Family Game – Part 9

Title                 : Family Game (Part 9)

Author             : Park Ha Ki a.k.a Nysa

Main Cast        : Lee Jimi (imagine you), Choi Minho, Lee Jinki

Support Cast   : Kim Yongsoo (father), Park Eunjoon (mother), Song Eunmi (grand mother)

Other Cast       : Kim Jonghyun

Length             : Sequel

Genre              : Family, Humor, Romance

Rating             : General

Summary         : 6 orang asing tinggal satu rumah sebagai sebuah keluarga.

A.N                 : hai reader sekalian! Apa kabar??baik-baik saja kan??? Di part 9 ini aku akan mulai menguak *heleh* jati diri Jinki.karena pada penasaran sama sosok Jinki yang misterius. Oke, Happy reading ^^

(FF ini diangkat dari sebuah komik, jadi sedikit banyaknya ada kemiripan)

FAMILY GAME (Part 9)

Jimi POV

          Sepanjang perjalanan pulang aku hanya diam sambil menjilati ice cream ku sedikit demi sedikit. Dikepalaku masih terbayang wajah Jinki oppa, Jonghyun dan ahjussi yang bersama mereka di café tadi. Entah mengapa bayangan wajah mereka muncul silih berganti dikepalaku. Sebenarnya aku ingin tahu apa hubungan mereka bertiga. Tapi belum sempat aku mendengarkan pembicaraan mereka, Minho sudah meneleponku dan ngomel karena aku tidak menunggu nya. Yah akhirnya dengan terpaksa aku meninggalkan café sebelum memperoleh secuil pun informasi.

“Ya! Kau tidak mendengarkanku?”

“ah, eh, apa?” suara Minho membuyarkan lamunanku.

“hah kau ini, aku sudah berbicara panjang lebar kau malah tidak mendengarkan” desahnya kecewa.

“memangnya kau bilang apa tadi?”

“lusa aku akan bertanding basket. Kau mau tidak datang untuk menyemangati ku?” pinta nya sedikit ragu.

“jinca? Tentu saja aku akan datang!” jawabku penuh antusias.

‘baiklah, kalau begitu jangan lupa siapkan yel-yel untukku ya!” ujar nya sembari tersenyum kepadaku. Ah, Minho manis juga kalau tersenyum ^^ bahkan tidak kalah manis dari Jinki oppa. Ups..

&&&

Sepulang sekolah aku melihat Jinki oppa sudah ada di gerbang sekolahku. Ia bertengger diatas motornya sambil memainkan ponselnya. Beberapa yeoja teman sekolah ku melirik kearah Jinki oppa sambil berbisik-bisik. “siapa dia? Tampan sekali” yah, kira-kira komentar seperti itulah yang tertangkap oleh telinga ku.

“Oppa, kenapa sekarang kau jadi rutin mengantar dan menjemputku?” semprot ku sesampainya  ditempat Jinki oppa menunggu.

“aku hanya tak ingin seseorang menyentuhmu lagi” jawab Jinki oppa memberikan penjelasan.

“memangnya oppa punya masalah apa dengannya? Sampai-sampai ia menculikku segala untuk dijadikan umpan” ucap ku sedikit menyinggung tentang Jonghyun.

“tentu saja. Namja tampan dan pintar seperti aku ini pasti banyak yang iri” tutur Jinki oppa membanggakan dirinya sendiri.

“ya! Oppa! Kau narsis sekali”

“hehe! Sudah, ayo naik!” perintah Jinki oppa seraya memasangkan helm dikepala ku. lalu aku pun naik ke motor Jinki oppa. “Brrrmmm” motor Jinki  oppa segera melesat meninggalkan gedung sekolah.

“Oppa”

“ne”

“apa kau yakin kalau kau tidak punya masalah serius dengan namja yang bernama jonghyun itu?” Tanya ku sedikit ragu.

“wae? Kau tidak percaya kepada ku?”

“ani, bukan begitu. Hanya saja menurutku tindakannya terlalu berlebihan kalau ia hanya sekedar iri kepada mu” aku menyuarakan pendapatku.

“sudah kubilang, aku ini lebih popular dari nya. Tentu saja ia merasa iri denganku. Itu alasan kenapa ia membenci ku” jelas Jinki oppa kepadaku. Sebenarnya aku belum puas dengan penjelasannnya tadi. Aku merasa masih ada hal yang tidak ia beritahukan kepada ku. Termasuk hubungan nya dengan jonghyun. tapi aku mengurungkan niatku untuk bertanya karena masih terngiang ditelingaku perkataan Minho tempo hari setiap orang pasti memiliki rahasia. Yah, aku tidak bisa memaksa nya untuk mengatakan hal yang tidak ingin ia katakan.

Aku membuka-buka buku notes ku untuk melihat apakah ada tugas yang belum aku kejakan. Dan ternyata tugas matematika belum selesai aku kerjakan, aku masih menyisakan soal nomor 4 karena aku tidak bisa mengerjakan nya. Aku berjalan keluar kamar bermaksud menanyakan cara mengerjakan soal nomor 4 kepada Jinki oppa. Aku berjalan menuju kamarnya yang terletak tak jauh dari kamarku. Kamar kami hanya terpisah oleh kamar Minho yang ada ditengah.

Sesampainya didepan kamar jinki oppa, aku melihat pintu nya sedikit terbuka. Awalnya aku ingin mengetuk pintu, namun aku urungkan niatku karena aku melihatnya sedang terlibat pembicaraan yang serius ditelepon. Aku pun mencuri dengar apa yang ia bicarakan.

“Jepang? Minggu depan? Tidak bisa.  Aku masih terikat kontrak, 3 minggu lagi selesai dan aku janji akan segera kesana”

“Jonghyun? andwae! Jangan biarkan ia muncul dihadapanku ataupun orang-orang sekitarku karena akan menimbulkan masalah. Ne aku tahu bagaimana pun juga ia adikku. Meskipun hanya setengah adik kandung ku”

“Deg” jantungku seakan berhenti berdetak. Aku seperti tak percaya dengan apa yang barusan kudengar. Jonghyun adik nya? Apa yang dimaksud jinki oppa itu adalah jonghyun yang menculikku? tapi, bagaimana mungkin? Ah, aku jadi semakin bingung memikirkan semuanya. Akhir-akhir ini aku selalu memperoleh fakta yang tidak bisa aku terima. Hah~ aku merasa rambutku akan rontok jika memikirkan hal-hal rumit yang membingungkan seperti ini.

&&&

            Hari ini adalah hari libur, tapi aku bangun pagi-pagi sekali karena aku ingin menyiapkan sarapan untuk Minho. Sebenarnya untuk semua anggota keluarga, tapi special untuk Minho. Kalian tahu kenapa? Karena hari ini Minho akan bertanding basket dan aku sudah janji akan menonton pertandingannya. Menu yang akan aku buat hari ini adalah “bubur tidak pernah gagal”. Aku harap Minho tidak akan gagal hari ini. Dia pasti akan menang.

‘Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu?’ Tanya Minho yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

“Mwo-ya? Sejak kapan kau ada disini?” tanyaku shock.

“sejak tadi. Kau saja yang tidak menyadari kehadiranku” jawabnya singkat sambil berlalu menuju meja makan. Haissh.. namja itu makin lama makin mengesalkan. Dia sama sekali tidak berubah, masih dingin dan sedikit bicara. Tapi aku rasa ia sedikit mengalami kemajuan. Buktinya dia sudah bisa bergaul denganku. Dia pernah mengantarku ke toko buku, menjemput juga mengantarku kesekolah bahkan semalam ia membelikanku ice cream. Dan satu lagi, sepertinya dia sedikit cerewet. Dia sudah mulai mengomentari apa yang aku lakukan.

“sampai kapan kau mau berdiri disitu? Aku sudah lapar” teriak Minho dari meja makan.

“BLETAKK” ia mendapat jitakan dari Umma. Aku hanya dapat terkikik geli melihatnya meringis kesakitan sambil mengelus-elus kepalanya.

“bersikap sedikit sopan” tegur umma kepada nya.

&&&&&&

Aku sedang berjalan menuju sekolah Minho, karena aku akan menonton pertandingan basket antar sekolah yang diselenggarakan disekolah Minho. Sepanjang jalan aku tak henti-hentinya bersenandung kecil sambil sesekali tersenyum sendiri. Mungkin orang akan menyangka aku sedikit tidak waras, tapi siapa peduli? Aku hanya sedang bahagia karena bisa melihat sisi lain dari Minho. Dia pasti akan terlihat keren ketika bermain basket ^^.

Aku berjalan menyusuri sekolah Minho, sekarang aku sedang menuju lapangan indoor tempat diadakannya pertandingan basket. Aku berdecak kagum melihat betapa mewah nya sekolah Minho. Rasanya aku juga ingin bersekolah disini. Pasti menyenangkan sekolah ditempat yang bagus dan pulang pergi sekolah bersama choi minho, eh bukan Kim Minho. Karena sekarang kan kami anggota keluarga Kim.

“sampai kapan kau mau berdiri disitu? Pertandingannya akan segera dimulai” ucap seorang namja yang berdiri didepanku.aku pun tersadar dari lamunanku tentang Minho dan melihat keasal suara tersebut.

“k..ka..kau??” aku tersentak dan merasa seluruh tubuhku kaku. Karena didepanku sedang berdiri seorang namja yang menculikku tempo hari.

“Kim Jonghyun imnida~ “ ia memperkenalkan diri seraya membungkuk kan badannya, sebuah senyuman pun terlukis diwajahya. Itu senyuman yang tulus, aku dapat melihatnya. Tapi, ada apa ini? Kenapa dia ada dimana-mana? Dan kenapa sikapnya benar-benar berbeda?

“aku sekolah disini dan maafkan aku atas kejadian tempo hari” ucapnya tiba-tiba. Sepertinya ia bisa membaca fikiranku.

“kau mau menonton pertandingan basket kan? Ayo masuk! Sebelum kursinya penuh, atau kau akan berdiri” ajaknya sambil berjalan masuk kedalam. Akupun hanya mengikutinya dari belakang. Lalu ia mencarikan kursi kosong untukku yang letakknya didepan. Bagus, sangat strategis sehingga aku bisa melihat Minho dengan jelas. Omo~ kenapa diotakku selalu muncul nama Minho sih?

“aku juga akan bertanding. Aku harap kau juga menyemangatiku” ujarnya sembari berlalu menuju lapangan.

Sepertinya pertandingan akan segera dimulai karena tim yang akan bertanding sudah berkumpul dilapangan. Mataku beredar mencari-cari sosok Minho. Gotcha! Aku menemukannya sedang berdiri disamping Jonghyun dan mereka terlihat akrab. Tunggu dulu, jika mereka berteman dekat, ada kemungkinan Minho tahu tentang hubungan Jonghyun dengan Jinki oppa. Tapi, bisa saja Jonghyun tidak pernah menceritakan masalah pribadinya. Apa sebaiknya aku tanyakan saja ya? Tapi itu tidak sopan, tapi aku mau tau. Haaah~ aku pusiiiiiiiing >,<.

&&&&&&

Seseorang menepuk pundakku dari belakang, aku menoleh dan menemukan Jinki oppa yang tersenyum kepadaku hingga matanya hanya terlihat seperti garis.

“sudah lama menunggu?” Tanya nya sambil duduk disebelahku.

“tidak juga” jawabku singkat. Sekarang kami sedang duduk ditaman dekat sekolah Minho. Ya, aku terpaksa meninggalkan aula begitu Jinki oppa menghubungiku dan bilang ingin bertemu denganku karena ada yang ingin ia bicarakan. Padahal pertandingan basketnya belum selesai, tapi mau bagaimana lagi meskipun aku menonton basket tapi setiap melihat jonghyun aku selalu kepikiran tentang hubungannya dengan Jinki oppa yang katanya saudara tapi hanya setengah saudara kandung itu.

“kenapa? Kau menyesal meninggalkan minho?”

“ani, aku..aku..” aku tak berani melanjutkan kalimatku. Tapi Jinki oppa terus menatapku seolah mengatakan –kenapa tidak dilanjutkan?-

“oppa, mianhe. Aku tau ini sungguh tidak sopan. Tapi bisakah kau jelaskan kepadaku apa hubungan mu dengan Jonghyun? aku pernah mendengarmu bicara ditelpon dan kau bilang jonghyun adalah adik mu. Lalu aku juga pernah melihatmu bertemu dengannya disebuah café dan hari ini aku bertemu dengan jonghyun disekolah minho, ternyata ia satu sekolah dengan minho. Apa minho juga mengetahui tentang hubungan kalian?” aku memberi nya pertanyaan yang bertubi-tubi.

“jadi, kau sudah tau ya” jawabnya datar.

“mwo? Jadi maksud oppa_”

“nae, Jonghyun itu adik ku. Ia anak dari appa ku bersama istri keduanya. Jadi kami satu ayah tapi berbeda ibu”

“tapi kenapa waktu itu..”

“appa meminta ku untuk memimpin perusahaannya yang di seoul. Sementara Jonghyun juga menginginkannya. Ia merasa appa bersikap tidak adil. Oleh sebab itu hubungan kami jadi kurang baik. Akhirnya aku memutuskan untuk pindah dan hidup sendiri. Tak kusangka ia berhasil menemukanku lalu melakukan hal gila –menculik Jimi- seperti itu. aku mohon maafkan dia. “

“oh, begitu. Gwenchana oppa. Yang terpenting sekarang semuanya sudah baik-baik saja kan?”

“Nae. Umm.. Jimi, sebenarnya aku mengajakmu bertemu karena ada yang ingin aku bicarakan”

“ apa itu? ”

“sebelumnya aku ingin bertanya, sebenarnya bagaimana perasaanmu kepadaku selama in? ” Tanya Jinki oppa dengan nada yang serius.

“soal itu.. aku..”

“guerae, bagini saja. Jika disuruh memilih antara aku dan Minho kau pilih siapa?”

“oppa..” aku bingung, kenapa Jinki oppa memberikan pertanyaan aneh seperti itu? kenapa mesti Minho? Apa hubungannya dengan Minho?

“hmm?” Jinki oppa memandangku penuh arti, sepertinya ia benar-benar menunggu jawabanku.

“OMO~ sudah jam segini. Minho pasti mencariku. Maaf oppa aku harus pergi dulu. Annyeong” aku bergegas berlari meninggalkan Jinki Oppa. Mianhe oppa.

“begitu rupanya” gumam Jinki oppa lirih, namun dapat terdengar olehku.

 

&&&&&

Setelah makan malam, aku berjalan hendak menuju kamarku dilantai dua. Namun langkahku terhenti di anak tangga terakhir saat melihat Jinki oppa sedang berdiri di balkon lantai dua. Perlahan aku berjalan mendekatinya, tapi seperti mengetahui keberadaanku Jinki oppa menoleh kebelakang melihat kearahku. Akupun segera mempercepat langkahku agar segera sampai ketempat Jinki oppa berdiri.

“Kau mencariku?” Tanya Jinki oppa to the point. Aku hanya menjawab pertanyaannya dengan anggukan kecil.

“Ada yang ingin kau bicarakan?” Tanya-nya lagi. Dan lagi-lagi aku menjawabnya dengan anggukan.

“oppa, soal pertanyaan yang kemarin aku ingin menjawabnya” entah mendapat kekuatan dari mana akhirnya aku bisa mengeluarkan suara.

“tidak perlu, aku sudah tau jawabannya” jawab Jinki oppa dengan wajah-nya yang tenang, seolah ia benar-benar mengetahui segalanya.

“jinca??” aku menatapnya tak percaya, menelisik tiap sudut matanya seolah mencari kebenaran disana.

“nae, waktu kau lebih memilih meninggalkan ku untuk menemui minho. Aku tau kalau perasaanmu sudah berubah”

“oppa, bagaiman__”

“aku tau, dulu kau selalu bersama ku. Ketika Minho bersikap kasar padamu, kau lari ketempatku. Tapi sekarang, kau selalu memperhatikannya. Bahkan kau terlihat bahagia ketika bersamanya”

“oppa, mianhe” hanya kata-kata itu yang mampu aku ucapkan. Entah mengapa aku benar-benar merasa bersalah. Bagaimanapun juga, selama ini Jinki oppa sudah banyak membantuku. Aku tidak yakin bisa bertahan dalam permainan ini jika Jinki oppa tidak mendukungku.

“gwenchana. Oia, lusa tepat satu tahun kontrak kita di Family Game. Jadi, lusa aku akan ke Jepang” ucap-nya sembari memperlihatkan senyuman khasnya.

“Jepang? Kenapa jauh sekali?”

“bukankah ini pilihan yang terbaik?” entah mengapa mendengar ucapan-nya barusan malah membuatku merasa semakin bersalah. Seolah ia melakukan itu semua karena untuk menghindariku.

“nae” akhirnya hanya kata itu yang meluncur dari bibirku.

“aah~ disini dingin sekali. Aku masuk dulu ya” ujarnya sambil berlalu meninggalkanku.     “oppa” aku memanggilnya dan kulihat ia  menghentikan langkah kakinya.

“apakah kau akan tetap disini jika yang aku pilih itu adalah kau?”

“entahlah, untuk apa kau tanyakan hal yang mustahil seperti itu? jangan kau bebani fikiran mu. Bebaskan fikiranmu mulai dari sekarang” jawabnya tanpa menoleh kebelakang. Lalu ia berjalan menuju kamarnya. Aku hanya dapat melihat sosoknya yang menghilang dibalik pintu kamar tersebut.

&&&&

Esoknya..

“kau benar akan ke jepang? Aigo~ kau anak laki-laki terbaik umma. Umma akan sangat kehilangan” samar-samar kudengar suara Umma dari dalam kamar Jinki oppa. Aku berjalan mendekati kamar Jinki oppa dan mengintip melalui celah pintu yang sedikit terbuka. Kulihat Umma, Appa dan Halmioni sedang membantu Jinki oppa melakukan packing.

“nae Jinki, tidak akan ada lagi yang menemani appa main mahyong” terdengar nada kecewa dari ucapan Appa.

“ dan tidak ada yang akan membantu halmioni lagi “ timpal halmioni yang kemudian dijawab dengan senyuman tulus dari Jinki oppa. Ingin sekali rasanya aku masuk kedalam dan mengembalikan semua baju-baju Jinki oppa kedalam lemari. Lalu aku ingin bilang padanya kalau aku ingin dia tetap disini. Tapi aku tidak punya keberanian untuk melakukan itu semua. Yang ada aku hanya berdiri mematung dibalik pintu sambil mengintip. Benar-benar pengecut kau Lee Jimi.

TBC

 

COMMENT! COMMENT!

SILENT READER, GO AWAY!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Family Game – Part 9”

    1. gak ancur kok, bgus malah.. Belum bca yg sbelumny aja, pas bca ini, udah pasti bagus.
      Nulis aja terus, biar buatan mu makin bgus dan bgus,
      gapapa jg jimi sm minho, jinki emang buat aku aja #kePDan

      next part gak pake lama! #nuntut

  1. Daebak,,lumayan lama aq menunggu ini ff,,tpi aq tetap inget ama alur ceritanya,thor cepat ya yg part selanjutnya.aq masih penasaran ama ceritanya,,FIGHTING

  2. Yeah.. Sepertinya ini ff seru.. Dan bagur.. Cuma sayang aku ga baca ini dari awal..
    Next ya..

  3. ini mirip banget sama manga jepang ‘family game’ ciptaan chiaki karasawa, kebetulan aku punya komiknya

  4. akhirnya setelah nunggu lama part 9 akhirnya keluar. tapi kok udah TBC, next part ditunggu yaaa 😀

  5. Huwehehehe kajima jinki-aaaahhh!!!
    Kirain jimi nya yg setengah adek jinki,taunya sii dino head,,,
    Terusin lagi lah thor.

  6. Duuuhhh…. sbnernya Jimi suka sm siapa, sih????
    dia gak mau Jinki k Jepang krn dia suka atau cm karena dia gk mau
    kehilangan sosok seorang kakak yg menenangkan dan selalu ada ketika dia
    butuh bantuan dan semangat????
    T T ….. Aku sedih…. Jinkiku…..
    Aku lanjut deh baca part yg terakhir….
    good story thor…. aku suka…..

  7. Entah mengapa merasa menyesal baru baca sekarang, padahal ceritanya bagus banget…. kerennya maximum~~ 🙂 Authornya pro~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s