Dropped Life – Part 2

Title                        : Dropped Life part 2 (meneteskan kehidupan)

Fetching Shadow

Author                     : Anandhiya Intan a.k.a Aita Rinn.

Genre                      : Family, fantasy, Romance.

Cast                         : Aita Rinn aka Aita, Han Nhaena, Han Yurra, Kim Shin You, Lee Jinki aka Onew (SHINee), Kim Jonghyun (SHINee), Kim Kibum aka Key (SHINee), Choi Minho (SHINee), Lee Taemin (SHINee).

Rating                     : PG-15

Summary                : mengertilah sedikit tentangku..

nae gyeoteman issejojwo ( please.. by my side only).

                                Karena hanya kaulah yang terkasih..  ALL OF MY LIFE.

 Note                       : kalimat yang dicetak miring adalah kalimat langsung.

AUTHOR POV

Nhaena dan Yurra melangkahkan kakinya cepat-cepat. Nhaena yang berada didepan menghadap kebelakang untuk memanggil Yurra tapi dia menabrak sesuatu. Tepatnya seseorang.

“ Annyeong” sapa namja yang dia tabrak tadi. Muka Nhaena merah padam. Ia sangat malu sekaligus terkejut. Namja tadi adalah Kim Kibum. Key.

“ Mianhamnida” kata Nhaena cepat-cepat membungkukkan badannya. Dalam hati kecil Nhaena ia ingin menatap Key. Apa dia sanggup?

“ ne~ gwenchana Nhaena-ah” kata Key tersenyum. “ senyumnya manis sekali..” kata Nhaena dalam hati.

“ bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanya Nhaena ragu-ragu.

“ tahu saja.. oh~ kelasku sudah hampir mulai. Aku ingin mengobrol denganmu sepulang sekolah..” jawab Key yang sudah pergi seraya melambaikan tangan padanya.

“ kau sudah selesai ya..” kata Onew yang ternyata menungguinya. Nhaena masih bisa mendengarnya karena mereka belum begitu jauh. Yurra datang dengan nafas memburu.

“ ah.. tadi itu Onew ya?” mata Yurra berbinar-binar. “ ne~” jawab Nhaena singkat. Dia masih belum bisa mencerna perkataan Key tadi. “ benarkah dia mengajakku bertemu? Aigo~ apa ini mimpi? Eonnie cubit aku”

“ aww… appo!!” kata Nhaena memegangi tangannya.

“ sebentar. Apa kau tadi berbicara dengan mereka?” Yurra penasaran.

“ne~ ops… tepatnya aku berbicara dengan Key. Onew mungkin hanya melihat dan menunggu Key. Aku tak begitu memperhatikannya.” Senyum simpul merekah pada bibir Nhaena. Yurra hanya bisa geleng-geleng melihat adiknya yang jatuh cinta.

&&&

“ Nhaena-ah” panggil Key yang sudah berada disamping Nhaena.

“ aigo~ apa kau sudah lama disana?” Nhaena kaget melihat Key yang tiba-tiba saja disana.

“ aku sudah bilang bukan padamu bahwa aku ingin mengobrol?” desis Key. “ kajja.. kita pergi. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat yang pasti kau suka.” Key menarik tangan Nhaena.

“ tunggu sebentar. Aku akan ijin terlebih dahulu pada eonnieku.” Kata Nhaena polos. Yurra keluar dari ruangan dengan beberapa tumpuk buku di pelukannya. “ eonnie.. aku mau pergi dengan Key. Maaf ya kau jadi pulang sendirian. “

“ ne~ aku akan baik-baik saja Nhaena-ah. Hati-hati ya.. “ yurra tersenyum nakal pada Nhaena. Dia tahu saengnya begitu senang dengan Key. “ Key-ssi. Kau harus menjaga saengku. Kalau dia kembali dengan menangis kau akan tanggung akibatnya. Ahahaahaa” goda Yurra.

“ ne~ aku siap melaksanakan tugas” celetuk Key.

“ aku baru tahu kau bisa humor seperti ini.” Nhaena ikut tertawa. Jantungnya berdetak cepat. “aku harus tenang”. Nhaena mengambil nafas dalam-dalam.

“ ayo masuk mobil Nhaena-ah.” Key mempersilahkannya masuk.

“ gomawoyo~”

&&&

&&&

“ ah,.. sekarang aku sendirian. “ keluh Yurra. Yurra melangkahkan kakinya dengan berat menuju parkiran.

“ kau sendirian sekarang?” Onew muncul dihadapannya. Yurra bingung bagaimana ia akan menyikapi namja yang ada dihadapannya.

Yurra menunduk. “ bagaimana jika kita pergi juga?” tawar Onew yang disapa dengan anggukan hangat oleh Yurra. “ mana kunci mobilmu?” tanya Onew lagi.

Yurra mengulurkan tangannya. Kulit Onew menyentuh telapak tangan Yurra. Rasanya dia sangat senang.

&&&

“ yah… sekarang giliranku yang sendirian. Apa yang akan kulakukan pada saat seperti ini. ini sudah terlalu larut. Apakah appa sudah pulang?” Aita memutar-mutar handphone yang ada ditanganku. Aita berjalan keluar.

“ sreekkk…” suara decit ban yang mencium aspal terdengar memekik. “ ayo naik~” Jonghyun membuka kaca jendela mobilnya. Entah apa yang berhembus membuat Aita masuk kedalam mobilnya.

“ kau juga baru pulang?” Aita berbasa-basi.

“ ne~ . kau seharusnya tidak selarut ini.” beberapa menit dia sudah memarkirkan kendaraannya di suatu tempat yang ia sendiri tak tahu berada dimana.

“ aku akan pergi sebentar. Tunggulah disini” pinta Jonghyun membuka pintu mobil dan keluar. Aita tidak terlalu suka diminta untuk menunggu. Ia keluar dari mobil.

“ wow~ sukoi!! ( cantiknya)” kata Aita kagum. Dia memejamkan matanya beberapa detik menghirup udara malam yang dingin. Rambutnya tersibak oleh angin yang berhembus kencang.

“ kau suka tempat ini?” Jonghyun menyodorkan sekaleng minuman hangat yang baru dibelinya. Aita membuka tutup kaleng itu.

“ ne~ “ Aita memandang seluruh pemandangan yang dapat dijangkau oleh matanya.

“ ini adalah tempat kesukaanku juga. “ aku Jonghyun. Ia menyeruput minumannya. “ Indah sekali bukan? Aku sering kesini bersama adikku.”

“jinjja? Kau punya adik? Siapa?”

“ Kim Shin You. Kau mengenalnya bukan?” Jonghyun berbalik dan menyadarkan tubuhnya pada tugu.

“ ne~ yeoja yang sering bersamamu itu. kukira dia adalah yeojachingumu~” tangan Aita memegang erat kaleng minuman.

“ hahahaa~ semuanya menganggap begitu termasuk sahabatku sendiri. Itu menggelikan” Jonghyun tertawa kecil. Jonghyun berbalik lagi mendampingi Aita.

“ kenapa kau tak mengatakannya?”

“ aku tak terlalu suka mengatakan yang tidak penting. Apa yang kuanggap nyaman itu aku akan melakukannya. Lagipula tak ada yang bertanya padaku. “ Jonghyun menatap jauh. Ia mendongak kelangit. “ bintang itu indah seperti dirimu. Dimanapun kau..” Jonghyun tak meneruskan kata-katanya.

“ Oppaa~” seorang yeoja berlari mendekati kami.

“ Shin You-ah.. apa yang kau lakukan disini?” Jonghyun tak menyangka akan bertemu dengannya disini.

“ aku bersama Minho oppa. Oppa, aku sudah jadian dengannya..” aku Shin You. Dia memeluk Jonghyun beberapa saat. Menyalurkan kegembiraannya. Beberapa saat kemudian seorang namja jakung tinggi datang dari kegelapan.

“ sejak kapan kau?” Jonghyun menepuk-nepuk lengan Minho. keningnya berkerut.

“ hm,.. kau.. Aita Rinn ya?” Shin You seperti berusaha mengingat diri Aita. “Bukankah kita belum pernah berkenalan sama sekali?” Aita berfikir. “ Annyeong.. naneun Kim Shin You-imnida” tambahnya

“ Aita Rinn-Imnida. Mannaseo Bangapseumnida (senang berkenalan denganmu)” kata Aita ikut member salam.

“ Oppa.. sejak kapan oppa memiliki yeojachingu?” Shin You terlihat senang sekali. Baginya ini adalah berita kedua yang hebat.

“ mwo?” kataku polos.

“ jika Jonghyun Oppa sudah mengajak seseorang kesini berarti dia berungguh-sungguh padanya. Percaya. Jika yeoja berarti..”

“ Shin You-ah..” Jonghyun menutup mulutnya agar tidak berbicara lebih lebar lagi. Minho terlihat menutupi tawanya.

“ chagiya~ kita pergi saja dari sini. Biarkan mereka berdua..” Minho menggenggam tangan Shin You dan mengajaknya kesudut yang berbeda dari tempat itu.

“ jeongmal mianhaeyo Aita-ah. “ muka Jonghyun memerah. Aita merasa dia memang sungguh-sungguh mengatakannya.

“ aku tak keberatak oppa~” Aita mengatakannya dengan berat. Ia mengalihkan pandangannya tak berani melihat mata Jonghyun yang terbelalak kaget.

“ mwo? Apa maksudmu” tanya Jonghyun yang mulai berfikir lamban.

“ “ Aita diam saja. tangan Aita menyentuh topi di jaketnya menggunakannya untuk menutupi rambutnya yang terurai panjang.

“ aku menyukaimu Aita-ah.. maukah kau menjadi yeojachinguku?” kata Jonghyun akhirnya. Tangannya menggenggam tangan Aita. Aita memberanikan diri untuk menghadap Jonghyun. Mata mereka bertemu. Aita tetap tak berkata sepatah katapun tapi mata mereka telah menjawab.

“ gomawoyo~ jeongmal gomawo~ “ Jonghyun mengecup kening Aita.

&&&

&&&

“ Minho oppa~ aku rasa Jonghyun Oppa sangat senang” Minho melingkarkan tangannya di pinggang Shin You. Dia sedikit menunduk mengimbangi Shin You.

“aku yakin kau juga begitu” bisik Minho membuat Shin You bergidik. Shin You sedikit mendorong Minho tapi dia diam tak bergerak. Pipi shin you memerah senyumnya merekah.

Minho melepaskan tangannya. Ia melepaskan jaket yang dipakainya lalu melingkarkannya pada tubuh Shin You. “ disini sangat dingin” katanya tersenyum.

“ gomawo~ hajiman. Apakah oppa baik-baik saja” Shin You menghawatirkan Minho lebih dari  dirinya sendiri. “ bagaimna jika kita berjalan-jalan. Selama kita beraktifitas pasti tidak akan terlalu dingin” usul Shin You.

“ kalau begitu ayo~” Minho menyentuh dagu Shin You dan lari pergi. “ YA!! OPPA!” Shin You mengejar Minho yang berlari.

&&&

Yurra tidak percaya jika jarak antara dirinya dengan Onew sangatlah dekat. Kira-kira apa yang harus dia katakana pada Onew. Tidak nyaman jika ada orang yang kita sukai tapi tidak ada hal yang membuat mereka mengenang suatu yang istimewa. Meski dia bukan milik kita..

“ehm.. Onew-ssi.” Panggil Yurra

“ ne~ aku tidak apa-apa mengantarmu pulang. Lagipula aku sendirian” kata Onew seakan mejawab pertanyaan Yurra yang sama sekali belum dilontarkan. Onew melambatkan laju mobil, ia menatap Yurra lekat-lekat.

“ kenapa kau sering memperhatikanku?” tanya Onew. Yurra tersentak ia melirik Onew beberapa detik. Raut muka Onew datar dan itu membuatnya takut.

“ Yurra-ah? Jawab aku” pinta Onew lagi. Mobil telah berhenti di suatu tempat disana juga sudah terparkir mobil. Tapi Onew tidak menyadari kalau mobil itu milik seseorang yang dikenalnya. Mungkin.

“ na.. naega..” Yurra mengucapkan kata dengan terpatah-patah.

“ neo saranghaeyo ( aku mencintaimu)”

Yurra memandang Onew. Raut mukanya tetap datar. Onew mendekatkan dirinya pada Yurra. “ ah~ apa yang kau lakukan?” Yurra kaget matanya terbelalak. Dengan cepat ia membuka pintu mobil dan lari keluar. Onew ikut keluar dan lari menyusul Yurra.

“ Yurra berhenti” Onew menggapai-gapai tangan yurra. Mereka sudah jauh dari tempat parkir mobil. “ Yurra berhenti ini hutan!!” Onew berteriak. Yurra berhenti tapi dia terpeleset oleh tanah yang licin. “ahh..” Yurra jatuh pada tangkapan Onew. Yurra memandang Onew, mukanya merah.

“ lepaskan aku” teriak Yurra. Tangannya menampar tangan Onew. Yurra terpeleset lagi dan Onew menangkapnya. Yurra diam. Lalu dia duduk bersandar pada pohon. Kaki Yurra ditekuk tangannya memeluk kakinya. Yurra menunduk untuk menutupi mukanya.

“ hikkss” tangisan Yurra terdengar oleh Onew. “ waeyo? Jeongmal mianhaeyo~” Onew bersimpati pada Yurra. “ apa kau tak tahu? Aku itu menyukaimu. Bersimpatilah sedikit pada Yeoja” Onew melihat sedikit muka Yurra. Terlihat miris dia tak dapat berbuat apapun demi dirinya.  Suara yurra bergetar.

“ bukankah kau berbeda dengan yang lain? Misalnya seperti Aita?” Yurra menerawang. Tangisannya sudah terhenti.

“ mwo? Haha~ maksudmu aku ini hantu?” Onew terkekeh.

“ kenapa kau malah tertawa?!!” yurra menekankan suaranya.

“ jangan bergerak, ada yang datang” Onew mulai menampakkan keseriusannya lagi. Dia ikut duduk didepan Yurra. Matanya memandang sekitar.

“ iya, ada seseorang mereka itu dari whitelaw (bukit putih)” kata Yurra dia seperti menatap kosong pada sisi kanannya.

Onew memejamkan matanya sebentar. Matanya berubah. “ Ya! Ternyata kau juga? Seorang Enfys? Tapi aku belum pernah melihatmu.” Onew membelalakkan matanya. Dia baru melihat Enfys lain disekitar sini.

“ ne~ aku juga tahu kau Enfys. Apalagi saat dimobil. Kau memiliki kemampuan khusus Enfys yang sangat jarang. Apakah kau dari klan morel? Salah satu klan tertinggi bangsa Enfys?” yurra menatap Onew dalam-dalam.

“ ne~” jawabnya singkat.

“ bukankah mereka sudah punah?” Yurra mengatakannya dengan berat.

“ ya~ sebagian kelompok kami sudah tiada.. dan kami juga diburu oleh zilla dari whitelaw.” Onew memalingkan pandangannya.

“ maafkan aku.. tapi mereka hebat cepat masuk kedaerah ini” Yurra menyesal menanyakan hal itu kepada Onew.

“ ayo kita harus kembali kemobil.” Onew menggandeng tangan Yurra. Mereka mengendap-endap hingga sampai di mobil.

&&&

Nhaena menatap langit yang dipenuhi bintang-bintang. Kerlipnya membuat Nhaena tersenyum.

“ indah sekali sepertimu..” ucap Key. “ Nhaena~ maukah kau menjadi sepertinya? Aku butuh dirimu..” pinta Key suaranya lirih seperti angin.

“ maksudnya?” Nhaena bertanya polos. Ia mengerutkan dahinya.

“ maksudku.. maukah kau menjadi bintang yang menerangi hatiku yang gelap ini?” mata Key berbinar-binar. Nhaena dan Key saling tatap untuk waktu yang cukup lama.

“ Oppa… aku akan menjadi bintanmu jika memang ada tempat disana” Nhaena memegang dada Key. Jarak mereka cukup dekat.

“ dukk dukk” terdengar suara seseorang berlari.

“ Yurra eonnie!!” tangan kanan Nhaena memegang lengan Key. Dia melihat Yurra bersama Onew mengambil nafas dalam-dalam. Nafas mereka memburu.

“ Mereka sudah kembali” Onew berkata terengah-engah.

“ mwo? Siapa? atur nafasmu hyung”

“ Whitelaw” kata Yurra.

“ kau?? Enfys?” pekik Key. Dia sama kagetnya seperti Onew saat mengetahui bahwa ada Enfys lain tidak jauh dengannya.

“ ya~ kami” Nhaena bersikap serius.

“ kalian ramai sekali?” sapa Jonghyun yang mengandeng Aita disampingnya.

“ Yurra-ah? Nhaena-ah? Kalian disini juga?” tanya Aita. “ Yurra-ah kau kenapa?” Aita melepaskan genggaman tangan Jonghyun dan menghampiri Yurra. Aita mengeluarkan sebotol air dari tas kecilnya. “ minum ini” Aita menyodorkan.

“ mereka juga Enfys hyung..” kata Key.

“ apa itu Enfys?” tanya Aita.

“ para pemanggil bayangan.. kekuatan yang terkutuk bagi manusia biasa seperti dirimu chagiya~” kata Jonghyun sedikit menerangkan. Jonghyun tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.

“ Whitelaw kembali. Mereka dihutan itu” seru Onew yang turut meneguk minum pemberian Aita.

“ apa itu Whitelaw?” tanya Aita lagi. Dia merasa hanya dialah yang tak tahu apapun disini.

“ Whitelaw adalah kelompok Enfys yang mencari kekuatan-kekuatan khusus. Misalnya seperti Onew. Dia tahu apa yang akan ditanyakan seseorang sebelum orang itu mengatakannya. Adikku Shin You bisa melihat sesuatu yang dapat dibilang tak biasa.” Terang Jonghyun.

“ maafkan aku chagiya~ aku belum bisa menjelaskan semuanya sekarang dank kau harus menghadapi bahaya yang besar seperti ini lagi” Jonghyun menyesali apa yang telah diperbuatnya.

“ ne~ gwenchana.. nae gyeoteman issejojwo ( please.. by my side only).” Kata Aita. Perkataannya itu membuat Jonghyun terharu. Jonghyun sangat mudah terharu seperti itu.

“ I will..” katanya membelai rambut Aita.

“ sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Key.

“ kita akan pergi menjauh..” kata Onew tegas.

“ Kyaaaaaaaaaaaaaaaa……………..” suara jeritan yeoja.

“ Shn You-ah” teriak Jonghyun yang langsung berlari kearah mereka. Aita memaklumi namjachingunya itu. ia ikut berlari untuk mengejar Jonghyun. Ia tahu ia tak punya kemampuan apapun. Belum tahu apapun.. hanya sebuah kekosongan. Tapi dia punya tekad yang kuat.

Aita melihat Minho yang sudah terluka. Ia berlumuran darah segar yang merah merona membasahi kaosnya. “ Shin You-ssi kau baik-baik saja?” Aita mendekati Shin You yang terduduk ketakutan.

“ ne~ Minho oppa? Jonghyun Oppa?” isaknya dalam tangis.

“ Chagiya~ bawa Shin You menjauh dari sini.. jebal” kata Jonghyun yang terlempar dan membentur pohon. Dahinya mengeluarkan darah.

“ ne~ oppa.. cepatlah kembali..” kata Aita. Jonghyun mendengar itu.

“ maafkan aku chagiya.. aku kira malam ini akan menjadi malam yang indah bagi kita berdua. Tapi aku merusaknya. Aku membawamu dalam keadaan yang berbahaya ini. maaf… aku tak pantas untukmu.” Rutuk Jonghyun dalam hati.

“ hahaa~ mereka akan segera kubunuh. Yeoja tadi adalah yeojachingumu ya? Dia cantik.. tapi takkan lama lagi …” kata Joong Wook pemimpin dari Whitelaw.

“ Shut up!! Kau takkan berani menyentuhnya!” teriak Jonghyun. “ arghh..” Jonghyun kembali terpental. Tubuhnya mengeluarkan darah baru yang masih segar. Beberapa luka baru juga menggores kulitnya yang putih mongoloid.

“ Oppa!!” teriak Aita dari jauh. Ia berlari mendekati Jonghyun. Jonghyun sedikit terpejam menahan sakitnya. “ kau seharusnya tidak disini. LARI CHAGIYA!!! Argghhh…” jonghyun kembali dipentalkan oleh Joong Wook.

“ ahh” Jong Wook mengalami luka ringan di wajahnya. Sedikit tergores. “ beraninya kau!!” Jong Wook murka. Ia melayangkan ranting kering yang runcing tanpa memegannya sekalipun. Ternyata selama dia tidak memburu mereka beberapa saat untuk meningkatkan kemampuannya.

“ hahaha~ ternyata daya reflekmu sudah meningkat Minho-ssi. Hanya beberapa menit. Lalu apa arti pertarungan kita tadi? “ Joong Wook menikmati pertarungan mereka. Minho ternyata sudah menggunakan kekuatannya. Dia sudah memanggil bayangan. Bayangannya tidak terlalu jelas dilihat oleh Aita. Dia hanya melihat cahaya berwarna putih dan biru pekat yang bersama-sama berputar diatas.

Angin malam berhembus kencang. Aita berada disamping Jonghyun dan tiba-tiba muncul bayangan berwarna keemasan. Disana terdapat 13 bayangan keemasan. Seperti pasukan bayangan.

“ lindungi Aita.. lindungi Shin You..” desis Jonghyun. Suaranya mirip dengan desisan ular.

Bayangan itu memencar. 3 bayangan keluar dari arena pertarungan mereka. Tapi bayangan itu berbalik. “ Oppa!” teriak Shin You. Kakinya sedikit diseret. Dia terjatuh karena tersandung akar pohon yang keluar dari tanah.

“ Chagiya~ apa yang kau lakukan? Kau seharusnya pergi menjauh” Minho menyadari kedatangan Shi You.

Onew, Key, Yurra dan Nhaena turut pergi kesana. Mereka bersatu padu mengeluarkan kemampuannya. Onew bisa terbang dan membaca taktik lawan. Key adalah spesialis penyembuhan dan pertahanan. Yurra dan Nhaena adalah spesialis gardu tengah. Mereka sedikit bisa mengimbangi kekuatan Joong Wook. Tapi sayang mereka adalah yeoja sehingga tidak terlalu dapat memanfaatkan kekuatan denga maksimal.

“ Aita awas!!” Jonghyun berdiri dan menubruk Aita untuk menyelamatkannya. Entah apa yang terjadi mereka baik-baik saja. hanya Jonghyun yang masih mengalami pendarahan akibat serangan Joong Wook. Perut kanannya terbuka.

“ gomawo Shi You-ah” kata Jonghyun dalam hati.

“ aku tak melakukan apapun Oppa” Shin You mendengar kata hati itu.

“ lalu?” Jonghyun bertanya lagi.

“ Aita yang melakukannya!” teriak Shin You yang membuat beberapa tameng pertahanan. Minho jatuh.. kekuatan Shin You meningkat dia membuat Joong wook terpental. Onew mendarat dari terbangnya..

Joong Wook tertatih-tatih berdiri. “ ayo semuanya kita pergi.. ingan Jonghyun, Onew! Aku takkan membiarkan kalian lolos! Hahaa~” tawa Joong wook menggema dihutan yang basah.

“ Key-ah bisakah kau menolongnya” Shin You memohon.

“ ya.. butuh beberapa waktu untuk menutup lukanya.” Kata Key yang menyilangkan kakinya dan duduk tegap lalu menutup mata. Key mengarahkan tangannya ke luka-luka Minho.

Beberapa saat kemudian “ hampir selesai” kata Key. Jonghyun bersandar pada pundak Aita. Tangannya berpegangan erat dengan Aita.

“ kini giliranmu~ “ kata Key yang membalikkan badannya. Ia mengarahkan tangannya ke luka Jonghyun. Aita melihat warna hijau memancar dari tangan Key.

“ cahaya apa itu?” tanya Aita. “ maaf aku banyak bertanya” kata Aita menambahkan. Aita tertunduk.

“ tidak apa-apa Aita-ah. Cahaya ini adalah cahaya untuk penyembuhan. Oleh karena itu berwarna hijau” terang Key.

“ oh~ “

“ Chagi, saat aku tergeletak dan Joong Wook kembali menyerangku apa yang kau lakukan?” tanya Jonghyun.

“ aku tak melakukan apapun. Aku hanya ingin melindungi. Aku tak ingin kau terluka. aku tak mau kehilangan lagi” Aita menundukkan mukanya.

“ Oppa.. Oppa… Key oppa.. bagaimana Minho?” Shin You menangis. Tangannya memegang erat tangan Minho.

“ uhukk uhukk..” Minho bangun dia memuntahkan darah. Darah itu merah tapi sedikit coklat tua. “ oppa…” rengek Shin You lagi.

“ biarkan dia tenang dan menghirup udara segar dahulu Shin You-ah..” pinta Jonghyun. Shin You duduk menutup mukanya dengan tangan. Minho terlihat sangat kesakitan. Dia memutahkan banyak darah..

Nhaena juga menutup mukanya, ia tak tahan melihat darah yang keluar dari mulut Minho.

Onew terlihat duduk diam bersama yeoja. Nhaena dan Yurra, mereka sesekali saling menatap. “ semuanya sudah baik-baik saja? mari kita pulang. Kita juga harus mempersiapkan diri untuk serangan yang berikutnya. “ kata Onew tegas. Raut mukanya begitu serius.
TO BE CONTINUE…

Gimana readers? Seperti apa yang dibilang author di par 1. Di part ini bagiannya Nhaena dan Yurra sudah semakin banyakkan? Ff ini Cuma 4-end. Semoga readers pada suka..

Author minta maaf belum bisa publish In The End You’re Mine( ITEYM) part 9 karena belum ada ide yang pas untuk menceritakan kisah kasih mereka. Seorang pangeran dan putri angkat. Readers juga tahu kan kalau ide itu susah juga.. butuh waktu untuk memprosesnya. Ff ini buat mengganti ( ITEYM) yang tertunda.

Tunggu part berikutnya ya.. romance life..

Jangan lupa comment ya… don’t be silent.. J

Comment readers menentukan keseruan part berikutnya.. hhehe

Jeongmal gomawoyo~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

5 thoughts on “Dropped Life – Part 2”

  1. Aaa.. Next.. Next..
    Makin seru aja.. Walaupun aku masih sedikit kurang faham sama jalan ceritanya..
    Lanjutkan!

  2. Next..makin seru nie ceritanya walaupun aq masih bingung..Aita tuh manusia biasa kah?..atau sama kayak yg lain nya,,thor di part selanjutnya jelasin dong asal-usul tentang Enfys dan whitelaw aq bingung nih..daebak nie ff

    1. di tunggu lagi ya kelanjutannya..
      Aita itu manusia, semua yang di SHINee kecuali taemin itu enfys yang artinya bayangan. mereka itu bisa memanggil bayangan kecuali onew. dia punya kekuatan yang beda. kekuatan tiap enfys itu berbeda. tapi kedua anak tertua mereka di beri wewenang buat mengurus kelompok mereka. enfys itu udah ngga ada sejak lama. mereka adalah kaum yang kecil sekarang..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s