Everything Just For You – Part 3

Title : Everything just for you
Author : Mrs. Lee & Mrs. Choi

Main cast : Lee Taemin
Park Miyeon

Other cast : Yoora
Minjee
Genre : Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-15

DONT BE A SILENT READER PLEASE !!

Happy Reading ~
Miyeon pov
Omo! Aku tegang sekali.. apalagi saat mendengar suara ahjjusi. Meskipun dia adalah kepala sekolah di sekolahku, tapi aku sama sekali belum melihat wajahnya. Dia tampan atau tidak ya? Atau wajah nya sangat sangar?? Aku takut dia tidak menyukaiku ..
Eommaaaa~ teriakku dalam hati.
Aku semakin erat memeluk tangan taemin oppa..
Saat mendegar langkah kaki yang menuju ke arah ku dan oppa, jantung ku berdegup sangat kencang, aku tegang sekali ! >,<

~

Lalu tampak lah seorang pria paruh baya di hadapan ku ..
“annyeonghaseyo”*bow* sapaku tersenyum ramah.
“annyeong .. taemin-ah ini kah yeoja mu itu?” taemin oppa mengangguk cepat.
“ Wahh, neomu yeoppoo~” ahjjusi memegang bahuku. eh? Aku kaget sekali melihat respon nya padaku. Aku tertunduk malu.
“siapa nama mu eum?”
“park miyeon imnida ahjjusi” aku tersenyum semanis mungkin.
“oh,ne. kau pasti sudah tau namaku ku kan?”
“ne,”
“yasudah, kita lanjutkan di meja makan ya, kajja!” ajak ahjjusi.
Taemin oppa melirik ku seolah2 berkata ‘appa ku baik kan?’ aku hanya tersenyum dan mengangguk.

*meja makan*
“oya, sejak kapan kalian berpacaran ?” tanya ahjjusi dengan mulut yang masih dipenuhi dengan makanan.
“eumm baru2 ini appa” jawab taemin oppa.
“oh, brarti masih hangat2(?) nya dong?”
“ya begitu lah.”
“lalu kapan kalian akan menikah?”
“uhuk..uhukk” aku tersedak mendengar ucapan Lee ahjjusi tersebut. Taemin oppa langsung memberiku minum..
“mungkin secepatnya appa.” jawab taemin oppa membuatku tersedak untuk yang kedua kalinya.
“ahahaha, kita bercanda chagi .. mianhae” taemin oppa mengelus kepalaku. Aishh sungguh tidak lucu ! -,-
“tapi tidak ada salah nya jika kalian cepat2 menikah. Kau tau tidak miyeon? Taemin itu seorang playboy!”ujar ahjjusi.
“ah jinjja?”
“ne, saking playboy nya, dari balita sampai manula dia embat loh.”ucap ahjjusi dengan wajah serius.
“yak!yak! itu tidak benar. Chagiyaa.. jangan di dengar!” taemin oppa menutup kupingku.
Haha Disini terlihat jelas sekali keakraban mereka yang seperti teman saja.
Tapi, kenapa dari tadi aku tidak melihat sosok ahjjuma? Kemana dia?
“eumm ahjjusi, dimana ahjjuma?”tanya ku melihat ke sekeliling. Kulihat wajah ahjjusi dan taemin oppa berubah muram.
“ahh.. kau belum memberitahu nya taemin?” taemin oppa menggeleng lemah. Aku menatap kedua nya heran.
“eomma taemin sudah meninggal miyeon ..” ucap ahjjusi lirih, aku tersentak.
“omo! Mianhae ahjjusi, oppa..aku tidak bermaksud”sesalku. Aku jadi merasa bersalah karena telah bertanya seperti itu. Jadi ahjjuma sudah meninggal?
“gwenchana, eomma taemin meninggal saat taemin berumur 10 tahun. Waktu itu dia sedang ada pekerjaan di kanada. Namun sayang, saat perjalanan pulang menuju korea, pesawat nya kecelakan. Semua orang di pesawat itu meninggal dunia, termasuk eomma taemin” jelas Lee ahjjusi. Sementara taemin oppa hanya tertunduk sedih. Aku langsung memegang lembut tangan taemin oppa. Aisshh! Kenapa aku menanyakan hal ini? Jeongmal pabboya!
Suasana menjadi hening sejenak ..
“yasudah, lupakan saja! Oya miyeon, masakan nya enak tidak?”tanya ahjjusi memecah keheningan. Taemin oppa mengangkat kepalanya. Aku mengangguk cepat.
“ne, sangat enak ! kau kah yang membuatnya ahjjusi?”
“tentu saja!” jawab ahjjusi.
“meskipun aku ini seorang namja, tapi aku jago masak. Iya kan taemin?”
“ah ne! appa ku memang sangat jago memasak. Lihat saja, perut nya pun buncit begitu chagi.” Cibir taemin oppa.
“yakk taeminnniieee!!”
“hehehe”
Aku tersenyum, Haahhh.. syukurlah, suasana kembali seperti semula.

Author pov

Makan malam pun telah selesai ..
“taemin-ah, sekarang ajaklah miyeon berkeliling di rumah ini.” ujar appa taemin.
“ne appa, chagi~ kajja!” taemin menarik tangan miyeon dan membawa nya halaman belakang rumah taemin yang sangat luas. Mereka duduk di sebuah gazebo dekat kolam renang.
“kau senang tidak bertemu dengan appaku?”
“nde, dia sangat baik! Aku kira dia tidak akan setuju pada hubungan kita karna aku ini orang biasa..”
“appaku tidak seperti itu chagi..” taemin mengelus pipi miyeon.
“ah iya, tunggu sebentar ya..aku akan mengambil minum di dalam” miyeon mengangguk

Saat taemin mengambil minum, appa taemin datang menghampiri miyeon..
“apa kau benar2 mencintai taemin miyeon-ah?” tanya appa taemin mengagetkan miyeon.
“eh, ahjjusi.. nde! taemin oppa sangat baik dan perhatian padaku, jadi tentu saja aku sangat mencintai dan menyayanginya.” jelas miyeon. Appa taemin tersenyum..
“aku percaya pada mu, ku minta kau selalu menemani taemin ya. Aku takut dia merasa kesepian. Pekerjaan ku membuatku jarang pulang dan bertemu dengan nya. Jadi aku ingin kau selalu menemaninya. Kau mengerti kan?”
“ne, ahjjusi..”
“panggil appa saja”
“MWO?”

*****
Tak lama dari kepergian appa taemin, taemin pun datang dengan membawa 2 gelas minuman.
“gomawo” ucap miyeon saat taemin memberikan 1 gelas minuman nya pada miyeon.
“barusan appa kemari ya?”
“ne”
“kalian bicara apa saja?”
“rahasia :p”
“isstt..kau ini selalu membuat ku gemas chagiya” taemin mencubit pipi miyeon gemas.
“yak oppa! Bisa kah kau tidak selalu mencubiti pipiku.?”gerutu miyeon.
“hehehe, kemarilah!” taemin menarik miyeon kedalam pelukan nya, kemudian mendekat kan wajah nya pada wajah miyeon.
“kau mau apa????” pekik miyeon.
“mencium mu, apa lagi?”
“kyaa.. disini ada appa mu pabbo!”
“memang nya kenapa?”
“aku tidak mau dia menganggapku yeoja yang tidak baik karena berciuman dengan mu.”
“appa ku juga pasti mengerti kok chagi..”
“yak!yak! sudahlah, aku mau mendengar nya.” Miyeon menjauhkan badan nya dari taemin. Melihat miyeon yang seperti itu, taemin semakin gemas pada miyeon, taemin langsung memeluk miyeon dan  mulai menggelitiknya.
“ehh, opp..haha..op..paahh..geliiii..haha”
Taemin terus menggelitiki miyeon ..
“buahaha hen..tikaann..oppahh cuu..kuupp” miyeon mengerang dalam pelukan taemin.
“aku tidak akan menghentikan nya chagi..” ucap taemin terus menggelitiki miyeon.
“tapii..haha..perruutt..kuu..hyyyaaaa!”
BUKK!
Kedua nya terjatuh dengan posisi taemin memeluk miyeon dan berada di atasnya..
Mereka saling bertatapan, tidak mau menyianyiakan kesempatan, taemin lngsung mengecup bibir miyeon singkat. Miyeon mendelik kesal, dia memukul2 dada bidang taemin. Taemin hanya tersenyum puas. Namun tiba2 miyeon menyadari sesuatu..
“oppa, sudah jam berapa ini? Aku harus pulang!!!” pekik miyeon panik.
“jam 10 malam” jawab taemin.
“aigo~ palli! Antarkan aku pulang ..”seru miyeon menarik tangan taemin.
“aishh, padahal sedang seru2 nya..”
“oppaa!”
“ne.ne kajja!”

~~
“sudah mau pulang?”
“ne, ahjjusi..eh appa..”ucap miyeon pelan saat menyebut nama ‘appa’
“hah? Appa?” tanya taemin heran.
“ne, aku yang menyuruhnya memanggilku appa.”
“ah jinjja? Haahh.. aku jadi ingin cepat2 menikah.”
Pletak!

Kali ini yang menjitak kepala taemin adalah appa nya sendri.
“hentikan! Kasian yeojachingumu, dia pasti terus menerus terkena serangan jantung.” ujar appa taemin.
“isshh appa, appoyoo ..!”ringis taemin sambil mengelus2 kepalanya.
“ayo sana antarkan yeojachingumu, ini sudah malam.”
“ne,ne”

*****

@home miyeon
“besok aku jemput ya ..”
“ne, annyeong oppa. Hati2 di jalan!” miyeon melambaikankan tangan nya pada taemin.
Gedebakk..gedebukk..
Suara rusuh terdengar dari balik pintu.
“sudah puas kah kalian mengintip ku dengan taemin oppa?” tanya miyeeon datar saat melewati pintu. Tentu saja yang mengintip nya itu adalah eomma nya sendiri dan jiyeon adiknya.
“ckckck” mereka cekikikan.
“eonnie, bagaimana? Apa berjalan dengan lancar?”
“iya, apa orang tua taemin baik terhadapmu?”
Miyeon menghiraukan nya dan berlalu masuk kamar.
BRAKK !
Eomma dan jiyeon hanya bisa melongo melihat tingkah miyeon.

========================+++++++++=========================

Keesokan hari nya ..
@school
Miyeon sedang membaca buku di taman saat jam istirahat..tiba2..
“Boo~”taemin mengagetkan nya.
“yak!”
“hehehe, apa yang sedang kau lakukan chagi?”
“membanca buku” jawab miyeon singkat.
“aku tau, maksud ku kau sedang membaca buku apa?”
“biologi, sehabis ini aku ada ulangan” ujar miyeon tanpa mengalihkan wajah nya pada taemin dan masih berkutat pada bukunya.
“fighting!” taemin menyemangati.
“ne,gomawo”jawab miyeon datar.
“yahh.. sepertinya kedatangan ku kesini tidak di inginkan. Lebih baik aku pergi sajalah” ujar taemin berpura2 akan pergi, namun miyeon masih menghiraukan nya.
“sshhh! Tidak peka sekali dia.”gerutu taemin kesal dan kembali menghampiri miyeon.
“kenapa kau tidak mencegahku pergi huh?”
“untuk apa mencegahmu?” ucap miyeon cuek.
“aku kan namjachingumu”
“lalu apa hubungan nya?”
“yak, kau itu harus nya mencegahku pergi. Aku kan namja mu, tidak peka sekali kau!” celoteh taemin. Miyeon hanya bisa menahan tawa nya.
“kenapa kau tertawa huh? Ada yang lucu?”
“hehe, kau menggemaskan oppa.”rayu miyeon, saat itu juga wajah taemin menjadi merah merona.
“ahh.. yeojaku ini memang pintar membuatku kesal!”ucap taemin seraya merangkul bahu miyeon.
“yasudah aku minta maaf, bagaimana kalau sekarang aku mentraktirmu makan ice cream di kantin, kau mau?”
“jinjja?”
“ne”
“kajja!” taemin lansung menarik tangan miyeon.

~~~
“kau diam saja disini, biar aku yang belikan. Kau mau rasa apa?”tanya miyeon.
“coklat!”seru taemin sambil tersenyum lebar.
“baiklah, tunggu ya..”
.
.
“ini..”
“gomawo chagi, duduk disini.” Taemin menepuk2 kursi di sampingnya meminta miyeon untuk duduk. miyeon mengangguk.. saat dia sudah duduk, taemin langsung merangkulnya.
“oppa, biasa saja. Aku malu..” erang miyeon, tapi taemin menghiraukan nya.
“eumm..ice cream ini enak sekali ya”
Miyeon mendengus.
“aaaa” taem menyodorkan sebuah suapan pada miyeon sambil membuka mulutnya. Miyeon yang paham akan isyarat itu langsung menerima suapan taemin.
.
.
Taemin menatap miyeon yang bersemangat memakan ice cream di sampingnya.
“haha kau terlalu bersemangat chagi, sampai2 mulutmu di penuhi oleh ice cream itu.” ucap taemin dengan mendekat kan wajah nya pada wajah miyeon.
“mau ku bersihkan dengan ini ?”goda taemin sambil menggigit bibir bawah nya.
“ah tidak perl..”belum selesai bebicara, taemin sudah melumat bibir miyeon untuk membersih kan ice cream yang ada di mulut nya. Miyeon terbelalak kaget, dengan cepat ia mendorong tubuh taemin menjauh dari nya.
“apa yang kau lakukan?!”bentak miyeon sambil melihat sekeliling. Di lihat nya semua siswa memandang nya dan taemin sambil senyum2 gaje(?).
“membersihkan mulut mu”jawab taemin enteng dan memakan ice cream nya kembali.
“ini tempat umum! Kau membuat ku malu lee taemin, pabbo!” dengan kesal miyeon langsung meninggalkan taemin.
“miyeon-ah..” taemin mengejar miyeon. Dari kejauhan ada seorang yeoja yang memperhatikan mereka berdua.
“shhh, sialan yeoja itu, awas kau!”gerutu yeoja itu kesal.
.
“yak!yak, miyeon-ahh”teriak taemin. Miyeon pura2 tak mendengarnya, ia terus berjalan.
“miyeon-ah!”panggil taemin.
“miyeon-ah!” miyeon masih tetap menghiraukan nya.
“chagiyaaa! Aww..”taemin meringis memegangi perut nya, miyeon terdiam tapi tetap tidak membalikan badan nya pada taemin.
“cih, aku tidak akan percaya padamu lee taemin!”cibir miyeon lalu berjalan kembali.
“aww..appoo~” taemin terlihat sangat kesakitan dan kini beguling2 di lantai.
Mau tidak mau miyeon pun membalikan badan nya.
“oppa!!”pekik miyeon lalu berlari menghampiri taemin yang merintih kesakitan.
“ahh..ahhh..appoo”
“oppa katakan padaku mana yang sakit?”tanya miyeon cemas.
“per..uuttku chaaggiiii..”
“aigo~kajja aku antar kau ke UKS” miyeon memegang pinggang taemin membantunya berdiri.. tapi sesaat kemudian taemin langsung menarik miyeon ke dalam pelukan nya dan mengangkat tubuh miyeon.
“semuaanyaaa.. yeojachinguku sedang marahh! Dan kalian tahu tidak? Dia tidak bisa lama jika marah padaku, buktinya dia tetap khawatir jika aku kenapa2..iya kan chagi??” taemin berteriak sambil sambil memutar2an tubuh miyeon.*kebayang gak readers?*
“hhiihh oppaa..turunkan aku!”
“tidak, sebelum kau memaafkanku dulu”
“bagaimana aku tidak marah jika kau selalu menipuku huh? Palliwa, turunkan aku! Aku malu..”
Tet..teret..teteett (?)
“ah sudah bel..sekarang turunkan aku chagi, aku ada ulangan.”pinta miyeon sangat lembut. Taemin menatap miyeon heran, miyeon hanya tersenyum.
“euumm,baiklah. Aku sangat senang jika kau memanggil ku chagi.” Taemin pun menurunkan miyeon.
Buakk~
Tiba2 miyeon menginjak kaki taemin dengan kuat lalu bergegas pergi ke kelasnya. Taemin hanya bisa meringis kesakitan.
“sshh, miyeon-ah awas kau!!”teriak taemin menatap tajam pada miyeon yang menjulurkan lidahnya.
.
.
Bel pulang akhirnya berbunyi..
“ah akhirnya pulang juga..”gumam miyeon.
“miyeon-ah, hari ini kau pasti pulang dengan taemin oppa kan?”tanya minjee, miyeon mengangguk.
“kalau begitu aku duluan ya..”
“oh ne, hati2 dijalan ya!”
Minjee tersenyum kemudian pergi.
Tiba2 ponsel miyeon berbunyi..
“yoboseyo?”
“chagiya, mianhae.. aku ada rapat mendadak mengenai club basket, mungkin akan pulang sore. Jadi aku tidak bisa mengantarmu pulang. Gwenchanayo?” tanya taemin sedikit khawatir.
“hmm ne, gwenchanayo oppa..aku bisa pulang sendiri kok”
“jeongmal? Sekali lagi mianhae..ah ya, jika kita bertemu akan aku balas perbuatan mu tadi! Saranghae..”

Miyeon pov

Aku tersenyum mendengar perkataan taemin oppa tersebut.
“ne, balas saja. Nado saranghae”
“ah akhirnya kau mengatakan itu juga. oya, aku tidak akan menutup telp ini hingga kau sampai dirumah.”
“ne, aku akan baik2 saja”
.
Aku memutuskan untuk berjalan kaki pulang kerumah, lagi pula ada taemin oppa yang menemani ku, meskipun ya hanya dalam telpon. Tapi tidak papa.

Author pov

Sesorang mengamati miyeon dari dalam mobil nya. Mata nya menampakan kebencian yang sangat besar pada miyeon. Ia menyeringai lebar saat sebuah ide bodoh terlintas dalam pikirannya. Dengan cepat ia langsung menancapkan gas mobilnya menuju miyeon yang sedang bejalan di pinggir jalan.
Miyeon tidak menyadari jika ada sebuah mobil yang sedang melaju cepat ke arahnya.
.
CEKIIiiiitttt!
BUG!
BAGBIGBUG! DOORRR! (????)
Dengan seketika Tubuh miyeon terpental saat mobil tersebut menabrak tubuh nya dan langsung melarikan diri. miyeon tergeletak tak berdaya, Darah bercucuran keluar dari setiap bagian tubuh nya. Akan tetapi ponsel nya masih terhubung dengan ponsel taemin.
“chagiyaa!!”panggil taemin panik saat mendengar suara dentuman besar dari ponsel miyeon.
Semua orang langsung mengerubungi miyeon dan membawa nya ke rumah sakit terdekat.
Seorang namja mengambil ponsel miyeon yang masih terhubung dengan taemin..
“yoboseyo?”
“yoboseyo, chagi-ahh!!”seru taemin.
“ya agashi, kerabat mu yang memiliki ponsel ini di tabrak sebuah mobil.dan sekarang ia sedang dilarikan ke rumah sakit.”ujar namja tersebut.

Taemin pov

JEDERR!(?) rasanya bagai di sambar petir di siang bolong..#apadah.
Saat aku mengetahui miyeon tertabrak. Seketika aku menjadi panik dang langsung meninggalkan rapat.tidak peduli dengan teman2 yang memanggil2 namaku karena aku meninggalkan rapat begitu saja.
“yeojachinguku di bawa ke RS mana?”tanya ku kepada seseorang yang kini masih terhubung dengan ku melalui ponsel miyeon.
“ke RS ******* agashii”
“baiklah, aku akan segera kesana!”jawabku tergesa2. Rasa bersalah muncul di benak ku. Seharusnya aku tidak membiarkan nya pulang sendiri. Aku benar2 namjachingu yang tidak berguna!

@RS

Saat sampai di RS aku langsung menuju recepcionist untuk menayakan ruang miyeon di rawat. Mwo?? Recepcionist tersebut mengatakan jika miyeon berada di ruang UGD. Aigo~ apa separah itu?.
.
.
Aku tetap menunggu di depan ruang UGD, dokter yang menangani miyeon juga belum keluar, membuat ku semakin takut dan khawatir. Tidak lama lama kemudian keluarga miyeon datang ..
“bagaimana keadaan miyeon, taemin?”tanya ahjjuma panik memegang bahuku.
“dia di tabrak mobil ahjjuma, tadi aku tidak bisa mengantarnya pulang karna masih ada kegiatan di sekolah. Mianhae aku tidak bisa menjaga nya dengan baik..”jelasku lirih. Air mataku tidak bisa terbendung lagi. Aku terisak.
“sudah, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Mungkin ini sudah takdir..semoga miyeon tidak apa2.”ujar ahjjusi bijak
Tiba2 dokter keluar ..
“ah dokter! Bagaimana keadaan nya? Apa dia baik2 saja? Dia tidak kenapa2 kan? Apa kami bisa bertemu dengan nya?” tanya ku bertubi-tubi.
“pasien mengeluarkan banyak darah, dan harus secepat nya di beri donor. Ada kah disini yang mau mendonorkan?”tanya dokter tersebut.
“aku appa nya..golongan darah kami sama. Kita lakukan pendonoran darah ini sekarang juga.”ujar ahjjusi.
“tunggu ahjjusi, apa golongan darah miyeon?” aku menahan ahjjusi.
“A taemin, waeyo?”
“biar aku saja yang mendonorkan nya. Golongan darah ku A, kumohon..aku benar2 merasa bersalah”pintaku memohon. Terlihat ahjjusi sedikit mempertimbangan, namun akhirnya dia mengangguk.
“baiklah, berikan yang terbaik taemin.” Aku tersenyum kemudian mengikuti dokter.
.
.
“bagaimana dok? Apa darah ku cocok?” tanya ku setelah pengambilan darahku selesai.
“besok saya akan beri tahu, kau tenang saja. Saya akan berusaha semampu saya”
“ne, gomawo”

~~~~

“oppa, apa kau tidak lelah menunggu eonnie seharian? Kau masih memakai seragam, sebaiknya kau pulang saja. Biar kami yang menunggu miyeon eonnie”saran jiyeon duduk di sampingku.
“ne, benar apa yang jiyeon bilang, sebaiknya kau pulang saja. Apalagi darahmu sudah diambil, wajah mu terlihat pucat taemin.”timpal ahjjuma.
“ah tidak apa2 ahjjuma, jiyeon..aku ingin tetap disini.
“tapi kondisi mu terlihat buruk taemin..”ujar ahjjusi.
“ada kami yang menjaga miyeon, kau tenang saja.”ucap ahjjuma.
“euumm baiklah..aku akan pulang untuk berganti baju, lalu kembali lagi kemari. Yasudah aku pamit dulu, anyeong”pamitku pada keluarga miyeon.

Author pov

“aku bersyukur sekali ada yang mencintai miyeon sampai seperti itu yeobo.”ucap eomma miyeon menatap kepergian taemin.

@home taemin
Setelah berganti baju, taemin segera keluar dari kamar nya untuk pergi kembali ke rumah sakit.
“taemin-ah, kau mau kemana lagi? Buru2 sekali.” tanya appa taemin saat taemin menuruni tangga rumahnya dengan tergesa2.
“rumah sakit”
“siapa yang sakit?”
“miyeon, miyeon ditabrak appa. Dan sekarang ia sedang berada di rumah sakit.”
“mwo? Kenapa kau tidak memberitahuku? Appa ikut! Palli!”

^^^^^^
@RS
“annyeonghaseyo..”sapa appa taemin pada keluarga miyeon.
“eh? Annyeong”
“aku appa lee taemin, bagaimana keadaan miyeon?”
“dia masih ada di ruang UGD tuan, bagaimana bisa kau kemari?” tanya eomma miyeon.
“taemin yang memberitahuku, oh iya, panggil saja nama ku. Tidak perlu memakai embel2 tuan”ucap appa taemin tersenyum.
“tapi kau kepala sekolah di sekolah miyeon. Mana mungkin kami memanggilmu dengan seperti itu tuan.”
“aishh sudah lah..taemin! tolong bawakan beberapa makanan kemari.”
“ne, appa!”
Beberapa menit kemudian taemin datang dengan membawakan beberapa makanan siap saji.
“saya rasa kalian belum makan, sebaiknya makan dulu saja. Kalian tidak mau kan jika kalian sakit dalam keadaan miyeon yang seperti ini.”ujar appa taemin sambil menyodorkan beberapa makanan.
“ne, kamsahamnida”*bow*

========================+++++++++===========================

Keesokan harinya..
“taemin, bangun.. ini sudah pagi. Kau harus sekolah bukan?” appa miyeon menggoyang2 kan tubuh taemin yang tertidur di kursi, pelan.
“ngghh..nde” taemin membenarkan posisinya.
“apa miyeon masih di ruang UGD ahjjusi?”
“ne, keadaan nya masih seperti itu taemin.”jawab appa miyeon. Taemin menghela napas berat.
“yasudah, aku pulang dulu ahjjusi.”

~~~~~
Saat pulang sekolah, taemin pun kembali ke rumah sakit.
“aigo taemin-ah..apa kau tidak lelah selalu kemari?”
Taemin tersenyum.
“tidak ahjjuma, aku akan terus menjaga miyeon.”
“gomawo”
“nde.. ah ahjjusi dan jiyeon kemaa ahjjuma?”
“jiyeon menunggu rumah, sedangkan ahjjusi masih bekerja di kantor”
“lalu apa ahjjuma belum pulang ke rumah?”
“belum, jika aku pulang siapa yang menjaga miyeon?”
“kalau begitu sebaiknya ahjjuma pulang dulu saja, biar aku yang menunggu miyeon.”
Tiba2 dokter datang menghampiri mereka ..
“annyeonghaseyo, saya ingin memberitahukan bahwa darah yang sudah diambil cocok untuk miyeon. Dan kondisi nya berangsur membaik. Namun miyeon masih tidak sadarkan diri.”ujar dokter tersebut.
“maksud dokter anak ku koma??”tanya eomma miyeon.
“bisa di bilang begitu, mungkin sekitar 1-2 minggu dia koma. Itu karna ada sedikit benturan di kepala nya. Tapi secara keseluruhan dia tidak akan kenapa2. Ah ya, dia juga akan segera di pindahkan dari UGD ke ruang biasa. Jadi kalian tinggal menunggu dia sadar saja.”jelas dokter itu menambahi.
“gomawo”ucap eomma miyeon dan taemin berbarengan.
Dokter itu pun pergi.
“hhh~ andai saja kemarin aku tidak membiarkan miyeon pulang sendiri. Mungkin semua ini tidak akan terjadi padanya ahjjuma.”sesal taemin seraya merebahkan tubuh nya di kursi.
“sstt..sudahlah, tidak apa2. Kau kan sudah mendonorkan darahmu untuk miyeon. Gomawo ne..”
“hhmm, ne ahjjuma”

****

Karena miyeon sudah di pindahkan dari ruang UGD, jadi taemin dan keluarga nya sudah bisa menjaga miyeon di ruangan nya.
“chagi..sadarlah!”gumam taemin berada di samping miyeon yang terbaring lemah tak berdaya.
“taemin-ah, ahjjuma akan pulang dulu untuk membawa baju ganti, kau jaga miyeon ya”
“oh ne, ahjjuma”
.
.
Ceklekk..
Taemin berbalik melihat siapa yang datang dari arah pintu.
“annyeonghaseyo”sapa minjee pelan.
“eh, annyeong minjee-shi”
“bagaimana keadaan miyeon oppa?”
“dia koma”jawab taemin lirih.
“mwo?bagaimana bisa?”
“ada sedikit benturan di kepala nya yang membuat dia koma.”
“berapa lama miyeon koma?”
“menurut dokter sekitar 1-2 minggu.”
“omonaa~ lama sekali. Aku tidak menyangka miyeon akan mengalami hal ini oppa. Aku akan selalu berdoa semoga dia cepat sembuh.”

——————————————@@@@@@—————————————

@school
“oppa..apa yang sedang kau lakukan?” tanya yoora duduk di samping taemin yang duduk dengan tatapan kosong.
“oppa!!”pekik yoora namun masih di hiraukan oleh taemin.
“oya, ku dengar yaeojachingumu sedang koma ya, ahh aku ikut berduka cita oppa.”sambung yoora sok simpatik.
“cih..”cibir taemin kemudian meninggalkan yoora.
“yak! Taeminn oppaa!”teriak yoora kesal.

~~~~

@home taemin
“taemin, besok appa akan ke paris selama 4 hari. Kau jaga diri baik2 ya.. ah ya, bagaimana keadaan miyeon? Apa dia sudah sadar dari koma nya?”
“belum appa..”
“hahh~ aku berharap setelah aku pulang miyeon sudah sadar.”
“aku juga berharap begitu appa, doakan saja dia agar cepat sembuh. Yasudah, aku ke rumah sakit dulu ya.”
“ya, hati2 di jalan.”
.
.
@RS
Taemin bertemu dengan jiyeon saja yang sedang menunggu miyeon.
“bagaimana jiyeon? Apa ada kemajuan dengan eonnie mu?”
“tidak ada kemajuan oppa, dia masih tetap seperti itu.”jawab jiyeon lirih menatap eonnie nya dengan wajah prihatin.
“eonnie-yaa.. bangunlah! Lihat namja mu, apa kau tidak kasian padanya??”
Tidak ada jawaban dari miyeon..*yaiyalah, orang lagi koma* taemin sedikit terkekeh melihat tingkah jiyeon.
“sstt..jangan seperti itu jiyeon-ah”ucap taemin sambil memegang bahu jiyeon.
“oppa, apa kau tidak lelah menunggu eonnie terus?”tanya jiyeon mendongkakkan kepala nya pada taemin.
“tentu saja tidak. Sebagai namjachingu yang baik, aku harus sabar menunggu nya.”
“kau baik sekali oppa, aku ingin sekali jika mempunyai namjachingu nanti baiknya seperti mu.”
“hahaha”taemin tertawa renyah mendengar perkataan jiyeon lalu mengacak2 rambut nya.

~~~~
Tak lama jiyeon pun pergi untuk pulang ke rumah, tinggal taemin yang menunggu miyeon sendirian.
“chagii.. bangunlah, kumohon..aku merindukanmu.”taemin memegang tangan miyeon.
“aku ingin kita bersama lagi, aku ingin kau memarahiku lagi saat aku menggodamu. Aku ingin melihat senyumu lagi. AKU MERINDUKAN SEMUA NYA CHAGIYAA!!”pekik taemin lalu mencium kening miyeon.
Tiba2 jari miyeon bergerak perlahan membuat taemin terkejut..
“chagi, apa kau sudah sadar?”
Taemin pun segera memanggil dokter.

.
“aku tidak percaya ini, perkembangan miyeon sangat cepat. Syukurlah jika koma nya tidak terlalu lama”ujar sang dokter.
“chagi-ah, ini aku..cepatlah sembuh.”taemin mengelus pipi miyeon. Miyeon sedikit tersenyum dengan mata yang tidak sepenuhnya terbuka.
“oppaa..”
“ne, ah mianhaeyo aku tidak bisa menjagamu dengan baik.”sesal taemin, miyeon mengangguk lemah.
“gwenchanayo oppa..”ucap miyeon sangat pelan.
“hahh..aku merindukan mu chagiii~”taemin memeluk tubuh miyeon.
“ah ya, aku memberitahukan dulu pada yang  lain kalau kau sudah sadar ya”
Taemin pun menelpon ke rumah miyeon..
“yoboseyo?”
“jiyeon-ah, eonnie mu sudah sadar, cepat beri tahu ahjjusi dan ahjjuma!”seru taemin.
“ah jinjjayo oppa? Baiklah, kami akan segera kesana.”

~~~~
“yeonnniieee..kau sudah sadar sayang?” tanya eomma miyeon sambil mengecup kening nya. Miyeon mengangguk pelan..
“badan ku sakit sekali eomma..”rintih miyeon.
“sebaiknya kau jangan banyak bergerak dulu, tubuh mu masih lemah.”
“betul apa kata appa, eonnie jngan terlalu banyak bergerak.biar cepat sembuh!”tambah jiyeon.
“ne, arasso. Berapa lama aku berada disini?”tanya miyeon.
“sekitar 1 minggu, kau sempat koma eonnie. Dan kau tau? Taemin oppa selalu menjagamu tanpa mengenal waktu dan lelah.”ujar jiyeon, miyeon menatap taemin lekat2 kemudian tersenyum tulus. Taemin membalas senyum itu malu.
“gomawo” ucap miyeon.
“ne, cheonmaneyo”

____________________________************___________________________

Semakin hari keadaan miyeon semakin membaik..namun dia masih di anjurkan untuk tetap di rumah sakit.
Ceklekk..
“annyeong chagii..aku datang!!”seru taemin sambil membawa bungkusan.
“annyeong”
“ini aku bawakan bubur, kau makan ya.”
“mm,tidak mau! Pasti rasanya pahit oppa”tolak miyeon.
“kau harus makan chagii, biar aku suapi ya aaaa..ayo buka mulut mu, pesawat akan segaera meluncur” taemin mengiung-ngiungkan(?)*mian bahasanya* sendok di udara.
“tidak mau” miyeon menutup mulut dengan kedua tangan nya.
“sedikit saja, aaa..” paksa taemin lembut dengan sabar.
“sudah ku bilang aku tidak mau oppa!”
“ayolah miyeon, aku sudah membawakan ini untuk mu, jadi kau harus memakannya.”
“tapii..”
“hah yasudahlah, terserah kau saja.”ujar taemin lalu meletakan bubur itu di samping miyeon. Dengan kesal iya menjatuhkan tubuh nya di kursi sebelah kasur miyeon lalu memainkan hp nya.
“oppa..”panggil miyeon, taemin tidak menjawabnya.
“taemin oppaa..”panggil miyeon sekali lagi, namun tetap tidak ada jawaban dari taemin.
“baiklah aku makan,”ucap miyeon menatap dulu bubur itu dengan nanar. Perlahan dia memasukan bubur tersebut ke dalam mulut nya. Raut wajah nya benar2 kecut.
Miyeon terus memakan bubur nya walaupun sebenarnya dia sudah tidak tahan ..
“uhukk..eumm”miyeon tersedak, namun masih tetap mengunyah bubur tersbut.
Taemin masih berpura2 menghiraukan miyeon.
.
“selesai” gumam miyeon, dia melirik taemin yang masih saja memainkan hp nya.
“oppa, bubur nya sudah habis..”ucap miyeon pelan.
“yasudah simpan saja!”jawab taemin cuek.
“kau marah padaku?”
“maybe..”
“baiklah aku minta maaf karena tidak menurut!”sesal miyeon.
“hhmm”
“bubur nya kan sudah habis, kenapa kau masih marah padaku?”tanya miyeon heran.

Taemin pov
Ini saat nya aku membalas perlakuan miyeon waktu itu ckckck..aku akan membuat nya kesal setengah mati!
“terserah aku dong!”jawabku.
“aku kan sudah minta maaf.”ucapnya. lagi2 aku tidak merespon.
“isshh”dia mendengus kesal lalu menidurkan tubuhnya di kasur dan tidur membelakangiku,
Kkke~! Sepertinya dia benar2 kesal, ahh aku masih belum puas.
“huh!aku menyesal sudah memakan nya.”umpat nya pelan, namun masih bisa terdengar olehku.
“muntah kan saja.”saran ku dingin, dia terpaku.
.
.
Suasana hening..
“bosan!sebaiknya aku keluar” ucap ku mencari perhatian pada nya.
“pergilah!semau mu, aku juga tidak mau di repotkan olehmu.”ujarnya seolah ingin sedikit mencegahku pergi.
“bilang saja kau ingin mencegah ku pergi.”
“jangan terlalu percaya diri. Jika kau ingin pergi ya pergi saja!” ucap nya dingin dan masih tidak membalikan tubuh nya padaku.
“baiklah..”aku berjalan ke arah pintu.
BRAKK! Ku banting pintu dengan keras, tapi sebenarnya aku tidak keluar dari ruang miyeon, ini untuk menipu nya saja. Untung posisi nya saat ini sedang membelakangiku.kekeke~
Aku berjalan jinjit dan kembali duduk di kursi.
“lee taemin pabbo!! Harus nya dia mengerti keadaan ku. Mulutku rasa nya pahit sekali jika memakai sesuatu. Aishh menyebalkan!”
aku hanya bisa menahan tawa ku.
“emang dia pikir dia siapa? Aku juga tidak perduli dia marah atau tidak. Ahh aku benar2 membencinya!!”
Miyeon berteriak lalu membalikan badan nya ke arah ku.
“KAU !”

Author pov

“cih, berani nya ngomong di belakang.”ucap taemin ketus.
“eh? Bukan nya kau..”
“ani, aku disini dari tadi.”jawab taemin santai.
“jadi kau mendengar nya? Hahh bagus lah.”
“apa aku benar2 menyebalkan,huh?”
“ya, sangat sangat menyebalkan dan aku juga sangat membenci mu LEE TAEMIN!!” bentak miyeon.
Taemin bangun dari duduknya dan menghampiri miyeon.
“jika kau membeciku, kenapa kau mau menjadi yeojachinguku eum?”taemin mendekatkan wajah nya membuat miyeon gugup.
“euh, itu karena..karna aku terpaksa. menjauh dariku!”miyeon mendorong taemin menjauh dari nya.
“terpaksa?wae?”
“ya terpaksa saja”jawab miyeon kikuk.
Tiba2 taemin meraih wajah miyeon dengan tangan nya. Miyeon mencoba untuk membuang tatapan taemin, tapi taemin mengangkat dagu nya pelan.
“jangan berkata seperti itu lagi, karena kau adalah takdir ku.”bisik taemin.
“cih, yakin sekali kau!”
“darah ku mengalir di dalam tubuh mu. ”
“maksud mu?”tanya miyeon heran.
“ah sudahlah lupakan, aku hanya bercanda chagi. Mianhae.. aku hanya membalas perlakuan mu waktu itu.hehehe”taemin cengengesan.
“ishh, jawab dulu pertanyaan ku.” miyeon menepis tangan taemin yang ada di pipi nya pelan.
“aku hanya bercanda chagi.”
“bukan itu, apa maksud dari perkataan mu kalau darah mu mengalir di dalam tubb..”
Taemin lansung membungkan mulut miyeon dengan mencium bibirnya. Miyeon hanya diam tak membalas.
“aku mendonorkan darah ku untuk mu chagi.”ucap taemin setelah mencium miyeon.
Miyeon terdiam kaku, dia mencoba mencerna omongan taemin yang baru saja di katakan.
“kenapa kau melakukan itu,hah? Aku tidak meminta nya!”pekik miyeon.
“karna kau adalah cintaku, aku tidak mungkin membiarkan mu terbaring lemah membutuhkan darah.”ucap taemin lembut.
Miyeon langsung memeluk taemin dan menangis. Taemin tersenyum sambil mengelus rambut miyeon.
“gomawo”

“ne, chagi~ cepat lah sembuh..”taemin mengecup kening miyeon dan menghapus air mata nya.
“saranghae”ucap miyeon.
“nado saranghaeyo.”
“oppaa..”
“hmm?”
CHU~ miyeon menarik kepala taemin lalu mencium nya.
Taemin tersenyum di sela2 ciuman mereka dan membalasnya dengan sangat lembut.
“OMO!!”pekik jiyeon yang melihat adegan tersebut.
Mendengar suara jiyeon yang sangat nyaring itu dengan cepat mereka melepas ciuman nya dan berbalik pada jiyeon. Miyeon hanya menunduk malu, sementara taemin menggaruk2 kepala nya yang tidak gatal.

“seperti nya aku datang di waktu yang tidak tepat. Ah sebaik nya aku pulang saja.”ujar jiyeon berniat pergi.
“ani.ani kau disini saja. Kebetulan oppa ada urusan dan harus segera pergi. Kau jaga eonnie mu ya.”ujar taemin menahan jiyeon.
“eh, memangnya mau kemana?”tanya jiyeon.
“aku harus bertemu dengan teman ku. Chagiyaa..aku pergi dulu ya. Nanti malam aku kemari lagi. Jiyeon-ah,annyeong”ucap taemin mengacak2 rambut jiyeon dan mengerlingkan mata nya pada miyeon. Miyeon mengangguk.
Setelah taemin pergi, jiyeon menghampiri miyeon dan tersenyum geli.
“aigo~ aku melihat adegan yang sangat mengejutkan.hahaha apa yang sudah kau lakukan eonnie?”tanya jiyeon menyindir.
“jangan bilang pada appa dan eomma apa yang sudah kau lihat barusan!”ucap miyeon dingin.
“ani, aku tidak akan memberitahunya. Tenang saja.”
“bagus lah.”
“tapi kau harus menceritakan padaku tentang ciuman mu itu. Baru aku tutup mulut.”ujar jiyeon sambil menaik2an alis nya ke atas.
“yak!”
“ayolah..sudah berapa kali kau berciuman dengan taemin oppa?”tanya jiyeon.
“kau masih kecil, tidak boleh tau urusan seperti itu.”
“umur mu belum 17 tahun! Berarti kau juga masih kecil, ayo cepat beritahu aku. Berapa kali kau berciuman dengan taemin oppa?”
“itu privasi, kau tidak perlu tau.”
Tiba2 jiyeon mengotak atik hp nya ..
“yoboseyo? Eomma, barusan miyeon eonnie hhmmmpphh” miyeon segera membekap jiyeon dan merebut hp nya.
“barusan aku ingin makan bakpau eomma, jadi kalau kesini tolong bawakan ya,annyeong”
“hhmm..hmmpphh”
Titt (?)
“yak, kau mati jiyeon-ah??” pekik miyeon.
“kembalikan hp kuuu!!” jiyeon mencoba meraih2 hp nya yang ada di tangan miyeon.
“aku tidak akan memberikan hp mu jika kau tidak tutup mulut!”
“ne,ne cepat kembali kan!”
“jongmal? Ah aku tidak percaya.”
“ne aku berjanji” ujar jiyeon dengan mengangkat satu tangan nya ke udara.
“berjanji apa?”
“TIDAK MEMBERITAHUKAN PADA EOMMA & APPA KALAU KAU DAN TAEMIN OPPA SUDAH BERCIUMAN DI DEPAN KU!”

‘ceklek’
Mereka berdua berbalik ke arah pintu, betapa kaget nya mereka saat mendapati kedua orang yang mematung karena terkejut mendengar ucapan jiyeon.
“appa..eomma?!”pekik miyeon dan jiyeon serentak.
“jiyeon-ah, kau bilang apa barusan?” tanya appa miyeon.
“euh, an..ni appa”jawab jiyeon gugup, sementara miyeon hanya menunduk pasrah.
“kami sudah mendengarnya.. dan kau miyeon!!!”seru eomma miyeon sambil menunjuk nya, membuat miyeon tersentak kaget.
“ternyata kau sudah dewasa sebelum waktu nya..sama seperti eomma dulu. Ciuman pertama eomma dan appa juga terjadi saat smp, malah kurang dari mu.hehe”eomma miyeon cengengesan, membuat miyeon dan jiyeon terbelalak. Appa miyeon hanya menundukan kepala nya karna malu.
“mwo? Jadi eomma juga begitu kelakuan nya?” tanya jiyeon tak percaya.
“ne,kurang lebih hehe”jawab eomma nya malu2.
“cih, yasudah aku juga akan melakukan hal seperti itu!”cibir jiyeon.
“yak, melakukan apa maksud mu?”tanya miyeon.
“melakukan apa yang sudah kau lakukan tadi bersama taemin oppa.”
“aku tidak berciuma kok.”elak miyeon
“halah, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Lagi pula jika kau tidak berciuman, kenapa saat aku menelpon eomma kau membekap mulut ku?”
“terserah ku, pokok nya aku tidak melakukan itu!”
“kau melakukan nya eonn..”
“ani”
“ne”
“ani”
“ne”
“ne! ah maksud ku tidak..”ceplos miyeon.
“sudahlah, tidak perlu mengelak chagi..hahaha” ucap appa miyeon sambil tertawa.
“tapi appa, aku tidak melakukan nya..”
“annyeong..eh, sedang berkumpul rupanya”ujar taemin yang tiba2 muncul. Semua langsung melirik nya dengan tatapan penuh selidik.
“oppa, kenapa kau pergi nya sebentar skali?” tanya miyeon.
“teman ku membatalkan janji nya, jadi aku balik lagi.”jawab taemin polos.
“lebih baik kau pergi lagi oppa.”usir miyeon.
“aish! Jangan didengar kan miyeon eonnie oppa, aku ingin bertanya dulu pada mu.”ucap jiyeon menahan taemin,
“kau ingin bertanya apa?” tanya taemin gugup, mengingat jiyeon melihat kejadian tadi.
“ah tenang saja, kau duduk dulu oppa”perintah jiyeon.
“jiyeon-yaa!! Kau jangan macam2!”
Eomma dan appa miyeon hanya dapat tertawa melihat tingkah ke 2 anak nya itu.
“oppa, katakan jika kau dan miyeon eonnie tadi..”
“JIYEON-AHHH!!!CUKUP! Ne, aku berciuman dengan taemin oppa. Waeyo,hah?apa itu ada urusan nya dengan mu?!”bentak miyeon.
“buahahahaha”tawa jiyeon, appa dan eomma nya pun meledak.
“hiks..hiks..”tangis miyeon akhirnya pecah.
“miyeon-ah, jangan menangis.”ucap taemin menghapus air mata di pipi miyeon.
“kekeke~! Aku hanya bercanda eonnie” tambah jiyeon sambil menahan tawa.
“puas kau,hah? Jika aku sudah sembuh, mati lah kau!”ancam miyeon
“aku cuman bercanda. Mianhae..”

~~~~
Miyeon pov

Haahh.. eomma dan appa juga jiyeon, adik ku yang menyebalkan itu sudah pulang. Tinggal taemin oppa saja yang menemaniku. uuh, kenapa bosan skali?
“oppa, aku ingin ke taman di rumah sakit ini. Bosan sekali.”pintaku pada taemin oppa yag tengah asik memainkan game di hp nya.
“kau kan belum sehat, sebaik nya tidur saja.”jawab taemin oppa masih asik menatap layar di hp nya.
“aigo~ tega sekali dia mencuekkan ku. Hhh, aku bosan disini.” Gumamku dalam hati.
Lebih baik aku keluar sendiri saja, dia juga tidak memperhatikan ku.
.
.
Taemin pov
Rasa nya aku tidak mendengar suara miyeon, apa dia sudah tidur?
Saat aku mengalih kan pandangan ku dari hp yang ku pegang, aku tidak melihat sosok miyeon di ranjang nya.
“miyeon-ah..”panggil ku.
Aku mencari nya ke kamar mandi, tidak ada. Kemana dia??
“miyeon-ah!” aku mulai panik, dan langsung mencari nya ke luar ruangan.
Beberapa kali aku bertanya pada suster yang aku temui, namun mereka tidak ada yang melihat nya. Tapi tunggu.. bukan kah miyeon tadi mengajak ku ke taman rumah sakit ini?
Ah sebaik nya aku kesana..

Dan benar saja, dia berada disini..
“kenapa kau kemari oppa?”tanya nya ketus saat aku menghampiri nya.

Author  pov
“Kenapa kau keluar dari kamar mu,huh?”tanya taemin.
“kan tadi aku sudah bilang, aku bosan di kamar. Tapi kau menghiraukan ku karena sedang asik bermain game di hp mu.”jawab miyeon setenang mungkin. Dia sedang malas untuk beradu mulut dengan taemin.
“bukan begitu maksud ku, kau kan belum sembuh total. Jadi aku tidak mengizinkan nya.”ujar taemin sambil melepas sweater yang ia pakai lalu memakai kan sweater tersebut pada miyeon.
“udara disini sangat dingin, sebaik nya kita masuk kembali.”lanjut taemin memegangi bahu miyeon. Tiba2 saja miyeon memeluk taemin dengan erat.
“oppaa..”panggil miyeon lirih.
“ne?”sahut taemin.
“kenapa kau baik sekali padaku? Apa kau tidak bosan selalu di marahi oleh ku?”ujar miyeon.
“aku kan sudah bilang, aku sangat2 mencintai mu. Meskipun pertemuan ku dengan mu sangat singkat, tapi aku merasa kau adalah yeoja terakhirku. Jangan berkata seperti itu lagi ne.”jawab taemin lembut sambil mengelus rambut miyeon.
Miyeon mengangguk dalam pelukan taemin.
“hmm..lalu bagaimana cara nya aku berterima kasih pada mu oppa?”
Taemin tersenyum..
“aku hanya ingin kau selalu ada di sampingku. Itu saja sudah membuatku bahagia chagi~”ucap taemin.
“baiklah, aku akan selalu ada di samping mu oppa.”

*************************@@@@@@*************************

Tiga hari kemudian, miyeon sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit.. dia pun mulai bersekolah kembali.
“miyeon-yaa!!!!!”seru minjee saat miyeon baru masuk ke kelas dan langsung menghampiri nya.
“bogoshipoyooo~ mian aku jarang sekali menjenguk mu. Tugas sekolah banyak sekali.”ujar minjee sambil memeluk miyeon.
“gwenchanayo, lagi pula aku juga tidak mau merepotkan mu.”ucap miyeon tersenyum manis.
“oya, bagaimana mula nya kau bisa kecelakaan seperti itu eum? Ceritakan padaku.”kata minjee sambil menarik miyeon untuk duduk.
“aku juga tidak tau awal mula nya seperti apa? Tiba2 saja aku sadar jika aku ada di rumah sakit, bahkan aku tidak tau jika juga sempat koma.”tutur miyeon.
“lalu kau tau siapa yang menabrak mu?”
“tentu saja tidak”jawab miyeon polos.
“hih semoga orang yang menabrak mu mendapat balasan! Enak saja menyakiti sahabat ku yang tersayang inii.kekeke~”

****
Bel istirahat pun berbunyi..
“miyeon-ah. Kita ke kantin..kajja!”ajak minjee. Miyeon mengagguk.

@kantin
“wahh, ternyata gadis yang tertabrak itu sudah sembuh ya?” yoora dan teman2 nya menghadang miyeon dan minjee. Minjee memegang tangan miyeon erat.
“permisi sunbae..”ucap minjee.
“heh, aku belum selesai bicara pada teman mu ini!”bentak yoora menahan miyeon.
Tiba2 miyeon melihat sesuatu keluar dari hidung yoora.
“sunbae..ada darah di hidung mu.”ucap miyeon

TBC

wah..wah.. si yoora kenapa ya??keke~

mian part ini kaya nya gaje n gak penting bgt deh 😦

tapi yang udah baca jangan lupa RCL ya !!

gomawo ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

16 thoughts on “Everything Just For You – Part 3”

  1. Daebak thor,,aq suka ama taemin nya romantis banget,pengen deh punya pacar kayak taemin imut n ganteng +romantis,, makin cinta deh ama taemin..daebak thor

  2. author aku tunggu part selanjut nya
    aku suka banget ff ini
    aku selalu menanti part selanjut nya
    jadi jangan lama lama buat ff selanjut nya
    pokonya author beserta ff nya tetap DAEBAK~

    gomawo udah buat cerita yang bagus^^;;;;

  3. Weheehe knapa tuh si yoora mimisan?sakit apaan?
    Sape yg berani nabrak miyeon?pasti si yoora tuh,dia kan klo ga salah mantan pacarnya taemin ya?dan punya dendam ma miyeong*lupa2 inget ma part sblumnya*

    Terharu ma kelakuan taemin,apalagi wktu ngurusin miyeon di RS,berasa kaya moment ibu dan anaknya/plaaaak~
    Dri awal sih dah dpet feel klo si yoora tu bkal ngelenyapin(?) miyeon,,,hehe.
    Next part,ku tunggu thor.

  4. hahahaha.
    pasti si yoora sakit kan ??
    ada 2 kemungkinan alur cerita ini ..
    1. si yoora dapet balasan karna udah nabrak si miyeon.
    2. si yoora sakit berat, terus minta taemin jadi sama dia karna sakit beratnya dan karena kabaikan miyeon, miyeon kasih taemin buat yoora ( kayak di you & i gitu)

    ditunggu yah next partnya ..
    fighthing thor 😀

  5. Waah,, udah part 3…
    nasib jadi reader baru,, suka ketinggalan cerita..
    cari part 1 sama 2 dulu deh…

  6. Ah.. Yoora knpa tuh?
    Jgn sampe dch dy berusaha ngerebut taem dgn alasan penyakitnya yg sptinya parah itu..
    Next ditunggu..

  7. chinguu *dateng lagi*
    mw izin copy ff nya ke microsoft word boleh gk?
    buat save file aj, buat di simpen, buat d baca2 lg, g ad mksud untuk ‘copy2’ yg lain nya. hehhe bolehkah chinguu? o.o

  8. jadi yang nabrak miyeon itu yoora? hidiii~ semoga taemin oppa balas dendam ke kau yoora-ssi!! tapi ini ff-nya bagus loh! >.< aku suka Taemin Oppa yang baik,kaya di ff ini:D. aku udh ga sabar pingin baca yang part 4!! kapan miyeon & taemin nikah? masa smp udh nikah? TAPI, FF INI KEREN! I LIKE IT!!!!! DAEBAK!

  9. Hwaaa . . .
    makin so sweet aj . . . ih yoora kebangetan deeh, pke nabrak minyeon sgala . . .
    pengen deeh nabok yoora . . .
    sblum.a annyeong aku reader lama td bru koment . . .

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s