Dropped Life – Part 1

Title                        : Dropped Life part 1 (meneteskan kehidupan)

Radiant Twilight

Author                     : Anandhiya Intan a.k.a Aita Rinn

Genre                      : Family, fantasy, Romance.

Cast                         : Aita Rinn aka Aita, Han Nhaena, Han Yurra, Kim Shin You, Lee Jinki aka Onew (SHINee), Kim Jonghyun (SHINee), Kim Kibum aka Key (SHINee), Choi Minho (SHINee), Lee Taemin (SHINee).

Rating                     : PG-15

Summary                : Dengan alasan apa kau menolongku.ada hal yang berbeda dari dirimu dan aku ingin mengetahui hal itu.. jangan menghindar lagi.

                                 Aku akan senang jika melihatmu senang.

 Note                       : kalimat yang dicetak miring adalah kalimat langsung.

AUTHOR POV

Sesosok yeoja memandangi awan yang pucat itu. ia pernah berlibur ke daerah tropis bersama eommanya. Awan di daerah sana lebih biru dan cerah. Yeoja itu merindukannya.

“ apa yang kau lihat disana?” tanya Appa memperhatikan Aita yang terlihat begitu serius. Aita menyibakkan rambut panjangnya kebelakang. Appa membelai rambut Aita searah. Aita memegang tangan Appanya agar turun sehingga tetap focus mengemudikan kendaraannya.

“ apa appa harus melakukan itu?” tanya Aita dengan nada kesal. Dia telah menanyakannya sekitar tiga kali. Ini adalah pertanyaan yang keempat.

“ meskipun kau tanyakan itu berulang kali keputusan appa sudah bulat Aita-ah. Kita akan baik-baik saja dengan kehidupan yang baru. Kita akan memulainya kembali dari awal. Arra?” terang appa. Dia tak pernah lelah menjawab pertanyaan Aita yang berulang-ulang. Tapi dia tahu tak mudah bagi seorang anak menerima keadaan ini. Hanya bersama dengan satu orangtua.

“ arraseo” hati Aita luluh. Dia tak dapat membujuk appanya rujuk dengan eomma. Aita menunduk. Tangannya meraba tas mengambil sebuah mp3 dan headphone. Membunuh rasa bosan dan kecewanya yang memuncak.

Mobil berhenti tepat didepan rumah mereka. Rumah yang penuh dengan kenangan. Appa membujuk Aita agar menyetujui perpindahan mereka kerumah baru yang lebih dari cukup dibandingkan sekarang. tapi Aita belum mengatakan apapun.

“ aku akan setuju dengan Appa untuk kali ini. Tentang perpindahan rumah kita” aku Aita membunuh keheningan. Ia mengecilkan suara pada mp3 nya untuk memulai percakapan yang lebih serius dengan appanya. Aita tetap membiarkan headphone itu dekat dengannya.

“ kau yakin dengan keputusanmu Aita-ah?” tanya Appa meyakinkan keputusan yang diambilnya. appa tau betul sifat Aita. Dia takkan memutuskan tanpa memfikirkannya tapi dia terkadang terlalu baik hingga melupakan dirinya sendiri. Mengalah.

“ ne~” jawab Aita mantap. Ia melirik Appanya dengan tajam tanda bahwa ia bersungguh-sungguh. “ baiklah. Sebenarnya appa telah menemukan rumah yang tepat. Jarak rumah dan sekolah juga tak terlalu jauh.” Kata Appa. Kita bisa berkemas sore ini”

“oh~ baiklah”

&&&

Aita berdiri terpaku didepan rumahnya. Di kanan dan kiri masih terdapat banyak pepohonan alami. Tidak jauh dari hutan.

“ Annyeong” sapa seorang namja yang menghampiri Aita. Dia menepuk bahu Aita.

“ Taeminie!!” seru Aita. “ ottoshimnika? (bagaimana kabarmu?)” sambung Aita. Taemin adalah sahabat semasa kecilnya. Sejak umur 7 tahun ia pindah ke daerah selatan mengikuti appanya.

“ sangat baik” jawab Taemin. Dia terlihat berbeda dengan yang dahulu. Terlihat lebih gentle dibandingkan sebelumnya.

“ kau terlihat lebih baik sekarang” celetuk Aita.

“ oh~ kurasa begitu.” Taemin sedikit menampakkan raut muka senangnya. Itu sebuah pujian. “ aku punya sesuatu untukmu” Taemin menarik tangan Aita ke sisi yang berbeda dari rumah. Disana terdapat sebuah mobil yang tidak terlihat baru namun masih terlihat kuat dan bagus.

“ apa itu milikmu?” Aita mengernyitkan dagunya.

“ aniya (bukan), itu bukan milik siapapun. Dan akan segera menjadi milikmu” katanya merogoh kantong celananya. Ia mengeluarkan sebuah kunci.

“ mwo? ( apa ?) . kau bercanda ya?” Aita memukul lengan Taemin sedikit keras hingga menimbulkan suara berdebam.

“ aku serius kok. Ini kuncinya. Ambillah dan dia resmi menjadi milikmu” Taemin menjatuhkan kunci mobil di tangan Aita. “ kau tak ingin mencobanya?”

“ aku akan… jeongmal gomawoyo Taemin-ah!!” Aita terlihat sangat senang. Dia masuk kedalam mobil menyalakan mobilnya. “ apakah kau tak ingin ikut? Ayolah…” desak Aita

“ oke~ kita akan kemana?” tawar Taemin.

“ hahaa.. jadi kau mau kemana Taemin-ssi?”

&&&

&&&

Kim Shin You melangkahkan kakinya. Dia berjalan menuju hutan itu. tanpa takut ia terus saja tanpa menghiraukan siapapun.

“ YA!! Younieee! Kau mau kemana?” Jonghyun berteriak seraya berjalan setengah berlari menyusul Shin You. “ kau tidak bisa menentukan hal itu sendirian bukan. Mereka menentukan seperti itu juga demi kepentingan kita!” Jonghyun menggapai tangan Shin You.

“ lepaskan Oppa!!” Shin You melayangkan tangannya untuk melepasakan tangan Jonghyun. “ aku lelah Oppa.. lelah untuk terus berpindah-pindah seperti ini!” desah Shin You. Air mata menetes dari matanya mengalir ke pipinya yang merah.

“ uljimayo~ kita memang harus tetap mengerti. “ Jonghyun mendekap Shin You dalam pelukannya. Shin You terisak-isak dalam pelukan Jonghyun. “ kau akan tetap tegar dan semakin tegar untuk mengerti menjadi dewasa nantinya” bisik Jonghyun.

&&&

Minho melihat Shin You dalam dekapan Jonghyun. Fikirannya melayang. “ apa Shin You adalah yeojachingunya?” tangannya mencengkeram erat pucuk pohon hingga hampir patah.

“ kenapa mereka tak memberitahu kelompok?” erang Minho. Minho fikir dia adalah orang yang pertama yang mengetahui hal itu.

Apakah harus keberitahu ketua? Bahwa anaknya..

Ah.. tidak. Aku tak ingin dia menderita. Aku akan senang melihatmu senang..

Minho berjalan mendekati Jonghyun dan Shin You yang sudah melepaskan pelukannya. Hal yang melegakan baginya karena tak melihat yang lebih dari itu.

“ Jonghyun-ssi. Kau tahu apa yang telah diputuskan?” tanya Minho. tatapannya tajam. dalam dirinya dia masih mengingat tentang kejadian tadi. Dia tak bisa melupakannya.

Kim Shin You aku mencintaimu..

“ ya aku sudah tahu~” kata Jonghyun berjalan melewati Minho. tangan kanannya melingkar pada pinggul Shin You. Menuntunnya kembali kepada kelompok. Tidak jauh. Kelompok mereka hanya terdiri dari sembilan orang. Terdiri dari 5 orang anak muda termasuk mereka. Dan 4 orang dewasa. Shin You adalah anggota termuda mereka.

“ kau dan Onew yang terpilih untuk memimpin perpindahan kali ini. Kelompok akan dibagi menjadi dua” kata Minho datar. Ia tak ingin menampakkan emosinya yang mungkin hampir lepas kendali.

“ mworago? (apa katamu?) sejak kapan itu ditetapkan?!” Jonghyun terlihat sedikit marah. Dia melepaskan tangannya dari pinggul Shin You. Menatap Minho lekat-lekat.

“ baru saja.. beberapa menit setelah aku melihatmu berlari ke hutan ini.” Bela Minho.

“ kenapa harus dibagi menjadi dua!! Jelaskan padaku!” seru Minho tubuhnya terus mendekat ketubuh Minho. ia mulai lepas kontrol. Shin You menarik tangan Jonghyun.

“ OPPA ULJIMAYO!!! INGAT YANG KAU KATAKAN TADI PADAKU!” Shin You berteriak menarik tangan Jonghyun menjauh dari Minho.

 Aku tak ingin melihatmu terluka Minho-ah. Jonghyun Oppa sudah bertambah kuat lagi. Berbeda dengan apa yang kita bicarakan sewaktu umur 7 tahun..

&&&

“ appa kenapa kelompok harus dibagi menjadi dua seperti ini?” Jonghyun menubruk masuk keruangan appanya. Disana ada Onew yang hanya bisa tertunduk. “ appa”

“ kau harus mengerti Jonghyun-ah. Kita para orang dewasa akan menyelesaikan semuanya. Kau dan Onew kami beri amanat untuk menjaga kelompok bayangan kita.” Kata Appa berada di belakang Jonghyun dan Onew.

“ kalian harus tahu.. ini tahap dimana kalian nantinya akan menjadi penerus kami. Para kelompok bayangan.. nasib kelompok kita juga berada ditangan kalian.” Terang Appa. Tangannya menepuk-nepuk pundak kami. Memberikan dorongan agar kami bisa maju seperti yang telah diharapkan oleh mereka. Mereka tidak bisa membiarkan kelompok bayangan terus diburu dan dibunuh. Tidak lagi..

&&&

&&&

“ kringg kringgg” bel tanda masuk kelas sudah dibunyikan. Aita masuk ke kelas pertama mereka. Semuanya sudah berada di tempat duduk mereka masing-masing. Ia melihat ada satu bangku kosong disebelah seorang namja. Ia tak bergerak sedikitpun. Focus dengan pekerjaannya.

“ cepatlah duduk Aita” pinta seonsangnim mempersilahkan.

Aita duduk disebelah namja tadi. Hari ini adalah pelajaran bahasa. Namja tadi memakai headphone untuk mendengarkan soal cerita yang sedang diputar. Meskipun masih permulaan. Soal awal ini digunakan untuk mengetes para siswa bagaimana mereka telah belajar sebelumnya. Semacam tes untuk tolak ukur.

“ ini kau boleh menggunakannya” katanya. Suaranya unik. Sepertinya ia pernah mendengarnya. Dimana?. Aita sadar bahwa ia mendengar dan seperti pernah melihat namja itu dalam mimpinya.

Beberapa jam terlihat begitu lama..

“ kringg kringg” bel tanda usai pelajaran telah berdering. Namja tadi langsung melesat keluar entah kemana.

Aita berjalan ke kantin sekolah. Dia mengambil makan siangnya dideretan yang telah berbaris mengambil bagian mereka.

Aita telah mendapatkan bagiannya. “ bolehkan aku duduk” Aita menawarkan dirinya bergabung dengan dua orang yeoja yang terlihat kakak beradik.

“ ne~ Anjeuseyo ( silahkan duduk)” kata mereka seraya tersenyum.

“ kalian kakak beradik ya?” tanya Aita. Ia ingin membaur dengan mereka.

“ne~” jawab seorang yang memakai kacamata, rambutnya panjang dan hitam, agak sedikit bergelombang. Yeoja satunya juga berambut panjang. Lurus. Ia terlihat orang yang aktif dan cerdas.

Setelah beberapa lama. Akhirnya mereka sudah akrab.

“ pertamakali aku melihatmu. Aku kira kau adalah orang yang serius sekali” aku Aita

“ ah~ aniya~ aku hanya tidak terbiasa dengan teman baru” kata seseorang yagn bernama Han Nhaena. Satunya lagi bernama Han Yurra. Dia lebih tua dibandingkan dengan Nhaena. Tapi mereka masih dalam satu semester yang sama, begitu pula dengan Aita.

“ hm,.. kau tahu siapa namja yang berada disana? “ Aita sedikit melirik kearah kursi pojok dekat dengan pintu keluar dan juga jendela. Aita bertanya ragu-ragu.

“ oh~ dia itu Kim Jonghyun dan kawanannya.” Kata Han Yurra menjelaskan.

“ lalu siapa yeoja yang bersama mereka itu? apakah kau tahu semua dari mereka?”

“ yang memakai baju warna pink itu adalah Kim Kibum tapi biasanya dia dipanggil Key. Dia memiliki beberapa bakat yang baik dan banyak yang menyukainya. Tapi sayang mereka tidak terlalu membuka diri pada orang lain. Yeoja yang disamping Key dan Jonghyun itu bernama Kim Shin You. Aku rasa dia satu marga dengan Jonghyun. Kim Jonghyun. Aku tak tahu benar siapa mereka. Mungkin Shin You adalah yeojachingu salah satu dari mereka” terang Nhaena

“ namja yang memakai baju warna biru tua itu bernama Choi Minho. dia sangat ahli dalam bidang olah raga, fisik. Badannya sangatlah kuat. Dia agak pendiam mungkin. Aku jarang melihatnya berbicara. Tapi dia memiliki charisma yang kuat sehingga membuat beberapa yeoja terbang dibuatnya. Satu lagi. Namja yang memakai baju berwarna hijau adalah Lee Jinki. Setahuku dia adalah yang paling tua diantara mereka. Dia sang Leader. Bukankah dia manis?” Yurra telah berbicara panjang lebar diakhiri dengan celetukan kecil.

Aita memandangi satu persatu dari mereka. “Kim Jonghyun.. sepertinya aku pernah bertemu denganmu sebelum ini” kata Aita lirih

“ mwo?” tanya Nhaena dan Yurra serempak. “Dengarkah mereka tentang apa yang kukatakan?” tanya Aita dalam hati.

“ a aniya… tidak usah difikirkan. Aku hanya melantur saja” kata Aita buru-buru.

&&&

&&&

Nhaena berjalan mendahului Yurra. Dia sepertinya terburu-buru.

“ eonnie~ kajja!” pinta Nhaena

“ ne~ sabarlah sedikit Nhaa~” keluh Yurra.

“ kau lihat yeoja tadi yang bersama dengan kita. Apa dia tidak merasa ada yang aneh dengan kita? Selama hidup kita bukankah baru kali ini ada seseorang manusia biasa yang tak takut?” Nhaena menerka-nerka. Gelisah.

“ne~ tapi mungkin saja kita memang sudah berubah. Kemampuan kita sudah meningkat hingga manusia biasa tidak merasakan ada hal yang aneh diantara kita. Tapi.. aku merasa kalau kelompok namja tadi beserta satu yeoja itu berbeda. Mereka seperti bagian dari kita. Atau musuh?”

“ Key, Onew, Jonghyun dan Minho serta Shin You?” tanya Nhaena

“ne~. tapi jika mereka musuh pasti dalam beberapa hari kedepan mereka akan menyerang kita!” kata Yurra

“ tapi aku harap tidak. Kau lihat bukan.. namjadeul ( para lelaki) tadi? Neomu yeppoda. Mungkin aku menyukai salah satu diantara mereka” celetuk Nhaena.

“ mwo?? Nugu?” Yurra bertanya dengan bersemangat, tapi dia juga terlihat cemas menunggu jawaban dari Nhaena.

“ namja yang memakai baju berwarna pink tadi. Kim Kibum. Key” Nhaena menghembuskan nafas. Dia lega bisa mengucapkan namanya.

“ eonnie tak tertarik dengan salah satu dari mereka?” tanya Nhaena yang membuat eonnienya sedikit tersedak. “ eonnie tak perlu menyembunyikannya dariku” tuntut Nhaena

“ ne~ arra. Sebenarnya aku sedikit tertarik dengan Lee Jinki” aku Yurra mukanya sedikit memerah karena malu.

“ hahaha~ eonnie lucu. Mukanya merah merekah.. haha” Nhaena tertawa lepas membuat Yurra sedikit kesal.

&&&

Aita berjalan ditengah kota yang tidak terlalu ramai untuk malam ini. Aita berbelok ke sebuah toko untuk member syal untuk appanya. Appa sering pulang malam dan dia tak ingin kalau appa sampai sakit.

Saat keluar dari toko Aita dihadadang oleh sekelompok preman. Ia berlari menghindar namun sayang dia tersandung ole batu dan terjatuh. “ jangan ganggu dia!!” teriak seorang namja. Mukanya terlihat samar-samar. Aita mengucek matanya.

“ Kim Jonghyun?” kata Aita

“ ne~ kau tahu namaku?” kata Jonghyun melirik Aita sekejap. Lalu menatap tajam sekelompok preman nakal itu.

“ ayo kita pergi. Yeoja itu bersama dengan namjanya” mereka pergi. Muka Aita memerah.

“ neo gwenchanayo? ( kau baik-baik saja?)” tanyanya sopan mengulurkan tangan. “ tanganmu sangat dingin Aita-ah?” tanya Jonghyun. Jonghyun membuka syalnya dan memakaikannya di leher Aita sebagai penghangat.

“ gosokkan tanganmu seperti ini.” Jonghyun mengarahkan Aita agar menggosok tangannya penghilang rasa dingin. “ kenapa kau keluar malam-malam seperti ini? ini sangat berbahaya,..” katanya simpati.

“ gomawoyo~ aku baru membeli sesuatu” tangan kanannya mencengkeram lengan kirinya.

“ kau menggigil?” Jonghyun menarik tangan Aita tapi dia menolak.

“ aniya~ kau tak perlu..” belum selesai ia berbicara. “ kemarilah” Jonghyun memakaikan sarung tangannya pada tangan Aita yang menjadi telihat begitu kecil. “ masuklah kedalam mobil” pinta Jonghyun. Ia membukakan pintu untuknya.

“ jeongmal gomawoyo~ “ Aita sedikit menundukkan badannya memberi hormat. Selama didekat jonghyun ia merasakan sedikit suhu ruangan bertambah. Jantungnya berkerja lebih cepat sekarang.

“ ne~ cheonmanayo~. Lain kali mintalah namjachingumu menemani. Arraseo?”

“ Aniya. Aku tak punya~ “ aku Aita. Ia tersenyum malu-malu pada Jonghyun.

“ mwo? Haha~ tak tahukah dirimu kalau kau itu cantik? Bukankah dengan hal itu mudah mencari namja mejadi pacarmu?” kata Jonghyun blak-blakan. Kata-katanya itu sedikit menyakiti hati Aita tapi dia harus bertahan. Namja yang disampingnya itu telah menolongnya.

“ tahan amarahmu Aita-ah” Aita menenangkan dirinya sendiri. Dia harus sabar.

“ tapi memang aku belum punya” kata Aita akhirnya.

“ oh~ kalau begitu bagaimana kalau kau jadi yeojachinguku?” tawar Jonghyun.

 Apa-apaan namja ini? seenaknya saja berbicara. Sikapnya sangat berbeda saat di kelas maupun dilingkungan sekolah. Aigo~

“Mworago? Aku tahu jika kau sedang marah dengan seseorang atau kecewa. Tapi tolong jangan bawa aku dalam masalahmu yang tak jelas itu!” Kata Aita akhirnya.

“nani wo shi te mo (boku no kokoro wa). no matter what I do ( my heart ). mou (todokanai no ka). already (does not reach it). Replay Replay Replay” suara dering ponsel Jonghyun.

“ yoboseyo?”

“ Oppa kau dimana? “ Shin You menelpon Jonghyun karena khawatir.
“ uljimayo Shin You-ah. Nan gwenchanayo. (tenanglah Shin You. Aku baik-baik saja) Aku sedang dimobil dan akan segera pulang. Tuggulah.. atau kau beristirahatlah dahulu. Arra?”

“bipp” terdengar suara sambungan yang diputuskan.

“ dimana rumahmu Aita-ah?” tanya Jonghyun. Lurus saja jalan ini. lalu belok kiri di pertigaan depan.” Kata Aita datar.

“ sekarang kau kah yang marah?” tanyanya tersenyum nakal.

“ Ani~” jawabku kesal

“ itu sangat terlihat Aita-ah. Kau harus belajar menyembunyikannya lagi. Haha~ “ terdengar suara kemenangan dari Jonghyun.

“ Appo~~” pekiknya. “ apa-apaan kau ini?! aku sedang mengendarai mobil! Kau sudah tidak sayang nyawa ya?!” kesal Jonghyun.

“ kalau begitu jangan meledekku dan perhatikan jalanmu!”

“ iya baiklah” kata Jonghyun pasrah. Cubitan Aita tadi masih teras baru dan sakit. “ yeoja ini benar-benar beda. Miris aku melihatnya..” rutuk jonghyun dalam hati.

“ sudah sampai” kata Jonghyun.

“ jeongmal gomawoyo Kim Jonghyun-ah. Hati-hati dijalan” kata Aita yang langsung pergi kedalam.

“ haish… dasar yeoja” Jonghyun masuk kembali ke mobilnya yang berwarna hitam gelap lalu melaju pergi kerumah.

&&&

“ Oppa kau darimana saja?” Shin You mendekati Jonghyun yang membawa kemejanya. “ oppa, lengan oppa itu sedikit merah. Kenapa?” tanya Shin You

“ oh~ gwenchana youniee.. hanya dicubit oleh seseorang saja.” kata Jonghyun yang lalu menuju kamarnya.

“ brukk…” Jonghyun merebahkan tubuhnya yang lelah.

“ kenapa aku teringat yeoja itu terus ya? Besok aku akan menjemputnya. Aku ingin melihatnya lagi..” kata Jonghyun yang lalu terlelap dalam tidur beserta mimpi taman surga yang indah.

&&&

Minho tidak sengaja melihat Shin You lagi bersama dengan Jonghyun.

 Kenapa kau sangat peduli dengannya.. tidakkah kau melihatku yang berada disini?

“ Shin You-ah.. sebaiknya kau pergi beristirahat. Besok kita harus pergi kesekolah lagi” saran Minho.

“ appa neomu bogoshipoyo~ ( aku sangat merindukan appa)” katanya membuat Minho turut sedih. Suara Shin You parau.

“ kita akan segera bertemu dengannya.. “ kata Minho menenangkan.

TO BE CONTINUE…

Annyeonghaseyo~ Author minta maaf atas ff yang sebelum-sebelumnya ya.. di ff ini semua ceritanya adalah fiksi. Author minta maaf juga bagian Nhaena dan Yurra memang di cut disini sehingga sedikit. Dibagian selanjutnya akan lebih banyak karena memang semuanya akan menjadi maincast,.. J

Jeongmal gomawoyo for reading..

Don’t forget to comment… ur comment is important to make a new opus..

Be happy ^0^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Dropped Life – Part 1”

  1. Kurang ngeh ama ceritanya.
    JongHyun amas 2 bersaudara itu, manusia atau bukan.
    Hahaha aku the first reader.
    Samsung author, penasaran banget.

  2. Thor jelasin asal usul tentang kelompok bayangan?..aish,aq penasaran deh ama part selanjutnya,,konflik nya menurut aq belum keliatan..daebak kok ini cerita..walupun aq masih bingung

    1. nanti ada kejelasan ceritanya di part berikutnya. . hehe
      oh ya.. itu emang awalnya author buat gitu. tapi di ceritanya ngga kok. beda sama twilight. baca lanjutannya ya.. gomawo 🙂

  3. ini crita twiligh??
    itu onew dan kawan – kawan yang jadi vampire??
    truz yang 2 bersaudara itu jadi wolf??
    taeminnya jadi apa??

    1. bukan vampire..
      ini cerita tentang klan bayangan. marga mereka juga artinya bayangan kok. tapi kalau mau dianggap kayak gitu ya gapapa. terserah readers.. di part selanjutnya ada penjelasan lebih kok.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s