I’ll Love You Until I Stop Breathing

Title                 : I’ll love you until I stop breathing

Author             : Agisti Dea (@Agisti_ds)

Main cast         : -Choi Minho

-Park Sandara ( Lee Seung Hyun )

Support cast    : -Kwon Ji Yong

-Park Shin Hye

-Park Jung Soo

-Choi Seung Hyun

-Shin Dong Woo

-Lee Chae Rin

Length             : oneshoot

Genre              : Romance

Rating             : PG-13

A.n                  : Annyeong^^ author balik lagi  kkkk. Setelah sukses dengan ff pertama author ‘Naega Dangsineul Neomu Saranghae’ #tsaaahbahasanya-_- author kembali  dengan ff yang bernuansa romantis lagi TAPI… kali ini ceritanya agak sedikit berbeda soalnya author ngambil setting-nya di jaman kerajaan. Buat Readers mian ya kalo masih jelek hehe maklum masih amatir dan masih belajar. Oke, selamat membaca dan minta komennya ya 😀

Matahari sudah di ufuk timur, namun Minho belum juga bangun dari tidurnya. Ji Yong songsaenim, pemilik sekaligus master guru perguruan taekwondo di desa kecil Incheon dengan kesal akhirnya menyuruh Dong Woo-salah satu muridnya masuk ke asrama untuk membanggunkan pemuda satu itu.

“Minho-ah! ppali! ireona!” Dong Woo meneriaki Minho , “Minho-ah! ireona!”

“eh? Ada apa?” tanya Minho dengan mata setengah tertutup.

“ini sudah siang, Ji Yong songsaenim sudah menunggu mu untuk latihan sejak pagi tadi dan kau tak juga muncul. Sekarang ia sedang marah-marah di lapangan” jelas Dong Woo.

“jinjja?” Minho tersentak, “ah, aku tidur terlalu larut sepertinya, jadinya begini”  ujar Minho bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi.

“cepat! kau hanya punya waktu 10 menit!” Dong Woo menggigatkan sebelum akhirnya berlalu keluar kamar.

Ji Yong songsaenim menatap Minho garang. Sepertinya ia sangat kesal karena tidak biasanya Minho-murid kesayangannya terlambat bangun seperti tadi. Karena ia tahu biasanya Minho adalah pemuda yang sangat rajin.

“mianhaeyo Ji Yong songsaenim, tadi malam aku tidur terlalu larut jadi… aku kesiangan” Minho menundukan kepalanya dalam-dalam.

“untuk kali ini masih bisa dimaafkan, tapi lain kali? Aku akan menghukum mu. Arraseo?” ujar Ji Yong songsaenim.

“nee, arraseoyo songsaenim” Minho mengangguk mengerti.

“yasudah, mari kita mulai berlatih” Ji Yong songsaenim menepuk-nepuk tangannya, tanda untuk semua murid-muridnya untuk membentuk barisan. “tapi sebelumnya… aku akan memperkenalkan seorang murid baru”

Suasana seketika menjadi hening. Ji Yong songsaenim memanggil nama seseorang.

“Lee Seung Hyun-ssi! Kemari!” teriaknya.

Tak lama datanglah seseorang dari arah ruangan Ji Yong songsaenim. Minho memperhatikan orang itu lekat-lekat dari awal ia keluar, ia merasa ada yang aneh dengan orang tersebut.

“nah, ini dia murid baru. Namanya Lee Seung Hyun, ia berasal dari daerah kecil di pusat kerajaan. Mulai hari ini ia akan berlatih taekwondo dengan kita semua di sini” kata Ji Yong songsaenim, “Minho-ah, kau yang akan melatih  dia untuk dasar-dasarnya” Ji Yong songsaenim menunjuk tepat kearah Minho .

Minho mulai mengajari murid baru bernama Lee Seung Hyun itu. Ia masih tetap merasa ada yang aneh dengan orang itu. Tubuh Lee Sung Hyun langsing tidak seperti tipikal tubuh pria yang cenderung berbentuk dan bidang terutama daerah dada. Kulitnya juga halus sekali, seperti tidak pernah melakukan pekerjaan berat layaknya pemuda-pemuda desa dan wajahnya bisa di bilang sangat cantik. Aneh sekali.

“kau ini tidak pernah olahraga atau melakukan pekerjaan berat ya?” tanya Minho di tengah-tengah latihan.

“eh? Aku… aku sering kok” jawab Seung Hyun.

“tapi kenapa dada mu begitu rata? Kalau kau sering olahraga atau melakukan pekerjaan berat otomatis dada mu akan terlihat bidang” ujar Minho menaikan satu alisnya. “aneh sekali”

“nah, ini kamar mu. kau akan satu kamar dengan Minho ” Ji Yong songsaenim menunjukan sebuah kamar. Seung Hyun hanya mengganguk kecil. “mwo-ya?! Aigooo!

jadi sekarang aku harus berbagi kamar?” tanya Minho kaget. “iya, tentu saja. Kau jangan serakah” Ji Yong songsaenim melirik Minho dengan ekspresi datar.

Hari sudah mulai malam. Semua murid di asrama tersebut di haruskan untuk tidur. Hal aneh dialami Minho lagi ketika hendak berganti baju sebelum tidur.

“hey, kau tidak mengganti baju mu itu? Nanti kau bau keringat” saran Minho .

“iya akan ku ganti, tapi…. Bisakah kau berbalik dulu?” pinta Seung Hyun tiba-tiba yang otomatis membuat Minho tergelak.

“mwo? Berbalik? Yang benar saja. kita ini sama-sama pria tidak perlu malu” ujar Minho mendengus kesal.

“bukan itu… tapi aku…aku hanya malu… tubuh mu kan lebih bagus dari pada tubuh ku yang kurus ini” kata Seung Hyun terbata-bata.

“hhhh…. Baiklah” Minho membalikan badanya menghadap tembok. Jawaban Seung Hyun lumayan masuk akal untuk dimaklumi tapi sedikit lebih terdengar seperti alasan. Dasar aneh… Minho berkata dalam hati.

Pagi-pagi Ji Yong songsaenim sudah menyuruh Minho mencari kayu bakar untuk memasak makan siang. Tidak hanya itu, ia harus mengajak Seung Hyun juga. “sekalian mengajak murid baru itu berkeliling desa” Minho menginggat kata-kata yang dilontarkan Ji Yong songsaenim.

Minho dan Seung Hyun pun berangkat. Mereka pergi ke hutan dulu, lalu nanti setelahnya baru berjalan berkeliling desa.

“bawa keranjang ini, gantian lagi” Minho memerintah Seung Hyun untuk membawa sekeranjang penuh kayu bakar. Sebenarnya itu hanyalah alasan Minho untuk melihat seberapa kemampuan Seung Hyun.

Tapi, belum separuh jalan menuju desa Seung Hyun tiba-tiba terjatuh. Reflek Minho lalu menolongnya berdiri. Tapi sayangnya kaki Seung Hyun terkilir yang mengharuskan Minho terpaksa menggendongnya. Minho pun akhirnya menggendong Seung Hyun sekaligus membawa sekeranjang kayu bakar. Seung Hyun bersikap tenang selama di gendong oleh Minho, ia melingkarkan kedua tangannya di dada Minho, membuat Minho merasakan perasaan aneh. Sepertinya aku menyukai orang ini. Ah! bukan! Tidak tidak! tidak mungkin aku menyukai seorang pria! Aku ini masih normal! Tapi entah kenapa saat aku menggendong orang ini aku merasa seperti sedang menjaga  seorang wanita Minho berkata sendiri dalam hati.

Mereka berdua membatalkan perjalan keliling desa karena kejadian yang dialami Seung Hyun tadi. Maka Minho pun memutuskan untuk kembali ke asrama kecil Ji Yong songsaenim.

“aku sudah mengobati dan membalut kakinya yang terkilir, kenapa ia bisa sampai jatuh seperti itu?” tanya Ji Yong songsaenim setelah selesai menggobati Seung Hyun. “dia terpeleset” jawab Minho datar, “dimana Seung Hyun sekarang?” sambungnya bertanya.

“ia sedang pergi mandi. Membersihkan badanya yang penuh lumpur akibat kejadian tadi” jawab Ji Yong songsaenim. “baiklah, ngomong-ngomong Dong Woo dimana ya? Apa songsaenim melihatnya?” tanya Minho lagi, “di belakang, sedang menjemur baju” kemudian Ji Yong songsaenim pun berlalu.

Minho lalu bergegas menuju ke belakang asrama hendak menemui sahabatnya Dong Woo. Tapi ketika sampai disana, ia tidak sama sekali melihat sosok Dong Woo. Minho pun memutuskan untuk kembali ketika langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita tengah mandi sambil membelakanginya, di kamar mandi yang terletak tepat di sebelah tempat jemuran tersebut. Memang, kamar mandi di asrama itu hanya setinggi leher orang dewasa. Jadi Minho bisa melihat jelas bahwa wanita itu memiliki rambut panjang. Siapa dia? Minho bertanya dalam hati. Minho begitu kaget ketika kedua matanya menangkap seonggok baju yang tak lain adalah baju Seung Hyun yang dikenakannya tadi dan… sebuah korset. Minho benar-benar bingung. Siapa Seung Hyun sebenarnya? Tanyanya lagi. Belum sempat ia menegur wanita itu Dong Woo keburu memanggilnya.

Minho berusaha merahasiakan apa yang barusan dilihatnya. Ia tidak akan buka mulut sebelum ia tahu sendiri kebenaran ‘siapa Seung Hyun sebenarnya’.

Pintu kamar Minho terbuka dan muncullah Seung Hyun dari baliknya. Baru saja Seung Hyun melangkah kan kakinya untuk masuk, Minho tiba-tiba berdiri dan menarik tangannya. Minho menarik tangan Seung Hyun sembari berjalan menuju keluar asrama. Ia membawa Seung Hyun menuju suatu tempat.

Mereka pun sampai ke sebuah tempat yang di kelilingi oleh sebuah danau besar dan pinggirannya dihiasi dengan bunga-bungan musim semi yang sedang bermekaran.

“siapa kau sebenarnya? Beri  tahu aku atau aku akan memberi tahu semua orang bahwa kau sedang menyamar” tanya Minho ketus.

“dari mana kau tahu aku sedang menyamar?” Seung Hyun balik bertanya.

Minho pun menceritakan semua yang tidak di sengaja di lihatnya belum lama tadi.

“baiklah,” Seung Hyun menghela nafas, ia menarik gulungan rambutnya dan terlihatlah rambut panjangnya yang indah menjutai membuat wajah wanita aslinya terlihat begitu cantik. “nama asli ku adalah Park Sandara” Seung Hyun alias Park Sandara mengaku. “dan aku seorang wanita”

Minho tersentak hebat melihat kebenaran yang baru saja di dengarnya. Ternyata benar dugaannya selama ini bahwa Seung Hyun adalah seorang wanita yang sedang menyamar.

“kenapa kau menyamar seperti ini?” tanya Minho setenang mungkin.

Sandara pun menceritakan alasannya berbuat demikian. Ia seorang putri raja. Anak dari Raja Park Jung Soo dan Ratu Park Shin Hye. Ia selalu dikekang oleh orang tuanya dan hidupnya di atur. Apalagi ia dipaksa menikah dengan Choi Seung Hyun anak dari menteri yang bersahabat dengan ayahnya sejak lama.

“tolong jangan beri tahu siapa-siapa Minho-ssi. Kumohon. Aku hanya ingin merasakan rasanya menjadi orang biasa” Sandara memohon sambil menangis.

“baiklah, tapi tolong jangan menangis dihadapan ku, aku merasa seperti bersalah” ujar Minho memegang pundak dan menghapus air mata sandara.

Minho dan Sandara pun banyak menggobrol di dekat danau tersebut, bahkan sekarang setiap sore mereka berdua pergi ke sana dan menggobrolkan sesuatu. Karena kedekatan mereka yang semakin erat Minho pun jatuh cinta pada Sandara begitu juga sebaliknya.

Suatu ketika, saat mereka sedang berjalan-jalan di pinggir danau dan menggobrol tentang suatu hal Minho pun menyatakan perasaannya ke pada Sandara.

“Sandara-ah, saranghae” ujar Minho tiba-tiba.

“mwo-ya?” tanya Sandara tidak percaya apa yang Minho katakana barusan.

“perlu ku ulang? Sandara-ah! Saranghae!” ulang Minho sekali lagi dengan suara lantang.

“na…nado saranghae oppa” balas Sandara menitikan air mata kemudian memeluk Minho .

Tak berapa lama setelah Minho dan Sandara menyatakan perasaan masing-masing, munculah 3 orang berpakaian penjaga istana yang tak lain dan tak bukan adalah suruhan raja Jung Soo untuk mencari putri kesayangannya. Ke-3 orang itu mendekati Minho dan Sandara.

“sudah kuduga tuan putri ada disini. Kami sudah curiga sebelumnya saat kami tidak sengaja lewat di daerah sini dan melihat orang yang mirip dengan tuan putri. Kami tau tuan putri sangat pintar sehingga melakukan penyamaran” kata salah satu penjaga istana tersebut, “ikut kami tuan putri” penjaga-penjaga istana itu pun merebut paksa Sandara dari pelukan Minho .

“apa yang kalian lakukan?!” teriak Minho lalu mencoba melawan satu-persatu penjaga istana tersebut. Tapi sayang, penjaga-penjaga istana itu terlalu kuat sehingga bisa membuat Minho tidak berdaya. Sebelum pingsan, Minho sempat melihat Sandara di seret paksa untuk ikut dengan penjaga-penjaga istana tersebut sambil setengah berteriak memohon Minho untuk menyelamatkannya. “Sandara-ah…” kata-kata terakhir Minho sebelum semua berubah menjadi gelap.

Minho perlahan membuka matanya. Penglihatannya masih setengah kabur karena pingsan tadi.

“Minho-ah kau tidak apa-apa?!” tanya Ji Yong songsaenim dan Dong Woo bersamaan ketika melihat Minho siuman.

“aku menemukan mu di dekat danau sedang tergeletak dan penuh luka-luka. Apa yang terjadi?” tanya Dong Woo.

“Sandara-ah! dimana Sandara?” hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Minho .

“Sandara? Siapa Sandara?” tanya Ji Yong songsaenim bertambah bingung.

Minho sedikit-demi sedikit menggumpulkan tenaga, setelah lumayan pulih ia pun menceritakan semua kejadian di alaminya. Mulai dari penyamaran Sandara menjadi seorang pria bernama Lee Seung Hyun, terbongkarnya penyamaran Sandara, menyatakan perasaan masing-masing sampai pada saat Sandara di tarik paksa oleh penjaga-penjaga istana suruhan ayahnya, Raja Jung Soo.

Sontak Ji Yong songsaenim, Dong Woo dan murid-murid lain yang ada di sekitar Minho tergelak mendengar penuturan Minho .

.

.

.

“yang mulia…” teriak salah satu penjaga istana sambil mengetuk pintu ruang kerja raja Jung Soo. Raja Jung Soo yang saat itu tengah melihat laporan perkembangan kerajaannya, sontak langsung berdiri dan membukakan pintu.  Ia begitu kaget melihat siapa yang dibawa oleh penjaga-pejaga istana-nya, Park Sandara-putri kesayangannya.

Ia menarik Sandara masuk ke dalam ruang kerja lalu memanggil istrinya.

Plak!

Ratu Shin Hye menampar pipi kiri Sandara. Ia begitu kalap karena perbuatan nekad yang di lakukan putrinya, yaitu kabur dari istana.

“putri macam apa kau ini?! Kabur dari istana dan menyamar menjadi seorang pria?!” ratu Shin Hye benar-benar naik darah. “itu sangat membuat malu!”

“sudahlah, yeobo” raja Jung Soo mencoba menenangkan istrinya. “biarkan dia beristirahat dulu, lalu kita bicara baik-baik”

“pokoknya aku tidak mau tahu! Cepat nikahkan dia dengan Choi Seung Hyun agar dia tidak lagi mempunyai pikiran nekad seperti itu lagi!” seru ratu Shin Hye sebelum keluar dari ruang kerja suaminya.

Sandara hanya bisa menangis tanpa suara. ia pun kembali ke kamarnya di istana. Ia membanting tubuh di kasur dan menangis lagi ketika mengingat Minho nun jauh di desa kecil Incheon sana . Ia merindukan pemuda itu.

“mau saya ambilkan minum tuan putri?” tanya Lee Chae Rin-dayang setia Sandara dengan suara lembut.

“tidak, tidak usah Chae Rin-ah. Tapi, bisakah kau menyiapkan ku air mandi hangat? Aku ingin berendam sekalian menenangkan diri” pinta Sandara.

“baiklah, akan saya kerjakan” ujar Chae Rin bergegas mengerjakan apa yang pinta oleh Sandara.

Tiba-tiba pintu kamar Sandara terbuka dan masuklah ratu Shin Hye, yang perlahan mendekati Sandara.

“lusa kau akan menikah dengan Choi Seung Hyun” kata ratu Shin Hye tanpa basa-basi. “aku sudah menyiapkan undangan dan segalanya”

“biasakah eomoeni tidak menggatur hidup ku? aku sama sekali tidak mencintai Choi Seung Hyun. Ia sangat angkuh dan sombong. Yang ku cintai hanya Minho ! Choi Minho! Dia adalah orang yang hangat dan penuh kasih sayang” Sandara berontak.

Plak!

Sekali lagi tamparan keras mendarat di salah satu pipi Sandara. “jangan pernah berkata seperti itu pada eomoeni mu ini! dan lupakan Choi Minho mu itu! Choi Seung Hyun lebih baik dan termasuk golongan bangsawan” ratu Shin Hye memarahi Sandara habis-habisan. Kini Sandara hanya bisa terus berdoa dan berharap , semoga Minho datang secepatnya dan membawanya pergi dari istana yang seperti neraka ini.

“aku akan membawanya pergi keluar dari istana itu” Minho menuturkan niatnya kepada Ji Yong songsaenim dan sahabatnya Dong Woo.

“hah? bagaimana caranya?” tanya Dong Woo tidak percaya.

“Dong Woo-ah. Bisakah kau pergi kesana sekarang? menyelinaplah ke istana dan temui Sandara.Tanyakan keadaanya dulu” pinta Minho . “kau kan jago menyelinap”

“baiklah, aku akan pergi dan pulang secepat mungkin” Dong Woo bersedia membantu Minho .

“bawa ini” Ji Yong songsaenim membekali  Dong Woo dengan sebilah pedang. “untuk jaga-jaga”

“baiklah, aku pergi dulu” pamit Dong Woo.

Setelah memakan 2 jam berlari jarak jauh, tepat pada jam 9 Dong Woo sampai di lingkungan istana. Ia berlari menuju bangunan paling belakang istana, meloncati tembok besar dengan sukses tanpa ketahuan oleh para penjaga istana. Ia berjalan jinjit. Kebetulan suasana sangat sepi dan gelap jadi kemungkinan ketahuan akan sedikit. Dong Woo berhenti di depan pintu besar dengan sebuah gantungan kayu kecil di pintu bertuliskan ‘kamar putri Park Sandara’. Ia mengetuk pelan dan beruntung saat itu Sandara belum tidur ia pun menyuruh Dong Woo masuk ke kamarnya diam-diam.

“kau datang ke sini atas suruhan Minho ?” tanya Sandara dengan suara yang ia buat sepelan mungkin.

“nee, ia ingin tau keadaan mu.” jawab Dong Woo.

“bilang padanya aku baik-baik saja” ujar Sandara. “dan bilang lusa, jam 8 aku akan dinikahkan dengan Choi Seung Hyun, jadi tolong selamatkan aku dari upacara pernikahan pada hari itu nanti. Aku benar-benar tidak ingin menikah dengan pria angkuh satu itu”

“baiklah, Mian aku tidak bisa lama-lama disini” Dong Woo berpamitan dan berlalu pergi.

Setelah mendengar apa yang Sandara sampaikan lewat Dong Woo. Minho pun mulai menyusun rencana.

“besok malam, kau menyelinaplah lagi ke sana dan berikan obat ini” kata Minho . “katakan pada Sandara untuk meminumnya 1 jam sebelum pernikahannya di mulai maka ia akan tidak bernapas  atau terlihat seperti orang mati dalam 1 jam. Dengan begitu pernikahannya akan dibatalkan. Dan aku akan kesana dengan Ji Yong songsaenim secepatnya dan membawa pasukan. Aku akan menculik kembali Sandara diam-diam dan meminumkannya obat penawar obat yang ku berikan itu sebelum obat itu benar-benar membunuhnya. dan ketika ia pulih semuanya akan baik-baik saja. Aku akan melindunginya.” Jelas Minho panjang lebar di susul oleh anggukan tanda setuju oleh Ji Yong songsaenim dan Dong Woo.

Hari pernikaha tiba. Sandara sudah memakai hwarot atau pakaian pernikahan warga Korea . Ia terlihat sangat cantik hari itu. Ia sudah tau rencana Minho ketika tadi malam Dong Woo menyelinap ke istana untuk ke dua kalinya dan memberti tahunya. Ia membuka kepalan tangannya dan melirik sebuah obat berwarna putih, ia akan mengikuti semua yang Minho rencana kan .

jam sudah menunjukan pukul 7, Sandara menyiapkan dirinya. Ia meminum obat itu dan langsung terjatuh tak berdaya. Semua orang-orang di istana kaget. raja Jung Soo dan ratu Shin Hye terpaksa membatalkan pernikahan karena mengira putri mereka telah meninggal. Maka acara pernikahan tersebut berganti menjadi acara kematian. Saat raja sedang berduka melihat putri satu-satunya tergeletak tak berdaya, seorang penjaga istana berteriak melaporkan sesuatu, “yang mulia di depan istana sangat banyak sekali pasukan. Sepertinya itu adalah pasukan dari Choi Minho. Ia membawa banyak sekali orang. Tampaknya mereka ingin menculik putri anda”. Raja Jung Soo luar biasa kaget “suruh semuanya halangi mereka! Jangan sampai mereka masuk!” perintahnya.

Pasukan Minho yang dipimpin oleh Ji Yong songsaenim memberontak masuk ke istana. Awalanya berhasil tapi lama-lama pasukan Minho berkurang karena kalah jumlah dengan pasukan-pasukan istana. Ji Yong songsaenim dan Dong Woo ternyata terbunuh. Kini tinggal Minho dan sekitar 5 orang. 5 orang tersebut memilih mundur menyisakan Minho seorang diri.

Minho menggambil sebilah pedang dan bertekad melawan pasukan-pasukan istana seorang diri demi cintanya kepada Sandara. Ia hanya memiliki sisa waktu 15 menit untuk membawa kabur Sandara dan meminumkan obat penawarnya sebelum obat yang di minum Sandara benar-benar membunuhnya.

Karena cintanya yang begitu besar Minho berhasil mengalahkan pasukan-pasukan istana walaupun ia banyak menderita luka-luka di sekujur tubuhnya. Kini ia bergegas melangkah menuju kamar Sandara. Di sana ia lagi-lagi menemukan halangan yaitu raja Jung Soo yang tengah menghadangnya. Tidak segan-segan ia menusukan pedangnya tepat di perut raja Jung Soo yang kini sudah terkapar.

Ia berhasil mendapatkan Sandara. Tapi sayang, Minho terlambat. Obat itu sudah benar-benar membunuh Sandara. Semua yang di rencanakanya pada akhirnya malah membuat Sandara-orang yang dicintainya harus pergi meninggalkannya.

Ia menggambil jalan tengah. Ia menggendong jasad Sandara lalu membawanya ke suatu tempat dengan menunggangi kuda. Sepanjang perjalanan Minho hanya menangis sambil terus memanggil-manggil nama Sandara.

Sampailah akhirnya Minho di tempat pertama kali Minho membongkar penyamaran Sandara dulu dan sekaligus tempat ia menyatakan cinta untuk pertama kali hanya untuk Sandara. Ya, sebuah tempat di pinggir danau yang di kelilingi bunga musim semi yang sedang bermekaran. Ia perlahan turun dari kuda yang di tungganginya, menidurkan jasad Sandara di tanah untuk sementara. Minho kemudian menggali tanah, menggali terus sampai berbentuk liang kubur. Ia masuk kedalam tempat yang ia gali tadi tentu saja dengan menggendong jasad Sandara. Minho pun menaruh jasad kekasihnya di dasar liang kubur itu lalu ia sendiri menidurkan dirinya di samping jasad Sandara tersebut sambil menggambil sebilah pedang.

“aku mencintai mu, sangat mencintai mu…dan aku akan tetap mencintai mu sekalipun aku harus mati” itu lah kata-kata terakhir Minho sebelum menusukan pedang yang ia pegang tepat di dada sebelah kirinya. Sepasang kekasih itu pun bertemu dan hidup bahagia… di surga sana .

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “I’ll Love You Until I Stop Breathing”

  1. Walupun ceritanya familiar gitu tapi tetap daebak,,jdi keingat ama K-drama yg Sungkyunkwan Scandal..tega amat sih park Shin hye dikit2 sandara nya ditampar,,aq mengira mereka akan hdup bahagia di ending nya eh ternyata kebalikan nya,,OMO,minho ngeliat sandara lagi mandi,jngan mesum yg Oppa..hehe..daebak,daebak..terus berkarya ya thor dengan imajinasi mu itu,,

  2. Waah, akhirnya Minho ikutan mati juga. Abang satu ini memang so sweet :3

    Setuju sih sama yg di atas. Ceritanya agak familier..tapi overall bagus kok 🙂

  3. author: “siapa yg shawol??”
    gw: “saya!! saya!!”
    author: “siapayg vip??”
    gw: “saya!! saya!!”
    lee seung hyun en choi seung hyun disni itu seungri sm bang tabi kan?
    knpa dr awal cerita smp bgian minho nyuruh dong woo nyusup2an itu gw ngebayangin ini komedi. hahaha ngemes liat nyongtory moment, emang deh jiyong oppa pling care ama si panda..
    tp aneh byngin dara yg wktu jd seung hyun. hahaha anak petakilan kyk seungri kok bs bersikap manis 😀
    ini lg si minho, rempong bngt ngerepotin dong woo nyusup2 dua kali.. gw smpet mikir si minho pabo bngt *PLakk, di kecek flames* 😛
    aduuh dara, klo gak mau nikah sm choi seung hyun, biar aye aje dah yg gantiin nikah ama bang tabi :* kekekke..

    kerenn endingnya sad.. hehe entah mngapa gw ling suka sad ending.. 10 jempol buat kamuuuu
    d^^b

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s