dewasa jinki ah, aku dan appa mu ingin kau segera menikah, dan mendapatkan cucu. Lagipula aku sudah menghubungi So Man dan management mu, dan mereka setuju setuju saja, asal itu tidak mengganggu karir mu itu !”

” keundae –, tiba tiba omongan jinki terpotong oleh eomma nya

“ ya ! pokoknya besok kau harus menemuinya. Aku tidak mau tahu  !” kali ini eommanya mulai merajuk.

“ huh, ya sudahlah, aku lapar, !” jinki mendengus kesal, dan berjalan kearah dapur

“ kau mau kemana ?” eommanya berseru. jinki mendelik kebelakang

“ makan. aku lapar, ayamnya masih ada kan?!”

“ huh dasar kau ini. Kalau masalah ayaaam saja, nomor satu. yaa ayamnya masih ada, kalau tidak ada lagi, kau suruh saja pelayan yang membuatnya atau pesan saja sekalian di luar !”

jinki hanya tersenyum lebar saat mengetahui jawaban eommanya, sedangkan appanya hanya geleng geleng  kepala melihat tingkah anak dan istrinya.

***

Hye Jin POV

“ aooucchh, aphu !” aku meringis saat mengarahkan obat luka yang menyentuh kaki ku.

Arghh  ini benar benar perih sekali. Untung saja lukanya tidak lebar. Jadi, aku tidak kesulitan mengobatinya. Aku kembali mengobati luka ku tadi setelah hampir beberapa detik mengabaikannya menahan sakit dan perih. Tapi rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit beberapa hari lalu. Rasa sakit yang di buat namja sialan itu dengan wanita breng*ek itu.

“Arrrghh” aku kesakitan.

Luka yang aku rasakan bertambah perih mengingat kejadian itu. Aku tak berhenti meringis. Bukan karena rasa sakit yang ku alami saat ini, tapi karena rasa sakit yang ada di hatiku dari kemarin.

Kleekkk,, engsel pintu kamarku bergerak. Seseorang membuka pintunya, ku lihat kepala eomma menyembul dari balik pintu. Aku terkejut melihatnya. Bagaimana kalau dia melihat keadaan kakiku ? aku tak mau melihat wajahnya yang khawatir karna masalah ini.

“ hye jin ah, kau sudah pulang ? kenapa kau tidak turun makan ? eomma dan hyo joo sudah menunggu mu dari tadi “

“ owh n-ne eomma, aku memang sudah pulang. Nih aku barusan mau turun e-eh ternyata eomma sudah naik duluan ke atas” jawab ku terbata bata. Aku bingung harus jawab apa.

“ omo ?! hye jin ah ? ada apa dengan kaki mu nak ? ” ahh sudah kuduga pasti eomma akan melihat ini.

“ ah ani, ini Cuma luka sedikit kok eomma. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan !” aku melihat wajah eomma yang terlihat khawatir itu. Aku jadi merasa bersalah melihatnya.

“ apa nya yang tidak apa apa ? sini, coba eomma liat !” eomma menghampiriku dan mendudukan ku di tempat tidur, mengobati luka ku pelan.

\ “ aigoo..hye jin ah, bagaimana kau bisa seceroboh ini ? kau benar benar membuat eomma khawatir !“

aku tak menjawab perkataan eomma. Mataku terpaku memandang wajah nya, melihat begitu polos nya eomma ku ini. Wajahnya sangat cantik, hatinya seperti malaikat, aku benar benar merasa bersalah karna nya. Dia tidak pernah memarahi ku selama ini. Apa yang aku inginkan selalu dia penuhi, dia juga selalu sabar mengurusi adik laki laki ku yang special itu, lee hyo joo !

“ eomma sudahlah, aku tidak apa apa. Ini  hanya luka kecil, tidak separah yang kau bayangkan !”  aku mengusap pipinya yang sudah di aliri bulir bulir bening dari mata indahnya.

“ ya hye jin ah, berjanjilah pada eomma, kau takkan bersikap ceroboh lagi. Kau benar benar membuat jantung eomma sakit “.

“ eomma,, sudahlah jangan berkata seperti itu !” aku merengkuh tubuh eommaku ini dan memeluknya erat.

Pelukan eomma sangat lah hangat. Aku bisa merasakannya, aku seakan tak mau lepas dari pelukan wanita berjasa ini. Entah kenapa di saat seperti ini aku terbayang wajah Laki laki yang sangat aku benci di dunia ini, laki laki pengecut, pecundang, yang tega membuat eomma ku sakit dan menderita, menelantarkan aku dan adikku begitu saja. Aku benar benar membenci laki laki itu. Sangat membencinya. Sampai sampai aku bersumpah untuk tidak melihat wajah menjijikan nya itu lagi.

“ ne, lebih baik kita makan dulu. Kau pasti sudah lapar hye jin ah ” eomma melepaskan pelukan kami, dan mengusap air mataku yang ternyata tanpa aku sadari sudah turun dari mataku ini.

“ ne kajja eomma, hyo joo pasti sudah menunggu kita di bawah “.

Aku menarik tangan eomma dan mengajaknya cepat cepat turun ke bawah, merasakan masakannya yang tiada duanya itu. Aku berjalan dengan eomma dan sampai di meja makan. Ku lihat hyo joo sedang melihat makanan yang ada di depan matanya. Dia sudah tak sabar lagi sepertinya.

“ hyo joo ah ? apa kau sedang menunggu noona dan eomma ? maaf kami tadi membuat mu lapar karna menunggu. kajja ayo kita makan !” aku pun menyantap makanan yang ada di meja .

“ eomma, hari ini kau masak banyak , ada apa ?” aku bertanya padanya sekedar basa basi .

“ owh,, memangnya kenapa?  kau tidak suka hah ? ” eomma melirikku dan menatap ku .

“ aniyo. Hanya saja tumben sekali “. celoteh ku kembali melanjutkan makan malam ku yang tertunda.

“ ya hyo joo ah, bagaimana masakan eomma enak tidak ? aku tahu, itu pasti enak bukan ? habiskan hyo joo ah, nanti eomma mu marah kalau kau tak menghabiskannya “. Canda ku .

hyo joo menoleh ke arahku dan tersenyum, lalu kembali menyantap makanannya.

“ ehemm,, !” tiba tiba eomma menghentikan makan malamnya, dan menatapku serius.

“ eomma waeyo ? kenapa berhenti makannya ?”. aku balas menatap eomma, apa ada yang salah dengan ucapanku tadi.

“ hye jin ah, ada yang ingin eomma bicarakan padamu ?” eomma benar benar serius kali ini, belum pernah aku melihatnya seserius ini.

“ ne, apa eomma ? bicara saja aku akan mendengarnya !” aku meneguk air minum sambil memasangkan telingaku benar benar, mencermati kata kata yang akan dilontarkan eomma.

“ ehmm..aku ingin mengenalkan mu dengan anak teman eomma besok siang ! kau tidak keberatan kan ?!”

“ uhouk uhouk uhuk.. ” aku terkejut mendengar ucapan eomma tadi, hampir memuncratkan air yang ku minum barusan.

Apa yang barusan eomma katakan padaku tadi ? mengenalkan aku dengan anak temannya ? apa itu artinya, dia ingin menjodohkan ku kah ? batinku berbicara

“ eomma, apa maksud eomma ? apa eomma – “ kataku terpotong oleh omongan eomma.

“ ne, aku ingin mengenalkan mu dengan anak teman eomma. Eomma rasa, ini sudah waktunya kau—“ kali ini aku yang memotong omongan eomma, aku sudah bisa menebak arah pembicaraannya.

“ andwee  andwe eomma. Aku sudah bilang , aku belum mau menikah. Aku masih ingin bersama eomma dan mengurus hyo joo. Aku tidak akan menikah sebelum eomma dan hyo joo ku pastikan hidup bahagia !” ujarku

aku sudah mengira, eomma pasti berencana menjodohkan ku kali ini. Aku sudah berjanji tidak akan menikah sebelum eomma dan hye joo bisa hidup dengan bahagia.

“ ya hye jin ah. Kau ini bukan anak kecil lagi, kau harus bisa berpikir dewasa. Sampai kapan kau harus begini terus hah ? kau tidak boleh terus terusan begini. Kau juga harus hidup bahagia, jangan terlalu sering memperhatikan kebahagian eomma ataupun hyo joo. Kau juga perlu memperhatikan kebahagiaan mu sendiri !”

terdengar oleh ku suara eomma yang sedikit membentak, aku bisa lihat tatapan matanya yang memerah dan sebentar lagi akan mengeluarkan bulir bulir keristal dari mata jernihnya.

“ eomma ya jebal. Aku masih ingin bersama eomma. Aku belum ingin menikah, kenapa eomma terus mendesak ku ?” aku terus merengek meminta eomma membatalkan rencananya.

“ ya hye jin ah, kau tahu apa yang bisa membuat eomma bahagia ? hanya kau dan hyo joo lah yang bisa membuat eomma bahagia. Maka dari itu kau harus bahagia !” kali ini memang benar air mata eomma jatuh membasahi pipinya.

Aku hanya terdiam melihat dan mendengar isakan eomma. Sementara itu hye joo hanya menatap ku dan eomma yang sekarang sedang berselisih. Seperti orang kebingungan lalu melanjutkan makannya seperti biasa mengabaikan orang orang di hadapannya. Aku kembali ke kamar menaiki tangga dengan cepat. Bahkan aku tak merasa sakit sedikitpun perihal kakiku yang terluka. Aku lebih merasa sakit mendengar pernyataan eomma barusan. Lebih sakit lagi melihatnya menangis dan memohon padaku.

“ Eomma, apa kau tahu ? hanya kau dan hye joo lah yang aku inginkan, tidak ada yang lain “ . gumam ku sesaat sampai di dalam kamar.

***

JINKI POV

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur king size milikku. Mencoba untuk tertidur tapi tak bisa. Aku menatap langit langit kamar ku, memikirkan kembali perkataan eomma barusan, tentang rencana perjodohan itu. Aku benar benar pusing di buat eomma.

“kenapa dia begitu terobsesi sekali dengan perjodohan itu ?” ujarku pelan.

“memangnya siapa yang ingin dia jodohkan dengan ku. apa dia begitu hebatnya ? Aku ingin lihat orangnya.” Ucapku .

Kembali berkutat dengan pemikiran ku, tiba tiba aku membayangkan yeoja yang aku tabrak tadi siang. Kenapa yeoja tadi terlihat biasa saja bertemu denganku. Apa dia tidak mengenalku, apa dia tidak tau aku ini leader nya SHINee ?  biasanya kan yeoja manapun takkan sanggup melihatku. Haha.. ahh aku ini berpikir apa. Aku bisa gila kalau begini terus. Tiba tiba…

Loverhollic robotronic lovverholicc robotronicc

hape ku bergetar. Aku merogoh saku celana jeans hitam ku dan mengambil handphone ku. Aku membuka layar handphone ku dan melihat sms masuk dari dongsaeng ku di dorm.

From uri taeminnie : hyung,, kau ada di mana ? kenapa kau tidak pulang ke dorm, apa kau tidur di rumah omonim dan aboenim ?

To uri taeminnie : aku ada di rumah sekarang. Ne aku tidak pulang malam ini, aku ada urusan mendadak.  Kau dan yang lainnya baik baiklah disana, jangan membuat kegaduhan yang bisa membuat manager hyung ngamuk. oke ?

From uri taeminnie : ne, oke hyung. Lebih baik kau tidur, nampaknya key umma akan marah jika tau aku belum tidur. annyeong.

Ya begitulah dongsaeng ku yang satu ini, tingkahnya masih saja seperti bocah smp. Padahal  umurnya sudah 18 tahun. Dia lah maknae sekaligus dancing machine kami di SHINee. Wajahnya  itu seperti yeoja, padahal dia itu namja. ckck.. lama berkutat dengan pemikiran ku yang kembali memikirkan perjodohan itu, tanpa sadar mataku mulai terpejam dan memulai perjalanan di alam mimpi..

TBC

Anyyeong chingudeul, ini ff aku yang baru aku buat. Buat para reader yang baca gumawoyo* hehe.. KOMENT KOMENT AND KOMENT. Okay ?

DON’T BE A SILENT READER

NO BASH !

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

37 thoughts on “The Sweetest Married – Part 1”

  1. Hehe,,,konsep critanya udh sring bnget yg sperti ini.
    Yg udh ku bca itu ffnya kyuhyun dan satu lagi…siapa tuh yg lucu bnget,,,oh aigoo,yesung n entah siapa lagi.
    Yeah,alur critanya mirip.Orang tua artisnya brteman dngan orang tua si yeojanya n mnginginkan anak mreka brjodoh n kawin..

    Penggunaan huruf kapital diperhatikan lagi thor…
    Next part ditunggu,Hwaiting!

  2. ide tentang perjodohan artis dengan yeoja biasa kayaknya udh biasa…tp tetep aja bikin penasaran,cz biasanya tiap2 cerita punya keistimewaan sendiri….termasuk yang satu ini…
    aku jd penasaran…gimana y reaksi jinki klo udh ketemu sm hye jin…???
    over all…nice story…:)
    ditunggu next part…

  3. Udah seru-serunya baca eh malah TBC..daebak thor..jdi ngebayangin key umma ama taemin kejar-kejaran,,key kasihan deh taemin nya di marahin trus, dia kan dipaksa ama teman-temannya,taemin juga gk pintar cari alasan biar teman-temannya gk maksa*author:kok malah ceramah sih*,,FIGHTING thor

  4. Annyeong~ aku reader baru ^o^

    bagus bgt critanya! aku pling smangat klo baca FF genre Married Life 😀
    jadi gk sabar nunggu part slanjutnya 🙂
    lanjut ya thor! Hwaiting! >.<

  5. wahh..ga sabar baca lanjutannya. Jinki dijodohin, key ma sapa dunk?? #sama q jah yahh.. hhe *kidding*
    jodoh mang ga kemana, siangnya ga sengaja ketemu, besoknya mw dijodohin.. aasseeekk #apasech??
    udahh ahh gaje komentnya, pokoknya lanjutannya jah ditunggu yahh author.. ^^

  6. annyenghaseyo. ^^ 🙂
    aku reader baru. *bow*

    yah. yah. yah. kok TBC sih.
    lanjut lanjut lanjut thor. *excited*

  7. heung… jd inget adik aku… T___T
    cowo juga… keadaannya juga sm…
    bkn adik kandung sih, sepupuan, tp kami dkt bgt. skrg kmi terpisah pulau. br aja kmrn aku liburan k rmhnya.

    dy selalu teriak2 seneng n minta digendong kalo ketemu aku.
    trs klo udh wktunya makan, dy pasti duduk manis di meja makan…
    dy selalu ktawa sambil liatin mata aku kalo aku gelitikin.
    trs klo lg aku usilin, dy dorong aku pake kakinya.
    trs sekali dulu pernah aku marahin krn dy bawel, dy ampe nangis smbil natap aku ky ngmg, “Teteh jahat”. Lha aku malah ikutan nangis, sedih ngliat dy nangis.
    trs dulu kalo tidur, dy peluk aku.. paginya, dy bakal nyium pipi aku berkali2 smp bangun. pokoknya dy udh lullaby n alarm tidur aku…cuman skrg krn dy udh gde, dy kynya mulai ngerti ga boleh aku kelonin lagi.kkkk

    wadow, maaf jd curcol gini. kkk

    *komen ga penting*

  8. Bagus thor.
    Ceritax mirip dgn ff yg prnah aku baca. Kalo gk slah judulx Married Idol.

    Ditunggu part selanjutnya..!!

  9. Hallo.. Reader bru disini.. Lamken..

    Critanya bgus thor, pemaparan untuk karakter2nya jg bagus.. Ada bberapa typo yg hrusnya Hyo Joo terketik Hye Joo.. Tapi gpp, slah ktik itu biasa..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s