Love These Two Different Worlds

Love These Two Different Worlds

 

Author : Yamashita Michiko / Marie Veibra

Main Cast : Choi Minho, Madeline Zeushera Or Shin Goomius

Support Cast : Kim Kibum (Key), Lee Jinki (Onew)

Other Cast : Zeus, Kevin Woo, Hades

Lenght : Oneshoot

Rating : General

Genre :

  • Life
  • Romance
  • Sad
  • Fantasy

Summary : Madeline-ah~ aku tak sabar menunggu waktu 17 tahun yang akan datang kelak. Tunggu aku disana ya, aku pasti akan menepati janji kita.

NB : Maaf ya, aku gak tau tentang sejarah Zeus, jadi aku karang ajah, kekeke. Maap lagi kalo jelek :D. Happy Reading ^^

Huh!! Sungguh cuaca pagi ini memang bersahabat denganku. Langitnya cerah, hawanya sejuk, dan sekarang diriku terasa tak ada beban. Aku mengitari seisi kampusku kecuali ruangan khusus, yang bisa masuk harus dengan izin terlebih dahulu, sedangkan aku hanya iseng saja mengelilingi kampus. Wajar saja karena hari ini adalah hari ketigaku dimana seonsaengnim mata kuliahku tak hadir. Dan itu adalah berita yang selalu ku tunggu jika memasuki kampus.

Aku membenarkan lagi posisi tasku yang hanya ku bawa dengan satu tangan dan ku gantungkan diatas pundakku. Aku sekali lagi memandangi sekitarku yang begitu indah dengan hawa yang sejuk ini. Tapi tunggu, dihari yang indah ini, kenapa chinguku kini berlari menghampiriku dengan nafas tersengal-sengal ?

“Hey Minho-ya!” Chinguku itu masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal dengan membungkuk.

“Atur dulu nafasmu, baru bicaralah! Tak usah dipaksakan !” Aku melihati sekujur tubuhnya yang sudah di banjiri oleh keringatnya.

“Huhh..Huhh.., Ne, kita hari ini tak bisa hanya santai saja Minho-ya!!” Ia masih saja tersengal-sengal disela-sela bicaranya.

“Waeyo Kibum-ah ?” Kini aku mulai tertarik akan topik yang akan diceritakan chinguku ini.

“Ternyata Seonsaengnim tak hadir, ia sedang ada pelatihan di Yunani, dan kau tau apa permasalahannya sekarang ?” Ia menggantungkan kalimatnya.

“Aniya. Waeyo ?”

“Kita di beri tugas oleh seonsaengnim untuk membuat artikel tentang permasalahan yang pernah di alami ke-12 dewa Olympus di Yunani itu dengan sangat merinci, dan kita harus memilih salah satu dari mereka. Dan kau tau lagi apa permasalahan selanjutnya ?” Kibum kini berkacak pinggang dengan ekspresi wajah suntuk.

“hwolssin jeog-eun ?”

“Kita hanya di beri waktu paling lambat tiga bulan untuk menyelesaikan tugas itu !!” Kali ini perkataan Kibum membuatku shock.

“Mwo!! Kenapa secepat itu ??!! memangnya dia pikir ini tugas mudah apa ?!!” Kali ini aku yang frustasi.

“Tak tau aku. Sudah gila kali dia.” Kibum menyingkirkan keringat di dahinya sekenanya.

“Woy Kibum-ah!! Kalau mau buang keringat lihat-lihat dulu dong!!” Kini suara namja yang baru saja datang di sebelah Kibum marah, sepertinya namja itu terkena singkiran keringat Kibum.

“Hey Jinki-ya! Biasa saja kali!! Mianheyo!” Kibum tak meminta maaf dengan halus, justru merong ke namja yang bernama Jinki.

“Aissh. Dasar kau dari dulu sama sekali tak berubah sedikit pun.” Kini chinguku satunya ini membalas merong ke Kibum.

Kedua chinguku kini justru saling menatap sinis satu sama lain. Sungguh lucu sekali wajah mereka berdua, jadi teringat serial kartun Tom & Jerry. Karena memang mereka berdua jarang akur.

“Sudah..Sudah.. Kibum-ah~ ?”

“Mm ?”

“Memangnya kita perkelompok berapa orang ?”

“Tiga orang. Tak boleh kurang, tak boleh lebih. Itu kata seonsaengnim.” Kibum menganggukkan kepalanya mantap.

“Jadi kita bertiga ini satu kelompok ?” Wajah babo Jinki muncul lagi deh.

“Ne. Jinki-ya!~” Kini aku dan Kibum mengucapkannya serempak bersama.

*****

Sekarang mata kuliah kampus telah usai, walaupun sama sekali tak ada mata kuliah hari ini, tapi tadi juga masih aku sempatkan untuk membaca buku di perpustakaan. Aku membereskan tas ku yang isinya berserakan di atas bangkuku. Memang dasar Kibum, chinguku yang satu itu, selalu tak di taruh ke tempatnya semula jika telah meminjam barang milikku. Tapi kelakuan chinguku itu juga ada manfaatnya, walaupun merepotkanku. Bagaimana tidak, jadi aku tak harus menganggur ketika menunggu seisi kelas dan sekitarnya telah kosong. Ini adalah kebiasaanku, menunggu seisi kelas dan sekitarnya sampai kosong, baru aku bisa pulang. Karena aku tak suka sama yang namanya berdesak-desakkan.

Aku langsung berjalan saja mengeluari area kampusku. Memang aku tak seperti anak yang lainnya harus mampir ke parkiran dan mengambil kendaraan mereka. Karena lokasi rumahku dengan kampus ini tak begitu jauh, jadi masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Lebih hemat dan menyehatkan walaupun menguras tenaga. Di sela-sela perjalananku, aku tertarik ketika pandanganku terhenti pada sebuah kedai ice cream yang sudah menjadi langgananku ketika pulang kampus. Aku menghampiri penjual ice cream itu dan membeli ice cream cone dengan rasa coklat strawberry. Ya memang, itu adalah rasa ice cream favoritku. Aku kembali melanjutkan perjalanan pulangku yang sempat tertunda ini. Di sela-sela perjalananku kini tiba-tiba saja terdengar suara petir sangat kencang dan sangat mengagetkanku. Aneh sekali di cuaca yang cerah ini kok ada petir sekencang itu suaranya ya. Petir itu berbunyi lagi dan kali ini warna langit sudah berubah sangat drastis menjadi sangat gelap lebih gelap dari pada malam hari. Kini kulihat sekelilingku banyak orang yang menjerit, mungkin kaget sama sepertiku. Tapi mereka juga berlari sepertinya mencari tempat berteduh sebelum hujan datang. Dan sekarang sekelilingku telah sepi dan mungkin hanya tinggal aku saja di jalan ini. Kurasa cuaca gelap tak menghambat perjalanan pulangku. Lebih baik aku lanjutkan saja perjalanan pulangku. Ku jilati lagi ice cream yang sedang ku bawa ini dengan sangat menikmatinya.

Tapi tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang dan hembusan angin itu sampai bisa membuatku tak bisa lagi membawa ice creamku itu. Dan kini angin itu bertambah kencang hembusannya, tapi kali ini juga disertai kabut tebal, sehingga pengelihatanku kini telah samar untuk melihat sekelilingku. Ku pejamkan mataku sejenak, mungkin dengan ini aku lebih bisa nyaman dan mataku tak akan kemasukkan kabut yang kini juga berhembus.

Tak lama kemudian, angin yang dari tadi berhembus sangat kencang kini tiba-tiba saja telah berhenti. Kurasa sekarang kondisi telah membaik. Perlahan kubuka mataku, dan benar cuaca kini telah membaik semula, cerah dan sejuk. Ku hirup sekali lagi udara sore ini, dan sungguh masih sejuk.

Ku lanjutkan lagi perjalananku yang sempat tertunda lagi barusan ini. Tapi langkah kakiku kini terhenti karena mendengar suara yeoja yang meringis pelan dan seketika itu juga perasaanku sekarang ada yang ganjal. Dan aku pun penasaran dengan suara yeoja itu. Ku tolehkan kepalaku ke kanan dan terlihat memang seorang yeoja yang sangat anggun dan cantik itu sedang terduduk dan sepertinya memandangi luka di kakinya itu. Yeoja itu masih saja meringis pelan dan kini mulai meneteskan air matanya. Tapi yang anehnya keanggunan yeoja ini melebihi keanggunan yeoja cantik yang pernah kulihat selama ini, seperti yeoja itu memiliki aura tersendiri di diriku yang berbeda dengan aura yeoja lainnya. Yeoja ini auranya seperti aura seorang dewi. Dan yang anehnya lagi aku tak pernah melihat model gaun yang di kenakan yeoja ini. Sungguh sangat asing gaun yang dipakai yeoja ini, gaun ini seperti kostum untuk pemeran dewi dalam suatu film. Dan kudekati yeoja itu, dan aku juga menyamakan posisiku dengannya. Kupandangi lekat-lekat kini wajahnya. Sepertinya yeoja ini bukan asal korea, sudah terlihat jelas dari wajahnya yang berciri khas adalah wajah-wajah orang barat eropa.

“Nuguya ?” Dia menengadahkan wajahnya menatapku, kurasa ia merasa akan kehadiranku. Dan ternyata yeoja ini juga bisa berbahasa Korea.

“Choi Minho Imnida. Nuguya ?” Kini aku melihat yeoja yang sekarang menundukkan kepalanya ketika aku mengulurkan tanganku untuk bersalaman dengan yeoja ini. Tapi yeoja ini masih belum merespon perkataanku.

“Shin Goomius Imnida.” Kini yeoja yang bermarga Shin ini mulai tersenyum melihatku dihadapannya.

“Mwo? Namamu Korea, tapi kau bukan orang Korea kan ?” Aku mengerutkan keningku dan menatap yeoja ini lekat.

“Ne. Memang aku bukan orang Korea.”

“Lalu apa nama aslimu ? dan kau asal Negara mana ?”

“Nama asliku Madeline Zeushera . Dan aku asli dari Athena. Kau cukup memanggilku Goomi saja.”

Madeline Zeushera… ne, ne. Tunggu! Kenapa namanya familiar sekali ditelingaku ? ah ne, namanya itu kan ? kenapa ya nama yeoja ini terdapat salah satu nama dari ke-12  nama dewa Olympus Yunani itu ? apa jangan-jangan yeoja ini memang adalah turunan dari salah satu ke-12 dewa Olympus itu ? tapi itu sungguh tak mungkin. Masak seorang dewi turun ke bumi, memang apa yang akan mereka lakukan ? sudahlah lupakan, tak penting.

“Sepertinya dirimu sangat asing dengan daerah sini, apakah kau mempunyai tempat tinggal ?”

“Ne. Memang aku sangat asing dengan daerah sini. Dan aku juga tak mempunyai tempat tinggal. Karena aku juga barusan datang disini.” Yeoja bernama Goomi ini menghela kedua pundaknya,  sepertinya yeoja ini kedinginan.

“Ini, pakailah.” Aku melepaskan jaketku dan ku pakai kan pada yeoja cantik ini.

Sungguh yeoja ini sangat polos dan lugu. Lebih baik dia ku ajak tinggal bersamaku saja, dari pada kepolosannya nanti justru dimanfaatkan oleh orang jahat ? aku tak ingin itu sampai terjadi.

“Goomi-ya! lebih baik kau tinggal bersamaku saja, percayalah padaku, aku bukan orang jahat.” Aku menyunggingkan senyum naturalku, agar yeoja dihadapanku ini percaya kalau memang aku bukan orang jahat.

“Tapi, apa aku tak merepotkanmu ?”

“Aniya. Sama sekali tidak, aku jadi ada yang menemani di rumah, karena aku tinggal sendirian. Maukan ?”

“Ne.” Yeoja ini mengangguk mantap dan menyunggingkan senyum yang menurutku senyuman manisnya. Memang senyumannya sangat manis dan mendamaikan hati.

Aku melihat sejenak luka di kakinya. Cukup parah, karena mengeluarkan banyak darah juga. Apa yeoja ini bisa berjalan dengan luka seperti ini ?

“Goomi-ya~ ayo segera ikut aku, sebelum keduluan malam tiba.” Aku mendahului berdiri dan siap berjalan. Aku ingin mengetes apakah yeoja ini bisa berjalan untuk saat ini.

“Ne. Tunggu sebentar.” Yeoja ini berusaha berdiri, tapi ia justru terduduk lagi.

“Auw.” Kali ini ia terduduk dengan sangat keras, karena sebelumnya ia bisa berdiri, hanya saja tak kuat menahan tubuhnya.

“Sudahlah. Jangan dipaksa kan.” Tanpa berpikir lagi aku langsung menghampirinya dan menggendongnya ala bridal style. Sungguh kasihan sekali yeoja ini.

*****

“Sudah sampai. Lebih baik kau mandi sekarang. Karena tak baik yeoja mandi malam-malam.” Aku merebahkan tubuhnya di atas kasur kamarku.

“Sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu pada dirimu. Tapi untuk saat ini lebih baik kau istirahatkan saja dirimu. Baru besok mungkin aku bertanya padamu. Pokoknya jangan sampai kelelahan, nanti kau bisa sakit. Arra ?!” Aku berkacak pinggang menasihatinya.

“Ne. Arraseo!” Dia bangkit dan duduk lalu mengangguk mantap.

“Ya sudah, aku akan memasakkan makanan untukmu, sebagai pengganti kau menunggu masakkanku, lebih baik kau mandi sekarang.”

“Ne.” Dia mengucapkannya singkat dan tiba-tiba langsung melesatkannya masuk ke dalam kamar mandi, tanpa bertanya terlebih dahulu dimana untuk handuk dan kimononya. Sungguh lucu sekali kelakuannya itu. Aku mengambilkan handuk dan kimono yang baru dan sama sekali belum kupakai. Ku taruh handuk dan kimono itu di atas kasurku. Aku keluar dari kamarku dan siap untuk memasak makanan untuk makan malam. Aku akan memasak dua mangkuk Doenjang jjigae, karena memang pantas memakan Doenjang jjigae di hawa yang dingin ini.

**

“Hm… Hah~” Aku menghirup aroma sedapnya makanan yang ku bawa ini. Ku naikki anak tangga dan menuju kamarku untuk memberikan semangkuk makan ini.

Ku hirup sekali lagi aroma sedap ini ketika ku sampai di depan pintu kamarku sambil membuka pintu kamarku. “Ini makanannya Goo..mi..-ya…” DEG! Tiba-tiba saja kini jantungku berdetak kencang dan kurasakan keringat dingin mengalir di wajahku dan Kata-kataku terputus-putus ketika melihat keanggunan yeoja bernama Goomi ini hanya mengenakan kimono dan sepertinya ia sedang mencari pakaian. Ah ne, aku tadi lupa tak mengambilkan pakaian untuknya.

“Minho-sshi, aku meminjam pakaianmu boleh tidak ?” Dia membalikkan tubuhnya melihatku. Aku menelan ludah sejenak melihatnya. Sepertinya ia santai saja dengan kehadiranku saat ini.

“N..ne. Boleh saja. Akan ku ambilkan.” Aku menaruh makanan yang dari tadi kubawa di atas meja sekenaku dan langsung mengambilkan kemeja berwarna putih yang cukup panjang jika dikenakan seorang yeoja sepertinya. Kira-kira panjangnya 2 cm diatas lutut, jadi kurasa tak mengenakan bawahan juga tak masalah. Karena jika aku mengenakan kemeja ini kira-kira panjangnya juga segitu di tubuhku. Karena kurasa tinggi yeoja itu setara dengan tinggiku.

“Goomi-ya, nanti jika kau selesai makan, mangkuknya tetap taruh di atas meja itu saja. Biar aku yang akan mengambilnya.” Aku sudah siap untuk keluar dari kamarku ini dan menutup pintu.

“Ne.” Dia hanya mengangguk dan membawa kemeja yang kuberikan barusan.

*****

Keesokan harinya…

“Hey Kibum-ah!” Aku melihat chinguku kali ini ia menatap kosong kedepan.

“Mm ?”

“Apakah kita hari ini masih bisa bebas ?” Dia sepertinya kaget dengan perkataanku.

“Hey! Kita kuliah tak hanya bebas-bebasan saja! Dasar kau itu!” Kini ia membentakku.

“Mwo? Memang kenapa kalau aku lebih suka bebas ? kau juga begitu kan ?”

“Iya juga sih. Memang sih hari ini seonsaengnim kita tak hadir lagi. Tapi nanti kita akan ada seonsaengnim pengganti sementara untuk mata kuliah sejarah hari ini.”

“Yaah~ Jinjjayo ?” Dia hanya mengangguk lemas.

“Tapi mana ? penggantinya kok tak datang-datang ? Lalu mana Jinki sekarang ?”

“Nah itu dia. Jinki yang menjemput seonsaengnim itu ke kelas kita.”

“Mwo? Mengapa harus di jemput segala ?”

“Tak tau aku. Pokoknya tadi katanya Jung Seonsaengnim, seonsaengnim pengganti Kang Seonsaengnim itu orangnya sangat penting. Jadi harus di jemput segala.”

“Mwo? Memangnya sepenting apa juga ya ?” Aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tak gatal ini.

“Tak tau aku.” Kini chinguku justru menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya.

TEG TEG TEG

Terdengar langkah kaki yang mengenakan high heels masuk ke kelas ini.
“Hey Minho-ya! Kibum-ah! Seonsaengnim pengganti Kang seonsaengnim sudah datang. Seonsaengnim ini bukan orang Korea, dia sangat cantik dan masih seumuran dengan kita, bahkan lebih muda dari kita.” Suara chinguku yang bernama Jinki ini tiba-tiba saja terdengar di telingaku karena memang ia sekarang berada di sampingku dan Kibum.

Aku menghiraukan perkataan Jinki barusan. Karena memang secantik apapun seonsaengnim, aku tak akan tertarik dengan seonsaengnim pengajar Sejarah.

“Selamat Pagi semuanya~” Suara ini familiar di telingaku. Aku penasaran dan ikut menengadahkan kepalaku melihat seonsaengnim pengganti yang baru datang ini.

“Perkenalkan nama saya Shin Goomius, kalian cukup memanggil saya Goomi saja, karena umur saya lebih muda dari kalian.” Mendengar kalimat seonsaengnim ini, aku jadi kaget dan terbelalak melihat kehadiran Goomi ini.

“Goomi-ya~?” Mendengar reaksiku ini Kibum jadi mengerutkan keningnya.

“Minho-ya ? kau kenal dengan seonsaengnim itu ?”

“Ne. Dia yeoja yang kemarin ku temukan dan ku ajak tinggal bersamaku.”

“Mwo? Mengapa bisa begitu ?” Kini chinguku Kibum ini sangat kaget mendengar pernyataanku.

“Ne. Karena dia tak memiliki tempat tinggal, dan dia asing dengan Korea. Karena kemarin aku menemukannya ia baru saja datang di Korea.”

Dari mana ia tau tempatku kuliah ? dan dari mana juga ia mendapatkan pakaian yeoja itu ? lalu apa tujuannya kemari ? aissh. Lihat saja nanti, pasti akan terjawab.

“Okay. Saya hari ini akan mengajarkan sejarah tentang ke-12 Dewa Olympus Yunani.” Goomi menaruh tasnya di atas meja seonsaengnim dan kembali bediri lagi untuk menerangkan yang baru saja ia akan terangkan.

“Kya~ semoga saja seonsaengnim kali ini bisa membantu tugas kelompok kita ya!” Kini Kibum justru yang girang.

“Ne. Semoga saja.” Tumben Jinki kini diam saja.

*****

“Mata Kuliah hari ini saya akhiri. Tapi sebeiumnya apa ada yang bisa di bantu atau mau menanyakan sesuatu ?” Goomi seonsaengnim, aniya Goomi saja, sekarang sedang membereskan barang-barangnya dan siap untuk keluar dari kelas.

“Goomi-ya~!” Jinki kini yang berteriak.

“Ne Jinki-ya ?” Aktivitas Goomi terhenti karena panggilan Jinki.

“Sini sini Goomi-ya~” Kali ini chinguku cuek si Kibum berubah menjadi namja yang aegyo di hadapan Goomi. Aissh ada-ada saja Kibum ini.

“Ne. Ada yang bisa saya bantu ?” Omona~ sungguh wajahnya imut kali ini, biasanya saja wajahnya mendewasai dan damai, tapi kali ini wajahnya sesuai dengan umurnya dan tetap memancarkan kedamaian.

“Beri kami saran dong Goomi, karena hanya kelompok kami saja yang belum mendapat inti artikel yang akan kami buat tentang permasalahan salah satu dari ke-12 Dewa Olympus.” Benar-benar Kibum sekarang berubah menjadi namja yang aegyo, akan ku tunggu sampai kapan aegyonya ini akan bertahan.

“Oh! Sayangnya semua permasalahan tentang Dewa Olympus sudah saya berikan kepada kelompok lain.” Mendengar kalimat Goomi ekspresi Kibum berubah menjadi kecewa.

“Lah, terus bagaimana dengan nasib kelompok kita ?” Aku mulai angkat bicara.

“Tenang saja. Kalian bisa membuat artikel tentang masalahku akhir-akhir ini.” Kali ini kami bertiga mengerutkan kening secara bersamaan.

“Aniya. Maksud saya masalah yang sedang di alami oleh anak dari Dewa Zeus dan Dewi Hera.”

“Mwo? Bukannya ini pelajaran sejarah ya Goomi ? tapi kok masalah baru-baru ini ? berarti ini masalah ini bukan termasuk pelajaran sejarah lagi dong ?” Sungguh Kibum seperti anak yang masih berumur 7 tahun.

“Ne. Kau benar. Memang ini masalah baru yang dihadapi para Dewa setelah beribu masalah dulu telah usai.”
“Mwo? Memangnya masalah apa ?” Aku kini yang terlanjur serius.

“Begini, anak dari Dewa Zeus dan Dewi Hera yang bernama Madeline Zeushera itu dituduh mencuri tongkat petir ayahnya sendiri. Padahal Madeline sendiri sama sekali tak pernah menyentuh benda tersebut. Justru Madeline sendiri lah yang mngetahui langsung dengan mata kepalanya sendiri kalau yang mencuri adalah saudara dari Zeus sendiri, yaitu Hades. Memang dari dulu Madeline sudah mencurigai kelakuan Hades yang sangat mencurigakan itu. Lalu ketika Madeline memergorkki Hades mencuri tongkat petir itu, Hades langsung kaget dan petir itu dengan mudahnya langsung terjatuh ke bawah yaitu ke bumi. Sejak itu Madeline sudah di tuduh oleh sang pencuri sendiri, dan Madeline tetap bersih keras membela diri. Dari itulah Madeline menyelidiki Hades, ternyata tongkat petir itu dititipkan oleh orang bumi. Dan seketika itu juga Madeline tanpa berpikir panjang langsung meminta izin untuk turun ke bumi dan telah di perbolehkan oleh ayahnya karena tujuannya adalah menemukan tongkat petir itu lagi.”

“Kapan Madeline itu turun ke bumi ?” Jinki kini yang mulai serius.

“Barusan kemarin sore, kau sempat lihat tidak pada sore yang cerah kemarin, tiba-tiba saja petir berbunyi sangat kencang berkali-kali, dan tiba-tiba langit yang cerah kemarin berubah menjadi langit yang gelap gulita. Dan seketika itu juga angin berhembus sangat kencang di sertai dengan kabut tebal yang bertebaran sehingga membuat jalanan kotor.”

“Oh! Sayang sekali ya aku kemarin tak sempat melihatnya aku ketiduran.” Jinki babonya keluar lagi.

“Aissh. Kau itu Jinki bisa serius sedikit kenapa ? tapi tunggu, kemarin ? memangnya terjadi dimana ? memang aku kemarin sempat melihat langit tiba-tiba saja menjadi gelap gulita dan terlihat gusaran angin di atas, tapi itu posisinya jauh dengan posisiku terlihat sekitar kurang lebih 1 km di depanku.” Kibum awalnya menjitak pelan kepala Jinki dan Jinki sempat meringis sejenak dan Kibum kini menjadi serius.

“Ya itu, Dewi Madeline turun di daerah Seoul ini, dan kasihan sekali ia.”

“Waeyo ?” Aku serius lagi.

“Karena ia turun dan mendarat di Seoul dengan keadaan mendarat yang tragis.”

“Mwo ? Waeyo?” Jinki kini terlihat serius kembali.

“Memang awalnya ia mendarat dengan cantik waktu masih di langit, tapi seketika itu juga ia terkena hembusan angin yang ia buat sendiri sehingga ia terlempar dan terperosot ke bawah. Dan kejadian itu membuat Madeline sendiri susah untuk berdiri dan berjalan.” Kami bertiga hanya ber-oh-ria mendengarkan cerita dari Goomi.

Sungguh aneh sekali yeoja ini, kenapa dia mengetahui semua permasalahan ke-12 Dewa Olympus sangat merinci. Karena sejak awal ia mengajar, aku memperhatikannya terus tanpa henti, dan yang kulihati ia juga menceritakan secara merinci seperti menceritakan cerita barusan ini kepada kelompok lain tapi berbeda yang diceritakannya. Tapi tunggu, barusan dia menceritakan kalau anak Zeus bernama Madeline Zeushera, itukan nama lengkapnya. Lalu juga ia menceritakan kalau Madeline mendarat dengan tragis. Perasaan ceritanya itu sama persis dengan dirinya kemarin yang terluka, sayangnya kemarin aku sama sekali tak melihat bagaimana ia terluka karena terhalang kabut tebal sialan kemarin. Apa jangan-jangan dialah Madeline anak dari Dewa Zeus ?

*****

Sebulan sudah aku mengerjakan tugas kelompok bersama, Goomi yang membantunya, tapi alhasil tugasnya belum terselesaikan juga sampai-sampai Kibum dan Jinki membela-belakan tinggal bersamaku selama tiga bulan tapi hasilnya tetap tak selesai juga. Karena memang kata Goomi, Madeline sendiri belum menemukan orang bumi yang diajak kerja sama bersama Hades. Cuman Madeline sudah mencurigai seseorang, orang itu juga orang kampusku dan memang aku sendiri juga mencurigai tak hanya Goomi saja yang curiga, tapi aku dan temanku juga sudah sangat curiga dengan orang itu. Orang itu juga teman sekelas kami, mangkanya itu akhir-akhir ini kami semua menyelidiki namja misterius itu.

Sekarang aku bersama Goomi sedang membuntuti namja yang bernama Kevin itu, ia sedang berjalan mengendap-endap menuju gudang kampus yang sudah tiga tahun sama sekali tak terpakai, karena di sana yang boleh masuk hanya anak yang memiliki kekuatan Supranatural, salah satunya namja misterius itu. Aku dan Goomi sering memergoki Kevin berbicara pada sebuah cahaya gelap yang besar. Dan yang anehnya lagi cahaya tersebut bisa bicara. Lalu Goomi yakin kalau cahaya tersebut adalah Hades sendiri. Dan aku juga yakin kalau Goomi sendiri adalah Madeline anak dari Zeus dan Hera. Bagaimana tidak, namanya sendiri saja sama, dan kejadian tragis yang di hadapi Goomi juga sama dengan kejadian yang dihadapi Madeline.

Dan akhir-akhir ini aku selalu merasakan perasaan yang berbeda dengan sebelumnya jika bersama dengan Goomi. Rasanya sungguh aneh, terkadang aku salah tingkah jika bersamanya. Hingga membuatnya terkekeh sendiri gara-gara aku salah tingkah dihadapannya itu. Pasti wajahku sudah memerah ketika ia terkekeh, aku sungguh malu dibuatnya.

“Kibum-ah!” Aku menyenggol Kibum yang sedang sibuk menyusun artikel itu dengan sikutku. Dia terlihat terganggu dengan senggolanku itu.

“Mwo ?” Kibum tetap sibuk dengan aktivitas menyusunnya.

“Aku ingin bertanya.” Aku menatapnya hati-hati

“Tanya apa ?”

“Kalau misalnya seorang namja salah tingkah dan jantungnya berdetak kencang di hadapan seorang yeoja, itu berarti kenapa ?”

“Aissh. Kau seperti anak kecil saja! Masak gitu saja tanya ? Kalau namja salah tingkah, berarti namja itu suka dengan yeoja itu, terus kalau ditambah namja itu jantungnya berdetak kencang, berarti namja itu sudah jatuh cinta sama yeoja itu.” Kini Kibum menghentikan aktivitasnya, dan menatapku heran.

“Berarti aku benar-benar jatuh cinta dong ?” Aku seperti anak kecil yang polos.

“Jinjjayo ? meraskan hal itu dengan siapa hayo ?” Kini Kibum yang semangat mendengar ceritaku.

“Aku merasakan itu semua di depan… Goomi.” Mungkin wajahku kini sudah memerah.

“Mwo? Kau mencintai yeoja barat itu ?”

“Ne.”

“Yeoja anak Dewa Zeus itu ?”

“Ne.”

“Mwo? Kau mencintai yeoja incaranku itu ?!!” Kibum bangkit dari posisinya dan berkacak pinggang.

“Kau juga menyukainya ?”

“Ya sudahlah aku mengalah saja, kau ambil sana Goomius itu, kurasa kau lebih pantas bersamanya daripada aku.” Kibum melipat tangannya menyilang di atas dadanya.

“Jinjjayo ?” Aku terlihat girang di mata Kibum, sehingga ia hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar keinginanku ini.

*****

“Goomi-ya!~” Aku membuka pintu kamarku yang di gunakan Goomi. Seperti biasa aku tak lupa akan jadwal makannya, aku tak ingin kalau dia sakit, padahal ia sendiri juga sudah menegaskanku bahwa tak usah repot-repot untuk mengurus dirinya, karena ia bukanlah makhluk yang sama dengan manusia, ia berbeda dengan manusia, ia lebih tahan untuk tak makan selama tiga hari. Tapi tetap saja perasaanku jadi tak srek jika ia belum makan yang teratur.

Waktu kubuka pintu, masih terbuka sedikit pintunya, hingga menghasilkan celah. Saat celah pintu itu terbuka, tiba-tiba ada cahaya putih yang sangat bersinar dari dalam kamar Goomi itu memancar keluar hingga membuat pengelihatanku silau. Tapi ku coba dan ku usahakan agar kali ini aku dapat melihat permasalahan baru ini.

“Ayah~ maafkan aku, kali ini aku masih tak bisa membawa pencuri tongkat ayah. Karena aku masih belum bisa menemukan tempat persembunyiannya.” Terdengar suara Goomi yang lirih itu sedang berbicara pada sesosok yang besar dan bersinar berada dihadapannya itu.

“Lalu, kapan kau akan kembali lagi ? Sebenarnya ayah sudah mengetahui siapa pencurinya, hanya saja ayah sama denganmu, belum bisa menangkapnya. Dan ayah tak bisa seenaknya membelamu hanya gara-gara kau anak semata wayang ayah, dan posisimu sekarang sungguh telah terpojok.” Sinar putih itu mengeluarkan suara besar dan perkasanya itu.

“Tolonglah ayah, berikan aku tambahan waktu seminggu lagi, aku janji akan kembali dengan membawa tongkat ayah itu.”

“Iya. Kau tak usah tergesah-gesah untuk mencari tongkat itu. Lagi pula waktu yang tersisa masih lama, sekitar dua bulan lagi, karena kau tau kan kalau para Dewa memberikan waktu untukmu selama tiga bulan, jadi kau tak perlu tergesah-gesah.” Kini sinar putih besar itu telah berkurang dan sinar itu berubah menjadi sesosok namja paru baya yang mirip dengan Goomi. Sepertinya namja itu adalah Dewa Zeus, ayahanda Goomius. Kulihat kini Zeus mendekat ke Goomi dan menghela pelan puncak kepalanya, dan kulihat juga Goomi kini menangis dipelukan ayahnya itu.

“Lalu, kenapa ayah kemari dan menanyakan kapan aku kembali ke sana ?” Goomi menengadahkan kepalanya dan menatap sendu ayahnya itu.

“Ayah hanya khawatir saja dengan dirimu, dan ayah juga sangat rindu denganmu. Ayah tak menyuruhmu untuk cepat kembali setelah menemukan tongkat ayah itu. Kau boleh tinggal di bumi atau menikmati indahnya bumi ini setelah keberhasilanmu.” Sekali lagi ayah Goomi menghela lembut puncak kepala Goomi.

“Iya ayah. Terima kasih.” Goomi juga menyunggingkan senyum termanisnya yang juga membuat jantungku berdetak kencang.

“Goomi~, apakah kau di bumi ini telah jatuh hati dengan seseorang ?” Kali ini ayah Goomi menatap kedua bola mata Goomi dalam-dalam.

“Iya ayah. Aku di bumi ini telah jatuh cinta dengan seseorang. Orang itu sangat baik denganku. Dia penolongku di waktu aku terjatuh dengan tragis itu.”

DEG!

Jantungku kini berdetak lebih kencang dari sebelumnya ketika mendengar pernyataan yang di lontarkan dari mulut Goomi langasung itu. Apakah benar dia mencintaiku juga ?

“Apakah pria itu juga mencintaimu ?”

“Tak tak tau aku ayah. Aku berharap dia juga mencintaiku juga. Tapi lebih baik dia tak mencintaiku.” Yeoja yang kucintai kini meneteskan air matanya. Melihat adegan itu dadaku menjadi sesak dan sulit untuk bernafas. Seketika ini juga aku meneteskan air mata secara tiba-tiba.

Kenapa  Goomi-ya~ ? Kenapa kau tak ingin jika aku mencintaimu ? Kau mencintaiku juga kan ? Tapi kenapa kau berharap sebaliknya. Pokoknya semua apapun pantangan yang akan kuhadapi selanjutnya jika aku mencintaimu, aku akan lawan pantangan itu semampuku.

“Kenapa harus begitu Goomi ?”

“Karena aku tak ingin hatinya tersakiti jika aku kembali lagi ke duniaku. Aku tak ingin melihatnya menangis ketika kepergianku. Karena kau tau kalau di duniaku, ya duniaku. Tak mungkinlah ayah, aku mengajaknya di duniaku.”

“Goomi~ kali ini ayah akan izinkan kau membawanya ke dunia kita.”

“Tak mungkinlah ayah. Dia pasti tak akan mau. Aku juga tak ingin masa depan cerahnya hilang hanya gara-gara harus bersamaku.”

Goomi~ kata siapa aku tak akan mau ? aku mau sekali jika bersamamu dan harus ikut di duniamu, aku rela. Yang penting aku tetap ingin bersamamu selamanya. Masa depan cerahku tak mungkin hilang, karena masa depanku akan ku jalani bersamamu. Kenapa Goomi-ya~ ? ayahmu saja mengizinkanku tinggal di duniamu, kenapa kau tak mengizinkanku ?

“Ya sudahlah Goomi. Itu semua terserah dengan dirimu. Pokoknya ayah mengizinkan dirimu bersamanya.”

“Bukan begitunya ayah. Aku takut jika keberadaanku di sisinya, aku takut nyawanya akan terancam oleh keturunan dari Hades, ayah.”

“Ya sudah. Sepertinya kau kehabisan energi. Sekarang lebih baik ayah akan memulihkan kondisimu.” Ayah Goomi membalikkan tubuh Goomi sehingga membelakanginya. Sepertinya ayah Goomi akan mentransfer energi di tubuh Goomi.

*****

Sebulan kemudian…

Sekarang cuaca berubah menjadi gelap gulita tiba-tiba. Langit menghitam seperti arang yang tak terpakai lagi. Sejujurnya aku tak ingin melihat yeoja yang kucintai ini harus berhadapan dengan seorang namja yang licik itu. Dan sebenarnya aku ingin sekali membantunya. Tapi Goomi menyarankanku agar tak usah ikut pada masalah ini. Dia takut kalau justru aku yang terluka. Tapi justru aku yang lebih takut kalau dia yang terluka. Tapi dia tetap bersih keras untuk membuat Kevin menyerah dan ikut di dunianya dan harus menerima hukumannya. Kini aku akan mempercayakannya kalau dirinya bisa menang menghadapi Kevin itu.

“Hey kau Kevin! Apa hadiah yang diberikan Hades untukmu jika kau dapat menyembunyikan tongkat itu dariku ?”

“Aissh. Kau tak usah banyak bicara. Aku pengikutnya. Dan aku disuruh harus memusnahkanmu detik ini juga.” Kevin kini telah mengepalkan tangannya yang membawa tongkat petir itu.

Dzrrrt…

Sumpah! Kali ini aku melihat yeoja yang kucintai ini sungguh tangguh. Buktinya sebelum Kevin menghajarnya, dia lebih dulu membuat Kevin terjatuh hanya tengan jari telunjuknya menunjuk Kevin dan jari telunjuknya itu mengeluarkan petir yang sangat menyakitkan pasti jika terkena tubuhnya.

“Hey Kevin! Aku tau kau membawa tongkat petir itu, tapi apa kau belum di beri tau oleh Hades kalau yang bisa menggunakannya hanya turunan dari Zeus. Dasar bodoh kau! Mau-maunya kau dibodohi Hades. Kau tau tidak, Hades juga tak akan membiarkan orang lain menggunakan tongkat itu selain dirinya.” Kevin bangkit dari terjatuhnya dan mengusap kasar darah segar yang mengalir dari mulutnya itu.

“Aissh.” Kevin melihat sejenak tongkat yang ia pegang itu lalu di buangnya sekenanya di bawah, sehingga tongkat itu menggelinding ke arahku. Mengetahui kesempatan ini, aku tak akan membuang kesempatan emas ini. Kuambil tongkat yang menghampiriku. Kini tongkat sakti ini telah berada di genggamanku.

Dzrrrt…

Padahal aku hanya iseng menggerakan dan menunjuk tongkat ini ke arah tubuh Kevin yang mengayang dan membelakangiku. Ku kira hanya turunan Zeus saja yang  bisa menggunakan tongkat ini. Ternyata, sungguh tak ku sangka, perbuatanku ini justru membuat Kevin jatuh terkapar, dan mungkin Kevin kini telah kehilangan nyawanya. Goomi yang melihat perbuatanku barusan ini, jurus yang ia keluarkan waktu membuat Kevin terbang itu hilang begitu saja dan ia menatapku dalam-dalam. Sepertinya ia kaget dengan perbuatanku barusan.

“Minho-ya~ k.k.au ?” Goomi menghampiriku dengan senyuman bahagianya. Tak tau kenapa tiba-tiba ia tersenyum bahagia setelah melihat perbuatanku itu. Dia tersenyum padaku, dan aku juga ingin tersenyum dengannya. Aku menyunggingkan senyum bahagia termanisku ini ketika ia menghampiriku dan mendekat ke diriku. Aku jadi bingung sendiri ketika ia semakin dekat ke arahku. Kini jarak wajah diantara kita hanya tersisa 3 cm saja. Dia hanya tersenyum. Aku bingung apa yang harus kulakukan saat ini. Apakah aku harus menciumnya ?

CUP

Aku mencium bibirnya sejenak dan hanya sekedar mengecup. Sebelumnya aku ragu untuk menciumnya, karena aku takut jika ia marah setelah aku menciumnya.

“Gomawoyo Minho-ya~, mungkin ini kenangan terakhir yang kita jalani bersama, karena sebulan kedepan aku sudah tak berada di dunia ini lagi.”

Mendengar perkataanya itu aku jadi menangis dibuatnya, dan aku langsung memeluknya dengan erat, dan rasanya tak ingin untuk melepaskannya sedikit pun dari pelukannya ini.

*****

Keesokan Harinya…

Hari ini aku tak ada mata kuliah, jadi hari ini kuliahku diliburkan. Dan kali ini lagi-lagi aku melihat sesosok sinar putih besar itu lagi yang menyeruak keluar dari celah pintu kamarku yang kubuka kini. Karena aku ingin menghampiri Goomi, tapi lagi-lagi aku melihat sinar putih ini lagi, lebih baik aku diam disini saja dan menyaksikannya, karena ayah Goomi kini menghampiri Goomi lagi. Dan lagi-lagi sinar putih besar itu kini mulai meredup dan menghilang.

“Goomi~ kau telah berhasil mendapatkan tongkat ayah lagi, dan posisimu sekarang sudah membaik dimata para Dewa lainnya. Dan kini Hades lah yang posisinya terpojok dan kau tau nak ?”

“Kenapa ayah ?”

“Sekarang Hades dan pria yang kau musnahkan kemarin di hukum berat di sana.”

“Loh, kok bisa ayah ?”

“Bisa-bisa saja, pria itu di hidupkan lagi dan harus menerima hukuman berat dari Para Dewa lainnya bersama Hades.”

“Sungguh ayah ? Terima kasih ayah~ kau sudah mempercayakanku kalau aku bisa memenangkan semua ini.” Goomi menangis dipelukan ayahnya. “Tapi ayah, aku memenangkan semua ini tak sendirian, sebenarnya yang membuatnya musnah adalah dia ayah.” Awalnya Goomi melepaskan pelukannya dari ayahnya itu. Tapi tiba-tiba saja Goomi menunjukku dan kurasa memang dari tadi keberadaanku telah disadari Goomi. Aku berusaha menghindar dari tunjukkannya.

“Tunggu Minho-ya~” Langkahku terhenti ketika ia mencegahku dan dia menghampiriku.

“Tolong jangan pergi Minho-ya~, kemarilah~ ada yang ingin kuceritakan tentangmu kepada ayahku, tolong jangan menghindar jika kau memang benar mencintaiku.” Goomi memegang pundakku yang membelakanginya.

“Ne. Goomi-ya~ aku memang mencintaimu.” Aku berbalik badan dan langsung membutut di belakangnya.

“Goomi, siapa pria itu ?” Ayah Goomi menatapku ketika aku dan Goomi sampai di dalam kamarku.

“Dialah ayah, pria yang kucintai ini. Dan dia juga ayah yang telah memusnahkan suruhan Hades itu.” Goomi menggandengku dan menarikku mendekat ke arah ayahnya.

“Kok bisa dia yang memusnahkan suruhan Hades ?”

“Aku juga heran ayah, Minho memusnahkan pria itu menggunakan tongkat ayah. Seharusnya yang bisa menggunakan tongkat itu kan hanya turunan dari ayahkan ?”

“Memang, tapi ada yang belum ayah ceritakan denganmu.” Ayah Goomi menatapku dan Goomi secara bergantian.

“Apa lagi ayah ?!!” Kini justru Goomi yang sepertinya frustasi dengan  pertanyaan tentang permasalahan ini.

“Hanya orang tertentu saja yang bisa menggunakan tongkat itu dan tak selalu keturunan ayah yang hanya bisa menggunakan itu, tapi orang awam juga bisa tapi hanya tertentu.” Pernyataan ayah Goomi ini mnembuat aku dan Goomi membelalakkan kedua mata kami secara bersamaan.

“Kok bisa begitu ayah ?” Raut wajah Goomi kali ini terlihat seperti anak kecil, lucu sekali.

“Iya. Berarti kau telah ditakdirkan oleh Tuhan bisa menjadi bagian dari para Dewa.” Ayah Goomi tiba-tiba saja menunjukku yang membuatku menggerutkan keningku.

“Maksudnya ?” Aku lebih bingung dengan pernyataan ayah Goomi.

“Kau ditakdirkan akan memiliki keturunan Dewi.”

“Maksudnya ?” Kali ini aku sangat bingung.

“Kau bodoh atau apa ? Maksudnya kau akan menikah dengan anakku dan akan memiliki keturunan dari anakku. Berarti kelak kau akan memiliki anak dari keturunan Para Dewa.” Kali ini justru aku membelalakkan mataku.

“Sungguh ?” Dan aku mengucapkan perkartaanku ini dengan nada girang.

“Iya. Sungguh. Apa kau bersedia menikahi anakku ini ?”

“Iya. Tentu saja.” Aku tersenyum penuh arti dengan kebahagiaan yang sangat mendalam didiriku ini.

“Kalau begitu, lebih baik pernikahan kalian di percepat.”

“Ayah ? Memangnya apa boleh orang awam menikah dengan makhluk seperti kita ?”

“Iya. Sebenarnya ayah belum menceritakan ini kepadamu.”

“Apa lagi ayah ?”

“Setiap keturunan Dewa yang akan menikah pasti akan menikah dengan orang awam tertentu, jika tidak maka nanti Dewa itu tak akan memiliki keturunan, karena sesama Dewa tak boleh saling menikah, karena mereka adalah saudara kandung.”

“Berarti ibu dulu juga orang awam ?”

“Iya. Ibumu, Dewi Hera dulu juga orang awam. Lalu ibumu itu harus memilih tinggal di dunia kita atau di dunianya sendiri. Jika memilih tinggal bersama dunia kita ia berarti harus berubah wujud menjadi makhluk yang berbeda dengan orang awam.”

“Lalu, bagaimana dengan dia ayah ?” Goomi menggaet tanganku dan merangkulnya.

“Maka dari itu. Minho, kau memilih tinggal di dunia kami atau tetap berada di dunia ini ?”

“Aku akan memilih tinggal bersama dunia anda.” Jawabku tanpa berpikir lagi sebelumnya.

“Hey Minho-ya!” Aku kaget, Goomi membentakku dan melepaskan gaetannya dari tanganku tiba-tiba.

“Waeyo Goomi-ya ?” Aku menatapnya lirih.

“Kau jangan hanya memikirkan perasaanmu saja. Kau jangan egois. Apa kau ingin meninggalkan teman baikmu itu begitu saja ?”

Teman. Ne, teman. Aku jadi teringat dengan kedua chingu baikku itu. Jika aku harus meninggalkan mereka aku akan merasa sangat bersalah. Tapi aku juga tak ingin membohongi diriku sendiri dengan perasaan ini.

“Aaah!!” Aku mengacak rambutku kasar sendiri, karena justru aku kini yang frustasi dengan keadaanku saat ini.

“Minho-ya~, lebih baik kau dengarkan saranku kali ini.” Goomi kini memegang kedua pipiku dan menatapku dalam-dalam.

“Mwo ?” Aku mulai meneteskan air mata yang tak bisa ku bendung lagi di pelupuk mataku ini.

“Nanti, setelah kita menikah, kita akan memiliki keturunan. Dan aku akan kembali ke duniaku lagi. Dan ketika kepergianku itu, tolong kelak jagalah anak kita baik-baik. Lalu waktu umurnya telah menginjak 17 tahun, tolong ceritakan semua tentang sejarah kita. Dan di umurnya yang ke-17 tahun itu, kau harus membawanya ke duniaku. Dan jika kau mau ikut, ikutlah. Tapi jika kau tidak mau ikut, serahkan hanya anak kita saja ke duniaku, arra ?!”

“Ne. Kalau memang begitu jadinya, aku pasti juga akan ikut bersama anak kita kelak di duniamu.” Aku memeluk Goomi dengan sepenuh hati.

“Tapi ketika setelah anak kita kau bawa ke duniaku, sebenarnya itu hanya berlangsung sebentar, hanya selama tiga tahun.”

“Mwo ? Jadi keluarga kita kelak hanya memiliki waktu bersama selama tiga tahun ? Memang kenapa ?”

“Karena anak kita kelak ke duniaku hanya untuk menurunkan energi yang ku miliki selama tiga tahun. Dan setelah itu terserah anak kita, mau tinggal bersama kita atau tinggal di bumi, karena kelak dia juga harus mencari pendamping hidupnya di bumi, sama sepertiku.”

“Lalu, bagaimana denganku ?”

“Kau harus tinggal bersamaku, karena kelak kau juga akan menjadi keluarga Para Dewa, arra ?!”

“Ne.” Aku tersenyum penuh arti dan langsung memeluk yeoja yang sangat kucintai itu.

*****

My Story In 2012…

Setahun sudah umur pernikahan ku dengan Goomi, dan aku juga telah menjadi sarjana. Aku kini bekerja di perusahaan ayahku yang telah diwariskan kepadaku sejak aku kecil, karena memang ayahku telah meninggal ketika aku masih kecil dan untuk sementara perusahaan ayahku itu di pegang alih oleh pamanku. Dan ketika aku sudah lulus kuliah, baru perusahaan itu pindah alih ke tanganku. Dan aku sekarang juga sudah memiliki keturunan seorang bayi namja dengan istriku yang bernama Goomi itu, eith salah, maksudnya Madeline. Bayi kami, kami beri nama Johaneslineus Choi, jika nama Korea. Dan Johanes Zeus Holine jika  nama untuk di dunia kami kelak.

Kini aku sedang bersama istriku yang sedang menggendong anak kami yang tampan ini, sungguh wajahnya mirip denganku, Madeline, dan juga Zeus ahjusshi. Tapi lebih banyak mirip denganku.

Sinar Putih besar itu, kini tiba-tiba saja bersinar ke arah kami. Berarti itu pertanda kedatangan Zeus ahjusshi kemari, ada apa ya dia kemari ?

“Madeline, sekarang sudah saatnya kau kembali ke dunia asalmu.”

“Now dad ?” Sebelumnya Madeline memindah alihkan gendongan bayi kami ke tanganku.

“Ya, right now.”

“Ya sudah kalau begitu. Minho-ya~ tolong jaga baik-baik ya anak kita sampai waktu itu datang, aku akan menunggumu Minho.”  Sebelum ia meninggalkanku, di akhir kalimatnya itu ia sempatkan memelukku dan mencium bibirku lembut.

“Annyeonghi Chagiya~, ingatlah pesanku.” Madeline masih menyempat-nyempatkan mengucapkan selamat tinggal kepadaku di sela-sela ia terbang bersama Zeus ahjusshi dengan menyunggingkan senyuman termanisnya itu.

“Annyeonghi Chagiya~, ne, aku akan selalu ingat dengan pesanmu dan akan menjalankan amanahmu.” Aku melambaikan tangan ke atas kepada Madeline dan Zeus Ahjusshi yang lama-kelamaan sudah menghilang dari pandanganku dengan menyunggingkan senyum termanisku juga kepada mereka.

Aku memandang bayi kami yang ku gendong kini. Johan~ kelak kau adalah yang menjadi penghubung antara appamu ini dengan eommamu kelak.

Kalau begini, appa jadi tak sabar menunggu waktu itu datang chagi~. Aku mengecup kening bayi yang ku gendong kini dengan lembut. Dan kini aku telah berada di luar rumah dan memandang langit malam yang indah, di atas sana terdapat satu bintang yang bersinar sangat cerah, aku yakin kalau itu adalah Madeline dengan Zeus ahjusshi yang telah sampai dan kembali di dunia mereka.

“Chagiya~, lihatlah~ itulah eommamu.” Aku mengarahkan pandangan bayi kami ke arah bintang yang bersinar itu dengan menunjuk bintang itu dengan jari telunjukku. Dan yang kulihat reaksi bayi kami, ia tersenyum melihat bintang yang bersinar itu.

Madeline-ah~ aku tak sabar menunggu waktu 17 tahun yang akan datang kelak. Tunggu aku disana ya, aku pasti akan menepati janji kita.

~~THE END~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Love These Two Different Worlds”

  1. Daebak,ceritanya aq suka,bikin lanjutan nya dong thor,,aq penasaran alx ama hubungan mereka selanjutnya,menurut qu ceritanya damai n tenang gitu,,FIGHTING,

  2. waa.. tentang Sejarah Yunani aku suka banget

    tapi sayangnya aku kurang ngerti bagian minho membunuh kevin itu dia lagi dimana? dan juga Zeus blak2an banget hahaha… DOOR *kesambar petir zeus*

    BTW FFnya Daebak! lanjut dong ceritanya penasaran niih…

    @flrgrl35 kamu pernah baca novel itu aku suka banget loo

  3. Anneong!! aku reader baru. Nana imida.
    aku suka ffnya, awalnya sih menurutku ceritanya mirip cerita di MVnya SM The Ballad, tapi ternyata beda banget. aku suka ff fantasi apalagi yang kayak gini.
    kapan – kapan bikin lagi yang kayak gini ya 🙂

  4. Keren .. keren … Makin jago lagi buat ffnya ya… Nanti sering” bikin ff buat taemin jangan minho aja … KERENZ ABISZZ TUH !!(Agak alay) makin sukses ya

  5. kereeeeeeeeeeen……..
    ceritanya Seru banget. aku suka banget cerita fantasy apalagi kalo castnya minho.

    kutunggu cerita yang lainya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s