Thanks For Everything – Part 2

Title                 :  THANKS FOR EVERYTHING/ Part 2

Author             :  Christiana Ruyanti SWTH

Main Cast        : 1. Lee Jinki a.k.a Onew

2. Park Minhyo a.k.a Minhyo

Other Cast       :  1. Park Hyein ( Kakak perempuan Minhyo )

2. Lee Taemin ( Adik laki-laki Onew )

3. Heechul ( Tetangga Onew )

4. Keluarga Park

5. Keluarga Lee

Genre              : Sad Story / Romance / Humor

Rating                :        General

A.N                 : Pernah di publish di Blog pribadi dan Facebook http://www.facebook.com/christiana.swth

Yihaaaaaaaaaaaaaaaa…. Welcome in the next chapter. Menunggu lamakah? Atau malah nggak ada yang nunggu? (T^T).

Author nggak mau banyak basa basi… soalnya bingung mau ngomong apa. Yang jelas jika ada yang pernah baca cerita ini author jamin kalian pasti temen author di FB. ^^

Karena FF ini emang pertama kali author publish di FB. So, please untuk yang mau mengkopi paste. Pleaseeee banget don’t do that okay. Soalnya bikin nie FF, mesti bertapa di gunung dulu. Hahahaha…

Ah sudahlah. Kita langsung saja masuk ke naskah Okay… jangan lupa buat RCL.

☺☺☺

*Sekedar refresh sebelum masuk ke part selanjutnya aja nih. Di part pertama, saat-saat menjelang akhir. Minhyo bermimpi tentang Onew yang mau pergi jauh. Nyonya Park yang entah kenapa tau-tau udah nyiapin Soto Ayam. Juga Heechul yang merasa kegembiraannya mengganggu Onew akan segera hilang. Nah yuk sekarang masuk ke part selanjutnya.*

☺☺☺

Onew, Minhyo dan Taemin sedang asyik menyantap soto ayam buatan nyonya Park dan seperti biasa Onew harus mendapatkan porsi ayam yang lebih banyak.

“ Changiya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Tapi kau harus berjanji untuk menjawab pertanyaan dengan serius?!” ujar Minhyo.

“ Ne, ada apa?” tanya Onew.

“ Apakah dalam waktu dekat ini kau berencana pergi kesuatu tempat?” tanya Minhyo.

Onew diam sebentar. “ Yup” jawabnya singkat.

“ Apa dalam rencana pergimu itu, kau hanya ingin pergi sendiri, kau tak ingin mengajakku?” tanya Minhyo lagi.

“ Tentu saja aku mengajakmu. Kan kita sudah janji untuk pergi bersama besok sore. Kau tidak lupaka?” tanya Onew balik.

“ Tidak aku tidak lupa” jawab Minhyo. Ia segera menghela napas lega mendengar jawaban Onew.

“ MWO? Noona dan Hyung besok akan pergi? Lalu bagaimana dengan aku? Masa kau tega meninggalkanku sendiri, Hyung?! Eomma dan Appa baru pulang 2 hari lagi. Hyuuuuunngggg…” rengek Taemin.

“ Kaukan bisa kerumah Minnie, kau disana sampai aku kembali” jawab Onew. “ Iya. Kau bisa main dirumah kami. Eonni pasti senang jika kau ada disana” ujar Minhyo. “ Hmm Noona. Aku ingin bertanya sesuatu yang penting padamu. Boleh?” pinta Taemin. “ Tentu saja. Kau mau bertanya apa?” tanya Minhyo penasaran. “ Hmm begini Noona… hmm Hyein noona… anu… anu… itu… aarrrggghhhh…” tiba-tiba Taemin sudah menutup wajahnya dengan serbet.

Minhyo dan Onew saling melirik satu sama lain. Onew terlihat bingung dengan tingkah Taemin yang bisa dikatakan langka ini. Padahal biasanya Taemin akan bertanya apa saja yang ingin ditanya tanpa rasa malu dan wajah polos. Kenapa sekarang malah malu-malu gak jelas begini?!

“ Taeminnie!! Kau ingin bertanya apa sih? Membuat kami penasaran saja?!” ujar Onew. Taemin hanya nyengir, lalu dia menarik napas dan melanjutkan ucapannya yang tadi terputus. “ Noona, anu… apakah Hyein noona sudah itu… sudah memiliki… memiliki namjachingu?” tanyanya dan langsung menutup wajahnya lagi.

Onew yang sejak tadi sedang asyik menyantap ceker ayamnya langsung melongo parah, dan ceker ayam itu dengan sukses jatuh ke lantai dan langsung di sambar oleh Heebum.

“ Lee Taemiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn….. kau membuat kaki ayamku melarikan diri” teriak Onew, menyesali kebodohannya sendiri kenapa tadi dia harus melongo. “ Aniyo. Eonni belum punya kekasih. Dia itu sangat memuja dirimu, Taeminnie” jawab Minhyo.

Mendengar jawaban Minhyo itu membuat Taemin jadi berseri-seri, dan melanjutkan makannya yang sempat terhenti.

“ Kau menyukai Eonni?” tanya Minhyo.

Taemin yang mendengar pertanyaan Minhyo langsung mengangguk. “ Kau menyukainya karena Eonni suka memberimu banana milk?” selidik Minhyo.

Taemin mendongak, dia terkejut mendengar pertanyaan Minhyo. Merasa dirinya diragukan ia pun menjawab pertanyaan Minhyo

“ Tidak! Aku menyukai Hyein noona semenjak kau dan hyung pacaran. Saat kau sering main kemari dan menceritakan tentang Hyein noona, sejak itu aku mulai tertarik dan selalu minta Hyung mengajakku jika dia mau main kerumahmu. Tanyakan saja pada Hyung” ujarnya sambil memandang Onew meminta tolong.

“ Jika aku ingat-ingat sih, Taemin memang selalu merengek untuk ikut jika aku ingin berkunjung kerumahmu” kata Onew membenarkan kata-kata Taemin.

“ Kenapa kau menyukai eonni, Taeminnie?” tanya Minhyo

“ Wah pertanyaanmu sama saja jika kau melontarkan ke hyung mengapa dia begitu mencintai ayam?!” ujar Taemin.

“ Aku tak tahu jawabannya mengapa aku suka Ayam, aku juga akan bingung jika ditanya mengapa aku menyukaimu Minnie” sahut Onew

“ Menurutku Hyein noona itu manis, aku suka saat dia sedang mengganggu hyung” tukas Taemin.

-wah, aku tak menyangka. Jika Taemin yang terlihat masih kanak-kanak ini memiliki perasaan yang sama dengan Eonni. Eonni, ternyata cintamu tak bertepuk sebelah tangan. Selamat!!!- ujar Minhyo dalam hati.

 

“ Noona, jika aku meminta Hyein noona menjadi kekasihku. Apakah ia akan menerimaku?” tanya Taemin

“ Yaaa yaaa… Taeminnie, kau ini masih SMA, mengapa kau memikirkan hal-hal seperti itu!!” tegur Onew, tidak setuju jika saenginya pacaran diusia belasan.

“ Aigoo, hyung. Aku ini sudah mau menjadi Mahasiswa” jawabnya.

“ Mollayo, Taeminnie. Kau harus mengatakannya sendiri pada eonni, dan harus mendengar sendiri jawaban eonni” jawab Minhyo.

“ Ah, benar. Aku harus mengatakannya sendiri” ujarnya lebih pada diri sendiri.

☺☺☺

Hari ini selama dirumah Onew, Minhyo hanya menjadi penonton pertarungan antara Onew dan Heebum. Dimana saat Heebum mencoba untuk menerkam Brenda, Onew malah menggigit ekor Heebum yang berakhir dengan cakaran dari Heebum. Sedangkan Brenda sudah diamankan oleh Taemin. ( author sedang membayangkan … tuk tuk tuk … jadi ikyusan dulu ya ). Karena sudah jam 5 sore, Minhyo memutuskan untuk pulang.

“ Biar aku antar” kata Onew

“ Tidak usah. Ini masih terang, kau dirumah saja menjaga Brenda agar tidak diterkam oleh Heebum” ujar Minhyo

“ Tak apa. Brenda sudah ku taruh dikamarku. Lagipula aku ingin berjalan-jalan denganmu. Siapa tau bisa melihat matahari terbenam di sungai ciliwung” sahut Onew

“ Taeminnie, kau jaga rumah sebentar ya” katanya Onew

“ Ne, cepatlah pulang” jawab Taemin

☺☺☺

Bagi Onew bisa mengantar dan berjalan-jalan dengan yeojanya ini adalah hal ke-2 yang sangat disukainya setelah ( tentu saja ) ayam. Onew menyukai moment dimana ia berjalan sambil menggandeng tangan Minhyo, saat dia menyanyi dan Minhyo akan memeluk lengannya sambil bersandar dibahunya. Onew akan sangat merindukan semua moment indah ini.

“ Changiya” Onew berhenti dan memutar badan Minhyo agar menghadap dirinya

“ Aku benar-benar ingin agar semua ini berlangsung selamanya. Aku sangat sangat mencintai dirimu. You’re my everything to me Park Minhyo” ujar Onew dengan wajah serius. Minhyo memandang Onew bingung, ia tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan Onew.

“ Nae jeongmal saranghaeyo, Pak Minhyo” ujarnya lagi. Lalu Onew berbalik dan menggandeng Minhyo.

“ Kajja” katanya. Minhyo hanya memandang belakang kepala Onew, dan melihat jika kuping namjachingunya itu berubah menjadi merah.

-ada apa sebenarnya? Kenapa onew tiba-tiba mengucapkan kata-kata semanis itu?- pikir Minhyo.

Tak berapa lama merekapun tiba dirumah Minhyo

“ Kau mau masuk dulu?” tanya Minhyo

“ Tidak usah. Sampaikan saja salamku untuk Orangtuamu, dan tolong katakan pada ajumma terima kasih soto ayamnya enak sekali” ujar Onew.

“ Baiklah. Kalau begitu aku masuk ya. Kau hati-hati jangan mengambil ayam milik orang sembarangan ya” ujar Minhyo sambil tersenyum. “ Ne” jawab Onew

Ketika Minhyo membalikan badannya untuk masuk, tiba-tiba Onew menariknya lalu memeluk dirinya. Lagi-lagi Minhyo dibuat terkejut dengan sikap kekasihnya ini dan Minhyo yang terkejut tidak tau harus bagaimana selain diam saja.

Perlahan-lahan Onew melepaskan pelukannya, namun kemudian ia menggenggam kedua tangan Minhyo dan memandang wajah Minhyo. Onew memberanikan diri untuk membelai wajah yeojanya dan perlahan-lahan mendekatkan wajahnya, ia mengecup keningnya.

“ Masuklah. Aku akan melihatmu masuk sampai kedalam, lalu aku akan pulang. Jangan lupa pesanku untuk ajumma” ucapnya

Minhyo yang masih terkejut dengan kejadian tadi hanya bisa mengangguk dan menuruti apa yang dikatakan oleh namjachingunya. Setelah Minhyo masuk, Onew membalikan badan dan berjalan menuju rumahnya sendiri.

☺☺☺

Minhyo masih belum mempercayai apa yang baru saja terjadi. Selama 3 tahun berpacaran dengan Onew, itu adalah pelukan dan ciuman pertamanya. Karena Onew pernah berkata bahwa ia hanya akan memeluk dan mencium Minhyo saat mereka sudah menikah. Minhyo mengenal Onew yang tak akan pernah mengingkari janjinya sendiri, namun apa yang telah terjadi tadi membuatnya bingung?!

“ Kau sudah pulang rupanya” ujar eomma.

“ Ne, eomma aku pulang” sahut Minhyo.

“ Minhyonie gwaenchanayo?” tanya eomma.

“ Ne, nae gwaenchana. Aku mau mandi dulu” ujar Minhyo.

“ Ah aku hamper saja lupa. Eomma, tadi Onew titip pesan untukmu. Katanya terima kasih untuk sotonya, rasanya sangat enak.” ujar Minhyo

“ Ne. sudah sana mandi dulu.” kata eomma

Minhyo mengangguk dan langsung menuju kamarnya.

Sesampainya dirumah, Onew langsung memikirkan tindakannya tadi. Ia sadar jika dirinya telah melanggar janjinya yang dibuat dirinya sendiri. Namun entah mengapa dia merasa harus melakukan itu sekarang atau ia akan menyesal. Menyesal untuk apa, ia sendiri tidak tahu!! Lalu seakan ingat sesuatu yang penting ia langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan isi pesan itu adalah :

Besok. Pukul 5 sore. Berdandanlah” lalu mengirim pesan itu kepada yeojanya.

Ne, aku akan berdandan secantik mungkin untukmu. Besok aku tunggu dirumah. ^^” isi balasan dari Minhyo

☺☺☺

Onew berencana untuk mengajak Minhyo ke Restorant keluarga. Ia sudah meminta kepada supervisornya untuk menyediakan 1 ruangan baginya dan ditata seromantis mungkin, juga membuatkan makanan yang enak tentu saja tak lupa ayam kesukaan juga harus ada. Ia meminta ijin kepada eomma dan appanya untuk menggunakan ruangan itu, dan ia juga menjelaskan kenapa ia ingin menggunakan ruangan itu.

Onew berencana melamar Minhyo, ia ingin agar orang-orang mengetahui jika Minhyo adalah tunangannya, bukan pacarnya. Ia juga ingin agar Minhyo tau bahwa dirinya serius menjalani hubungan ini.

“ Hyung. Besok kau mau pergi jam berapa? Aku bareng denganmu ya waktu kerumah Noona” pinta Taemin.

“ Ne. Besok aku harus menjeput Minhyo jam 5 sore. Oh iya Taeminnie, bisakah kau menolongku?” tanya Onew.

“ Menolong apa, Hyung?” tanya Taemin.

“ Besok kau datanglah ke restorant kita bersama Hyein noona.” ujar Onew.

“ Baik. Tapi untuk apa?” tanya Taemin.

“ Aku ingin kalian menjadi saksi saat besok aku melamar Minhyo.” jawab Onew. Taemin kaget mendengar jawaban hyungnya, namun langsung dapat mengendalikan ekspresinya. “ Kenapa tidak dengan orangtua noona saja?” tanyanya lagi.

“ Tidak perlu. Bagian yang formal seperti itu butuh persiapan yang lebih lama. Lagi pula eomma sepertinya sudah memberi tau ajumma tentang hal ini.” jawab Onew.

“ Kalau begitu aku akan menelpon Hyein noona untuk mengatakan hal ini.” ujar Taemin. “ Ne, dan sampaikan juga padanya untuk merahasiakan hal ini dari Minhyo.” ujar Onew.

Taemin segera menelpon Hyein dan menyampaikan rencana besok. Sedangkan Onew memilih untuk masuk kedalam kamar dan bermain dengan Brenda.

☺☺☺

“ Aku harus mengenakan pakaian apa besok? Onew memintaku berdandan, berarti dia akan membawaku ke acara formal” ujar Minhyo pada diri sendiri.

Minhyo telah mengacak-ngacak isi lemarinya untuk memilih baju yang akan dikenakannya besok. Namun dia bingung, karena ia sama sekali tak memiliki pakaian yang bagus. Karena sudah putus asa, Minhyo memilih untuk meminta tolong pada Hyein, ia yakin eonninya itu pasti punya pakaian yang bagus.

Tok tok tok

“ Eonni, apa kau sudah tidur?” ujar Minhyo. “ Belum, masuklah.” Minhyo pun masuk kedalam kamar eonninya. “ Waeyo?” tanya Hyein. “ Eonni, bantu aku memilih pakaian untuk besok. Onew mengajakku pergi, namun dia tidak mengataka akan kemana yang jelas ia memintaku untuk berdandan, jadi aku yakin dia pasti mengajakku ke acara formal.” ujar Minhyo.

Mendengar kata-kata adiknya dan karena ia telah tau maksud Onew, tanpa ragu-ragu Hyein mengambil gaun berwarna baby blue dari lemarinya.

“ Pakai ini. Kau akan terlihat sangat cantik jika mengenakan gaun itu.” ujar Hyein. “ Bagus sekali. Gomawoyo eonni.” kata Minhyo dengan gembira. “ Kalau begitu aku kembali dulu ke kamar. Aku ingin istirahat. Gomawo sekali lagi.” ujarnya. “ Ne. Semoga besok menjadi hari yang membahagiakan untuk kalian.” ucap Hyein. Minhyo mengangguk dan keluar dari kamar Hyein menuju kamarnya sendiri.

☺☺☺

“ Aigooooo…… aku tidak bisa tidur…… sebenarnya besok si maniak ayam itu mau mengajakku kemana sih?! Kenapa pakai rahasia-rahasiaan segala sih! Ah molla” ujarnya pada diri sendiri

Dia lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan selamat tidur kepada Onew. Setelah itu Minhyo berusaha untuk tidur.

☺☺☺

Keesokan hari

Pagi ini Minhyo terbangun lebih awal, tidurnya sama sekali tidak nyenyak karena dia sangat penasaran tentang rancana hari ini, mengapa kekasihnya itu tidak mau memberitahukan kemana akan mengajaknya hari ini. Karena dia terbangun terlalu pagi, Minhyo memutuskan untuk berjogging sambil mengajak Roo berjalan-jalan. Selesai jogging Minhyo memilih untuk makan mie ramen instan yang kemarin dibelinya sambil menonton drama korea favoritnya.

“ Minhyonie, jam berapa kau akan pergi hari ini?” tanya Hyein

“ Onew akan kemari jam 5 sore. Kenapa?” tanya Minhyo.

“ Ah aniyo. Soalnya aku juga akan pergi dengan Taeminnie, aku ingin mengajaknya jalan-jalan hari ini” ujar Hyein.

“ Lha apa hubungannya dengan jam berapa aku pergi?” tanya Minhyo. “ Lho aku kan juga harus bersiap-siap. Taemin akan ikut dengan Onew kemarikan?” tanyanya. “ Oh iya ya. Taemin juga kemari. Eon, hari ini titip Taemin sampai kami kembali” ujar Minhyo.

“ Tenang saja” sahut Hyein.

☺☺☺

Dirumahnya, Onew sedang asik menimang-nimang Breanda dia selalu merasa jika Brenda itu imut dan manis. “ Brenda, taukah kau. Hari ini aku akan melamar Minhyo. Aku gugup sekali. Seandainya saja Supervisor galak itu mengijinkan aku mengajakmu, pasti aku tidak akan merasa gugup” ujar Onew pada Brenda yang asik mematuk-matuk telapak tangannya. “ Ah aku lupa jika kau tak bisa bicara” ujarnya lagi.

            – Apa Minnie akan menerimaku ya? Bagaimana jika dia malah menolakku?- ujarnya dalam hati.Pikiran-pikiran itu terus saja menghantui dirinya. Saking gugupnya ia tak sadar jika Heechul sudah berada persis didepannya.

“ Onew… new… hey… Onew” panggil Heechul

“ YAAAAAAAA!!! Hyung, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau selalu muncul tiba-tiba sih?” teriak Onew.

“ Sebentar sebentar… darimana kau bisa masuk kerumah ku? Seingatku pintu depan sudah kukunci semenjak Taeminnie pergi kesupermaket tadi?” tanya Onew heran

“ Aku lompat pagar. Kau sih terlalu serius melamun? Sampai ta menyadari aku lompat pagar… ckckck” ujar Heechul sambil geleng-geleng kepala.

“ Yaaaa!!! Kau ini sudah berapa kali aku bilang, jangan melakukan hal berbahaya seperti itu?! Memangnya kau ini atlit lompat pagar apa?!” teriak Onew lagi.

“ Hahahaha… kau manis jika marah-marah begitu. Coba kamu yeoja pasti sudah ku ajak nikah” ledeknya. “ Oh iya, tadi aku dengar dari Brenda(?) jika kau ingin melamar Minhyo. Jinjja? Hebat sekali kau, tak kusangka kau sudah tak sabar untuk menjadikannya milikmu” ujar Heechul. “ Aku saja terkejut pada diriku sendiri.” ujarnya. “ Hmm hyung, maukah kau berjanji sesuatu padaku?” Onew menatap Heechul. “ Tergantung” jawab Heechul. “ Maukah kau berjanji untuk menjaga Minhyo saat aku sedang tak bersamanya, jaga dia untukku, Hyung.” pinta Onew. Heechul terkejut mendengar permintaan Onew. Ini benar-benar membuatnya bingung harus berkata apa?!

“ Mwo? Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?” tanya Heechul.

“ Molla, hyung. Jebal. Berjanjilah padaku.” jawab Onew

“ Kau ingin mendengarku menjawab apa?” tanya Heechul

“ Katakan bahwa kau akan menjaganya. Jaga dia seperti kau menjaga kekasihmu, Hyung” ujar Onew. “ Kau… Ya! Kau ini kenapa sih? Kenapa jadi melankolis seperti ini?” tanya Heechul. “ Molla, hyung. Aku hanya ingin mendengar kau berjanji untuk menjaganya. Itu saja” jawab Onew

Heechul benar-benar tak tahu harus bicara apa. Ia memejamkan matanya memikirkan permintaan Onew yang sudah dia anggap seperti dongsaengnya sendiri. Iapun menghela napas, lalu dengan berat dengan mengiyakan permintaan Onew.

“ Okay. I promise. Tapi aku hanya akan menjaganya saat kau pergi. Saat kau kembali, dia kembali menjadi tanggung jawabmu.” Ujar Heechul.

“ Kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida. Hyung.” Ucap Onew sambil tersenyum. Jujur saja Heechul memang menyukai Minhyo. Tapi ia menyukai Minhyo yang selalu terlihat ceria jika berada di sisi Onew, dan Minhyo yang selalu dilindungi sepenuh hati oleh dongsaengnya ini. “ Hyung, bagaimana jika kau nanti juga datang ke Restorant keluargaku, jadilah wakil dari keluargaku” pintanya lagi. “ Baiklah. Jam berapa?” tanya Heechul. “ Jam 5. Kau bisa datang bersama Taemin dan Hyein noona” ujar Onew. “ Tidak usah. Nanti aku akan berangkat sendiri saja. Di restorant keluargamu jam 5 sore. Baiklah” ujarnya.

☺☺☺

Karena masih ada waktu sekitar 4 jam sebelum waktu janjian, Minhyo memutuskan untuk pergi ke salon untuk memanjakan diri. Tadinya ia ingin meminta Eonninya untuk pergi bersamanya, namun ternyata eonninya itu sudah punya dengan Taemin. Jadi ia pergi sendiri. Disalon ia memilih untuk creambath dan lulur. Dia menyukai 2 kegitan itu. Alasannya adalah karena rambutnya yang tebal dia jadi susah jika harus keramas sendiri, dan dia juga tidak bisa belulur sendiri apalagi bagian punggung.

“ Taeminnie, jam berapa kita akan berangkat nanti?” tanya Hyein. “ Hmm, nanti aku akan kerumah noona jam 5 kan. Jadi kita lebih baik berangkat setelah hyung dan Minhyo noona berangkatkan?!” ujar Taemin. “ Hmm. Tapi kurasa kita bisa pergi lebih dulu. Jadi sambil menunggu mereka datang kita bisa mencari makan dulu. Jika kita berangkat setelah mereka, kita tak punya waktu untuk pergi makan” jelas Hyein.

“ Ah benar juga. Kalau begitu aku akan minta hyung untuk berangkat lebih cepat” kata Taemin. – Saat ini Hyein noona sudah bersamaku. Apa aku nyatakan saja perasaanku padanya saat ini juga ya? Apapun jawabannya aku sudah siap – ujar Taemin dalam hati. Lalu ia menarik napas dalam agar dirinya tidak gugup.

“ Noona. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ujar Taemin gugup. “ Katakan saja” sahut Hyein sambil memilih-milih makanan kecil. “ Noona, maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Taemin. Hyein yang saat itu sedang memilih-milih makanan langsung berbalik untuk memandang Taemin, namja yang baru saja menyatakan cinta padanya.

“ Kau serius dengan kata-katamu barusan?” tanya Hyein sambil menatap namja dihadapannya. “ Tentu saja aku serius. Jika tidak serius aku tak akan mengatakannya. Apakah kau bersedia, noona?” tanya Taemin lagi.

“ Apa yang membuatmu mengatakan itu, Taemin?” tanya Hyein. “ Tentu karena aku menyukaimu” jawab Taemin. “ Lalu apa yang membuatmu menyukaiku? Jika karena___”.“ Kau memberiku banana milk? Bukan noona. Aku bahkan menyukaimu jauh sebelum kau mengenalku” ujar Taemin. “ Maksudmu?” tanya Hyein. “ Sebelum mengenalmu seperti saat ini, aku sering mendengar Minhyo noona bercerita tentangmu. Sejak itu aku mulai tertarik denganmu, aku selalu meminta hyung untuk mengajakku jika dia ingin pergi kerumahmu” jelasnya.

“ Jadi bukan karena banana milk?” tanya Hyein lagi. “ Aigoo… Noona, percayalah padaku. Aku ini benar-benar menyukaimu tulus dan tanpa memikirkan banana milk bahkan aku tidak peduli mengenai usia kita yang terpaut 4 tahun” ujar Taemin.

Taemin menunggu jawaban Hyein yang tak kunjung datang, hingga akhirnya ia merasa bahwa dirinya telah ditolak. Ia pun melangkah untuk pergi, namun belum juga Taemin melangkahkan kakinya “ Aku terima. Aku mau menjadi kekasihmu, namun kau jangan menyesal berpacaran denganku. Akan sangat berbeda jika kau memiliki kekasih yang umurnya sama denganmu dan kekasih yang lebih tua darimu. Kau siap dengan semua itu?” tanya Hyein.

“ Noona, jika aku tidak siap dengan semua kemungkinan yang ada. Aku tak akan memintamu menjadi kekasihku” jelas Taemin tegas. “ Baiklah, Taeminnie. Kita lihat seberapa besar persiapanmu” ujar Hyein. “ Jadi kau mau menjadi yeojachinguku?” tanya Taemin memastikan apakah Hyein benar-benar menerimanya dan pertanyaannya itu hanya jawab dengan senyuman dan anggukan dari Hyein. “ Yeeeiii… noona gomawo. Aku pasti akan jadi namjachingu terbaik bagimu” ujarnya. Merekapun kembali ke kegiatan semula, yakni belanja.

“ Aigoo… kenapa Taemin pergi lama sekali sih? Diakan harus pergi bersamaku kerumah Minnie. Oh Hyung, menurut lebih cocok mana?” tanya Onew sambil menunjukan 2 jas, yang satu berwarna putih sedang satunya berwarna coklat.

“ Hmm. Aku lebih suka yang putih. Lagipula itu lebih cocok dengan T-shirt neckturtle mu, ank au lebih terlihat gimanaaaaa gituuuu” ujar Heechul. “ Ne. Kalau begitu aku akan pakai yang putih” ujarnya sambil mengenakan jasnya.

Tak lama kemudian orang yang ditunggu-tunggupun datang.

“ Ah annyeong Heechul hyung” sapanya. “ Annyeong. Kau darimana saja Taeminnie. Hyungmu sudah menggerutu tak jelas sejak tadi?” tanya Heechul. “ Ah mianhaeyo. Tadi aku berbelanja dengan Hyein noona”  jawabnya

“ Yaaa!!… Lee Taemin kenapa kau baru pulang? Kau lupa ya dengan rencana kita?” tegur Onew yang baru keluar dari kamarnya.

“ Ah mian mian… Hyung, bagaimana jika berangkat sekarang saja. Kurasa lebih baik aku pergi terlebih dahulu dengan Hyein noona?” ujar Taemin. “ Boleh saja. Asal kau tidak terlambat tiba di Restoran” jawab Onew.

“ Baiklah. Karena kalian akan segera berangkat. Lebih baik sekarang aku pulang. Sampai bertemu di restoran. Okay” ujar Heechul  sambil berjalan teras belakang lalu melompat pagar.

“ Yaaa!!! Hyung, sudah kukatakan jangan mengulangi hal itu” teriak Onew kesal. Heechul hanya menanggapi omelan Onew tadi dengan tertawa.

Onew dan Taemin siap berangkat, Taemin mendapat tugas mengecek seluruh pintu dan jendela. Sedangkan Onew berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan mobil sport kesayangannya. Mobil yang ia dapat dari Appanya sebagai ulang tahunnya yang ke-20. Ia jarang menggunakan mobil itu, ia hanya akan menggunakannya jika ada acara resmi. Menurutnya menggunakan angkutan umum itu lebih menyenangkan.

= T.B.C =

Hehehehe… gimana penasarankah? Atau bosankah? Silahkan tinggalkan jejak kalian dibawah sana. Boleh kritik, saran, iPod, iPad, atau apapun.

Saya terima dengan senang hati. ^^

Title                 :  THANKS FOR EVERYTHING/ Part 2

Author             :  Christiana Ruyanti SWTH

Main Cast        : 1. Lee Jinki a.k.a Onew

2. Park Minhyo a.k.a Minhyo

Other Cast       :  1. Park Hyein ( Kakak perempuan Minhyo )

2. Lee Taemin ( Adik laki-laki Onew )

3. Heechul ( Tetangga Onew )

4. Keluarga Park

5. Keluarga Lee

Genre              : Sad Story / Romance / Humor

Rating                :        General

A.N                 : Pernah di publish di Blog pribadi dan Facebook http://www.facebook.com/christiana.swth

Yihaaaaaaaaaaaaaaaa…. Welcome in the next chapter. Menunggu lamakah? Atau malah nggak ada yang nunggu? (T^T).

Author nggak mau banyak basa basi… soalnya bingung mau ngomong apa. Yang jelas jika ada yang pernah baca cerita ini author jamin kalian pasti temen author di FB. ^^

Karena FF ini emang pertama kali author publish di FB. So, please untuk yang mau mengkopi paste. Pleaseeee banget don’t do that okay. Soalnya bikin nie FF, mesti bertapa di gunung dulu. Hahahaha…

Ah sudahlah. Kita langsung saja masuk ke naskah Okay… jangan lupa buat RCL.

☺☺☺

*Sekedar refresh sebelum masuk ke part selanjutnya aja nih. Di part pertama, saat-saat menjelang akhir. Minhyo bermimpi tentang Onew yang mau pergi jauh. Nyonya Park yang entah kenapa tau-tau udah nyiapin Soto Ayam. Juga Heechul yang merasa kegembiraannya mengganggu Onew akan segera hilang. Nah yuk sekarang masuk ke part selanjutnya.*

☺☺☺

Onew, Minhyo dan Taemin sedang asyik menyantap soto ayam buatan nyonya Park dan seperti biasa Onew harus mendapatkan porsi ayam yang lebih banyak.

“ Changiya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Tapi kau harus berjanji untuk menjawab pertanyaan dengan serius?!” ujar Minhyo.

“ Ne, ada apa?” tanya Onew.

“ Apakah dalam waktu dekat ini kau berencana pergi kesuatu tempat?” tanya Minhyo.

Onew diam sebentar. “ Yup” jawabnya singkat.

“ Apa dalam rencana pergimu itu, kau hanya ingin pergi sendiri, kau tak ingin mengajakku?” tanya Minhyo lagi.

“ Tentu saja aku mengajakmu. Kan kita sudah janji untuk pergi bersama besok sore. Kau tidak lupaka?” tanya Onew balik.

“ Tidak aku tidak lupa” jawab Minhyo. Ia segera menghela napas lega mendengar jawaban Onew.

“ MWO? Noona dan Hyung besok akan pergi? Lalu bagaimana dengan aku? Masa kau tega meninggalkanku sendiri, Hyung?! Eomma dan Appa baru pulang 2 hari lagi. Hyuuuuunngggg…” rengek Taemin.

“ Kaukan bisa kerumah Minnie, kau disana sampai aku kembali” jawab Onew. “ Iya. Kau bisa main dirumah kami. Eonni pasti senang jika kau ada disana” ujar Minhyo. “ Hmm Noona. Aku ingin bertanya sesuatu yang penting padamu. Boleh?” pinta Taemin. “ Tentu saja. Kau mau bertanya apa?” tanya Minhyo penasaran. “ Hmm begini Noona… hmm Hyein noona… anu… anu… itu… aarrrggghhhh…” tiba-tiba Taemin sudah menutup wajahnya dengan serbet.

Minhyo dan Onew saling melirik satu sama lain. Onew terlihat bingung dengan tingkah Taemin yang bisa dikatakan langka ini. Padahal biasanya Taemin akan bertanya apa saja yang ingin ditanya tanpa rasa malu dan wajah polos. Kenapa sekarang malah malu-malu gak jelas begini?!

“ Taeminnie!! Kau ingin bertanya apa sih? Membuat kami penasaran saja?!” ujar Onew. Taemin hanya nyengir, lalu dia menarik napas dan melanjutkan ucapannya yang tadi terputus. “ Noona, anu… apakah Hyein noona sudah itu… sudah memiliki… memiliki namjachingu?” tanyanya dan langsung menutup wajahnya lagi.

Onew yang sejak tadi sedang asyik menyantap ceker ayamnya langsung melongo parah, dan ceker ayam itu dengan sukses jatuh ke lantai dan langsung di sambar oleh Heebum.

“ Lee Taemiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn….. kau membuat kaki ayamku melarikan diri” teriak Onew, menyesali kebodohannya sendiri kenapa tadi dia harus melongo. “ Aniyo. Eonni belum punya kekasih. Dia itu sangat memuja dirimu, Taeminnie” jawab Minhyo.

Mendengar jawaban Minhyo itu membuat Taemin jadi berseri-seri, dan melanjutkan makannya yang sempat terhenti.

“ Kau menyukai Eonni?” tanya Minhyo.

Taemin yang mendengar pertanyaan Minhyo langsung mengangguk. “ Kau menyukainya karena Eonni suka memberimu banana milk?” selidik Minhyo.

Taemin mendongak, dia terkejut mendengar pertanyaan Minhyo. Merasa dirinya diragukan ia pun menjawab pertanyaan Minhyo

“ Tidak! Aku menyukai Hyein noona semenjak kau dan hyung pacaran. Saat kau sering main kemari dan menceritakan tentang Hyein noona, sejak itu aku mulai tertarik dan selalu minta Hyung mengajakku jika dia mau main kerumahmu. Tanyakan saja pada Hyung” ujarnya sambil memandang Onew meminta tolong.

“ Jika aku ingat-ingat sih, Taemin memang selalu merengek untuk ikut jika aku ingin berkunjung kerumahmu” kata Onew membenarkan kata-kata Taemin.

“ Kenapa kau menyukai eonni, Taeminnie?” tanya Minhyo

“ Wah pertanyaanmu sama saja jika kau melontarkan ke hyung mengapa dia begitu mencintai ayam?!” ujar Taemin.

“ Aku tak tahu jawabannya mengapa aku suka Ayam, aku juga akan bingung jika ditanya mengapa aku menyukaimu Minnie” sahut Onew

“ Menurutku Hyein noona itu manis, aku suka saat dia sedang mengganggu hyung” tukas Taemin.

-wah, aku tak menyangka. Jika Taemin yang terlihat masih kanak-kanak ini memiliki perasaan yang sama dengan Eonni. Eonni, ternyata cintamu tak bertepuk sebelah tangan. Selamat!!!- ujar Minhyo dalam hati.

 

“ Noona, jika aku meminta Hyein noona menjadi kekasihku. Apakah ia akan menerimaku?” tanya Taemin

“ Yaaa yaaa… Taeminnie, kau ini masih SMA, mengapa kau memikirkan hal-hal seperti itu!!” tegur Onew, tidak setuju jika saenginya pacaran diusia belasan.

“ Aigoo, hyung. Aku ini sudah mau menjadi Mahasiswa” jawabnya.

“ Mollayo, Taeminnie. Kau harus mengatakannya sendiri pada eonni, dan harus mendengar sendiri jawaban eonni” jawab Minhyo.

“ Ah, benar. Aku harus mengatakannya sendiri” ujarnya lebih pada diri sendiri.

☺☺☺

Hari ini selama dirumah Onew, Minhyo hanya menjadi penonton pertarungan antara Onew dan Heebum. Dimana saat Heebum mencoba untuk menerkam Brenda, Onew malah menggigit ekor Heebum yang berakhir dengan cakaran dari Heebum. Sedangkan Brenda sudah diamankan oleh Taemin. ( author sedang membayangkan … tuk tuk tuk … jadi ikyusan dulu ya ). Karena sudah jam 5 sore, Minhyo memutuskan untuk pulang.

“ Biar aku antar” kata Onew

“ Tidak usah. Ini masih terang, kau dirumah saja menjaga Brenda agar tidak diterkam oleh Heebum” ujar Minhyo

“ Tak apa. Brenda sudah ku taruh dikamarku. Lagipula aku ingin berjalan-jalan denganmu. Siapa tau bisa melihat matahari terbenam di sungai ciliwung” sahut Onew

“ Taeminnie, kau jaga rumah sebentar ya” katanya Onew

“ Ne, cepatlah pulang” jawab Taemin

☺☺☺

Bagi Onew bisa mengantar dan berjalan-jalan dengan yeojanya ini adalah hal ke-2 yang sangat disukainya setelah ( tentu saja ) ayam. Onew menyukai moment dimana ia berjalan sambil menggandeng tangan Minhyo, saat dia menyanyi dan Minhyo akan memeluk lengannya sambil bersandar dibahunya. Onew akan sangat merindukan semua moment indah ini.

“ Changiya” Onew berhenti dan memutar badan Minhyo agar menghadap dirinya

“ Aku benar-benar ingin agar semua ini berlangsung selamanya. Aku sangat sangat mencintai dirimu. You’re my everything to me Park Minhyo” ujar Onew dengan wajah serius. Minhyo memandang Onew bingung, ia tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan Onew.

“ Nae jeongmal saranghaeyo, Pak Minhyo” ujarnya lagi. Lalu Onew berbalik dan menggandeng Minhyo.

“ Kajja” katanya. Minhyo hanya memandang belakang kepala Onew, dan melihat jika kuping namjachingunya itu berubah menjadi merah.

-ada apa sebenarnya? Kenapa onew tiba-tiba mengucapkan kata-kata semanis itu?- pikir Minhyo.

Tak berapa lama merekapun tiba dirumah Minhyo

“ Kau mau masuk dulu?” tanya Minhyo

“ Tidak usah. Sampaikan saja salamku untuk Orangtuamu, dan tolong katakan pada ajumma terima kasih soto ayamnya enak sekali” ujar Onew.

“ Baiklah. Kalau begitu aku masuk ya. Kau hati-hati jangan mengambil ayam milik orang sembarangan ya” ujar Minhyo sambil tersenyum. “ Ne” jawab Onew

Ketika Minhyo membalikan badannya untuk masuk, tiba-tiba Onew menariknya lalu memeluk dirinya. Lagi-lagi Minhyo dibuat terkejut dengan sikap kekasihnya ini dan Minhyo yang terkejut tidak tau harus bagaimana selain diam saja.

Perlahan-lahan Onew melepaskan pelukannya, namun kemudian ia menggenggam kedua tangan Minhyo dan memandang wajah Minhyo. Onew memberanikan diri untuk membelai wajah yeojanya dan perlahan-lahan mendekatkan wajahnya, ia mengecup keningnya.

“ Masuklah. Aku akan melihatmu masuk sampai kedalam, lalu aku akan pulang. Jangan lupa pesanku untuk ajumma” ucapnya

Minhyo yang masih terkejut dengan kejadian tadi hanya bisa mengangguk dan menuruti apa yang dikatakan oleh namjachingunya. Setelah Minhyo masuk, Onew membalikan badan dan berjalan menuju rumahnya sendiri.

☺☺☺

Minhyo masih belum mempercayai apa yang baru saja terjadi. Selama 3 tahun berpacaran dengan Onew, itu adalah pelukan dan ciuman pertamanya. Karena Onew pernah berkata bahwa ia hanya akan memeluk dan mencium Minhyo saat mereka sudah menikah. Minhyo mengenal Onew yang tak akan pernah mengingkari janjinya sendiri, namun apa yang telah terjadi tadi membuatnya bingung?!

“ Kau sudah pulang rupanya” ujar eomma.

“ Ne, eomma aku pulang” sahut Minhyo.

“ Minhyonie gwaenchanayo?” tanya eomma.

“ Ne, nae gwaenchana. Aku mau mandi dulu” ujar Minhyo.

“ Ah aku hamper saja lupa. Eomma, tadi Onew titip pesan untukmu. Katanya terima kasih untuk sotonya, rasanya sangat enak.” ujar Minhyo

“ Ne. sudah sana mandi dulu.” kata eomma

Minhyo mengangguk dan langsung menuju kamarnya.

Sesampainya dirumah, Onew langsung memikirkan tindakannya tadi. Ia sadar jika dirinya telah melanggar janjinya yang dibuat dirinya sendiri. Namun entah mengapa dia merasa harus melakukan itu sekarang atau ia akan menyesal. Menyesal untuk apa, ia sendiri tidak tahu!! Lalu seakan ingat sesuatu yang penting ia langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan isi pesan itu adalah :

Besok. Pukul 5 sore. Berdandanlah” lalu mengirim pesan itu kepada yeojanya.

Ne, aku akan berdandan secantik mungkin untukmu. Besok aku tunggu dirumah. ^^” isi balasan dari Minhyo

☺☺☺

Onew berencana untuk mengajak Minhyo ke Restorant keluarga. Ia sudah meminta kepada supervisornya untuk menyediakan 1 ruangan baginya dan ditata seromantis mungkin, juga membuatkan makanan yang enak tentu saja tak lupa ayam kesukaan juga harus ada. Ia meminta ijin kepada eomma dan appanya untuk menggunakan ruangan itu, dan ia juga menjelaskan kenapa ia ingin menggunakan ruangan itu.

Onew berencana melamar Minhyo, ia ingin agar orang-orang mengetahui jika Minhyo adalah tunangannya, bukan pacarnya. Ia juga ingin agar Minhyo tau bahwa dirinya serius menjalani hubungan ini.

“ Hyung. Besok kau mau pergi jam berapa? Aku bareng denganmu ya waktu kerumah Noona” pinta Taemin.

“ Ne. Besok aku harus menjeput Minhyo jam 5 sore. Oh iya Taeminnie, bisakah kau menolongku?” tanya Onew.

“ Menolong apa, Hyung?” tanya Taemin.

“ Besok kau datanglah ke restorant kita bersama Hyein noona.” ujar Onew.

“ Baik. Tapi untuk apa?” tanya Taemin.

“ Aku ingin kalian menjadi saksi saat besok aku melamar Minhyo.” jawab Onew. Taemin kaget mendengar jawaban hyungnya, namun langsung dapat mengendalikan ekspresinya. “ Kenapa tidak dengan orangtua noona saja?” tanyanya lagi.

“ Tidak perlu. Bagian yang formal seperti itu butuh persiapan yang lebih lama. Lagi pula eomma sepertinya sudah memberi tau ajumma tentang hal ini.” jawab Onew.

“ Kalau begitu aku akan menelpon Hyein noona untuk mengatakan hal ini.” ujar Taemin. “ Ne, dan sampaikan juga padanya untuk merahasiakan hal ini dari Minhyo.” ujar Onew.

Taemin segera menelpon Hyein dan menyampaikan rencana besok. Sedangkan Onew memilih untuk masuk kedalam kamar dan bermain dengan Brenda.

☺☺☺

“ Aku harus mengenakan pakaian apa besok? Onew memintaku berdandan, berarti dia akan membawaku ke acara formal” ujar Minhyo pada diri sendiri.

Minhyo telah mengacak-ngacak isi lemarinya untuk memilih baju yang akan dikenakannya besok. Namun dia bingung, karena ia sama sekali tak memiliki pakaian yang bagus. Karena sudah putus asa, Minhyo memilih untuk meminta tolong pada Hyein, ia yakin eonninya itu pasti punya pakaian yang bagus.

Tok tok tok

“ Eonni, apa kau sudah tidur?” ujar Minhyo. “ Belum, masuklah.” Minhyo pun masuk kedalam kamar eonninya. “ Waeyo?” tanya Hyein. “ Eonni, bantu aku memilih pakaian untuk besok. Onew mengajakku pergi, namun dia tidak mengataka akan kemana yang jelas ia memintaku untuk berdandan, jadi aku yakin dia pasti mengajakku ke acara formal.” ujar Minhyo.

Mendengar kata-kata adiknya dan karena ia telah tau maksud Onew, tanpa ragu-ragu Hyein mengambil gaun berwarna baby blue dari lemarinya.

“ Pakai ini. Kau akan terlihat sangat cantik jika mengenakan gaun itu.” ujar Hyein. “ Bagus sekali. Gomawoyo eonni.” kata Minhyo dengan gembira. “ Kalau begitu aku kembali dulu ke kamar. Aku ingin istirahat. Gomawo sekali lagi.” ujarnya. “ Ne. Semoga besok menjadi hari yang membahagiakan untuk kalian.” ucap Hyein. Minhyo mengangguk dan keluar dari kamar Hyein menuju kamarnya sendiri.

☺☺☺

“ Aigooooo…… aku tidak bisa tidur…… sebenarnya besok si maniak ayam itu mau mengajakku kemana sih?! Kenapa pakai rahasia-rahasiaan segala sih! Ah molla” ujarnya pada diri sendiri

Dia lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan selamat tidur kepada Onew. Setelah itu Minhyo berusaha untuk tidur.

☺☺☺

Keesokan hari

Pagi ini Minhyo terbangun lebih awal, tidurnya sama sekali tidak nyenyak karena dia sangat penasaran tentang rancana hari ini, mengapa kekasihnya itu tidak mau memberitahukan kemana akan mengajaknya hari ini. Karena dia terbangun terlalu pagi, Minhyo memutuskan untuk berjogging sambil mengajak Roo berjalan-jalan. Selesai jogging Minhyo memilih untuk makan mie ramen instan yang kemarin dibelinya sambil menonton drama korea favoritnya.

“ Minhyonie, jam berapa kau akan pergi hari ini?” tanya Hyein

“ Onew akan kemari jam 5 sore. Kenapa?” tanya Minhyo.

“ Ah aniyo. Soalnya aku juga akan pergi dengan Taeminnie, aku ingin mengajaknya jalan-jalan hari ini” ujar Hyein.

“ Lha apa hubungannya dengan jam berapa aku pergi?” tanya Minhyo. “ Lho aku kan juga harus bersiap-siap. Taemin akan ikut dengan Onew kemarikan?” tanyanya. “ Oh iya ya. Taemin juga kemari. Eon, hari ini titip Taemin sampai kami kembali” ujar Minhyo.

“ Tenang saja” sahut Hyein.

☺☺☺

Dirumahnya, Onew sedang asik menimang-nimang Breanda dia selalu merasa jika Brenda itu imut dan manis. “ Brenda, taukah kau. Hari ini aku akan melamar Minhyo. Aku gugup sekali. Seandainya saja Supervisor galak itu mengijinkan aku mengajakmu, pasti aku tidak akan merasa gugup” ujar Onew pada Brenda yang asik mematuk-matuk telapak tangannya. “ Ah aku lupa jika kau tak bisa bicara” ujarnya lagi.

            – Apa Minnie akan menerimaku ya? Bagaimana jika dia malah menolakku?- ujarnya dalam hati.Pikiran-pikiran itu terus saja menghantui dirinya. Saking gugupnya ia tak sadar jika Heechul sudah berada persis didepannya.

“ Onew… new… hey… Onew” panggil Heechul

“ YAAAAAAAA!!! Hyung, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau selalu muncul tiba-tiba sih?” teriak Onew.

“ Sebentar sebentar… darimana kau bisa masuk kerumah ku? Seingatku pintu depan sudah kukunci semenjak Taeminnie pergi kesupermaket tadi?” tanya Onew heran

“ Aku lompat pagar. Kau sih terlalu serius melamun? Sampai ta menyadari aku lompat pagar… ckckck” ujar Heechul sambil geleng-geleng kepala.

“ Yaaaa!!! Kau ini sudah berapa kali aku bilang, jangan melakukan hal berbahaya seperti itu?! Memangnya kau ini atlit lompat pagar apa?!” teriak Onew lagi.

“ Hahahaha… kau manis jika marah-marah begitu. Coba kamu yeoja pasti sudah ku ajak nikah” ledeknya. “ Oh iya, tadi aku dengar dari Brenda(?) jika kau ingin melamar Minhyo. Jinjja? Hebat sekali kau, tak kusangka kau sudah tak sabar untuk menjadikannya milikmu” ujar Heechul. “ Aku saja terkejut pada diriku sendiri.” ujarnya. “ Hmm hyung, maukah kau berjanji sesuatu padaku?” Onew menatap Heechul. “ Tergantung” jawab Heechul. “ Maukah kau berjanji untuk menjaga Minhyo saat aku sedang tak bersamanya, jaga dia untukku, Hyung.” pinta Onew. Heechul terkejut mendengar permintaan Onew. Ini benar-benar membuatnya bingung harus berkata apa?!

“ Mwo? Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?” tanya Heechul.

“ Molla, hyung. Jebal. Berjanjilah padaku.” jawab Onew

“ Kau ingin mendengarku menjawab apa?” tanya Heechul

“ Katakan bahwa kau akan menjaganya. Jaga dia seperti kau menjaga kekasihmu, Hyung” ujar Onew. “ Kau… Ya! Kau ini kenapa sih? Kenapa jadi melankolis seperti ini?” tanya Heechul. “ Molla, hyung. Aku hanya ingin mendengar kau berjanji untuk menjaganya. Itu saja” jawab Onew

Heechul benar-benar tak tahu harus bicara apa. Ia memejamkan matanya memikirkan permintaan Onew yang sudah dia anggap seperti dongsaengnya sendiri. Iapun menghela napas, lalu dengan berat dengan mengiyakan permintaan Onew.

“ Okay. I promise. Tapi aku hanya akan menjaganya saat kau pergi. Saat kau kembali, dia kembali menjadi tanggung jawabmu.” Ujar Heechul.

“ Kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida. Hyung.” Ucap Onew sambil tersenyum. Jujur saja Heechul memang menyukai Minhyo. Tapi ia menyukai Minhyo yang selalu terlihat ceria jika berada di sisi Onew, dan Minhyo yang selalu dilindungi sepenuh hati oleh dongsaengnya ini. “ Hyung, bagaimana jika kau nanti juga datang ke Restorant keluargaku, jadilah wakil dari keluargaku” pintanya lagi. “ Baiklah. Jam berapa?” tanya Heechul. “ Jam 5. Kau bisa datang bersama Taemin dan Hyein noona” ujar Onew. “ Tidak usah. Nanti aku akan berangkat sendiri saja. Di restorant keluargamu jam 5 sore. Baiklah” ujarnya.

☺☺☺

Karena masih ada waktu sekitar 4 jam sebelum waktu janjian, Minhyo memutuskan untuk pergi ke salon untuk memanjakan diri. Tadinya ia ingin meminta Eonninya untuk pergi bersamanya, namun ternyata eonninya itu sudah punya dengan Taemin. Jadi ia pergi sendiri. Disalon ia memilih untuk creambath dan lulur. Dia menyukai 2 kegitan itu. Alasannya adalah karena rambutnya yang tebal dia jadi susah jika harus keramas sendiri, dan dia juga tidak bisa belulur sendiri apalagi bagian punggung.

“ Taeminnie, jam berapa kita akan berangkat nanti?” tanya Hyein. “ Hmm, nanti aku akan kerumah noona jam 5 kan. Jadi kita lebih baik berangkat setelah hyung dan Minhyo noona berangkatkan?!” ujar Taemin. “ Hmm. Tapi kurasa kita bisa pergi lebih dulu. Jadi sambil menunggu mereka datang kita bisa mencari makan dulu. Jika kita berangkat setelah mereka, kita tak punya waktu untuk pergi makan” jelas Hyein.

“ Ah benar juga. Kalau begitu aku akan minta hyung untuk berangkat lebih cepat” kata Taemin. – Saat ini Hyein noona sudah bersamaku. Apa aku nyatakan saja perasaanku padanya saat ini juga ya? Apapun jawabannya aku sudah siap – ujar Taemin dalam hati. Lalu ia menarik napas dalam agar dirinya tidak gugup.

“ Noona. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ujar Taemin gugup. “ Katakan saja” sahut Hyein sambil memilih-milih makanan kecil. “ Noona, maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Taemin. Hyein yang saat itu sedang memilih-milih makanan langsung berbalik untuk memandang Taemin, namja yang baru saja menyatakan cinta padanya.

“ Kau serius dengan kata-katamu barusan?” tanya Hyein sambil menatap namja dihadapannya. “ Tentu saja aku serius. Jika tidak serius aku tak akan mengatakannya. Apakah kau bersedia, noona?” tanya Taemin lagi.

“ Apa yang membuatmu mengatakan itu, Taemin?” tanya Hyein. “ Tentu karena aku menyukaimu” jawab Taemin. “ Lalu apa yang membuatmu menyukaiku? Jika karena___”.“ Kau memberiku banana milk? Bukan noona. Aku bahkan menyukaimu jauh sebelum kau mengenalku” ujar Taemin. “ Maksudmu?” tanya Hyein. “ Sebelum mengenalmu seperti saat ini, aku sering mendengar Minhyo noona bercerita tentangmu. Sejak itu aku mulai tertarik denganmu, aku selalu meminta hyung untuk mengajakku jika dia ingin pergi kerumahmu” jelasnya.

“ Jadi bukan karena banana milk?” tanya Hyein lagi. “ Aigoo… Noona, percayalah padaku. Aku ini benar-benar menyukaimu tulus dan tanpa memikirkan banana milk bahkan aku tidak peduli mengenai usia kita yang terpaut 4 tahun” ujar Taemin.

Taemin menunggu jawaban Hyein yang tak kunjung datang, hingga akhirnya ia merasa bahwa dirinya telah ditolak. Ia pun melangkah untuk pergi, namun belum juga Taemin melangkahkan kakinya “ Aku terima. Aku mau menjadi kekasihmu, namun kau jangan menyesal berpacaran denganku. Akan sangat berbeda jika kau memiliki kekasih yang umurnya sama denganmu dan kekasih yang lebih tua darimu. Kau siap dengan semua itu?” tanya Hyein.

“ Noona, jika aku tidak siap dengan semua kemungkinan yang ada. Aku tak akan memintamu menjadi kekasihku” jelas Taemin tegas. “ Baiklah, Taeminnie. Kita lihat seberapa besar persiapanmu” ujar Hyein. “ Jadi kau mau menjadi yeojachinguku?” tanya Taemin memastikan apakah Hyein benar-benar menerimanya dan pertanyaannya itu hanya jawab dengan senyuman dan anggukan dari Hyein. “ Yeeeiii… noona gomawo. Aku pasti akan jadi namjachingu terbaik bagimu” ujarnya. Merekapun kembali ke kegiatan semula, yakni belanja.

“ Aigoo… kenapa Taemin pergi lama sekali sih? Diakan harus pergi bersamaku kerumah Minnie. Oh Hyung, menurut lebih cocok mana?” tanya Onew sambil menunjukan 2 jas, yang satu berwarna putih sedang satunya berwarna coklat.

“ Hmm. Aku lebih suka yang putih. Lagipula itu lebih cocok dengan T-shirt neckturtle mu, ank au lebih terlihat gimanaaaaa gituuuu” ujar Heechul. “ Ne. Kalau begitu aku akan pakai yang putih” ujarnya sambil mengenakan jasnya.

Tak lama kemudian orang yang ditunggu-tunggupun datang.

“ Ah annyeong Heechul hyung” sapanya. “ Annyeong. Kau darimana saja Taeminnie. Hyungmu sudah menggerutu tak jelas sejak tadi?” tanya Heechul. “ Ah mianhaeyo. Tadi aku berbelanja dengan Hyein noona”  jawabnya

“ Yaaa!!… Lee Taemin kenapa kau baru pulang? Kau lupa ya dengan rencana kita?” tegur Onew yang baru keluar dari kamarnya.

“ Ah mian mian… Hyung, bagaimana jika berangkat sekarang saja. Kurasa lebih baik aku pergi terlebih dahulu dengan Hyein noona?” ujar Taemin. “ Boleh saja. Asal kau tidak terlambat tiba di Restoran” jawab Onew.

“ Baiklah. Karena kalian akan segera berangkat. Lebih baik sekarang aku pulang. Sampai bertemu di restoran. Okay” ujar Heechul  sambil berjalan teras belakang lalu melompat pagar.

“ Yaaa!!! Hyung, sudah kukatakan jangan mengulangi hal itu” teriak Onew kesal. Heechul hanya menanggapi omelan Onew tadi dengan tertawa.

Onew dan Taemin siap berangkat, Taemin mendapat tugas mengecek seluruh pintu dan jendela. Sedangkan Onew berjalan menuju garasi untuk mengeluarkan mobil sport kesayangannya. Mobil yang ia dapat dari Appanya sebagai ulang tahunnya yang ke-20. Ia jarang menggunakan mobil itu, ia hanya akan menggunakannya jika ada acara resmi. Menurutnya menggunakan angkutan umum itu lebih menyenangkan.

= T.B.C =

Hehehehe… gimana penasarankah? Atau bosankah? Silahkan tinggalkan jejak kalian dibawah sana. Boleh kritik, saran, iPod, iPad, atau apapun.

Saya terima dengan senang hati. ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

6 thoughts on “Thanks For Everything – Part 2”

  1. Huaaa..
    Knpa tbc?? Aku makim deg2an jadinya.. Knp onew kaya org dapet firasat mau meninggal.. Oh nooo!
    Lanjutkan chingu..

  2. Aish,kenapa harus tbc sih?,,aq berfirasat gak enak nih ama omongan Onew ke heechul,aq takut deh..mudahan berjalan dengan lancar hubungan Hyein ama taemin..daebak,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s