The Sweetest Married – Part 2

The Sweetest Married – Part 2

Title : The Sweetest Married

Author : Choi Ra ra ( hahaha )

Main Cast  : Lee Jinki & Lee Hye Jin

Support Cast : Jonghyun, Minho, Key , Taemin, and so many other characters latter

Length : Sequel

Genre : Romance, , Family,and Parental guidence

Rating : PG-15

A/N : anyyeong reader, ini aku ngepost ff aku yang baru, kisah ini merupakan  bagian dari perasaan aku sendiri, ngebuat ni ff , bikin emosi, soalnya ada beberapa hal yang merupakan hal pribadi aku, jadi,, mohon di maklumi ya kekurangannya, kalo ff ni gaje dan gak mutu,. Aku sengaja masangin onew ma moon geun young yang jadi peran utamanya, abis sma2 imut sih :D…anggap aja moon itu kamu aja kalo perlu. okee.. met baca reader, gomawoyo*

Summary : perjalanan hidup manusia, sudah ada tuhan yang mengaturnya, manusia hanay bisa menerima takdir yang telah diberikan tuhan, tapi manusia juga bisa mengubah takdir itu jika mau berusaha, akankah kebahagian menghampiri lee hye jin ? akankah lee jinki bisa membahagiakannya ? mollaa.. kalo begitu,,, cekidottt..

HYE JIN POV

Aku terbangun ketika cahaya matahari menyeruak masuk ke dalam kamar ku, sinarnya terlalu menyilaukan mataku, memaksaku untuk terbangun pagi ini, aku pun mulai mengerjap kan mataku perlahan, mengerang pelan.

“ empphhh…sudah jam berapa hari ini ?”

aku beringsut bangun dari tempat tidur berukuran sedang milikku. Melirik jam dinding di depan ku, ternyata baru jam 7 pagi. Setelah berhasil mengumpulkan seluruh nyawaku kembali, aku berjalan menuju pintu kamar ku dan membuka nya. Aku berjalan menuruni anak tangga. Aku  merasakan sakit dan ngilu di kaki ku. Aku menoleh ke bawah. Aku baru ingat kalau kemarin aku menabrak mobil. Dengan pelan aku turun dari kamarku. Aku melihat hyo joo sedang sarapan di bawah.  Hari ini aku berencana mengantarkannya kesekolah. ya hyo joo memang sekolah, eomma menyekolahkannya di sekolah khusus, karna menurut eomma hye joo berhak mendapatkan pendidikan, sama dengan anak lainnya.  Aku juga melihat eomma di meja makan, Aku kembali teringat dengan kejadian semalam. Aku telah membuat eomma menangis .

“haduhhh,, otohke ? bagaimana ini ?” aku bingung.

“ hye jin ah, turun lah apa yang kau lakukan disitu ?”  Suara eomma membuyarkan lamunanku.

“Eh ? ”aku merasa canggung karena kejadian semalam.

“ hye jin ah, kajja ayo sarapan pagi !” Suara eomma terdengar lembut ditelingaku.

“ah ne eomma, aku turun” aku pun berjalan mendekati meja makan dengan perlahan dan duduk di sebelah hye joo yang sudah menyelesaikan makan paginya.

“ eomma “  aku menggumam pelan menyebut namanya. Aku masih merasa bersalah pada eomma.

“ hye jin ah kau harus makan banyak. Lihatlah tubuh mu itu. Kau itu terlalu kurus, kalau badan mu seperti ini, mana ada laki laki yang tertarik dengan mu. ! “ ujarnya tanpa menatap mataku yang sembab karena menangis semalam.

eomma menaruh nasi goreng buatanya ke atas piring ku. Dengan ayam goreng dan sayuran diatasnya seakan menghiraukan gumaman ku barusan. Aku hanya tersenyum tipis melihatnya.

“ eomma” Aku kembali menggumam namanya.

“ eomma, kau masih marah padaku ?” aku memberanikan diri menanyakan hal ini, aku tak sanggup kalau eomma benar benar marah padaku.

“ ya hye jin ah makanlah. Nasi mu keburu dingin nantinya “

“eomma mianhe “  aku benar benar tidak tahan jika eomma benar benar marah padaku.

“ hye jin ah, apa yang barusan kau ucapkan tadi huh? kenapa kau meminta maaf ?” eomma menatapku. Aku hanya menunduk tak berani menatapnya balik.

“ mianhe eomma, jeongmal mianhe. Aku telah membuat mu menangis ”ucapku pelan

“ ya hye jin ah, kau itu tidak salah. Itu hak mu. Eomma lah yang seharusnya tidak memaksa mu seperti itu. Mungkin aku adalah eomma yang egois untukmu, tapi yang aku lakukan itu karna aku menyayangi mu dan hye joo. Aku tak mau kelak saat aku mati, tidak ada yang menjaga anak anak ku. Aku tak mau kau seperti aku nantinya ! ” eomma membuka suaranya yang terdengar sangat menyakitkan untukku.

aku benar benar merasa bersalah mendengar ucapan eomma, apa yang barusan eomma katakan tadi. Kenapa kata katanya begitu menyakitkan hatiku. Aku pun menangis dan mendekap tubuh eomma ku sekarang.

“ eomma, kenapa kau bilang seperti itu! ” isakku.

“ ya hye jin ah, kau  ini sudah dewasa. Kenapa kau menangis seperti ini huh ? ini bukan kau !” ucapnya lagi.

Eomma mengelus rambutku pelan. Tubuhnya terasa hangat. Benar benar damai di dalam dekapannya.

“ eomma mianhe. Aku akan menuruti keinginan eomma. Asalkan eomma tidak meninggalkan ku dengan hye joo !” aku kembali menangis. Kini tangisan ku sangat kuat.

“ yah ye jin ah, apa kau tak malu dilihat hye joo hah ? sudah mandi sana, kita harus bersiap siap kerumah teman lama eomma nanti siang.”Eomma melepas pelukannya dan menatap ku.”

“ ne eomma aku akan mandi. ” aku mengerucutkan bibirku dan kembali ke kamar ku. ternyata eomma masih berniat melanjutkan perjodohan itu. Ahh,, eommaa jebal, aku tidak mau.

***

Aku dan eomma pergi mengantar hye joo ke sekolah nya. Setelah itu kami berangkat ke rumah teman lama eomma itu dengan mengenakan mini dress berwarna pink blossom dengan corak bunga sakura dan rambut yang dibiarkan tergerai panjang sepinggang. Kami berhenti di depan rumah teman lama eomma itu. Eomma menyuruh pak seo menunggu di luar. Sementara  aku dan ibu beranjak dari mobil kami dan masuk ke dalam.

“ eomma, ini rumah teman lama eomma ?” aku bertanya pada eomma sambil melihat lihat isi halaman depan rumah ini.

Rumah teman lama eomma begitu besar dan luas. Perabotannya juga pasti sangat mahal. Apa teman eomma seorang konglomerat ? ah molla aku tidak peduli.

“ lee so hye “ ! terdengar suara seorang wanita seumuran eomma memanggil nama eomma ku dari dalam dan menampakkan wajahnya di balik pintu.

“  anyeong lee so ra~ah ” Ibu ku membungkukan badannya.

“ kalian kapan sampai nya ? kenapa tidak memencet bel ? ahh kalian pasti sudah lama menunggu, ayo masuk !” teman lama eomma yang bernama Ny lee so hye menyuruh kami masuk ke dalam rumahnya dan mempersilahkan kami duduk.

“ min hye ~ah, ini kah anak mu ?” ny lee itu menatapku dan memandang ku penasaran.

“ ne. Dia lee hye jin. Hye jin ah  perkenalkan dirimu !”

“ ne eomma. annyeong haseyo naneun lee hye jin imnida bangeuopseomida !” aku pun membungkukan badan ku. memberi hormat terhadap ny lee yang diprediksikan sebentar lagi akan menjadi ibu mertua ku.

“ aigoo min hye ah. Anak mu sangat cantik, tubuhnya juga tinggi dan sopan pula “. Pujinya padaku

“ gomawo “ balasku. Aku senaang sekali ny lee memuji ku. Jarang jarang aku dipuji seperti ini.

“ hye jin ah, aku dan ibu mu ingin berbicara sebentar. Bisakah kau meninggalkan kami berdua?” aku mendelik kearah eomma. Eomma pun menatap ku seperti mengisyaratkan  “ p-e-r-g-i-l-a-h-s-e-b-e-n-t-a-r lee hye jin ah “

Aku pun mengangguk dan beringsut meninggalkan mereka berdua. Aku berjalan kearah belakang rumah ny lee yang memiliki kolam renang yang cukup luas. Aku duduk di tepi kolam renang itu dan memasukkan kedua kaki ku kedalamnya sambil memainkan kedua kaki ku. Suasana dirumah ini begitu sepi padahal rumahnya sangat lah besar sekali.

“ apa tidak bosan tinggal di rumah sebesar ini ?” batinku.

Tiba tiba aku kembali mengingat kejadian pahit beberapa waktu lalu. Kejadian dimana laki laki jahat itu bermesraan dengan wanita yang sangat aku benci. Benar benar muak mengingat hal itu. Entah kenapa aku sulit untuk melupakan kejadian menjijikan yang selalu membayangi hari hariku. Benar benar salah aku pernah menyukai laki laki breng*ek itu. Aku benar benar menyesalinya.

“ ehem “   tiba tiba suara berdehem seseorang mengagetkanku.

Aku menaikan kaki ku kembali dan beringsut naik. Aku menoleh ke belakang. Aku terkejut sekali mendapati seorang namja yang pernah aku temui kemarin berada di hadapanku sekarang.

“ KAU ?! kenapa kau ada disini ?” teriak ku dengan namja itu yang ternyata adalah LEE JINKI a.k.a ONEW SHINee.

Aku kaget bukan main. Aku melangkah mundur kebelakang selangkah. Tapi tiba tiba, aku merasa seperti melayang. Ya aku melayang, karena kini aku tercebur kedalam kolam renang. Karna terpeleset dan tak sengaja menarik tangannya. Kini aku dan dia tercebur bersama kedalam kolam berenang.

JINKI POV

Siang in ini cuaca begitu panas. AC dikamar ku saja tak cukup menahan panas nya hari ini. Aku melihat halaman belakang rumah ku dari jendela kamar.

“ahh mungkin lebih baik aku keluar saja,halaman belakang sepertinya enak untuk bersantai “  ucapku.

Aku turun dari kamarku dan berjalan menuju halaman belakang. Terlihat oleh ku eomma sedang asik berbincang dengan seorang wanita yang sebaya dengannya, mungkin itu temannya. Aku berjalan meleweati mereka berdua dan terus berjalan ke halaman belakang.

“ huuwaah,, sudah lama sekali rasanya aku tidak kesini “ uajrku sumringah.

Aku menghirup udara yang ada di halamn belakang rumah ku. waktu itu. Memang sudah lama sekali aku tidak ke sini. Sejak aku tinggal di dorm, aku jarang sekali pulang ke rumah, kalaupun pulang itupun hanya sebentar. Aku melihat sekitar ku, terlihat oleh ku seorang yeoja sedang duduk di tepi kolam renang yang membelakangi tubuh ku. Aku berjalan mendekatinya. Aku  penasaran gadis ini siapa. Sesaat aku mendekatinya, aku berdehem kecil membuat dia sadar ada aku dibelakangnya. Gadis itu berdiri dan membalikkan badan nya yang tinggi itu. Betapa terkejut nya aku melihat sosok gadis itu. Dia.. dia adalah gadis yang aku tabrak kemarin siang. Sedang apa dia disini.

“ KAU?!  Sedang apa kau disini ?!” suara gadis itu membuyarkan pikiranku.

Saat aku ingin menjawabnya tiba tiba seseorang menarik tangan ku. Ya gadis itu menarik tanganku hingga aku dan dia jatuh bersama kedalam kolam renang.

“ohouk ohouk .. “ gadis itu terbatuk setelah aku menariknya keluar dari kolam renang itu.

Sepertinya yeoja ini tak bisa berenang. Ku lihat wajahnya yang pucat pasi setelah kejadian tadi. Rambut dan bajunya basah karna tercebur. Dia membuka matanya perlahan. Masih dalam keadaan yang sama, tiba tiba dia memeluk tubuh ku. Sepertinya dia masih shock dengan kejadian tadi. Ku goncangkan tubuhnya, tapi yeoja itu tak bergerak sedikit pun.

“ hey, hey.. bangun “ aku terus mengoncangkan tubuhnya tapi dia tak kunjung bergerak

“Apa mungkin  dia mati ? hah,, bagaimana ini ? aisshh,,, molla, mungkin dia hanya pingsan .“ Aku membopong tubuhnya masuk ke dalam dan memanggil eomma agar dia mau menolongku. Sekaligus memberikan ku penjelasan mengapa yeoja ini bisa ada di sini.

***

Hye Jin POV

Aku membuka mataku perlahan. Nafasku terasa sesak, badan ku sakit semua. Ku coba Mengerjapkan mataku berkali kali. Ku tatap langit langit ruangan ini, sambil memegangi kening aku beringsut duduk di atas tempat tidur yang tidak ku ketahui pemiliknya.

“Omo?! Kamar siapa ini ? kenapa aku bisa ada disini ?” aku tersentak kaget melihat seisi ruangan ini.

“ Ini bukan kamarku, lalu ini kamar siapa ? “ujarku lagi dengan keadaan yang masih kaget dan bingung.

kleekk..

Seseorang menggerakkan engsel pintu kamar ini. Aku menoleh, terlihat kepala ny.lee menyembul dari balik pintu. Dia tersenyum padaku.

“ hye jin ah, kau sudah bangun ?” nyonya lee masuk dan menghampiriku. Duduk di tepi tempat tidur berukuran king size ini.

“ ehmm,, nyonya, sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa aku ada disini ?” aku membuka mulut ku perlahan sambil menatap jam dinding yang ada di depan ku.

“ omo?! Ini sudah jam 8 malam? Bagaimana mungkin aku tertidur selama 4 jam disini.” gumamku

“ kau tadi pingsan hye jin ah. Kenapa kau dan jinki bisa tercebur bersama tadi ?” kini nyonya lee balik bertanya padaku.

“Jinki ?”  aku mencoba mengingat ngingat nama itu

“ Uppz  aku bari ingat. Tadi aku tercebur kedalam kolam berenang dan tak sengaja menarik lengan namja itu. Eit tunggu dulu, kenapa namja itu ada disini ? apa ini rumahnya ? rumahnya ? aku tertohok dengan pemikiran ku sendriri. Jangan katakan bahwa namja yang ingin di jodohkan  dengan ku itu adalah, lee jin ki !” batinku terus bertanya tanya.

“ hye jin ah, kau tidak menjawab pertanyaan ku !” suara nyonya lee membuyarkan lamunanku.

“ ahh,, itu, aku terpeleset dan tak sengaja menarik tangannya nyonya, mianhe !” aku berseru.

“ ehmm,, yasudah ayo turun, kita makaan. Kau pasti lapar.” Ajaknya kemudian

Nyonya lee menarik ku dari atas tempat tidur dan mengajak ku makan malam bersama dengan keluarganya. Aku berjalan menuruni anak tangga dengan kemeja putih panjang yang menutupi celana hot pants ku.

“ nyonya, ehm baju ku ada dimana? dannn ini baju siapa? apa kau yang menggantikan baju ku? ” aku bertanya sesaat kami turun dari tangga.

“ owh, tadi aku menyuruh pelayan menggantikan pakaian mu yang basah tadi. Aku bingung harus mengenakan baju apa untuk mu. Jadi, aku pilih saja bajunya jinki.” Ucapnya padaku.

Aku terkejut mendengar perkataan nyonya lee. Dia hanya tersenyum tipis melihat semburat merah yang muncul di pipi ku. Aku hanya menunduk tak berani menatapnya. Kini kami sudah sampai di meja makan keluarga nyonya lee. Aku tak melihat eomma ku, mungkin eomma sudah pulang. Teganya dia meninggalkan ku disini sendiri. Tiba tiba mata ku terbelalak ketika melihat jinki alias onew SHINee duduk manis di meja makan itu

“ hye jin ah, makanlah perut mu pasti kosong seharin tadi pingsan.”

“ ah,, ne nyonya.”  jawab ku terbata bata.

aku memandang wajah namja yang kemarin menabrak ku lekat lekat. Dia balas menatap ku, aku hanya menunduk.

“ hye jin ah, mulai sekarang kau harus memanggil ku dengan sebutan eomma. Tidak enak mendengar embel embel nyonya. Otte ?” tanya nyonya lee padaku.

“ ah,, ne nyonya, eh ? ne eomma ! jawab ku gugup.

Aku melirik kedepan. Namja ini masih menatap ku. Aku mencoba menghilangkan rasa gugup ku dengan menyuapkan sesendok nasi.

“ ehm,, hye jin ah, apa kau sudah mengenal jin ki sebelumnya ?” nyonya lee menyerukan suaranya, membuat ku tersedak menelan gumpalan nasi kemulut ku.

“ ohouk ohoukk.. “ aku mencoba menarik nafasku, meminum segelas air putih dan mencerna kalimat yang di lontarkan olehnya.

Aku memandang jinki yang ada di depan ku. Dia menatap ku, tersenyum tipis dan kembali melanjutkan makan malamnya. Aku bingung harus menjawab apa,

“ hyen jin ah, gwenchanayo ? kau tidak apa apa ?” nyonya lee menggosokkan tangannya ke punggung ku. aku hanya menggeleng kan kepala ku

”ehm hye jin ah, apa eomma mu sudah bilang tentang perjodohan itu ?” kembali menyerukan suaranya membuat air yang ku minum hampir muncrat dari bibirku yang mungil ini.

Aku hanya diam.

“ hye jin ah, kenapa kau diam ? apa kau sakit ?” ujarnya penuh tanya.

“ ah ,, ani eomma, aku hanya terkejut mendengar pertanyaan mu. Aku menjawab pertanyannya dengan polosnya. Ku lihat jinki hanya tertawa kecil melihat ku.

“ ehm,, hye jin ah, aku dan eommamu berencana menjodohkan mu dengan jinki. Bagaimana menurut mu, apa kau setuju hmm ?” tanyanya lagi yang sekejap mata membuat ku diam tak bersuara.

Aku terperangah mendengar nya. walaupun aku sudah menduga nya dari awal. Tapi ..apa aku sedang bermimpi ? aku akan di jodohkan dengan si leader shine ? ahh molla..

aku masih teridam dengan posisiku

“ hye jin ah, kalau kau tidak menjawab juga artinya itu kau mengiyakan tawaran ku” ucapnya. Tapi aku masih diam membungkam mulut ku aku bingung.

“ oke, aku sudah dapat jawaban nya. Sekarang kau jinki !” aku mendongakan wajah ku, terkejut dengan perkataan eommanya jinki, padahal aku belum mengiyakan tawaran nya

“ jinki ah ? kalau menurut mu bagaimana ?” kini eomma jinki menanyakan padanya.

Aku  meliriknya menunggu jawaban darinya. Aku berharap dia menolak nya dan aku dapat bernafas lega. Jujur saja aku belum siap untuk menikah saat ini. Aku masih ingin kuliah dan bersama eomma juga hyo joo.

“ terserah eomma saja .!”

plaakk,, bagai sebuah tamparan keras mendarat dipipi ku. Aku benar benar tak menyangka jawaban yang ia lontarkan. Aku pikir dia akan menolak nya, ternyata sama saja.

“ Baguslah,, akhirnyaa….. Kau memang anak ku yang manis. Kalau begitu aku akan menelpon min hye dulu. Aku harus memberitahu kabar bahagia ini padanya.”

Eomma jinki beringsut dari kursi dan segera meraih telpon genggam nya.

“ ehh eomm eomma”. aku memanggilnya tapi dia tak mendengar panggilan ku, dia terus asik menelpon eommaku.

“ haduh bagaimana ini ? otte ?” aku kebingungan.

Sementara itu namja yang ada di depan ku hanya tersenyum tipis, melanjutkan makan malamnya yang sempat tertunda. Aku hanya menatap nya pasrah. Aku tidak tega menyakiti hati eomma jinki dan eomma ku sendiri kalau aku menolak perjodohan konyol ini.

***

JINKI POV

Setelah tercebur kedalam kolam renang itu perut ku terasa lapar. Ku putuskan untuk makan malam di rumah. Aku memandangi seluruh masakan yang ada di meja. Ayam ! yup ayam, setiap hari aku tidak akan pernah melupakan sahabat ku ini. Lama berkutat dengan pemandangan ini aku langsung mencomot paha ayam goreng ke dalam mulut ku. Tiba tiba eomma datang, tidak sendiri tapi dengan yeoja yang tercebur dengan ku di kolam tadi.

Yeoja itu menatap ku, tapi aku berusaha tak meperdulikannya. Aku masih sibuk dengan ayam ku sendiri. Eomma menyuruhnya segera makan, tapi dia masih menatap ku tajam. Aku balas menatapnya balik, dia hanya menunduk. Ada apa dengan yeoja ini ?  tiba tiba eomma membuka mulutnya

“ ehm,, hye jin ah, apa kau sudah mengenal jin ki sebelumnya ?” eomma menatapnya dan menanyakan hal yang membuat aku dan yeoja itu sedikit terkejut.

“ ohouk ohoukk.. “ yeoja itu terbatuk. Mungkin dia tersedak mendengar pertanyaan eomma. Aku hanya tersenyum tipis melihat nya kebingungan

“ hyen jin ah, gwenchanayo ? kau tidak apa apa ?” eomma bertanya padanya. Terlihat khawatir sekali dengan yeoja yang bernama hye jin ini. Gadis itu hanya menggeleng kan kepala nya.

”ehm hye jin ah, apa ibu mu sudah bilang tentang perjodohan itu ?” kali ini eomma kembali menyerukan suaranya membuat air yang yeoja itu minum hampir muncrat dari bibirnya yang mungil dan merah merona ke wajahku.

Gadis itu tak menjawab diam tak bersuara.

“ hye jin ah, kenapa kau diam ? apa kau sakit ?” tanya eomma lagi.

aku hanya menatap yeoja yang ada di depan ku.

“ ah ,, ani eomma, aku hanya terkejut mendengar pertanyaan mu.” Akhirnya yeoja ini bersuara juga.

Suara nya sangat lemah. Nampaknya kejadian tadi siang masih membuatnya shock. Setelah itu Eomma kemudian mengatakan sesuatu yang membuat ku ternganga. Dia menanyakan tentang perjodohan itu kepada yeoja yang kini sedang termangu tak jelas. Sontak ia terkejut saat eomma meminta persetujuan darinya di depanku. Aku ingin lihat jawaban apa yang keluar dari bibirnya itu. Tapi jawaban yang kutunggu tak kunjung keluar. Dia hanya diam. Yang di anggap eomma sebuah persetujuan darinya. Kini eomma menatap ku.

“ ya jinki ah, sekarang giliran kau !” ujar eomma

“ jinki ah ? kalau menurut mu bagaimana ?” kini eomma benar menanyakannya padaku. Aku  mengehentikan kegiatan ku bersama ayam yang ada di tangan ku. Baru kali ini aku mengabaikan ayam saat makan.  Aku melirik sekilas hye jin. Dia menatapku dengan tatapan memohon untuk membatalkan perjodohan ini.

“ terserah eomma saja “ itulah jawaban yang ku berikan.

Nampak wajah hye jin yang kecewa dengan jawaban yang ku berikan terhadap eomma. Ia  langsung mengerucutkan bibirnya kedepan. Huh.. lucu sekali wajahnya. Dan dapat ku pastikan, eomma langsung berteriak kegirangan. Padahal aku hanya jawab asal saja. Kini eomma meninggalkan aku dan dia berdua di meja makan. Aku menatapnya dan dia juga menatap ku. hmm suasana di sini begitu canggung.

“ waeyo ?” aku bertanya padanya menatapnya sekilas dan langsung memalingkan wajahku darinya.

“ ani !” hanya itu jawaban darinya.

“ kau mau jalan jalan keluar ?” aku berusaha memecahkan keheningan diantara kami, mengajaknya untuk berkeliling rumah.

Dia mengangguk pelan. Langsung aku menarik tangannya dan mengajaknya berjalan. Aku merasakan tangan yeoja ini yang begitu lembut. Aku terus melangkah. Tapi ada sesuatu yang menjanggal saat ini. Langkah kakinya begitu lemah dan terseok seok, aneh sekali padahal kakinya kan panjang. Aku menoleh kebelakang, terlihat dia sedang meringis kesakitan menahan sakit di kakinya.

“ waeyo ?” aku menoleh kebawah.

“ Astaga kaki nya terluka apa itu karna kecelakaan kemarin?” ujarku dalam hati .

“ bisakah kau pelankan sedikit jalan mu ?” dia menatap ku sekilas dan menoleh kearah luka dikakinya. Aku jadi merasa bersalah. Aku mengajak nya duduk di taman di depan rumah ku.

“ luka itu – “ perkatan ku terpotong karena nya.

“ ne, kau benar. Tidak apa apa, ini tidak terlalu sakit.” perkataan nya sedikit melegakan rasa bersalah ku. Dia tersenyum manis kearah ku.

OMO!  jantung ku berdegub kencang melihatnya seperti itu. Aku menghirup nafas dalam dalam mencoba menenangkan diri ku.

“ mianhe, jeongmal mianhe, waktu itu aku tidak sengaja!” . entah kenapa aku bisa mengucapkan kata kata ini. Aneh.

“ gwenchana, tidak apa apa.” Dia kembali menatap kedepan.

Hembusan angin malam menerpa wajahnya. Silir silir angin meniup lembut rambut panjangnya. Menambah rasa penasaran ku padanya. Keheningan menimpa kami berdua. Aku bingung harus memulai topic pembicaraan apa dengannya. Aku takut salah bicara.

“ jinki-ssi” suaranya memecah keheningan di taman itu.

“ hmm ? wae ?” aku menoleh padanya.

“ boleh aku bertanya ?” timpalnya lagi dan menoleh sedikit kearah ku.

“ ne, silahkan” Aku mengizinkannya untuk bertanya. Sepertinya serius sekali. Dia menghela nafasnya perlahan.

“ apa kau benar benar serius dengan perjodohan ini ?” pertanyaan nya mencekat tenggorokan ku. Aku sendiri bingung. Kenapa tiba tiba dia bertanya seperti itu.

“ molla, aku sendiri tidak tau !” hanya itu yang dapat ku jawab dari pertanyaan nya.

“ ehmm.. kenapa ? kenapa kau tidak berniat menolak nya tadi ?” lagi lagi pertanyaan nya membuat ku tercekat.

“ molla, aku juga masih bingung hye jin~ah !” ucapku.

ya aku benar benar bingung dengan diriku sendiri. Dia tersenyum tipis dan menatap lurus kedepan dengan pandangan yang kosong.

“ lalu, kenapa tadi kau diam saja saat ditanya eomma huh ?” aku bertanya balik padanya.

“ sama seperti mu, aku bingung”. Dia tertawa saat mengatakannya.

Aku tersenyum melihat dia tertawa, gadis ini benar benar membuat ku bingung. Nampaknya akan ada hal yang menarik nantinya.

“ hye jin~ah , boleh aku bertanya padamu ?” kini aku yang bertanya padanya. Benar benar canggung, bertanya saja harus minta izin dulu.

“ ne, bertanyalah !” Dia menyuruh ku bertanya.

“ sedang apa kau di kampus ku kemarin ?”

“ kuliah, aku kuliah disana. ” Dia menjawab pertanyaan ku dan menatap ku hangat.

Ternyata dia kuliah disitu juga. Benar benar kebetulan yang seperti sudah diatur. Tapi aku tidak pernah melihatnya sekalipun.

“ o, kau mengambil jurusan apa ?” Tanya ku lagi, aku penasaran.

Dia tersenyum mendengar pertanyaan ku yang menggebu gebu.

“ kedokteran” Jawabnya singkat.

“ jinjjaa ?” aku kaget mendengar nya. Jadi dia calon dokter. Tak pernah terbayangkan oleh ku sebelumnya, akan menikah dengan seorang calon dokter.

“ waeyo ? aneh ya ?” dia melirikku

“ ah, ani. Aku tidak menyangka saja kau kuliah di universitas chungwoon yang sama dengan ku.

“ jinjaa ? ehmm,, kalau begitu aku tidak mau ah kuliah disitu lagi !” ujarnnya mencatut

“ wae ? memangnya kenapa ?” Tanya ku penasaran. apa ada yang salah dengan perkataan ku tadi.

“ aku tidak mau kalau fans mu tau aku kenal dengan mu, bisa habis nyawa kunanti.” Jawabnya, aku tak bisa menahan tawaku melihat wajahnya itu. Dia mengerucutkan bibirnya , aigoo lucu sekali.

“ ya hye jin ah, kau ini ada ada saja”. Candaku.

Dia hanya tersenyum lebar. Yeoja ini benar benar membuat ku penasaran.

“ ehmm hye jin ah, apa sebenarnya alasan mu mengambil jurusan itu huh ? padahal yang ku tahu jurusan yang kau ambil itu sangatlah sulit.” Aku menghentikan tawa ku yang hampr meledak itu.

“ owh itu ya ?  itu karena ada seseorang yang —, belum sempat dia melanjutkan kata katanya, sebuah panggilan masuk terdengar di telingaku..

Loverrholicc robotronicc ;overhollicc robottronic

“ yobboseo “..

“ yaa hyuungggg…  !!

suara key memekikan gendang telingaku. Seketika aku menjauhkan handphone ku dari telingaku. Bisa pecah telingaku kalau begini.

“ ya key, bisakah sedikit kau pelankan suara mu itu huh ?” aku langsung memarahi key karna suaranya yang begitu menggelegar. Ku lihat hye jin hanya tertawa kecil.

“ hyungg,, katakan padaku kalau yang dikatakan manager hyung itu semuanya tidak benar!”

“ mwo ? memangnya apa yang dikatakan manager hyung padamu huh ?”

“ hyungg,, apa benar kau akan menikah huh ?”  mataku terbelalak mendengar ucapan key.

Saat  itu aku langsung menoleh kearah hye jin. Dia hanya menunduk. Bisa  terlihat dari wajahnya yang kini memerah karna malu. Ternyata aku memasang loudspeaker hingga suara para dongsaeng ku bisa terdengar olehnya.

“ aisshh,, key ya sudahlah. Nanti aku jelaskan di dorm, berhentilah mengoceh. anyyeong.

PLIPPP…

Aku langsung mematikan handphone ku dan menatap sekilas kearah hye jin. Perasaan ku kini bercampur aduk. Aku menarik nafas ku dalam dalam dan mengeluarkannya perlahan agar dia tidak mengetahui helaan nafas ku yang gugup.

“ jinki-ssi– ini sudah malam, aku harus pulang.” Dia beranjak dari kursi taman yang sedang kami duduki dan berlalu pergi dengan kaki yang masih terlihat sakit.

“ hye jin ah, biar aku yang mengantar mu pulang !” aku menyusulnya

“ keundae …

“ aisshh kajja, aku tidak bisa membiarkan seorang yeoja pulang tengah malam sendirian. Mau  taruh dimana wajah ku ini ?” ajakku.

Aku menarik tangannya dan membawa nya ke dalam mobil. Aku mengantarnya pulang. Dia  bilang rumah nya ada di perumahan geoksang. Aku terus mengemudikan mobil ku dan menatap lurus kedepan. Sesekali aku memandang sekilas kearah yeoja yang ada di samping ku. aku menoleh lagi ke arahnya.

“ aigooo, Dia tertidur.  Pasti dia capek sekali.” Ujarku terus memandangi raut wajahnya yang bulat.

Kami telah sampai di depan rumahnya, tapi dia tak kunjung bangun. Ku perhatikan wajahnya dan mencondongkan tubuh ku ke arah tubuhnya. Bisa ku lihat lekuk wajahnya dengan jelas. Ku  elus rambut panjang nya yang halus menggunakan tangan kiriku sedangkan tangan kanan ku mengelus pipinya yang putih merona. Aku menelan air ludah ku dalam dalam.

“ omo, ya jinki ya. Apa yang sedang kau lakukan ah ? berhentilah bertindak bodoh. Hilangkan pikiran MESUM mu itu, sadar lah ayo sadar !” batinku terus bermain.

Tiba tiba hye jin menggeliat pelan di jok mobilku dan mengerjapkan matanya berkali kali. Sontak aku menarik kembali tubuhku.

“ hye jin ah, kita sudah sampai” ucapku padanya yang masih setengah sadar.

“ ah, ne , ahh aku tertidur rupanya. Gomawo jinki ssi, annyeong “. Ucapnya .

Ia beranjak dari mobil ku dan membuka pintu mobil ku dan menutupnya kembali. Aku  melihatnya dari kaca mobil ku. Dia melambaikan tangannya sesaat ku menggas mobil ku pulang. Baru kali ini ada yeoja yang bersikap seperti itu padaku. Dia terlihat biasa biasa saja saat bertemu dengan ku pada saat kecelakan itu dan hari ini. Setahu ku biasanya yeoja yeoja yang melihat ku akan berteriak histeris,  meminta tanda tangan atau menatap ku dengan tatapan penasaran mereka. Tiba tiba mata ku tertuju pada jok mobil yang barusan dia duduki tadi,.

“ TAS ? hah, dia meninggalkannya, yeoja itu. Bailah kalau begini.. aku jadi punya alasan untuk bertemu dengannya lagi. gumam ku.

 

TBC (TO BE CONTINUED )

“ akhirnya selesai juga , part 1 nya, gimana reader ? ini ff m ke.. keberapa yah ? molla,, terlalu panjang kah cerita nya ? mian* masih gaje , jelek dan ngawur bahasanya, ini ff kedua aku,  aku masih tergolong baru dalam perihal pembuatan fanfiction,  jadi kalo ceritanya gak sesuai yang di arepin, mianhe ya J *deep bow*.  Oh iya, JANGAN LUPA COMENT NYA YA ! DON’T BE A SILENT READER OKEY ? DON’T BASH JUGA ! oke oke ?

Gomawoyo buat redaer yang udah baca*

24 thoughts on “The Sweetest Married – Part 2”

  1. cie…cie…jinki ngrep bgt nih bwt ktmu lg sm hye jin…
    brarti udh ad gtar2 asmara antra mrk nih.,
    ayo lanjut…

  2. ejiaaahh jinki ternyata udah duluan suka ama Hye Jin 😀
    udahlah.. nikah aja cepetan. gak usah ragu ragu. hahaaaa
    i’m waiting for the next chap thor 🙂

  3. Yak!
    Chingu.. Cepet bikin mereka nikah.. Aku ga sabar pengen liat mereka nikah..
    Next part ditunggu..

  4. mana part.1 nya? *celingak-celinguk* hehehe..
    ceritanya bagus banget!!! lanjut ya thor.. saya tunggu!

  5. wuah ayo dilanjutkan , ayo donk bkin hye jin ama jinki cptan nikah… Dah gx sabar sama kelanjutan ceritanya ,,, hahaha jinki’y dah mulai suka ,,, keren ceritanya . 🙂

  6. ya kenapa hrus ada kata TBC sih huhuhuhuhuhu
    penasarn tingkat akut thor
    cepat d’publish ya next part’x
    q tunggu

  7. Kayak nya nie jinki nya udah mulai menyukai si hye jin nie,bagaimana ya ama hye jin nya apakah udah mulai ada rasa suka gitu,OMO,key kok bawaan nya mau marah terus sih,kasihan deh onew nya,bikin penasaran aja nie ff,ku tunggu part selanjutnya,fighting

  8. wah udah ada tanda2 ni si Jinki suka sama Hye Jin XD
    si Hye Jin pling bntar lagi jga suka XD
    aku pnasaran bgt sma klanjutnnya XD
    ditunggu Next partnya 🙂
    Hwaiting!~

  9. konflik belum terasa di part ini mungkin di part berikutnya konflik’a sudah mulai muncul 🙂

  10. Wah jinki gak nolak waktu d tanya.
    Wah udah ada rasa nh..
    Gimana crt slnjutnya yh wh abdet dulu ayo cari terus…

    Bagus loh crt ny..:-)
    ehem ehem

  11. Wah jinki gak nolak waktu d tanya.
    Wah udah ada rasa nh..
    Gimana crt slnjutnya yh wh abdet dulu ayo cari terus….

    Bagus loh crt ny..:-)
    ehem ehem

  12. Wuahh onew ga sopan ih, bongkar2 barang hye, hrusnya kan cepet2 dibalikin.. ╮(“╯_╰)╭ .. Hye jg, kok bsa lupa yah ama hpnya.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s