1st Journey at Sōzōtopia – Part 11

1st Journey at Sōzōtopia

Track 11 – Permintaan Terakhir

Author : yen

Kontributor : Afifah (Park Je Woo)

Main Cast : SHINee’s Choi Minho, Super Junior’s Yesung, SHINee’s Lee Taemin, SHINee’s Kim Ki Bum, Super Junior’s Kim Heechul, Cho Hyo Ra.

Support Cast : BIG BANG’s Kwon Ji Yong

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Fantasy, Parallel Universe

Note : Also published at my very own blog (sozoofmine)

Hyo Ra menatap lurus ke puncak Bukit Persembahan, mengabaikan Minho yang tengah menggenggam erat telapak tangannya. Untuk kedua kalinya ia harus meniti anak-anak tangga di punggung bukit itu, kali ini dengan Minho. Minho yang bukan lagi putra mahkota, namun Minho yang seorang kaisar Negeri Para Penerbang. Semuanya berjalan dengan begitu cepat. Dua hari yang lalu, seharusnya pernikahan Hyo Ra dan Taemin berlangsung. Kemarin Minho resmi dilantik menjadi kaisar. Hari ini, upacara pernikahan Hyo Ra dan Minho dilangsungkan.

“Tanganmu dingin sekali. Apa kau gugup?” Bisik Minho lembut, mendekatkan mulutnya ke telinga Hyo Ra.

Yang ditanya hanya tersenyum, menggeleng.

“Hyo Ra….” Panggil Minho ragu-ragu, menelisik wajah gadis di sebelahnya.

“Minho, maaf. Aku sedang tidak ingin membicarakan apapun saat ini.” Potong Hyo Ra pelan, menghentikan langkahnya sejenak.

Minho menghela nafas panjang, baru saja ia akan menyinggung soal Taemin. Minho merasa Hyo Ra tidak sepenuh hati menikah dengannya. Sepertinya gadis itu masih memikirkan kepergian Taemin.

Hyo Ra menggigit bibir bawahnya saat mengetahui bahwa Minho ternyata tengah berusaha membuang segala kekhawatirannya sendiri. Awalnya, bagi Minho, pernikahan ini tak lebih dari upaya memiliki seorang Veneris. Tapi ternyata, Minho memiliki sisi manusiawi yang romantis juga. Menjalani semua ritual pernikahan yang bagaimanapun tetap terasa sakral membuat hatinya sedikit goyah. Mulai merasa bahwa ia harus mencintai Hyo Ra setulus hati. Karena pernikahan, tetaplah pernikahan. Janji suci antara dua manusia yang siap berbagi sisa hidup, berbagi takdir.

Tepat saat mereka berdua tiba di puncak bukit, bukannya meletakkan buket bunga bersamaan dengan Minho, Hyo Ra justru melepas genggaman Minho dari tangannya.

Menyadari hal itu, wajah Minho mendadak pucat. “Kau-”

Belum sempat Minho menyelesaikan pertanyaannya, Hyo Ra sudah memotong terlebih dahulu, “Aku tidak akan membuatmu dalam keadaan sulit Minho. Aku sudah menepati janjiku untuk membantumu mendapatkan apa yang menjadi hakmu. Tapi, Dragon benar. Aku adalah miliknya. Tak seorangpun bisa memilikiku.” Gadis itu tampak menguatkan hati, menambahkan tulus, “Maaf. Aku harus pergi. Senang pernah mengenalmu, Pangeran Berkuda Putih.”

Saat itu juga, sebuah sinar terang yang sangat menyilaukan terlihat melingkupi Hyo Ra. Minho hanya bisa menatap nanar pemandangan dihadapannya. Dragon muncul tepat diantara Hyo Ra dan Minho, melempar tatapan dingin mematikan kearah Minho. Tanpa mengucapkan apa-apa, Dragon telah membawa Hyo Ra menghilang. Menyisakan Minho yang hanya bisa menatap kosong buket bunganya, juga meninggalkan desas-desus di kalangan istana. Sampai puluhan tahun kemudian, cerita itu terus berkembang. Bukan. Bukan tentang hilangnya mempelai wanita. Tapi tentang kemunculan Sang Penjaga Timur di dalam istana. Desas-desus yang akhirnya berakhir pada kesimpulan, bahwa Minho sejatinya adalah kaisar yang secara langsung direstui oleh langit, oleh Sang Penjaga Timur itu sendiri.

***

“Jangan lama-lama, kau harus segera pulang. Mengerti?” Tanya Dragon pada Hyo Ra yang mengabaikannya. Gadis itu memilih menatap punggung namja bermantel hitam yang duduk menjuntai di tepi mercusuar, tidak menyadari kedatangannya dan Dragon.

Dragon mendengus sebal, “Untung saja semuanya berjalan lebih cepat. Kalau tidak…. Hah! Bukankah aku sudah menyuruhmu waspada padanya? Kau punya bakat besar untuk menyukai orang dengan tipe seperti dia.”

“Bisakah kau tinggalkan kami berdua saja?” Keluh Hyo Ra tak peduli pada omelan Dragon.

Dragon mendelik sebal, “Astaga! Mengusirku? Kau-”

“Oh… ayolah! Aku masih akan bertemu denganmu ribuan kali lagi. Tapi ini adalah kali terakhir aku bisa bertemu dengannya.” Sembur Hyo Ra tak kalah sebal.

Dragon hanya mengangkat bahu, sejurus kemudian telah menghilang.

Hyo Ra tersenyum tipis, menghampiri namja bermantel hitam yang ternyata tengah memejamkan mata itu. Hyo Ra beringsut pelan, ikut duduk disebelahnya, lantas memeluk lengan namja itu.

“Dia baik-baik saja. Ahra juga mengirim salam untukmu.” Celutuk namja itu sebelum Hyo Ra bertanya, seperti biasa. Ya, seperti biasa. Memang begitulah Key.

Key?

Ya, Key. Seharusnya, tepat setelah ia mengoper mutiara naga itu pada Taemin, Hyo Ra harus segera pulang ke semestanya. Tapi ia memohon sedikit lagi waktu pada Dragon. Selain ia ingin pergi dengan lebih spektakuler –ditengah prosesi pernikahannya dengan Minho- juga karena ia ingin bertemu dengan Key terlebih dahulu.

Saat Key membawa pergi Taemin dari Bukit Persembahan, Hyo Ra sempat meminta Key menunggunya di mercusuar, 2 hari lagi. Permintaan itulah yang membuat Key tersenyum tipis dan mengangguk sebelum terbang melesat.

Mengoper mutiara naga? Eh, memilih sang Pengusaha Negeri-negeri Timur? Kapan?

Tidak adakah yang memperhatikan? Hal itu Hyo Ra lakukan saat Taemin nyaris meninggal dipangkuannya. Saat Hyo Ra mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin, menggerutu bahwa Taemin adalah orang bodoh. Ya, saat itulah Hyo Ra diam-diam menyentuhkan bibirnya ke bibir pucat dingin milik Taemin. Merasakan sebuah bola kecil mengalir dari tenggorokannya, meluncur pelan di atas lidah dan kemudian menghilang ke dalam mulut Taemin. Ya, Hyo Ra akhirnya memutuskan memberikan mutiara itu pada Taemin. Hyo Ra mengoper mutiara itu tepat waktu, membuat luka tusukan pedang di perut Taemin langsung sembuh. Secara kasatmata Taemin memang bersimbah darah, tapi sebenarnya, lukanya sempurna telah menutup. Mutiara itu juga yang membuatnya tak sadar, seolah-olah mati. Membuat semua orang, termasuk Minho terkecoh.

Kenapa Hyo Ra memilih Taemin?

Sebenarnya, bukan karena Taemin lebih baik daripada keempat kandidat lainnya. Bukan. Tapi karena detik itu juga, saat menatap wajah pucat Taemin yang mulai membeku, Hyo Ra merasa bahwa sebenarnya tak akan ada bedanya siapapun yang terpilih. Takdir sudah menetapkan, suatu saat kelak negeri-negeri timur akan bersatu dibawah kemimpinan seseorang. Tak penting siapa seseorang itu. Sejatinya, kelima kandidat tetap akan memiliki perannya masing-masing dalam proses penyatuan tersebut. Kelima kandidat akan ambil bagian dari sebuah kisah besar, penyatuan negeri-negeri timur. Hal yang utama dari tugas Hyo Ra justru memastikan, bahwa setiap kandidat menyadari arti penting diri mereka masing-masing dengan seimbang dan jernih. Tanpa dibebani dendam masa lalu.

“Hal yang paling disesali Taemin adalah ia tidak mempercayaimu sampai akhir,” imbuh Key saat melihat Hyo Ra hanya tersenyum.

“Benarkah?” Hyo Ra menyeringai, “Tapi ada bagusnya juga dia bersikap seperti itu. Kalau Taemin tidak nekat mengorbankan dirinya sendiri, mungkin sampai sekarang aku masih bingung mau memilih siapa.”

“Kau pasti akan memilihku,” sahut Key datar dan dingin, tanpa ekspresi.

Hyo Ra terkekeh kecil, “Terlalu percaya diri. Tapi mungkin saja, karena pada akhirnya, hanya kau yang masih percaya padaku.”

“Aku sudah menceritakan semuanya pada Heechul Hyung. Ia tak lagi salah paham padamu. Yah, wajar saja dia salah paham. Hyung sama sekali tidak mengira kau tega membunuh Taemin.” Key menghela nafas berat, melirik Hyo Ra yang masih tersenyum-senyum sendiri. “Dan itu sebenarnya tidak salah. Kau memang tidak berniat membunuh Taemin ‘kan? Kau hendak menyuruhnya pergi, berteleportasi tepat saat kau pura-pura menancapkan pedang Minho di perutnya,” mendengus malas, menambahkan sinis, “Kau naif. Kau pikir Minho akan percaya begitu saja padamu? Ia tidak akan puas sampai melihat dengan mata kepalanya sendiri mayat Taemin terbujur kaku.”

“Tapi Minho sekarang percaya kalau Taemin sudah benar-benar mati.” Sahut Hyo Ra kalem.

Key tersenyum sinis, “Dan kau merasa puas hanya dengan itu? Kau bisa membayangkan apa yang terjadi jika Minho tahu Taemin masih hidup?”

Hyo Ra menghela nafas panjang, “Minho tidak sejahat yang kau pikir Key. Dia sudah berubah banyak. Peristiwa belakangan ini membuat Minho menjadi orang yang berbeda. Lagipula, bukankah selama ini ia juga hanya berusaha mendapatkan kembali apa yang menjadi hak-nya?”

“Kau percaya pada Minho?” Nada suara Key lebih mirip keluhan.

“Aku percaya pada kalian berlima,” Hyo Ra menyandarkan kepalanya di bahu Key.

Giliran Key yang menarik nafas panjang, mengubah posisi duduknya sedemikian rupa hingga Hyo Ra bisa bersandar dengan nyaman.

“Taemin dan Ahra akan hidup bahagia ‘kan?” Hyo Ra memecah kesenyapan yang sempat mengambang beberapa saat lamanya karena Key memilih untuk diam.

Key mengangguk pelan, “Tentu. Taemin sudah bisa menerima takdirnya. Ia akan mengemban tugas itu dengan baik. Ayah Ahra juga sudah memutuskan menyerahkan tahtanya pada Taemin. Kami akan se-”

“Dan kau. Kau akan hidup dengan baik ‘kan?” Potong Hyo Ra tiba-tiba.

Key meneguk ludah, “Kenapa kau bertanya?”

Hyo Ra menyeringai lebar. Ia selalu suka saat Key mengeluarkan ekspresi penasaran. Tentu saja, hal itu hanya terjadi saat Hyo Ra menutup pikiran Key.

“Karena aku tidak akan ada di sini untuk melihatnya,” jawab Hyo Ra pelan. Jauh didalam hatinya, ia khawatir pada Key. Taemin mempunyai Ahra yang mencintainya. Heechul tak pernah perlu orang lain, ia selalu merasa cukup dengan dirinya sendiri. Tentang Minho, ada Yesung yang akan selalu mendukung, mengingatkan dan menjaganya. Tapi Key?

Key menatap Hyo Ra tajam, menghela nafas panjang, “Kapan kau kembali ke duniamu?”

Key sadar, akan terdengar lebih nyaman jika ia bertanya, kau akan pulang ke duniamu? Tidak. Buat apa? Key tahu benar itu retoris. Untuk apa menanyakan sesuatu yang jawabannya sudah pasti. Cepat atau lambat, Hyo Ra akan pergi, kembali.

Hyo Ra bergumam pelan, “Segera, ehm, lebih tepatnya, sekarang.”

Key mengalihkan pandangannya dari wajah Hyo Ra. Mengeluh pelan. Sangat pelan hingga Hyo Ra tidak bisa mendengarnya.

“Key….” Panggil Hyo Ra lirih.

Key yang tengah mendongakkan kepala ke langit dengan mata tertutup hanya ber-hmm pelan.

“Kau mau membantuku ‘kan? Kalian berlima akan bahu-bahu mewujudkan kisah ini, bersama. Jadilah penyeimbang bagi mereka.” Pinta Hyo Ra dengan nada tegas.

Key menyeringai tipis, “Bukankah itu sudah tugasku? Tentu saja. Tidak semua orang terpilih seperti Taemin. Tapi semua orang sebenarnya memiliki peran masing-masing. Benar ‘kan? Bahkan sesuatu yang besarpun sejatinya tersusun dari hal-hal kecil. Jika tak ada yang bersedia melakukan hal kecil, bagaimana mungkin bisa tercipta sesuatu yang besar?” Urai Key panjang lebar, sukses membuat Hyo Ra tersenyum sangat lebar.

“Kenapa kau tersenyum selebar itu?” Tanya Key setengah tersinggung, setengah merajuk.

Hyo Ra mengangkat bahu, “Hari ini kau banyak bicara.”

Key memalingkan muka, mendengus pelan. Hyo Ra tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya.

“Tawamu berisik sekali,” umpat Key malas.

Tawa Hyo Ra malah semakin menjadi, “Tapi kau suka ‘kan?”

Tiba-tiba saja Key tersenyum lebar, “Yah… aku suka.”

Jawaban Key yang tidak terduga itu sukses membuat pipi Hyo Ra memerah. Tawanya seketika terhenti, berganti dengan suara tawa Key, yang ternyata, dua kali lebih keras dibanding tawa Hyo Ra tadi.

“Tawamu tak kalah berisik! Menyebalkan!” Seru Hyo Ra pura-pura marah, tetapi nyatanya tak tahan untuk tersenyum lebar.

Key terbahak semakin keras, “Tapi kau suka.”

Hyo Ra mendengus, menggembungkan pipi. Sejurus kemudian berkata dengan nada sok serius, “Kau harus belajar tersenyum dan tertawa di depan gadis lain. Jangan hanya didepanku saja.”

Tawa Key seketika padam. Ia menatap Hyo Ra lamat-lamat, menelisik setiap detail wajah gadis itu. Hyo Ra tercekat melihat tatapan Key yang terasa ganjil. Seluruh badannya serasa membeku, kaku tak mampu bergerak. Hanya jantungnya yang berdebam puluhan kali lebh keras.. Gadis hanya bisa membalas tatapan matanya, tenggelam dalam hitam pekat manik mata Key. Sampai detik ini, Hyo Ra masih belum bisa melihat apapun dalam mata itu.

Cukup lama keduanya diam saling memandang. Sampai tiba-tiba saja, bersamaan, keduanya memalingkan wajah, bangkit dari duduk.

“Sudah saatnya?” Nada bicara Key lebih terdengar seperti pernyataan daripada pertanyaan.

Hyo Ra mengangguk tipis, “Selamat tinggal Key. Terima kasih atas semuanya.” Jawabnya sembari tersenyum manis, perlahan berjalan mundur. Pandangan keduanya kembali beradu. Tanpa sadar, detik itu juga, keduanya mengucap permintaan dalam hati. Permintaan yang sama persis. Dua buah permintaan terakhir yang berpilin menjadi satu, melesat naik ke langit luas. Meledak, pecah berhamburan menjadi hujan pelangi yang tak kasatmata.

Key refleks berusaha meraih pinggang Hyo Ra, khawatir gadis jatuh dari tepi mercusuar. Sayang, luput. Terlambat. Hyo Ra telah terjun bebas dari puncak mercusuar. Alih-alih berdebam ke tanah, saat berada di udara, tubuh Hyo Ra berubah menjadi seberkas cahaya hijau lembut yang perlahan memudar dan kemudian hilang. Key meneguk ludah, mengeluh pelan dalam hati.

***

“Kau mau kemana Key? Ini sudah malam.” Tegur Jinki pada Key yang tengah mengendap-endap keluar dari kamar hotel.

Key berjengit kaget, membekap mulutnya sendiri, “Hyung! Kau mengagetkanku saja.”

“Mau kemana?” Jinki tidak menggubris gerutuan Key.

Key menyeringai lebar, “Aku mau jalan-jalan di pantai. Cari udara segar.”

“Insomnia-mu kambuh? Atau kau bermimpi lagi?” Nada suara Jinki terdengar khawatir sekaligus prihatin.

“Gadis itu bunuh diri di depan mataku Hyung. Ia melompat dari atap gedung,” keluh Key pelan.

Jinki menelan ludah, benar-benar prihatin. Sudah seminggu ini Key terus-menerus dihantui mimpi. Mimpi yang menyeramkan tentang seorang gadis bergaun hijau muda. Malam pertama, Key bermimpi melihat gadis itu mengikat Minho di sebuah tiang tinggi, membakarnya hidup-hidup. Kemarin, Key bercerita ia bermimpi lagi. Gadis itu nampak sedang duduk bersimpuh di depan Taemin yang tergeletak bersimbah darah. Dan malam ini, gadis itu bunuh diri. Apa maksud semua mimpi Key?

“Tidak apa-apa Hyung. Itukan hanya mimpi. Kau sendiri yang bilang,” celetuk Key saat melihat ekspresi Jinki.

“Mau kutemani?” Tawar Jinki berbaik hati.

Key menggeleng pelan, “Tidak usah. Kau pasti sangat lelah. Aku hanya keluar sebentar.”

“Ya sudah. Hati-hati,” ucap Jinki setelah berpikir beberapa saat. “Jangan pulang terlalu malam, besok kita masih ada pemotretan lagi. Kau membawa ponselmu ‘kan? Kalau ada apa-apa, cepat hubungi aku atau manager Hyung.”

Key hanya tersenyum, mengacungkan kedua ibu jarinya, kemudian melangkah lebar menuju lift. SHINee memang sedang melakukan pemotretan untuk sebuah produk. Mereka mengambil lokasi di pantai laut timur, tepatnya di Sokcho.

Key menyusuri pantai tanpa arah yang pasti, hanya mengikuti kemana kakinya berjalan. Saat melihat beberapa orang berseragam SAR tengah menyorotkan senter besarnya ke arah laut, Key justru menghindari mereka. Saat ini ia sedang ingin sendiri. Sembari beranjak menjauh, lamat-lamat ia masih bisa mendengar salah satu dari mereka -mungkin komandan atau ketua regu- meneriakkan perintah untuk menghentikan pencarian malam ini, sudah terlalu larut. Key  melirik arlojinya, jam 10 malam. Kemarin ia sempat tak sengaja mendengar beberapa karyawan hotel tempat mereka menginap bergosip tentang seorang gadis yang hilang di laut. Tim SAR sudah mencarinya berhari-hari, mulai pagi buta hingga larut malam, tapi gadis itu belum juga ditemukan. Saat ia menceritakannya pada teman-temannya, Taemin justru menambah-nambahi. Katanya gadis itu ada hubungannya dengan Kyuhyun. Setidaknya, itulah kabar yang beredar di internet.

Tak terasa, Key sudah berjalan cukup jauh.  Tak nampak tanda-tanda kehidupan disekitarnya. Senyap. Key kembali melirik arlogi yang melingkar di pergelangan tangannya kirinya, nyaris tengah malam. Lelah, Key menghempaskan diri ke atas hamparan pasir. Duduk bersila sembari bertopang dagu.

Ia kembali teringat akan mimpi-mimpinya. Sebenarnya, ia tidak mampu mengingat mimpi-mimpi itu dengan jelas. Semuanya terasa buram. Hanya seperti potongan adegan-adegan yang acak dan kabur. Hal yang membuat Key gelisah justru kenyataan kalau ia sama sekali tidak merasa takut dengan gadis yang ada dalam mimpinya. Aneh bukan? Jelas-jelas gadis itu melakukan hal buruk pada teman-temannya. Tapi kenapa Key malah merasa ingin bertemu lagi dengan gadis itu? Yah, Key sebenarnya ingin sekali tidur, kemudian memimpikan gadis itu lagi. Ingin melihat wajah gadis itu dengan lebih jelas. Ingin bertanya padanya.

Key mengacak rambutnya dengan geram, “Apa yang kau pikirkan Key? Dia bahkan sudah bunuh diri. Kau terlambat meraih tangannya. Bodoh!” Umpatnya pelan, meraih sebuah batu kecil yang tergelatak di samping kakinya, melemparkannya sekuat tenaga ke tengah laut.

“EH? Apa itu?” Tanya Key pada dirinya sendiri saat menyadari, tak jauh dari tempatnya duduk, tepat di garis pantai, ada sebuah bayangan hitam. Dari jauh tampak seperti batang pohon yang hanyut terbawa arus, bergoyang pelan dimainkan ombak.

Rasa penasaran Key membawanya mendekati bayangan itu, terkejut saat menyadari bahwa benda itu bukanlah batang pohon, namun sesosok manusia. Tepatnya, seorang gadis yang memakai pakaian renang, tertelungkup basah kuyup.

Tanpa pikir panjang Key membalik tubuh gadis itu, panik memeriksa nadi di pergelangan tangan dan leher si gadis. Bergidik sendiri saat menyadari betapa dingin tubuh gadis itu.

Key mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru, berharap masih ada petugas dengan seragam SAR di sekitar tempat itu. Nihil. Mereka sudah menghentikan pencarian sejak tadi. Pantai benar-benar lengang, hanya ada ia dan gadis yang entah hidup, entah mati didepannya.

Key serabutan mengeluarkan ponsel, menghubungi Jinki.

Hyung!!” Panggilnya panik begitu mendengar suara mengantuk Jinki menjawab.

Hyung! Gadis. Di pantai. Pakai baju renang. Tubuhnya dingin sekali. Harus aku apakan??” Key kembali berseru panik, hilang akal.

“APA?? Gadis apa Key? Bicara yang benar!”

Terdengar suara gedubrak-gedabruk dari seberang, entah apa yang terjadi pada Jinki.

Key menelan ludah, berusaha tenang, “Ada gadis terdampar di pantai. Aku tidak tau dia masih hidup atau sudah mati.”

“Apa? Gadis terdampar?” Jinki terdengar sangat kaget, “Baiklah. Aku segera kesana membawa bantuan. Kau dimana?”

Key mengedarkan pandangan, bingung, “Aku tadi berjalan ke arah kiri dari pintu keluar hotel. Menyisiri pantai, sekitar satu jam.”

Jinki mengangguk mantap, lupa kalau Key tidak bisa melihatnya. “Kau tunggulah di sana. Lakukan pertolongan pertama. CPR atau apalah.”

Key membelalak tak percaya, Jinki sudah memutus sambungan telpon.

“CPR?!” Key berseru tertahan, setengah bingung setengah takut. “Gila. Jinki Hyung sudah gila. Ia menyuruhku melakukan CPR pada seorang gadis yang entah hidup entah mati ini?”

YA!!”

Key berteriak kaget, gadis didepannya tiba-tiba bergerak, mengerang pelan.

“Ka-kau masih hidup?” Tanya Key tergagap, menggenggam tangan si gadis.

Gadis itu kembali mengerang lemah, perlahan matanya membuka. “Key…” panggilnya pelan saat melihat wajah Key.

Yang dipanggil malah berjengit kaget, “Kau mengenaliku?”

Gadis itu tersenyum tipis, sedetik kemudian ia sudah jatuh pingsan.

Key terpaku ditempatnya. Sampai Jinki datang bersama tim SAR, polisi, dan beberapa karyawan hotel, Key masih terpaku ditempatnya. Diam menatap wajah gadis yang terdampar itu, menggengam erat tangannya. Terkesima. Senyum itu, Key pernah melihat senyum itu. Ya, ia merasa sangat mengenali senyuman itu.

‘Kumohon. Pertemukan lagi aku dengan Key. Di tempat di mana aku diijinkan mencintainya.’

 

‘Kumohon. Pertemukan lagi aku dengan Hyo Ra. Di tempat di mana ia diijinkan membalas cintaku.’

Next : Outro – 2nd Journey at Sozotopia

“Kenalkan, aku Kinsei. Yeah, aku memang tunangan Jiyong Oppa. Dan… dulu aku adalah seorang Veneris.”

“Jadi, apa tugasku kali ini?”

Catatan Penulis :

Yen : LEBAY!! Hueksss… #muntah gara-gara nulis permintaan terakhirnya KeyRa.

Key : Maksud lu??

Yen : Lu lebay Key! Lebay sangat!

Key : Selebay-lebaynya gue, tetep lebih lebay elu. ‘Kan author-nya elu, kekeke…

Yen : ….#ngasah golok

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

29 thoughts on “1st Journey at Sōzōtopia – Part 11

  1. ah, perkiraanku salah.
    Ternyata Taemin yg dpt bkn Key.
    Wah, Key suka sama Hyora.
    Kayaknya Hyora jga suka sama Key.
    Yang terakhir itu, wow, aku gak nyangka.
    GD kyknya cemburu. kekekeke
    penasaran bgt sama kelanjutannya.
    Daebak yen eon🙂
    di tunggu kelanjutannya🙂

    1. Taemin dapet kekuasaan/ negeri timur.
      Key (versi bumi) dapet Hyo Ra.
      Adil ‘kan?? #authorplinplan

      Sip…
      Tinggal 1 track lagi kok. Outro.

      Makasih, Tiara~🙂

  2. wah bang jiyong muncul jg tp sdikit y? *yen:udah untung kali dikeluarin!* (^_^)v

    eh udah pindah dimensi(?)aja,q smpt bingung + kaget nah lo jinki key pemotretan?bca kbwah lgi oalah itu ternyata shinee yg sesungguhnya d dunia nyta kirain msh dnegri penerbang dongdong (*^_^*)

    yg dmimpi key psti hyora deh,jd key titisan(?)dri key jendral/panglima ntu y?wah jgn2 semuanya ti2san lg…
    permintaan takhirnya so sweet tau ikikik akhrnya doa tim keyra yg terkabul \(^0^0)/…

    next track sertijab(?) veneris bru y? kinsei,rd familiar ma tu nma *bomat deh* yg pntg i love you baby im not a monster *smbl ntap choi’s boys*😀

    like this yow (^_^)d 😎

    1. Hehehe…
      Bang GDMushroom track depan (outro) muncul lagi kok, tetep dikit sih…😀

      Bukan titisan, tapi semacam kembaran Key yang ada di semesta lain. Namanya juga semesta parallel.🙂

      Bukan Veneris baru, justru MANTAN Veneris.
      Kinsei? Wajarlah klo dirimu familiar. Dia ‘kan pasangan abadinya Ji Yong di setiap FF aku. Kekeke…

      Makasih, Widia~

  3. AISH KALI INI AKU SETUJU KEY SM HYORA LOL #mendadaklabil
    soalnya gimana ya, walo masih ilfeel sm mino dan key di sini, tp pas balik k alam shinee (?) yg asli, aku setuju deh key sm hyora😀

    btw, GD cembokur spertinya😄

    aaaahhh terharu baca janji terakhir itu B’)

    btw, minho keluar lg ga di outro? IH WAW ada mantan veneris! Ih wow! Aku mau ikut audisi jd veneris #eh #dikiraapaan😄

    bagus unnie, kenapa ffmu bagus sih? Envy nih –‘ tukeran otak yuk! LOL

    bagus banget ini mahhh, tetep lekat di hati :3

  4. Terharu? Are you really?
    Aku malah merasa itu lebay banget! Sok puitis romantis gitu… #jedotinkepalaketembok😀

    Minho… nggak ada. Adanya GD, Key, Kyuhyun, Donghae, Leeteuk, Heechul.🙂

    Bagus apanya? Kacau nggak jelas gini. Konfliknya aja datar, nggak greget. Belum lagi karakter Yesung yang nggak ke-eksplore.
    Hehehe…

    Btw, bagaimanapun, makasih ya Van~!
    Doa’in supaya aku tetep semangat nulis.
    FIGHTING!!

  5. KEPENDEKAN AUTHORNYAAAAAA,, KEPENDEKAAAAN~~~
    AKU PENGEN LIAT ADEGAN ROMANTIC HYORA MA KEY, UUUUU~ /capslock jebol, ngajak ribut..

    thor, seru ceritanya beneran tapi kependekaaaan, huhuhuhu~ gara” baca ini aku jadi makin cinta ma Key. Hahaha dikira Bang Dragon mau muncul banyak, eeeh ternyata cuma cameo doang…

    tapi tapi, apa maksud ya 2nd journey to Sozotopia? Apa jangan-jangaan…. /mikir

    1. Hehehe…
      Aku nggak bisa bikin adegan roman… hiks.

      Cinta Key? Sip. Mission complete! No doubt!

      2nd journey masih dalam tahap ‘pengkhayalan’. Hehehe…

      Makasih, Beibiii~🙂

      1. yohi thor, eh aku enaknya manggil apa nih? biar enak dan biar akrab sama salah satu author fave-ku disini🙂

        Oya, aku Ikha, 22yo… kalo author sendiri? /plak\

  6. Co cwet bgt pmintaan terakhir mereka…#senyum2gaje
    Akhrny hyora ma key….puass#tumpengan

    Nih mksdny 1st journey ny udh end ya? #agkgarela…
    2nd journey ny tuh sequel bru lg?or sjenis after story gitu or gimana? Dtunggu…hwaiting

    1. Iya, tuh. Key ama Hyora emang gaje #eh
      Bagi!! Aku mau tumpengnya!

      Yap. Tamat! WRAP!!
      2nd journey… kayaknya masih jauhhh…
      Konsepnya blum mateng. Lagian kayaknya SHINee nggak bakal muncul deh. Jd nggak bisa dipublish di sini.

      Makasih, Niek~🙂

  7. Ohh ternyata taemin yg dapet mutiara hitam itu… Cerita’x keren dari part2 awal sempet ngira bakalan taemin yg dapet tapi kesini2’x minho trus key, susah d tebak cerita’x.. Daebakk poko’x.. N yg penting Hyora tetep ma Key..

    Next track..

    1. Mutiara naga…
      Hehehe… ceritanya emang kesana-kemari, ga jelas, kayak authornya #PLAK

      Yap. Sesuai permintaan Cho Hyora yang namanya aku pinjem, akhirnya harus ama Key. Gitu…

      Makasih, May~🙂

  8. Pertemukan kami ditempat dimana kami diijinkan untuk saling mencintaiiiii… Huwaaaahhh Hyora sudah blik… Key juga….. Ini sih sama sekali bukan reikarnasi, cuma kayak menjalankan peran didunia lain…. Wahhhh idenya kerennnn…… Tuh kan,, mereka itu lebih dpt chemystrinya….. Hyora-key….. Aku mendukungmu…hehehe

    Ohh,, jadi yg kepilih Taemin, tp yg dibantu Minho buat jadi raja… Syukurlahh,,,, ehhh ada bonus tracknya… Si Dragon munculnya tumpang lewat do’ang,,hihihihi

    baiklah,,, ditunggu tugas veneris selanjutnya, (itu sampe kekasih Dragon muncul, apa jgn2 Hyo disuruh nkah sm Key… Ngawur mode on),, semangat author Yen…..

    1. Iya, bukan reinkarnasi. Konsepnya ‘kan parallel universe, semesta paralel.

      Bonus track-nya nggak nyambung sih sebenernya. Sama sekali nggak ada kaitannya ama cerita di sozotopia ini, hehehe…

      Makasih, Vi~🙂

  9. Kyaaaaa~
    aq ketinggalaan,
    aq sdar koq thor, pas hyora ngasih mutiara ny ke taemin😀
    hwaa dbumi hyora nya ma key asseekk keren bgt aq suka aq suka..
    kinsei? jiyoung? hyaa.. sepertinya aq bs nebak next chapt nya, kkkk~
    kinsei it sprtinya veneris sblm hyora & dia jth cnta ma dragon mkany tgs ny jd veneris brakhr dan jiyoung it pasti dragon yg ad dbumi, mrka dprtemukan dtempat dmana mereka bs saling mencintai bgtu jg dgn hyora & key hwaaaaa~ thor sumpah keren bngett DAEBAAAKKK!! 4 jmpol buat author kkkk~
    seperti biasa next chapt nya dtunggu🙂

  10. Omajidot…. Bingung mau coment apa?? Tapi yang jelas ini lebih dari keren. Ramuannya apa sih thor bisa sekeren ini?? ~kekeke😀

  11. Aaaaaaaaaaaaaakkk
    Keren bangeeeet yaAllah~
    key sama hyora
    Keren banget keren banget dari awal samoe sekarang, keren keren keren
    tebakanku meleset semua dari awal pffffttt
    hyora yg entah sama siapa akhirnya sama key aaaaaaaww
    tapi masih bingung jadi tujuan dikasih mutiara buat apaan si? lupa
    minho jadi kaisar tapi yg pemimpin

  12. MWO!!!!??????
    Apa hyo ra kay saling mencintai
    😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
    Sumpah gua kira hyo ra suka ma taemin
    Ternyata dia suka ama kay
    Sumpah syok saya
    Emaginasi saya mleset total!
    Ini benar” membuatku gila
    Sumpah!
    Gua kira taemin ma hyora bersatu di kehidupan asli

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s