[Shounen Ai] If I Could

Title : Shounen Ai #If I Could#

Author : Boram.Onyu

Main Cast : Choi Minho, Lee Taemin, Sulli f(x)

Support Cast : find it by yourself ye :p

Genre : Shounen Ai

Type/Length : Vignette

Rating : General

^Minho Side^

“ Minho ya, tidurlah. “

Aku tersenyum pada Taemin. Kumatikan lampu setelah merapikan buku-buku yang telah kubaca. Dalam gelapnya malam, Taemin menuntunku ke tempat tidur sambil terus memelukku. Kubalas saja pelukannya.

Tak banyak yang tau hubunganku dengan Taemin. Selain Eunhyuk hyung yang mempertemukan kami 3 tahun yang lalu, tak ada lagi yang tau. Di hadapan orang tua kami, kami berlaku selayaknya sahabat biasa. Begitu pula teman-teman kami. Walaupun hubungan kami mulai tercium teman-teman sejurusan kami, kami tak peduli. Kami menjadi pasangan kekasih karena anggapan yang sama. Cinta suci, tak berarti harus sepasang pria dan wanita saja. Kami juga berhak mendapatkannya, meskipun bagi sebagian orang-orang, ini cinta yang dilarang. Tapi sekali lagi, aku dan Taemin tak peduli pada anggapan itu.

Selain Taemin, aku memiliki seorang sahabat yang telah kukenal semenjak SD sampai sekarang, Sulli. Bahkan aku, Sulli dan Taemin sering jalan bareng. Mungkin karena kemampuan actingku dan Taemin yang lumayan hebat, Sulli yang juga sering bersama kami tak tau hubungan special yang terjalin di antara kami. Terkadang aku bertanya pada diriku, apa perbuatanku tidak benar. Apakah aku pantas memiliki Taemin. Tapi perhatian dan kebaikan yang Taemin berikan padaku yang begitu besar, membuatku melupakan pertanyaan bodoh itu.

Taemin adalah namja idaman (?) di kampus kami. Meski wajahnya cantik, tapi ia tetap terlihat tampan ditopang dandanan modis dengan keahlian dancenya yang sudah tak diragukan lagi, membuat siapapun yeoja yang melihatnya tak dapat melepaskan pandangannya dari Taemin. Yah, aku pertama kali jatuh cinta pada Taemin saat melihatnya dance. Pernahkah kau merasakan semua bebanmu menghilang, menguap begitu? Tepat sekali, aku merasakan itu setiap kali aku melihatnya.

Aku menjadi stalkernya sejak saat itu. Merekam tiap latihannya, pertunjukkannya, dan momen kecil seperti saat ia makan saja, terekam rapi di handycam ku. Gila? Itu yang pertama kali kupikirkan. Dan bahkan, cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Ia mengutarakan perasaannya padaku, pas di hari ulang tahunku. Tak kusangka, ia juga menyukaiku, bahkan tak pernah melewatkan satupun dari pertandingan basket ku. Jodoh? Itu yang kupikirkan sejak kami mulai memutuskan mengikat hati kami. Dan memiliki Taemin adalah hadiah ulang tahun terbaik pernah kumiliki.

Sebenarnya aku juga sama terkenalnya dengan Taemin, tapi sikap dinginku membuat para yeoja itu terkadang kesal padaku. Biar saja, karena bagaimanapun hatiku selamanya hanya untuk Lee Taemin saja. Tapi Taemin tak pernah menanggapi mereka. Saat digoda Sica, cewek yang dianggap paling keren di kampus ( tapi bagiku dia lebih mirip banci kalengan ), aku ikut menggoda Taemin.

“ Kenapa tidak diterima saja Min? Dia kan lumayan keren… “ Kataku, sambil menahan muntah dalam hati.

“ Aku tidak mungkin mengkhianatimu kan, soalnya di hatiku ini cuma ada kamu. “ Aku tertawa mendengar ucapan Taemin barusan. Benar-benar klise, pasti pengaruh dari dorama.

“ Kenapa ketawa? Kau tidak suka? Terlalu puitis? “Taemin memonyongkan bibirnya, segera kupeluk.

“ Kalau aku tidak suka, aku tidak mungkin mau menerimamu. “

Taemin tersenyum. Sulli yang baru saja datang ikut menggoda Taemin.

“ Kok yang dipeluk cuma Taemin? Buat Sulli mana? “

Aku dan Taemin menimpuk kepala Sulli dengan buku Akuntan setebal 300 lebih.

“ Kalian ini kan cowok! Bersikap kasar begini pada yeoja, kau bisa dikutuk! “

Sulli mengelus kepalanya, Taemin pun ikut mengelusnya sebagai permintaan maafnya. Setelah menstarter motorku, aku meninggalkan Taemin dan Sulli berdua. Well, semua orang tau, Sulli suka sama Taemin dan Sulli sendiri pun sudah jujur padaku, walaupun tidak bilang suka. Tapi pujiannya yang berlebihan tentang Taemin, membuatku percaya, Sulli memang menyukainya.
Dari jauh kulihat Sulli yang terus menggoda Taemin. Mereka tertawa, sangat bahagia. Aku jadi panas sendiri. Kubelokkan motorku ke parkiran kembali saat melihat Taemin yang hampir naik ke mobil Sulli.

“ Heh, kamu kemana saja?! “

Aku diam saja, tak punya jawaban yang tepat.

“ Tidak kemana-mna, tadi kebelet pipis, jadinya… “ Belum selesai aku bicara, Taemin memotong kalimatku.

“ Memangnya motor bisa masuk ke toilet? “

“ Ah sudah, kau mau pulang tidak? “

Kataku mengalihkan pembicaraan. Tanpa disuruh, Taemin segera naik ke motorku.

“ Dah Sulli, duluan yah! “

“ Yah, yah, dah Taemin. “

Sulli merong ke arahku juga menatapku sinis. Kubentak saja.

“ Apa liat-liat! “

#boram#

” Katakan padaku, apa sebenarnya hubunganmu dengan Taemin! “ Aku tak berani mengangkat kepalaku. Mata besarnya Sulli membuatku takut.

“ Minho! “ Aku membuang mukaku saat Ris mengangkat daguku.

“ Kami teman, sahabatku. Puas! “

“ Oh begitu. Berarti mereka bohong. “

“ Mereka siapa? “

“ Teman sejurusanmu. Kebetulan kami se-ekskul renang. Trus mereka bilang kalian pacaran. Benar tidak? “

Brengsek! Aku meninju tembok di sampingku.

“ Kau kenapa Min? “

“ Tidak apa-apa, kau sendiri, kenapa mengajakku ke tempat beginian. “ Aku mencium baju Sulli.

“ Baumu juga aneh, kau pake minyak nyongnyong yah? “

“ Sembarangan! “

“ Bajumu juga, tumben kau cantik begini. “

“ Aku memang cantik, tau! “ Aku tertawa melihatnya memonyongkan bibirnya. Ia memang selalu kekanakan.

“ Kau pernah bilang suka cewek yang cantik. Kira-kira kau bilang itu, waktu kau baru lulus SMP. Dan kau milih masuk ke SMA yang sama denganku, alasanmu karena kau bilang aku ini cantik. “

“ Apa? Memang aku pernah bilang gitu? “

“ Aigo, kau baru 19 tahun, dan pikunan gini! Kayak kakek-kakek. Sudah gitu, sok cool lagi! Pantas saja kau tidak ditembak cewek! “

Aku menggaruk kepalaku. Ah ya, benar juga. Penggemarku memang banyak. Tapi, aku sama sekali belum pernah ditembak. Beda sekali dengan Taemin, yang tiap hari selalu dapat hadiah dari fansnya.

“ Kau tidak usah sedih gitu, karena… “

“ Yang sedih siapa, Choi Sulli ! “

“ Kau ini, aku belum selesai bicara! Selalu saja memotong pembicaraanku. Ck, tidak dewasa.“

“ Apa maksudmu?! “ Sulli tersenyum aneh melihatku.

“ Kenapa wajahmu kayak gitu? Ah sudah, aku pulang dulu. Taemin pasti mencariku. “

“ Min, tunggu dulu. Aku belum selesai bicara. “

“ Memangnya kau mau bicara apa lagi! “

“ Galak amat. Aku cuma mau bilang, aku… “ Wajah Sulli memerah. Anak ini benar-benar aneh.

“ Lama sekali bicaranya! “

“ Tunggu dulu! Ini susah sekali ngomongnya. Aduh, bilang apa ya? “

“ Aneh kali kau! “ Baru saja aku ingin pergi, Sulli menarik tanganku.

Tak kuduga ia mencium pipi kananku. Setelah itu dia lari. Aku menyentuh pipiku yang memanas, apa maksudnya?! Berani sekali dia menciumku! Awas kalo aku menemukanmu, habislah kau Choi Sulli!

#boram#

Aku menguap lebar. Akhirnya dosenku sudah keluar.

“ Ngantuk? “

Aku tersenyum mendengar ucapan Taemin barusan. Teman-temanku yang lainnya menatap kami risih.

“ Apa liat-liat! “ Bentakku. Yang lainnya hanya menggeleng.

Setelah membereskan bukuku, aku dan Taemin segera ke parkiran. Hari ini rencananya kami mau ke mall, mau refreshing.

“ Min, nonton yuk. Kim Nam Gil main tuh. A portrait of beauty judulnya. “ *aura yadong Taemin keluar*

“ Malas. Lagi bokek. “

“ Kutraktir deh. “

“ Malas. “Taemin merengek terus padaku.

“ Iya deh, iya. Tapi ditraktir loh! “

Taemin tersenyum manis padaku. Aigo, wajahnya sangat cantik. Setelah memastikan tak ada seorang pun di sekitar kami, aku mengecup bibir Taemin sekilas. Wajahnya merona merah. Kemudian ia kembali menciumku. Aargh, ia tidak menciumku. Ia malah menggigit bibirku, lalu dengan setengah berlari ia merong. Kekanakan, tapi benar-benar menggemaskan. Jadilah kami saling berkejaran layaknya adegan-adegan lebay di film India itu.

#boram#

^Author Side^

“ Jujurlah Min, Taemin itu apamu? “

“ Sudah kubilang dulu kan, dia itu sahabatku. “

“ Bohong! “ Alis Minho terangkat sebelah. Tunggu dulu, apa Sulli benar-benar sudah tau hubunganku dengan Taemin? Tapi, bagaimana bisa? Batin Minho.

“ Kalian ini, penyuka hm sesama kan? “ Minho tersohok. Ia merasa matanya hampir keluar mendengar ucapan Sulli barusan.

“ Kau jangan bercanda. “

“ Aku tidak sedang bercanda! Aku sudah curiga pada kalian sejak dulu. Tapi, aku tetap percaya sama kalian. Kau tau, kemarin aku nonton, aku melihat kalian ciuman. Dan… “
Kalimat Sulli terputus. Salah seorang teman kosnya tersenyum aneh pada Minho. Sulli hanya tersenyum kecut. Setelah memastikan temannya itu pergi, Sulli kembali menatap Minho.

“ Aku suka sama kamu Min. Dari dulu, sampai sekarang. “

“ Tunggu, kau sedang bercanda. Bagaimana bisa… “ Sulli memegang kedua lengan Minho, matanya menatap lekat pada Minho.

“ Saranghae. Dan aku tidak sedang bercanda. “ Minho segera melepas tangan Sulli dari lengannya. Kemudian membuang muka.

“ Makanya Minho, jujurlah. Kalian, pacaran kan? “ Minho tetap saja tak berani melihat wajah Sulli.

“ Min! “ Sepasang bola mata Sulli membuat Minho tak berkutik.

“ Minho ah… “ Sulli memelas.

“ Ne, kau benar sekali. Taemin adalah pacarku, lalu apa urusanmu?! “

“ Minho! “

“ Kenapa? Kau mau bilang itu dosa? Persetan dengan dosa! “

“ Minho! “ Wajah Sulli memerah menahan amarah. Dalam hati ia sangat kecewa pada pengakuan Minho barusan.

“ Nan, nan dangshineul joa Taemin. Neomo joa. Tak sedetik pun dalam hidupku aku tak memikirkan dia. Aku sendiri tidak mengerti kenapa. Rasanya aku sangat tersiksa dengan semua ini. Aku sudah berusaha melupakan, bahkan menjauhi Taemin berkali-kali. Tapi, berkali-kali itu pula , aku merasa lebih tersiksa dari sebelumnya. Lalu aku harus apa? “

Dengan masih menahan air mata, Minho berjalan dengan langkah berat ke parkiran meninggalkan kos-an Sulli. Ia tak peduli pada teriakan Sulli yang memanggilnya. Kepalanya terasa berat, pandangannya juga ikut kabur. Perlahan tapi pasti, motor yang dikendarainya oleng, dan akhirnya menabrak sebuah tiang listrik. Ia terlempar beberapa meter.

#boram#

Tetesan darah jatuh beraturan pada tabung kecil yang digantung di tiang di samping Minho yang sedang terkulai lemas dengan perban yang menutupi seluruh tubuhnya. Di sampingnya Taemin duduk dengan air mata yang tak pernah berhenti mengalir di pipinya. Tangannya menggenggam erat tangan Minho. Pintu terbuka pelan, tampak wajah Sulli yang sembap.

“ Sulli ah, gimana kalo ada apa-apa sama Minho. “ Sulli terdiam, ia terus menatap tubuh Minho. Pintu kembali dibuka, kedua orang tua dan adik Minho menghambur ke arah Minho. Taemin mundur beberapa langkah, kemudian keluar diikuti Sulli.

“ Minhoo… “ Air mata Taemin keluar kembali. Sulli segera mendudukkan Taemin di kursi yang tersedia di depan kamar ICU. Lama mereka terdiam. Beberapa menit kemudian, orang tua Minho keluar.

“Minho mencari kalian. “ Ibu Minho tersenyum pahit pada Taemin dan Sulli. Mata ayah Minho sendiri memerah menahan tangis.

“ Bu, sudah. Ini mungkin sudah takdir. “ Mendengar ucapan ayah Minho barusan, Taemin  tergesa masuk ke kamar perawatan Minho. Ia menggenggam tangan Minho. Terlihat senyum yang mengembang dari bibir Minho.

“ Minnie… “ Ucap Minho lirih. Taemin mendekatkan wajahnya ke Minho.

“ Sudah, kamu tidak usah banyak bicara. “

“ Minnie ya, mianhe. “

“ Minho, sudah kubilang jangan bicara dulu. “

Minho meraih tangan Sulli, kemudian ia menyatukannya dengan tangan Taemin. Taemin dan Sulli saling bertukar pandang.

“ Dari dulu aku tau, kalian pasangan serasi. Berjanjilah kalian tidak akan terpisahkan, saling mencintai dalam suka duka. “ Taemin melepaskan tangannya dari Sulli.

“ Maksudmu apa sih! Kok ngomong yang tidak-tidak?! Sekarang bukan waktunya untuk puitis! “ Minho menjawabnya dengan senyum. Bibirnya terlihat bergerak, tapi Taemin tak dapat menangkap apa yang barusan diucapkan Minho. Setelah itu, mata Minho tertutup rapat, dengan senyum ceria dari bibir Minho. Merasakan tangan Minho yang jadi dingin dan kaku, Taemin panik.

“ Min, Minho ya. “ Taemin menggoyang tubuh Minho. Sulli segera memeluk Taemin.

“ Lepaskan! “

“Minho sudah pergi Taem. Dia, sudah pergi. “

#boram#

Taemin menatap lekat batu nisan yang baru saja dipasang ayah Minho. Satu persatu orang di pemakaman pulang. Tinggal Taemin, Sulli dan Minseok, adik Minho yang baru berumur 7 tahun.

“ Minho hyung sangat sayang Sulli noona, apalagi Taemin hyung. Sampai-sampai aku sering bilangin dia homo. Sekarang sudah tidak ada lagi yang ngerjain peer Minseok. Dan juga tidak bisa olok-olokin Minho hyung lagi. “

Minseok mengusap air matanya dengan punggung tangannya. Matanya yang bulat dan besar tak beralih dari batu nisan yang berdiri tegak di depannya. Taemin segera memeluk Minseok.

“ Oh ya? Kalo gitu, Minseok kan bisa datang ke rumahnya Taemin hyung. Walaupun tak sepintar Minho, tapi setidaknya kalo pelajaran SD, hyung juga bisa kok. “

Minseok tersenyum senang.

“ Jinja? “

Taemin mengangguk. Minseok menghapus air mata di pipi Taemin yang tiba-tiba saja jatuh.

“ Hyung jangan nangis, Minho hyung benci kalo hyung nangis loh. “ Taemin menatap Minseok. Ibu Minho menarik tangan Minseok.

“ Minseok, pulang sayang. Kita beresin barang-barangnya Minho yuk. “

Ibu Minho mengumbar senyum pahit pada Taemin dan Sulli. Taemin  balas melambaikan tangannya pada Minseok. Ia juga membalas senyuman pahit dari bibir ibu Minho. Ponselnya bunyi, ada pesan masuk.

Aku mencintaimu sampai mati, aku sudah menepati janjiku. Sekarang giliranmu.
from : Nae Jagi

Dengan gemetar Taemin menarik handphone Minho dari kantong tasnya. Padahal pulsa Minho sudah habis dan tak pernah diisi sejak sebulan yang lalu. Sulli dan Taemin saling berpandangan. Taemin pun berbalik, terlihat bayangan Minho yang tersenyum ceria melambaikan tangannya lalu lambat-laun menghilang.

“ Sulli, Minho sangat tampan kan? “ Sulli hanya mengernyitkan dahinya, kemudian mengangguk pelan.

*FIN*

Hoho, akhirnya bikin juga shounen ai make 2min. Fanfic ini remake dari salah satu cerpenku yang udah dipublish di facebook. Dan soal Minseok, semuanya tentu tau dong dia hyungnya Minho. Tapi kali ini saya ubah aja, oke?! As usual, komen yaa mba bro!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

25 thoughts on “[Shounen Ai] If I Could”

  1. gag nyangka minho bakal meninggal di akhir cerita …
    kyaa ,,,, sedih banget ..
    tapi kayaknya kurang greget pas sulli tau minho dan taemin itu homo .. menurutku ajja sich ,,,,, soalnya sulli gag terlalu shock dengernya …. truzz waktu minho mw pergi dari kos sulli , kayaknya agak datar … gag tw juga yaa ,, itu hanya perasaan pribadiku ajja kalii ..

    1. bukan perasaanmu kok,kenyataanny emang ff ini datar bnget. Soalny wktu bkin 2 thun lalu,jadiny mash malas mikirin yg ribet” #yoonee:trus gue harus bilang wow,gitu?
      Pokokny thanks loh udah komen,n like mu #pelukyoonee

  2. author, kenapa nabrak tiang listrik? hahaha. berbahaya nih. udah mau sedih, nabrak tiang listrik, aku malah jadi ngakak.
    masih terasa datar, dan agak membingungkan. kembangkan terus tulisanmu ya!

  3. aigoo.. otakku lagi korslet makanya aku butuh berulang -ulang bacanya…
    ini bukan mengatakan FFnya ga bagus loo emang akunya lagi korslet buktinya banyak FF yg kubaca banyak yang ga masuk kekeke

    but, FFnya tetap bagus kok apalagi si Minho dari alam sana masih bisa ngirim SMS keren deh.. hahaha

    ya udah deh satu kata terakhir ‘DAEBAK’

  4. yah .. yah ..
    kenapa tiang listrik min ??
    tanggung banget nabraknya ..
    hehehe ..
    truz itu maksudnya sms.x minho apa min ??
    taemin disuruh xusul minho gitu ??

  5. Aneh – aneh komennya … tor,, tolong jangan terlalu narsis ya !! Taemin itu hanya cocok demwgan saya .. please deh..! 🙂

  6. Author jahaatt,,
    lagi lega2nyah krn dr kmrn nemunya shounen ai-nya onjong/jongkey doang, OeMjiii, tnyata biasku ada jugaaaa,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s